You are on page 1of 172

LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT

BERSAMA MEMACU PRESTASI TOGETHER WE ACHIEVE MORE

www.kalbe.co.id

Daftar Isi Contents


02 Visi, Misi dan Nilai Inti Vision, Mission and Core Values 03 Sekilas Kalbe Kalbe at a Glance 04 Tonggak Sejarah Milestones 05 Prestasi & Penghargaan Recognitions & Awards 06 Peristiwa Penting Tahun 2008 Event Highlights in 2008

08 Ikhtisar Keuangan Financial Highlights

10 Ikhtisar Saham Stock Highlights

12 Laporan Dewan Komisaris Report from the Board of Commissioners

16 Laporan Direksi Report from the Board of Directors

23

Tinjauan Usaha Business Review

35

Tinjauan Operasional Operational Review

45

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

59

Tinjauan Keuangan Financial Review

Data Perseroan Corporate Data

159

Divisi Obat Resep Prescription Pharmaceuticals Division Divisi Produk Kesehatan Consumer Health Division Divisi Nutrisi Nutritionals Division Divisi Distribusi dan Kemasan Distribution and Packaging Division

Pemasaran dan Penjualan Marketing and Sales Produksi Production Riset dan Pengembangan Research and Development Sumber Daya Manusia Human Resources

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility

Analisis dan Diskusi Manajemen Management Discussion and Analysis Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial Statements

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Direksi Board of Directors Komite Audit Audit Committee Struktur Organisasi Organization Structure Struktur Organisasi Grup Kalbe Kalbes Group Organization Structure Anak Perusahaan Subsidiaries

168 Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan Responsibility for Annual Reporting

Bersama Memacu Prestasi


Together We Achieve More
Bersama Memacu Prestasi adalah tema Laporan Tahunan 2008, tahun yang membutuhkan upaya kerja sama dan kolaborasi yang baik. Konsolidasi usaha Kalbe, Enseval dan Dankos pada akhir tahun 2005 menimbulkan berbagai tantangan dalam budaya perusahaan, sehingga keselarasan koordinasi dari ketiga perusahaan ini sangatlah penting untuk efektivitas dan kelangsungan Perseroan. Oleh karena itu pada tahun 2008, setiap unit usaha strategis telah mempersiapkan rencana strategis jangka panjang dengan tujuan agar Kalbe dapat bekerja sebagai satu entitas. Ini merupakan tantangan nyata, namun berdasarkan tema usaha tahun 2008, Bersama Memacu Prestasi, semua rencana tersebut dapat diselesaikan dengan sukses. Dan semua akan dilanjutkan di tahun 2009, dimana tema untuk tahun depan adalah Excellence in Execution atau pelaksanaan yang prima. 2008. A year that, in retrospect, demanded a great deal of cooperation and collaboration, was the inspiration for the theme of this years Annual Report, Together We Achieve More. The grand merger of Kalbe, Enseval and Dankos back in 2005 brought challenges in the Kalbes culture: the alignment and coordination of these three companies were critical factors in our future effectiveness and sustainability. Therefore, each strategic business unit has prepared long-term development and strategic plans in 2008, in order for Kalbe to be able to work together as one entity. This was a real challenge but, based on the 2008 business theme Together We Achieve More, all was completed successfully. This action will be continued and developed in 2009, which is why next years business theme is to be Excellence in Execution.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

Visi, Misi dan Nilai Inti


Vision, Mission and Core Values

Visi Vision

Menjadi Perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan di Indonesia dan memiliki eksistensi di pasar global dengan merek dagang yang kuat, didasarkan oleh manajemen, ilmu dan teknologi yang unggul. To be dominant in the healthcare business in Indonesia and be a part of the global market with strong brands, enabled by excellent management, science and technology. Meningkatkan Kesehatan untuk Kehidupan yang Lebih Baik To Improve Health for a Better Life

Misi Mission Nilai Values

Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan Giving the Best to Customer Gigih untuk Mencapai yang Terbaik Striving for Excellence Kerjasama yang Kokoh Strong Team Work

Inovasi Innovation

Lincah Agility Integritas Integrity

Motto
2

The Scientific Pursuit of Health for a Better Life

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Sekilas Kalbe
Kalbe at a Glance

Didirikan pada tahun 1966, PT Kalbe Farma Tbk (Perseroan atau Kalbe) telah jauh berkembang dari awal mulanya sebagai usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya di wilayah Jakarta Utara. Selama lebih dari 40 tahun sejarah Perseroan, pengembangan usaha telah gencar dilakukan melalui akuisisi strategis terhadap perusahaan-perusahaan farmasi lainnya, membangun merek-merek produk yang unggul dan menjangkau pasar internasional dalam rangka transformasi Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan serta nutrisi yang terintegrasi dengan daya inovasi, strategi pemasaran, pengembangan merek, distribusi, kekuatan keuangan, keahlian riset dan pengembangan serta produksi yang sulit ditandingi dalam mewujudkan misinya untuk meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Grup Kalbe telah menangani portofolio merek yang handal dan beragam untuk produk obat resep, obat bebas, minuman energi dan nutrisi, yang dilengkapi dengan kekuatan bisnis usaha kemasan dan distribusi yang menjangkau lebih dari 1 juta outlet. Perseroan telah berhasil memposisikan merekmereknya sebagai pemimpin di dalam masing-masing kategori terapi dan segmen industri tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai pasar internasional, dengan produkproduk kesehatan dan obat-obatan yang telah senantiasa menjadi andalan keluarga seperti Promag, Mixagrip, Woods, Komix, Prenagen dan Extra Joss. Lebih jauh, pembinaan dan pengembangan aliansi dengan mitra kerja internasional telah mendorong pengembangan usaha Kalbe di pasar internasional dan partisipasi dalam proyek-proyek riset dan pengembangan yang canggih serta memberi kontribusi dalam penemuan terbaru di dalam bidang kesehatan dan farmasi termasuk riset sel punca dan kanker. Pelaksanaan konsolidasi Grup pada tahun 2005 telah memperkuat kemampuan produksi, pemasaran dan keuangan Perseroan sehingga meningkatkan kapabilitas dalam rangka memperluas usaha Kalbe baik di tingkat lokal maupun internasional. Saat ini, Kalbe adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara yang sahamnya telah dicatat di Bursa Efek Indonesia dengan penjualan melebihi Rp 7,8 triliun. Posisi kas yang sangat baik saat ini juga memberikan fleksibilitas yang luas dalam pengembangan usaha Kalbe di masa mendatang.

Established in 1966, PT Kalbe Farma Tbk (the Company or Kalbe) has come a long way from its humble beginnings as a garage-operated pharmaceutical business in North Jakarta. Throughout its more than forty year history, the Company has expanded by strategic acquisitions of pharmaceutical companies, building a leading brand positioning and reaching out to international markets to transform itself into an integrated consumer health and nutrition enterprise with unrivalled innovation, marketing, branding, distribution, financial strength, R&D and production expertise thus furthering its mission of improving health for a better life.

The Kalbe Group has a broad and strong portfolio of brands in prescription pharmaceuticals, OTC pharmaceuticals, energy drinks and nutritional products, complemented with a robust packaging and distribution arm covering over one million outlets. The Company has succeeded in promoting its brands as undisputed market leaders not only in Indonesia but also in international markets, establishing such household names as Promag, Mixagrip, Woods, Komix, Prenagen and Extra Joss across all healthcare and pharmaceutical segments. Also, fostering and expanding alliances with international partners has accelerated Kalbes advances in international markets and sophisticated R&D ventures, as well as facilitating the latest pharmaceutical and healthcare developments, including stem cell and cancer research.

The Groups consolidation in 2005 has further enhanced its production, marketing and financial capabilities, providing greater leverage to widen local and international exposure. Today, Kalbe is the largest publicly listed pharmaceutical company in Southeast Asia, with revenues of over Rp 7.8 trillion. Such a highly liquid position today also implies the availability of funds for ambitious expansion opportunities in the future.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

Tonggak Sejarah
Milestones

1997 -2007
1997
Penjualan sisa 50% kepemilikan pada PT Helios Arnotts Indonesia The remaining 50% share ownership was sold to PT Helios Arnotts Indonesia Penjualan divisi pengemasan gelas kepada Schott Glasswerke Beteiligungs GmbH The glass packaging company was sold to Schott Glasswerke Beteiligungs GmbH Akuisisi merek Woods The Woods brand was acquired Akuisisi 80% saham PT Saka Farma An 80% share ownership of PT Saka Farma was acquired

1989 -1995
1989
PT Igar Jaya dan PT Dankos Laboratories melakukan Penawaran Umum Perdana PT Igar Jaya and PT Dankos Laboratories conducted their Initial Public Offering

1966 -1985
1966
Pendirian Perseroan dengan nama PT Kalbe Farma The Company was founded under the name PT Kalbe Farma

1991

2005

PT Kalbe Farma melakukan Penawaran Umum Perdana PT Kalbe Farma went public, and carried out an Initial Public Offering (IPO)

Konsolidasi Grup Kalbe Consolidation of the Kalbe Group carried out

2006

1993

1977

Akuisisi PT Dankos Laboratories PT Dankos Laboratories was acquired

1981

Akuisisi PT Sanghiang Perkasa dan konsolidasi bisnis nutrisi ke dalam anak perusahaan ini PT Sanghiang Perkasa was acquired, and the nutritionals businesses consolidated within this subsidiary company

Pengalihan bisnis distribusi kepada PT Enseval sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah The distribution businesses were transferred to PT Enseval in line with government regulations

1994

1985

Akuisisi PT Bintang Toedjoe dan PT Hexpharm Jaya PT Bintang Toedjoe and PT Hexpharm Jaya were acquired

Memulai bisnis minuman energi dengan peluncuran Extra Joss Entry into the energy drink business with the launch of Extra Joss PT Enseval Putera Megatrading melakukan Penawaran Umum Perdana PT Enseval Putera Megatrading went public and carried out an Initial Public Offering (IPO)

Memperluas cakupan regional Regional coverage expanded Membangun merek dan infrastruktur global Global brands and infrastructure created Meningkatkan fokus bisnis melalui penggabungan usaha dan akuisisi Business focus increased through business mergers and acquisitions Meningkatkan pengembangan penemuan obat Innovative medicinal development increased Membangun jaringan dan kemitraan global Global networks and partnerships created

2007

1995

Dilusi 50% kepemilikan pada PT Helios Arnotts Indonesia yang bergerak dalam bisnis makanan An initial 50% share ownership in PT Helios Arnotts Indonesia, which operates in the food business, was sold

Meluncurkan logo perusahaan yang baru sebagai bagian dari proses transformasi Launch of new corporate logo as part of transformation process Produk-produk memasuki semua negara ASEAN kecuali Laos. Products enter every ASEAN country (except Laos) Pembukaan Stem Cell dan Cancer Institute Opening of the Stem Cell and Cancer Institute Implementasi pengelolaan rantai pasokan yang lebih baik dan terpadu End-to-End supply chain management improvements implemented Sistem teknologi informasi yang terintegrasi Information technology systems integrated

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Prestasi dan Penghargaan


Recognitions & Awards

The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Cerebrofort, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Cerebrofort, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Prenagen, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Prenagen, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Milna, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Golden Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Milna, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Promag, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Promag, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency.

The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Cerebrovit, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Cerebrovit, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) untuk Extra Joss, diberikan oleh majalah SWA bekerja sama dengan lembaga konsultan MARS. The Platinum Indonesian Best Brand Award (IBBA) for Extra Joss, presented by SWA magazine in cooperation with the MARS consulting agency. The Diamond Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) untuk Promag, diberikan oleh Majalah Swa bersama Frontier. The Diamond Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) for Promag, presented by SWA magazine, together with Frontier. The Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) untuk Mixagrip, diberikan oleh Majalah Swa bersama Frontier. The Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) for Mixagrip, presented by SWA magazine, together with Frontier.

The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award untuk Woods Peppermint Expectorant, diberikan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union, dan Indonesia Brand Identity Summit. The Best of the Best Indonesian Best Packaging Award for Woods Peppermint Expectorant, presented by SWA magazine in cooperation with MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union and the Indonesian Brand Identity Summit. The Most Safety Indonesian Best Packaging Award untuk Woods Peppermint Expectorant, diberikan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union, dan Indonesia Brand Identity Summit. The Most Safety Indonesian Best Packaging Award for Woods Peppermint Expectorant, presented by SWA magazine in cooperation with MIX (MarketingMix), DM Brands, The Brand Union and the Indonesian Brand Identity Summit. The Most Powerful Distribution Performance 2008 Award untuk Mixagrip, diberikan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan QASA sebagai strategic consultant dan MIX (Marketing Extra). The Most Powerful Distribution Performance 2008 Award for Mixagrip, presented by SWA magazine in cooperation with QASA as strategic consultant and MIX (Marketing Extra).

The Best Distribution Award untuk Komix dan Extra Joss dari Majalah SWA. The Best Distribution Award for Komix and Extra Joss from SWA magazine. Penghargaan Penerbit Obligasi Terbaik 2008 Kategori Obligasi Non-Keuangan Aset di bawah Rp 1 Triliun versi Majalah Investor dalam acara Investor Award 2008. The 2008 Best Bond Issuer Awards for Non Financial Sector with Total Assets of less than Rp 1 Trillion from Investor magazine in the Investor Awards 2008 event. Kalbe Group berpartisipasi dan memenangkan 1 emas dan 4 perak dalam Konvensi Nasional Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XII. Kalbe Group took part in the 12th National Work Quality and Productivity Convention (TKMPN), winning one gold and four silver medals. Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk PT Bintang Toedjoe, selaku anak perusahaan Perseroan, dari Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial Pemerintah Indonesia. Work Safety and Health Award for PT Bintang Toedjoe, as one of the Companys subsidiaries, from the Manpower and Social Affairs Service of the Government of Indonesia.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

Peristiwa Penting Tahun 2008


Event Highlights in 2008

January 18:
Peresmian pembukaan outlet pertama Klinik Mitrasana di Cikarang. Inauguration of the first outlet of Mitrasana Clinic in Cikarang.

March 15 - 16:
Pembangunan sarana sanitasi desa dan pengobatan gratis untuk warga desa Cikahuripan, Jawa Barat. The construction of village sanitation facilities and provision of free medication for the villagers of Cikahuripan, West Java.

Juli 09:
Pendirian PT Renalmed Tiara Utama yang bergerak dalam penyediaan alat-alat kesehatan untuk klinik pelayanan cuci darah (hemodialisa). Establishment of PT Renalmed Tiara Utama, a health equipment medical instrument supply company for hemodyalisis clinics.

February 02:
Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerjasama dengan FK-UI dan Kalbe Farma beserta Stem Cell And Cancer Institute menyelenggarakan acara Peresmian Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) dan Seminar Sel Punca di Widya Graha LIPI. The State Ministry of Research and Technology, in cooperation with the Health Faculty at the University of Indonesia (FK-UI) and with the Stem Cell and Cancer Institute, held a special event for the official establishment of the Indonesian Stem Cell Association (ASPI). The event, held at the Widya Graha Building of the Indonesian National Institute of Sciences (LIPI), was the forum for a seminar on Stem Cells.

August 07:
TheraCIM yang merupakan salah satu produk baru Kalbe, memperoleh persetujuan izin edar di Negara Filipina. TheraCIM, one of Kalbes new products, secured its approved registration for the Philippines.

May 26:
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa. The holding of the Annual General Meeting (AGM) and an Extraordinary General Meeting (EGM) of PT Kalbe Farma Tbk Shareholders.

08:
Grand Launching Kalbe Eco-Friendly Data Center yang merupakan kerja sama dengan IBM. The grand launching of the Kalbe EcoFriendly Data Center, in cooperation with IBM Indonesia.

12:
Peluncuran Fatigon Hydro+, yang merupakan minuman isotonik pertama yang terbuat dari air kelapa asli. The launching of Fatigon Hydro+, the first isotonic drink made from natural coconut water.

June 26:
Bakti Sosial Pengobatan Gratis: Kalbe Berbagi & Sierad Peduli di Kampung Tipar, Jawa Barat. Social event for the donation of free medications arranged by the Kalbe Berbagi and Sierad Peduli CSR organizations for the village of Tipar, West Java.

September 01-21:
Penyelenggaraan Promag Bazsera atau Bazar Sehat Ramadhan. The Promag Bazsera (Healthy Bazaar) was held, for the Holy Fasting Month of Ramadhan.

18:
PT Finusolprima Farma Internasional sebagai salah satu anak perusahaan Kalbe menerima Certificate of Manufacturing dari Health and Sciences Authority, Singapura. PT Finusolprima Farma Internasional (a Kalbe subsidiary) received its Certificate of Manufacturing from the Health and Sciences Authority, Singapore.

Juli 01:
Peluncuran Produk Nulife-Bar. The launching of the Nulife-Bar product.

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

September 11:
Memperingati Ulang Tahun Kalbe Farma yang ke-42 dengan menyelenggarakan Pengobatan Gratis di Tegal Alur - Jakarta Barat. The 42nd Anniversary of Kalbe Farma was celebrated with the donation of free medications to Tegal Alur, West Jakarta.

October 08:
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPM) menerima penghargaan ISO 9001:2000, sertifikasi dari IAF (International Accreditation Forum) bekerja sama dengan JAS ANZ sebagai Konsultan ISO. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPM) received ISO 9001:2000 certification from the International Accreditation Forum (IAF), working together with JAS ANZ as its ISO consultant.

November 12:
TheraCIM yang merupakan salah satu produk baru Kalbe, memperoleh persetujuan izin edar di Indonesia. TheraCIM, as one of Kalbes new products, was granted approval of its registration by the Government of Indonesia.

26:
Kalbe berpartisipasi dalam Investor Summit and Capital Market Expose 2008. Kalbe took part in the Investor Summit and Capital Market Expose 2008.

27:
Kalbe menyelenggarakan Program Donor Darah bekerjasama dengan PMI pusat. Kalbe hosted a blood donor program, in cooperation with the Central Jakarta Branch of the Indonesian Red Cross (PMI).

17:
Peluncuran produk Nutrive Benecol, yang merupakan minuman smoothie penurun kolesterol pertama di dunia yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran cerna. The launching of Nutrive Benecol, the first ever smoothie drink product in the world that suppresses cholesterol in the digestive system. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan agenda Pembelian Kembali Saham Perseroan Tahap II. The holding of an Extraordinary General Meeting of PT Kalbe Farma Tbk Shareholders, regarding the Companys Share Repurchase Program Phase II.

31:
Acara Penganugerahan Ristek-Kalbe Science Award, dengan tema Recognizing Scientific Achievement. The presentation of Ristek-Kalbe Science Award, with the theme of Recognizing Scientific Achievements.

December 11:
Peresmian gudang Enseval yang baru, RDC B, di Pulogadung, Jakarta. Inauguration of Enseval new warehouse, RDC B at Pulogadung, Jakarta.

20-21:
Kalbe Group berpartisipasi dalam Pameran Hari Kesehatan Nasional ke-44. The Kalbe Group took part in the 44th National Health Day Exhibition.

25:
Penyelenggaraan Posko Bebas Capek Fatigon selama libur lebaran. The setting-up of Fatigon Fatigue Free posts during the Islamic Lebaran holidays.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

Angka-angka pada seluruh tabel dan grafik dalam Laporan Tahunan ini menggunakan notasi Bahasa Inggris Numerical notations in all tables and graphs in this Annual Report are in English

Juta Rupiah, kecuali bila disebutkan lain

2008 7,877,366 4,073,726 3,803,640 2,660,928 1,142,712 35,309 706,822 9,921.7 72

2007
7,004,910 3,453,279 3,551,631 2,422,276 1,129,355 29,313 705,694 10,090.0 70

2006
6,071,550 2,972,908 3,098,642 2,027,371 1,071,271 18,810 676,582 10,156.0 67

2005
5,870,939 2,907,625 2,963,314 1,903,300 1,060,014 (44,449) 626,117 10,156.0 62

2004
5,042,818 2,594,107 2,448,711 1,525,039 923,672 (101,864) 450,698 8,121.6 44

Million Rupiah, except stated otherwise

Laporan Laba Rugi Penjualan Bersih Beban Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan (Beban) Lain-lain Laba Bersih Jumlah Saham yang Beredar Laba Bersih per Saham (Rp)

Statements of Income Net Sales Cost of Good Sold Gross Profit Operating Expenses Operating Profit Other Income (Charges) Net Income Number of Shares Outstanding Earnings per Share (Rp)

Neraca Aktiva Lancar Jumlah Aktiva Kewajiban Lancar Jumlah Pinjaman Jumlah Kewajiban Modal Kerja Bersih Jumlah Ekuitas

Balance Sheets

4,168,055 5,703,832 1,250,372 405,504 1,358,990 2,917,683 3,622,399

3,760,008 5,138,212 754,629 314,118 1,121,188 3,005,379 3,386,862

3,321,278 4,624,619 658,760 378,590 1,080,171 2,662,518 2,994,817

3,559,836 4,633,399 903,516 1,019,747 1,821,584 2,656,320 2,333,172

3,309,885 4,231,054 1,144,288 1,461,390 2,283,648 2,165,597 1,598,650

Current Assets Total Assets Current Liabilities Total Debts Total Liabilities Net Working Capital Total Equity

Rasio-rasio Keuangan (%) Marjin Laba Kotor Rasio Laba terhadap Aktiva Rasio Laba terhadap Ekuitas Rasio Lancar Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas Rasio Pinjaman terhadap Aktiva

Financial Ratios (%)

48.29 12.39 19.51 333.35 11.19 7.11

50.70 13.73 20.84 498.26 9.27 6.11

51.04 14.63 22.59 504.17 12.64 8.19

50.47 13.51 26.84 394.00 43.71 22.01

48.56 10.65 28.19 289.25 91.41 34.54

Gross Profit Margin Return on Assets Return on Equity Current Ratio Debt to Equity Debt to Assets

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Penjualan Bersih Net Sales


Miliar Rupiah Billion Rupiah

Laba Usaha Operating Profit


Miliar Rupiah Billion Rupiah

Laba Bersih Net Income


Miliar Rupiah Billion Rupiah

7,877
7,005 5,871 6,072 5,043 924 1,060 1,071

1,129

1,143
626

677

706

707

451

04 05 06 07 08

04 05 06 07 08

04 05 06 07 08

Laba Bersih per Saham Earnings per share


Rupiah

Rasio Laba terhadap Ekuitas Return on Equity


%

Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas Debt to Equity


%

67 62

70

72

28.19

26.84 22.59 20.84

91.41

19.51
43.71

44

12.64

9.27

11.19

04 05 06 07 08

04 05 06 07 08

04 05 06 07 08

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

Ikhtisar Saham
Stock Highlights

Kalbe di Bursa Efek Indonesia Kalbe on the Indonesia Stock Exchange

Rp 1,400 1,200 1,000 800 600 400 200 0 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Lembar Saham Shares 140,000,000 120,000,000 100,000,000 80,000,000 60,000,000 40,000,000 20,000,000 0

Harga Saham Share Price

Volume yang Diperdagangkan Trading Volume

Harga Saham (Rp)


Tertinggi Highest Triwulan Pertama Triwulan Kedua Triwulan Ketiga Triwulan Keempat 1,270 970 850 620

2008
Terendah Lowest 950 850 630 355 Tertinggi Highest 1,380 1,430 1,490 1,420

2007
Terendah Lowest 1,150 1,210 1,150 1,180

Share Price (Rp)

First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter

Kinerja Saham
Harga Tertinggi Harga Terendah Harga Akhir Tahun

2008
1,270 355 400

2007
1,490 1,150 1,260

Share Performance
Highest Price Lowest Price Year-End Price

Dividen untuk Tahun Buku


Dividen Tunai (Rp)

2007
10

2006
10

Dividend for Financial Year


Cash Dividend (Rp)

10

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Kronologis Pencatatan Saham Chronological Share Overview


Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia 30 Juli 1991 Penawaran Umum dan Pencatatan Terbatas 23 April 1992 - BEJ 22 Mei 1992 - BES Pencatatan Seluruh Saham 10 November 1992 - BES 17 November 1992 - BEJ Saham Bonus 4 Mei 1993 Penawaran Umum Terbatas 15 Juli 1994 - BES 18 Juli 1994 - BEJ Saham Bonus Dividen Saham 7 Oktober 1996 Pemecahan saham dari nilai nominal Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham 24 Agustus 1999 Pemecahan saham dari nilai nominal Rp 500 menjadi Rp 100 per saham 6 Desember 2000 Saham Bonus 19 Desember 2003 Pemecahan saham dari nilai nominal Rp 100 menjadi Rp 50 per saham 16 Desember 2005 Tambahan penempatan saham sehubungan dengan penggabungan usaha Jumlah Saham Number of Shares 20,000,000 30,000,000 Listing on the Indonesia Stock Exchange July 30, 1991 Initial Public Offering and Partial Listing JSX - April 23, 1992 SSX - May 22, 1992 Company Listing SSX - November 10, 1992 JSX - November 17, 1992 Bonus Shares May 4, 1993 Rights Issue SSX - July 15, 1994 JSX - July 18, 1994 Bonus Shares Dividend Shares October 7, 1996 Change in the nominal value of shares from Rp 1,000 to Rp 500 per share (Stock Split) August 24, 1999 Change in the nominal value of shares from Rp 500 to Rp 100 per share (Stock Split) December 6, 2000 Bonus Shares December 19, 2003 Change in the nominal value of shares from Rp 100 to Rp 50 per share (Stock Split) December 16, 2005 Additional issuance of shares in connection with the merger

50,000,000

8,000,000

75,600,000 32,400,000 216,000,000

1,728,000,000 1,900,800,000

4,060,800,000

2,034,414,422

Pemegang Saham Shareholders (Per 31 Desember / As of December 31)


2008
Jumlah Lembar Saham Number of Shares PT Gira Sole Prima PT Santa Seha Sanadi PT Lucasta Murni Cemerlang PT Diptanala Bahana PT Ladang Ira Panen PT Bina Arta Charisma Publik / Public Saham yang Diperoleh Kembali / Treasury Stock Total
9.94%

2007
% 9.94 9.43 9.27 9.13 9.01 8.59 44.63 100.00 Jumlah Lembar Saham Number of Shares 952,184,979 901,929,368 887,979,088 875,004,088 872,644,088 864,077,308 4,631,441,003 170,754,500 10,156,014,422 100.00 % 9.54 9.03 8.89 8.76 8.74 8.66 46.38

952,184,979 901,929,368 887,979,088 875,004,088 863,540,588 822,924,808 4,275,653,003 576,798,500 10,156,014,422

PT Gira Sole Prima (9.94%)


44.63% 9.43%

PT Santa Seha Sanadi (9.43%) PT Lucasta Murni Cemerlang (9.27%)

Foreign 33.13%

9.27%

PT Diptanala Bahana (9.13%) PT Ladang Ira Panen (9.01%)


Lokal 66.87%

9.13% 9.01% 8.59%

PT Bina Arta Charisma (8.59%) Public (44.63%)

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

11

Laporan Dewan Komisaris


Report from the Board of Commissioners

Proses transformasi Kalbe untuk memantapkan posisinya sebagai produsen produk kesehatan kelas dunia adalah suatu proses yang terus menerus dilakukan pada segala aspek Perseroan, baik dari segi struktur organisasi, kegiatan operasional, sistem maupun sumber daya manusia.
Kalbes transformation to secure its position as a world-class healthcare enterprise is continuously pursued in all aspects, in terms of our organizational structure, operational activities, systems and human resources.
Johannes Setijono Presiden Komisaris President Commissioner

12

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Tahun 2008 adalah tahun penuh tantangan bagi bisnis di seluruh dunia. Jatuhnya sektor keuangan di Amerika Serikat, yang dipicu oleh krisis sub-prime mortgage, menyebabkan perekonomian global mengalami turbulensi. Kondisi tersebut juga menjadi ancaman bagi industri farmasi dan produsen kesehatan di Indonesia. Namun demikian, Kalbe berhasil mengatasi semua tantangan yang terjadi dan tetap menghasilkan kinerja yang baik. Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada semester pertama tahun 2008, meliputi kenaikan harga minyak dunia dan komoditas internasional lainnya disertai dengan kenaikan harga bahan baku, termasuk bahan kimia dan susu, memberikan dampak yang cukup besar terhadap kinerja Kalbe secara keseluruhan di tahun 2008. Walau beban pokok penjualan Perseroan semakin meningkat seiring dengan naiknya harga bahan baku, namun persaingan usaha di industri farmasi yang semakin ketat dan daya beli masyarakat yang rendah membatasi kemampuan Perseroan dalam menaikkan harga produk-produknya. Pada semester kedua tahun 2008, saat harga bahan baku dalam Dollar Amerika Serikat mulai menurun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat mengalami depresiasi yang cukup dalam. Hal ini kembali memberi tekanan terhadap beban pokok penjualan Perseroan karena hampir seluruh bahan baku Perseroan berasal dari impor. Kendati dalam situasi krisis ekonomi dunia, kami berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7,9 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% dan menjaga kestabilan laba bersih yaitu sebesar Rp 707 miliar atau tumbuh sebesar 0,2% dibandingkan dengan tahun 2007. Pencapaian ini disebabkan oleh kemampuan Direksi dalam menetapkan strategi usaha yang adaptif guna menjawab setiap perubahan pasar. Posisi keuangan Perseroan yang kuat juga merupakan keuntungan dalam kondisi ketatnya likuiditas saat ini. Kalbe bertekad untuk terus memprioritaskan posisi keuangan yang kuat dan akan terus melakukan perbaikan dalam produktivitas dan efisiensi operasional agar dapat meningkatkan kinerja dan pertumbuhan yang berkesinambungan. Proses transformasi Kalbe untuk memantapkan posisinya sebagai produsen produk kesehatan kelas dunia juga adalah suatu proses yang terus menerus dilakukan pada segala aspek Perseroan, baik dari segi struktur organisasi, kegiatan operasional, sistem maupun sumber daya manusia. Proses transformasi tersebut telah dilakukan sepanjang sejarah Kalbe dan merupakan salah satu kunci sukses Perseroan dalam menghadapi krisis ekonomi dunia. Konsolidasi yang telah dilakukan Perseroan di tahun 2005 ditujukan untuk menyatukan perbedaan budaya, menyelaraskan tujuan, dan meningkatkan harmonisasi dalam menciptakan efisiensi dan demi kelangsungan Perseroan. Kami juga menekankan pentingnya bagi Kalbe untuk terus berusaha menjadi pemain dunia melalui perbaikan dan pengembangan bisnis internasional serta persiapan fasilitas produksi yang memadai. Pada tahun 2008, restrukturisasi organisasi telah dilakukan dalam tim Kalbe International untuk meningkatkan strategi pemasaran dengan fokus utama pada negara tujuan daripada jenis produk, dan menempatkan tim

The year 2008 was extremely challenging for the business community throughout the world. The collapse of the financial sector in the United States, spurred by the sub-prime mortgage crisis, pushed global economies into a turbulent storm, resulting in a serious threat to the pharmaceutical industry and producers of health products in Indonesia. Nevertheless, Kalbe has persevered through these obstacles and in spite of all recorded a great performance for the year. Significant events of the first semester of 2008 included a sharp rise in prices for oil and commodities, coupled with swelling prices for such raw materials as chemical substances and milk this inflicting a negative influence on Kalbes overall performance in 2008. Even though our production costs for goods sold by the Company climbed steeply in line with rising prices of raw materials, the specter of intensifying competition in the pharmaceutical industry, exacerbated by the muted purchasing power of Indonesian consumers limited the extent to which the Company could raise prices for its products. In the second semester of 2008, when prices of raw materials in US Dollar started their decline, the exchange rate of the Rupiah to the US Dollar depreciated considerably. Such an unfortunate condition again put additional pressure on the Companys costs for goods sold, since nearly all of Kalbes raw materials still needed to be imported. Regardless of the global economic crisis, Kalbe successfully booked net sales of Rp 7.9 trillion, achieving a growth rate of 12.5%, and maintained stability of its net profit at Rp 707 billion, which inched up by 0.2% compared to the previous year (2007). This achievement was attributed to the Board of Directors ability to implement adaptive business strategies in response to changes taking place in the market. The Companys strong financial position is an advantage in this current tight liquidity environment. Kalbe intends to consistently prioritize its strong financial condition and to continually pursue improvements in its operational efficiency and productivity, in order to boost performance and increase sustainable growth.

Kalbes transformation to secure its position as a world-class healthcare enterprise is continuously pursued in all aspects, in terms of our organizational structure, operational activities, systems and human resources. Kalbe has continuously carried out such transformation events throughout its history, and this has in fact proven to be a key success factor for the Company in facing todays global economic crisis. The consolidation process concluded in 2005 was intended to unite differences in culture, align objectives and enhance harmonization in creating efficiency and sustaining the Company as a going concern.

We also emphasize the importance for Kalbe of constantly striving to become a global player, through improvements and development of our international business as well as upgrading production facilities. In 2008, organizational restructuring carried out within the Kalbe International team included the development of marketing strategies with a key focus on destination countries rather than on product type; another bold
PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report 13

Laporan Dewan Komisaris Report from the Board of Commissioners

yang kompeten di tiap negara. Kalbe International diharapkan dapat memelihara dan meningkatkan eksistensi perusahaan di 10 pasar yang telah berjalan saat ini dan terus membangun kompetensi di tiap pasar. Kalbe juga menerapkan standar manajemen internasional seperti sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 dan HACCP untuk hampir semua fasilitas produksi Kalbe. Bahkan salah satu fasilitas produksi Kalbe berhasil memperoleh Certificate of Manufacturing dari pemerintah Singapura melalui lembaga Health & Sciences Authority pada awal tahun 2008, sesuai standar Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) yang diakui oleh negara-negara Uni Eropa. Untuk tetap kompetitif dan unggul dalam persaingan dunia, Kalbe terus melakukan perbaikan dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya untuk meningkatkan kapasitas dan mutu produksi. Kemampuan riset dan pengembangan tetap menjadi strategi utama dalam pertumbuhan dan kelangsungan Kalbe. Pertumbuhan Kalbe bergantung pada kemampuan Perseroan untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif dan terdepan. Kami terus mendukung usaha Manajemen Perseroan dalam melakukan kegiatan riset dan pengembangan dengan cara meningkatkan koordinasi antara tim riset dan pengembangan, tim pemasaran dan tim produksi, agar Kalbe dapat menjadi yang pertama dalam memasarkan suatu produk baru diantara kompetitornya. Kami percaya bahwa riset dan pengembangan merupakan landasan yang kokoh bagi Kalbe untuk menjadi pemain dunia yang kuat dan berdaya saing tinggi. Tata Kelola Perusahaan yang baik sudah menjadi bagian dari budaya Kalbe. Hal ini dibuktikan oleh prinsip Panca Sradha yang telah dianut sejak awal pendirian Kalbe dan kemudian menjadi dasar dari praktek Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Panca Sradha terdiri dari lima keyakinan, yaitu pertumbuhan dan inovasi, pengutamaan atas kepentingan dan kepuasan stakeholders, karyawan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta teamwork dan speed atau kelincahan. Prinsip-prinsip tersebut senantiasa diterapkan dan ditanamkan sebagai nilai-nilai inti kebudayaan Perseroan untuk menunjang praktek bisnis yang sehat. Kalbe meyakini bahwa sukses yang telah diraih sampai hari ini adalah hasil komitmen atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang dilandasi oleh prinsip Panca Sradha. Kalbe senantiasa aktif dalam tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari aktivitas usahanya untuk mewujudkan misinya Meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Sepanjang tahun 2008 Kalbe telah melakukan berbagai aktivitas tanggung jawab sosial melalui Kalbe Berbagi dalam bidang pendidikan, bantuan kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan yang layak. Dalam kapasitas pengawasan, kami menilai bahwa fungsi dan peran komite-komite yang dimiliki Perseroan, meliputi Komite Audit, Komite Remunerasi, Komite Nominasi, Komite Risiko Usaha dan Komite Good Corporate Governance (GCG) telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan tata kelola perusahaan juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
14 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

move was to position a competent team in each country. Kalbe International is anticipated to enhance the Companys presence in its 10 existing markets and to continually build competence in each market. Kalbe has also implemented international management standards, such as ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 and HACCP on nearly all of its production facilities. In fact, one of Kalbes production facilities has successfully obtained the Certificate of Manufacturing from the government of Singapore through the Health & Sciences Authority at the beginning of 2008, in accordance with the Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) standards recognized by the European Union. To remain competitive and lead global competition, Kalbe continually pursues improvements and expansion of its production facilities, increasing both production capacity and quality. Research and development capabilities represent Kalbes main strategy for growth and sustainability. Kalbes growth depends on its ability to steadily roll out innovative and advanced products. We continually encourage efforts by Company management to concentrate on research and development, intensifying coordination between the research team and the development team, the marketing team and the production team, such that Kalbe shall become a pioneer in commercialization of new products, ahead of other competitors in the market. We believe that research and development presents a solid foundation for Kalbe to become a strong world-class company with a significant competitive edge. Good Corporate Governance has been a component of the culture at Kalbe. This is encompassed in the Panca Sradha, which has been the guiding principle since the incorporation of Kalbe and subsequently the basis of its Good Corporate Governance practices. Panca Sradha consists of five beliefs: growth and innovation, priority on the interest and satisfaction of stakeholders, employees, knowledge and technology as well as teamwork and speed. Kalbe has constantly implemented and instilled these principles as the core values of the Companys culture in order to support sound business practices. Kalbe believes that the success it has attained today is the result of its commitment to the implementation of Good Corporate Governance, based on the Panca Sradha principles.

Kalbe is consistently active in its social responsibility as an integral element of its business activities, in delivering its mission To improve health for a better life. Throughout 2008, Kalbe has carried out various social responsibility activities through Kalbe Cares in the area of education, medical assistance and provision of proper health facilities.

In fulfilling our oversight duties, we believe that the functions and roles undertaken by the Committees established by the Company, including the Audit Committee, Remuneration Committee, Nomination Committee, Business Risk Committee and Good Corporate Governance (GCG) Committee, have been performed satisfactorily. Corporate governance

Kiri ke kanan | Left to right: Jozef Darmawan Angkasa, John Aristianto Prasetio, Johannes Setijono, Farid Anfasa Moeloek, Santoso Oen, Ferdinand Aryanto

Hal ini ditunjukkan dengan perluasan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dengan menaruh perhatian penuh terhadap pentingnya pengelolaan risiko dan audit internal. Disamping risiko kondisi perekonomian yang tidak kondusif saat ini, Perseroan juga menghadapi risiko dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasionalnya. Perseroan telah mengambil strategi tertentu untuk menanggulangi risiko dan mengendalikan dampak negatif yang mungkin timbul terhadap kegiatan operasional dan pengaruhnya pada kinerja. Selain itu, auditor internal diwajibkan untuk menyampaikan laporan audit internal secara berkala langsung kepada Dewan Komisaris. Atas nama Dewan Komisaris, kami mengucapkan terima kasih yang tulus dan apresiasi kepada Direksi dan seluruh karyawan Perseroan atas kerja keras dan dedikasinya kepada Perseroan. Kepada semua pemegang saham dan pemangku kepentingan, kami juga berterima kasih atas dukungan, kepercayaan dan kerja sama yang telah diberikan kepada Perseroan. Kami percaya bahwa dengan kebersamaan, Perseroan dapat memacu prestasi untuk terus meningkatkan pertumbuhan usaha di masa mendatang.

implementation improved in comparison to the previous year, a belief supported by extending the implementation of Good Corporate Governance, fully focusing on the importance of risk management and internal audit. Other than the risk of currently depressed economic conditions, the Company also faces risks in carrying out its business and operations. Kalbe has assumed certain strategies to mitigate risks and control any potential negative impacts arising from operational activities and the resultant effects on its performance. In addition, the internal auditor is required to submit internal audit reports on a regular basis directly to the Board of Commissioners. On behalf of the Board of Commissioners, we would like to extend our sincere gratitude and appreciation to the Board of Directors and all employees of the Company for their hard work and dedication. To all shareholders and stakeholders, we also thank you for the support, trust and cooperation given to the Company. We believe that together we can pursue higher achievements in order to promote business growth in coming years.

Atas nama dan mewakili Dewan Komisaris For and on behalf of the Board of Commissioners,

Johannes Setijono Presiden Komisaris President Commissioner

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

15

Laporan Direksi
Report from the Board of Directors

Pertumbuhan penjualan Kalbe yang baik ini didukung oleh kerjasama dan koordinasi yang baik dari seluruh karyawan Kalbe di semua lini serta inovasi dan perbaikan proses yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Kalbes impressive sales growth was supported by positive cooperation and coordination accomplished by all employees of Kalbe at all levels as well as innovation and process improvement carried out in sustainable manner.
Bernadette Ruth Irawati Setiady Presiden Direktur President Director

16

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Dengan gembira, kami menyampaikan kepada seluruh pemegang saham bahwa meskipun tahun 2008 adalah tahun yang sangat penuh tantangan dan ketidakpastian, Kalbe dapat menutup tahun 2008 dengan hasil yang baik. Kalbe berhasil mencapai penjualan bersih di tahun 2008 sebesar Rp 7,9 triliun dengan pertumbuhan penjualan sebesar 12,5% serta mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di masing-masing pangsa pasar di tengah semakin tinggi dan ketatnya persaingan antar industri di Indonesia pada saat ini. Pertumbuhan penjualan Kalbe yang baik ini didukung oleh kerjasama dan koordinasi yang baik dari seluruh karyawan Kalbe di semua lini serta inovasi dan perbaikan proses yang dilaksanakan dan dikembangkan secara berkesinambungan. Krisis keuangan yang dimulai di Amerika Serikat dan menjalar pada krisis ekonomi global merupakan tantangan baru yang dihadapi Kalbe dalam tahun 2008. Turunnya daya beli konsumen, melambungnya harga bahan baku, bahan kemasan, biaya distribusi sebagai akibat kenaikan harga minyak dunia, bahan kimia dan komoditas lainnya serta diperburuk oleh depresiasi Rupiah sejak bulan Oktober 2008 telah menyebabkan tertekannya marjin laba kotor Kalbe. Turunnya marjin laba kotor Kalbe dari 50,7% di tahun 2007 menjadi 48,3% di tahun 2008 telah menjadi tantangan yang harus dihadapi Kalbe pada tahun 2008. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kalbe telah memperbarui strategi dengan mengedepankan efisiensi sebagai salah satu basis utama, yang diimplementasikan melalui perampingan pengelolaan mata rantai pasokan dan biaya operasional, peningkatan produktivitas karyawan serta komposisi produk yang terjual. Kalbe juga senantiasa mengutamakan inovasi produk untuk mempercepat pertumbuhannya. Bersama Memacu Prestasi adalah tema yang tepat menggambarkan Kalbe selama tahun 2008. Setelah proses konsolidasi Grup Kalbe pada akhir tahun 2005, Kalbe telah melakukan beragam program untuk menyelaraskan organisasi, kegiatan operasional, sistem manajemen dan sumber daya manusia guna meletakkan fondasi yang tepat untuk menunjang kelanjutan transformasi Kalbe. Program-program kerja yang mencakup antar perusahaan, dan antar divisi yang melibatkan seluruh karyawan Kalbe terus dilaksanakan di tahun 2008 sehingga semakin memantapkan kinerja operasional Kalbe. Sepanjang tahun 2008, produk-produk Kalbe terus mengalami penjualan yang baik dengan banyaknya merek yang terus menduduki atau hampir mencapai puncak penjualan dalam kategori produk masing-masing. Kalbe masih memimpin pasar produk kesehatan dengan 13% pangsa pasar obat resep,

We wish to report enthusiastically to all shareholders that while 2008 turned out to be dominated by challenges and uncertainty, Kalbe succeeded in closing the year recording satisfactory results. Kalbe generated net sales in 2008 of Rp 7.9 trillion, with a sales growth figure of 12.5%, thus enabling us to maintain our position as the leader in each market segment, amid the intensive and tight competition which characterizes the industry in Indonesia at present. Kalbes impressive sales growth was supported by sincere cooperation and robust coordination accomplished by employees of Kalbe at all levels, through innovation and process improvement carried out and developed in a sustainable manner.

The financial crisis, which blossomed from the United States into a global economic crisis, was a novel challenge faced by Kalbe in 2008. A combination of declining consumer purchasing power against escalating prices of raw materials, packaging, distribution costs (as the result of high oil prices), chemical substances and other commodities, and exacerbated by the depreciation of the Indonesian Rupiah from October 2008 all this ultimately resulting in a compression in Kalbes gross margin, from 50.7% in 2007 to 48.3% in 2008. To address such a challenge, Kalbe responded by implementing measures to renew its strategies to promote efficiency as one of core emphases. This is to be implemented by streamlining the management of the supply chain and controlling operational expenses, boosting employee productivity and upgrading the composition of products sold. Kalbe will also continuously prioritize product innovation, in its quest to accelerate growth.

Together We Achieve More is a most appropriate theme to describe Kalbe during 2008. Following the consolidation of the Kalbe Group towards the end of 2005, Kalbe has adopted various programs to align the organization, streamline operational activities, its management system and human resources in order to build a proper foundation to support successive transformation. Work programs structured around inter-company and inter-division groups, involving all employees at Kalbe, continued to be emphasized in 2008, further cementing Kalbes operational performance. Throughout 2008, Kalbes products continued to generate robust sales, supported by its numerous brands, which have occupied or nearly reached the topmost position in terms of sales performance within their respective product category. Kalbe maintained its lead in the health products business with

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

17

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

15% pangsa pasar obat bebas, dan 38% pasar minuman energi. Di samping memiliki tingkat pangsa pasar yang tinggi, keseimbangan kontribusi penjualan dari masing-masing Divisi Kalbe yaitu Divisi Obat Resep, Divisi Produk Kesehatan, Divisi Nutrisi serta Divisi Distribusi dan Kemasan yang berkisar antara 21% hingga 27%, telah memberikan fondasi yang kokoh terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang kurang kondusif pada saat ini maupun di masa yang akan datang.

a market share of 13% for prescription pharmaceuticals, a 15% market share of OTCs and 38% of the energy drink market. In addition to its broad market share, the business divisions achieved a balanced contribution in terms of sales. The Prescription Pharmaceuticals Division, the Consumer Health Division, Nutritionals Division and Distribution and Packaging Division have contributed between 21% to 27% of sales. This provides a solid foundation, particularly in facing a currently unfavorable economic condition, as well as looking forward to subsequent years. In 2008, several of Kalbes products, such as Cerebrofort, Cerebrovit, Promag, Mixagrip, Prenagen and Milna, have been selected as winners for the Indonesia Best Brand Award. This award acknowledged them as the consumers choice of trusted brands in Indonesia, and is based on the results of survey by an independent survey organization and a prominent marketing publication. Kalbes commitment to produce innovative products is evidenced through its dedication to the field of research and development. One of Kalbes several significant accomplishments in 2008 is the commercialization of TheraCIM in two countries: Indonesia and the Philippines. This product resulted from research undertaken by Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., a subsidiary of Kalbe, under collaborative efforts with other international biotechnology corporations. The license for commercialization of TheraCIM in Indonesia and the Philippines is the seed of Kalbes transformation into a world class healthcare enterprise. In 2008, Kalbe also launched several new products in each of its divisions, with the objective of deriving another trusted and reliable Kalbe product in the future. In addition, the Stem Cell and Cancer Institute (SCI), established in 2007, is equipped with a research laboratory with facilities and Standard Operating Procedures consistent with the Good Laboratory Practice (GLP) internationally recognized standards. SCI has also made a breakthrough development in finding treatment for burn injuries and chronic injuries, using umbilical cord blood. Such expansion in Kalbes business portfolio is expected to support the growth potential of the Company in coming years.

Pada tahun 2008, beberapa produk Kalbe seperti Cerebrofort, Cerebrovit, Promag, Mixagrip, Prenagen dan Milna telah menerima penghargaan sebagai Indonesia Best Brand Award. Penghargaan sebagai merek-merek pilihan masyarakat Indonesia tersebut didasarkan pada hasil survei lembaga survei independen dan majalah marketing terkemuka.

Komitmen Kalbe untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif, ditunjukkan melalui dedikasi dalam bidang riset dan pengembangan. Beberapa pencapaian yang luar biasa telah dihasilkan pada tahun 2008, salah satunya adalah telah dikomersialisasikannya TheraCIM di dua negara yaitu Indonesia dan Filipina, produk hasil dari riset Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., anak perusahaan Kalbe, yang bekerjasama dengan perusahaan bioteknologi internasional. Diperolehnya izin komersialisasi atas TheraCIM di Indonesia dan Filipina merupakan salah satu cikal bakal transformasi Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan bertaraf internasional. Pada tahun 2008, Kalbe juga meluncurkan beberapa produk baru dalam setiap divisi Kalbe yang diharapkan dapat menjadi produk andalan Kalbe di kemudian hari. Di samping itu, unit Stem Cell and Cancer Institute (SCI), yang baru didirikan pada tahun 2007, telah memiliki laboratorium penelitian dengan fasilitas dan Standard Operating Procedure sesuai standar Good Laboratory Practice (GLP) yang diakui di tingkat internasional. SCI juga telah berhasil menemukan terobosan baru dalam pengobatan luka bakar dan luka kronis melalui umbilical cord blood. Pengembangan portofolio bisnis Kalbe ini diharapkan dapat mendukung laju pertumbuhan Perseroan di masa yang akan datang. Inovasi juga terlihat dalam perbaikan-perbaikan proses kerja yang dilaksanakan oleh Kalbe. Berbagai program Business Process Improvement terus dikembangkan dan dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas kerja. Berbagai best practices tingkat dunia seperti Continuous Improvement, 5R dan Lean Manufacturing juga telah diterapkan di Kalbe secara berkelanjutan. Kalbe yakin bahwa inovasi akan membawa Kalbe untuk menjadi perusahaan dengan pengetahuan dan teknologi yang terdepan.

Innovation is also reflected in the working process improvements carried out by Kalbe. Various Business Process Improvement programs continue to be developed and carried out to increase productivity, efficiency and effectiveness of operations. Various international best practices, such as Continuous Improvement, 5R and Lean Manufacturing have been applied on an ongoing basis. Kalbe is confident that innovation will help it maintain a reputation as a company with up-to-date knowledge and advanced technology.

18

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Kiri ke kanan | Left to right: Vidjongtius, Budi Dharma Wreksoatmodjo, Bernadette Ruth Irawati Setiady, Johanes Berchman Apik Ibrahim, Herman Widjaja

Komitmen terhadap perbaikan kinerja operasional Kalbe tercermin dengan dibentuknya Tim Kerja Pengelolaan Rantai Pasokan (Supply Chain Task Force) pada awal tahun 2008 yang memiliki misi untuk merevitalisasi strategi rantai pasokan Grup Kalbe secara menyeluruh atau end-to-end dan menyelaraskan setiap komponen rantai pasokan yang dimulai dari bagian penyediaan bahan baku, produksi, pemasaran, penjualan, serta distribusi dan logistik. Pada tahun 2008, pengelolaan rantai pasokan telah dilakukan dalam Divisi Obat Resep dan Obat Bebas dan hasilnya tercermin dalam semakin menurunnya Days of Inventory dari 149 hari pada akhir tahun 2007 menjadi 142 hari pada akhir tahun 2008. Keberhasilan implementasi pengelolaan rantai pasokan secara menyeluruh ini telah meletakkan dasar fondasi yang baik untuk kelanjutan penerapan pengelolaan rantai pasokan dalam divisi-divisi yang lain di dalam Grup Kalbe. Keberhasilan Kalbe dalam melakukan efisiensi biaya operasional dan perbaikan pengelolaan rantai pasokan tercermin dengan menurunnya rasio biaya operasional terhadap penjualan bersih sebesar 0,8% menjadi 33,8% di tahun 2008 dan menurunnya

Commitment to improvements in operational performance at Kalbe is shown in the formation of the Supply Chain Task Force in early 2008, assigned a mission to revitalize the strategy of Kalbe Groups end-to-end supply chain and align each component within the supply chain, starting from procurement of raw materials, production, marketing, sales and distribution and logistics. In 2008, management of the supply chain has been carried out for the Prescription Pharmaceuticals and OTC, and the result is indicated through fewer Days of Inventory, shrinking from 149 days at end-2007 to 142 days by end-2008. The success of the implementation of the end-to-end supply chain management has created a basic foundation for continuous application of the supply chain management process in other divisions within the Kalbe Group.

Kalbes success in its initiatives for operational cost efficiency and supply chain management improvement is reflected in the lower ratio of operational costs to net sales (declining by 0.8% to 33.8% in 2008) and improvement in Days of Inventory (by 7

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

19

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

Days of Inventory sebanyak 7 hari. Penurunan Days of Inventory dan perbaikan beberapa indikator modal kerja lainnya ditunjukkan dengan meningkatnya arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar menjadi Rp 808 miliar pada akhir tahun 2008, naik dari Rp 363 miliar pada tahun lalu. Untuk menunjang keberhasilan Kalbe dalam menembus pasar internasional, Kalbe secara terus menerus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat posisinya di pasar internasional. Untuk meningkatkan penjualan ekspor secara lebih optimal, Kalbe juga mempunyai kantor cabang yang tersebar di 10 negara yaitu Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Sri Lanka, Nigeria, Afrika Selatan, dan India. Sampai saat ini, Kalbe telah memiliki beberapa merek terkemuka seperti Woods, Procold, Mixagrip dan Neuralgin sebagai merek yang kuat di negara Malaysia, Singapura, Kamboja dan Myanmar. Bahkan merek Extra Joss menjadi pemimpin pangsa pasar minuman energi di Filipina. Pada tahun 2008, Kalbe juga memperbarui strategi pemasaran internasionalnya menjadi lebih fokus terhadap penjualan per wilayah daripada penjualan per produk. Hal ini didukung dengan melakukan perubahan struktur organisasi dan menempatkan tim yang kompeten di tiap wilayah. Kalbe optimis bahwa ekspansi di pasar internasional akan semakin berkembang. Dalam mewujudkan ambisi menjadi pemain internasional, Kalbe berkomitmen pada kesempurnaan operasional yang diwujudkan melalui perbaikan dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya secara berkesinambungan. Komitmen tersebut tercermin dengan diperolehnya Certificate of Manufacturing dari pemerintah Singapura melalui lembaga Health & Sciences Authority pada awal tahun 2008 untuk fasilitas produksi Kalbe yang memproduksi sediaan infus. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Kalbe telah menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang berlaku di negara-negara Uni Eropa untuk fasilitas produksi tersebut. Terkait dengan strategi perusahaan Kalbe ke depan dan makin tingginya tingkat kompleksitas bisnis, maka diperlukan suatu sistem yang baik untuk mengelola organisasi sehingga Kalbe dapat menjadi World Class Company yang memiliki keunggulan daya saing. Pada akhir tahun 2008, seluruh bisnis unit Kalbe telah menerapkan sistem manajemen yang tercermin dengan proses perencanaan yang lebih baik berupa formulasi rencana jangka panjang atau yang dikenal dengan nama Kalbe Long Term Development Plan dan rencana tahunan dengan sasaran yang lebih jelas, spesifik dan terukur. Kemudian dilanjutkan dengan proses penurunan strategi yang dituangkan dalam rencana aktivitas divisi hingga individu dan untuk memastikan pelaksanaan rencana maka telah digulirkan pola peninjauan yang terintegrasi.

days). The lower Days of Inventory and improvement in several indicators of its working capital is also revealed in the increase of net cash flow from operating activities, marked at Rp 808 billion at end-2008, up from Rp 363 billion in the previous year.

Kalbe continuously focused on various efforts to support its proven success in penetrating international markets. To strengthen its position in export sales, Kalbe has established branch offices in 10 countries, namely, Singapore, Philippines, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Sri Lanka, Nigeria, South Africa and India. Up to today, Kalbe has a number of popular brands, such as Woods, Procold, Mixagrip and Neuralgin, emerging as strong brands in Malaysia, Singapore, Cambodia and Myanmar. In fact, Extra Joss is the leading energy drink in the market in the Philippines. In 2008, Kalbe also reformulated its international marketing strategies to gain a greater focus on sales per area, moving away from sales per product. This was supported by introducing changes in the organizational structure and by positioning a competent team in each area of operation. Kalbe is optimistic that it will continue to enjoy expansion in international markets.

To attain its aspiration to become an acknowledged international competitor, Kalbe is committed to building operational excellence through continuous improvement and expansion of its production facilities. Such a commitment is also reflected in its success in obtaining a Certificate of Manufacturing from the Government of Singapore in early 2008, through the Health & Sciences Authority, for Kalbes production facilities to manufacture intravenous solutions. This certification certifies that Kalbe has applied the current Good Manufacturing Practices (cGMP) for production facilities, as prevails in European Union nations. Related to Kalbes strategies projecting into the future and facing the increasing business challenges, it is necessary for the Company to implement an organizational management system such that Kalbe will become a World Class Company with a competitive edge. By end-2008, all business units at Kalbe had implemented a management system as shown in the improved planning process for formulation of long-term strategies, better known as Kalbe Long Term Development Plan, a long-term plan with clearly defined, specific and measurable targets. This is to be followed up by defining strategies into divisional and individual action plans; further, to ensure proper implementation, Kalbe has introduced an integrated review pattern.

20

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang fluktuatif, Kalbe memberikan perhatian penuh terhadap pentingnya pengelolaan risiko. Kalbe telah mengambil beberapa strategi untuk menanggulangi risiko dan mengendalikan dampak negatif yang mungkin timbul terhadap kegiatan operasional dan kinerja Perseroan. Salah satu strategi yang telah dilaksanakan adalah pengambilan keputusan untuk mempercepat proses penerapan Manajemen Risiko yang meliputi seluruh unit bisnis perseroan. Dalam tanggung jawab di bidang tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial, Kalbe berupaya untuk menjalankan usahanya sesuai dengan harapan masyarakat khususnya di bidang etika, hukum dan lingkungan hidup. Di samping itu, Kalbe juga secara aktif melaksanakan kegiatankegiatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan dengan nama Kalbe Berbagi. Selama tahun 2008, Kalbe Berbagi senantiasa memberikan kontribusi kepada masyarakat baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penyediaan fasilitas, yang antara lain diwujudkan dalam penyelenggaraan RistekKalbe Science Award sebagai penghargaan bagi peneliti dan penelitian di bidang Life Sciences dan Teknologi yang dapat diterapkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat banyak, dan beberapa kegiatan bakti sosial yang ditujukan untuk meningkatkan pola hidup sehat masyarakat. Dalam rangka meningkatkan nilai bagi pemegang saham, selain pembagian dividen tunai sebesar Rp 10 per saham yang dilakukan di bulan Agustus 2008, Kalbe telah melaksanakan Program Pembelian Kembali Saham Tahap I sejak tanggal 8 Februari 2007 dan berakhir pada tanggal 7 Agustus 2008. Sampai dengan tanggal 7 Agustus 2008, jumlah saham yang telah diperoleh kembali oleh Perseroan adalah 497.262.000 saham. Dengan berakhirnya program Pembelian Kembali Saham Tahap I pada tanggal 7 Agustus 2008 dan mengingat tidak tercapainya jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh Kalbe pada program Pembelian Kembali Saham Tahap I, Kalbe melanjutkan kembali program Pembelian Kembali Saham tersebut segera setelah diperolehnya persetujuan dari para pemegang saham pada RUPSLB Kalbe yang diselenggarakan pada tanggal 17 September 2008. Selama Pembelian Kembali Saham Tahap II, Perseroan dapat melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sampai dengan 5,1% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan, sehingga total dari keseluruhan adalah 10% atau sejumlah 1.015.601.442 saham. Masa Pembelian Kembali Saham Tahap II dimulai sejak 17 September 2008 sampai dengan 16 Maret 2010 dengan jumlah dana yang dicadangkan sebesar Rp 419.855.000.000. Merujuk kepada Peraturan Bapepam & LK No.XI.B.3, Lampiran Keputusan Bapepam & LK No.KEP-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Dalam Kondisi Pasar Yang Berpotensi Krisis (Peraturan No.XI.B.3), Perseroan melakukan Pembelian

In addressing erratic economic conditions, Kalbe has devoted full attention to its risk management system, undertaking a number of strategies to mitigate risks and control adverse impacts potentially affecting its operations and performance. One of the strategies implemented is the decision-making process to accelerate the application of Risk Management, covering all of the Companys business units.

In the areas of corporate governance and corporate social responsibility, Kalbe continually strives to run its business according to social expectations, particularly in terms of ethical, legal and environmental aspects. In addition, Kalbe has actively promoted social activities as part of its corporate social responsibility program, under the name Kalbe Cares. During 2008, Kalbe Cares consistently provided contribution to society, in the areas of education, health and donations, through, among others its Ristek-Kalbe Science Award as acknowledgement for researchers and research in Life Sciences and Technology with potential applications to benefit the general well being of society, along with other social activities designed to inculcate healthy living standards within the community.

In order to increase value for shareholders, apart from the distribution of a cash dividend of Rp 10 per share (disbursed in August 2008), Kalbe has executed its Share Repurchase Program Phase I starting February 8, 2007 and ending August 7, 2008. As of August 7, 2008, the number of shares obtained by the Company amounted to 497,262,000 shares. With the expiration of the Share Repurchase Program Phase I on August 7, 2008, and considering that the number of shares repurchased has yet to fulfill targets specified by Kalbe in the Share Repurchase Program Phase I, Kalbe resumed said program immediately upon obtaining approval from its shareholders in the EGM convened by Kalbe on September 17, 2008. In the Share Repurchase Program Phase II, the Company will purchase up to 5.1% of the entire amount of the Companys issued and paid-up shares, such that the total amount of shares repurchased would be 10%, equivalent to 1,015,601,442 shares. The term for the Share Repurchase Program Phase II commenced on September 17, 2008, and runs to March 16, 2010, with a total fund allocation of Rp 419,855,000,000.

With reference to Bapepam & LK Regulation No.XI.B.3, Attachment to Bapepam & LK Decree No.KEP-401/BL/2008 of October 9, 2008 concerning Repurchase of Shares Issued by the Company During Crisis Market Conditions (Regulation No.XI.B.3), the Company conducted a Repurchase of Shares

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

21

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

Kembali Saham berdasarkan Peraturan No.XI.B.3 tersebut dengan maksimal pembelian kembali saham sampai 20% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan. Mengingat bahwa Perseroan telah membeli kembali saham (dalam Program Tahap I dan Tahap II) sebanyak 5,06%, maka Perseroan dapat melakukan Pembelian Kembali Saham sebanyak-banyaknya sejumlah 1.517.255.384 lembar atau 14,94% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan, dengan masa Pembelian Kembali Saham yang dimulai pada tanggal 14 November 2008 sampai dengan 13 Februari 2009. Sampai dengan 31 Desember 2008, Kalbe telah membeli kembali sebanyak 576.798.500 lembar saham atau 5,7% dari seluruh saham Kalbe yang diterbitkan. Kami percaya, selalu ada momentum pertumbuhan dibalik setiap krisis yang dapat memperkuat daya saing Kalbe. Kalbe memiliki daya saing yang telah teruji selama lebih dari empat dasawarsa, antara lain posisi kas yang kuat dan memadai, pertumbuhan penjualan yang cepat dan berkesinambungan serta portofolio bisnis yang seimbang dan menyeluruh (end-to-end) di bidang produk kesehatan dan inovasi yang berkesinambungan. Kondisi ekonomi makro di awal tahun 2009 masih menunjukkan dampak dari krisis ekonomi dunia, untuk itu Kalbe akan memperbarui strateginya dengan basis peningkatan produktivitas dan inovasi yang berkesinambungan serta perbaikan lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan arus kas Perseroan atau yang disingkat sebagai Productivitiy, Innovation, and Cash Flows (PIC) Strategy. Pada saat yang sama, Kalbe akan terus menggali sinergi antar bidang usaha untuk membangun keunggulan bersaing untuk mencapai tujuan jangka panjang Perseroan yakni menjadi Perusahaan terbaik dalam bidang kesehatan di Indonesia dengan merek dagang yang kuat, didasarkan oleh inovasi dan manajemen yang unggul. Atas nama jajaran Direksi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham, para mitra, pelanggan, karyawan Kalbe dan pihak-pihak terkait atas semua kontribusi dan dukungan selama tahun 2008 yang terus menerus mendukung kinerja Kalbe. Kami menyongsong tahun 2009 dengan semangat Excellent in Execution sebagai tema besar yang menjadi semangat Kalbe di tahun 2009.

based on Regulation No.XI.B.3 with a prescribed limit of 20% of the total shares issued and paid-up shares in the Company. Given that the Company has repurchased 5.06% of its shares (in Phase I and Phase II Programs), the Company is permitted to conduct a Share Repurchase for as many as 1,517,255,384 shares, or 14.94% of the Companys total issued and paid-up shares, with a term for the Share Repurchase running from November 14, 2008 up to February 13, 2009. As of December 31, 2008, Kalbe had repurchased as many as 576,798,500 shares or 5.7% of all Kalbe issued shares.

We believe that there will always be growth momentum behind a crisis, a potentiality which can strengthen Kalbes competitiveness. Kalbe has a competitive advantage, a reality proven over more than four decades; among its other strengths are its strong and sufficient cash position, a rapid and sustainable growth in sales as well as a balanced and end-to-end business portfolio in healthcare, with sustainable innovation. The macro economic condition at the beginning of 2009 still displayed signs of the impact from the global economic crisis. Therefore, Kalbe shall renew its strategies on the basis of sustainable innovation and productivity increases, as well as other improvements designed to increase the Companys cash flow, an approach referred to as a Productivity, Innovation, and Cash Flow (PIC) Strategy . At the same time, Kalbe will continue to explore synergies between its businesses to build competitiveness, in order to achieve the Companys long-term objective, which is to champion Kalbe as the best company in the health industry sector in Indonesia with strong brand names, based on superior management and innovation.

On behalf of the Board of Directors, allow me to convey our thanks to all shareholders, partners, customers, employees at Kalbe and other related parties for all their contribution and support throughout 2008, continuously enhancing Kalbes performance. We embrace the coming year with a spirit of Excellent in Execution as the overall theme to drive Kalbe in 2009.

Atas nama dan mewakili Direksi For and on behalf of the Board of Directors

Bernadette Ruth Irawati Setiady Presiden Direktur President Director

22

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Menyelaraskan Strategi Pertumbuhan


Aligning Our Growth Strategy

Tinjauan Usaha Business Review

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

23

Divisi Obat Resep


Prescription Pharmaceuticals Division

BREXEL

Kesuksesan Divisi Obat Resep di tahun 2008 diawali dengan proses konsolidasi di akhir tahun 2005 dan dilakukan dengan strategi yang tepat sasaran, baik dari sisi segmentasi pasar, target konsumen maupun penempatan produk yang tepat.
Considering its nascent beginning at end 2005, the success of Kalbes Prescription Pharmaceuticals Division in 2008 was very gratifying. A newly-merged Kalbe streamlined strategies for sharper market segmentation, targeting of consumers and product positioning.

Produk baru lisensi dari Eriochem, Argentina. Produk tersebut mengandung docetaxel yang digunakan dalam terapi beberapa penyakit kanker. New product licensed from Eriochem, Argentina. This product is composed of docetaxel, a medication applied for several cancer therapies.

24

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Kesuksesan Divisi Obat Resep di tahun 2008 diawali dengan proses merger di akhir tahun 2005 di mana dilakukan strategi yang tepat sasaran, baik dari sisi segmentasi pasar, target konsumen maupun penempatan produk yang tepat. Berdasarkan kebutuhan tersebut dilakukan restrukturisasi organisasi untuk mencapai pelaksanaan strategi yang mencakup seluruh segmen pasar dari kelas bawah hingga kelas menengah ke atas. Demikian halnya dengan target konsumen dari dokter umum yang berada di daerah terpencil sampai super spesialis. Kalbe mampu menyediakan produk yang hampir mencakup semua kelas terapi sehingga memudahkan penempatan strategis di masing-masing produk. Hal ini didukung pula oleh sebaran tim promosi di seluruh Indonesia dari kota-kota besar sampai ke daerah-daerah terpencil yang berpotensi.

Considering its nascent beginning at end 2005, the success of Kalbes Prescription Pharmaceuticals Division in 2008 was very gratifying. A newly-merged Kalbe streamlined strategies for sharper market segmentation, targeting of consumers and product positioning. Based on these needs, Kalbe has undergone organizational restructuring aimed at strategic execution in order to embrace all market segments, from the lower up to middle-high classes. Such coverage includes targeted consumers ranging from general practitioners in rural areas to super specialists. Kalbe is able to provide products to fulfill nearly all therapeutic classes, and hence to facilitate the strategic positioning of individual products. Additional support has also been built in through a broad-based promotional team, covering all of Indonesia from major cities to commercially potential rural areas. Achievements in 2008 were driven by the growth of pareto products such as Brainact, Neurotam, Neuralgin RX, and as well by licensed products such as Cefspan and Fixef, Cravit and Reskuin, Paxus, Alloclair along with other generic and branded generic products. The success of these products propelled Kalbes growth rate above market levels, resulting in a larger market share. Consequently, its Prescription Pharmaceuticals Division was able to secure the topmost position in the Indonesian prescription pharmaceuticals market, with a 13% market share. Through Kalbe Vision, Kalbe continues to develop and commercialize effective treatments for ocular diseases. One of its strategies to penetrate the global eye care market is to work closely with drug development companies, to develop innovative eye care products thus expanding its product portfolio.

Keberhasilan di tahun 2008 didorong oleh pertumbuhan produkproduk pareto seperti Brainact, Neurotam, Neuralgin RX, dan juga produk lisensi seperti Cefspan, Fixef, Cravit, Reskuin, Paxus, Alloclair, produk generik dan generik bermerek lainnya. Pertumbuhan produk-produk tersebut mendorong pertumbuhan Kalbe di atas pasar dan berdampak kepada pangsa pasar yang meningkat. Sehingga Divisi Obat Resep Kalbe mampu menduduki peringkat pertama di pasar obat resep di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 13%.

Melalui Kalbe Vision, Kalbe terus melakukan pengembangan dan pemasaran produk perawatan mata yang efektif. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Kalbe Vision untuk menembus pasar perawatan mata dunia adalah dengan bekerja sama dengan perusahaan riset dan pengembangan untuk memperluas produk portofolionya dengan menciptakan produk perawatan mata yang inovatif. Pada tahun 2008, Kalbe menandatangani perjanjian kerjasama baru dengan Aguettant, yaitu perusahaan farmasi dari Perancis yang merupakan salah satu pemain utama di sektor rumah sakit. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kalbe di segmen nutrisi parenteral. Aliansi strategis dengan mitra kerja internasional juga semakin dikembangkan dengan penambahan produk-produk baru yang diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Kalbe.

In 2008, Kalbe executed a new agreement with Aguettant, a pharmaceutical company based in France, and a leading player in the hospital sector. This collaborative partnership is expected to strengthen Kalbes standing in the parenteral nutrition segment. Kalbe also intensified efforts in developing strategic alliances with international partners, resulting in the introduction of new products with the potential to reinforce Kalbes position in the market.

Kalbe mengawali tahun 2009 dengan melanjutkan beberapa program di tahun sebelumnya seperti pengembangan pelanggan sebagai bagian dari peningkatan akun strategis di sektor rumah sakit dan apotik, peluncuran produk baru yang berbasis inovasi dibidang onkologi atau penyakit kanker untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan peluncuran produk-produk baru lain sesuai tren penyakit di masa depan. Pada tahun 2008, Divisi Obat Resep menyumbangkan 27,1% dari keseluruhan pendapatan Perseroan atau setara dengan Rp 2,13 triliun dengan tingkat pertumbuhan penjualan sebesar 18%.

At the onset of 2009, Kalbe will redouble efforts on a number of ongoing programs. These include developing customers as part of strategic account growth in the hospital and pharmacy segments, as well as launching innovative products in the oncology sector to meet consumer demands, and other products in line with future disease trends.

In 2008, the Prescription Pharmaceuticals Division provided 27.1% of the Companys total revenue, equivalent to Rp 2.13 trillion, and achieved growth in sales of 18%.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

25

Divisi Produk Kesehatan


Consumer Health Division

Promag Double Action

Fatigon Hydro+ Minuman isotonik yang terbuat dari air kelapa murni dan mengandung ion alami yang dapat terserap sempurna untuk menggantikan ion tubuh yang hilang setelah beraktivitas. Isotonic drink made from fresh coconut water, a natural source of essential electrolytes that is perfectly absorbed to replace electrolytes lost by the body following strenuous activities.

Extra Joss Active Varian dari Extra Joss sebagai minuman energi untuk membantu memelihara kesehatan tubuh, menyegarkan badan dan membantu metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Extra Joss variation of the energy drink, protecting human health, refreshing the body, and increasing metabolism for higher energy yields.

Pengembangan merek produk kesehatan terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan pemasaran untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar, sehingga nilainilai merek dari masing-masing produk akan semakin tinggi.
The brand building of consumer health products is continuously nurtured with intensive marketing activities designed to maintain and expand market share, hence promoting brand equity from each product.

Varian baru dari PROMAG yang memiliki fungsi kerja ganda yaitu menetralisir kelebihan asam lambung, sekaligus mengurangi produksi asam lambung. New variation of PROMAG with a double function, namely, to neutralize and slow down the production of stomach acid (or Antagonist H2).

26

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Pertumbuhan Divisi Produk Kesehatan bergantung pada brand building yang terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan pemasaran untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar, sehingga nilai merek (brand equity) dari masing-masing produk akan semakin tinggi. Nilai merek yang kuat dari setiap produk tidak hanya meningkatkan nilai Kalbe namun juga menjamin pertumbuhan dan kelangsungan Kalbe. Oleh karena itu, Kalbe terus meningkatkan strategi di Divisi Produk Kesehatan dengan membangun kekuatan pada berbagai kategori, melalui portofolio produk yang luas dari merek-merek Kalbe yang terkemuka. Selain itu, peluncuran produk-produk baru juga terus dilakukan dalam rangka memperkuat portofolio produk kesehatan. Secara berkala Kalbe juga konsisten melakukan evaluasi atas pelaksanaan strategi untuk memastikan proses dan hasil sejalan dengan sasaran yang telah ditetapkan dan melakukan penyesuaian atas strategi apabila diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan pasar. Lima dari produk kesehatan Kalbe telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai merek unggulan dari majalah SWA pada tahun 2008, yaitu Promag, Mixagrip, Cerebrofort, Cerebrovit dan Woods. Pada tahun 2008, Divisi Produk Kesehatan menyumbangkan 20,9% dari keseluruhan pendapatan Perseroan atau setara dengan Rp 1,65 triliun dengan penurunan penjualan sebesar 11,2%. Divisi Produk Kesehatan terbagi menjadi dua kategori produk, yaitu produk obat bebas dan minuman energi.

The growth of the Consumer Health Division is dependent upon brand building, which is continuously nurtured with intensive marketing activities designed to maintain and expand market share, hence promoting brand equity from each product. Strong brand equity will not only maximize Kalbes value but will also ensure growth and sustainability.

Therefore, the Company constantly fine-tunes the strategies executed in the Consumer Health Division by building strengths in numerous categories through an extensive product portfolio of well-known brands. Furthermore, new products are constantly rolled out to strengthen the Consumer Health product portfolio. The Company carries out evaluation on strategy implementation periodically and consistently, to ensure that the process and results are aligned with the established targets, and follow up on the strategies by making necessary adjustments to anticipate the latest developments in the market. Five of Kalbes Consumer Health products have been named leading brands by SWA magazine in 2008. These are Promag, Mixagrip, Cerebrofort, Cerebrovit and Woods. In 2008, the Consumer Health Division provided 20.9% of the Companys total revenue, equivalent to Rp 1.65 trillion, for a decline in sales of 11.2%.

The Consumer Health Division is divided into two product categories: Over the Counter Products (OTCs) and Energy Drinks.

Obat Bebas
Produk obat bebas adalah obat-obatan yang bebas tersedia dan dijual tanpa resep dokter dan digunakan untuk menyembuhkan penyakit ringan serta meningkatkan kesehatan masyarakat luas secara efektif dan dengan biaya yang terjangkau.

Over the Counter Products (OTCs)


Over The Counter drugs are readily available to consumers without a doctors prescription, and are generally used as safe therapy for treatment of minor ailments. These products provide effective solutions to improve the general well-being of consumers, at affordable prices. The Company offers a complete lineup of therapies, including remedies for dyspepsia, anti diarrhea, cold medicines and skin fungus medication. Among some of Kalbes well-known brands are Promag, Waisan, Woods, Komix, Procold, Mixagrip, Mextril, Minigrip, Entrostop, OSK 16 and Kalpanax.

Perseroan memiliki cakupan produk yang lengkap, antara lain obat sakit maag, obat anti-diare, obat batuk, obat flu dan obat anti-jamur. Beberapa merk yang telah dikenal luas adalah Promag, Waisan, Woods, Komix, Procold, Mixagrip, Mextril, Minigrip, Entrostop, OSK 16 dan Kalpanax.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

27

Divisi Produk Kesehatan Consumer Health Division

Perseroan juga memiliki produk suplemen kesehatan mencakup multivitamin untuk kesehatan fisik dan nutrisi otak, baik untuk anak maupun orang dewasa, dan minuman siap saji (Ready to Drink). Merek-merek yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalah Fatigon, Sakatonik Liver, Sakatonik ABC, Cerebrovit, Cerebrofort dan Xon-Ce. Sejalan dengan strategi Perseroan untuk menjadi pemain utama dalam kategori produk kesehatan, Perseroan telah melakukan pengembangan usaha dengan memasuki pasar minuman kesehatan. Selama lima tahun terakhir pasar minuman kesehatan pengganti cairan tubuh (isotonic drink) telah berkembang sangat pesat. Hal inilah yang mendorong peluncuran Fatigon Hydro+ pada tahun 2008. Fatigon Hydro+ adalah minuman isotonik dengan keunikan rasa dan manfaat alami air kelapa yang aman dan efektif untuk menggantikan ion tubuh yang hilang. Produk baru ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik sejak diluncurkan. Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, produk ini diharapkan akan menjadi motor pertumbuhan Kalbe yang menjanjikan di Divisi Produk Kesehatan. Sedangkan produk kesehatan yang berbasis natural juga terus dikembangkan seiring dengan meningkatnya tren pengobatan herbal. Produk ini diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan di masa yang akan datang. Merek-merek yang telah dimiliki oleh Perseroan antara lain adalah Bintangin, Remufit dan JossFit. Di negara berkembang dengan populasi yang tinggi seperti Indonesia, produk obat bebas memegang peranan yang amat penting dalam tiap rumah tangga. Dalam kapasitas tersebut, Kalbe senantiasa berkomitmen untuk mempersembahkan produk yang efektif dan terpercaya. Strategi Perseroan yang menyeluruh di pasar obat bebas dicapai tidak hanya melalui perluasan portofolio produk namun juga dengan memperkuat

Kalbes products also cover multivitamins or health supplements for the general physical well-being and brain nutrition for children as well as adults, combined with Ready to Drink products. Popular brands known to consumers are Fatigon, Sakatonik Liver, Sakatonik ABC, Cerebrovit, Cerebrofort and Xon-Ce. Along with the Companys strategy to become the market leader in the Consumer Health business, Kalbe has pursued business expansion by venturing into the energy drink segment.

In the last five years, isotonic drinks have rapidly developed in the market. This spurred Kalbe to launch Fatigon Hydro+ in 2008. Fatigon Hydro+ is an isotonic drink with a unique taste and natural benefit of coconut water to safely and effectively replace loss of body ions. This new product shows a positive indication for growth potential, and has done so since its initial introduction. With increasing public awareness of the importance of health, this platform is expected to be the main driver for future growth of Kalbes Consumer Health Division.

The natural-based consumer health products have also enjoyed promising growth in line with popular trends of herbal medication. Kalbe considers this platform as a growth driver in subsequent years. Some of Kalbes outstanding brands in this category are Bintangin, Remufit and JossFit.

In highly-populated developing countries (such as Indonesia) OTCs assume a significant role in the household. Under such circumstances, Kalbe maintains its firm commitment to deliver a range of effective and trusted products. The Companys integrated strategy in the OTC market is approached not solely through its product portfolio expansion but also by strengthening capabilities down the entire chain of activities, starting from

28

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

kapabilitas di seluruh rantai aktivitas mulai dari proses inovasi, R&D, produksi, pemasaran dan penjualan, hingga distribusi. Diharapkan dengan terus dilakukannya perbaikan proses internal, maka akan tercipta operasional yang prima sebagai pijakan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, baik dalam hal kualitas produk hingga penyampaian produk ke tangan pelanggan.

the innovation process, R&D, production, marketing and sales and following through to the distribution process. Kalbe expects to create operational excellence through continuous improvement of its internal processes as the basis of service quality enhancement, covering aspects of product quality up to product delivery to consumers.

Minuman Energi
Sejak diluncurkan pada tahun 1994, Extra Joss mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan senantiasa menduduki posisi nomor satu dalam pangsa pasar minuman energi dalam bentuk bubuk. Tahun 2008 masih merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Extra Joss dengan semakin rendahnya pertumbuhan pasar minuman energi sementara persaingan semakin ketat dalam pasar tersebut. Pertumbuhan yang pesat pada minuman bernutrisi yang mampu menggantikan cairan serta mineral tubuh dalam bentuk siap minum (Ready to Drink) telah menyebabkan tekanan terhadap besarnya pasar minuman energi. Semakin banyaknya pemain yang masuk ke dalam pasar minuman energi juga menyebabkan pangsa pasar Extra Joss mengalami penurunan. Meskipun demikian, Extra Joss masih menduduki posisi nomor satu dalam pangsa pasar minuman energi dengan pangsa pasar sebesar 38% berdasarkan Badan Riset AC Nielsen. Pembaruan dan pembenahan telah banyak dilakukan, mulai dari tim pemasaran dan penjualan hingga konsep dan strategi pemasaran produk. Perombakan tim pemasaran telah dilakukan pada tahun 2008 dan perbaikan Pengelolaan Rantai Pasokan mulai dari pasokan bahan baku hingga distribusi produk telah dilaksanakan sehingga penetrasi produk dapat ditingkatkan dan lebih menyebar.

Energy Drink
Since its launching in 1994, Extra Joss has consistently recorded rapid growth and has continuously occupied the topmost position in the powdered energy drink market. 2008 promised to be another challenging year for Extra Joss, amid slower growth in the overall energy drink market, a situation exacerbated by even tighter competition. The rapid growth of ready to drink nutritional drinks, with their promise to replenish fluids and minerals much needed by the human body, has exerted much pressure on the size and growth of the energy drink market. With an increasing number of new players entering the market, Extra Joss correspondingly suffered a dilution in its market share. Nevertheless, Extra Joss remains the undisputed leader in the energy drink market, controlling a 38% share, based on data provided by research powerhouse AC Nielsen.

Kalbe has actively initiated updates and improvements, encompassing changes in its marketing and sales team all the way to product marketing strategy and concept. Reorganization of its marketing team was completed in 2008, whereas Supply Chain Management (SCM) targeted comprehensive improvement from the initial stage of raw material procurement through product distribution; hence, product penetration could be enhanced and extended. A marketing communication strategy was developed to be more communicative, educative and suitable to customers needs, with a priority on quality of health. Through this renewed marketing communication strategy, Kalbe expects to enable its consumers to understand the quality of Extra Joss as an energy drink as well as its superiority compared to its competitors. In 2009, Kalbe will be preparing to launch a new product that emphasizes a healthier product concept, and plans to rejuvenate the energy drink category, fine-tuning to anticipate changes in the needs of consumers.

Strategi komunikasi pemasaran telah dikembangkan menjadi lebih terbuka, edukatif dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang mengutamakan kualitas kesehatan. Dengan melaksanakan strategi komunikasi pemasaran yang baru, diharapkan para konsumen lebih memahami segi kualitas Extra Joss sebagai minuman energi dan kelebihan Extra Joss dibandingkan produk-produk kompetitornya. Pada tahun 2009, Kalbe sedang mempersiapkan peluncuran produk baru yang menonjolkan konsep produk yang lebih sehat dan pembaruan di kategori minuman energi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan konsumen.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

29

Divisi Nutrisi
Nutritionals Division

Nulife Instant Oatmeal + Oatbran

Chil Mil Susu formula lanjutan yang bergizi sesuai untuk anak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Infant formula fortified with nutrients suitable for toddlers 6 months to 3 years of age.

Nutrive Benecol Minuman smoothie penurun kolesterol pertama di dunia yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran cerna. The worlds first-ever smoothie drink product that suppresses cholesterol in the digestive system.

Kalbe telah menghadirkan produk nutrisi terpercaya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumen di setiap titik tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Kalbe delivers a range of trusted nutritional products to fulfill particular needs at each point of human growth and development.

Makanan yang tinggi serat, rendah kalori juga bebas asam lemak trans dan kolesterol. High-fiber food with low caloric value, free of any trans-fat acids, and cholesterol-free as well.

30

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Pasar makanan kesehatan (nutrisi) di Indonesia terus berkembang dan menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi dan standar kehidupan masyarakat Indonesia yang semakin meningkat, serta diiringi dengan peningkatan harapan akan gaya hidup yang lebih sehat telah menciptakan kebutuhan baru akan produk-produk berkualitas dan merek-merek yang handal demi tercapainya tingkat kesehatan dan kehidupan yang lebih baik. Kalbe melalui Divisi Nutrisi telah menghadirkan beberapa produk makanan kesehatan yang sudah dipercaya oleh para tenaga medis maupun konsumen untuk meningkatkan taraf kesehatan. Produk-produk tersebut tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumen di setiap titik kritis tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia, mulai sejak dalam kandungan, masa pertumbuhan dan perkembangan, masa puncak karir, sampai pada tahap usia emas mereka saat kinerja tubuh mulai berkurang. Rangkaian merek-merek yang terpercaya dan sudah dikenal luas seperti Prenagen, Morinaga Platinum Series, Milna, Entrasol, Diabetasol dan merek-merek lainnya menjadi bukti akan dedikasi Kalbe. Kalbe menyadari bahwa sukses berkesinambungan Perseroan terkait erat dengan tingkat pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pengetahuan pelanggan, Kalbe telah membuka Nutrition for Life (NFL) Center di Pondok Indah Mall 2, Jakarta sebagai wadah interaksi dengan pelanggan secara langsung. Secara berkala Kalbe juga mengadakan gathering atau seminar dengan topik-topik kesehatan. Melalui wadah atau kesempatan ini, pelanggan bisa mendapatkan pengetahuan maupun bertanya langsung kepada nara sumber, baik dokter ahli maupun ahli nutrisi. Selain dapat menambah pengetahuan, mereka juga bisa menjalin persaudaraan dan berbagi harapan dengan orang yang memiliki kesamaan pandangan akan pentingnya gaya hidup sehat. Bahkan secara aktif Kalbe menggalakkan pentingnya Air Susu Ibu sebagai sumber nutrisi anak-anak melalui program Prenagen Say Yes to ASI. Pada tahun 2008, Divisi Nutrisi menyumbangkan 24,5% dari keseluruhan pendapatan Perseroan atau setara dengan Rp 1,93 triliun dengan tingkat pertumbuhan penjualan sebesar 20,5%.

Our market share for nutritional products in Indonesia continues its steady rise with positive indications for growth potential. Economic growth and improved living standards in Indonesia, combined with greater expectation for healthier lifestyles, have generated new demand for high-quality products and reliable brands, yielding a higher quality of health and life.

Through the Nutritionals Division, Kalbe delivers a range of nutritional products trusted by both medical practitioners and consumers to benefit health. Products are designed to fulfill particular needs at each critical point of human growth and development, starting from the pre-natal phase to the growth and development stage, then, these products boost health during the peak of ones professional career, up to the golden years, when physical performance begins to subside. The range of trusted and well-known brands, including Prenagen, Morinaga Platinum Series, Milna, Entrasol, Diabetasol and other brands, stand as clear evidence of Kalbes utmost dedication to its customers. Kalbe realizes that over the long term its sustainable success is closely linked to the general educational level and welfare of the Indonesian people. As part of its own efforts to improve customer knowledge, Kalbe has recently opened its Nutrition for Life (NFL) Center, located at Pondok Indah Mall 2, Jakarta to facilitate direct interaction with customers. Kalbe also holds gatherings and seminars to address health issues on a regular basis. Through these forms of media expression and various opportunities, customers may broaden their knowledge and engage in question-and-answer sessions with qualified sources, including with specialists and nutritionists. In addition, customers can build relationships and share experiences with other individuals having similar perspectives on the values of a healthy lifestyle. Kalbe also actively promotes the importance of breast milk as the primary nutrition source for infants through its Prenagen Say Yes to ASI program. In 2008, the Nutritionals Division provided a 24.5% contribution to Kalbes total revenues, for a total of approximately Rp 1.93 trillion, amounting to a 20.5% growth in sales.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

31

Divisi Distribusi dan Kemasan


Distribution and Packaging Division

Untuk meningkatkan pelayanan distribusi dan kemasan secara berkesinambungan, Kalbe senantiasa melakukan perbaikan infrastruktur yang meliputi pergudangan, sumber daya manusia, armada distribusi dan sistem teknologi informasi.
To enhance integrated distribution and packaging services, Kalbe constantly initiates improvements to its infrastructure, with upgrading of warehousing facilities, human resources, distribution fleets and information technology system.

32

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Divisi Distribusi Kalbe yaitu melalui PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) dan PT Tri Sapta Jaya (TSJ) mempunyai jaringan distribusi yang luas dengan didukung oleh 3 Pusat Distribusi Regional, 40 cabang Enseval dan 20 cabang TSJ yang tersebar di seluruh Indonesia, lebih dari 1.000 armada distribusi dan 4.500 karyawan, menyalurkan produkproduk Kalbe maupun produk-produk prinsipal non-afiliasi terkemuka secara langsung maupun tidak langsung ke lebih dari 1.000.000 outlet di seluruh Indonesia.

Kalbes Distribution Division, under PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) and PT Tri Sapta Jaya (TSJ), commands a wide distribution network, supported by 3 Regional Distribution Centers, 40 Enseval branches and 20 TSJ branches; extending throughout Indonesia, the Company counts more than 1,000 distribution fleets and 4,500 employees. Distribution operations directly and indirectly handle both products from Kalbe Group companies and other reputable non-affiliated principals, fulfilling supply needs to more than 1,000,000 outlets around the Indonesian archipelago. Kalbe constantly initiates improvements to its logistic infrastructure, with upgrading of warehousing facilities, human resources, distribution fleets and IT systems, all aimed to enhance integrated distribution services for valued customers. The Companys Regional B Distribution Center, located in Pulogadung, Jakarta, was officially opened in December 2008 and increased its logistic capacity to 59,000 pallets from a previous level of only 35,000 pallets. In 2008, Kalbe also finalized construction of new warehouse facilities and new branch offices in Malang, Jakarta and Manado, as well as completing the land acquisition process, for expansion of warehouses and branch offices in Pematang Siantar. IT infrastructure enhancement was also carried out through developing and upgrading Oracle applications as applied in 40 branches. Moreover, Kalbe has obtained ISO 9001:2000 international certification in 2008 for its Regional Distribution Centers (located in Jakarta as well as Surabaya). Acknowledgement of Kalbes success in the distribution of pharmaceutical products was certified through its receiving a Best Distribution Award for Komix and Extra Joss, from SWA Magazine.

Untuk meningkatkan pelayanan distribusi secara berkesinambungan, Kalbe senantiasa melakukan perbaikan infrastruktur logistik yang meliputi sarana pergudangan, sumber daya manusia, armada distribusi dan sistem teknologi informasi. Pusat Distribusi Regional B yang terletak di Pulogadung, Jakarta telah diresmikan di bulan Desember 2008 dan meningkatkan kapasitas logistik menjadi 59.000 palet dari sebelumnya 35.000 palet. Dalam tahun 2008 juga telah diselesaikan pembangunan gudang dan kantor cabang yang baru di Malang, Jakarta dan Manado, serta pembelian tanah untuk perluasan gudang dan kantor cabang di Pematang Siantar. Pembenahan infrastruktur teknologi informasi juga dilaksanakan melalui pengembangan dan peningkatan atau upgrading aplikasi Oracle yang telah digunakan di 40 cabang. Di samping itu, sertifikasi dengan standar internasional yakni ISO 9001:2000 telah diraih untuk Pusat Distribusi Regional baik yang berlokasi Jakarta maupun Surabaya pada tahun 2008. Pengakuan atas keberhasilan Kalbe dalam penyaluran produkproduk farmasi diraih melalui penghargaan Best Distribution Award yang diperoleh dari Majalah SWA untuk produk Komix dan Extra Joss. Selain itu, Divisi Distribusi juga menjalankan aktivitas perdagangan yang dinamis dan terus berkembang yang mencakup penjualan bahan baku industri farmasi, makanan, kosmetik dan produk kesehatan hewan. Produk-produk tersebut dipasok dari produsen lokal atau dengan mengimpor dari Eropa, Asia, Amerika dan Australia. Divisi Distribusi juga memasarkan dan menyalurkan alat-alat kesehatan dan alat-alat diagnostik yang diperoleh dari berbagai lisensi dari perusahaan lokal atau asing dengan lingkup rumah sakit, klinik dan laboratorium di seluruh Indonesia. Untuk

Dynamic and steadily expanding trading activities at the Distribution Division include sales of raw materials for the pharmaceutical industry, food products, cosmetics and health products for pets. While some of these products are sourced from local producers, others are imported from Europe, Asia, USA and Australia. The Distribution Division also markets and distributes medical and diagnostic equipment, through license agreements with local and international manufacturers, covering hospitals, clinics and laboratories all over Indonesia. To promote rapid

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

33

Divisi Distribusi dan Kemasan Distribution and Packaging Division

menunjang pertumbuhan yang tinggi dari aktivitas-aktivitas tersebut, dua anak perusahaan telah dibentuk sebagai entitas yang terpisah dari Enseval. PT Global Chemindo Megatrading yang bergerak di penjualan bahan baku dan PT Enseval Medika Prima yang memasarkan dan menyalurkan alat-alat kesehatan dan diagnostik telah memulai kegiatan operasionalnya sejak Oktober 2008. Pada tahun 2008, Kalbe juga mendirikan PT Renalmed Tiara Utama yang bergerak di bidang penyaluran alat-alat kesehatan untuk klinik pelayanan cuci darah (hemodialisa) bagi penderita gagal ginjal. Dalam menjalankan misi Kalbe untuk menyalurkan produk kesehatan yang dapat dijangkau oleh semua strata masyarakat, sejak awal tahun 2008 Kalbe telah mendirikan Klinik Mitrasana, fasilitas kesehatan yang ekonomis dan terintegrasi yang terdiri dari klinik, apotik, laboratorium dan mini-market (four-in-one). Jumlah klinik yang telah didirikan hingga tahun 2008 adalah sebanyak 4 klinik di kawasan industri dan perumahan yang berlokasi di daerah Bekasi. Divisi Kemasan Kalbe memasok berbagai bentuk kemasan seperti kemasan kotak, composite can dan kemasan flexible yang terbuat dari bahan aluminium foil maupun plastik untuk produk obat-obatan, kosmetik serta makanan kesehatan di Indonesia. Pendapatan dari Divisi Distribusi dan Kemasan mencapai Rp 2,17 triliun atau meningkat sebesar 24,5% jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2007 sebesar Rp 1,74 trilliun. Pendapatan ini menyumbang 27,5% dari total pendapatan Kalbe untuk tahun 2008, meningkat dari tahun 2007 yang menyumbang sebesar 25% dari total pendapatan. Hal ini disebabkan tingginya laju pertumbuhan penjualan dari segmen pihak non-afiliasi.

growth of these activities, two subsidiaries have been spun off from Enseval and established as separate entities. PT Global Chemindo Megatrading, which engages in supplying raw materials, and PT Enseval Medika Prima, which handles marketing and distribution of medical and diagnostic equipment, started up operations in October 2008. In 2008, Kalbe also formed PT Renalmed Tiara Utama to manage distribution of medical equipment for hemodialysis clinics treating patients afflicted with kidney failure.

In realizing its mission to distribute health care products affordable for all levels of society, Kalbe opened Mitrasana Clinic in 2008, as an integrated medical facility, comprised of a clinic, pharmacy, laboratory and mini market (four-in-one concept), at minimal prices. Through 2008, up to four new such clinics have opened within Bekasi industrial estates and residential areas.

Kalbes Packaging Division supplies various forms of packaging (such as boxes, composite cans, and flexible packages made from aluminum foil and plastic) for medicines, cosmetics, and nutritional products in Indonesia.

Total revenue from the Distribution and Packaging Divisions has reached Rp 21.7 trillion, a figure 24.5% higher than the Rp 1.74 trillion revenue noted in 2007. This accounted for 27.5% of Kalbes total revenue for 2008, from a 2007 figure of 25%. This improvement was attributed to higher growth in revenues generated from non-affiliated customers.

34

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Berkoordinasi Membangun Sinergi


Closer Coordination to Create Synergy

Tinjauan Operasional Operational Review

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

35

Pemasaran dan Penjualan


Marketing and Sales

Setelah konsolidasi usaha pada akhir tahun 2005, fungsi pemasaran dan penjualan Kalbe menjadi lebih efektif dan optimal. Kalbe juga telah berhasil memperluas cakupan wilayah pemasaran dan penjualan di Indonesia, dengan tenaga pemasaran dan penjualan terbesar di industri farmasi Indonesia. Diperkuat dengan tim penjualan berjumlah sekitar 2.000 tenaga medical representatives untuk Divisi Obat Resep, cakupan pasar Kalbe telah meliputi 70% dokter umum, 90% dokter spesialis, 100% rumah sakit dan 100% apotik yang tersebar di seluruh Indonesia baik di kota-kota besar maupun daerahdaerah terpencil yang berpotensi. Divisi Obat Resep Kalbe telah menerapkan strategi pemasaran yang tepat sasaran baik dari sisi segmentasi pasar, target konsumen maupun penempatan produk yang tepat. Kalbe dapat menyediakan produk obat-obatan untuk segala segmen pasar yang mencakup hampir semua kelas terapi. Pada Divisi Produk Kesehatan, Kalbe memiliki tenaga pemasaran lebih dari 2.200 orang dengan cakupan 150.000 outlet dan secara tidak langsung mencakup lebih dari 1 juta pelanggan dari pasar produk kesehatan.

Kalbe juga telah berhasil memperluas cakupan wilayah pemasaran dan penjualan di Indonesia, dengan tenaga pemasaran dan penjualan terbesar di industri farmasi Indonesia.
Kalbe has successfully enlarged its marketing and sales coverage in Indonesia through the largest marketing and sales force in the entire pharmaceuticals industry in the country.

Kalbe juga telah menerapkan sistem penjualan Direct to Customer khusus untuk produk-produk anti aging yang bersifat pencegahan dan mempunyai bukti klinis yang kuat. Konsep penjualan Direct to Customer di bawah naungan QVIDA, yang merupakan merek Kalbe, adalah pemasaran berjenjang yang diterapkan melalui pembentukan komunitas yang melibatkan praktisi kesehatan seperti dokter.

Following its consolidation of businesses at the end of 2005, Kalbes marketing and sales functions have become more effective and optimal. Kalbe has successfully enlarged its marketing and sales coverage in Indonesia through the largest marketing and sales force in the entire pharmaceutical industry in the country. Backed by a strong sales team, made up of approximately 2,000 medical representatives dedicated to the Prescription Pharmaceuticals Division, Kalbes market coverage has secured 70% of general practitioners, 90% of specialists, 100% of hospitals and 100% of pharmacies in Indonesia, encompassing large cities as well as remote but potential growth areas. Kalbes Prescription Pharmaceuticals Division has applied clearly defined marketing strategies, with proper identification of market segments, targeting consumers and positioning its extensive line of pharmaceutical products, promising relief for almost all therapeutic classes. The Consumer Health Division has a marketing team of over 2,200 professionals, managing relationships and sales through 150,000 outlets and indirectly handling more than 1 million consumers in the consumer health market. Kalbe has implemented the Direct to Customer sales system, specifically for its preventive and clinically proven anti aging product line. The Direct to Customer sales concept under QVIDA, as Kalbes umbrella brand, is the Multi Level Marketing approach adopted by forming a particular community. At the first level

36

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

yang dapat memberikan edukasi kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat di tingkat pertama dan konsumen pemakai di tingkat kedua. QVIDA secara rutin menyelenggarakan seminarseminar yang berhubungan dengan kesehatan dan anti aging dan juga mengeluarkan buletin kepada anggota-anggotanya.

of the community are involved medical practitioners, such as doctors who can provide professional and reliable advice on health education to the public, while consumers are positioned at the second level. QVIDA regularly hosts seminars to discuss issues on health and anti aging, as well as publishing newsletters for its members. In order to improve services to consumers, Kalbe also launched a new program, Nutritions Home Delivery (NHD), specifically for consumers located in the Greater Jakarta region. The Direct Delivery Service is expected to provide assistance to consumers in purchasing Kalbes nutritional products whilst also serving as an interactive tool between Kalbe and its consumers.

Untuk meningkatkan layanan Kalbe kepada konsumennya, Kalbe telah meluncurkan program baru yakni Nutritions Home Delivery (NHD) untuk konsumen di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Layanan Direct Delivery Service tersebut diharapkan dapat memudahkan konsumen dalam pembelian produk-produk makanan kesehatan Kalbe dan menjadi suatu wadah interaksi antara Kalbe dengan para konsumennya.

Penjualan Internasional
Dalam perjalanannya untuk memenuhi aspirasi sebagai pemain global, pada tahun 2007 Kalbe telah mendirikan Kalbe International Pte. Ltd, anak perusahaan berpusat di Singapura. Kalbe International berperan sebagai sebuah perusahaan pemasaran yang menangani keseluruhan transaksi perdagangan/ekspor bisnis Grup Kalbe mulai dari obat resep sampai produk kesehatan konsumen. Strategi ini telah mengubah suatu unit yang pada awalnya merupakan suatu perusahaan perdagangan menjadi suatu perusahaan multi-nasional yang mengontrol value chain. Dalam pelaksanaannya di beberapa negara, Kalbe International didukung oleh cabang-cabang dan kantor perwakilan yang ada di 9 negara yaitu Filipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Sri Lanka, Nigeria, Afrika Selatan dan India. Dengan keahlian dan pengalaman dalam bidang pengembangan, distribusi dan pemasaran obat resep dan produk kesehatan di berbagai negara, Kalbe International juga mencari peluang dengan menunjuk mitra dagang di wilayah lain dalam usaha memperluas bisnisnya. Kalbe International telah membangun jaringan usaha mitra dagang untuk menjual produk-produk Grup Kalbe di lebih dari 20 negara, terutama di Asia-Pasifik dan Afrika. Pada tahun 2008, dilakukan restruksturisasi organisasi untuk memperbaiki strategi pemasaran internasional Kalbe untuk lebih berorientasi pada wilayah daripada berorientasi pada produk dengan menempatkan tim yang berkompeten di setiap wilayah.

International Sales
In the quest of fulfilling its ambition to be a global player, Kalbe has set up Kalbe International Pte. Ltd., a subsidiary based in Singapore, in 2007. As an international marketing arm for Kalbe, the subsidiary handles trading/export transactions for the entire Kalbe Group, comprehensively managing the extensive line-up of prescription pharmaceuticals to consumer health products. This strategy has transformed the unit from what used to be a trading company into a multi-national corporation that controls the value chain. In its operations in different countries, Kalbe International is supported by branch and representative offices, working in 9 countries: the Philippines, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Sri Lanka, Nigeria, South Africa and India. With expertise and experience in developing, distributing and marketing prescription pharmaceuticals and consumer health products in global countries, Kalbe International is also looking for growth opportunities in collaboration with its appointed trading partners, by expanding business into new territories. Kalbe International has built networks of trading partners to sell Kalbe Group products in more than 20 countries, particularly in the Asia-Pacific region and Africa.

In 2008, organizational restructuring was implemented, to improve Kalbes international marketing strategy; the objective was to become more regional-oriented, rather than productoriented. This has been achieved by placing a competent team in each region. In the future, Kalbe International will focus on maintaining and improving Kalbes foothold in its 10 existing markets, as well as building competencies in each market, to stay ahead of the competition.

Pada masa yang akan datang, diharapkan Kalbe International dapat memelihara dan meningkatkan eksistensi perusahaan di 10 pasar yang telah berjalan saat ini dan terus membangun kompetensi di tiap pasar agar dapat memenangkan persaingan.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

37

Produksi
Production

Komitmen Kalbe pada kesempurnaan operasional antara lain tercermin dalam penerapan standar manajemen internasional seperti sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 dan HACCP, untuk hampir semua fasilitas produksi Kalbe yang berjumlah 11 fasilitas. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat & Makanan mewajibkan industri farmasi untuk menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terkini atau current Good Manufacturing Practices (cGMP). Lima fasilitas yang dimiliki Kalbe telah mendapat peringkat A, berdasarkan skala dari A sampai D, dengan merujuk pada pemetaan CPOB yang dikeluarkan oleh Badan POM. Bahkan untuk Site Bekasi yang memproduksi infus, Kalbe mampu memperoleh Certificate of Manufacturing dari HSA (Health & Sciences Authority), Singapura pada tahun 2008. Sertifikasi tersebut membuktikan bahwa proses produksi sediaan infus dibuat secara CPOB terkini dalam rangka penerapan standar internasional Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) yaitu standar CPOB yang berlaku di negara-negara Uni Eropa.

Kalbe secara berkesinambungan terus melakukan peningkatan kualitas dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mutu produk yang lebih tinggi.
Kalbe steadily carries out upgrading and expansion of its production facilities in order to build production capacity and strengthen quality.

Kalbe secara berkesinambungan terus melakukan perbaikan dan perluasan atas fasilitas-fasilitas produksinya untuk meningkatkan kapasitas dan mutu produksi yang lebih tinggi. Pada tahun 2008, Kalbe melakukan perluasan dan renovasi komprehensif atas pabrik infus yang terletak di Site Bekasi. Perluasan fasilitas produksi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi infus dalam botol dan flexi bag. Renovasi atas desain dan tata letak Site Bekasi telah mengacu pada standar CPOB yang dikeluarkan oleh PIC/S. Perluasan kapasitas produksi Kalbes commitment to operational excellence is reflected in its adherence to international management standards such as ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 and HCCP certifications for the majority of its eleven production facilities. In Indonesia, the National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC) stipulates that the pharmaceutical industry must comply with current Good Manufacturing Practices (cGMP). On the cGMP mapping by NA-DFC, five facilities owned by Kalbe have obtained an A class rating, on a scale of A to D. In fact, the Bekasi Site, which produces intravenous solutions, has received the Certificate of Manufacturing from HSA (Health & Sciences Authority), Singapore in 2008. This certification demonstrates that the production process of intravenous solutions is carried out based on cGMP, with respect to the implementation of the Pharmaceutical Inspection Cooperation Scheme (PIC/S) standards prevailing in European Union countries. Kalbe steadily carries out upgrading and expansion of its production facilities in order to build production capacity and strengthen quality. In 2008, Kalbe marked a comprehensive expansion and renovation of the intravenous solutions plant at the Bekasi Site. This facilities expansion served to increase the capacity for the production of intravenous solutions in bottles and flexi bags. Renovation to the design and layout of the Bekasi Site conformed to the cGMP standards issued by PIC/S. Capacity expansion was also undertaken on the facilities for Beta Lactam Penicillin production located at the Jakarta Site, by extending the

38

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

juga dilakukan di fasilitas produksi Beta Laktam Penicilin yang terletak di Site Jakarta dengan memperluas fasilitas produksi dari satu lantai menjadi tiga lantai disertai dengan pemasangan mesin-mesin baru. Alat-alat laboratorium yang berteknologi tinggi seperti Near Infrared juga telah mulai digunakan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi. Selain perluasan dan peningkatan standar proses produksi, Kalbe senantiasa berusaha untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas yang dijalankan melalui implementasi sejumlah best practices dunia, seperti Continuous Improvement (Conim) atau Perbaikan Berkesinambungan, 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) dan Lean Manufacturing. Conim merupakan program yang telah diterapkan oleh Kalbe sejak tahun 1990 dan terus ditingkatkan kegiatannya baik secara kualitas dan kuantitas mengingat dampak positif yang diperoleh Perseroan secara signifikan dari program ini. Dari sisi kualitas, Conim mengakomodasikan perbaikan yang bersifat sederhana sampai dengan perbaikan yang berdampak besar dan juga mulai dari individu sampai dengan kelompok lintas bagian, sedangkan dari sisi kuantitas, peserta yang terlibat mulai dari karyawan Perseroan dari level operator sampai dengan pimpinan puncak Perseroan. Pelaksanaan program 5R dan Conim ini diharapkan dapat menjadi salah satu budaya Perseroan. Lean Manufacturing adalah salah satu program best practices yang sedang diterapkan oleh Kalbe pada sejumlah fasilitas produksinya. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kinerja fasilitas produksi terutama dalam hal peningkatan produktivitas dan efisiensi. Program ini dimulai dengan mengambil sejumlah jalur produksi produk-produk utama Kalbe seperti di jalur produksi tablet Mixagrip, Procold, Promag, dan Fatigon sebagai pilot project. Hasil nyata dari implementasi Lean Manufacturing adalah penurunan lead time di beberapa jalur produksi tersebut dan peningkatan produktivitas. Pada tahun 2008 dan 2009, program ini secara intensif terus diimplementasikan di seluruh Site secara bersamaan dengan melibatkan seluruh karyawan dari manajemen puncak sampai ke floor. Komitmen Kalbe dalam hal ini tercermin dari dibentuknya unit Group Process Improvement yang secara khusus menangani koordinasi kegiatan-kegiatan ini sehingga dapat berjalan lebih efektif dan konsisten.

area occupied by the facilities from one floor to three floors, followed by installation of new machinery. High-tech laboratory equipment (such as Near Infrared), has also been installed, to enhance production quality.

In addition to the expansion and improvement of production standards, Kalbe continuously strives to emphasize productivity, efficiency, and effectiveness, through the adoption of international best practices, including Continuous Improvement (Conim), 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) and Lean Manufacturing. Conim is a program implemented since 1990, and Kalbe has constantly improved the quality and quantity of its activities. Significant and positive benefits continue to be derived from this program. From the perspective of quality, Conim facilitates upgrading, with improvements both simple in nature and others yielding significant impact; some yield results on an individual basis, linking up to cross-departmental groups. From the perspective of quantity, participants involved include employees from the operator level up to the Companys top leaders. Kalbe anticipates the implementation of the 5R and Conim programs, to be embedded into its corporate culture.

Lean Manufacturing is another best practices program currently commissioned by Kalbe in a number of its production facilities. The main objective of the program is to improve the performance of the production facility, mainly pertaining to achievement of greater productivity and efficiency. This program has been initiated by identifying several production lines of Kalbes main products, such as the lines for producing Mixagrip, Procold, Promag, and Fatigon tablets as pilot projects. The results calculated from the Lean Manufacturing program include successful reduction in lead time at these production lines, and resultant augmentation of productivity. As it was during 2008, this program will be continued through 2009. Kalbe will intensively and simultaneously pursue implementation at all Sites, by involving all employees from the top management down to the floor personnel. Kalbes commitment is also reflected with the formation of a Group Process Improvement Unit, which has the mandate of specifically handling coordination of these activities in order to boost effective and consistent execution.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

39

Riset dan Pengembangan


Research and Development

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan kesehatan dan tingginya kompetisi di pasar global, inovasi merupakan bagian yang sangat penting dalam industri farmasi dan produk kesehatan. Dalam rangka mewujudkan visi Kalbe untuk menjadi Perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan dan memiliki eksistensi di Indonesia dan pasar global, Kalbe menerapkan strategi yang mengedepankan riset dan pengembangan sehingga dapat menghasilkan produk-produk yang inovatif dan terdepan. Kalbe telah melakukan investasi di riset dan pengembangan senilai Rp 54 miliar di tahun 2008 atau setara dengan 0,7% dari total penjualan di tahun 2008. Dalam riset dan pengembangan berjangka pendek yang mengutamakan pengembangan produk untuk mendapatkan peluang pasar, pada tahun 2008 Kalbe telah berhasil meluncurkan 32 produk generik bermerek (branded generic) termasuk salah satunya adalah produk antiagregasi platelet Clopidogrel (produk obat yang patennya habis sejak awal tahun 2008), dengan nama dagang CPG pada bulan Agustus 2008. Produk ini telah lulus hasil uji bioekuivalensi dengan standar internasional dan merupakan produk yang berpotensi menjadi produk andalan Kalbe di kemudian hari.

Dalam rangka mewujudkan visi Kalbe untuk menjadi perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan dan memiliki eksistensi di Indonesia dan pasar global, Kalbe selalu mengedepankan strategi riset dan pengembangan.
To attain Kalbes vision of becoming a leading company in the health sector with a solid presence in Indonesia and global markets, Kalbe has implemented a strategy to prioritize research and development.

In line with a growing need for health support, in the face of intensive competition in global markets, innovation has become an integral factor in the pharmaceutical and consumer health sectors. To attain Kalbes vision of becoming a leading company in the health sector, with a solid presence in Indonesia and global markets, Kalbe has implemented a strategy to prioritize research and development in its drive to produce innovative and leading products. Kalbe has made investments in research and development totaling Rp 54 billion in 2008, equivalent to 0.7% of total sales for the year. Short-term research and development (R&D) focuses on developing products to capitalize on market opportunities. In 2008, Kalbe has successfully launched 32 branded generics, including one for Clopidogrel, an anti-platelet aggregation (one of whose patents expired in early 2008), under the trademark CPG; this took place in August 2008. This product has since passed a bioequivalence test under international standards, and has the potential to become a leading product for Kalbe in the future.

40

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Riset dan pengembangan berjangka menengah ditujukan pada hasil yang akan dicapai dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun, sedangkan riset dan pengembangan berjangka panjang dilakukan untuk mendapatkan hasil dalam jangka waktu yang lebih lama, yang dilakukan melalui Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., anak perusahaan Kalbe yang berkedudukan di Singapura, dan Stem Cell and Cancer Institute (SCI), sebuah unit riset dan pengembangan yang berada di bawah naungan Kalbe. Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. mempunyai peran strategis dalam menjalankan globalisasi Kalbe melalui produk berbasis riset. Kalbe telah melakukan komersialisasi atas produk TheraCIM di negara Indonesia dan Filipina. TheraCIM (Nimotuzumab) adalah suatu anti epidermal growth factor receptor yang diindikasikan untuk solid tumors seperti brain tumor, head and neck cancer, nasopharyngeal cancer. Selain itu, TheraCIM juga telah digunakan oleh Key Opinion Leaders untuk beberapa pasien penderita kanker melalui program Special Access Scheme (SAS) di lima negara yakni Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, Indonesia dan Filipina. National Cancer Center of Singapore (NCCS) telah memilih TheraCIM untuk digunakan dalam pengujian klinis tahap II yang akan dimulai pada awal tahun 2009. Pengujian klinis ini akan dilaksanakan melalui 22 center di seluruh dunia dan mencakup lebih dari 700 penderita kanker kepala dan leher. Pada tahun 2008, Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. memperluas perolehan Biosimilar franchise ke 8 negara yang mencakup versi Biosimilar dari original blockbuster seperti erythropoietin, interferon, granulocyte colony stimulating factor, botulinum toxin dan preventive vaccine. Biosimilar memegang peranan sebagai sumber dana untuk membiayai sebagian pengembangan produk berbasis riset di Innogene. Untuk produk Kalsolac, telah dilakukan pengembangan di luar Indonesia. Kalbe telah mulai memasarkannya di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia dan Kamboja sejak tahun 2008. Kalsolac adalah larutan hyperlactate yang dimodifikasi dan dikembangkan melalui kerja sama dengan Grenoble

Medium-term R&D is designed to yield results within a targeted period of three to five years. At the same time, long-term R&D is geared towards advances over a longer time span and is undertaken through the auspices of Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., a subsidiary of Kalbe based in Singapore, and Stem Cell and Cancer Institute (SCI), an R&D unit under Kalbe Group.

Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. has a strategic role in promoting global breakthroughs of Kalbe via research-based products. One aspect of this is the way Kalbe commissioned the commercialization of TheraCIM in Indonesia and the Philippines. TheraCIM (Nimotuzumab) is an anti-epidermal growth factor receptor for treatment of solid tumors (such as brain tumors, head and neck cancer and nasopharyngeal cancer). In addition, TheraCIM has been used by Key Opinion Leaders in a number of cancer cases through the Special Access Scheme (SAS) program in five countries: Singapore, Malaysia, South Africa, Indonesia and the Philippines. The National Cancer Center of Singapore (NCCS) has selected TheraCIM for Phase II clinical trials, scheduled for early 2009. The clinical trials will be conducted under a multi-center approach (with 22 centers worldwide) and will involve more than 700 head and neck cancer patients. In 2008, Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. has expanded its Biosimilar franchises in 8 countries, covering Biosimilar versions of its original blockbusters: erythropoietin, interferon, granulocyte colony stimulating factor, botulinum toxin and preventive vaccine. Biosimilar has a crucial function of partially funding activities involved in developing research-based products at Innogene. For Kalsolac, Kalbe has pursued developments outside of Indonesia. Kalbe has launched marketing activities in a number of ASEAN countries, including Malaysia and Cambodia, since 2008. Kalsolac is a hyperlactate solution, modified and developed for treatment of traumatic brain injuries, through a

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

41

Riset dan Pengembangan Research and Development

University, Perancis, untuk pengobatan cidera otak traumatis dan Kalbe telah mendapatkan paten global atas Kalsolac dan berniat untuk dapat memasarkan Kalsolac di seluruh dunia. Pada tahun 2008, SCI berhasil membangun infrastruktur untuk pengembangan sel punca berupa laboratorium dengan fasilitas dan Standard Operating Procedure sesuai standar Good Laboratory Practice (GLP). Dalam bidang penelitian, salah satu keberhasilan SCI adalah menjalankan uji klinis yang membuktikan bahwa umbilical cord blood dapat menyembuhkan luka bakar dan luka kronis. Sampai saat ini, pengobatan stem cell untuk luka bakar dan luka kronis tersebut sedang didaftarkan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ditinjau dari hasil pencapaian yang baik selama tahun 2008, Kalbe yakin bahwa hasil pencapaian riset dan pengembangan akan mempertahankan eksistensi Kalbe di masa yang akan datang.

partnership between Kalbe and Grenoble University, France. Kalbe has obtained a global patent for Kalsolac and has plans to market the product worldwide. In 2008, SCI has built infrastructure for stem cell development: a laboratory equipped with facilities and Standard Operating Procedure consistent with Good Laboratory Practice (GLP) standards. Among SCIs research accomplishments are successful clinical tests endorsing the effectiveness of umbilical cord blood in curing burn and chronic injuries. The stem cell treatment for burns and chronic injuries is currently awaiting registration with the National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC).

Considering its significant accomplishments throughout 2008, Kalbe is confident that the advances of its research and development will secure its prime place in the field for many years to come.

42

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Sumber Daya Manusia


Human Resources

Fungsi utama Sumber Daya Manusia (SDM) adalah merekrut, mempertahankan dan mengembangkan karyawan serta memelihara lingkungan kerja yang kondusif berlandaskan kepercayaan dan komunikasi yang terbuka pada semua tingkat organisasi. Sejalan dengan makin berkembangnya Kalbe dan makin besarnya tantangan yang harus dihadapi, sumber daya manusia menjadi faktor yang penting untuk menunjang performa Perseroan secara keseluruhan. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkesinambungan, Kalbe terus berusaha meningkatkan kompetensi dan kinerja sumber daya manusianya agar dapat menjadi generasi penerus bagi keberhasilan Kalbe di masa yang akan datang. Kalbe melakukan program-program pengembangan sumber daya manusia berdasarkan filosofi Leader creates Leaders yang diprakarsai oleh Presiden Direktur Perseroan melalui proses mentoring, coaching, dan counseling. Salah satu bentuk implementasinya adalah mekanisme People Review berdasarkan kinerja dan potensi karyawan yang diselenggarakan setiap tahun untuk mengidentifikasi talenta yang ada.

The main functions of Human Resources (HR) are recruitment, retention and development of employees. HR must also sustain a conducive working environment, based on trust and open communication among all levels of the organization. In line with the growth of Kalbe and the increasing challenges that lie ahead, human resources have become an important factor in supporting overall Company performance. In the effort to sustain growth, Kalbe persistently strives to enhance the competence and performance of its people, transforming them into next generation leaders, promising to build on Kalbes successes throughout the future. Kalbe carries out HR development programs under the philosophy of Leader creates Leaders, one initiated by the Companys President Director, with an emphasis on mentoring, coaching and counseling. An implementation of the program is the People Review, completed annually, and based on the performance and potential of employees. The Review is designed to seek out potential talent within the Company.

Kalbe terus berusaha meningkatkan kompetensi dan kinerja sumber daya manusianya agar dapat menjadi generasi penerus bagi keberhasilan Kalbe di masa yang akan datang.
Kalbe persistently strives to enhance the competence and performance of its people, transforming them into next generation leaders, promising to build on Kalbes successes throughout the future.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

43

Sumber Daya Manusia Human Resources

Dalam mewujudkan komitmen Kalbe untuk terus mengembangkan kompetensi karyawan, Kalbe senantiasa mengikutsertakan karyawan dalam seminar dan pelatihan baik internal maupun eksternal. Pelatihan difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kepemimpinan karyawan. Pelatihan yang dijalankan untuk menunjang peningkatan pengetahuan fungsional antara lain adalah Kalbe Service Excellence (KSE) dan Problem Solving Decision Making (Prosdem); sedangkan pelatihan yang dilakukan untuk mengembangkan segi kepemimpinan antara lain adalah Personal Effectiveness Program (PEP), Supervisory Skill dan Managing People Effectively (MPE). Untuk mempertahankan dan memotivasi karyawan yang berprestasi, Kalbe melakukan penilaian secara berkala terhadap kompensasi karyawan guna memberikan imbalan yang menarik sehingga meningkatkan produktivitas. Kalbe juga melibatkan seluruh karyawan melalui penerapan Management System sebagai kerangka kerja dan mekanisme yang memuat prinsip-prinsip dasar pengelolaan organisasi untuk mendukung keselarasan strategi bisnis Perseroan dengan implementasi baik secara horizontal maupun vertikal. Salah satu bentuk kegiatan Management System adalah Continuous Improvement (Conim) yang bertujuan meningkatkan proses kinerja dan produktivitas di mana program ini melibatkan semua level karyawan baik secara individu maupun kelompok.

Kalbe continuously encourages participation of employees in internal as well as outside seminars and training programs, thus underlining its firm commitment to strengthening employee competencies. Training has focused on developing both the knowledge and leadership capabilities of employees. A number of training programs in support of functional knowledge development include Kalbe Service Excellence (KSE) and Problem Solving Decision Making (Prosdem); programs for leadership development included, among others, a Personal Effectiveness Program (PEP), Supervisory Skills and Managing People Effectively (MPE) sessions.

To retain and motivate exemplary employees, Kalbe conducts periodic assessment of employee benefits. Through this mechanism, Kalbe seeks to offer attractive compensation, an effort which will pay off in superior future productivity. Kalbe mobilizes its employees by applying the Management System as the framework and mechanism, guided by the basic principles of organizational management, in order to support both vertical and horizontal synchronization of the Companys business strategies, and to buttress their implementation. A significant activity within the Management System is Continuous Improvement (Conim), whose objective is to improve performance and productivity by involving employees at all levels within the organization, both as individuals and within teams. All these initiatives have yielded satisfactory results during 2008, as reflected in higher productivity figures. Net sales per employee jumped by 14.1%, to Rp 543 million per employee.

Hasil yang telah dicapai pada tahun 2008 tercermin dalam peningkatan produktivitas karyawan, di mana penjualan bersih per karyawan naik 14,1% menjadi Rp 543 juta per karyawan.

44

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Menjalin Komunikasi yang Efektif


Building Effective Communication

Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

45

Laporan Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance Report

Dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Kalbe berpijak pada lima prinsip utama yang meliputi prinsip transparansi, tanggung jawab, akuntabilitas, kewajaran dan independensi.
In the implementation of Good Corporate Governance practises, Kalbe upholds five core principles, namely transparency, responsibility, accountability, fairness and independence.

Tata Kelola Perusahaan yang baik bagi Kalbe sudah menjadi bagian dari budaya Perseroan. Dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik, Kalbe berpijak pada 5 (lima) prinsip utama yang meliputi: 1. Prinsip Transparansi, keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai Perusahaan. 2. Prinsip Tanggung Jawab, pertanggungjawaban dan kesesuaian prinsipprinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik dalam pengelolaan Perusahaan dengan peraturan perundangan yang berlaku. 3. Prinsip Akuntabilitas, terdapatnya kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban bagi tiap Dewan Komisaris, Direksi, Komite Perusahaan maupun seluruh departemen dalam pengelolaan Perusahaan. 4. Prinsip Kewajaran, keadilan dan kesetaraan dalam melindungi hak-hak pemegang saham sesuai dengan perjanjian dan peraturan perundangan yang berlaku. 5. Prinsip Independensi, kemandirian dalam mengelola Perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. Kalbe meyakini bahwa Perseroan dapat bertahan dan sukses sampai dengan hari ini adalah karena komitmen atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik oleh seluruh Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan Kalbe. Prinsip-prinsip tersebut senantiasa diterapkan dan ditanamkan sebagai nilai-nilai inti budaya Perseroan untuk menunjang praktek bisnis yang sehat.

Good Corporate Governance has historically been an integral part of Kalbe corporate culture. In the implementation of Good Corporate Governance practices, Kalbe upholds five core principles, namely: 1. Transparency: openness in the decision making process and complete disclosure of material and relevant information on the Company. 2. Responsibility: responsible and consistent adherence to Good Corporate Governance principles in managing the Company in conformity with prevailing rules and regulations. 3. Accountability: clarity of functions, execution and responsibility within the Board of Commissioners, Board of Directors, Committees and all of departments in managing the Company. 4. Fairness: justice and equality in protecting shareholders rights, in accordance with agreements and prevailing regulations. 5. Independence: management makes decisions without reference to any conflict of interest or external influence which might not be in conformity with prevailing regulations and sound business practices. Kalbe believes that it can maintain sustainability and success today as the result of its commitment to Good Corporate Governance practices, enforceable upon the Board of Commissioners, the Board of Directors and all employees at Kalbe. These principles are continuously applied and instilled as core values within the corporate culture, to support sound business practices.

46

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Struktur Tata Kelola Perusahaan


Rapat Umum Pemegang Saham Pada tahun 2008, Perseroan telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 26 Mei 2008 dan 2 (dua) kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) masing-masing pada tanggal 26 Mei 2008 dan 17 September 2008 dengan menghasilkan keputusan sebagai berikut: Keputusan RUPST 26 Mei 2008: 1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007; 2. Mengesahkan Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007; 3. Menyetujui penggunaan keuntungan bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007; 4. Menyetujui perubahan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi:
Dewan Komisaris / Board of Commissioners Johannes Setijono Santoso Oen Jozef Darmawan Angkasa Ferdinand Aryanto John Aristianto Prasetio Farid Anfasa Moeloek Direksi / Board of Directors Bernadette Ruth Irawati Setiady Johanes Berchman Apik Ibrahim Budi Dharma Wreksoatmodjo Herman Widjaja Vidjongtius Presiden Direktur Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris

Governance Structure
General Meeting of Shareholders On May 26, 2008 the Company held its Annual General Meeting of Shareholders (AGM) and 2 (two) Extraordinary General Meetings of Shareholders (EGM), were respectively held on May 26, 2008 and September 17, 2008 with the following resolutions: Resolutions of AGM on May 26, 2008: 1. Approved and received the Companys Annual Report for the year ended December 31, 2007; 2. Ratified the Companys Balance Sheets and Statements of Income for the year ended December 31, 2007; 3. Approved the appropriation of the Companys net profit for the year ended December 31, 2007; 4. Approved changes in the Board of Commissioners and the Board of Directors, such that the composition of the Boards is:

President Commissioner Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner

Komisaris Independen Komisaris Independen

President Director Vice President Director Director Director Director

Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur

Juga memberi wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan pembagian tugas dan wewenang serta gaji dan tunjangan lainnya dari para anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008; 5. Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik Independen berikut honorarium untuk

Also authorized the Board of Commissioners to determine the assignment of duties and authority as well as the salaries and other benefits for the members of the Board of Commissioners and Board of Directors for the year ended December 31, 2008; 5. Authorized the Board of Directors, subject to approval of the Board of Commissioners, to appoint an Independent Public Accountant and to determine fees incurred in auditing the Companys financial statements for the year 2008.

mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2008.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

47

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report

Keputusan RUPSLB 26 Mei 2008: 1. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas; 2. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan yang telah diambil dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Keputusan RUPSLB 17 September 2008: 1. Menyetujui rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan Tahap II; 2. Memberikan kuasa penuh kepada Direksi untuk melakukan tugas dan tindakan sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham Perseroan tersebut.

Resolutions of EGM on May 26, 2008: 1. Ratified an amendment to the Companys Articles of Association, to be adjusted with Law No. 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company; 2. Delegated authority upon the Board of Directors to undertake all necessary actions with respect to the resolutions and in accordance to prevailing rules and regulations.

Resolutions of EGM on September 17, 2008: 1. Approved Phase II of the Companys Share Repurchase Program; 2. Granted full authority upon the Board of Directors to perform duties and requirements pertaining to the said share repurchase program.

Dewan Komisaris dan Direksi


Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: Melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan Perseroan oleh Direksi serta memberikan persetujuan / pengesahan atas rencana kerja dan anggaran tahunan Perseroan; Mengadakan rapat atau pertemuan secara berkala untuk membahas pengelolaan operasional Perseroan; Mengawasi pengelolaan Perseroan atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh Direksi dan memberikan masukan jika diperlukan; Menominasikan dan menunjuk calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk diajukan dan disetujui dalam RUPST; Menentukan jumlah remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, berlandaskan pada wewenang yang diberikan dalam RUPST; Menunjuk dan menetapkan anggota Komite Audit. Komisaris Independen Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari 6 (enam) anggota: 4 (empat) Komisaris dan 2 (dua) Komisaris Independen.

Board of Commissioners and Board of Directors


Duties and Responsibilities of the Board of Commissioners The duties and responsibilities of the Board of Commissioners are as follows: To perform oversight on the management of the Company by the Board of Directors and to approve / endorse the Companys annual budget and business plan; To conduct periodic meetings to discuss management of the Companys operations; To perform oversight duties over the policies set by the Board of Directors in running the Company and to provide advice as required; To nominate and appoint members of the Board of Commissioners and the Board of Directors to be proposed and approved by the AGM; To determine the remuneration for the members of the Board of Commissioners and the Board of Directors, with the authority delegated by the AGM; To appoint the members of the Audit Committee. Independent Commissioners The Board of Commissioners of the Company consists of 6 (six) members: 4 (four) Commissioners and 2 (two) Independent Commissioners. Duties and Responsibilities of the Board of Directors The assignment of duties and responsibilities of the Board of Directors are determined by the Board of Commissioners as authorized by the shareholders in the AGM.

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Pembagian tugas dan tanggung jawab Direksi ditentukan oleh Dewan Komisaris sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh pemegang saham dalam RUPST.

Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Direksi


Dewan Komisaris menyelenggarakan rapat satu kali dalam setiap dua bulan untuk mengawasi kegiatan pengelolaan Perseroan. Direksi juga menyelenggarakan rapat minimal satu kali dalam satu bulan.

Meeting of the Board of Commissioners and the Board of Directors


The Board of Commissioners meets once every two months in order to perform oversight duties over the Companys management. The Board of Directors meets at least once every month.

48

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Kehadiran dalam Rapat Komisaris-Direksi / Attendance in BOC-BOD Meetings Nama Name Rapat Komisaris BOC Meeting Rapat Direksi BOD Meeting Rapat Komisaris-Direksi BOC-BOD Meeting

Jumlah Rapat Number of Meetings 4 Board of Commissioners * Johannes Setijono Santoso Oen Jozef Darmawan Angkasa Ferdinand Aryanto John Aristianto Prasetio Farid Anfasa Moeloek Board of Directors Bernadette Ruth Irawati Setiady Johanes Berchman Apik Ibrahim Budi Dharma Wreksoatmodjo Herman Widjaja Vidjongtius
* Komisaris sejak 26 Mei 2008 / Commissioner since May 26, 2008

22

4 4 3 3 4 4 4

4 3 3 4 4 4

22 21 21 22 22

4 4 4 4 4

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi


Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi pada tahun 2008 ditentukan oleh Dewan Komisaris, sesuai dengan wewenang yang telah ditetapkan dalam RUPST.

Remuneration for the Boards


The remuneration for the Board of Commissioners and the Board of Directors for the year 2008 is determined by the Board of Commissioners, with the authority granted as resolved in the Companys AGM.

Pelatihan Dewan Komisaris dan Direksi


Dalam rangka mengikuti perkembangan industri dan teknologi, serta mengembangkan kemampuan manajerial, para anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan ikut serta dalam beberapa program pelatihan, pendidikan, dan seminar. Selama tahun 2008, program-program tersebut antara lain adalah: Top Management Program: Managing Innovation Driving Organic Growth, 11 15 Februari 2008 di Bali, Investor Relations, 24 25 Maret 2008 di Malaysia, Strategy Building and Sustaining Competitive Advantage, Harvard, 1 6 Juni 2008 di Amerika Serikat, General Management Programme, 23 Juni 4 Juli 2008 di Singapore, Stem Cell Research and Application, 24 27 Juni 2008 di Singapore, Strategic Finance Program, 3 7 November 2008 di Filipina, Certified International Project Manager, 3 5 Desember 2008 di Malaysia.

Training for the Boards


To keep abreast of the latest developments in the industry and technology, and to enhance management skills, the members of the Board of Commissioners and the Board of Directors participate regularly in training, education programs and seminars. In 2008, these programs included the following: Top Management Program: Managing Innovation Driving Organic Growth, February 11 15, 2008 in Bali, Investor Relations, March 24 25, 2008 in Malaysia, Strategy Building and Sustaining Competitive Advantage, Harvard, June 1 6, 2008 in the United States, General Management Programme, June 23 July 4, 2008 in Singapore, Stem Cell Research and Application, June 24 27, 2008 in Singapore, Strategic Finance Program, November 3 7, 2008 in the Philippines, Certified International Project Manager, December 3 5, 2008 in Malaysia.

Komite Audit
Susunan keanggotaan Komite Audit yang diangkat pada tanggal 5 Agustus 2008 adalah sebagai berikut: Ketua : Farid Anfasa Moeloek Anggota : Ichsan Gunawan Dianawati Sugiarto

Audit Committee
The composition of the Audit Committee, effective since its appointment on August 5, 2008, is as follows: Chairman : Farid Anfasa Moeloek Members : Ichsan Gunawan Dianawati Sugiarto

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

49

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report

Tujuan utama dari Komite Audit adalah mendampingi Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasan atas pengelolaan Perseroan. Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit yaitu: 1. Mendukung implementasi sistem pengendalian internal yang baik; 2. Melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan teraudit berdasarkan peraturan yang berlaku; 3. Melakukan kajian atas lingkup dan kesesuaian audit eksternal, honorarium audit eksternal serta kemandirian dan obyektivitas auditor eksternal; 4. Memberikan penjabaran tugas dan tanggung jawab Komite Audit untuk tahun buku yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan auditor eksternal.

The main function of the Audit Committee is to assist the Board of Commissioners in performing its oversight duties over the Companys management. The duties and responsibilities of the Audit Committee are: 1. Supporting the implementation of an effective internal control system; 2. Conducting evaluation on the audited financial statements according to prevailing rules and regulations; 3. Reviewing the scope and consistency of the external audit, fairness of the external audit fees as well as independency and objectivity of the external auditor; 4. Preparing a description of the duties and responsibilities of the Audit Committee for the current financial year, as required by the external auditor.

Kehadiran dalam Rapat Komite Audit */ Attendance in the Audit Committee Meetings * Nama Name Farid Anfasa Moeloek Ichsan Gunawan Dianawati Sugiarto
* Komite Audit sejak 5 Agustus 2008 / Audit Committee since August 5, 2008

Jumlah Rapat Number of Meetings 2 2 2

Kehadiran Meetings Attendance 2 2 2

Pelaporan secara langsung oleh Komite Audit kepada Dewan Komisaris, melalui Komisaris Independen sebagai Ketua Komite Audit, mempertegas independensi dari Komite Audit. Berdasarkan hasil pelaporan dari Komite Audit, Dewan Komisaris akan memberikan rekomendasi dan masukan kepada Direksi sehubungan dengan peningkatan aspek operasional dan korporasi Perseroan.

Direct reporting to the Board of Commissioners, through the Independent Commissioner who heads the Audit Committee, shall further strengthen the independency of the Audit Committee. Based on reports and activities submitted by the Audit Committee, the Board of Commissioners provides input and recommendation to the Board of Directors with respect to improvements in the Companys operational and corporate aspects. For biographies of the members of the Audit Committee, refer to the Corporate Data section.

Biografi anggota Komite Audit dapat dilihat pada bagian Data Perseroan.

Komite Remunerasi
Komite ini bertanggung jawab untuk menentukan kebijakan remunerasi, dan menentukan jumlah remunerasi yang diberikan bagi para Komisaris dan Direktur. Ketua : Johannes Setijono Anggota : Bernadette Ruth Irawati Setiady Johanes Berchman Apik Ibrahim Biografi anggota Komite Remunerasi dapat dilihat pada bagian Data Perseroan.

Remuneration Committee
This Committee is responsible for formulating remuneration policies and determining the appropriate remuneration provided to the Commissioners and Directors. Chairman : Johannes Setijono Members : Bernadette Ruth Irawati Setiady Johanes Berchman Apik Ibrahim For biographies of the members of the Remuneration Committee, refer to the Corporate Data section.

Komite Nominasi
Komite ini bertanggung jawab untuk membantu Komisaris dalam mengembangkan kebijakan nominasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi. Ketua : Johannes Setijono Anggota : Bernadette Ruth Irawati Setiady Johanes Berchman Apik Ibrahim Biografi anggota Komite Nominasi dapat dilihat pada bagian Data Perseroan.
50

Nomination Committee
This Committee is responsible for assisting the Board of Commissioners in developing the nomination policies for both the Board of Commissioners and the Board of Directors. Chairman : Johannes Setijono Members : Bernadette Ruth Irawati Setiady Johanes Berchman Apik Ibrahim For biographies of the members of the Nomination Committee, refer to the Corporate Data section.

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Kiri ke kanan | Left to right : Ichsan Gunawan, Dianawati Sugiarto, Farid Anfasa Moeloek

Komite Risiko Usaha


Komite ini bertanggung jawab atas pengawasan mekanisme identifikasi, kajian, dan penanggulangan risiko yang dihadapi Perusahaan. Ketua : Johannes Setijono Anggota : Jozef Darmawan Angkasa Budi Dharma Wreksoatmodjo Vidjongtius Biografi anggota Komite Risiko Usaha dapat dilihat pada bagian Data Perseroan.

Business Risk Committee


This Committee is responsible for overseeing the identification, analysis and mitigation of risks to which the Company is exposed. Chairman : Johannes Setijono Members : Jozef Darmawan Angkasa Budi Dharma Wreksoatmodjo Vidjongtius For biographies of the members of the Business Risk Committee, refer to the Corporate Data section.

Komite GCG
Komite ini bertanggung jawab atas pelaksanaan GCG di Perseroan. Ketua : Vidjongtius Wakil Ketua : Agustinus Haryono Anggota : Bernadus Karmin Winata Joyce V. Handajani Febiana Rinasari

GCG Committee
This Committee is responsible for the implementation of GCG practices at the Company. Chairman : Vidjongtius Deputy Chairman : Agustinus Haryono Members : Bernadus Karmin Winata Joyce V. Handajani Febiana Rinasari

Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan bertindak sebagai penghubung utama antara Perseroan dengan pihak eksternal, dalam rangka menjaga citra Perseroan di mata publik. Sekretaris Perusahaan juga bertanggung jawab atas fungsi-fungsi kesekretariatan Perseroan, hubungan masyarakat, fungsi umum, legal, penegakan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik. Pada tahun 2008, posisi tersebut dijabat oleh Vidjongtius. Biografi Sekretaris Perusahaan dapat dilihat pada bagian Data Perseroan.

Corporate Secretary
The Corporate Secretary serves as the main intermediary between the Company and external parties/stakeholders in order to sustain a positive corporate image. The Corporate Secretary is also responsible for duties related to administration, public relation, general, legal, compliance and corporate governance functions within the Company. In 2008, the Companys Corporate Secretary is Vidjongtius. For a biography of the Corporate Secretary, refer to the Corporate Data section.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

51

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report

Tugas-tugas yang diemban oleh Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: Mengawasi perkembangan dan perubahan regulasi di bidang pasar modal; Memberikan informasi kepada publik terkait kondisi Perseroan; Merekomendasikan serta memberi masukan kepada Direksi terkait kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku termasuk UU Pasar Modal; Menjalin relasi yang baik antara Perseroan dengan otoritas Pasar Modal serta komunitas para investor; Menyimpan Daftar Khusus dan Daftar Pemegang Saham; Menyelenggarakan RUPST dan RUPSLB.

The duties and responsibilities of the Corporate Secretary are: Monitoring developments and changes in the regulatory environment in the capital market; Providing information to the public regarding the condition of the Company; Providing input and recommendations to the Board of Directors related to compliance with Capital Market regulations and Company Law; Being the liaison between the Company and Capital Market authorities as well as the investment community; Maintaining the Companys Special List and List of Shareholders; Organizing the General Meeting of Shareholders (Annual and Extraordinary).

Pelaksanaan dan Budaya GCG


Sejak tahun 2005, Kalbe telah menerbitkan Buku Saku Panduan GCG untuk didistribusikan kepada seluruh karyawan dalam rangka untuk menanamkan nilai-nilai Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan meningkatkan penerapan prakteknya. Nilai-nilai inti yang disajikan dalam Buku Saku Panduan GCG adalah: 1. Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan 2. Gigih untuk Mencapai yang Terbaik 3. Kerjasama yang Kokoh 4. Inovasi 5. Lincah 6. Integritas

GCG Culture and Implementation


Since 2005, Kalbe has issued a GCG Pocket Book Manual to be distributed to each employee, with the purpose of inculcating values on CGC and intensifying application of GCG principles. The Companys core values as provided in the GCG Pocket Book Manual are as follows: 1. Giving the Best to the Customers 2. Striving for Excellence 3. Strong Teamwork 4. Innovation 5. Agility 6. Integrity

Aksi Korporasi
1. Obligasi Kalbe Farma I Tahun 2006 Pada tanggal 28 Juni 2006, Kalbe telah mengeluarkan obligasi dengan tingkat bunga tetap dengan jumlah pokok sebesar Rp 300 miliar. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juni 2009 dengan tingkat bunga tetap sebesar 13,625% per tahun, yang dibayarkan setiap tiga bulan. Hasil penjualan obligasi tersebut, dikurangi biaya emisi, telah digunakan untuk melunasi hutang Perseroan dalam mata uang Dolar AS. Peringkat : idAA Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tercatat di : Bursa Efek Indonesia 2. Program Pembelian Kembali Saham Tahap I RUPSLB pada tanggal 8 Februari 2007 telah menyetujui program pembelian kembali saham yang diusulkan Perseroan. Jadwal pelaksanaan disetujui selama 18 bulan, dan berakhir pada tanggal 7 Agustus 2008. Pembelian saham ditetapkan tidak lebih dari 10% dari jumlah saham Perseroan yang ditempatkan atau sejumlah 1.015.601.442 saham. Dana yang digunakan untuk transaksi pembelian saham serta biaya lain terkait transaksi tersebut berasal dari dana internal Perseroan dengan biaya keseluruhan pembelian saham ditetapkan tidak melebihi Rp 1,23 triliun. Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai pihak

Corporate Actions
1. Kalbe Farma I 2006 Bonds On June 28, 2006, Kalbe issued fixed rate bonds with total nominal value of Rp 300 billion. The bonds, which will mature on June 28, 2009, are subject to a fixed interest rate of 13.625% per annum, payable quarterly. The proceeds from the bond issue, net of costs, were used to refinance the Companys US Dollar denominated debts. Rating : idAA Trustee : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Listing : Indonesia Stock Exchange

2. Share Repurchase Program Phase I The Companys EGM on February 8, 2007 approved the share repurchase program of the Company. The permitted term for the share repurchase is 18 months, terminating on August 7, 2008. The maximum amount of shares to be repurchased is set at 10% of the Companys total issued shares or equivalent to 1,015,601,442 shares. The funds used for the share repurchase as well as other costs arising from the repurchase transactions are sourced from the Companys internal fund, and the total costs for the share repurchase shall not exceed Rp1.23 trillion. The Company has appointed PT Danareksa Sekuritas to execute the

52

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

pelaksana transaksi pembelian saham. Seluruh saham yang diperoleh kembali akan dicatat sebagai Modal Saham yang Diperoleh Kembali dan dapat dijual kembali pada saat harganya berada di atas harga perolehannya. Sampai dengan tanggal 7 Agustus 2008, jumlah saham yang telah diperoleh kembali oleh Perseroan adalah 497.262.000 saham. 3. Pembelian Kembali Saham Tahap II Dengan berakhirnya program Pembelian Kembali Saham Tahap I pada tanggal 7 Agustus 2008 berdasarkan hasil RUPSLB pada tanggal 8 Februari 2007, Perseroan menyelenggarakan RUPSLB pada tanggal 17 September 2008 dengan agenda program Pembelian Kembali Saham Tahap II. Pembelian Kembali Saham Tahap II dilakukan mengingat tidak tercapainya jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh Perseroan dalam Pembelian Kembali Saham Tahap I. Selama Pembelian Kembali Saham Tahap II, Perseroan dapat melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sampai dengan 5,1% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan, sehingga total dari keseluruhan adalah 10% atau sejumlah 1.015.601.442 saham. Perseroan kembali menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai pihak pelaksana transaksi pembelian saham. Masa Pembelian Kembali Saham Tahap II adalah 17 September 2008 sampai dengan 16 Maret 2010 dengan jumlah dana yang dicadangkan sebesar Rp 419.855.000.000. 4. Pembelian Kembali Saham Berdasarkan Peraturan No.XI.B.3 Merujuk kepada Peraturan Bapepam-LK No.XI.B.3, Lampiran Keputusan Bapepam-LK No.KEP-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Dalam Kondisi Pasar Yang Berpotensi Krisis (Peraturan No.XI.B.3), maka Perseroan dapat melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan maksimal 20% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan. Mengingat bahwa Perseroan telah membeli kembali saham (dalam Program Tahap I dan Tahap II) sebanyak 5,06%, maka Perseroan dapat melakukan Pembelian Kembali Saham sebanyak-banyaknya sejumlah 1.517.255.384 lembar atau 14,94% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan, dengan masa Pembelian Kembali Saham antara 14 November 2008 sampai dengan 13 Februari 2009, sesuai dengan Peraturan No. XI.B.3. Dana yang dicadangkan untuk pembelian kembali saham tersebut sebesar Rp 940.699.000.000. Perseroan kembali menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai pihak pelaksana transaksi pembelian saham.

share repurchase transactions. The repurchased shares will be treated as Treasury Stock and resold when the price is higher than the repurchase price. Up to August 7, 2008, the Company has repurchased 497,262,000 shares.

3. Share Repurchase Program Phase II With the expiration of the Share Repurchase Program Phase I on August 7, 2008 pursuant to the resolutions of the Companys EGM on February 8, 2007, the Company convened an EGM on September 17, 2008 with an agenda to seek approval for the Share Repurchase Program Phase II. The new program has been implemented by the Company considering that the number of shares repurchased in the Share Repurchase Program Phase I did not meet the targeted quota. In the Share Repurchase Program Phase II, the Company plans to acquire shares up to a maximum limit of 5.1% of total issued and fully paid shares in the Company, such that the entire amount of shares repurchased by the Company is 10% or equivalent to 1,015,601,442 shares. The Company has reappointed PT Danareksa Sekuritas for the execution of the share repurchase transactions.

The term for the Share Repurchase Program Phase II is September 17, 2008 up to March 16, 2010, with total allocated funds of Rp 419,855,000,000.

4. Share Repurchase Subject to Regulation No.XI.B.3 Pursuant to Bapepam-LK Regulation No.XI.B.3, Attachment to Bapepam-LK Decree No.KEP-401/BL/2008 of October 9, 2008 concerning Repurchase of Shares Issued by Company During Market Condition under Crisis (Regulation No.XI.B.3), the Company is permitted to repurchase its shares up to a prescribed limit of 20% from its total issued and fully paid shares.

Considering that the Company has executed share repurchase transactions (in the Share Repurchase Program Phase I and II) of 5.06%, the Company will carry out share repurchase up to 1,517,255,384 shares or equivalent to 14.94% of its total issued and fully paid shares over the period of November 14, 2008 to February 13, 2009, in accordance to Regulation No. XI.B.3. Total fund allocated for the share repurchase transaction is Rp 940,699,000,000. The Company has reappointed PT Danareksa Sekuritas to execute these transactions.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

53

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report

Audit Internal dan Pengendalian Internal


Unit Audit Internal (UAI) merupakan mitra kerja manajemen dalam membantu organisasi mencapai tujuannya, melalui suatu pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian dan proses tata kelola perusahaan. Hasil kerja UAI adalah memberikan kecukupan pengendalian dan konsultasi yang independen serta objektif, yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi Perseroan. UAI membantu Direksi, Dewan Komisaris, dan atau Komite Audit dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dengan melakukan kajian dan evaluasi terhadap proses pengelolaan operasional unit bisnis secara berkala dengan penekanan pada ketaatan dalam pelaksanaan kegiatan operasional sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Manajemen, kesesuaian dengan peraturan perundangan yang berlaku serta didukung oleh pengendalian internal yang memadai. UAI memberikan penilaian kecukupan pengendalian, saran perbaikan yang diperlukan dan informasi yang objektif atas unit bisnis yang telah dikaji dan dievaluasinya tersebut. UAI juga memberikan jasa konsultasi atas kegiatan operasional dalam rangka membantu manajemen Perseroan dan unit bisnis guna mencapai sasaran dan tujuannya, mendorong pelaksanaan pengelolaan manajemen risiko yang baik bagi Perseroan dan unit bisnis dengan berperan sebagai fasilitator agar dapat mempercepat penerapannya diseluruh unit bisnis.

Internal Audit and Internal Control


The Internal Audit Unit (UAI) works alongside management in supporting the organization to achieve its goals through a systematic and structured approach to evaluate and enhance the effectiveness of the risk management, control and governance processes. The result achieved by UAI is to provide adequate assurance as well as independent and objective consultation, hence contributing added value and improving the Companys operational activities. UAI assists the Board of Directors, the Board of Commissioners and or the Audit Committee in the implementation of Good Corporate Governance practices by performing periodic reviews and assessments on the operational management of the business units with emphasis on operational compliance with the guidelines on systems and procedures established by the management, consistency to prevailing rules and regulations and backed up by adequate internal controls.

UAI provides assessment on assurance, recommendations on necessary follow-up actions and objective information on the business units which have undergone review and evaluation. UAI also provides consultative assistance on operational activities with respect to supporting the management and business units in achieving targets and objectives, promoting the implementation of sound risk management within the Company and the business units by assuming the role of facilitator charged with accelerating its execution in all business units. UAI is directly responsible to the Companys President Director and serves as a competent partner to assist the Audit Committee in discharging its oversight duties.

UAI bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden Direktur Perseroan, serta bertindak sebagai mitra kerja yang berkompeten guna membantu Komite Audit dalam menjalankan fungsi pengawasannya. UAI bekerjasama dengan eksternal auditor dalam melakukan evaluasi terhadap penyajian laporan keuangan tahunan Perseroan.

UAI cooperates with the external auditor in affirming that the Companys financial statements have been fairly presented.

Manajemen Risiko
Dengan kondisi perekonomian dunia yang mengalami turbulensi dan dihadapkan pada kondisi krisis ekonomi yang mendunia, Perseroan menaruh perhatian penuh terhadap pentingnya pengelolaan risiko. Disamping risiko kondisi perekonomian yang tidak kondusif saat ini, secara umum Perseroan juga menghadapi risiko dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasionalnya. Meskipun risiko-risiko tersebut tidak dapat seluruhnya dihilangkan, Perseroan telah mengambil strategi tertentu untuk menanggulangi risiko dan mengendalikan dampak negatif yang mungkin timbul terhadap kegiatan operasional dan pengaruhnya pada kinerja.

Risk Management
Amid the turbulence in the global economies and in facing the economic crisis affecting markets throughout the world, the Company places risk management among its utmost priorities. In addition to the risk of the economic condition which is not conducive to doing business at present, the Company also faces general risks in running its business and operations.

While these risks cannot be completely eliminated, the Company has undertaken certain strategies to mitigate them and thus control the potential adverse impacts on operations and performance.

54

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa risiko penting yang dihadapi Perseroan dan usaha penanggulangannya : 1. Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang Asing Sebagian besar bahan baku Kalbe masih perlu diimpor sehingga fluktuasi mata uang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap biaya produksi dan penurunan marjin. Usaha penanggulangan: pemantauan yang intensif, lindung nilai, penyesuaian mata uang pinjaman dengan sumber pendapatan. 2. Daya Beli Konsumen Kebijakan Perseroan dalam menetapkan harga produk sangat terkait dengan daya beli konsumen yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, inflasi, kebijakan pemerintah serta faktor lainnya. Karena kemampuan Perseroan untuk menaikkan harga produknya dibatasi oleh daya beli konsumennya, maka pertumbuhan keuntungan Perseroan dapat terganggu. Usaha penanggulangan: diversifikasi produk pada semua strata konsumen. 3. Persaingan Bisnis Kalbe menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dalam sektor farmasi dan produk kesehatan baik dari pemain lokal maupun produsen internasional yang mempunyai sumber daya keuangan dan operasional yang kuat. Usaha penanggulangan: inovasi dari sisi produk dan pemasaran, membangun kemampuan riset dan pengembangan untuk menjamin ketersediaan produk yang inovatif, dan kegiatan yang intensif dalam pasar internasional. 4. Kebijakan dan Regulasi Nasional dan Internasional Kebijakan dan regulasi baru yang ditetapkan oleh Pemerintah lokal maupun Pemerintah tujuan ekspor Kalbe dalam hal harga obat, hak paten, bahan baku impor, dan proses registrasi obat, dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan tingkat profitabilitas. Usaha penanggulangan: pemantauan yang intensif dan peningkatan infrastruktur untuk mempertahankan dan mengembangkan pasar internasional. 5. Pemalsuan Obat Maraknya pembuatan obat palsu di Indonesia, baik dari segi bahan aktif maupun kemasan, merupakan masalah yang telah lama menyulitkan Pemerintah, produsen, dan konsumen sekaligus. Usaha penanggulangan: pemantauan yang intensif dan penambahan pengaman pada kemasan. 6. Kelancaran Likuiditas Investasi dan arus kas internal mempengaruhi efektivitas kegiatan operasional Kalbe. Usaha penanggulangan: pemantauan piutang yang intensif dan pengelolaan modal kerja secara efisien.

The following are some of the significant risks faced by the Company and measures for mitigation: 1. Exchange Rate Fluctuations Most of Kalbes raw materials are still imported; therefore, fluctuations in the exchange rate could have adverse impacts on production costs and margin compression. Measures for mitigation: intensive monitoring, hedging and matching the currency of loans and sources of income. 2. Consumer Purchasing Power The Companys pricing policies are tightly linked to consumer purchasing power, which in turn is influenced by general economic conditions, inflation, government policies as well as other factors. Given that the Companys ability to increase prices of its products is largely constrained by the purchasing power of its consumers, its profitability growth is potentially threatened. Measure for mitigation: product diversification into all classes of consumers. 3. Business Competition Kalbe faces increasingly tighter competition in the pharmaceutical and consumer health sectors, not only from local players but also from global producers with strong financial and operational resources. Measures for mitigation: innovation in products and marketing, building R&D capabilities to ensure flow of innovative products and intensive activities in international markets.

4. National and International Regulations and Policies New regulations and policies on drug pricing, patent rights, raw material imports and drug approval process, imposed by both the local government or governments of countries to which Kalbe exports, may potentially influence business activities and profitability. Measures for mitigation: intensive monitoring and improved infrastructure to secure and expand foreign markets. 5. Drug Counterfeiting The widespread manufacture of counterfeited drugs in Indonesia, including active ingredients and packaging, has long continued to plague the government, producers and consumers alike. Measures for mitigation: intensive monitoring and added protection in certified authentic product packaging. 6. Adequate Liquidity Investments and internal cash flows affect the effectiveness of Kalbes business operations. Measures for mitigation: intensive monitoring of Account Receivables and efficient management of working capital.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

55

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Report

Menimbang secara lebih mendalam hal-hal tersebut di atas, Perseroan telah mengambil langkah strategis pada tahun 2008 ini, yaitu keputusan untuk mempercepat proses penerapan Manajemen Risiko yang meliputi seluruh unit bisnis Perseroan. Dengan dibantu oleh Unit Audit Internal yang berperan sebagai fasilitator dalam pelaksanaannya, diharapkan proses ini akan selesai dalam tahun 2009 dengan menghasilkan laporan yang meliputi Risk Summary yang merupakan ikhtisar seluruh risiko secara keseluruhan yang dihadapi Perseroan, Risk Register yang merupakan laporan risiko dari seluruh unit bisnis dan Perseroan, serta kecukupan pengendalian internal dalam menghadapi risiko tersebut.

Following serious and thorough consideration of these risks factors, the Company has taken strategic measures in 2008 to accelerate the application of a Risk Management system which covers all of the Companys business units. With the Internal Audit Unit assisting in its role as facilitator in the implementation, this process is expected to be finalized in 2009 with the completion of a report consisting of: a Risk Summary, which is a comprehensive summation of all risks faced by the Company; a Risk Register, which is a report on risks from all business units and the Company as well as the adequacy of internal control in coping with these risks.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Dapat dilihat pada bagian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pada Laporan Tahunan ini.

Corporate Social Responsibility


Refer to the Corporate Social Responsibility section in this Annual Report.

Litigasi
Dapat dilihat pada Laporan Keuangan Audit Perseroan di bawah Perjanjian Penting, Komitmen dan Kontinjensi.

Litigation
Refer to the Audited Financial Statements of the Company under Significant Agreements, Commitments and Litigation.

Peristiwa Setelah Tanggal Neraca


Dapat dilihat pada Laporan Keuangan Audit Perseroan di bawah Peristiwa Penting Setelah Tanggal Neraca.

Subsequent Events
Refer to the Audited Financial Statements of the Company under Subsequent Events.

Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan


Komunikasi yang efektif dengan pemangku kepentingan merupakan faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan kepada Perseroan. Sebagai sebuah perusahaan publik, Kalbe senantiasa mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku di bursa efek dan pasar modal terkait keterbukaan informasi, terutama dalam memberikan informasi kepada pemegang saham melalui pengumuman Bursa Efek Indonesia mengenai setiap perkembangan yang terjadi di Perseroan. Untuk memastikan komunikasi yang efektif dengan pemangku kepentingan, Kalbe mengandalkan beragam jalur komunikasi. Untuk komunikasi umum, Kalbe terus memperbarui situs Perseroan pada www.kalbe.co.id, serta membina jalur komunikasi yang terbuka melalui fungsi contact us untuk mengakomodir berbagai pertanyaan mengenai Perseroan ataupun produk. Kalbe juga menyediakan pelayanan kepada konsumen dalam hal-hal terkait produk melalui layanan pelanggan kami.

Communication with Stakeholders


Effective communication with stakeholders is an important contributing factor that potentially boosts the publics trust in the Company. As a listed company, Kalbe consistently maintains compliance with prevailing capital market and stock exchange regulations concerning disclosure of information, particularly in providing information to the shareholders through announcements by the Indonesia Stock Exchange on all developments taking place in the Company. To ensure effective communication with all stakeholders, Kalbe relies on a full range of communication channels. For general communication with the stakeholders, Kalbe maintains Company updates on the corporate website: www.kalbe.co.id and establishes open communication through the contact us function to accommodate questions on the Company and its products. Kalbe also actively serves customers on product matters, through its customer service hotline.

56

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Corporate Social Responsibility

Dalam mewujudkan misinya Meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik, Kalbe senantiasa aktif dalam tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari aktivitas usahanya. Seiring berkembangnya Kalbe serta kebijakan Tata Kelola Perusahaan, pada tahun 2006 dibentuklah Kalbe Berbagi yang berfungsi sebagai wadah aktivitas tanggung jawab sosial Kalbe. Fokus kegiatan Kalbe Berbagi terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: Akademi Kalbe Berbagi, Klinik Kalbe Berbagi dan Sarana Kalbe Berbagi. Akademi Kalbe Berbagi, merupakan aktivitas tanggung jawab sosial yang disalurkan dalam bidang pendidikan. Akademi Kalbe Berbagi dilaksanakan dengan penyelenggaraan Ristek-Kalbe Science Award dengan tema Recognizing Scientific Achievement, sebuah penghargaan untuk Peneliti dan Penelitian di bidang Life Sciences dan Teknologi yang dapat diterapkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat banyak, pada tanggal 31 Oktober 2008 bersamaan dengan peringatan hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-13 dan ulang tahun Kalbe yang ke-42 bertempat di Jakarta. Klinik Kalbe Berbagi, merupakan aktivitas tanggung jawab sosial yang disalurkan dalam bentuk bantuan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Selama tahun 2008, Klinik Kalbe Berbagi telah sering dilaksanakan, antara lain adalah dalam bentuk pengadaan posko pengobatan gratis kepada 450 warga di Driven by its mission To improve health for a better life, Kalbe is actively involved in corporate social responsibility programs as an integrated part of its business activities. In line with Kalbes expanded operations and corporate governance policies, in 2006 Kalbe launched an organization-wide initiative called Kalbe Cares, as an umbrella program under which all the Companys social responsibility activities are coordinated. Kalbe Cares emphasizes three key components: Kalbe Cares Academy, Kalbe Cares Clinic and Kalbe Cares Facility. Kalbe Cares Academy is a series of social responsibility activities focused on education. Kalbe Cares Academy organized Ristek-Kalbe Science Award under the theme of Recognizing Scientific Achievement. This award, acknowledging both Researchers and Research in Life Sciences and Technology with potential applications to benefit the general well-being of society, premiered in Jakarta on October 31, 2008, in conjunction with the commemoration of the 13th Anniversary of National Technology Resurgence Day and Kalbes 42nd Anniversary. Kalbe Cares Clinic handles social responsibility activities, implementing medical assistance to stimulate superior community health. In 2008, Kalbe Cares Clinic was frequently set up; for instance, in March a temporary medical center

Aktif dalam tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari aktivitas usaha Kalbe untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sehat.
Actively involve ourselves in corporate social responsibility programs, as an integrated part of Kalbes business activities, to improve health for a better life.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

57

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility

desa Cikahuripan, Jawa Barat pada bulan Maret. Pada bulan yang sama, Klinik Kalbe Berbagi ikut bekerja sama dalam penyediaan obat-obatan untuk pengobatan gratis bagi 10.000 orang di GOR Wisanggeni,Tegal. Pada bulan Juni 2008, Klinik Kalbe Berbagi ikut berpartisipasi dalam acara pengobatan gratis bagi 300 warga Kampung Tipar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Segenap proses kegiatan tersebut melibatkan 57 orang dalam berbagai bidang serta sebanyak 7 dokter dan 3 apoteker yang melayani proses pemeriksaan pasien. Pada tanggal 11 September 2008 dalam rangka memperingati Ulang Tahun Kalbe Farma yang ke-42, Klinik Kalbe Berbagi melalui program MIXAGRIP Peduli Sehat telah mengadakan pelayanan pemberian pengobatan gratis di daerah kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kali Deres, Jakarta Barat. Jumlah masyarakat yang terlayani sejumlah 1.100 orang dengan tim yang diturunkan terdiri dari 26 tenaga medis dan 27 apoteker dan 23 perawat, serta 110 relawan dari Grup Kalbe, Yayasan Emong Lansia, Jakarta dan para relawan lainnya. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah konsultasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan dokter pada umumnya. Selain itu juga diadakan pembagian paket sembako. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Tegal Alur, terutama pada bulan puasa. Kegiatan Klinik Kalbe Berbagi melalui MIXAGRIP Peduli Sehat tersebut juga dilaksanakan di beberapa kota sekitarnya. Kegiatan pengobatan gratis ini, yang merupakan wujud komitmen Kalbe untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Sarana Kalbe Berbagi, merupakan aktivitas tanggung jawab sosial yang disalurkan dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang layak sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pada bulan Maret 2008, Sarana Kalbe Berbagi melakukan pembangunan sarana sanitasi di desa Cikahuripan. Pembangunan sarana mandi cuci kakus dan penampungan air utama serta saluran air ke masing-masing rumah penduduk diharapkan dapat merubah pola hidup sehat pada masyarakat setempat, khususnya dalam hal sanitasi.

was erected to provide health services for 450 residents of Cikahuripan Village, West Java. In the same month, Kalbe Cares Clinic collaborated in supplying medicine to 10,000 people at GOR Wisanggeni, Tegal. In June 2008, Kalbe Cares Clinic participated in providing free medical services for 300 residents of Kampung Tipar, Bogor Regency, West Java. This series of activities involved 57 people in various professions, as well as 7 doctors and 3 pharmacists for conducting medical check-ups. On September 11, 2008, at Kalbe Farmas 42nd Anniversary celebration, Kalbe Cares Clinic, through its MIXAGRIP Cares for Health (MIXAGRIP Peduli Sehat) program offered free medical services in the area of Tegal Alur (Kali Deres subdistrict) in West Jakarta. 1,100 people were given free medical check-ups and treatments by a team consisting of 26 medical professionals, 27 pharmacists and 23 nurses as well along with 110 volunteers from the Kalbe Group, Emong Lansia Foundation, Jakarta and others. Activities conducted included health consultation, blood pressure measurement and general medical checkups. In addition, there was also a distribution of packages containing staple goods for the community. Kalbe expects that such activities will provide relief for the community of Tegal Alur, particularly during the fasting month. Kalbe Cares Clinic activities, through the MIXAGRIP Cares for Health (MIXAGRIP Peduli Sehat) were also organized in other neighboring cities. Providing medical services free of charge to the community represents one significant form of Kalbes commitment to serve the community. Kalbe Cares Facility encompasses social responsibility through provision of proper health facilities designed to raise the living quality of the community. In March 2008, Kalbe Cares assisted in building sanitary facilities in Cikahuripan village. Kalbe expects that the construction of public toilets and main water tanks, as well as infrastructure for distributing water to homes, will promote a significant change in the local community towards a healthier lifestyle, particularly with respect to sanitation.

58

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Melangkah Dengan Taktis


Moving Prudently Ahead

Tinjauan Keuangan Financial Review

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

59

Analisis dan Diskusi Manajemen


Management Discussion and Analysis

Laporan Laba Rugi


Penjualan Bersih Kalbe berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 7.877,4 miliar pada tahun 2008; meningkat sebesar 12,5% dari Rp 7.004,9 miliar pada tahun 2007. Kenaikan harga telah dilakukan atas beberapa produk terutama untuk mengimbangi biaya bahan baku yang meningkat. Penjualan bersih dari Divisi Distribusi dan Kemasan memberikan kontribusi terbesar, yaitu sebesar 27,5%, diikuti oleh Divisi Obat Resep, Divisi Nutrisi, dan Divisi Produk Kesehatan, yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 27,1%, 24,5% dan 20,9%. Sekitar 96,3% penjualan dihasilkan dari pasar dalam negeri. Kalbe akan terus melakukan investasi dalam rangka memperluas pasar di tingkat regional serta di beberapa negara di Afrika dan akan terus memperluas jangkauan produk Kalbe.

Income Statement
Net Sales Kalbe succeeded in recording net sales of Rp 7,877.4 billion in 2008, up 12.5% over the Rp 7,004.9 billion generated in 2007. Moderate price increases were implemented across a number of specific products, primarily to offset higher raw material costs. Net sales from the Distribution and Packaging Division provided the highest contribution to net sales in 2008 at 27.5%, followed by Prescription Pharmaceuticals, Nutritionals and Consumer Health, with their respective shares of 27.1%, 24.5% and 20.9%. Approximately 96.3% of sales were generated in Indonesia. Kalbe will continue making investments in order to expand its markets in the region, as well as in a number of African countries, whilst pursuing greater coverage of our product range.

Penjualan Bersih berdasarkan Segmen Bisnis (Rp miliar) Net Sales by Business Segment (Rp billion)

2008 Rp miliar Rp billion


Obat Resep / Prescription Pharmaceuticals Produk Kesehatan / Consumer Health Nutrisi / Nutritionals Distribusi dan Kemasan / Distribution and Packaging Total Penjualan Bersih / Total Net Sales 2,131.4 1,648.5 1,927.3 2,170.2 7,877.4

2007 % Total
27.1 20.9 24.5 27.5 100.0

Rp miliar Rp billion
1,806.3 1,856.2 1,600.0 1,742.4 7,004.9

% Total
25.8 26.5 22.8 24.9 100.0

Naik/(Turun) Increase/ (Decrease)


325.1 (207.7) 327.3 427.8 872.5

Perubahan Change (%)


18.0 (11.2) 20.5 24.5 12.5

Penjualan Bersih Divisi Obat Resep Divisi Obat Resep memberikan kontribusi sebesar 27,1% terhadap total penjualan bersih Perseroan, dengan penjualan bersih sebesar Rp 2.131,4 miliar pada tahun 2008, atau tumbuh sebesar 18,0% dari Rp 1.806,3 miliar pada tahun 2007. Strategi Perseroan yang fokus kepada penyediaan produk dan layanan yang berbeda-beda untuk setiap segmen pasar telah mendorong pertumbuhan penjualan Divisi Obat Resep yang pada dasarnya terdiri dari produk lisensi, generik bermerek, generik umum dan produk baru.

Net Sales of the Prescription Pharmaceuticals Division The Prescription Pharmaceuticals Division provided a contribution of 27.1% to the Companys total net sales. The Division netted Rp 2,131.4 billion in sales during 2008, representing an increase of 18.0% compared to its 2007 net sales of Rp 1,806.3 billion. The growth in the Prescription Pharmaceuticals business, which is made up of licensed products, branded generics, other generics as well as new products, was driven by the Companys strategy to focus on a diverse line-up of products and services to target different market segments. Net Sales of the Consumer Health Division The Consumer Health Division accounted for 20.9% of the Companys total net sales, decreasing from the contribution provided in 2007, which reached 26.5%. Such performance was weighed down by the sales of Energy Drinks, which

Penjualan Bersih Divisi Produk Kesehatan Divisi Produk Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 20,9% terhadap total penjualan bersih Perseroan, atau menurun jika dibandingkan dengan kontribusi pada tahun 2007 yang sebesar 26,5%. Penurunan tersebut dikarenakan belum
60 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Penjualan Bersih Net Sales


Miliar Rupiah Billion Rupiah

Laba Usaha Operating Profit


Miliar Rupiah Billion Rupiah

Laba Bersih Net Income


Miliar Rupiah Billion Rupiah

7,877
7,005 5,871 5,043 6,072 924

1,060 1,071

1,129

1,143
626

677

706

707

451

04 05 06 07

08

04 05 06 07

08

04 05 06 07

08

membaiknya penjualan minuman energi selama tahun 2008 yang disebabkan oleh semakin mengecilnya pasar minuman energi sementara persaingan dalam pasar tersebut semakin ketat. Meskipun demikian, Extra Joss tetap memimpin dalam pangsa pasar minuman energi di Indonesia. Secara keseluruhan, penjualan bersih Divisi Produk Kesehatan menurun sebesar 11,2% pada tahun 2008 menjadi Rp 1.648,5 miliar dari Rp 1.856,2 miliar pada tahun 2007. Extra Joss, Promag, Mixagrip, Komix, Procold, dan Neo Entrostop merupakan beberapa merek-merek utama dalam portofolio Kalbe yang telah memimpin posisi pasar untuk setiap kategori produk. Merek-merek ini merupakan dasar untuk inovasi di masa depan yang akan mendorong peningkatan penjualan. Penjualan Bersih Divisi Nutrisi Divisi Nutrisi memiliki prestasi yang menggembirakan dengan pencapaian pertumbuhan yang tinggi sebesar 20,5%. Divisi Nutrisi memberikan kontribusi sebesar 24,5% terhadap total penjualan bersih Perseroan, dengan penjualan bersih sebesar Rp 1.927,3 miliar pada tahun 2008, sedangkan pada tahun 2007 sebesar Rp 1.600,0 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh penjualan produk-produk formula untuk bayi, balita dan makanan kesehatan lainnya. Penjualan Bersih Divisi Distribusi dan Kemasan Pada tahun 2008, Divisi Distribusi dan Kemasan memberikan kontribusi terbesar terhadap total penjualan bersih Perseroan, yaitu sebesar 27,5%. Penjualan bersih Divisi Distribusi dan Kemasan meningkat sebesar 24,5% menjadi Rp 2.170,2 miliar pada tahun 2008 dibandingkan dengan Rp 1.742,4 miliar pada tahun 2007. Pertumbuhan ini disebabkan oleh keberhasilan Perseroan dalam pengembangan logistik, distribusi dan penjualan produk-produk dari pihak-pihak pemasok / prinsipal non-afiliasi yang bergerak di bidang kosmetik dan produk konsumer. Laba Kotor Laba kotor Perseroan meningkat 7,1% dari Rp 3.551,6 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp 3.803,6 miliar pada tahun 2008. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan beban pokok penjualan sebagai akibat dari meningkatnya harga bahan baku

have not managed a recovery in 2008, as the energy drinks market suffered further contraction whilst competition became even more intense. Despite these adverse conditions, Extra Joss maintained its leadership status in terms of market share amongst energy drinks sold in Indonesia. Overall, net sales from Consumer Health products dropped by 11.2% in 2008, to generate Rp 1,648.5 billion, compared to Rp 1,856.2 billion earned in 2007. Extra Joss, Promag, Mixagrip, Komix, Procold, and Neo Entrostop are among some of the key brands in Kalbes strong product portfolio which have secured market leadership standing within their respective product categories. These brands form the core foundation for potential innovative advances to promote future sales growth. Net Sales of the Nutritionals Division The Nutritionals Division recorded strong sales, with remarkable double-digit growth of 20.5%. Nutritional products contributed 24.5% to aggregate net sales, as the Division boosted its net sales to Rp 1,927.3 billion in 2008 as opposed to only Rp 1,600.0 billion in 2007. This healthy performance was propelled by sales of infant and childrens formulas as well as by other clinical food products.

Net Sales of the Distribution and Packaging Division In 2008, the Distribution and Packaging Division provided the largest contribution to the Companys overall net sales, amounting to 27.5%. Net sales from the Groups distribution and packaging business surged by 24.5% to Rp 2,170.2 billion in 2008, compared to the Rp 1,742.4 billion generated in 2007. Such growth was attributed to the Companys success in developing logistics, distribution and sales of cosmetics and other consumer products from suppliers / non affiliated principals.

Gross Profit The Companys Gross Profit increased by 7.1%, rising from Rp 3,551.6 billion in 2007 to Rp 3,803.6 billion in 2008. This was brought about by the Companys higher cost of goods sold, as the consequence of rising raw material prices combined with

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

61

dan juga melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. Marjin laba kotor menurun sebesar 2,4% dari 50,7% pada tahun 2007 menjadi 48,3% pada tahun 2008. Laba Kotor berdasarkan Segmen Bisnis (Rp miliar) Gross Profit by Business Segment (Rp billion) 2008 Rp miliar Rp billion Obat Resep / Prescription Pharmaceuticals Produk Kesehatan / Consumer Health Nutrisi / Nutritionals Distribusi dan Kemasan / Distribution and Packaging Total Laba Kotor / Total Gross Profit 1,395.9 1,058.8 1,060.7 288.2 3,803.6 % Total 36.7 27.8 27.9 7.6 100.0

the effects from the depreciation of the Rupiah against the US Dollar. Gross margin slightly fell by 2.4%, from 50.7% in 2007 to 48.3% in 2008.

2007 Rp miliar Rp billion 1,194.9 1,169.0 960.6 227.1 3,551.6 % Total 33.6 32.9 27.1 6.4 100.0

Naik/(Turun) Increase/ (Decrease) 201.0 (110.2) 100.1 61.1 252.0

Perubahan Change (%) 16.8 (9.4) 10.4 26.9 7.1

Beban Usaha Beban usaha Perseroan untuk tahun 2008 mencapai Rp 2.660,9 miliar sedangkan tahun 2007 sebesar Rp 2.422,3 miliar. Perseroan menyadari bahwa efisiensi operasional sangat penting dalam menghadapi persaingan. Dalam rangka mendorong efisiensi operasional, Perseroan selalu berusaha untuk terus meningkatkan produktivitas dan hasil sinergi melalui konsolidasi Grup Kalbe dan reorganisasi sejak merger pada akhir tahun 2005. Usaha ini menunjukkan hasil yang baik pada tahun 2008 dimana Perseroan berhasil menurunkan rasio beban usaha terhadap penjualan bersih sebesar 0,8% yaitu pada level 33,8% di tahun 2008 dibandingkan 34,6% di tahun 2007. Persentase biaya pemasaran atas penjualan bersih juga mengalami penurunan sebesar 0,9% dari 28,2% pada 2007 menjadi 27,3% pada 2008. Laba Usaha dan Laba Bersih Laba usaha Perseroan tumbuh sebesar 1,2% dari Rp 1.129,3 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp 1.142,7 miliar pada tahun 2008. Krisis ekonomi dunia yang berdampak kepada kenaikan harga minyak dunia dan bahan baku telah memberikan tekanan pada laba usaha Perseroan. Persentase laba usaha atas penjualan bersih pada tahun 2008 turun menjadi 14,5% dari 16,1% pada tahun 2007. Laba bersih Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 0,2% dari Rp 705,7 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp 706,8 miliar pada tahun 2008. Biaya pajak perusahaan mengalami penurunan dari 30,6% pada 2007 menjadi 30,3% pada 2008 sehubungan dengan diberlakukannya peraturan perpajakan baru yang menyebabkan penambahan potongan pajak penghasilan sebesar 5% bagi Kalbe sebagai induk Perusahaan. Arus Kas (Rp miliar) / Cash Flows (Rp billion)

Operating Expenses In 2008, the Operating Expenses of the Company amounted to Rp 2,660.9 billion, compared to Rp 2,422.3 billion spent in 2007. The Company fully realizes that operational efficiency is imperative to secure a competitive edge. To promote such operational efficiency, the Company persistently strives to improve productivity and synergy through the consolidation of Kalbe Group followed by reorganization subsequent to the merger at the close of 2005. This strategic move evidently paid off, as by 2008, the Company succeeded in pushing down the ratio of operating expenses to net sales by 0.8% to 33.8% in 2008, as against 34.6% the previous year. Marketing costs as a percentage of net sales were down by 0.9%, from 28.2% in 2007 to 27.3% in 2008.

Operating Profit and Net Profit The Companys Operating Profit grew by 1.2%, from the Rp 1,129.3 billion recorded in 2007 to Rp 1,142.7 billion in 2008. The global economic crisis, which resulted in higher oil and raw material prices, exerted pressure on the Companys operating profit. The operating margin (percentage of operating profit to net sales) in 2008 dropped to 14.5% from 16.1% in 2007. The Companys Net Profit registered 0.2% growth, moving from Rp 705.7 billion in 2007 to Rp 706.8 billion in 2008. The Companys tax rate fell from 30.6% in 2007 to 30.3% in 2008 with respect to the enforcement of a new tax regulation providing an additional tax cut of 5% for Kalbe as a Parent Company.

2008
Arus kas dari aktivitas operasi / Cash flows from operating activities Arus kas untuk aktivitas investasi / Cash flows used in investing activities Arus kas untuk aktivitas pendanaan / Cash flows used in financing activities Pengaruh bersih perubahan kurs pada kas dan setara kas yang didenominasi dalam mata uang asing / Net effect of changes in foreign exchange rates of foreign currency denominated cash and cash equivalents Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas / Increase (Decrease) in cash and cash equivalents 807.7 (186.2) (439.7) 23.7 181.8

2007
362.9 (42.3) (473.8) 8.3 (153.2)

62

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Aktivitas Operasional Sumber utama likuiditas Kalbe adalah dana tunai yang dihasilkan dari operasional. Kami percaya bahwa aliran dana tunai yang dihasilkan secara internal cukup untuk mendukung operasional usaha, pengeluaran modal, pembayaran dividen serta pembelian kembali saham. Aliran dana tunai operasional Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp 444,8 miliar, atau 122,6% dibandingkan dengan tahun 2007, sehubungan dengan kinerja operasional yang kuat dari hampir semua divisi. Selain itu, Perseroan juga berhasil mengefisienkan modal kerja antara lain melalui penerapan pengelolaan rantai pasokan (supply chain management). Efisiensi modal kerja Perseroan pada tahun 2008 ini antara lain ditunjukkan oleh menurunnya jangka waktu perputaran persediaan sebanyak 7 hari dan juga menurunnya jangka waktu penagihan (collection period) piutang dagang sebanyak 2 hari. Hari pembayaran hutang dagang mengalami penurunan sebanyak 7 hari terutama disebabkan oleh penurunan jumlah pembelian. Aktivitas Investasi Perseroan memandang efisiensi pengeluaran modal sebagai sebuah komponen yang sangat kritis dalam aktivitas investasi serta strategi pengelolaan keseluruhan dana tunai. Pengeluaran modal pada 2008 adalah Rp 305,2 miliar, dibandingkan Rp 224,6 miliar pada 2007. Persentase pengeluaran modal atas penjualan bersih adalah 3,9% pada 2008, dibandingkan 3,2% pada 2007. Aktivitas Pendanaan Dalam meningkatkan nilai kepada para pemegang saham, Perseroan meneruskan program pembelian kembali saham sebesar Rp 351,2 miliar pada 2008 dan Rp 218,3 miliar pada 2007 serta pembayaran dividen tunai senilai Rp 10 per saham atau total dividen senilai Rp 96,7 miliar. Dividen ini telah dibayarkan pada tanggal 20 Agustus 2008.

Operating Activities Kalbes primary source of liquidity is cash generated from operations. We believe that internally generated cash flows adequately support business operations, capital expenditures and shareholder dividends, as well as share repurchase transactions. The Companys operating cash flow increased by Rp 444.8 billion, or 122.6%, compared to the amount generated in 2007, a result of the strong operating performance by most divisions. Additionally, the Company has successfully tightened its working capital management, including commissioning of the supply chain management. Efficiency in the Companys working capital in 2008 is confirmed by the reduction in the Companys inventory turnover by 7 days coupled with a similarly lower collection period, cut by 2 days. Account payable turnover decreased by 7 days, due to the lower level of purchases made.

Investing Activities The Company views efficiency of capital spending as a critical component of investing activities, as well as our overall cash management strategies. Capital expenditures in 2008 were Rp 305.2 billion, compared to Rp 224.6 billion in 2007. Capital spending as a percentage of net sales was 3.9% in 2008, compared to 3.2% in 2007.

Financing Activities To optimize value to shareholders, the Company resumed its share repurchase program with a total investment of Rp 351.2 billion in 2008 and Rp 218.3 billion in 2007, as well as the payment of a cash dividend of Rp 10 per share, or a total dividend payment of Rp 96.7 billion, paid in full on August 20, 2008.

Neraca (Rp miliar) / Balance Sheets (Rp billion) 2008


Aktiva lancar / Current assets Aktiva tidak lancar / Non-current assets Jumlah Aktiva / Total Assets Kewajiban lancar / Current liabilities Kewajiban tidak lancar dan lain-lain / Non-current liabilities & others Total Kewajiban / Total Liabilities Ekuitas / Equity Jumlah Kewajiban dan Ekuitas / Total Liabilities and Equity 4,168.0 1,535.8 5,703.8 1,250.4 831 1,359.0 3,622.4 5,703.8

2007
3,760.0 1,378.2 5,138.2 754.6 996.7 1,121.2 3,386.9 5,138.2

Posisi Keuangan
Neraca Perseroan yang kuat jelas merupakan sebuah keuntungan pada kondisi pasar kredit yang sulit seperti saat ini dan Kalbe terus melanjutkan untuk memprioritaskan neraca yang kuat. Aktiva Perseroan mencatat total aktiva sebesar Rp 5.703,8 miliar pada tanggal 31 Desember 2008, meningkat 11,0% dibandingkan Rp 5.138,2 miliar pada tahun 2007. Aktiva lancar mengalami pertumbuhan sebesar 10,8% dari Rp 3.760,0 miliar pada

Financial Position
Having a strong balance sheet is clearly an advantage for the Company in the currently tight credit market. Thus, Kalbe intends to maintain its priority in securing a strong balance sheet. Assets As of December 31, 2008, the Company had total assets of Rp 5,703.8 billion, or increasing 11.0% in comparison to Rp 5,138.2 billion recorded in 2007. Current assets grew by 10.8% from Rp 3,760.0 billion in 2007 to Rp 4,168.0 billion

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

63

tahun 2007 menjadi Rp 4.168,0 miliar pada tahun 2008. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas sebesar 18,4% serta naiknya persediaan sebesar 12,6% sebagai akibat dari kenaikan harga bahan baku. Sementara pada total aktiva tidak lancar terjadi peningkatan sebesar 11,4% dari Rp 1.378,2 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp 1.535,8 miliar pada tahun 2008. Kewajiban Kewajiban Perseroan meningkat sebesar Rp 237,8 miliar menjadi Rp 1.359,0 miliar pada tahun 2008 dari Rp 1.121,2 miliar pada tahun 2007. Penyebab utama naiknya kewajiban Perseroan adalah pinjaman jangka pendek yang meningkat sebesar Rp 102,2 miliar dari Rp 43,7 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp 145,9 miliar pada tahun 2008, meningkatnya hutang pajak menjadi sebesar Rp 177,9 miliar pada tahun 2008 dari Rp 127,0 miliar pada tahun 2007. Pada bulan Juni 2006, Perseroan telah mengeluarkan obligasi dengan jangka waktu 3 tahun dan tingkat bunga tetap dengan jumlah pokok sebesar Rp300 miliar, dan telah menerima peringkat AA dari Pefindo. Pembiayaan modal kerja Kalbe dan anak perusahaan sejumlah Rp145,9 miliar pada tahun 2008 berasal dari kredit perbankan. Fasilitas kredit perbankan Kalbe dapat diperpanjang untuk periode tertentu sesuai peraturan dan persyaratan dari setiap perjanjian kredit. Ekuitas Saldo laba ditahan Perseroan meningkat sebesar 19,8% menjadi Rp 3.717,5 miliar pada tahun 2008 dari Rp 3.102,0 miliar pada tahun 2007. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2008, saham yang dibeli kembali oleh Perseroan mencapai Rp 569,5 miliar atau sejumlah 576.798.500 saham terkait dengan Program Pembelian Kembali Saham. Pada tahun 2008, ekuitas Perseroan meningkat sebesar 6,9% menjadi Rp 3.622,4 miliar dari Rp 3.386,9 miliar pada tahun 2007. Aksi Korporasi Kalbe mendapat persetujuan pemegang saham dalam hal Pembelian Kembali Saham Tahap II untuk melanjutkan Pembelian Kembali Saham Tahap I. Perseroan akan melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sampai dengan 5,1% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan, sehingga total dari keseluruhan adalah 10% atau 1.015.601.442 saham. Merujuk kepada Peraturan Bapepam-LK No.XI.B.3 dan Lampiran Keputusan Bapepam-LK No.KEP-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Dalam Kondisi Pasar Yang Berpotensi Krisis, Perseroan melakukan Pembelian Kembali Saham berdasarkan Peraturan Bapepam-LK tersebut dengan maksimal pembelian kembali saham sampai 20% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor Perseroan yang dimulai pada tanggal 14 November 2008 hingga 13 Februari 2009. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2008, saham yang telah diperoleh Perseroan sebesar 576.798.500 saham atau 5,7% dengan total biaya Rp 569,5 miliar.

in 2008. This improvement was attributed to an increase in cash and cash equivalents of 18.4% and higher inventories by 12.6%, as the result of rising raw material prices. At the same time, on the non-current assets side, there was an increase of 11.4%, from Rp 1,378.2 billion in 2007 to Rp 1,535.8 billion in 2008.

Liabilities The Companys liabilities rose by Rp 237.8 billion to Rp 1,359.0 billion in 2008 from Rp 1,121.2 billion in 2007. The main contributors to this increase in the liabilities are short term loans, which went up by Rp 102.2 billion from Rp 43.7 billion in 2007 to Rp 145.9 billion in 2008, the increase in taxes payable rising to Rp 177.9 billion in 2008 from Rp 127.0 billion in 2007.

In June 2006, the Company issued bonds at a total nominal value of Rp 300 billion with a tenor of 3 years and fixed interest rate. The bonds were rated AA by Pefindo. Funds for working capital used by Kalbe and its subsidiaries in the amount of Rp 145.9 billion in 2008 were sourced from bank loans. Kalbes loan facilities can be extended for a limited period of time in accordance with prevailing provisions and terms in the loan agreements. Equity The Companys retained earnings grew by 19.8% to Rp 3,717.5 billion in 2008 from Rp 3,102.0 billion in 2007. As at December 31, 2008, the shares, which had been repurchased by the Company through the Share Repurchase Program, were recorded at Rp 569.5 billion, equivalent to 576,798,500 shares. In 2008, total equity increased by 6.9% to reach Rp 3,622.4 billion from Rp 3,386.9 billion in 2007.

Corporate Action Kalbe has obtained approval from shareholders for the Share Repurchase Program Phase II, as the follow-up to the Share Repurchase Program Phase I. The Company will undertake to repurchase up to 5.1% of all shares issued and fully paid in the Company until the entire amount of shares repurchased reaches 10% or 1,015,601,442 shares.

With reference to Bapepam-LK Regulation No.XI.B.3 and Attachment to Bapepam-LK Decree No.KEP-401/BL/2008 dated October 9, 2008 concerning Repurchase of Shares Issued by Company During Market Conditions under Crisis, the Company will repurchase shares based on the above Bapepam-LK Regulation with a prescribed limit of 20% of the Companys issued and fully paid shares, as of November 14, 2008 up to February 13, 2009. By December 31, 2008, the Company has acquired a total of 576,798,500 shares or 5.7% at a total cost of Rp 569.5 billion.

64

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

PT KALBE FARMA Tbk dan Anak Perusahaan


Laporan keuangan konsolidasi beserta laporan auditor independen tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
PT KALBE FARMA Tbk and Subsidiaries

Consolidated financial statements with independent auditors report years ended December 31, 2008 and 2007

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

65

68 70 73 75 76 78

Laporan Auditor Independen Independent Auditors Report Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets Laporan Laba Rugi Konsolidasi Consolidated Statements of Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi Consolidated Statements of Changes in Shareholders Equity Laporan Arus Kas Konsolidasi Consolidated Statements of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Notes to the Consolidated Financial Statements

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

69

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

2008 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek, bersih Piutang usaha, setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sejumlah Rp5.520.542.958 pada tahun 2008 dan Rp3.693.765.727 pada tahun 2007 Piutang lain-lain Persediaan, bersih Aktiva lancar lainnya Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang hubungan istimewa Investasi jangka panjang Aktiva pajak tangguhan, bersih Tagihan restitusi pajak penghasilan Aset tetap, setelah dikurangi akumulasi penyusutan sejumlah Rp992.780.795.541 pada tahun 2008 dan Rp836.946.088.929 pada tahun 2007 Aktiva tidak berwujud, bersih Uang muka pembelian aset tetap Rugi transaksi penjualan dan penyewaan kembali ditangguhkan, bersih Aktiva tidak lancar lainnya Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 1.321.797.625.299 124.748.588.599

Catatan/ Notes

2007 ASSETS

2c,3 2d,4,12, 27b

1.116.346.134.197 175.833.152.370

CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Short-term investments, net Trade receivables, net of allowance for doubtful accounts of Rp5,520,542,958 in 2008 and Rp3,693,765,727 in 2007 Other receivables Inventories, net Other current assets Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS Due from related parties Long-term investments Deferred tax assets, net Claims for income tax refund Property, plant and equipment, net of accumulated depreciation of Rp992,780,795,541 in 2008 and Rp836,946,088,929 in 2007 Intangible assets, net Advances for purchases of equipment Deferred loss on sale-andleaseback transactions, net Other non-current assets Total Non-current Assets TOTAL ASSETS

935.357.382.409 65.803.613.758 1.606.123.881.887 114.223.744.576 4.168.054.836.528

2e,5,12 2f,2g,6, 7,12,22 2h,8

869.572.349.473 57.501.290.031 1.427.067.984.707 113.686.715.546 3.760.007.626.324

4.838.713.018 33.063.849.878 44.005.488.464

2f,6 2b,9 2t,15 2t,15

7.881.257.877 703.556.143 31.108.605.528 21.115.908.317

1.327.346.591.354

2f, 2i,2j,6,10, 12,22,23 2b,2m, 82.407.284.714 2o,11,23 24.358.702.733

1.204.147.773.194 71.023.152.528 26.311.521.501

246.071.514 19.510.873.695 1.535.777.575.370 5.703.832.411.898

2j,10 2k,27a,27v

900.020.787 15.013.084.781 1.378.204.880.656 5.138.212.506.980

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
70 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (continued) December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

2008 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Pinjaman jangka pendek Hutang usaha Hutang lain-lain Biaya masih harus dibayar Hutang pajak Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Hutang obligasi, bersih Hutang sewa guna usaha Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan, bersih Hutang jangka panjang: Hutang obligasi, bersih Hutang sewa guna usaha Estimasi kewajiban imbalan kerja karyawan Selisih lebih akumulasi kerugian atas biaya perolehan investasi Perusahaan asosiasi Jumlah Kewajiban Tidak Lancar JUMLAH KEWAJIBAN GOODWILL NEGATIF HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 145.888.622.451 305.567.569.948 92.524.190.230 269.366.487.438 177.900.635.770 258.550.034.422 574.290.696 1.250.371.830.955

Catatan/ Notes

2007 LIABILITIES AND SHAREHOLDERS EQUITY

4,5,7,10,12 13 14 2t,15 2n,16 2j,10

43.716.669.680 328.290.780.126 45.740.153.224 207.403.837.295 127.041.938.910

CURRENT LIABILITIES Short-term loans Trade payables Other payables Accrued expenses Taxes payable Current maturities of long-term debts: Bonds payable, net 2.435.734.819 Obligations under capital leases Total Current Liabilities NON-CURRENT LIABILITIES Deferred tax liabilities, net Long-term debts: Bonds payable, net Obligations under capital leases Estimated liabilities for employees service entitlement benefits Accumulated loss of Associated company in excess of investment cost Total Non-current Liabilities TOTAL LIABILITIES NEGATIVE GOODWILL MINORITY INTERESTS IN NET ASSETS OF SUBSIDIARIES

754.629.114.054

7.710.730.395 490.843.640 99.515.700.749 900.824.853 108.618.099.637 1.358.989.930.592 306.661.835

2t,15 2n,16 2j,10 2s,26 2b,9

9.999.414.172 267.203.103.234 762.673.761 88.208.316.253 385.512.278 366.559.019.698 1.121.188.133.752

2b

350.891.886

722.136.665.972

2b,17

629.811.540.114

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

71

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (continued) December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

2008 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp50 per saham Modal dasar 17.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 10.156.014.422 saham Agio saham Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak perusahaan Selisih nilai revaluasi aset tetap Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali

Catatan/ Notes

2007 SHAREHOLDERS EQUITY Capital stock - Rp50 par value per share Authorized 17,000,000,000 shares Issued and fully paid 507.800.721.100 10,156,014,422 shares 2.640.000.000 Additional paid-in capital Differences arising from changes 1.513.327.078 in Subsidiaries equities Revaluation increment in property, 4.153.339.938 plant and equipment Difference in values of restructuring transactions among entities (36.758.673.814) under common control Unrealized gains (losses) on appreciation (decline) in market values of 21.834.367.449 short-term investments, net Differences arising from 2.001.247.563 foreign currency translations Retained earnings 26.032.253.263 Appropriated 3.075.956.684.267 Unappropriated Treasury stock 576,798,500 shares in 2008 and 170,754,500 shares in 2007 Shareholders Equity, Net TOTAL LIABILITIES AND SHAREHOLDERS EQUITY

507.800.721.100 2.640.000.000 290.923.253 (36.758.673.814)

18 2b 2i,19

Laba (rugi) belum direalisasi atas kenaikan (penurunan) nilai pasar investasi jangka pendek, bersih (4.649.401.679) Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 5.056.658.788 Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 33.089.195.230 Belum ditentukan penggunaannya 3.684.440.514.806 Modal saham yang diperoleh kembali 576.798.500 saham pada tahun 2008 dan 170.754.500 saham pada tahun 2007 (569.510.784.185) Ekuitas, Bersih JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 3.622.399.153.499 5.703.832.411.898

2d,4 2b 18

2l,18

(218.311.325.616) 3.386.861.941.228 5.138.212.506.980

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
72 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah)
Catatan/ Notes 2f,2p,2u, 5,20,21 2f,2p,2s,2u, 6,7,20,22,26

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

2008 PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR 7.877.366.385.633 4.073.725.872.514 3.803.640.513.119

2007 7.004.909.851.908 3.453.279.199.660 3.551.630.652.248 NET SALES COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT

BEBAN USAHA Penjualan Umum dan administrasi Riset dan pengembangan Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Laba selisih kurs, bersih Laba atas penjualan aset tetap Laba atas penjualan investasi jangka pendek Beban bunga dan keuangan Rupa-rupa, bersih Penghasilan Lain-lain, Bersih LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Tahun berjalan Tangguhan Beban Pajak Penghasilan, Bersih

2f,2p,2s,6,8, 10,23,26,27c, 2.153.298.745.391 27h,27i,27j 453.356.346.569 54.273.018.638 2.660.928.110.598 1.142.712.402.521

1.979.034.803.322 397.314.069.867 45.927.236.573 2.422.276.109.762 1.129.354.542.486

OPERATING EXPENSES Selling General and administrative Research and development Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS

54.020.602.978 42.553.538.201 6.481.675.348 1.008.557.308

3,4,24 2q,2r,29 2i,10 2d

66.387.371.726 26.755.340.368 9.306.069.050 2.840.431.635 (56.354.725.106) (19.621.793.069) 29.312.694.604 1.158.667.237.090

(52.045.670.252) 12,16,25 (16.709.254.159) 2n,11,15,30 35.309.449.424 1.178.021.851.945

OTHER INCOME (CHARGES) Interest income Gain on foreign exchange, net Gain on sales of property and equipment Gain on sales of short-term investments Interest expense and financial charges Miscellaneous, net Other Income, Net INCOME BEFORE INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) Current Deferred Income Tax Expense, Net

(356.433.056.594) 3.915.837.997 (352.517.218.597)

2t,15

(354.756.035.600) 7.736.038.386 (347.019.997.214)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

73

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (lanjutan) Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME (continued) Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

2008 LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba usaha Laba bersih 117 72

Catatan/ Notes

2007 INCOME BEFORE MINORITY INTERESTS IN NET EARNINGS OF SUBSIDIARIES MINORITY INTERESTS IN NET EARNINGS OF SUBSIDIARIES NET INCOME BASIC EARNINGS PER SHARE

825.504.633.348 (118.682.487.158) 706.822.146.190 2b

811.647.239.876 (105.953.043.197) 705.694.196.679

2v,18,28

112 70

Income from operations Net income

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
74 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah) PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)
The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah) PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

Saldo Laba/ Retained Earnings Telah Ditentukan Penggunaannya/ Appropriated Sub-jumlah/ Sub-total 2.497.335.415.071 2.994.816.751.748 19.266.436.724 2.478.068.978.347 Belum Ditentukan Penggunaannya/ Unappropriated Modal Saham Yang Diperoleh Kembali/ Treasury Stock Ekuitas, Bersih/ Shareholders Equity, Net

Catatan/ Notes 1.014.164.531 4.153.339.938

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Issued and Fully Paid Capital

Agio Saham/ Additional Paid-in Capital

Selisih Transaksi Selisih Perubahan Ekuitas Nilai Revaluasi Anak Perusahaan/ Aset Tetap/ Differences Arising Revaluation from Changes Increment in in Subsidiaries Property, Plant Equities and Equipment

Selisih Kurs atas Penjabaran Laporan Keuangan/ Differences Arising from Foreign Currency Translations

Saldo pada tanggal 31 Desember 2006

507.800.721.100

2.640.000.000

Selisih Kurs 285.452.817 atas


6.765.816.539 -

Balance as of December 31, 2006

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Issued and Agio Saham/ Fully Paid Additional Capital - Paid-in Capital 507.800.721.100 2.640.000.000 -

Selisih Transaksi Selisih Perubahan Ekuitas Nilai Revaluasi Anak Perusahaan/ Aset Tetap/ Differences Arising Revaluation from Changes Increment in in Subsidiaries - Property, Plant Equities 499.162.547 and Equipment 1.014.164.531 4.153.339.938 (6.765.816.539) Saldo Laba/ Retained Earnings -

1.715.794.746

Laba (Rugi) Belum Direalisasi atas Kenaikan Selisih (Penurunan) Transaksi Nilai Pasar Restrukturisasi Investasi Entitas Jangka Sepengendali/ Pendek, bersih/ Difference in Unrealized Values of Gains (Losses) on Restructuring Appreciation Transactions (Decline) in Laba (Rugi) Belum among Entities Market Values Direalisasi atas Under Common of Short-term Kenaikan Control Investments, net Selisih (Penurunan) Transaksi Nilai Pasar (36.758.673.814 ) 18.346.332.105 Restrukturisasi Investasi Entitas Jangka Sepengendali/ Pendek, bersih/ Difference in Unrealized Values of Gains (Losses) on Restructuring Appreciation Transactions (Decline) in among Entities Market Values Under Common of Short-term 3.488.035.344 Control - Investments, net (36.758.673.814 ) 18.346.332.105 -

Penjabaran Laporan Keuangan/ Differences Arising 1.715.794.746 from Foreign Currency Translations 285.452.817Telah Ditentukan Penggunaannya/Appropriated 19.266.436.724Sub-jumlah/ Sub-total 2.497.335.415.071) (101.560.144.220 519.470.000 705.694.196.679 3.101.988.937.530 (101.560.144.220 ) 519.470.000 705.694.196.679 3.101.988.937.530 5.426.320.535 (101.560.144.220 ) 4.852.450.001 706.822.146.190 3.717.529.710.036

Belum Ditentukan Penggunaannya/Unappropriated 2.478.068.978.347) (101.560.144.220 519.470.000 705.694.196.679 (6.765.816.539 3.075.956.684.267) (7.056.941.967) (101.560.144.220) 519.470.000 705.694.196.679 3.075.956.684.267 5.426.320.535 (101.560.144.220) 4.852.450.001 (7.056.941.967) 706.822.146.190 3.684.440.514.806

Modal Saham Yang Diperoleh Kembali/ Treasury Stock (218.311.325.616) -(218.311.325.616) -(218.311.325.616) -(351.199.458.569) (218.311.325.616) -(569.510.784.185)

Ekuitas, Bersih/ Shareholders 3.488.035.344 Equity, Net 499.162.547 (218.311.325.616 ) 2.994.816.751.748 (101.560.144.220 ) 519.470.000 705.694.196.679
3.386.861.941.228-

507.800.721.100 -

2.640.000.000 499.162.547 - 50.576.772 1.513.327.078 (1.272.980.597 ) - 290.923.253 7.056.941.96733.089.195.230 (4.153.339.938) - -(36.758.673.814 ) -(4.649.401.679 ) -3.055.411.225 5.056.658.788 -

1.513.327.078 - - 4.153.339.938 -

4.153.339.938 --(36.758.673.814 )
-

(36.758.673.814 ) 3.488.035.344 -(26.483.769.128 ) 21.834.367.449 3.055.411.225 -2.001.247.5637.056.941.967 --26.032.253.263-

21.834.367.449 1.715.794.746 -

2.001.247.563

6.765.816.539 26.032.253.263

1.715.794.746
3.488.035.344 3.055.411.225 499.162.547 (218.311.325.616 ) (101.560.144.220 ) 519.470.000 (26.483.769.128 ) 705.694.196.679 50.576.772 (351.199.458.569 ) 3.386.861.941.228 (101.560.144.220 ) 4.852.450.001 706.822.146.190 3.055.411.225 3.622.399.153.499

- - 507.800.721.100 -

- - 2.640.000.000 -

- 507.800.721.100

- 2.640.000.000

Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya untuk cadangan umum 18 Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan Laba belum direalisasi atas kenaikan nilai pasar investasi jangka pendek 2d,4 Catatan/ Perusahaan Notes Anak perusahaan Pembelian kembali saham 2l,18 Saldo pada tanggal 31kas Pembagian dividen Desember 2006 18 Dividen atas penarikan kembali saham Laba bersih tahun 2007 Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya untuk cadangan umum 18 Saldo pada tanggal 31 Desember 2007 Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan Laba belum direalisasi atas kenaikan Saldo laba yang telah ditentukan nilaipenggunaannya jangka pendek umum 2d,418 pasar investasi untuk cadangan Selisih kurs Perusahaan atas penjabaran laporan keuangan Anak perusahaan Laba (rugi) belum direalisasi atas kenaikan 2l,18 Pembelian kembali saham (penurunan) nilai Pembagian dividen kas pasar investasi 182d,4 Dividenjangka pendek kembali saham atas penarikan Perusahaan Laba bersih tahun 2007 Anak perusahaan Pembelian kembali saham 2l,18 Saldo pada tanggal 31 Desember 2007 Reklasifikasi sehubungan dengan penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2007) 2i,19 Pembagian telah kas 18 Saldo laba yangdividenditentukan Dividen atas penarikan kembali saham penggunaannya untuk cadangan umum 18 Laba bersih penjabaran Selisih kurs atastahun 2008 laporan keuangan Saldo belum direalisasi atas kenaikan Laba (rugi)pada tanggal 31 Desember 2008 (penurunan) nilai pasar investasi 2d,4 jangka pendek Perusahaan Anak perusahaan Pembelian kembali saham 2l,18 Reklasifikasi sehubungan dengan penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2007) 2i,19 Pembagian dividen kas 18 Dividen atas penarikan kembali saham Laba bersih tahun 2008

290.923.253 (36.758.673.814 ) (4.649.401.679 ) (1.272.980.597 ) (4.153.339.938) 5.056.658.788

50.576.772 -

(26.483.769.128 ) -

33.089.195.230

5.426.320.535 (101.560.144.220) 4.852.450.001 706.822.146.190 3.684.440.514.806

5.426.320.535 (101.560.144.220 ) 4.852.450.001 706.822.146.190 3.717.529.710.036

(351.199.458.569) (569.510.784.185)

(26.483.769.128 ) 50.576.772 (351.199.458.569 ) (101.560.144.220 ) 4.852.450.001 706.822.146.190 3.622.399.153.499

Appropriation of retained earnings for general reserve Differences arising from foreign currency translations Unrealized gains on appreciation in market values of short-term investments Company Subsidiaries Buy back of shares Balance as of December 31, 2006 Distribution of cash dividends Dividends from treasury stock Net income for 2007 Appropriation of retained earnings for general 31, 2007 Balance as of December reserve Differences arising from foreign currency translations Unrealized gains on appreciation in market Appropriation of retained earnings for general reserve values of short-term investments Differences arising from Company foreign currency translations Subsidiaries Unrealized gains (losses) onback of shares Buy appreciation (decline) in marketcash dividends values of Distribution of short-term investments Dividends from treasury stock Company Net income for 2007 Subsidiaries Balance as of Buy back of 31, 2007 December shares Reclassification arising from adoption of PSAK No. 16 (Revised 2007) Distribution of cash dividends Appropriation of retained earnings for Dividends from treasury stock general reserve Net income for 2008 Differences arising from foreign currency translations Balance as (losses) on appreciation Unrealized gains of December 31, 2008 (decline) in market values of short-term investments Company Subsidiaries Buy back of shares Reclassification arising from adoption of PSAK No. 16 (Revised 2007) Distribution of cash dividends Dividends from treasury stock Net income for 2008

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

Saldo pada tanggal 31 Desember 2008

507.800.721.100

2.640.000.000

Balance as of December 31, 2008

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

75

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

2008 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas untuk pemasok dan karyawan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan tagihan restitusi pajak penghasilan Pembayaran biaya iklan, pameran dan promosi Pembayaran pajak penghasilan Pembayaran untuk beban operasi lainnya, bersih Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan investasi jangka pendek dan deposito berjangka Penerimaan penghasilan bunga Hasil penjualan aset tetap Penempatan pada investasi jangka pendek dan deposito berjangka Perolehan aset tetap Penerimaan dari aktivitas investasi lainnya, bersih Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan hutang bank Penerimaan setoran modal saham dari pemegang saham minoritas Anak perusahaan Penarikan kembali saham Pembayaran hutang bank Pembayaran dividen kas Perusahaan Anak perusahaan Pembayaran beban bunga Pembelian kembali obligasi Pembayaran hutang sewa guna usaha Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan

Catatan/ Notes

2007 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash received from customers Cash paid to suppliers and employees Cash provided by operations Receipts of claims for income tax refund Payments of advertising, exhibition and promotion expenses Payments of income taxes Payments for other operating expenses, net Net Cash Provided by Operating Activities

7.804.970.069.835 (4.505.841.240.394) 3.299.128.829.441 8.049.202.297 (1.063.640.714.293) (356.142.206.993) (1.079.694.575.108) 807.700.535.344

6.962.234.826.198 (4.423.686.203.531) 2.538.548.622.667 12.186.681.704 (970.452.832.884) (401.616.894.337) (815.767.338.304) 362.898.238.846

460.518.817.622 56.492.357.164 10.172.535.153 (408.425.696.543) (305.198.137.295) 215.179.709 (186.224.944.190) 10

CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Proceeds from sale of short-term 883.224.708.073 investments and time deposits 70.719.155.436 Interest income received Proceeds from sale of property 24.829.307.166 and equipment Placements in short-term (796.516.017.307) investments and time deposits Acquisitions of property, plant (224.597.075.433) and equipment Proceeds from other investing 68.838.853 activities, net (42.271.083.212) Net Cash Used in Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceeds from bank loans Receipts of capital contributions from Subsidiaries minority shareholders Buy back of shares Payments of bank loans Payments of cash dividends Company Subsidiaries Payments of interest expense Re-purchase of bonds Payments of obligations under capital leases Net Cash Used in Financing Activities

292.853.342.945 500.000.000 (351.199.458.569) (190.681.390.174) (96.707.694.218) (26.731.845.186) (55.354.893.471) (9.851.000.000) (2.526.845.665) (439.699.784.338)

101.250.782.299 (218.311.325.616) (145.891.720.137) (100.786.240.522) (25.704.006.556) (54.942.128.859) (21.000.000.000) (8.404.828.300) (473.789.467.691)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
76 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (lanjutan) Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS (continued) Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah)

2008 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS Pengaruh Bersih Perubahan Kurs pada Kas dan Setara Kas yang Didenominasi dalam Mata Uang Asing KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN Dikurangi: Saldo Kas dan Setara Kas milik PML, yang tidak lagi dikonsolidasi KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.321.797.625.299 181.775.806.816

Catatan/ Notes

2007 NET INCREASE (DECREASE) IN (153.162.312.057) CASH AND CASH EQUIVALENTS Net Effect of Changes in Foreign Exchange Rates of Foreign Currency Denominated Cash and Cash Equivalents CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR

23.675.684.286 1.116.346.134.197 3

8.267.540.840 1.261.454.016.042

2b 3

Deduct: Cash and Cash Equivalents of PML which is no longer (213.110.628) consolidated 1.116.346.134.197 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR

PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas Investasi dan Pendanaan Yang Tidak Mempengaruhi Kas: Reklasifikasi aset dalam pengerjaan 50.719.332.153 10 269.049.429.111

ADDITIONAL DISCLOSURES Investing and Financing Activities Not Affecting Cash Flows: Reclassification of constructions in progress Reclassification of advances for purchases of property, plant and equipment Additions to assets under capital leases through incurrence of obligations under capital leases

Reklasifikasi uang muka aset tetap Penambahan aset sewa guna usaha melalui hutang sewa guna usaha

3.476.333.551

123.450.480.541

275.885.250

10

8.780.600.000

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

77

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Kalbe Farma Tbk. (Perusahaan) didirikan di Negara Republik Indonesia, dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 yang telah diubah dengan Undang-undang No. 12 Tahun 1970 berdasarkan akta notaris Raden Imam Soesetyo Prawirokoesoemo No. 3 pada tanggal 10 September 1966. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman (Menkeh) Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/72/23 tanggal 12 September 1967 dan diumumkan dalam Tambahan No. 234, Berita Negara Republik Indonesia No. 102 pada tanggal 22 Desember 1967. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris DR. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., No. 309, tanggal 25 Juni 2008, mengenai perubahan anggaran dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal. Perubahan terakhir ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU70062.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 26 September 2008. Seperti yang dinyatakan dalam anggaran dasarnya, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi, antara lain usaha dalam bidang industri dan distribusi produk farmasi (obatobatan bagi manusia dan hewan). Saat ini, Perusahaan terutama bergerak dalam bidang produksi dan pengembangan produk farmasi. Perusahaan memulai operasi komersial pada tahun 1966. Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dimana kantor pusat berada di Gedung KALBE, Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 sedangkan fasilitas pabriknya berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon, Jl. M.H. Thamrin, Blok A3-1, Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

1.

GENERAL a. Establishment of the Company PT Kalbe Farma Tbk. (the Company) was established in the Republic of Indonesia, within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 Year 1968, as amended by Law No. 12 Year 1970, based on notarial deed No. 3 of Raden Imam Soesetyo Prawirokoesoemo dated September 10, 1966. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice (MOJ) of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. J.A.5/72/23 dated September 12, 1967, and was published in Supplement No. 234 of State Gazette No. 102 dated December 22, 1967. The Companys articles of association has been amended from time to time, the last amendment of which was drawn up in notarial deed No. 309 of DR. Irawan Soerodjo, S.H., Msi., dated June 25, 2008, concerning the changes of the Companys articles of association to conform with Law No. 40 Year 2007 of Limited Liability Company and prevailing regulations in the Capital Market. These latest amendments have been approved by the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU70062.AH.01.02. Tahun 2008 dated September 26, 2008. As stated in its articles of association, the scope of activities of the Company comprises, among others, manufacture and distribution of pharmaceutical products (human and animal healthcare). Currently, the Company is primarily engaged in the production and development of pharmaceutical products. The Company started its commercial operations in 1966. The Company is domiciled in Jakarta, with its head office located at KALBE Building Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 while production plants is located at Kawasan Industri Delta Silicon, Jl. M.H. Thamrin, Block A3-1, Lippo Cikarang, Bekasi, West Java.

78

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

UMUM (lanjutan) b. Penawaran umum saham Perusahaan dan kegiatan Perusahaan lainnya Ringkasan kegiatan Perusahaan (corporate actions) yang mempengaruhi efek yang diterbitkan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum perdana sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham/ Number of Shares

1.

GENERAL (continued) b. Public offering of the Companys shares and other corporate actions A summary of the Companys corporate actions that affect the issued shares of the Company from the date of the initial public offering of its shares up to December 31, 2008 is as follows:

Kegiatan Perusahaan Penawaran umum perdana dan pencatatan sebagian saham Perusahaan Pencatatan saham Perusahaan Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) Pembagian saham bonus Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) Penawaran umum terbatas Pembagian saham bonus Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) Pembagian dividen saham Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) Perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000 menjadi Rp500 per saham (stock split) Perubahan nilai nominal saham dari Rp500 menjadi Rp100 per saham (stock split) Pembagian saham bonus Perubahan nilai nominal saham dari Rp100 menjadi Rp50 per saham (stock split)

Tanggal/ Date

Nature of Corporate Actions Initial public offering and partial listing of the Companys shares Listing of the Companys shares in Jakarta Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Surabaya Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Distribution of bonus shares Surabaya Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Jakarta Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Rights issue Distribution of bonus shares Surabaya Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Jakarta Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Distribution of share dividends Surabaya Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Jakarta Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange) Change in the nominal value of shares from Rp1,000 to Rp500 per share (stock split) Change in the nominal value of shares from Rp500 to Rp100 per share (stock split) Distribution of bonus shares Change in the nominal value of shares from Rp100 to Rp50 per share (stock split)

20.000.000 30.000.000

30 Juli 1991/ July 30, 1991 23 April 1992/ April 23, 1992 22 Mei 1992/ May 22, 1992

10 November 1992/ November 10, 1992 17 November 1992/ November 17, 1992 8.000.000 4 Mei 1993/ May 4, 1993 75.600.000 15 Juli 1994/ July 15, 1994 18 Juli 1994/ July 18, 1994 32.400.000 15 Juli 1994/ July 15, 1994 18 Juli 1994/ July 18, 1994 216.000.000 7 Oktober 1996/ October 7, 1996 24 Agustus 1999/ August 24, 1999 6 Desember 2000/ December 6, 2000 19 Desember 2003/ December 19, 2003

50.000.000

1.728.000.000 1.900.800.000

4.060.800.000

10

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

79

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

UMUM (lanjutan) b. Penawaran umum saham Perusahaan dan kegiatan Perusahaan lainnya (lanjutan)
Kegiatan Perusahaan Tambahan penempatan saham sehubungan dengan penggabungan usaha Jumlah Jumlah Saham/ Number of Shares

1.

GENERAL (continued) b. Public offering of the Companys shares and other corporate actions (continued)
Nature of Corporate Actions Additional issuance of shares in connection with the merger Total

Tanggal/ Date

2.034.414.422 16 Desember 2005/ December 16, 2005 10.156.014.422 (*)

(*)

Jumlah ini termasuk 576.798.500 saham yang dibeli kembali.

(*)

This amount includes 576,798,500 shares which have been obtained as treasury stock.

c.

Susunan dewan komisaris dan direksi, dan karyawan Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: 2008 Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Dewan Direksi Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur

c.

Boards of commissioners and directors, and employees As of December 31, 2008 and 2007, the members of the Companys board of commissioners and board of directors are as follows:

Board of Commissioners Johannes Setijono Santoso Oen Yozef Darmawan Angkasa Ferdinand Aryanto John Aristianto Prasetio Farid Anfasa Moeloek President Commissioner Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Board of Directors Bernadette Ruth Irawaty Setiady Johanes Berchman Apik Ibrahim Budi Dharma Wreksoatmodjo Herman Widjaja Vidjongtius President Director Vice President Director Director Director Director

2007 Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Boenjamin Setiawan Nina Gunawan Ferdinand Aryanto Johannes Baptista Soemarlin Inne Erna Adriana Soekaryo Board of Commissioners President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner

80

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

11

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

UMUM (lanjutan) c. Susunan dewan komisaris dan direksi, dan karyawan (lanjutan) 2007 Dewan Direksi Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur

1.

GENERAL (continued) c. Boards of commissioners and directors, and employees (continued)

Board of Directors Johannes Setijono Johanes Berchman Apik Ibrahim Budi Dharma Wreksoatmodjo Bernadette Ruth Irawaty Setiady Santoso Oen Vidjongtius Herman Widjaja Justian Sumardi President Director Vice President Director Vice President Director Director Director Director Director Director

Gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada dewan komisaris dan direksi Perusahaan adalah sejumlah Rp39,15 miliar dan Rp30,14 miliar masing-masing pada tahun 2008 dan 2007. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai karyawan tetap masing-masing sebanyak 10.257 karyawan dan 10.282 karyawan (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang dipergunakan oleh Perusahaan dan Anak perusahaan (selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai Grup) disusun berdasarkan prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kebijakan akuntansi penting yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut: a. Dasar penyusunan konsolidasi laporan keuangan 2.

The salaries and compensation benefits incurred for the Companys commissioners and directors totaled to Rp39.15 billion and Rp30.14 billion in 2008 and 2007, respectively. As of December 31, 2008 and 2007, the Company and its Subsidiaries have a combined total of 10,257 and 10,282 permanent employees, respectively (unaudited). SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES The accounting and reporting policies adopted by the Company and Subsidiaries (collectively hereinafter referred to as the Group) conform to generally accepted accounting principles and practices in Indonesia. The following significant accounting policies were applied consistently in the preparation of the consolidated financial statements for the years ended December 31, 2008 and 2007 are as follows: a. Basis of preparation of the consolidated financial statements The consolidated financial statements, presented in accordance with generally accepted accounting principles and practices in Indonesia, that is, the Statements of Financial Accounting Standards (SFAS), and the Regulations and Established Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (BAPEPAM-LK) for public-listed companies.

Laporan keuangan konsolidasi, yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi dan praktik yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang ditetapkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) bagi emiten atau perusahaan publik.

12

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

81

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) a. Dasar penyusunan konsolidasi (lanjutan) laporan keuangan

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued) The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis using historical cost concept, except for certain short-term investments which are stated at their fair market values, inventories which are stated at the lower of cost or net realizable value , and certain fixed assets which are stated at revalued amounts (Note 2i). The consolidated statements of cash flows, which have been prepared using the direct method, present receipts and disbursements of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities. Generally, the functional and reporting currency used by the Group is Rupiah. b. Principles of consolidation The consolidated financial statements include the accounts of the Group. The Subsidiaries, in which the Company directly and/or indirectly owns more than 50% of the voting shares, are as follows:
Jumlah Aktiva Sebelum Eliminasi (Dalam Jutaan)/ Total Assets Before Elimination (In Millions) 2008 2007

Laporan keuangan konsolidasi, disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk investasi jangka pendek tertentu yang dinyatakan sebesar nilai pasar wajar, persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih, dan aset tetap tertentu yang dicatat berdasarkan nilai revaluasi (Catatan 2i). Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung, yang menggunakan menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Secara umum, mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Grup adalah Rupiah. b. Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Grup. Anak perusahaan yang secara langsung dan/atau tidak langsung dimiliki Perusahaan dengan pemilikan saham lebih dari 50% adalah sebagai berikut:

Nama Anak Perusahaan/ Names of Subsidiaries Farmasi:/ Pharmaceutical: PT Bintang Toedjoe - Bintang Toedjoe (1) PT Hexpharm Jaya Laboratories - Hexpharm (1)

Kegiatan Usaha/ Produk/ Nature of Business Activities/ Products

Mulai Beroperasi Komersial/ Commencement Tempat of Kedudukan/ Commercial Domicile Operations

Persentase Pemilikan Efektif/ Effective Percentage of Ownership 2008 % 2007 %

Farmasi/ Pharmaceutical Farmasi/ Pharmaceutical

Jakarta Jakarta

1949 1995

100,00 100,00

100,00 100,00

622.438 140.408

742.277 127.328

82

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

13

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Principles of consolidation (continued)


Jumlah Aktiva Sebelum Eliminasi (Dalam Jutaan)/ Total Assets Before Elimination (In Millions) 2008 53.462 99.623 2.629 36.846 107.084 2007 46.862 30.691 2.081 16.756 102.970

Nama Anak Perusahaan/ Names of Subsidiaries PT Saka Farma Laboratories - Saka (1) PT Finusolprima Farma Internasional - Finusolprima (1) PT Bifarma Adiluhung - Bifarma (1) Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. - Innogene (1) PT Dankos Farma - Danfar (1) Makanan Kesehatan:/ Health Food: PT Sanghiang Perkasa - Sanghiang (1) PT Kalbe Morinaga (1) Indonesia - KMI Kemasan:/ Packaging: PT Kageo Igar Jaya Tbk. - Kageo Igar (1) PT Avesta Continental Pack - Avesta (3) PT Indogravure - Indogravure (4)

Kegiatan Usaha/ Produk/ Nature of Business Activities/ Products Farmasi/ Pharmaceutical Farmasi/ Pharmaceutical Farmasi/ Pharmaceutical Farmasi/ Pharmaceutical Farmasi/ Pharmaceutical

Mulai Beroperasi Komersial/ Commencement Tempat of Kedudukan/ Commercial Domicile Operations Jakarta Jakarta Jakarta Singapura/ Singapore Jakarta 1997 1981 1997 2004 2006

Persentase Pemilikan Efektif/ Effective Percentage of Ownership 2008 % 80,00 100,00 100,00 91,89 100,00 2007 % 80,00 100,00 100,00 90,79 100,00

Makanan Kesehatan/ Health Foods Makanan Kesehatan/ Health Foods

Jakarta Jakarta

1982 2007

100,00 70,00

100,00 70,00

1.169.613 324.479

902.981 347.439

Kemasan/ Packaging Kemasan/ Packaging Kemasan/ Packaging

Bekasi, Jawa Barat/ Bekasi, West Java Bekasi, Jawa Barat/ Bekasi West Java Tangerang, Banten

1977

63,10

63,10

305.783

329.797

1976

48,25

48,25

192.426

207.131

1985

24,61

24,61

65.208

64.867

Penjualan dan distribusi:/ Sale and Distribution: PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Distributor (EPMT) (1) Obat-obatan/ Pharmaceutical Distributor PT Tri Sapta Jaya Distributor (TSJ) (2) Obat-obatan/ Pharmaceutical Distributor

Jakarta

1993

58,19

58,19

2.513.339

2.094.435

Jakarta

1980

58,19

58,19

78.111

58.376

14

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

83

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Principles of consolidation (continued)


Jumlah Aktiva Sebelum Eliminasi (Dalam Jutaan)/ Total Assets Before Elimination (In Millions) 2008 8.160 2007 2.306

Nama Anak Perusahaan/ Names of Subsidiaries PT Millenia Dharma Insani (MDI) (2)

Kegiatan Usaha/ Produk/ Nature of Business Activities/ Products Penjualan Obat-obatan dan Peralatan Kedokteran/ Sales of Pharmaceuticals and Medical Equipment Distributor peralatan kesehatan/ Distribution of medical instruments Penjualan bahan baku obat-obatan/ Trading of raw materials for pharmaceutical products Distributor peralatan kesehatan/ Distribution of medical instruments

Mulai Beroperasi Komersial/ Commencement Tempat of Kedudukan/ Commercial Domicile Operations Jakarta 2003

Persentase Pemilikan Efektif/ Effective Percentage of Ownership 2008 % 58,19 2007 % 57,61

PT Enseval Medika Prima (EMP) (2)

Jakarta

2008

58,19

58,18

26.096

550

PT Global Chemindo Megatrading (GCM) (2)

Jakarta

2008

58,19

58,18

68.778

550

PT Renalmed Tiara Utama (RTU) (2) (*)

Jakarta

2008

55,30

11.393

Kalbe Vision Pte. Ltd. (KV) (1)

Pengembangan, Singapura/ Produksi, Singapore Pemasaran dan Distribusi produk Kesehatan mata/ Development, Production, Marketing and Distribution of Eye health Products Pemasaran Produk Kesehatan dan Farmasi/ Wholesale of Medical and Pharmaceutical Products (western) Singapura/ Singapore

2008

100,00

100,00

5.072

2.863

Kalbe International Pte. Ltd. (KI) (1)

2007

100,00

100,00

135.752

64.714

Anak perusahaan yang dimiliki secara langsung oleh: (1) Perusahaan (2) EPMT (3) Kageo Igar (4) Avesta (*) Anak perusahaan yang berdiri di tahun 2008.

The Subsidiary is directly owned by: (1) Company (2) EPMT (3) Kageo Igar (4) Avesta (*) A subsidiary that was established in 2008.

84

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

15

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) Pada bulan Januari 2007, Perusahaan membentuk Kalbe Vision Pte. Ltd. (KV), Anak perusahaan, yang berkedudukan di Singapura, dengan nilai investasi awal sejumlah US$300 ribu dengan persentase kepemilikan saham 100%. Anak perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pengembangan, produksi, pemasaran dan distribusi produk kesehatan mata. Pada bulan Desember 2008, Perusahaan melakukan penambahan setoran modal sejumlah US$282.250 ke KV untuk modal kerja. Pada bulan April 2007, Perusahaan juga membentuk Kalbe International Pte. Ltd. (KI), Anak perusahaan, yang berkedudukan di Singapura, dengan nilai investasi awal sejumlah US$3 juta dengan persentase kepemilikan saham 100%. Anak perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pemasaran produk kesehatan dan farmasi. Pada tanggal 29 Januari dan 14 November 2008, Perusahaan melakukan tambahan setoran modal masing-masing sejumlah US$2.000.000 dan US$750.000 untuk dana ekspansi KI. Pada tahun 2008, Perusahaan telah melakukan penyetoran tambahan modal sejumlah Rp65 milliar ke Finusolprima, Anak perusahaan, berkaitan dengan perluasan pabrik Finusolprima. Pada tahun 2008, Perusahaan telah melakukan tambahan setoran modal sejumlah ke Innogene untuk US$2.260.000 penambahan modal kerja. Dengan melakukan tambahan setoran modal, kepemilikan Perusahaan di Innogene meningkat menjadi 91,89%. Pada bulan April 2008, Perusahaan telah melakukan penambahan setoran modal sejumlah Rp6.100.000 ke Bifarma. Kemudian, pada bulan Desember 2008, Bifarma meningkatkan modal disetor dan ditempatkan penuh sejumlah Rp487.500.000. Seluruh penambahan modal tersebut akan disetor oleh Perusahaan.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Principles of consolidation (continued) In January 2007, the Company established Kalbe Vision Pte. Ltd. (KV), as a 100%owned Subsidiary domiciled in Singapore, with an initial capitalization of US$300 thousand. The said Subsidiary operates in the development, production, marketing and distribution of eye health products.

In December 2008, the Company made additional capital injection of US$282,250 for KVs working capital. In April 2007, the Company also established Kalbe International Pte. Ltd. (KI), as a 100%owned Subsidiary domiciled in Singapore, with an initial capitalization of US$3 million. The said Subsidiary operates in the wholesale distribution of medical and pharmaceutical products (western). On January 29 and November 14, 2008, the Company made additional capital contribution to KI amounting US$2,000,000 and US$750,000, respectively, to provide funds for the expansion of KIs operations. In 2008, the Company made additional capital contribution to Finusolprima, a Subsidiary, totaling Rp65 billion in connection with the subsidiarys factory expansion. In 2008, the Company made additional capital contribution of US$2,260,000 for Innogenes working capital. As a result of this additional capital contribution, the Companys share ownership in Innogene increased to 91.89%. In April 2008, the Company also made additional capital contribution of Rp6,100,000 to Bifarma. Furthermore, in December 2008, Bifarma had increased its paid-up capital amounting to Rp487,500,000. The additional paid up capital will be subscribed by the Company.

16

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

85

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) Pada tanggal 28 Desember 2007, para pemegang saham PT Pharma Metric Labs. (PML) menyetujui untuk menjual sebagian investasi Perusahaan di PML ke pihak ketiga. Sebagai akibatnya, pemilikan Perusahaan di PML terdilusi dari 65,00% menjadi 34,45%. Dengan demikian, Perusahaan mendekonsolidasi PML dan mencatat nilai penyertaan sahamnya di PML dengan menggunakan metode ekuitas (equity method) sejak tanggal 28 Desember 2007 (Catatan 9). Akun-akun Anak perusahaan yang berkedudukan di luar negeri dijabarkan dalam mata uang Rupiah untuk tujuan konsolidasi dengan dasar sebagai berikut: Akun-akun neraca Balance sheet accounts -

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Principles of consolidation (continued) On December 28, 2007, the shareholders of PT Pharma Metric Labs. (PML) approved the disposal of a portion of the Companys equity interest in PML to third parties. Consequently, the Companys ownership interest in PML was diluted from 65.00% to 34.45%. Accordingly, the Company has deconsolidated the accounts of PML and accounted for its investment in PML using the equity method since December 28, 2007 (Note 9). For consolidation purposes, the accounts of foreign Subsidiaries are translated into Rupiah amounts on the following basis:

kurs tengah pada tanggal neraca (Rp10.950 per US$1 pada tanggal 31 Desember 2008 dan Rp9.419 per US$1 pada tanggal 31 Desember 2007)/ middle rate of exchange at balance sheet date (Rp10,950 to US$1 as of December 31, 2008 and Rp9,419 to US$1 as of December 31, 2007) kurs rata-rata selama tahun berjalan (Rp9.757 per US$1 pada tahun 2008 dan Rp9.164 per US$1 pada tahun 2007)/ average exchange rates during the year (Rp9,757 to US$1 in 2008 and Rp9,164 to US$1 in 2007) Difference resulting from translation made at foreign Subsidiaries is recorded as part of Differences Arising from Foreign Currency Translations. All significant inter-company accounts and transactions have been eliminated in the consolidation. The proportionate shares of the minority shareholders in the net assets of non-wholly owned Subsidiaries are reflected as Minority Interests in Net Assets of Subsidiaries in the consolidated balance sheets.

Akun-akun laporan laba rugi Statement of income accounts

Selisih kurs karena penjabaran mata uang asing yang terjadi pada Anak perusahaan luar negeri dicatat dalam Selisih Kurs atas Penjabaran Laporan Keuangan. Semua saldo akun dan transaksi yang signifikan antar-perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas atas aktiva bersih Anak perusahaan yang tidak dimiliki sepenuhnya disajikan sebagai Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan pada neraca konsolidasi.

86

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

17

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) Selisih lebih yang tidak dapat diidentifikasikan antara biaya perolehan investasi dengan proporsi pemilikan atas nilai wajar aktiva bersih (dan sebaliknya) Anak perusahaan yang diakuisisi pada tanggal perolehan (goodwill/goodwill negatif), diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama dua puluh (20) tahun. Manajemen Grup berpendapat bahwa periode amortisasi selama dua puluh (20) tahun tersebut adalah wajar untuk goodwill mengingat prospek masa mendatang yang baik dari Anak perusahaan yang diakuisisi. Selisih lebih yang tidak dapat diidentifikasikan tersebut disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Berwujud, sedangkan selisih kurang disajikan sebagai Goodwill Negatif pada neraca konsolidasi. Berdasarkan PSAK No. 40, Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi, selisih antara nilai tercatat investasi Perusahaan dan bagian proporsional atas nilai wajar aktiva bersih Anak perusahaan yang bersangkutan sebagai akibat adanya perubahan ekuitas Anak perusahaan yang bukan berasal dari transaksi antara Grup tersebut dicatat dan disajikan sebagai Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan pada bagian Ekuitas dalam neraca konsolidasi.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Principles of consolidation (continued) The unidentifiable excess of the cost of investment over the proportionate share in fair value of the underlying net assets of an acquired Subsidiary (and vice-versa) at the date of acquisition (goodwill/negative goodwill), is being amortized using the straight-line method over twenty (20) years. The Groups management is of the opinion that the said twenty (20) years amortization period is appropriate for goodwill in view of the good future operating prospects of the acquired Subsidiaries. The unidentifiable positive excess is presented as part of Intangible Assets, whereas the unidentifiable negative excess is presented as Negative Goodwill in the consolidated balance sheets. In compliance with SFAS No. 40, Accounting for Changes in Equity of Subsidiary/ Associated Company, the differences between the carrying amounts of the Companys investments, and its proportionate shares in fair values of the underlying net assets of the investees due to changes in the latters equity, which are not resulting from transactions between the Group and the said investees, are recorded and presented as Differences Arising from Changes in Subsidiaries Equities under the Shareholders Equity section of the consolidated balance sheets. On September 25, 2006, the Company entered into a Subscription and Shareholders Agreement with Cordlife International Pte. Ltd., Singapore (Cordlife) and PT Cordlife Indonesia (CI), whereas the Company agreed to subscribe for a total of 192,000 shares or 48.98% shares equity in CI. The subscription price is US$1 or equal to Rp9,605, and accordingly, the total subscription price amounted to US$192,000 or equivalent to Rp1,844,160,000. CI has commenced commercial operations in 2007.

Pada tanggal 25 September 2006, Perusahaan menandatangani perjanjian Subscription and Shareholders dengan Cordlife International Pte. Ltd., Singapura (Cordlife) dan PT Cordlife Indonesia (CI), dimana Perusahaan setuju untuk menempatkan sejumlah 192.000 saham atau sebesar 48,98% kepemilikan saham pada CI. Harga pemesanan saham adalah sejumlah US$1 atau setara dengan Rp9.605, sehingga dengan demikian, jumlah keseluruhan harga penempatan saham adalah sejumlah atau setara dengan US$192.000 Rp1.844.160.000. Pada tahun 2007, CI sudah memulai kegiatan komersial. Penyertaan saham pada CI tersebut di atas dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.

The above-mentioned investment in shares of stock of CI, is accounted for using the equity method of accounting.

18

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

87

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) Berdasarkan metode ekuitas, nilai perolehan penyertaan ditambah atau dikurangi sesuai dengan bagian Grup atas laba atau rugi bersih, dan dividen yang diperoleh dari perusahaan asosiasi sejak tanggal pengambilalihan. Bagian laba atau rugi bersih disesuaikan dengan amortisasi secara garis lurus atas selisih antara nilai perolehan penyertaan dengan bagian proporsional Grup atas taksiran nilai wajar dari aktiva bersih perusahaan asosiasi yang dapat diidentifikasi pada tanggal pengambilalihan. Penyertaan saham dengan persentase pemilikan Grup di bawah 20% disajikan sebesar biaya perolehan (cost method). c. Setara kas Call deposit dan deposito berjangka serta investasi jangka pendek lainnya dengan jangka waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal investasi atau pembelian dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman dan hutang lainnya diklasifikasikan sebagai Setara Kas. d. Investasi jangka pendek Investasi jangka pendek terdiri dari deposito berjangka dan surat berharga yang terdiri dari saham dan unit reksadana yang tercatat di bursa efek; wesel tagih dan dana kelolaan manajer investasi. Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga (3) bulan namun tidak lebih dari satu (1) tahun sejak tanggal penempatan dicatat dengan nilai nominal. Dana kelolaan manajer sebesar nilai pasar. investasi dicatat

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Principles of consolidation (continued) Under the equity method, the cost of investment is increased or decreased by the Groups share in net earnings or losses of, and dividends received from the investee since the date of acquisition. Equity in net earnings or losses is being adjusted for the straight-line amortization, of the difference between the cost of such investment and the Groups proportionate share in the estimated fair values of the identifiable net assets of the investee at acquisition date. Investments in shares of stock, in which the Group maintains ownership interests below 20% are carried at cost (cost method). c. Cash equivalents Call and time deposits and other short-term investments with maturities of three (3) months or less at the time of placement or purchase and not pledged as collateral for loans and other borrowings are considered as Cash Equivalents. d. Short-term investments Short-term investments consist of time deposits and marketable securities, such as, shares of stock and mutual fund units listed in the stock exchanges; promissory notes and managed fund. Time deposits with maturities of more than three (3) months but not exceeding one (1) year at the time of placement are recorded at their nominal values. Investments in managed funds are recorded at their market values.

88

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

19

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) d. Investasi jangka pendek (lanjutan) Sesuai dengan PSAK No. 50, Akuntansi Investasi Efek Tertentu, efek saham, wesel tagih dan unit reksadana, termasuk yang dikelola oleh manajer investasi, diklasifikasikan ke dalam salah satu dari tiga kelompok berikut ini: (i) Dimiliki hingga jatuh tempo Efek utang yang diklasifikasikan dalam kelompok ini disajikan sebesar biaya perolehan, setelah diamortisasi premi atau diskonto hingga jatuh tempo. (ii) Diperdagangkan Efek utang dan ekuitas yang diperdagangkan dicatat dengan nilai pasar. Laba atau rugi yang timbul akibat kenaikan atau penurunan nilai pasar pada surat berharga tersebut disajikan pada laporan laba rugi konsolidasi. (iii) Tersedia untuk dijual Efek utang dan ekuitas yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual dicatat dengan nilai pasar. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai pasar dari surat berharga tersebut disajikan dalam Ekuitas pada neraca konsolidasi. Pengklasifikasian dari surat berharga yang disebutkan di atas berdasar pada keputusan manajemen dan maksud penempatan atau pembelian dari surat berharga tersebut. Pengaruh yang timbul dari perubahan pengklasifikasian akan disesuaikan dengan PSAK No. 50. Efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo dengan jangka waktu lebih dari satu tahun disajikan sebagai Investasi Jangka Panjang pada neraca konsolidasi. Efek ekuitas yang tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu satu tahun pada saat perolehannya disajikan sebagai Investasi Jangka Panjang.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Short-term investments (continued) In accordance with SFAS No. 50, Accounting for Investments in Certain Securities, investments in listed shares of stock, promissory notes and mutual fund units, including managed fund, are classified into one of the following categories: (i) Held to maturity Investments in traded debt securities classified under this category are recorded at cost, inclusive of premium or net of discount, which is amortized up to maturity. (ii) Trading Investments in traded debt and equity classified as trading are recorded at their market values. Gains or losses arising from appreciation or decline in their market values are presented in the consolidated statements of income. (iii) Available-for-sale Investments in traded debt and equity securities classified as available-forsale are recorded at their market values. Unrealized gains or losses arising from appreciation or decline in their market values are presented under the Shareholders Equity section of the consolidated balance sheets. The above-mentioned classifications of investments in marketable securities are based on management decision and the purpose of placement in or purchase of the said marketable securities. The effects of changes in such classifications will be accounted for in accordance with SFAS No. 50. Investment in debt securities held to maturity with terms of more than one year is presented as Long-term Investments in the consolidated balance sheets. Equity shares not intended to be sold within one year at the time of acquisition are also presented as Long-term Investments.

20

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

89

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) e. Penyisihan piutang ragu-ragu Grup membentuk penyisihan piutang raguragu, jika diperlukan, berdasarkan hasil pengkajian ulang secara berkala terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. f. Transaksi dengan pihak-pihak mempunyai hubungan istimewa yang

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Allowance for doubtful accounts The Group provides allowance for doubtful accounts, if necessary, based upon a review of the status of the individual receivable accounts at end of year. f. Transactions with related parties The Group has transactions with entities, which are regarded as having special relationships as defined under SFAS No. 7, Related Parties Disclosures. Significant transactions with related parties, whether or not conducted under terms and conditions similar to those transacted with third parties, are disclosed in the appropriated notes herein.

Grup mempunyai transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7, Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan yang bersangkutan. g. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Grup pada umumnya menentukan biaya perolehan dengan menerapkan metode rata-rata bergerak (moving-average method) atau metode ratarata tertimbang (weighted-average method). Biaya perolehan persediaan Kageo Igar, Avesta, Indogravure, KI dan Hexpharm ditentukan dengan menerapkan metode FIFO. Nilai tercatat persediaan Anak perusahaan tersebut adalah sekitar 7,31% dan 5,02% dari saldo persediaan konsolidasi, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. Penyisihan untuk persediaan usang, jika diperlukan, ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan fisik persediaan pada akhir tahun. g.

Inventories Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. The Group generally determines the cost of its inventories using the moving-average or weighted-average method.

The cost of inventories of Kageo Igar, Avesta, Indogravure, KI and Hexpharm are determined using the FIFO method. The combined carrying values of the inventories of these Subsidiaries accounted for about 7.31% and 5.02% of the consolidated balance of inventories as of December 31, 2008 and 2007, respectively. Allowance for inventory obsolence is provided, if necessary, based on the review of the physical conditions of inventories at the end of year.

90

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

21

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) h. Biaya dibayar di muka Biaya dibayar di muka dibebankan pada operasi sesuai masa manfaat biaya yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). i. Aset tetap Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (kecuali aset tetap tertentu yang telah dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah) dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah yang tidak disusutkan). Selisih nilai revaluasi aset tetap disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca konsolidasi. Efektif tanggal 1 Januari 2008, Grup menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK No. 17 (1994), Akuntansi Penyusutan. Grup telah melakukan revaluasi aset tetap sebelum penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2007) dan memilih model biaya, maka nilai revaluasi aset tetap tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost) dan biaya perolehan tersebut adalah nilai pada saat PSAK No. 16 (Revisi 2007) diterbitkan. Seluruh saldo selisih nilai revaluasi aset tetap yang masih dimiliki pada saat penerapan pertama kali PSAK No. 16 (Revisi 2007) yang disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca konsolidasi telah direklasifikasi ke saldo laba pada tahun 2008 (Catatan 19).

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Prepaid expenses Prepaid expenses are charged to operations over the periods benefited using the straightline method. i. Property, plant and equipment Prior to January 1, 2008, property, plant and equipment were stated at cost (except for certain assets revalued in accordance with government regulation) less accumulated depreciation (except for land that is not depreciated). The revaluation increment on property, plant and equipment was presented under the equity section of the consolidated balance sheets. Effective January 1, 2008, the Group applied SFAS No. 16 (Revised 2007), Fixed Assets, which supersedes SFAS No. 16 (1994), Fixed Assets and Other Assets, and SFAS No. 17 (1994), Accounting for Depreciation. The Group had previously revalued its property, plant and equipment before the application of SFAS No. 16 (Revised 2007) and has chosen the cost model, thus, the revalued amount of property, plant and equipment is considered as the deemed cost and such cost is the value at the time SFAS No. 16 (Revised 2007) is applied. All the balance of the revaluation increment in property, plant and equipment that still exists at the initial application of SFAS No. 16 (Revised 2007) as presented in the equity section of the consolidated balance sheet had been reclassified to retained earnings in 2008 (Note 19). Property, plant and equipment is stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Such cost includes the cost of replacing part of the property, plant and equipment when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the property, plant and equipment as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in consolidated profit or loss as incurred.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying tetap sebagai suatu amount) aset penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya.

22

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

91

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i. Aset tetap (lanjutan) Grup umumnya menghitung penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method), (kecuali untuk aset tetap Bintang Toedjoe dan aset tetap tertentu TSJ), berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian sebagai berikut: Tahun/ Years Bangunan dan prasarana Perbaikan kantor disewa Mesin dan peralatan Perlengkapan kantor Kendaraan dan alat transportasi Peralatan kesehatan Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Bintang Toedjoe menghitung penyusutan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double-declining balance method). Nilai buku aset tetap yang dimiliki Anak perusahaan tersebut adalah sekitar 5,85% dan 6,27% dari nilai buku aset tetap konsolidasi, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. TSJ menghitung penyusutan kendaraan dan perlengkapan kantor dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (doubledeclining balance method). Nilai buku kendaraan dan perlengkapan kantor yang dimiliki Anak perusahaan tersebut adalah sekitar 0,57% dan 0,63% dari nilai buku aset tetap konsolidasi, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Property, plant and equipment (continued) The Group generally computes depreciation using the straight-line method (except for the fixed assets of Bintang Toedjoe and certain fixed assets of TSJ), based on the estimated useful lives of the assets as follows:

10 - 20 3-8 2 - 20 2-8 2-8 5

Buildings and improvements Leasehold improvements Machinery and equipment Office equipment, furniture and fixtures Vehicles and transportation equipment Medical equipment Landrights are stated at cost and not amortized. Bintang Toedjoe computes depreciation using the double-declining balance method. The net book value of property, plant and equipment of the said Subsidiary accounted for about 5.85% and 6.27% of the consolidated net book value of property, plant and equipment as of December 31, 2008 and 2007, respectively. TSJ computes the depreciation of its vehicles and office equipment using the doubledeclining balance method. The net book value of the said fixed assets accounted for about 0.57% and 0.63% of the consolidated net book value of property, plant and equipment as of December 31, 2008 and 2007, respectively. An item of property, plant and equipment is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in consolidated profit or loss in the year the asset is derecognized.

92

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

23

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i. Aset tetap (lanjutan) Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Sesuai dengan PSAK No. 47, Akuntansi Tanah, semua biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan hak atas tanah ditangguhkan dan disajikan secara terpisah dari biaya perolehan tanah. Biaya tersebut, yang meliputi antara lain, biaya perizinan, biaya survei dan pengukuran lokasi, biaya notaris dan pajak-pajak yang berhubungan dengan perolehan tanah tersebut, diamortisasi selama masa manfaat hak atas tanah yang bersangkutan, periode mana yang lebih pendek. PSAK No. 47 juga menyatakan bahwa tanah tidak diamortisasi, kecuali dalam kondisi persyaratan tertentu. Selanjutnya, PSAK No. 48, Penurunan Nilai Aktiva, mengharuskan nilai aktiva dikaji ulang atas kemungkinan penurunan pada nilai wajarnya yang disebabkan oleh peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan nilai tercatat aktiva mungkin tidak dapat dipulihkan. Aset dalam pengerjaan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari Aset Tetap pada neraca konsolidasi. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. j. Sewa Sebelum tanggal 1 Januari 2008, transaksi sewa dicatat dengan menggunakan metode direct financing lease jika memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan dalam PSAK No. 30 (1990), Akuntansi Sewa Guna Usaha. Sedangkan transaksi sewa yang tidak memenuhi kriteria dibukukan dengan menggunakan metode sewa menyewa biasa (operating lease method) dan pembayaran sewa diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasi dengan metode garis lurus.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Property, plant and equipment (continued) The assets residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed, and adjusted prospectively if appropriate, at each financial year end. In accordance with the provisions of SFAS No. 47, Accounting for Land, all incidental costs incurred in relation with the acquisitions of landrights are deferred and presented separately from the main acquisition costs of the landrights. Such costs, which include, among others, legal fees, area survey and remeasurement fees, notary fees, and related taxes, are amortized over the legal terms of the related landrights, whichever period is shorter. SFAS No. 47 also provides that landrights are not subject to amortization, except under certain defined conditions. In addition, SFAS No. 48, Impairment of Asset Values, requires the review of asset values for any impairment and write-down of asset values to their fair values whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying values of the assets may not be fully recovered. Constructions in progress are stated at cost and presented as part of Property, Plant and Equipment account in the consolidated balance sheets. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate property, plant and equipment account when the construction is completed and the asset is ready for its intended use. j. Leases Prior to January 1, 2008, leases are accounted for using the direct financing lease method if all of the criteria required under SFAS No. 30 (1990), Accounting for Leases are met. Lease transactions that do not meet any of the criteria are accounted for using the operating lease method, and lease payments are recognized as expenses in the consolidated statements of income on a straight-line method over the lease term.

24

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

93

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) j. Sewa (lanjutan) Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa menggantikan PSAK No. 30 (1990). Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Grup mengakui aset dan kewajiban dalam neraca konsolidasi pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasi. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Grup akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Grup mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line method) selama masa sewa.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) j. Leases (continued) Effective January 1, 2008, SFAS No. 30 (Revised 2007), Leases supersedes SFAS No. 30 (1990). Based on SFAS No. 30 (Revised 2007), the determination of whether an arrangement is, or contains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date and whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset and the arrangement conveys a right to use the asset. Under this revised SFAS, leases that transfer substantially to the lessee all the risks and rewards incidental to ownership of the leased item are classified as finance leases. Moreover, leases which do not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased item are classified as operating leases.

Based on SFAS No. 30 (Revised 2007), under a finance lease, the Group recognized assets and liabilities in its consolidated balance sheets at amounts equal to the fair value of the leased property or, if lower, the present value of the minimum lease payments, each determined at the inception of the lease. Minimum lease payments are apportioned between the finance charge and the reduction of the outstanding liability. The finance charge is allocated to each period during the lease term so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability. Contingent rents are charged as expenses in the periods in which they are incurred. Finance charges are reflected in consolidated profit and loss. Capitalized leased assets (presented under the account of Property, plant and equipment) are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the assets and the lease term, if there is no reasonable certainty that the Group will obtain ownership by the end of the lease term. Under an operating lease, the Group recognized lease payments as an expense on a straight-line method over the lease term.

94

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

25

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) j. Sewa (lanjutan) Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi. k. Properti investasi Efektif tanggal 1 Januari 2008, Grup menerapkan PSAK No. 13 (Revisi 2007), Properti Investasi, yang menggantikan PSAK No. 13 (Revisi 1994), Akuntansi untuk Investasi dimana Grup telah memilih model biaya. Properti investasi Grup merupakan tanah yang dikuasai Anak perusahaan untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi dalam bentuk tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut. Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan oleh pemilik, berakhirnya pemakaian dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) j. Leases (continued) The adoption of this revised standard did not have a significant effect on the consolidated financial statements. k. Investment property Effective January 1, 2008, the Group applied SFAS No. 13 (Revised 2007), Investment Property, which supersedes SFAS No. 13 (Revised 1994), Accounting for Investment, whereby the Group has chosen the cost model. The Groups investment property consist of land which is held by a Subsidiary to earn rentals or for capital appreciation or both, rather than for use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the ordinary course of business. Investment property in land is stated at cost which is not depreciated.

Investment property is derecognized when either it has been disposed of or when the investment property is permanently withdrawn from use and no future benefit is expected from its disposal. Any gains or losses on the retirement or disposal of an investment property are recognized in consolidated profit or loss in the year of retirement or disposal.

Transfers are made to investment property when, and only when, there is a change in use as evidenced by among others the end of owner occupation, commencement of an operating lease to another party or completion of construction or development. Transfers are made from investment property when, and only when, there is a change in use, evidenced by commencement of owner occupation or commencement of development with a view to sell.

26

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

95

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) l. Modal saham yang diperoleh kembali Modal saham yang diperoleh kembali, yang direncanakan untuk diterbitkan kembali dan/atau dijual kembali pada masa yang akan datang, dicatat sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai pengurang Modal Saham di bagian Ekuitas dalam neraca konsolidasi. Selisih lebih penerimaan dari penjualan modal saham yang diperoleh kembali di masa yang akan datang atas biaya perolehan atau sebaliknya, akan diperhitungkan sebagai penambah atau pengurang akun agio saham. m. Merek dagang, hak paten dan formula Beban yang terjadi sehubungan dengan akuisisi/perolehan atas merek dagang, hak paten dan formula diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama dua puluh (20) tahun. Merek dagang, hak paten dan formula disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Berwujud, Bersih pada neraca konsolidasi. n. Biaya emisi obligasi Biaya dan beban yang terjadi sehubungan dengan penawaran emisi obligasi, disajikan sebagai pengurang langsung atas saldo hasil penawaran emisi obligasi. Selisih antara hasil penawaran bersih dari emisi obligasi dan nilai nominal obligasi tersebut diamortisasi selama jangka waktu hutang obligasi tersebut. Penebusan obligasi secara permanen atau temporer dikurangkan langsung terhadap kewajiban obligasi yang bersangkutan. Selisih antara nilai penebusan dengan nilai tercatat bagian kewajiban obligasi tersebut (setelah dikurangi dengan biaya emisi obligasi yang dikreditkan atau belum diamortisasi) dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan. o. Beban piranti lunak Biaya perolehan perangkat lunak komputer meliputi seluruh biaya yang dapat dikaitkan langsung dalam mempersiapkan aktiva tersebut hingga siap digunakan dan diamortisasi selama lima (5) tahun dengan metode garis lurus.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Treasury stock Treasury stock, which is intended to be reissued and/or re-sold in the future, is stated at acquisition cost and presented as a deduction from Capital Stock under the Shareholders Equity section of the consolidated balance sheets. The excess of proceeds from future re-sale of treasury stock over the related acquisition cost or vice-versa shall be accounted for as an addition to or deduction from additional paid-in capital. m. Trademarks, patents and formulas Cost incurred in connection with the acquisitions of trademarks, patents and formulas are amortized using the straight-line method over twenty (20) years. Trademarks, patents and formulas are presented as part of Intangible Assets, Net account in the consolidated balance sheets. n. Bond issuance costs Costs and expenses incurred in connection with the issuance of bonds are directly offset against the related proceeds in determining the net bonds payable. The difference between the net proceeds from bond issuance and the related total nominal value of the bonds issued is amortized over the term of the bonds. Redemptions of bonds, whether permanent or temporary, are directly offset against the related bonds payable. The difference between the redemption value and the corresponding proportionate carrying value of the related bonds payable (net of the related unamortized deferred bond issuance costs) is credited or charged directly to current operations. o. Software cost Cost incurred in connection with the acquisitions of computer software, including all costs which are directly associated in preparing such assets until they are ready for use, is amortized using the straight-line method over five (5) years.

96

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

27

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) p. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat barang diterima pelanggan (FOB Destination). Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat pengiriman barang kepada distributor/pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya. q. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan nilai kurs rata-rata antara kurs jual dan kurs beli yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada hari terakhir transaksi perbankan pada tahun tersebut. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan. Kurs yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 1 Euro/Rupiah 1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 100 JP/Rupiah 1 SGD Dolar/Rupiah 1 MYR/Rupiah 15.432 10.950 12.123 7.607 3.153

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) p. Revenue and expense recognition Revenue from export sales made under FOB Destination arrangement is recognized when the goods are received by customers. Revenue from domestic sales is recognized when the goods are delivered to the distributors/customers. Expenses are recognized when these are incurred. q. Foreign currency balances transactions and

Transactions in foreign currencies are recorded in Rupiah at the rates of exchange prevailing on the date of the transactions. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted into Rupiah to reflect the average of the selling and buying rates of exchange quoted by Bank Indonesia at the last banking transaction date of the year. The resulting net foreign exchange gains or losses are credited or charged to current operations. The exchange rates used for December 31, 2008 and 2007 were as follows:
2007 13.760 9.419 8.307 6.502 2.828 EUR1/Rupiah U.S. Dollar 1/Rupiah JP100/Rupiah SGD Dollar 1/Rupiah MYR1/Rupiah

Transaksi dalam mata uang asing lainnya dinilai tidak signifikan. r. Instrumen derivatif Sebagai tambahan untuk lindung nilai alamiah yang normal terjadi (natural Perusahaan juga melakukan hedges), transaksi/kontrak nilai tukar dalam mata uang asing untuk tujuan mengelola risiko perubahan nilai tukar mata uang asing yang berasal dari usaha, transaksi yang spesifik dan juga risiko penjabaran mata uang. r.

Transactions in other foreign currencies are considered not significant. Derivative instruments In addition to natural hedges, the Company also enters into and engages in foreign exchange contracts/transactions for the purpose of managing its foreign exchange rate exposures emanating from business, specific transaction, as well as currency translation risks.

28

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

97

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Instrumen derivatif (lanjutan) Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan menerapkan PSAK No. 55, Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. PSAK No. 55 mengatur standar akuntansi dan pelaporan untuk transaksi derivatif dan aktivitas lindung nilai, yang mengharuskan setiap instrumen derivatif (termasuk instrumen derivatif melekat) diakui sebagai aktiva atau kewajiban berdasarkan nilai wajar setiap kontrak. PSAK No. 55 juga mengharuskan laba (rugi) yang timbul dari perubahan nilai wajar atas instrumen derivatif dicatat pada operasi tahun berjalan, kecuali bila seluruh ketentuan khusus yang memperbolehkan penangguhan (sebagai pendapatan komprehensif lainnya) bagi beberapa jenis akuntansi lindung nilai yang diatur dalam PSAK tersebut terpenuhi. Berdasarkan kriteria khusus untuk akuntansi lindung nilai pada PSAK No. 55, semua instrumen derivatif yang ada pada Perusahaan tidak memenuhi persyaratan tersebut dan oleh karena itu tidak dikategorikan sebagai lindung nilai yang efektif untuk tujuan akuntansi. s. Imbalan kerja karyawan Grup mencatat penyisihan untuk imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU). Berdasarkan UU tersebut, perusahaan-perusahaan diharuskan untuk membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak kepada karyawan apabila persyaratan yang ditentukan pada UU terpenuhi. Seperti dijelaskan dalam paragraf berikut, Perusahaan, Bifarma, Fima, Danfar, Sanghiang, Avesta, Bintang Toedjoe, Hexpharm, KMI, Kageo Igar, EPMT dan TSJ telah menyelenggarakan program dana pensiun untuk karyawannya. Namun, tambahan penyisihan imbalan kerja karyawan tetap dibuat agar imbalan kerja karyawan berdasarkan program dana pensiun tersebut dapat memenuhi dan menutupi batas minimum imbalan kerja karyawan yang harus dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan ketentuan UU. Tambahan penyisihan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuaria berdasarkan laporan aktuaria independen. Perhitungan aktuaria tersebut menggunakan metode Projected Unit of Credit.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r. Derivative instruments (continued) Relative to the above, the Company applies the provisions of SFAS No. 55, Accounting for Derivative Instruments and Hedging Activities. SFAS No. 55 sets forth the accounting and reporting standards for derivative transactions and hedging activities, which requires that every derivative instrument (including embedded derivatives) be recognized as either asset or liability based on the fair value of each contract. SFAS No. 55 also requires that gains (losses) arising from changes in fair values of derivative instruments be recognized currently in earnings, unless all the specific requirements to allow deferral (as other comprehensive income) under certain type of hedge accounting, as provided in the said SFAS, are met. In reference to such specific criteria for hedge accounting provided under SFAS No. 55, all of the aforementioned derivative instruments of the Company do not qualify and therefore not designated as effective hedges for accounting purposes. s. Employees service entitlement benefits The Group recognizes provisions for employees service entitlement benefits in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 (the Labor Law). Under the Labor Law, companies are required to pay separation, gratuity and compensation benefits to their employees if the conditions specified in the Labor Law are met. As discussed in the following paragraph, the Company, Bifarma, Fima, Danfar, Sanghiang, Avesta, Bintang Toedjoe, Hexpharm, KMI, Kageo Igar, EPMT and TSJ already maintain and operate formal pension plans for the benefit of their employees. Nevertheless, additional provisions for the estimated liabilities for employees service entitlement benefits are made on top of the benefits provided under their formal pension plans, in order to meet and cover the minimum benefits required to be paid to employees under the Labor Law. The additional provisions are estimated using actuarial calculations based on the reports prepared by an independent firm of actuaries. The said actuarial calculations are determined using the Projected Unit of Credit method.

98

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

29

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) s. Imbalan kerja karyawan (lanjutan) Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsiasumsi aktuaria yang jumlahnya melebihi jumlah yang lebih besar dari 10% dari nilai wajar aktiva program atau 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui sebagai pendapatan atau beban selama sisa rata-rata masa kerja karyawan dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa masa lalu diamortisasi selama sisa masa kerja masingmasing karyawan. Selain itu, biaya jasa masa kini dibebankan langsung ke operasional tahun berjalan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Perusahaan, Bifarma, Fima, Danfar, Sanghiang, Avesta, Bintang Toedjoe, Hexpharm, KMI, Kageo Igar, EPMT dan TSJ menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti yang ditujukan untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat. Pendanaan dilakukan seluruhnya oleh Perusahaan dan Anak perusahaan tersebut yang iurannya ditentukan berdasarkan penilaian aktuaria, termasuk biaya jasa lalu dan biaya jasa kini, yang diamortisasi selama sisa masa kerja untuk karyawan yang memenuhi syarat. t. Beban (manfaat) pajak penghasilan Pajak penghasilan badan dihitung untuk setiap perusahaan sebagai badan hukum yang berdiri sendiri. Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aktiva dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Aktiva pajak tangguhan yang berasal dari rugi fiskal yang dapat dikompensasikan diakui apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang belum digunakan. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aktiva dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksitransaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) s. Employees service entitlement benefits (continued) Actuarial gains or losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions in excess of the greater of 10% of the fair value of the plan assets or 10% of the present value of the defined benefit obligations are recognized as income or expense over the expected average remaining service years of the employees using the straight-line method. Past services costs are amortized over the remaining service years of the employees. On the other hand, current service costs are charged directly to operations of the current year. As previously discussed, the Company, Bifarma, Fima, Danfar, Sanghiang, Avesta, Bintang Toedjoe, Hexpharm, KMI, Kageo Igar, EPMT and TSJ have defined benefit pension plans covering substantially all of their qualified permanent employees. Pension costs are fully funded by the Company and the said Subsidiaries and consist of actuarially computed contributions covering past service costs and current service costs, which are amortized over the average remaining service years of the qualified/covered employees. t. Income tax expense (benefits) Corporate income tax is determined for each company as a separate legal entity. Current tax expense is provided based on the estimated taxable income for the year. Deferred tax is provided on all temporary differences between the financial and the tax bases of assets and liabilities at each reporting date. Deferred tax assets relating to the carry-forward of unused tax losses are recognized to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the unused tax losses can be utilized. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at balance sheet date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates is charged to current year operations, except to the extent that it relates to items previously charged or credited to equity.

30

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

99

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) t. Beban (manfaat) (lanjutan) pajak penghasilan

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) t. Income tax expense (benefits) (continued) Amendments to tax obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against by the Group, when the result of the appeal is determined. u. Segment information A segment is a distinguishable component of the Group that is engaged either in providing products or services (business segment), or in providing products or services within a particular economic environment (geographical segment). Business segments provide products or services that are subject to risks and returns that are different from those of other business segments. Geographical segments provide products or services within a particular economic environment that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments (area). v. Earnings per share In accordance with SFAS No. 56, Earnings Per Share, basic income from operations and net income per share are computed by dividing income from operations and net income, respectively, by the weightedaverage number of shares outstanding during the year (less treasury stock). w. Use of estimates The preparation of the consolidated financial statements, in conformity with generally accepted accounting principles in Indonesia, requires management to make estimations and assumptions that affect the amounts reported therein. Due to inherent uncertainties in making estimates, actual results to be reported in future periods may be based on amounts that differ from those estimates.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau, jika Grup mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. u. Informasi segmen Segmen merupakan komponen Grup yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (segmen usaha), atau menghasilkan produk atau jasa dalam suatu lingkungan ekonomi (segmen geografis). Segmen usaha menyajikan produk atau jasa yang memiliki risiko dan hasil yang berbeda dengan risiko dan hasil segmen usaha yang lain. Segmen geografis menyajikan produk atau jasa pada lingkungan ekonomi tertentu dan komponen tersebut memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan ekonomi (wilayah) lain. v. Laba per saham Sesuai dengan PSAK No. 56, Laba Per Saham, laba usaha dan laba bersih per saham dihitung dengan membagi masingmasing laba usaha dan laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan (setelah dikurangi dengan saham yang dibeli kembali). w. Penggunaan estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi-estimasi dan asumsiasumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan adanya unsur ketidakpastian dalam penetapan estimasi, maka jumlah sesungguhnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin dapat berbeda dari jumlah yang diestimasi tersebut.

100

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

31

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari:
2008 Kas Rupiah Dolar A.S. Mata uang lainnya Sub-jumlah Bank Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank DBS Indonesia PT Bank Permata Tbk. Citibank N.A., Jakarta Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 miliar) Dolar A.S. Citibank N.A., Jakarta PT Bank DBS Indonesia PT Bank Central Asia Tbk. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Jakarta PT Bank Permata Tbk. Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 miliar) Rand Afrika Selatan Standard Chartered Bank, Afrika Selatan Mata uang lainnya Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 miliar) Sub-jumlah Setara kas - call deposit dan deposito berjangka Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Internasional Indonesia Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank Bukopin Tbk. PT Bank Tabungan Negara Tbk. PT Bank Commonwealth PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank Permata Tbk. PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Panin Tbk. PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. PT Bank Mega Tbk. PT Bank UOB Indonesia Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 miliar) 26.250.825.205 1.389.818.136 1.719.337.123 29.359.980.464

3.

CASH AND CASH EQUIVALENTS Cash and cash equivalents consist of the following:
2007

20.480.709.532 1.267.043.474 888.832.791 22.636.585.797

Cash on hand Rupiah U.S. Dollar Other currencies Sub-total Cash in banks Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank DBS Indonesia PT Bank Permata Tbk. Citibank N.A., Jakarta Others (each below Rp5 billion) U.S. Dollar Citibank N.A., Jakarta PT Bank DBS Indonesia PT Bank Central Asia Tbk. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Jakarta PT Bank Permata Tbk.

33.953.048.945 13.496.656.500 13.272.450.198 11.622.980.535 7.387.855.673 4.530.475.526 14.229.431.901 40.650.710.414 26.005.821.198 10.564.958.921 8.626.172.385 6.524.467.610 9.115.825.936 7.093.201.950 3.944.040.065

41.361.324.958 28.620.768.302 7.154.287.992 7.558.106.618 27.495.202.400 70.804.209.239 17.654.943.995 27.177.638.270 7.127.020.974 2.983.199.058 4.576.605.409 2.600.364.030 15.987.690.139

Others (each below Rp5 billion) South African Rand 9.614.237.720 Standard Chartered Bank, South Africa Other currencies 2.956.483.986 Others (each below Rp5 billion) Sub-total Cash equivalents - call and time deposits Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Internasional Indonesia Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank Bukopin Tbk. PT Bank Tabungan Negara Tbk. PT Bank Commonwealth PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank Permata Tbk. PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Panin Tbk. PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. PT Bank Mega Tbk. PT Bank UOB Indonesia Others (each below Rp5 billion)

211.018.097.757

273.672.083.090

73.900.000.000 60.000.000.000 58.600.000.000 44.198.434.399 41.700.000.000 38.400.000.000 31.000.000.000 17.500.000.000 17.000.000.000 13.500.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 6.000.000.000 1.200.000.000

96.558.994.559 143.000.000.000 11.189.126.818 78.857.420.645 30.157.808.218 2.000.000.000 10.000.000.000 34.000.000.000 7.000.000.000 17.500.000.000 120.000.000.000 88.262.875.956 5.000.000.000

32

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

101

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)


2008 Setara kas - call deposit dan deposito berjangka (lanjutan) Dolar A.S. PT Bank Permata Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Central Asia Tbk. PT ANZ Panin Bank PT Bank Mega Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank UOB Buana Tbk. PT Bank UOB Indonesia PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank Comonwealth Citibank, N.A., Jakarta Lain-lain (masing-masing di bawah Rp10 miliar) Euro PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Chinatrust Indonesia Sub-jumlah Sertifikat Bank Indonesia (SBI) - Rupiah Jumlah Kas dan Setara Kas 120.811.474.833 84.712.971.292 71.175.000.000 64.276.500.000 50.917.500.001 49.275.000.001 38.346.599.970 37.830.379.521 27.375.000.011 22.995.000.000 21.900.000.000 5.475.000.000 27.623.987.050 15.432.400.000 11.574.300.000 1.072.719.547.078 8.700.000.000 1.321.797.625.299

3.

CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)


2007 Cash equivalents - call and time deposits (continued)

5.933.970.000 1.883.800.000 16.012.300.000 4.709.500.000 18.838.000.000 34.850.300.000 20.721.800.000 15.070.400.000 291.169.114 761.837.465.310 58.200.000.000 1.116.346.134.197

U.S. Dollar PT Bank Permata Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Central Asia Tbk. PT ANZ Panin Bank PT Bank Mega Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank UOB Buana Tbk. PT Bank UOB Indonesia PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank Commonwealth Citibank, N.A., Jakarta Others (each below Rp10 billion) Euro PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Chinatrust Indonesia Sub-total Certificates of Bank Indonesia (SBIs) - Rupiah Total Cash and Cash Equivalents

Suku bunga per tahun untuk call deposit dan deposito berjangka serta SBI adalah sebagai berikut:
2008 Call deposit dan deposito berjangka Rupiah Dolar A.S. Euro Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3,75% -14,00% 1,75% - 7,25% 1,00% - 2,50% 7,87% - 9,22%

Interest rates per annum on call and time deposits and SBIs are as follows:
2007 6,50% - 11,00% 2,75% - 4,50% 2,00% - 3,00% 8,00% - 9,50% Call and time deposits Rupiah U.S. Dollar Euro Certificates of Bank Indonesia (SBIs)

102

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

33

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4.

INVESTASI JANGKA PENDEK, BERSIH Investasi jangka pendek terdiri dari deposito berjangka, unit reksadana, obligasi, dana kelolaan manajer investasi dan surat berharga lainnya. Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
2008 Deposito berjangka Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Sub-jumlah Surat-surat berharga Tersedia untuk dijual Unit reksadana Dana kelolaan manajer investasi Obligasi Surat berharga lainnya (masing-masing di bawah Rp3 miliar) Laba (rugi) belum direalisasi atas kenaikan (penurunan) nilai pasar investasi jangka pendek, bersih Perusahaan Anak perusahaan Bersih Investasi Jangka Pendek, Bersih

4.

SHORT-TERM INVESTMENTS, NET Short-term investments consist of time deposits, mutual fund units, traded bonds, managed funds and other marketable securities. The details of this accounts are as follows:
2007 Time deposits Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Sub-total Marketable securities Available-for-sale Mutual fund units Managed funds Bonds Other marketable securities (each below Rp3 billion) Unrealized gains (losses) on appreciation (decline) in market values of short-term investments, net Company Subsidiaries Net Short-term Investments, Net

20.157.957.787 20.157.957.787

20.157.957.787 12.325.000.000 32.482.957.787

77.959.612.482 13.300.385.245 13.000.000.000 2.161.679.000

72.715.947.309 14.606.500.000 28.390.000.000 2.161.679.000

(4.649.401.679) 2.818.355.764 104.590.630.812 124.748.588.599

21.834.367.449 3.641.700.825 143.350.194.583 175.833.152.370

Suku bunga per tahun untuk call deposit, deposito berjangka dan SBI adalah sebagai berikut:
2008 Rupiah 10,00% - 13,00%

Interest rates per annum on call deposits, time deposits and SBIs are as follows:
2007 8,00% - 8,25% Rupiah

Rincian investasi jangka pendek obligasi tersedia untuk dijual dalam mata uang Rupiah adalah sebagai berikut:
2008 Rating Astra Sedaya Finance IX Tahun 2008 Seri B Federal International Finance VIII Tahun 2008 Seri A Astra Sedaya Finance VIII Tahun 2007 Seri C Astra Sedaya Finance VIII Tahun 2007 Seri B Subordinasi I Bank Panin Tahun 2003 Jumlah AA+ AAAAHarga Perolehan/ Cost 5.000.000.000 4.000.000.000 4.000.000.000 13.000.000.000 Rating AAAAA

The details of the above available-for-sale shortterm investments in traded bonds denominated in Rupiah currency are as follows:
2007 Harga Perolehan/ Cost 8.000.000.000 10.000.000.000 10.390.000.000 28.390.000.000 Astra Sedaya Finance IX Tahun 2008 Seri B Federal International Finance VIII Tahun 2008 Seri A Astra Sedaya Finance VIII Tahun 2007 Seri C Astra Sedaya Finance VIII Tahun 2007 Seri B Subordinasi I Bank Panin Tahun 2003 Total

34

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

103

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4.

INVESTASI (lanjutan)

JANGKA

PENDEK,

BERSIH

4.

SHORT-TERM (continued)

INVESTMENTS,

NET

Dana kelolaan manajer investasi terdiri dari sahamsaham perusahaan publik. Deposito berjangka sejumlah Rp5.157.957.787 dan Rp32.482.957.787 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, digunakan sebagai jaminan atas pinjaman tertentu yang diperoleh seperti yang dijelaskan pada Catatan 12. 5. PIUTANG USAHA, BERSIH Akun ini merupakan piutang usaha kepada pihak ketiga yang terdiri dari:
2008 Pelanggan dalam negeri Pelanggan luar negeri Jumlah Dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu Piutang Usaha, Bersih 853.107.348.774 87.770.576.593 940.877.925.367 (5.520.542.958) 935.357.382.409

Investment in managed funds comprises of shares of publicly-listed companies. Time deposits with an aggregate amount of Rp5,157,957,787 and Rp32,482,957,787 as of December 31, 2008 and 2007, respectively, are pledged as collateral to certain loans as discussed in Note 12. 5. TRADE RECEIVABLES, NET This account consists of receivables from third parties with details as follows:
2007 722.744.147.481 150.521.967.719 873.266.115.200 (3.693.765.727) 869.572.349.473 Domestic customers Foreign customers Total Less allowance for doubtful accounts Trade Receivables, Net

Analisis piutang usaha berdasarkan umur piutang pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008

An aging analysis of the trade receivables as of December 31, 2008 and 2007 is as follows:

Rupiah Lancar Lewat jatuh tempo 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari Lebih dari 90 hari Jumlah Dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu Piutang Usaha, Bersih 590.077.408.008 180.679.957.432 21.070.493.837 12.891.780.469 6.962.226.261 811.681.866.007 (4.151.792.958) 807.530.073.049

Mata Uang Asing (Setara dalam Rupiah)/ Foreign Currencies (Equivalent Rupiah) 72.413.333.234 12.156.702.010 38.932.850.908 3.796.129.508 1.897.043.700 129.196.059.360 (1.368.750.000) 127.827.309.360

Jumlah/ Total 662.490.741.242 192.836.659.442 60.003.344.745 16.687.909.977 8.859.269.961 940.877.925.367 (5.520.542.958) 935.357.382.409 Current Overdue 1 - 30 days 31 - 60 days 61 - 90 days Over 90 days Total Less allowance for doubtful accounts Trade Receivables, Net

104

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

35

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

5.

PIUTANG USAHA, BERSIH (lanjutan)


2007

5.

TRADE RECEIVABLES, NET (continued)

Rupiah Lancar Lewat jatuh tempo 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari Lebih dari 90 hari Jumlah Dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu Piutang Usaha, Bersih 491.239.078.319 185.695.361.237 19.086.577.378 12.243.762.517 9.856.078.497 718.120.857.948 (2.137.993.962) 715.982.863.986

Mata Uang Asing (Setara dalam Rupiah)/ Foreign Currencies (Equivalent Rupiah) 79.247.239.463 22.107.713.756 16.843.512.364 18.608.578.803 18.338.212.866 155.145.257.252 (1.555.771.765) 153.589.485.487

Jumlah/ Total 570.486.317.782 207.803.074.993 35.930.089.742 30.852.341.320 28.194.291.363 873.266.115.200 (3.693.765.727) 869.572.349.473 Current Overdue 1 - 30 days 31 - 60 days 61 - 90 days Over 90 days Total Less allowance for doubtful accounts Trade Receivables, Net

Analisis mutasi saldo penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:


2008 Saldo awal tahun Mutasi tahun berjalan: Penambahan penyisihan Penghapusan (pemulihan) Saldo akhir tahun 3.693.765.727 5.037.867.375 (3.211.090.144) 5.520.542.958

An analysis of the movements in balance of allowance for doubtful accounts is as follows:


2007 3.827.092.171 105.295.071 (238.621.515) 3.693.765.727 Balance at beginning of year Movements during the year: Additional provisions Write-off (reversal) Balance at end of year

Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Grup berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Piutang usaha sebesar Rp13 miliar dan Rp16 milliar masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, digunakan sebagai jaminan atas pinjaman tertentu yang diperoleh seperti dijelaskan pada Catatan 12.

Based on the review of the status of the individual receivable accounts at end of year, the Groups management is of the opinion that the above allowance for doubtful accounts is adequate to cover the possible losses that may arise from the non-collection of accounts. Trade receivables with an aggregate amount of Rp13 billion and Rp16 billion as of December 31, 2008 and 2007, respectively, are pledged as collateral to certain loans as discussed in Note 12.

36

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

105

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6.

SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, terutama yang berhubungan dengan transaksi keuangan, sewa ruang kantor dan asuransi dengan rincian sebagai berikut: a. Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu membeli polis asuransi dari PT Asuransi Mitra Maparya (AMM) dengan jumlah keseluruhan nilai pertanggungan asuransi sejumlah Rp3.229 miliar, US$72,8 juta dan EUR817 ribu pada tanggal 31 Desember 2008 dan sejumlah Rp2.315 miliar, US$77,6 juta dan EUR817 ribu pada tanggal 31 Desember 2007. Polis asuransi tersebut untuk melindungi sebagian persediaan dan aset tetap dari risiko kerugian akibat kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya (Catatan 7 dan 10). AMM merupakan pihak hubungan istimewa terhadap Grup yang tergolong sebagai entitas di bawah sepengendali. b. Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu memberikan pinjaman kepada karyawan dengan kriteria dan syarat tertentu sesuai dengan jenjang kepegawaian masing-masing karyawan. Pinjaman kepada karyawan dilunasi melalui pemotongan gaji bulanan.

6.

SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES The Group, in its regular conduct of business, engages in transactions with certain related parties, principally consisting of financing transactions, office space rentals and insurance, with details as follows: a. The Company and certain Subsidiaries obtained insurance policies from PT Asuransi Mitra Maparya (AMM), with combined insurance coverage amounting to Rp3,229 billion, US$72.8 million and EUR817 thousand as of December 31, 2008, and Rp2,315 billion, US$77.6 million and EUR817 thousand as of December 31, 2007. The said insurance policies covered portions of inventories and property, plant, and equipment against risks of losses by fire, flood and other risks, on a blanket basis (Notes 7 and 10). AMM is considered as a related party to the Group in view of common control. b. The Company and certain Subsidiaries provide loans to employees subject to certain criteria and conditions depending on their position/level. These employee loans are being collected through regular monthly salary deductions.

Rincian saldo piutang dan hutang yang timbul dari transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Jumlah/ Amount 2008 Aktiva tidak lancar Piutang hubungan istimewa Pinjaman karyawan Jumlah 2007

The details of the balances of receivables and payables arising from transactions with related parties are as follows:
Persentase terhadap Jumlah Aktiva/ Percentage to Total Assets 2008 (%) 2007 (%) Non-current Assets Due from related parties Loans to employees Total

4.838.713.018 4.838.713.018

7.881.257.877 7.881.257.877

0,08 0,08

0,15 0,15

106

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

37

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

7.

PERSEDIAAN, BERSIH Persediaan terdiri dari:


2008 Barang jadi (Catatan 22) Barang dagangan (Catatan 22) Barang dalam proses (Catatan 22) Bahan baku dan kemasan Bahan baku dalam perjalanan Suku cadang dan lain-lain Jumlah Dikurangi penyisihan persediaan usang Bersih 858.857.791.133 95.493.836.380 32.050.826.928 616.201.684.891 6.703.207.231 13.161.590.706

7.

INVENTORIES, NET Inventories consist of:


2007

768.727.980.600 40.422.200.842 53.950.317.891 547.146.633.692 10.520.730.391 12.119.072.011

Finished goods (Note 22) Merchandise inventories (Note 22) Work in-process (Note 22) Raw and packaging materials Materials in-transit Spare parts and others Total Less allowance for inventory obsolence Net

1.622.468.937.269 1.432.886.935.427 (16.345.055.382) (5.818.950.720) 1.606.123.881.887 1.427.067.984.707

Analisis saldo penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut:


2008 Saldo awal tahun Ditambah (dikurangi): Penyisihan tahun berjalan Penghapusan persediaan tahun berjalan Saldo akhir tahun 5.818.950.720 29.033.572.198 (18.507.467.536) 16.345.055.382

An analysis of the movements in balance of allowance for inventory obsolence is as follows:


2007 1.119.500.000 12.602.482.576 (7.903.031.856) 5.818.950.720 Balance at beginning of year Add (deduct): Provisions made during the year Write-off of inventory during the year Balance at end of year

Persediaan dengan nilai tercatat keseluruhan sejumlah Rp17,4 miliar dan Rp13 miliar masingmasing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman tertentu yang diperoleh, seperti dijelaskan dalam Catatan 12. Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai keseluruhan pertanggungan sejumlah Rp2.091 miliar dan US$5,5 juta pada tanggal 31 Desember 2008, yang berdasarkan pendapat manajemen Grup adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan terhadap risiko yang dipertanggungkan (Catatan 6). 8. AKTIVA LANCAR LAINNYA
Akun ini terdiri dari: Uang muka biaya operasional Biaya dibayar di muka Pajak pertambahan nilai Lain-lain Jumlah 2008 61.290.850.802 36.694.460.452 12.520.176.248 3.718.257.074 114.223.744.576

Inventories with an aggregate carrying amount of Rp17.4 billion and Rp13 billion as of December 31, 2008 and 2007, respectively, are pledged as collateral to certain loans, as discussed in Note 12. Inventories are covered by insurance against losses by fire, flood and other risks under blanket policies with combined coverage amounting to about Rp2,091 billion and US$5.5 million as of December 31, 2008, which, in the Group managements opinion, are adequate to cover the possible losses that may arise from the said insured risks (Note 6).

8.

OTHER CURRENT ASSETS


2007 This account consists of: Operational advances Prepaid expenses Value added tax Others Total

67.734.829.707 26.276.634.203 16.087.035.014 3.588.216.622 113.686.715.546

38

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

107

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9.

INVESTASI JANGKA PANJANG Rincian akun ini adalah sebagai berikut:


2008

9.

LONG-TERM INVESTMENTS The details of this account are as follows:

Nilai Perolehan/ Cost Metode Ekuitas PT Cordlife Indonesia (CI) PT Pharma Metric Labs. (PML) 1.844.160.000 344.500.000

Akumulasi Bagian Atas Rugi Bersih/ Accumulated Equity Share in Net Losses

Nilai Tercatat/ Carrying value At equity method

(1.844.160.000) (1.245.324.853) 2007 Akumulasi Bagian Atas Rugi Bersih/ Accumulated Equity Share in Net Losses

(900.824.853)

PT Cordlife Indonesia (CI) PT Pharma Metric Labs. (PML)

Nilai Perolehan/ Cost Metode Ekuitas PT Cordlife Indonesia (CI) PT Pharma Metric Labs. (PML) 1.844.160.000 344.500.000

Nilai Tercatat/ Carrying value At equity method

(1.140.603.857) (730.012.278)

703.556.143 (385.512.278)

PT Cordlife Indonesia (CI) PT Pharma Metric Labs. (PML)

Seperti dijelaskan pada Catatan 2b, pada tahun 2007, nilai tercatat investasi saham Perusahan dalam PML terdilusi menjadi 34,45% setelah penjualan sebagian saham Perusahan kepada pihak ketiga. Efek dilusi tersebut menyebabkan Perusahaan tidak melakukan konsolidasi atas PML dan penyertaan saham Perusahan di PML dicatat menggunakan metode ekuitas (Equity method). Sebagai hasil dari penjualan saham tersebut menyebabkan tidak adanya pemegang saham mayoritas tunggal pada PML, sehingga segala hasil kegiatan operasi PML harus ditanggung bersama oleh semua pemegang saham secara proposional. Berdasarkan hasil operasional PML, nilai tercatat investasi Perusahaan pada PML mengalami penurunan hingga bersaldo negatif sebesar Rp900.824.853 dan Rp385.512.278 masingmasing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, yang disajikan sebagai bagian dari Selisih lebih akumulasi kerugian atas biaya perolehan investasi Perusahaan asosiasi pada neraca konsolidasi.

As discussed in Note 2b, in 2007, the carrying value of the Companys equity investment in PML was diluted to 34.45% after selling a portion of the Companys equity share to third parties. Accordingly, the Company has deconsolidated PML and accounted for its investment in PML using the equity method. As a result of the said partial disposal of the Companys equity interest, there is no longer any single majority controlling shareholder in PML, and hence, all the results from PMLs operational activities should be borne proportionately by all the shareholders.

Based on PMLs operational results, the net carrying value of the Companys investment has been reduced and reflected as negative balance amounting to Rp900,824,853 and Rp385,512,278 as of December 31, 2008 and 2007, respectively, which is presented in Accumulated loss of Associated company in excess of investment cost in the consolidated balance sheets.

108

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

39

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP Aset tetap terdiri dari:


2008 Saldo Awal/ Beginning Balance Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Hak atas tanah 222.286.971.654 Bangunan dan prasarana 485.265.207.123 Perbaikan kantor disewa 8.037.068.147 Mesin dan peralatan 691.166.818.982 Perlengkapan kantor Kendaraan dan alat transportasi Peralatan kesehatan Sub-jumlah Aset Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan Kendaraan Sub-jumlah Aset dalam Pengerjaan Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Sub-jumlah Jumlah Nilai Tercatat 303.820.683.265 220.780.230.908 21.789.977.391 1.953.146.957.470 Penambahan/ Reklasifikasi/ Additions/ Reclassifications

10. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT Property, plant and equipment consist of:

Pengurangan/ Reklasifikasi/ Deductions/ Reclassifications

Saldo Akhir/ Ending Balance Carrying Value Direct Ownership Landrights Buildings and improvements Leasehold improvements Machinery and equipment Office equipment, furniture and fixtures Vehicles and transportation equipment Medical equipment Sub-total Assets Under Capital Lease Machinery and equipment Vehicles Sub-total Constructions in Progress Buildings and improvements Machinery and equipment Sub-total Total Carrying Value Accumulated Depreciation Direct Ownership Landrights Buildings and improvements Leasehold improvements Machinery and equipment Office equipment, furniture and fixtures Vehicles and transportation equipment Medical equipment Sub-total Assets Under Capital Lease Machinery and equipment Vehicles Sub-total Total Accumulated Depreciation Net Book Value

9.517.986.350 27.603.253.486 2.359.292.886 148.210.549.016 74.100.553.383 27.878.578.963 10.014.760.950 299.684.975.034

467.479.808 55.217.088.106 374.905.440 7.032.892.809 18.958.608.078 16.757.457.637 137.100.000 98.945.531.878

231.337.478.196 457.651.372.503 10.021.455.593 832.344.475.189 358.962.628.570 231.901.352.234 31.667.638.341 2.153.886.400.626

21.801.761.616 2.967.825.000 24.769.586.616 19.692.409.916 43.484.908.121 63.177.318.037 2.041.093.862.123

275.885.250 275.885.250 57.444.104.062 86.955.211.073 144.399.315.135 444.360.175.419

13.301.761.616 2.360.025.000 15.661.786.616 8.470.275.348 42.249.056.805 50.719.332.153 165.326.650.647

8.500.000.000 883.685.250 9.383.685.250 68.666.238.630 88.191.062.389 156.857.301.019 2.320.127.386.895

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Hak atas tanah 1.159.280.494 Bangunan dan prasarana 136.608.195.456 Perbaikan kantor disewa 4.358.684.435 Mesin dan peralatan 335.192.672.256 Perlengkapan kantor Kendaraan dan alat transportasi Peralatan kesehatan Sub-jumlah Aset Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan Kendaraan Sub-jumlah Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku 189.689.273.574 147.985.354.841 12.258.278.962 827.251.740.018

95.688.648 22.502.228.507 1.332.788.034 87.239.917.087 44.263.814.818 31.968.578.388 4.395.738.081 191.798.753.563

233.613.080 3.729.459.632 12.496.836 6.834.749.194 2.691.867.282 14.763.463.696 38.065.002 28.303.714.722

1.021.356.062 155.380.964.331 5.678.975.633 415.597.840.149 231.261.221.110 165.190.469.533 16.615.952.041 990.746.778.859

8.179.513.073 1.514.835.838 9.694.348.911 836.946.088.929 1.204.147.773.194

2.052.775.808 208.946.633 2.261.722.441 194.060.476.004

8.519.788.832 1.402.265.838 9.922.054.670 38.225.769.392

1.712.500.049 321.516.633 2.034.016.682 992.780.795.541 1.327.346.591.354

40

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

109

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (lanjutan)


2007 Saldo Awal/ Beginning Balance Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Hak atas tanah 209.995.286.798 Bangunan dan prasarana 262.925.254.907 Perbaikan kantor disewa 7.772.656.348 Mesin dan peralatan 487.359.533.225 Perlengkapan kantor Kendaraan dan alat transportasi Peralatan kesehatan Sub-jumlah Aset Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan Kendaraan Sub-jumlah 235.956.216.689 216.085.952.483 14.954.371.318 1.435.049.271.768 52.653.221.942 2.873.225.000 55.526.446.942 Penambahan/ Reklasifikasi/ Additions/ Reclassifications

10. PROPERTY, (continued)

PLANT

AND

EQUIPMENT

Pengurangan/ Reklasifikasi/ Deductions/ Reclassifications

Saldo Akhir/ Ending Balance Carrying Value Direct Ownership Landrights Buildings and improvements Leasehold improvements Machinery and equipment Office equipment, furniture and fixtures Vehicles and transportation equipment Medical equipment Sub-total Assets Under Capital Lease Machinery and equipment Vehicles Sub-total Constructions in Progress Buildings and improvements Machinery and equipment Sub-total Total Carrying Value Accumulated Depreciation Direct Ownership Landrights Buildings and improvements Leasehold improvements Machinery and equipment Office equipment, furniture and fixtures Vehicles and transportation equipment Medical equipment Sub-total Assets Under Capital Lease Machinery and equipment Vehicles Sub-total Total Accumulated Depreciation Net Book Value

12.930.044.856 222.776.161.703 1.441.269.556 219.917.500.758 72.451.944.715 30.944.659.159 8.304.769.813 568.766.350.560 8.500.000.000 280.600.000 8.780.600.000 25.666.726.227 71.844.150.668 97.510.876.895 675.057.827.455

638.360.000 436.209.487 1.176.857.757 16.110.215.001 4.587.478.139 26.250.380.734 1.469.163.740 50.668.664.858 39.351.460.326 186.000.000 39.537.460.326 211.775.213.134 57.274.215.977 269.049.429.111 359.255.554.295

222.286.971.654 485.265.207.123 8.037.068.147 691.166.818.982 303.820.683.265 220.780.230.908 21.789.977.391 1.953.146.957.470 21.801.761.616 2.967.825.000 24.769.586.616 19.692.409.916 43.484.908.121 63.177.318.037 2.041.093.862.123

Aset dalam Pengerjaan Bangunan dan prasarana 205.800.896.823 Mesin dan peralatan 28.914.973.430 Sub-jumlah Jumlah Nilai Tercatat 234.715.870.253 1.725.291.588.963

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Hak atas tanah 1.044.436.558 Bangunan dan prasarana 113.693.614.042 Perbaikan kantor disewa 3.285.182.621 Mesin dan peralatan 259.058.196.452 Perlengkapan kantor Kendaraan dan alat transportasi Peralatan kesehatan Sub-jumlah Aset Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan Kendaraan Sub-jumlah Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku 152.853.486.496 134.026.754.810 9.525.769.382 673.487.440.361

114.843.936 23.234.070.322 1.323.308.686 82.086.191.903 41.302.740.369 33.395.863.728 3.185.298.261 184.642.317.205

319.488.908 249.806.872 5.951.716.099 4.466.953.291 19.437.263.697 452.788.681 30.878.017.548

1.159.280.494 136.608.195.456 4.358.684.435 335.192.672.256 189.689.273.574 147.985.354.841 12.258.278.962 827.251.740.018

26.538.815.588 893.795.834 27.432.611.422 700.920.051.783 1.024.371.537.180

4.535.921.855 686.915.004 5.222.836.859 189.865.154.064

22.895.224.370 65.875.000 22.961.099.370 53.839.116.918

8.179.513.073 1.514.835.838 9.694.348.911 836.946.088.929 1.204.147.773.194

110

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

41

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (lanjutan) Penyusutan Beban penyusutan sejumlah Rp178.414.064.312 dan Rp165.490.424.579 masing-masing pada tahun 2008 dan 2007 yang dibebankan ke operasi sebagai bagian dari berikut ini:
2008 Beban pabrikasi Beban penjualan (Catatan 23) Beban umum dan administrasi (Catatan 23) Beban riset dan pengembangan (Catatan 23) Jumlah 85.791.208.743 46.874.286.718 43.201.593.203 2.546.975.648 178.414.064.312

10. PROPERTY, (continued) Depreciation

PLANT

AND

EQUIPMENT

Depreciation expenses in 2008 and 2007 totaling to Rp178,414,064,312 and Rp165,490,424,579, respectively, were charged to operations as part of the following:
2007 78.284.534.201 44.974.176.098 40.168.453.539 2.063.260.741 165.490.424.579 Manufacturing overhead Selling expenses (Note 23) General and administrative expenses (Note 23) Research and development expenses (Note 23) Total

Penambahan dan Pengurangan Penambahan aset tetap pemilikan langsung termasuk reklasifikasi dari aset dalam pengerjaan sejumlah Rp50.719.332.153 dan Rp269.049.429.111 masing-masing pada tahun 2008 dan 2007 dan reklasifikasi aset sewa guna usaha dengan biaya perolehan dan akumulasi penyusutan masing-masing sejumlah Rp15.661.786.616 dan Rp9.922.054.670 pada tahun 2008 serta Rp39.537.460.326 dan Rp22.961.099.370 pada tahun 2007 serta reklasifikasi lainya dengan biaya perolehan dan akumulasi penyusutan masing-masing Rp72.738.420.936 dan Rp5.724.357.022 pada tahun 2008, serta Rp2.521.150.505 dan Rp1.413.630.115 pada tahun 2007. Pengurangan aset tetap merupakan penjualan dan reklasifikasi aset tetap dan pada tahun 2007, termasuk aset tetap PML yang tidak dikonsolidasikan lagi (Catatan 2b). Analisis laba terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2008 Harga jual Nilai buku Laba atas penjualan aset tetap 10.172.535.153 3.690.859.805 6.481.675.348

Additions and Deductions Additions to property, plant and equipment under direct ownership include reclassifications from construction in progress with total carrying value amounting to Rp50,719,332,153 and Rp269,049,429,111 in 2008 and 2007, respectively, and reclassifications from assets under capital lease with total carrying value and accumulated depreciation amounting to Rp15,661,786,616 and Rp9,922,054,670 in 2008, respectively, and Rp39,537,460,326 and Rp5,724,357,022 in 2007, respectively, and other reclassifications with total carrying value and accumulated depreciation amounting to Rp72,738,420,936 and Rp5,724,357,022, respectively, in 2008 and Rp2,521,150,505 and Rp1,413,630,115, respectively, in 2007. Deductions in property, plant and equipment represent sales and reclassifications of assets, and in 2007, includes PMLs property and equipment which are no longer consolidated (Note 2b). An analysis of the related gains arising from those sales of property and equipment are as follows:
2007 24.829.307.166 15.523.238.116 9.306.069.050 Sales proceeds Net book value Gains on sales of property, plant and equipment

42

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

111

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (lanjutan) Aset sewa guna usaha Beberapa Anak perusahaan, yaitu: Bintang Toedjoe, Avesta, Bifarma, dan Kalbe International Pte. Ltd. mengadakan perjanjian sewa guna usaha dengan berbagai perusahaan pembiayaan lokal dan internasional dengan dengan jangka waktu tiga (3) sampai dengan lima (5) tahun untuk mesin dan peralatan serta kendaraan. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, pembayaran sewa guna usaha minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjianperjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
Tahun Jatuh Tempo 2008 2009 dan seterusnya Jumlah Bunga yang belum jatuh tempo Hutang sewa guna usaha Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang 2008 1.172.729.985 1.172.729.985 (107.595.649) 1.065.134.336 (574.290.696) 490.843.640

10. PROPERTY, (continued)

PLANT

AND

EQUIPMENT

Assets under Capital Lease Certain subsidiaries namely, Bintang Toedjoe, Avesta, Bifarma and Kalbe International Pte. Ltd., have lease agreements with various local and international finance companies with lease terms ranging from three (3) to five (5) years for machineries and equipment and vehicles. Future minimum lease payments of these subsidiaries under the above-mentioned lease commitments as of December 31, 2008 and 2007 are as follows:
2007 2.553.508.114 780.222.535 3.333.730.649 (135.322.069) 3.198.408.580 (2.435.734.819) 762.673.761 Year Due 2008 2009 and thereafter Total Amount applicable to interest Obligations under capital leases Currently maturing portion Long-term portion

Aset dalam pengerjaan Perusahaan Pada tanggal 31 Desember 2008, bangunan dan prasarana dalam pengerjaan sejumlah Rp31.045.479.692 merupakan perluasan dan renovasi bangunan pabrik. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, persentase penyelesaian dari aset dalam pengerjaan tersebut (secara finansial) adalah sekitar 63,32% dari nilai kontrak. Mesin dan peralatan dalam pengerjaan sejumlah Rp83.431.790.732 merupakan penambahan fasilitas pabrik. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, persentase penyelesaian dari aset dalam pengerjaan tersebut (secara finansial) adalah sekitar 87,05% dari nilai kontrak.

Construction in progress Company As of December 31, 2008, the buildings and improvements under construction with total carrying amount of Rp31,045,479,692 consist of extension and renovation of factory building. These projects are estimated to be completed in 2009. As of December 31, 2008, the percentage of completion of these constructions in progress (in financial terms) is about 63.32% of the total contract value. Machinery and equipment under construction/ installation with total carrying amount of Rp83,431,790,732 consist of additions to factory facilities. These projects are estimated to be completed in 2009. As of December 31, 2008, the percentage of completion of these constructions in progress (in financial terms) is about 87.05% of the total contract value.

112

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

43

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (lanjutan) Anak perusahaan EPMT Pada tanggal 31 Desember 2008, bangunan dan prasarana dalam pengerjaan sejumlah Rp19.276.954.455 merupakan renovasi atas bangunan dan prasarana EPMT. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, persentase penyelesaian dari aset dalam pengerjaan tersebut (secara finansial) adalah sekitar 99% dari nilai kontrak. Finusolprima Pada tanggal 31 Desember 2008, bangunan dan prasarana dalam pengerjaan sejumlah Rp18.343.804.483 merupakan perluasan dan renovasi bangunan pabrik. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, persentase penyelesaian dari aset dalam pengerjaan tersebut (secara finansial) adalah sekitar 73% dari nilai kontrak. Mesin dan peralatan dalam pengerjaan sejumlah Rp2.054.758.380 merupakan penambahan fasilitas pabrik. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, persentase penyelesaian dari aset dalam pengerjaan tersebut (secara finansial) adalah sekitar 81% dari nilai kontrak. Sanghiang Mesin dan peralatan dalam pengerjaan sejumlah Rp2.704.513.277 merupakan penambahan fasilitas pabrik. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, persentase penyelesaian dari aset dalam pengerjaan tersebut (secara finansial) adalah sekitar 90% dari nilai kontrak.

10. PROPERTY, (continued) Subsidiaries EPMT

PLANT

AND

EQUIPMENT

As of December 31, 2008, the buildings and improvements under construction with total carrying amount of Rp19,276,954,455 consist of renovation of EPMTs building and improvement. These projects are estimated to be completed in 2009. As of December 31, 2008, the percentage of completion of these constructions in progress (in financial terms) is about 99% of the total contract value. Finusolprima As of December 31, 2008, the buildings and improvements under construction with total carrying amount of Rp18,343,804,483 consist of extension and renovation of factory building. These projects are estimated to be completed in 2009. As of December 31, 2008, the percentage of completion of these constructions in progress (in financial terms) is about 73% of the total contract value. Machinery and equipment under construction/ installation with total carrying amount of Rp2,054,758,380 consist of additions to factory facilities. These projects are estimated to be completed in 2009. As of December 31, 2008, the percentage of completion of these constructions in progress (in financial terms) is about 81% of the total contract value. Sanghiang Machinery and equipment under construction/ installation with total carrying amount of Rp2,704,513,277 consist of additions to factory facilities. These projects are estimated to be completed in 2009. As of December 31, 2008, the percentage of completion of these constructions in progress (in financial terms) is about 90% of the total contract value.

44

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

113

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (lanjutan) Hal lain-lain Hak atas tanah Grup adalah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) dengan sisa masa manfaat yang berakhir berkisar antara tahun 2009 sampai dengan tahun 2028. Manajemen berpendapat bahwa masa manfaat hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo. Aset tetap Anak perusahaan tertentu dengan nilai buku keseluruhan sejumlah Rp16,5 miliar dan Rp15,6 miliar masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman tertentu yang diperoleh, seperti dijelaskan dalam Catatan 12. Aset tetap dengan pemilikan langsung seperti yang terlihat pada tabel sebelumnya diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan keseluruhan sejumlah US$80,79 juta, Rp1.157 miliar dan EUR817 ribu pada tanggal 31 Desember 2008, yang berdasarkan pendapat manajemen Grup adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset tetap terhadap risiko yang dipertanggungkan (Catatan 6). Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai tercatat aset tetap Grup dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tersebut.

10. PROPERTY, (continued) Other Matters

PLANT

AND

EQUIPMENT

The titles of ownership of the Group on its landrights are all in the form of Usage Rights for Building (Hak Guna Bangunan or HGB) with limited duration, which have remaining terms expiring on various dates between 2009 until 2028. Management is of the opinion that the terms of the said landrights can be renewed/extended upon expiration. The property, plant and equipment of certain Subsidiaries with combined net book value of Rp16.5 billion and Rp15.6 billion as of December 31, 2008 and 2007, respectively, are pledged as collateral to certain loans as discussed in Note 12. All of the property, plant and equipment under direct ownership, as shown in the previous tables, are covered by insurance against losses by fire, flood and other risks under blanket policies with combined insurance coverage totaling US$80.79 million, Rp1,157 billion, and EUR817 thousand as of December 31, 2008, which in the Groups management opinion, are adequate to cover the possible losses that may arise from the said insured risks (Note 6). The Groups management is of the opinion that the carrying values of the property, plant and equipment of the Group are fully recoverable, and hence, no write-down for impairment in value is necessary. 11. INTANGIBLE ASSETS, NET Intangible assets consist of goodwill, trademarks, patents and formulas, and computer software. An analysis of the balance of this account is as follows:
2007 68.358.738.863 47.789.612.283 22.752.864.786 138.901.215.932 Cost Goodwill Trademarks, patents and formulas Computer software Total

11. AKTIVA TIDAK BERWUJUD, BERSIH Aktiva tidak berwujud terdiri dari goodwill, merek dagang, hak paten dan formula, serta piranti lunak komputer. Analisis saldo dari akun ini adalah sebagai berikut:
2008 Biaya perolehan Goodwill Merek dagang, hak paten dan formula Piranti lunak komputer Jumlah 68.358.738.863 56.754.730.783 36.922.556.158 162.036.025.804

114

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

45

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. AKTIVA TIDAK BERWUJUD, BERSIH (lanjutan)


2008 Akumulasi amortisasi Saldo awal tahun Goodwill Merek dagang, hak paten dan formula Piranti lunak komputer Sub-jumlah Amortisasi tahun berjalan Goodwill Merek dagang, hak paten dan formula Piranti lunak komputer Sub-jumlah Saldo akhir tahun Bersih

11. INTANGIBLE ASSETS, NET (continued)


2007 Accumulated amortization Balance at beginning of year Goodwill Trademarks, patents and formulas Computer software Sub-total Amortization during the year Goodwill Trademarks, patents and formulas Computer software Sub-total Balance at end of year Net

(40.294.698.866) (20.497.000.387) (7.086.364.151) (67.878.063.404)

(36.266.036.128) (17.951.127.374) (3.556.861.123) (57.774.024.625)

(3.799.436.146) (3.079.809.887) (4.871.431.653) (11.750.677.686) (79.628.741.090) 82.407.284.714

(4.028.662.738) (2.545.873.013) (3.529.503.028) (10.104.038.779) (67.878.063.404) 71.023.152.528

12. PINJAMAN JANGKA PENDEK Rincian pinjaman jangka pendek adalah sebagai berikut:
2008 Pinjaman Rupiah Modal kerja PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. Kredit aksep on call PT Bank OCBC NISP Tbk. Kredit Berjangka (Revolving) PT Bank Permata Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Cerukan PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank OCBC NISP Tbk. Jumlah Pinjaman Jangka Pendek

12. SHORT-TERM LOANS The details of short-term loans are as follows:


2007 Rupiah loans Working capital PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. Credit acceptance on call PT Bank OCBC NISP Tbk. Revolving Credit PT Bank Permata Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Overdraft PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank OCBC NISP Tbk. Total Short-term Loans

65.000.000.000 7.800.000.000 5.000.000.000 2.500.000.000 10.000.000.000 49.416.175.634 6.172.446.817 145.888.622.451

6.000.000.000 20.000.000.000 2.500.000.000 12.000.000.000 3.216.669.680 43.716.669.680

Suku bunga per tahun untuk fasilitas pinjaman di atas adalah berkisar antara 11,07% sampai dengan 16,00% pada tahun 2008 dan 12,50% sampai dengan 14,00% pada tahun 2007.

Annual interest rates on the above loans range from 11.07% to 16.00% in 2008 and 12.50% to 14.00% in 2007.

46

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

115

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Seluruh pinjaman di atas merupakan penarikan dari fasilitas-fasilitas pinjaman terkait yang diperoleh Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu sebagai berikut: Perusahaan Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), yang terdiri dari fasilitas cerukan sejumlah Rp10 miliar, fasilitas time loan sejumlah Rp40 miliar, fasilitas USLC maksimum sejumlah US$2 juta dan fasilitas foreign exchange hedging maksimum sejumlah US$5 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 11 November 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, saldo pinjaman terdiri dari pencairan fasilitas time loan dan fasilitas cerukan masing-masing sejumlah Rp40 miliar dan Rp9.356.017.140.

12. SHORT-TERM LOANS (continued) All of the above loans represent drawdowns from the related credit facilities obtained by the Company and certain Subsidiaries as follows: Company The Company obtained several credit facilities from PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), consisting of an overdraft facility amounting to Rp10 billion, time loan facility amounting to Rp40 billion, USLC facility with an aggregate limit of US$2 million and foreign exchange hedging facility with an aggregate limit of US$5 million. These facilities will mature on November 11, 2009. As of December 31, 2008, the total outstanding loan balances amounting to Rp40 billion and Rp9,356,017,140 consisting of drawdowns from the time loan facility and overdraft facility, respectively. The Company also obtained revolving loan facilities from PT Bank Permata Tbk. (Permata), amounting to Rp50 billion. These facilities will mature on April 19, 2009. As of December 31, 2008, the total outstanding loan balances amounted to Rp10 billion. Indogravure Indogravure obtained a working capital facility from PT Bank OCBC NISP Tbk. with a maximum credit limit amounting to Rp12 billion, an overdraft facility amounting to Rp2 billion, and a Letter of Credit (L/C) facility amounting to US$1.2 million. The related outstanding loan balances as of December 31, 2008 were Rp7.8 billion and Rp1,956,517,432 based on drawdowns made from the working capital facility and overdraft facility, respectively. The outstanding loan balances as of December 31, 2007 was Rp6,361,749,569 (consisting of drawdowns from the working capital facility amounting to Rp6 billion and from the overdraft facility amounting to Rp361,749,569). These loan facilities, which will mature on March 28, 2009, are secured by trade receivables amounting to Rp13 billion, inventories with carrying value of Rp9 billion, and machinery and equipment of Indogravure and the landrights and buildings under the name of Indogravure (Notes 5, 7 and 10).

Perusahaan juga memperoleh fasilitas revolving loan dari PT Bank Permata Tbk. (Permata) sejumlah Rp50 miliar. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 April 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, saldo pinjaman tersebut adalah sejumlah Rp10 miliar. Indogravure Indogravure memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank OCBC NISP Tbk. dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp12 miliar, fasilitas cerukan sejumlah Rp2 miliar dan fasilitas Letters of Credit (L/C) sejumlah US$1,2 juta. Pada tanggal 31 Desember 2008, saldo pinjaman terdiri dari pencairan kredit modal kerja dan cerukan masingmasing sejumlah Rp7,8 miliar dan Rp1.956.517.432. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2007 sejumlah Rp6.361.749.569 (terdiri atas pencairan dari fasilitas kredit modal kerja sejumlah Rp6 miliar dan penarikan fasilitas cerukan sejumlah Rp361.749.569). Fasilitas kredit modal kerja dan fasilitas cerukan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2009 dan dijamin dengan piutang usaha sejumlah Rp13 miliar, persediaan sejumlah Rp9 miliar, mesin dan peralatan Indogravure serta hak atas tanah dan bangunan atas nama Indogravure (Catatan 5, 7 dan 10).

116

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

47

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Indogravure (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2007, Indogravure tidak menggunakan fasilitas L/C dan fasilitas tersebut tidak diperpanjang pada tahun 2008. Indogravure juga memperoleh fasilitas kredit Berjangka 1 (Term 1) dan Berjangka 2 (Term 2) dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDI) yang merupakan pinjaman jangka pendek dengan batas kredit maksimum masing-masing sejumlah Rp8 miliar dan Rp4 miliar. Pada tahun 2007, fasilitas maksimum kredit tersebut telah ditarik penuh. Pada tahun 2008, saldo pinjaman fasilitas kredit Term 1 dan Term 2 telah dilunasi masing-masing pada bulan Oktober dan Desember, dan kedua fasilitas kredit tersebut sudah tidak diperpanjang. Fasilitas tersebut dijamin dengan deposito berjangka milik Kageo Igar pada BDI masingmasing sejumlah Rp8,2 miliar dan Rp4,125 miliar (Catatan 4). Saka Saka memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) yang terdiri dari fasilitas cerukan dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp5 miliar dan kredit aksep on call sejumlah Rp2,5 miliar. Fasilitas-fasilitas tersebut telah diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Maret 2009. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2008, sejumlah Rp4.215.929.385 untuk fasilitas cerukan dan Rp2,5 miliar untuk kredit aksep on call, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2007, sejumlah Rp2.854.920.111 untuk fasilitas cerukan dan Rp2,5 miliar untuk kredit aksep on call. Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap mesin dan peralatan dan tanah Saka (Catatan 10).

12. SHORT-TERM LOANS (continued) Indogravure (continued) As of December 31, 2007, Indogravure did not use the L/C facility and such facility was not extended in 2008. Indogravure also obtained short-term revolving credit facilities Term 1 and Term 2 from PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDI) with maximum credit facility amount of Rp8 billion and Rp4 billion, respectively. In 2007, the said maximum facility amounts have been fully drawn. In 2008, outstanding balance of credit facilities Term 1 and Term 2 has been fully paid in October and December, respectively, and both credit faciities were not extended. These facilities are secured by time deposits owned by Kageo Igar placed with BDI amounting to Rp8.2 billion and Rp4.125 billion, respectively (Note 4). Saka Saka obtained credit facilities from PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), which consist of an overdraft facility with a maximum credit limit of Rp5 billion and credit acceptance on call facility of Rp2.5 billion. These loan facilities have been extended and will mature on March 30, 2009. The total outstanding loan balances as of December 31, 2008 amounted to Rp4,215,929,385 for the overdraft facility and Rp2.5 billion for the credit acceptance on call facility, while as of December 31, 2007, the total outstanding loan balances amounted to Rp2,854,920,111 for the overdraft facility and Rp2.5 billion for the credit acceptance on call facility. These loan facilities are secured by Sakas machinery and equipment and land (Note 10).

48

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

117

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Finusolprima Finusolprima memperoleh fasilitas cerukan dari PT Bank OCBC NISP Tbk. dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp1,5 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, tidak ada saldo penggunaan dari fasilitas tersebut. Fasilitas cerukan ini berlaku sampai dengan tanggal 30 Maret 2009 dan dijamin dengan piutang usaha dan persediaan Finusolprima (Catatan 5 dan 7). Avesta Avesta memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap 1 dan Tetap 2 dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. yang merupakan pinjaman jangka pendek dengan batas kredit maksimum masing-masing sejumlah Rp5 miliar dan Rp15 miliar yang keduanya akan jatuh tempo pada tanggal 29 April 2009. Pada tahun 2007, fasilitas maksimum kredit tersebut telah ditarik penuh. Pada bulan Desember 2008, Avesta melunasi saldo fasilitas pinjaman Tetap 2 sejumlah Rp15 miliar sehingga saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sejumlah Rp5 miliar. Fasilitas ini dijamin dengan deposito berjangka milik Kageo Igar pada PT Bank CIMB Niaga Tbk. masing-masing sejumlah Rp5.157.957.787 dan Rp15 miliar (Catatan 4). Pada tanggal 29 April 2008, Avesta juga memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Commonwealth (BC), yang terdiri dari fasilitas Demand Loan sejumlah Rp15 miliar, fasilitas cerukan dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp5 miliar dan fasilitas Letters of Credit (L/C) dengan batas kredit maksimum sejumlah US$700.000. Fasilitas tersebut akan berakhir pada tanggal 29 April 2009. Pada tanggal 31 Desember 2008, Avesta tidak mempunyai saldo pinjaman kepada BC. Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan piutang usaha, sertifikat-sertifikat HGB, mesin dan peralatan milik Avesta, serta jaminan dari Kageo Igar (Catatan 5 dan 10).

12. SHORT-TERM LOANS (continued) Finusolprima Finusolprima obtained overdraft credit facility from PT Bank OCBC NISP Tbk., with a maximum credit limit amounting to Rp1.5 billion. As of December 31, 2008 and 2007, there were no outstanding drawdowns from the said credit facility. This loan facility remains available until March 30, 2009, and is secured by trade receivables and inventories of Finusolprima (Notes 5 and 7). Avesta Avesta obtained short-term fixed loan facilities Term 1 and Term 2 from PT Bank CIMB Niaga Tbk. with maximum credit facility amounting to Rp5 billion and Rp15 billion, respectively, which will mature on April 29, 2009. In 2007, the said maximum facility amounts have been fully drawn. In December 2008, Avesta fully paid the fixed loan credit facilities Term 2 amounting to Rp15 billion, therefore, the remaining outstanding loan balance as of December 31, 2008 amounted to Rp5 billion. These facilities are secured by time deposits owned by Kageo Igar placed with PT Bank CIMB Niaga Tbk. amounting to Rp5,157,957,787 and Rp15 billion, respectively (Note 4). On April 29, 2008, Avesta also obtained credit facilities from PT Bank Commonwealth (BC), which consist of a credit acceptance on call facility of Rp15 billion, overdraft facility with a maximum credit limit of Rp5 billion and and a Letter of Credit (L/C) facility amounting to US$700,000. These loan facilities are valid until April 29, 2009. As of December 31, 2008, Avesta has no outstanding loan due to BC.These loan facilities are secured by Avestas trade receivables, landright (HGB) certificates, machinery and equipment and guarantee from Kageo Igar (Notes 5 and 10).

118

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

49

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Sanghiang Sanghiang memperoleh beberapa fasilitas kredit dari BCA, yang terdiri dari fasilitas bank garansi, fasilitas cerukan, dan fasilitas Usance/Sight Letters of Credit (USLC). Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 12 Mei 2006 dan terakhir diperbaharui sampai dengan tanggal 12 Mei 2009 sehubungan dengan penambahan fasilitas cerukan. Fasilitas yang diperbaharui ini terdiri dari fasilitas cerukan sejumlah Rp50 miliar, fasilitas USLC maksimum sejumlah US$3 juta dan fasilitas bank garansi sejumlah Rp2 miliar. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan Sanghiang berupa produk susu Chil Mil (Catatan 7). Pada tanggal 31 Desember 2008, saldo fasilitas cerukan yang telah digunakan adalah sejumlah Rp23.494.812.690 sedangkan pada tanggal 31 Desember 2007, tidak ada saldo penarikan atas fasilitas-fasilitas tersebut. EPMT Pada tanggal 5 Maret 2007, EPMT memperoleh beberapa fasilitas kredit dari BCA yang terdiri dari fasilitas cerukan sejumlah Rp25 miliar, fasilitas pinjaman cicilan sejumlah Rp25 miliar, fasilitas omnibus L/C sejumlah US$3 juta dan fasilitas penerbitan bank garansi sejumlah Rp100 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2008, saldo pinjaman terdiri dari pencairan fasilitas pinjaman cicilan dan fasilitas cerukan masing-masing sejumlah Rp25 miliar dan Rp16.565.345.804. EPMT menjamin bahwa seluruh harta kekayaan EPMT tidak akan dijaminkan/diagunkan kepada pihak lain manapun dan EPMT tidak akan memberikan penanggungan atau penjaminan kepada pihak manapun. Dalam perjanjian disebutkan bahwa tujuan pemberian fasilitas untuk modal kerja dan pembiayaan impor. EPMT berhak mempergunakan kredit paling lama sampai dengan tanggal jatuh tempo. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 5 Maret 2009. Pada tanggal 16 Maret 2009, perjanjian tersebut masih dalam proses perpanjangan.

12. SHORT-TERM LOANS (continued) Sanghiang Sanghiang obtained several credit facilities from BCA, consisting of a bank guarantee facility, an overdraft facility, and Usance/Sight Letters of Credit (USLC) facility. These facilities have expired on May 12, 2006, and were subsequently renewed up to May 12, 2009 in connection with an addition for overdraft facility. The renewed facilities consisted of a local credit facility amounting to Rp50 billion, USLC facility with an aggregate limit of US$3 million, and bank guarantee facility amounting to Rp2 billion. These facilities are secured by inventories of Sanghiang, which consist of Chil Mil milk product (Note 7). As of December 31, 2008, the total outstanding loan balances amounted to Rp23,494,812,690 for local credit facility while in 2007, there were no outstanding drawdowns for these facilities.

EPMT On March 5, 2007, EPMT obtained several credit facilities from BCA, consisting of an overdraft facility amounting to Rp25 billion, installment loan facility amounting to Rp25 billion, omnibus L/C facility amounting to US$3 million and bank guarantee issuance facility amounting to Rp100 billion. As of December 31, 2008, the total outstanding loan balances are amounting to Rp25 billion and Rp16,565,345,804 consisting of drawdowns from the installment loan facility and overdraft facility, respectively. EPMT guarantees that all assets will not be secured/guaranted to other parties nor EPMT will give guarantee to other parties.

As specified in the agreement, the above facilities are intended for working capital and financing of EPMTs import. EPMT has the right to use such facilities until their expiry dates. The abovementioned agreement is valid until March 5, 2009.

As of March 16, 2009, the agreement is still on the renewal process.

50

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

119

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG USAHA Hutang usaha timbul terutama dari pembelian bahan baku kepada pihak ketiga. Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
2008 Pemasok lokal PT Mead Johnson Indonesia PT Kara Santan Pertama PT Loreal Indonesia PT Roche Indonesia PT Transfarma Medika Indah PT Impers Pratama PT 3M Indonesia PT Rajamas Wiratama PT Panverta Cakrakencana PT Eisai Indonesia PT Toyo Ink (US$330.498 pada tahun 2008 dan US$322.032 pada tahun 2007) PT Arnotts PT Anta Tirta Kirana PT Wira Mustika PT United Can Company (US$37.297 pada tahun 2008 dan US$491.123 pada tahun 2007) PT Beiersdorf Indonesia Lain-lain (masing-masing di bawah Rp3 miliar) Sub-jumlah Pemasok luar negeri Becton Dickinson, Singapura (US$1.057.557 pada tahun 2008 dan US$392.418 pada tahun 2007) Biomerieux, Perancis (US$1.024.838 pada tahun 2008 dan US$773.465 pada tahun 2007) Cimab S.A., Kuba (US$937.180) Baxter Healthcare (Asia) Pte., Ltd., Singapura (US$486.272 pada tahun 2008 dan US$646.397 pada tahun 2007) Eriochem, Argentina (US$421.098 pada tahun 2008 dan US$147.400 pada tahun 2007) UENO, Jepang (US$387.863 pada tahun 2008 dan JP29.387.770 pada tahun 2007) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp3 miliar) Sub-jumlah Jumlah Hutang Usaha 34.452.332.978 23.832.765.028 17.106.036.235 8.759.969.349 6.406.250.135 4.851.968.203 4.692.725.236 3.972.530.641 3.736.755.000 3.666.669.690 3.618.957.348 3.430.522.055 3.033.239.751 959.613.286

13. TRADE PAYABLES Trade payables mainly arise from purchases of raw materials from third parties. The details of this account are as follows:
2007 72.292.602.291 23.237.091.773 14.529.414.836 5.281.019.870 2.048.275.125 1.832.970.673 5.263.511.000 6.583.106.559 3.033.217.209 1.358.818.683 22.153.189.143 5.009.647.935 Local suppliers PT Mead Johnson Indonesia PT Kara Santan Pertama PT Loreal Indonesia PT Roche Indonesia PT Transfarma Medika Indah PT Impers Pratama PT 3M Indonesia PT Rajamas Wiratama PT Panverta Cakrakencana PT Eisai Indonesia PT Toyo Ink (US$330,498 in 2008 and US$322,032 in 2007) PT Arnotts PT Anta Tirta Kirana PT Wira Mustika PT United Can Company (US$37,297 in 2008 and US$491,123 in 2007) PT Beiersdorf Indonesia Others (each below Rp3 billion) Sub-total Foreign suppliers Becton Dickinson, Singapore (US$1,057,557 in 2008 and US$392,418 in 2007) Biomerieux, France (US$1,024,838 in 2008 and US$773,465 in 2007) Cimab S.A., Cuba (US$937,180) Baxter Healthcare (Asia) Pte., Ltd., Singapore (US$486,272 in 2008 and US$646,397 in 2007) Eriochem, Argentina (US$421,098 in 2008 and US$147,400 in 2007) UENO, Japan (US$387,863 in 2008 and JP29,387,770 in 2007) Others (each below Rp3 billion) Sub-total Total Trade Payables

408.405.347 106.260.691.997 229.189.432.279

4.625.890.588 3.034.855.426 112.971.193.054 283.254.804.165

11.580.250.776 11.221.973.001 10.262.121.000

3.696.193.512 7.285.265.526 -

5.324.687.701 4.611.019.499 4.247.102.813 29.130.982.879 76.378.137.669 305.567.569.948

6.088.413.163 1.388.360.600 2.441.242.132 24.136.501.028 45.035.975.961 328.290.780.126

120

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

51

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. HUTANG USAHA (lanjutan) Analisa umur hutang usaha berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut:
2008 Lancar Lewat jatuh tempo: Lebih 1 bulan sampai 3 bulan Lebih 3 bulan sampai 6 bulan Lebih 6 bulan Jumlah 217.554.125.558 82.629.149.511 3.610.133.109 1.774.161.770 305.567.569.948

13. TRADE PAYABLES (continued) An aging analysis of the above trade payables based on invoice date is as follows:
2007 196.635.133.503 126.928.431.289 2.157.296.878 2.569.918.456 328.290.780.126 Current Overdue: Over 1 month up to 3 months Over 3 months up to 6 months Over 6 months Total

Rincian hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:


2008 Rupiah Dolar AS (US$7.456.182 pada tahun 2008 dan US$8.600.613 pada tahun 2007) Mata uang asing lainnya Jumlah 208.336.870.704 81.645.195.799 15.585.503.445 305.567.569.948

The details of trade payables by currency denomination are as follows:


2007 238.454.036.385 81.009.182.081 8.827.561.660 328.290.780.126 Rupiah U.S. Dollar (US$7,456,182 in 2008 and US$8,600,613 in 2007) In other foreign currencies Total

14. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari akrual untuk biaya-biaya sebagai berikut:
2008 Iklan, pameran dan promosi Royalti (Catatan 27c, 27h, 27i dan 27j) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 miliar) Jumlah 204.297.207.029 13.866.533.724 51.202.746.685 269.366.487.438

14. ACCRUED EXPENSES This account consists of accruals for the following expenses:
2007 158.724.774.258 10.867.028.937 37.812.034.100 207.403.837.295 Advertising, exhibitions and promotions Royalty fees (Notes 27c, 27h, 27i and 27j) Others (each below Rp5 billion) Total

15. PERPAJAKAN Hutang pajak terdiri dari:


2008 Pajak penghasilan: Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 29 - Tahun berjalan Pajak pertambahan nilai Lain-lain Jumlah 16.192.421.112 1.553.455.677 22.678.745.533 1.850.389.482 54.531.230.559 79.392.036.215 1.702.357.192 177.900.635.770

15. TAXATION Taxes payable consist of the following:


2007 15.201.516.972 2.652.252.755 12.348.702.050 1.704.320.648 31.128.191.273 63.019.919.959 987.035.253 127.041.938.910 Income taxes: Article 21 Article 23 Article 25 Article 26 Article 29 Current year Value added tax Others Total

52

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

121

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi, dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi Dikurangi: Laba Anak perusahaan sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, bersih Laba Perusahaan sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan Beda temporer: Penyisihan imbalan kerja karyawan Penyusutan aset tetap Pemulihan piutang ragu-ragu Laba penjualan aset tetap Beda tetap: Beban bunga Beban dan denda pajak Sumbangan dan hubungan masyarakat Iklan, pameran dan promosi Penghasilan sewa yang telah dikenakan pajak final Penghasilan bunga dan investasi yang telah dikenakan pajak final Lain-lain Taksiran penghasilan kena pajak 7.626.830.942 (4.928.382.129) (1.555.771.763) (532.854.766) 24.509.513.524 629.639.600 355.835.705 265.943.625 (16.259.911.297) (15.415.129.567) (1.070.643.557) 368.526.674.811

15. TAXATION (continued) A reconciliation between income before income tax benefit (expense), as shown in the consolidated statements of income, and the estimated taxable income for the years ended December 31, 2008 and 2007, are as follows:
2007 Income before income tax benefit (expense) per consolidated statements of income Deduct: Income of Subsidiaries before income tax benefit (expense), net Income before income tax benefit (expense) attributable to the Company Temporary differences: Provision for employee service entitlement benefits Depreciation of property, plant and equipment Reversal of allowance for doubtful accounts Gain on sales of property, plant and equipment Permanent differences: Interest expense Tax charges and penalties Donations and public relation expenses Advertising, exhibitions and promotions Rent income already subjected to final tax Interest and investment income already subjected to final tax Others Estimated taxable income

1.178.021.851.945 1.158.667.237.090 803.120.247.451 374.901.604.494 904.103.614.497 254.563.622.593

5.575.526.498 (4.037.948.267) (719.424.193) 35.960.390.151 6.467.994.551 786.693.000 7.583.080.773 (15.761.754.503) (20.443.836.762) (274.950.000) 269.699.393.841

Perhitungan beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan taksiran hutang (tagihan restitusi) pajak penghasilan Grup adalah sebagai berikut:
2008 Taksiran penghasilan kena pajak dibulatkan Perusahaan Anak perusahaan Beban pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan Anak perusahaan Jumlah menurut laporan laba rugi konsolidasi

The income tax expense (current) and the computation of the estimated income tax payable (claims for tax refund) of the Group are as follows:
2007 Estimated taxable income rounded-off Company Subsidiaries Income tax expense - current year Company Subsidiaries Total per consolidated statements of income

368.526.674.000 883.883.099.000

269.699.393.000 909.031.741.000

92.119.168.500 264.313.888.094 356.433.056.594

80.892.317.900 273.863.717.700 354.756.035.600

122

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

53

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan)


2008 Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka Perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Sub-jumlah Anak perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 24 Pasal 25 Sub-jumlah Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka Taksiran hutang pajak penghasilan Pasal 29 Perusahaan Anak perusahaan Jumlah Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan Anak perusahaan Jumlah

15. TAXATION (continued)


2007 Less prepayments of income taxes Company Article 22 Article 23 Article 25 Sub-total Subsidiaries Article 22 Article 23 Article 24 Article 25 Sub-total Total prepayments of income taxes Estimated income tax payable - Article 29 Company Subsidiaries Total Estimated claims for income tax refund - current year Company Subsidiaries Total

5.317.347.537 425.844.010 69.455.767.538 75.198.959.085

7.571.684.921 2.110.383.195 71.100.592.789 80.782.660.905

34.022.252.162 5.239.768.252 87.897.300 216.051.692.324 255.401.610.038 330.600.569.123

11.995.103.818 4.131.082.865 241.518.585.020 257.644.771.703 338.427.432.608

16.920.209.415 37.611.021.144 54.531.230.559

109.656.995 31.018.534.278 31.128.191.273

28.698.743.088 28.698.743.088

14.769.903.282 14.769.903.282

Rincian dari taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
Tahun fiskal 2008 2007 2006 2002 Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan PML yang tidak dikonsolidasi lagi (Catatan 2b) Jumlah 2008 28.698.743.088 14.754.453.280 446.989.086 105.303.010 44.005.488.464

The details of the estimated claims for income tax refund as of December 31, 2008 and 2007 are as follows:
2007 14.769.903.282 6.367.935.035 (21.930.000) 21.115.908.317 Fiscal Year 2008 2007 2006 2002 Estimated claims for income tax refund of PML, which is no longer consolidated (Note 2b) Total

Jumlah taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan disajikan di dalam Aktiva Tidak Lancar pada neraca konsolidasi.

The above estimated claims for income tax refund are presented under Non-current Assets in the consolidated balance sheets.

54

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

123

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Pada tanggal 30 Desember 2008, Menteri Keuangan menandatangani Peraturan Menteri Keuangan No. 238/PMK.03/2008 (PMK 238/2008) tentang Tata Cara Pelaksanaan dan Pengawasan Pemberian Penurunan Tarif bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka sehubungan dengan PP 81/2007 tertanggal 28 Desember 2007. Berdasarkan PMK 238/2008 ini, perseroan terbuka dalam negeri di Indonesia dapat memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan sebesar 5% lebih rendah dari tarif tertinggi Pajak Penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat 1b Undang-undang Pajak Penghasilan, jika memenuhi kriteria yang ditentukan, sebagai berikut: 1. Apabila jumlah kepemilikan saham publiknya 40% (empat puluh persen) atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor dan saham tersebut dimiliki paling sedikit oleh 300 (tiga ratus) Pihak. Masing-masing Pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari 5% (lima persen) dari keseluruhan saham yang disetor dalam waktu paling singkat 6 (enam) bulan atau 183 (seratus delapan puluh tiga) hari kalender dalam jangka waktu 1 (satu) tahun pajak. Wajib Pajak harus melampirkan surat keterangan dari Biro Administrasi Efek pada Surat Pemberitahuan Tahunan PPh WP Badan dengan melampirkan formulir X.H.1-6 sebagaimana diatur dalam Peraturan BAPEPAM-LK No. X.H.1 untuk setiap tahun pajak terkait.

15. TAXATION (continued) On December 30, 2008, Minister of Finance signed Ministry of Finance Rule No. 238/PMK.03/2008 (PMK 238/2008) regarding the Guidelines on the Implementation and Supervision on the Tariff Reduction for Domestic Tax Payers in the Form of Public Companies related with PP 81/2007 dated December 28, 2007. Under this rule, domestic tax payers in the form of public companies can avail of tax reduction at 5% lower than the highest income tax rate in the same manner as stated of subsection 1b of Article 17 on Income Tax Regulation (Undang-undang Pajak Penghasilan) if the following criteria are met: 1. The total publicly-owned shares is 40% (forty percent) or more than the total paid-up shares and such shares are owned by at least 300 (three hundred) Parties. Each of the above-mentioned at least 300 parties can only own less than 5% (five percent) shares from the total paid up shares, and should be fulfilled by the taxpayer within 6 (six) months or 183 (one hundred and eighty three) calendar days in 1 (one) tax/fiscal year. The taxpayer should attach the Declaration Letter ("Surat Keterangan") from the Securities Administration Agency ("Biro Administrasi Efek") on the Annual Income Tax Return of the Taxpayer with the form X.H.1-6 as provided in BAPEPAM-LK Regulation No. X.H.1 for each concerned tax/fiscal year.

2.

2.

3.

3.

Peraturan ini berlaku efektif sejak tanggal 30 Desember 2008 dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 1 Januari 2008. Berdasarkan surat dari Biro Administrasi Efek yang diterima tanggal 18 Februari 2009, Perusahaan telah memenuhi kriteria-kriteria tersebut di atas dan oleh karena itu Perusahaan telah menerapkan penurunan tarif pajak dalam perhitungan pajak penghasilan tahun 2008.

This MOF Rule is effective on December 30, 2008 and shall be applicable retroactively on January 1, 2008. Based on letter from Security Administration Agency dated February 18, 2009, the Company has complied with the above criteria and accordingly, has applied the tax reduction in its 2008 income tax calculation.

124

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

55

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun 2008 akan dilaporkan Perusahaan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2008 berdasarkan jumlah yang disajikan di atas. Taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun 2007 telah dilaporkan Perusahaan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2007 berdasarkan jumlah yang disajikan di atas. Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk laba komersial sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan jumlah beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi Dikurangi: Laba Anak perusahaan sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, bersih Laba Perusahaan sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku Pengaruh pajak atas beda tetap: Beban bunga Beban dan denda pajak Sumbangan dan hubungan masyarakat Iklan, pameran dan promosi Penghasilan sewa yang telah dikenakan pajak final Penghasilan bunga dan investasi yang telah dikenakan pajak final Lain-lain Dampak perubahan tarif pajak berdasarkan Undang-undang No. 36 Tahun 2008 Dampak perubahan tarif pajak penghasilan badan berdasarkan PMK 238/2008 Jumlah Beban pajak penghasilan Anak perusahaan Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi

15. TAXATION (continued) The amount of estimated taxable income for 2008 that will be reported by the Company in its 2008 Annual Income Tax Return will be based on the related amount stated in the foregoing. The amount of estimated taxable income for 2007 that was reported by the Company in its 2007 Annual Income Tax Return conformed with the related amount stated in the foregoing. A reconciliation between income tax expense calculated by applying the applicable tax rates to the commercial income before income tax benefit (expense) and the total income tax expense as shown in the consolidated statements of income for the years ended December 31, 2008 and 2007 are as follows:
2007 Income before income tax benefit (expense) per consolidated statements of income Deduct: Income of Subsidiaries before income tax benefit (expense), net Income before income tax benefit (expense) attributable to the Company Income tax expense based on prevailing tax rates Permanent differences: Interest expense Tax charges and penalties Donations and public relation expenses Advertising, exhibitions and promotions Rent income already subjected to final tax Interest and investment income already subjected to final tax Others Impact on changes in tax rates under Law No. 36 Year 2008 Impact on changes in corporate income tax rates under PMK 238/2008 Total Income tax expense - Subsidiaries Income tax expense per consolidated statements of income

1.178.021.851.945

1.158.667.237.090

803.120.247.451

904.103.614.497

374.901.604.494

254.563.622.593

93.712.900.921 6.127.378.381 157.409.900 88.958.926 66.485.906 (4.064.977.824) (3.853.782.392) (267.660.890) 636.582.588 (30.491.114) 92.572.804.402 259.944.414.195 352.517.218.597

76.351.586.525 10.788.117.045 1.940.398.365 236.007.900 2.274.924.232 (4.728.526.351) (6.133.151.028) (82.485.000) 80.646.871.688 266.373.125.526 347.019.997.214

56

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

125

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan diubah untuk keempat kalinya dengan Undangundang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Grup mencatat dampak perubahan tarif pajak tangguhan sebagai bagian dari beban pajak pada tahun berjalan. Pengaruh pajak tangguhan atas beda temporer antara laporan keuangan untuk tujuan komersial dan pajak atas aktiva dan kewajiban Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 Penyisihan imbalan kerja karyawan Aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Lain-lain Aktiva Pajak Tangguhan, Bersih 7.808.516.539 (4.825.971.973) 200.368.373 3.182.912.939

15. TAXATION (continued) In September 2008, Law No. 7 Year 1983 regarding Income Tax has been revised for the fourth time with Law No. 36 Year 2008. The revised Law stipulates changes in corporate income tax rate from a marginal tax rate to a single rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% for fiscal year 2010 onwards. The Group recorded the impact of the changes in tax rates as part of tax expense in the current year operations.

The deferred tax effects of the temporary differences between the financial and the tax bases of the Companys assets and liabilities as of December 31, 2008 and 2007 are as follows:
2007 7.082.170.563 (4.152.795.299) 466.731.529 240.442.047 3.636.548.840 Provision for employee service entitlement benefits Property, plant and equipment Allowance for doubtful accounts Others Deferred Tax Assets, Net

Rincian aktiva dan kewajiban pajak tangguhan, seperti yang disajikan dalam neraca konsolidasi adalah sebagai berikut:
2008 Aktiva pajak tangguhan, bersih Perusahaan Anak perusahaan EPMT KMI Saka Sanghiang Danfar Kageo Igar Hexpharm Indogravure Enseval Medika Prima Millenia Dharma Insani Finusolprima Tri Sapta Jaya Sub-jumlah Anak perusahaan Jumlah 3.182.912.939 18.107.531.762 4.035.109.706 2.023.656.593 1.504.687.125 1.125.922.566 837.985.490 710.113.176 564.865.486 371.246.911 349.144.335 167.309.830 83.363.959 29.880.936.939 33.063.849.878

The details of deferred tax assets and liabilities, as presented in the consolidated balance sheets, are as follows:
2007 3.636.548.840 16.571.369.629 5.271.426.365 1.930.572.974 1.575.535.532 810.478.847 450.020.606 396.045.930 466.606.805 27.472.056.688 31.108.605.528 Deferred tax assets, net Company Subsidiaries EPMT KMI Saka Sanghiang Danfar Kageo Igar Hexpharm Indogravure Enseval Medika Prima Millenia Dharma Insani Finusolprima Tri Sapta Jaya Sub-total Subsidiaries Total

126

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

57

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan)


2008 Kewajiban pajak tangguhan, bersih Anak perusahaan Bintang Toedjoe Avesta Bifarma Global Chemindo Renalmed Tiara Utama Tri Sapta Jaya Finusolprima Jumlah

15. TAXATION (continued)


2007 Deferred tax liabilities, net Subsidiaries Bintang Toedjoe Avesta Bifarma Global Chemindo Renalmed Tiara Utama Tri Sapta Jaya Finusolprima Total

4.018.211.909 3.636.047.023 28.539.312 18.594.382 9.337.769 7.710.730.395

4.696.783.326 4.601.722.196 20.272.378 557.994.607 122.641.665 9.999.414.172

Manajemen Grup berpendapat bahwa aktiva pajak tangguhan dapat terpulihkan seluruhnya terhadap penghasilan kena pajak di masa yang akan datang. Berikut adalah ringkasan pemeriksaan pajak signifikan yang diterima oleh Grup pada tahun 2008 dan 2007. Perusahaan Pada tahun 2008, Perusahaan memanfaatkan kebijakan sunset policy untuk Pajak Penghasilan Badan tahun 2001, 2004 dan 2006. Jumlah pajak kurang bayar adalah sejumlah Rp629.639.600 yang terdiri dari Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Tahun 2001, 2004 dan 2006 masing-masing sejumlah Rp166.278.200, Rp257.852.400 dan Rp205.509.000. Jumlah kurang bayar tersebut telah dibayarkan dan dilaporkan kepada Kantor Pajak pada bulan Desember 2008 serta dibebankan pada operasi tahun berjalan dan disajikan sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain - Rupa-rupa, bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi. Pada tanggal 9 Januari 2007, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak penghasilan badan tahun 2004 atas nama PT Enseval (yang telah bergabung dengan Perusahaan sejak tahun 2005) sejumlah Rp155.185.748 dan pada tanggal yang sama, Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas beberapa pajak penghasilan sejumlah Rp375.063.091. Tambahan pajak tersebut dibebankan pada operasi tahun berjalan dan disajikan sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain - Rupa-rupa, bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi.

The Groups management is of the opinion that the above deferred tax assets can be fully recovered through future taxable income. Following is the summary of the significant tax assessments received by the Group in 2008 and 2007. Company In 2008, the Company made a revision to its annual tax returns for fiscal years 2001, 2004 and 2006 in connection with the Tax Offices sunset policy. Tax underpayments declared totaling to Rp629,639,600 consists of Rp166,278,200, Rp257,852,400 and Rp205,509,000 for annual tax returns fiscal years 2001, 2004 and 2006, respectively. The amount was paid and reported to the Tax Office in December 2008 and was charged directly to current operations and reported as part of Other Income (Charges) Miscellaneous, net account in the consolidated statements of income. On January 9, 2007, the Company received Tax Overpayment Assessment Letter (Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar) for PT Enseval (merged into the Company in 2005) for corporate income tax fiscal year 2004 amounting to Rp155,185,748, and on the same date, the Company also received Tax Underpayment Assessment Letter (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar) for several income taxes amounting to Rp375,063,091. The said additional taxes were charged directly to current operations and reported as part of Other Income (Charges) - Miscellaneous, net account in the consolidated statements of income.

58

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

127

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Perusahaan (lanjutan) Pada tanggal 12 Februari 2007, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) pajak penghasilan badan tahun 2004 dan 2005 atas nama PT Dankos Laboratories Tbk. (yang telah bergabung dengan Perusahaan pada tahun 2005) masing-masing sejumlah Rp1.468.828.399 dan Rp1.963.821.996. Pada tanggal yang sama, Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas beberapa pajak penghasilan sejumlah Rp2.364.882.808. Tambahan pajak tersebut dibebankan pada operasi tahun berjalan dan disajikan sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain - Rupa-rupa, bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi. Selama tahun 2007, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) atas pajak penghasilan sejumlah Rp433.763.944 yang dibebankan pada operasi tahun berjalan dan disajikan sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain - Ruparupa, bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi. Anak perusahaan Indogravure Pada tanggal 27 Januari 2006, Indogravure menerima hasil pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2002 yang terdiri dari Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPh Badan sejumlah Rp2.673.671.875, SKPKB PPN sejumlah Rp764.040.957 dan Surat Tagihan Pajak (STP) PPN sejumlah Rp106.484.025, termasuk didalamnya denda dan bunga.

15. TAXATION (continued) Company (continued) On February 12, 2007, the Company received Tax Underpayment Assessment Letter (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar) for PT Dankos Laboratories Tbk. (merged into the Company in 2005) for fiscal years 2004 and 2005 amounting to Rp1,468,828,399 and Rp1,963,821,996, respectively. On the same date, the Company also received Tax Underpayment Assessment Letter (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar) for underpayment of several income taxes totaling to Rp2,364,882,808. These additional tax assessments were charged directly to current operations and reported as part of Other Income (Charges) - Miscellaneous, net account in the consolidated statements of income. During 2007, the Company received another Tax Collection Letter (Surat Tagihan Pajak) amounting to Rp433,763,944, which was charged directly to current operations and reported as part of Other Income (Charges) - Miscellaneous, net account in the consolidated statements of income. Subsidiaries Indogravure On January 27, 2006, in respect of fiscal year 2002, Indogravure received Tax Underpayment Assesment Letter (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar) for underpayment of corporate income tax amounting to Rp2,673,671,875, and underpayment amounting to Value Added Tax (VAT) amounting to Rp764,040,957 and Tax Collection Letter (Surat Tagihan Pajak) for VAT amounting to Rp106,484,025, which included the related penalty and interest. On February 7, 2006, Indogravure submitted a tax objection letter to the Tax Office in relation to the foregoing Tax Underpayment Assesment Letter (SKPKB) for corporate income tax and value added tax (VAT), and Tax Collection Letter (Surat Tagihan Pajak) for VAT. Furthermore, on February 17, 2006, Indogravure submitted a request for the monthly installment settlement of the said tax assesments for corporate income tax and value added tax (VAT), and the Tax Collection Letter (Surat Tagihan Pajak) for VAT amounting to Rp200 million, Rp60 million and Rp10 million, respectively. On April 4, 2006, Indogravure received a tax enforcement letter (Surat Paksa) for those tax liabilities amounting to Rp3,247,196,857.

Pada tanggal 7 Februari 2006, Indogravure mengajukan keberatan atas SKPKB PPh Badan, SKPKB PPN dan STP PPN tersebut. Kemudian pada tanggal 17 Februari 2006, Indogravure mengajukan permohonan cicilan pembayaran atas SKPKB PPh Badan, SKPKB PPN dan STP PPN masing-masing sejumlah Rp200 juta, Rp60 juta dan Rp10 juta per bulan. Pada tanggal 4 April 2006, Indogravure menerima Surat Paksa atas pajak kurang bayar tersebut di atas sejumlah Rp3.247.196.857.

128

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

59

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak perusahaan (lanjutan) Indogravure (lanjutan) Pada tanggal 13 April 2006, Indogravure mengajukan tanggapan atas surat paksa tersebut dan membayar pajak kurang bayar sejumlah Rp1.294.608.601. Pada tanggal 16 Oktober 2006, Indogravure mengirimkan surat kesanggupan mengangsur atas SKPKB PPh Badan, SKPKB PPN dan STP PPN masing-masing sejumlah Rp75 juta, Rp15 juta dan Rp10 juta per bulan.

15. TAXATION (continued) Subsidiaries (continued) Indogravure (continued) On April 13, 2006, Indogravure filed a letter responding the tax enforcement letter and paid underpayment of tax amounting to Rp1,294,608,601. On October 16, 2006, Indogravure submitted a letter declaring ability to pay monthly installment settlement for corporate income tax and Value Added Tax (VAT), and the Tax Collection Letter (Surat Tagihan Pajak) for VAT amounting to Rp75 million, Rp15 million and Rp10 million, respectively. On December 15, 2006, Indogravure received decision from Tax office declining Indogravures appeal on the tax correction. On January 8, 2007, Indogravure submitted an appeal letter to the Tax Court. The tax appeal for Tax Collection Letter for VAT was declined on June 29, 2007. As of December 31, 2007, Indogravure has paid underpayment of taxes totaling to Rp2,130,021,021. On September 9, 2008, Tax Court accepted part of Indogravures appeal resulting to underpayment for corporate income tax to become Rp55,504,663, SKPKB for VAT to become Rp34,123,818 and the waiver of interests previously calculated for both SKPKB.

Pada tanggal 15 Desember 2006, Indogravure menerima surat penolakan dari Kantor Pelayanan Pajak atas surat keberatan yang telah diajukan. Kemudian, Indogravure mengajukan surat banding ke Pengadilan Pajak pada tanggal 8 Januari 2007. Pengajuan banding atas STP PPN telah ditolak Pengadilan Pajak pada tanggal 29 Juni 2007. Sampai dengan 31 Desember 2007, Indogravure telah melakukan pembayaran atas pajak-pajak kurang bayar tersebut sejumlah Rp2.130.021.021. Pada tanggal 9 September 2008, Pengadilan Pajak menerima sebagian banding Indogravure sehingga kurang bayar PPh badan menjadi sejumlah Rp55.504.663, SKPKB PPN menjadi lebih bayar sejumlah Rp34.123.818 dan menghapus sanksi bunga atas SKPKB PPh badan dan SKPKB PPN. Pada bulan November 2008, Indogravure telah menerima hasil restitusi pajak beserta bunga sejumlah Rp2.922.761.176. Pada tanggal 29 Januari 2009, Kantor Pajak mengkoreksi STP PPN dari Rp106.484.025 dikoreksi menjadi Rp1.181.014. Pada bulan Januari 2009, Indogravure telah menerima hasil restitusi tersebut. Pada tanggal 5 Maret 2008, Indogravure menerima hasil pemeriksaaan pajak tahun 2006 yang terdiri dari SKPLB PPh badan sejumlah Rp580.939.353, SKPKB PPN sejumlah Rp90.688.946, dan STP PPN sejumlah Rp23.694.319. Kelebihan pembayaran pajak sejumlah Rp580.939.353, setelah dikompensasi dengan SKPKB PPN dan STP PPN, telah diterima Indogravure pada bulan November 2008.

In November 2008, Indogravure received tax refund including interest amounting to Rp2,922,761,176. On January 29, 2009, Tax Office corrected the Tax Collection Letter for VAT from Rp106,484,025 to Rp1,181,014. In January 2009, Indogravure has received the said refunds. On March 5, 2008, Indogravure, in respect of fiscal year 2006, received several tax assessment letters consisting of Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) for corporate income tax amounting to Rp580,939,353, Tax Underpayment Assessment Letter (SKPKB) for Value Added Tax (VAT) amounting to Rp90,688,946, and Tax Collection Letter (Surat Tagihan Pajak) for VAT amounting to Rp23,694,319. The said approved claims were paid to and received by the Company in cash in November 2008 in the amount of Rp580,939,353 after offsetting the Indogravures outstanding underpayment of value added tax.

60

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

129

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak perusahaan (lanjutan) Saka Pada tanggal 26 September 2007, kantor pajak menerbitkan SKPLB untuk tahun pajak 2006 sejumlah Rp808.233.004. Kemudian, pada tanggal 10 Oktober 2007, Saka menerima pembayaran atas kelebihan bayar tersebut sejumlah Rp783.229.613. Nilai yang tidak dapat dikembalikan disajikan sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain - Rupa-rupa, bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi. Kageo Igar Pada tanggal 3 April 2008, Kageo Igar menerima hasil keputusan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak mengenai restitusi SKPLB PPh badan sejumlah Rp1.006.791.531 setelah dikurangi SKPKB PPh 21, PPh 23, PPh 26, PPN, dan STP PPN. Seluruh hasil pemeriksaan pajak tahun 2006 tersebut telah diterima Kageo Igar pada tanggal 12 Maret 2008. Selisih antara Pajak penghasilan badan tahun 2006 dengan SKPLB PPh badan telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun 2008.

15. TAXATION (continued) Subsidiaries (continued) Saka On September 26, 2007, the Tax Office issued its Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) for fiscal year 2006 amounting to Rp808,233,004. Thereafter, on October 10, 2007, Saka received the tax refund for such overpayment amounting to Rp783,229,613. The tax claim which was not refunded was charged to operations and presented as part of Other Income (Charges) Miscellaneous, net in the consolidated statements of income. Kageo Igar On April 3, 2008, Kageo Igar received claims for tax refund from Directorate General of Taxes (DGT) for Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) for corporate income tax amounting to Rp1,006,791,531 after offsetting Kageo Igars outstanding payable from Tax Assessment Letter (SKPKB) for income tax Art. 21, Art. 23, Art. 26, VAT and Tax Collection Letter (STP) VAT. All results of tax assessments for fiscal year 2006 have been received by Kageo Igar on March 12, 2008. Difference of corporate income tax for fiscal year 2006 with the SKPLB was charged to 2008 consolidated statements of income. Avesta On April 15, 2008, Avesta received refund from Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) for corporate income tax amounting Rp1,153,923,756 with Tax Underpayment after offsetting Assesment Letter (SKPKB) and Tax Collection Letter (STP) for VAT fiscal year 2006. Furthermore, Avesta also received Tax Underpayment Assessment Letter (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar) for several income taxes amounting to Rp307,395,828. Additional tax liabilities were charged directly to current operations. Tri Sapta Jaya On June 22 2008, the Tax Office issued Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) for fiscal year 2006 which corrected the estimated fiscal loss from Rp352,269,732 to Rp254,075,245 and claim for tax refund from Rp453,862,451 to Rp446,989,086. Furthermore, Tri Sapta Jaya also received Tax Underpayment Assessment Letter (SKPKB) for income tax art. 23 and Value Added Tax (VAT) totaling Rp36,774,099. However, Tri Sapta Jaya will not receive the above-mentioned claim for tax refund until the completion of tax assessments in Tri Sapta Jayas branches for fiscal year 2006.

Avesta Pada tanggal 15 April 2008, Avesta menerima restitusi dari SKPLB PPh badan sejumlah Rp1.153.923.756 setelah dikompensasi dengan SKPKB dan STP PPN atas masa pajak tahun 2006. Selain itu, Avesta juga menerima SKPKB atas beberapa pajak penghasilan sejumlah Rp307.395.828. Tambahan kewajiban pajak tersebut telah dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Tri Sapta Jaya Pada tanggal 22 Juni 2008, Kantor Pajak menerbitkan SKPLB PPh badan untuk tahun pajak 2006 yang mengkoreksi taksiran rugi fiskal dari sejumlah Rp352.269.732 menjadi Rp254.075.245 dan kelebihan pembayaran PPh dari sejumlah Rp453.862.451 menjadi Rp446.989.086. Selain itu, Tri Sapta Jaya juga menerima SKPKB PPh 23 dan PPN dengan keseluruhan tambahan kewajiban pajak sejumlah Rp36.774.099. Namun, kelebihan pembayaran PPh badan belum dapat diterima Tri Sapta Jaya karena menunggu selesainya pemeriksaan untuk tahun pajak 2006 pada seluruh cabang Tri Sapta Jaya.
130 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

61

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak perusahaan (lanjutan) Tri Sapta Jaya (lanjutan) Pada tahun 2008, Tri Sapta Jaya telah menerima hasil pemeriksaan untuk cabang tertentu berupa SKPKB dan STP PPN masing-masing sejumlah Rp1.011.673.976 dan Rp147.316.313. Kemudian, Tri Sapta Jaya telah mengajukan keberatan atas SKPKB dan STP tersebut pada bulan September 2008. Sehubungan dengan proses pengajuan keberatan tersebut, Tri Sapta Jaya telah melakukan pembayaran sejumlah Rp350 juta yang disajikan sebagai bagian dari akun Aktiva Tidak Lancar -Tagihan Restitusi Pajak Penghasilan pada neraca konsolidasi. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2008, Tri Sapta Jaya belum menerima surat keputusan pajak sehubungan dengan proses pengajuan keberatan tersebut. KMI KMI dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN) masa pajak Februari, Mei, September dan Desember 2006 meminta pengembalian/restitusi PPN sejumlah Rp10.040.795.770. Pada tahun 2007, KMI telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) sejumlah Rp8.843.824.408 atas restitusi yang diajukan dan menerima semua kelebihan pembayaran pajak ini. Pada tahun 2008, KMI juga telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak penghasilan badan tahun 2006 sejumlah Rp2.178.600.612. KMI telah menerima seluruh kelebihan pembayaran pajak tersebut. Sanghiang Pada tahun 2008, Sanghiang memanfaatkan kebijakan sunset policy untuk Pajak Penghasilan Badan tahun 2004 dan 2006. Jumlah pajak kurang bayar sejumlah Rp645.528.000 terdiri dari SPT Tahun 2004 dan 2006 masing-masing sejumlah Rp216.904.500 dan Rp428.623.500. Jumlah kekurangan pembayaran pajak penghasilan tersebut telah dibayarkan dan dilaporkan kepada kantor pajak pada bulan Desember 2008 serta dibebankan pada operasi tahun berjalan dan disajikan sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain - Rupa-rupa, bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi.

15. TAXATION (continued) Subsidiaries (continued) Tri Sapta Jaya (continued) In 2008, Tri Sapta Jaya has received Tax Underpayment Assessment Letter (SKPKB) and Tax Collection Letter for Value Added Tax of certain branches amounting to Rp1,011,673,976 and Rp147,316,313, respectively. Thereafter, in September 2008, Tri Sapta Jaya submitted a tax objection letter to the Tax Office in relation to the Tax Underpayment Assesment Letter and Tax Collection Letter mentioned above. In connection with the tax objection process, Tri Sapta Jaya has paid Rp350 million which is presented as part of Non-Current Assets - Claims for Income Tax Refund in the consolidated balance sheets. As of December 31, 2008, Tri Sapta Jaya has not received any decision from the tax office for such objection. KMI KMI, in its monhtly Value Added Tax (VAT) returns for the months of February, May, September and December 2006, requested for refund of VAT totaling to Rp10,040,795,770. In 2007, KMI has received Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) amounting to Rp8,843,824,408 for the said tax claim and collected the said tax overpayment. In 2008, KMI also received Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) for fiscal year 2006 amounting to Rp2,178,600,612. KMI also collected the said tax overpayment. Sanghiang In 2008, Sanghiang made a revision to its annual tax returns for fiscal years 2004 and 2006 in connection with the Tax Offices sunset policy. The tax underpayment declared totaling to Rp645,528,000 consists of Rp216,904,500 and Rp428,623,500 for annual tax returns fiscal years 2004 and 2006, respectively. The amount was paid and reported to Tax Office in December 2008 and was charged directly to current operations and reported as part of Other Income (Charges) Miscellaneous, net account in the consolidated statements of income.

62

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

131

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak perusahaan (lanjutan) Sanghiang (lanjutan) Pada tanggal 1 Januari 2007, Kantor Pelayanan Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) untuk tahun pajak 2005 atas pajak penghasilan pasal 21, 23, 26 dan 29, Pajak Pertambahan Nilai dan denda pajak dengan jumlah keseluruhan sejumlah Rp2.006.231.077. Jumlah yang tercantum dalam SKPKB tersebut telah dilunasi Sanghiang pada tanggal 8 Februari 2007. 16. HUTANG OBLIGASI, BERSIH Analisis saldo akun ini pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 Nilai nominal Dikurangi beban emisi yang ditangguhkan: Jumlah beban yang ditangguhkan Akumulasi amortisasi Saldo yang belum diamortisasi pada akhir tahun Hutang obligasi, bersih Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 259.149.000.000 3.593.793.532 (2.994.827.954) 598.965.578 258.550.034.422 258.550.034.422

15. TAXATION (continued) Subsidiaries (continued) Sanghiang (continued) On January 1, 2007, the Tax Office issued Tax Underpayment Assessment Letter (SKPKB) for 2005 income tax Articles 21, 23, 26 and 29, Value tax penalty totaling Added Tax and Rp2,006,231,077. Such amount as stated in the SKPKB had been paid by Sanghiang on February 8, 2007. 16. BONDS PAYABLE, NET The analysis of the balance of this account as of December 31, 2008 and 2007 is as follows:
2007 269.000.000.000 3.593.793.546 (1.796.896.780) 1.796.896.766 267.203.103.234 267.203.103.234 Nominal Value Less deferred issuance cost: Total deferred cost Accumulated amortization Unamortized balance at end of year Bonds payable, net Less current maturities

Bagian jangka panjang Pada tanggal 28 Juni 2006, Perusahaan menerbitkan Obligasi Kalbe Farma I Tahun 2006 (Obligasi) dengan nilai nominal sejumlah Rp300 miliar, yang merupakan obligasi tanpa hak konversi dan dengan tingkat bunga tetap. Sehubungan dengan penerbitan obligasi tersebut, Perusahaan memperoleh peringkat IdAA-, dengan Stable Outlook, dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Berdasarkan peringkat terakhir dari Pefindo pada tanggal 28 Februari 2009, untuk periode dari tanggal 8 Juli 2008 sampai dengan tanggal 28 Juni 2009, Perusahaan memperoleh peringkat IdAA, dengan Stable Outlook untuk Obligasi. Obligasi tersebut, yang jatuh tempo dalam waktu tiga (3) tahun sampai dengan tanggal 28 Juni 2009, tidak dikenakan jaminan dan dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 13,625% per tahun, yang dibayarkan setiap kuartal. Wali amanat untuk Obligasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., pihak ketiga. Obligasi tersebut terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
132 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Long-term portion

On June 28, 2006, the Company issued nonconvertible, fixed rate Kalbe Farma Bonds I Year 2006 (the Bonds) with a total nominal value of Rp300 billion. In relation with the said bond issuance, the Company obtained a rating of IdAA-, with Stable Outlook from PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Based on the latest credit rating from Pefindo on February 28, 2009, covering the period from July 8, 2008 until June 28, 2009, the Company again obtained a rating of IdAA, with Stable Outlook for the Bonds. The Bonds, which have a maturity term of three (3) years up to June 28, 2009, are unsecured and subject to fixed interest rate of 13.625% per annum, payable quarterly. The trustee for the Bonds is PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., a third party. The Bonds are listed at the Indonesia Stock Exchange.

63

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

16. HUTANG OBLIGASI, BERSIH (lanjutan) Hasil penerimaan dari penerbitan obligasi tersebut di atas, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, dipergunakan seluruhnya untuk membayar sebagian hutang Perusahaan dalam mata uang Dolar AS kepada kreditur-kreditur bank sebagaimana diungkapkan pada prospektus penawaran yang diterbitkan tanggal 19 Juni 2006. Berdasarkan persyaratan-persyaratan dalam perjanjian obligasi tersebut, Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratanpersyaratan tertentu yang telah disepakati antara lain, mencakup persyaratan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu berdasarkan laporan keuangan konsolidasi triwulanan, mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, dan dilarang untuk melakukan kegiatan-kegiatan berikut tanpa mendapatkan persetujuan tertulis sebelumnya dari Wali Amanat, antara lain, memberikan pinjaman atau kredit kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, kecuali pinjaman kepada karyawan, atau pun pihak ketiga kecuali dilakukan dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha Perusahaan yang dilakukan dengan syarat-syarat yang wajar, dan melakukan penurunan modal dasar dan atau modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Penurunan obligasi Perusahaan disebabkan karena pembelian obligasi Perusahaan oleh beberapa Anak perusahaan. 17. HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN Akun ini merupakan hak minoritas atas aktiva bersih Anak perusahaan yang tidak dimiliki sepenuhnya oleh Grup (Catatan 2b), dengan rincian sebagai berikut:
2008 EPMT Kalbe Morinaga Kageo Igar Avesta Indogravure Saka Innogene Kalbiotech Jumlah 515.229.157.592 86.879.005.743 70.666.410.471 26.238.125.403 15.265.513.143 5.883.206.208 1.975.247.412 722.136.665.972

16. BONDS PAYABLE, NET (continued) The net proceeds realized from the abovementioned bond issuance were used solely to partly refinance/settle the Companys U.S. Dollar denominated debts, as disclosed in the related offering prospectus issued on June 19, 2006.

Under the terms of the covering bond agreement, the Company is required to comply with certain agreed restrictive covenants, which include, among others, the requirements to maintain certain financial ratios based on the quarterly consolidated financial statements, compliance with the provisions of the Trustee Agreement, and obtaining prior written approval from the Trustee with respect to, among others, granting of loans or credits to related parties, except for loans to employees, or to third parties, unless it is done based on an arms length basis in the ordinary course of the Companys business; reduction in the Companys authorized and/or issued and fully paid shares.

The decrease of Companys bond payable was due to repurchase of bond by Subsidiaries.

17. MINORITY INTERESTS IN NET ASSETS OF SUBSIDIARIES This account represents the equity shares of minority shareholders in the net assets of the Subsidiaries that are not wholly-owned by the Group (Note 2b), the details of which are as follows:
2007 426.846.964.701 86.409.510.625 70.035.289.920 26.110.354.947 13.768.847.649 5.216.143.446 1.424.428.826 629.811.540.114 EPMT Kalbe Morinaga Kageo Igar Avesta Indogravure Saka Innogene Kalbiotech Total

64

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

133

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

18. MODAL SAHAM Rincian pemilikan saham pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Number of Shares Issued and Fully Paid 952.184.979 901.929.368 887.979.088 875.004.088 863.540.588 822.924.808 4.275.653.003 9.579.215.922 576.798.500 10.156.014.422 2007 Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Number of Shares Issued and Fully Paid 952.184.979 901.929.368 887.979.088 875.004.088 872.644.088 864.077.308 4.631.441.003 9.985.259.922 170.754.500 10.156.014.422

18. CAPITAL STOCK The details of share ownerships as December 31, 2008 and 2007 are as follows: of

Pemegang Saham PT Gira Sole Prima PT Santa Seha Sanadi PT Lucasta Murni Cemerlang PT Diptanala Bahana PT Ladang Ira Panen PT Bina Artha Charisma Masyarakat (masing-masing pemilikan di bawah 5%) Sub-jumlah Saham yang diperoleh kembali Jumlah

Persentase Pemilikan/ Percentage of Ownership 9,94% 9,43 9,27 9,13 9,01 8,59 44,63 100,00%

Jumlah/ Amount 47.609.248.950 45.096.468.400 44.398.954.400 43.750.204.400 43.177.029.400 41.146.240.400 213.782.650.150 478.960.796.100 28.839.925.000 507.800.721.100

Shareholders PT Gira Sole Prima PT Santa Seha Sanadi PT Lucasta Murni Cemerlang PT Diptanala Bahana PT Ladang Ira Panen PT Bina Artha Charisma Public (each below 5% ownership) Sub-total Treasury stock Total

Pemegang Saham PT Gira Sole Prima PT Santa Seha Sanadi PT Lucasta Murni Cemerlang PT Diptanala Bahana PT Ladang Ira Panen PT Bina Artha Charisma Masyarakat (masing-masing pemilikan di bawah 5%) Sub-jumlah Saham yang diperoleh kembali Jumlah

Persentase Pemilikan/ Percentage of Ownership 9,54% 9,03 8,89 8,76 8,74 8,66 46,38 100,00%

Jumlah/ Amount 47.609.248.950 45.096.468.400 44.398.954.400 43.750.204.400 43.632.204.400 43.203.865.400 231.572.050.150 499.262.996.100 8.537.725.000 507.800.721.100

Shareholders PT Gira Sole Prima PT Santa Seha Sanadi PT Lucasta Murni Cemerlang PT Diptanala Bahana PT Ladang Ira Panen PT Bina Artha Charisma Public (each below 5% ownership) Sub-total Treasury stock Total

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan masing-masing pada tanggal 26 Mei 2008 dan 22 Mei 2007, yang diaktakan dengan akta notaris DR. Irawan Soerodjo, S.H. Msi., No. 132 dan 234, para pemegang saham memutuskan hal-hal sebagai berikut: i. Penambahan cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya masingmasing sejumlah Rp7.056.941.967 dan Rp6.765.816.539 pada tahun 2008 dan 2007. ii. Pembagian dividen kas yang berasal dari saldo laba sejumlah Rp101.560.144.220 masingmasing pada tahun 2008 dan 2007.
134 PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Based on the Shareholders Annual General Meetings held on May 26, 2008 and May 22, 2007, which were covered by notarial deeds No. 132 and 234 of DR. Irawan Soerodjo, S.H. Msi., respectively, the shareholders approved the following: i. Additional appropriation of retained earnings for general reserves amounting to Rp7,056,941,967 and Rp6,765,816,539 in 2008 and 2007, respectively. ii. Distribution of cash dividends from the retained earnings totaling Rp101,560,144,220 in 2008 and 2007, respectively.

65

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

18. MODAL SAHAM (lanjutan) iii. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. IX.J.1 tentang pokok-pokok anggaran dasar perseroan yang melakukan penawaran umum efek bersifat ekuitas dan perusahaan publik, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan tertanggal 14 Mei 2008 No. Kep179/BL/2008. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 17 September 2008, yang diaktakan dengan akta notaris DR. Irawan Soerodjo, S.H. Msi., No. 149, para pemegang saham memutuskan untuk melakukan pembelian kembali saham Perusahaan yang dimiliki publik tahap II, dengan jumlah tidak lebih dari 5,1% dari jumlah saham Perusahaan yang ditempatkan dan disetor penuh atau maksimum 518.339.442 saham atau tidak melebihi Rp419,55 miliar. Periode pembelian kembali saham adalah delapan belas (18) bulan dimulai dari tanggal 17 September 2008 sampai dengan tanggal 16 Maret 2010. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 8 Februari 2007, yang diaktakan dengan akta notaris DR. Irawan Soerodjo, S.H. Msi., No. 24, para pemegang saham memutuskan untuk melakukan pembelian kembali saham Perusahaan yang dimiliki publik tahap I, dengan jumlah tidak lebih dari 10% dari jumlah saham Perusahaan yang ditempatkan dan disetor penuh atau maksimum 1.015.601.442 saham atau tidak melebihi Rp1.230 miliar. Periode pembelian kembali saham adalah delapan belas (18) bulan dimulai dari tanggal 8 Februari 2007 sampai dengan tanggal 7 Agustus 2008. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Perusahaan telah membeli kembali sebanyak 406.044.000 saham dari jumlah maksimum sebesar 518.339.442 saham dan 1.015.601.442 saham yang diperbolehkan untuk diperoleh kembali masing-masing pada periode tahap II dan I dengan nilai perolehan sejumlah Rp351.199.458.569 pada tahun 2008 dan 170.754.500 saham dari jumlah maksimum sebesar 1.015.601.442 saham yang diperbolehkan untuk diperoleh kembali pada periode tahap I dengan nilai perolehan sejumlah Rp218.311.325.616 pada tahun 2007. Seluruh saham yang diperoleh kembali tersebut dicatat dan

18. CAPITAL STOCK (continued) iii. Amendment of the Companys Articles of Association, to comply with Law No. 40 Year 2007 of Limited Liability Company, and prevailing regulations No. IX.J.1 in Capital Market and Financial Institutions regarding points of articles of association of the Company which made public offering of equity share and publicly listed company and Attachment of the decision of Capital Market Supervisions Board and Financial Institutions dated May 14, 2008, No. Kep-179/BL/2008. Based on the Shareholders Extraordinary General Meeting held on September 17, 2008, which was covered by notarial deed No. 149 of DR. Irawan Soerodjo, S.H. Msi., the shareholders approved to buy back the Companys shares held by the public (batch II), which shall not be more than 5.1% of the total number of existing issued and fully paid shares of the Company or at a maximum of 518,339,442 shares or not exceeding Rp419.55 billion. The period of the shares buy back shall be for eighteen (18) months starting from September 17, 2008 until March 16, 2010.

Based on the Shareholders Extraordinary General Meetings held on February 8, 2007, which was covered by notarial deed No. 24 of DR. Irawan Soerodjo, S.H. Msi., the shareholders approved the buy back of the Companys shares held by the public (batch I), which shall not be more than 10% of the total number of existing issued and fully paid shares of the Company or at a maximum of 1,015,601,442 shares or not exceeding Rp1,230 billion. The period of the shares buy back shall be for eighteen (18) months starting from February 8, 2007 until August 7, 2008. Relative to the above, the Company had already repurchased shares of 406,044,000 out of the maximum allowable number of 518,339,442 shares and 1.015.601.442 shares in shares buy back batch II and I, respectively, with total cost amounting Rp351,199,458,569 in 2008 and share of 170,754,500 out of the maximum allowable number of 1,015,601,442 shares in shares buy back batch I with total cost amounting Rp218,311,325,616 in 2007. The said repurchased shares are accounted for and presented as Treasury Stock under the Shareholders Equity section of the consolidated

66

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

135

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

18. MODAL SAHAM (lanjutan) disajikan sebagai Modal Saham yang Diperoleh Kembali pada bagian Ekuitas dalam neraca konsolidasi. Tergantung pada kondisi usaha Perusahaan di masa yang akan datang, Perusahaan dapat menjual kembali saham yang telah dibeli tersebut melalui bursa efek sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang relevan. Seluruh saham Perusahaan (kecuali yang telah diperoleh kembali) telah dicatat di Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2008, Komisaris dan Direksi Perusahaan yang memiliki saham Perusahaan adalah Ibu Bernadette Ruth Irawaty Setiady sebanyak 1.700.000 saham, Bapak Ferdinand Aryanto sebanyak 400.000 saham dan Bapak Herman Widjaja sebanyak 500 saham. 19. SELISIH NILAI REVALUASI ASET TETAP Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2i atas laporan keuangan konsolidasi, Grup telah memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya sesuai dengan PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap dan mereklasifikasi seluruh saldo Selisih Nilai Revaluasi Aset Tetap sejumlah Rp4.153.339.938 dan Rp1.272.980.597 masing-masing milik Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu yang disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca konsolidasi tahun 2007 ke saldo laba pada tahun 2008. 20. INFORMASI SEGMEN Sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000), Pelaporan Segmen, informasi keuangan berikut ini disajikan berdasarkan informasi yang digunakan manajemen dalam mengevaluasi kinerja tiap segmen dan menentukan pengalokasian sumber daya. a. Informasi Segmen Primer Grup mengklasifikasikan usahanya menjadi empat (4) segmen usaha yaitu: obat resep, produk kesehatan, nutrisi serta distribusi dan kemasan. Informasi mengenai segmen usaha tersebut pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

18. CAPITAL STOCK (continued) balance sheets. Depending on the Companys future business needs, it is possible for the Company to reissue the repurchased shares through the stock exchange in compliance with the relevant rules and regulations.

All of the Companys shares (except for treasury stock) are now listed in the Indonesia Stock Exchange. As of December 31, 2008, the Companys Commisioner and Director, who are also shareholders of the Company, are Ms. Bernadette Ruth Irawaty Setiady owning 1,700,000 shares, Mr. Ferdinand Aryanto owning 400,000 shares and Mr. Herman Widjaja owning 500 shares. 19. REVALUATION INCREMENT IN PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT As discussed in Note 2i to the consolidated financial statements, the Group has chosen the cost model as the accounting policy for the measurement of its property, plant and equipment in accordance with SFAS No. 16 (Revised 2007), Fixed Assets, and in 2008 reclassified to Retained Earnings all of the balance of Revaluation Increment in Property, Plant and Equipment belonging to the Company and certain Subsidiaries amounting to Rp4,153,339,938 and Rp1,272,980,597, respectively, as presented in the equity section of the 2007 consolidated balance sheet to retained earnings in 2008. 20. SEGMENT INFORMATION In accordance with SFAS No. 5 (Revised 2000), Segment Reporting, the following financial information is presented based on the information used by management in evaluating the performance of each segment and in determining allocations of resources. a. Primary Segment Information The Group classifies its businesses into four (4) core business segments, namely: prescription pharmaceutical, consumer health, nutritionals, distribution and packaging. Information about these business segments as of December 31, 2008 and 2007 are as follows:

136

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

67

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
20. SEGMENT INFORMATION (continued) a.
2008 Produk Kesehatan/ Consumer Health Nutrisi/ Nutritionals 1.927.288.827.111 866.605.487.668 1.060.683.339.443 288.177.341.291 1.882.038.576.252 2.170.215.917.543 7.877.366.385.633 4.073.725.872.514 3.803.640.513.119 1.142.712.402.521 54.020.602.978 42.553.538.201 6.481.675.348 1.008.557.308 (52.045.670.252) (16.709.254.159) (352.517.218.597) (118.682.487.158) 706.822.146.190 5.703.832.411.898 1.358.989.930.592 178.414.064.312 305.198.137.295 Konsolidasi/ Consolidated 1.648.455.406.867 589.619.999.872 1.058.835.406.995 Distribusi dan Kemasan/ Distribution and Packaging

20. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Primary Segment Information (continued)

a.

Informasi Segmen Primer (lanjutan)

Obat Resep/ Prescription Pharmaceutical

Penjualan bersih

2.131.406.234.112

Net sales Costs of goods sold Gross profit Income from operations Interest income Gain on foreign exchange, net Gain on sale of property and equipment Gain on sale of short-term investments Interest expense and financial charges Miscellaneous, net Income tax expense, net Minority interests in net earnings of Subsidiaries Net income Total assets Total liabilities Depreciation Capital expenditures

Beban pokok penjualan

735.461.808.722

Laba kotor

1.395.944.425.390

Laba usaha Penghasilan bunga Laba selisih kurs, bersih Laba atas penjualan aset tetap Laba atas penjualan investasi jangka pendek Beban bunga dan keuangan Rupa-rupa, bersih Beban pajak penghasilan, bersih Hak minoritas atas laba bersih Anak perusahaan

Laba bersih

Jumlah aktiva

Jumlah kewajiban

Penyusutan

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

Pengeluaran untuk barang modal

137

68

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

138

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
20. SEGMENT INFORMATION (continued) a.
2007 Produk Kesehatan/ Consumer Health Nutrisi/ Nutritionals 1.599.946.813.846 639.326.574.924 960.620.238.922 227.079.087.809 1.515.395.767.614 1.742.474.855.423 Konsolidasi/ Consolidated 7.004.909.851.908 3.453.279.199.660 3.551.630.652.248 1.129.354.542.486 66.387.371.726 26.755.340.368 9.306.069.050 2.840.431.635 (56.354.725.106) (19.621.793.069) (347.019.997.214) (105.953.043.197) 705.694.196.679 5.138.212.506.980 1.121.188.133.752 165.490.424.579 224.597.075.433 1.856.188.443.558 687.149.423.623 1.169.039.019.935 Distribusi dan Kemasan/ Distribution and Packaging

20. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Primary Segment Information (continued)

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

a.

Informasi Segmen Primer (lanjutan)

Obat Resep/ Prescription Pharmaceutical

Penjualan bersih

1.806.299.739.081

Net sales Costs of goods sold Gross profit Income from operations Interest income Gain on foreign exchange, net Gain on sale of property and equipment Gain on sale of short-term investments Interest expense and financial charges Miscellaneous, net Income tax expense, net Minority interests in net earnings of Subsidiaries Net income Total assets Total liabilities Depreciation Capital expenditures

Beban pokok penjualan

611.407.433.499

Laba kotor

1.194.892.305.582

Laba usaha Penghasilan bunga Laba selisih kurs, bersih Laba atas penjualan aset tetap Laba atas penjualan investasi jangka pendek Beban bunga dan keuangan Rupa-rupa, bersih Beban pajak penghasilan, bersih Hak minoritas atas laba bersih Anak perusahaan

Laba bersih

Jumlah aktiva

Jumlah kewajiban

Penyusutan

Pengeluaran untuk barang modal

69

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

20. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) b. Informasi Segmen Sekunder Informasi mengenai segmen usaha Grup berdasarkan wilayah geografis adalah sebagai berikut:
2008 Penjualan bersih Domestik Ekspor Jumlah Aktiva Domestik Pengeluaran untuk barang modal Domestik 7.586.191.007.456 291.175.378.177 7.877.366.385.633 5.526.162.617.498 294.742.209.836

20. SEGMENT INFORMATION (continued) b. Secondary Segment Information Information about the Groups business segments by geographical location is as follows:
2007 6.610.161.638.769 394.748.213.139 7.004.909.851.908 5.053.878.861.762 223.278.981.495 Net sales Domestic Export Total Assets Domestic Capital expenditures Domestic

21. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih diklasifikasi berdasarkan segmen usaha Grup seperti yang dijelaskan pada Catatan 20a di atas, adalah sebagai berikut:
2008 Domestik Obat resep Produk kesehatan Nutrisi Distribusi dan kemasan Sub-jumlah Ekspor Obat resep Produk kesehatan Nutrisi Distribusi dan kemasan Sub-jumlah Jumlah 2.015.839.994.429 1.491.638.338.040 1.914.337.368.450 2.164.375.306.537 7.586.191.007.456 115.566.239.683 156.817.068.827 12.951.458.661 5.840.611.006 291.175.378.177 7.877.366.385.633

21. NET SALES The details of net sales classified according to the Groups core business segments, as explained in Note 20a above, are as follows:
2007 1.701.342.909.471 1.589.870.988.178 1.585.660.838.380 1.733.286.902.740 6.610.161.638.769 104.956.829.610 266.317.455.380 14.285.975.466 9.187.952.683 394.748.213.139 7.004.909.851.908 Domestic Prescription pharmaceutical Consumer health Nutritionals Distribution and packaging Sub-total Export Prescription pharmaceutical Consumer health Nutritionals Distribution and packaging Sub-total Total

Pada tahun 2008 dan 2007, tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang jumlah penjualan selama setahun melebihi 10% dari penjualan bersih konsolidasi.

In 2008 and 2007, there were no sales to any single customer which annual cummulative amount exceeds 10% of consolidated net sales.

70

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

139

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

22. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2008 Bahan baku dan kemasan yang digunakan 1.144.162.757.819 Upah buruh langsung 112.371.395.652 Beban pabrikasi 498.630.029.722 Jumlah Beban Produksi Persediaan Barang Dalam Proses Awal tahun Akhir tahun (Catatan 7) Beban Pokok Produksi Persediaan Barang Jadi Awal tahun Pembelian Akhir tahun (Catatan 7) Beban Pokok Penjualan - produksi Distribusi Persediaan barang jadi Awal tahun Pembelian Persediaan barang jadi yang tersedia untuk dijual Persediaan barang jadi akhir tahun (Catatan 7) Beban pokok penjualan - distribusi Jumlah Beban Pokok Penjualan

22. COST OF GOODS SOLD The details of cost of goods sold are as follows:
2007 1.081.249.265.250 111.975.752.865 515.774.356.203 Raw and packaging materials used Direct labor Manufacturing overhead Total Manufacturing Cost Work in Process Inventories At beginning of year At end of year (Note 7) Cost of Goods Manufactured Finished Goods Inventories At beginning of year Purchases At end of year (Note 7) Cost of Goods Sold - manufacturing Distribution Finished Goods Inventories At beginning of year Purchases Finished goods available for sale Finished goods at end of year (Note 7) Cost of goods sold - distribution Total Cost of Goods Sold

1.755.164.183.193 1.708.999.374.318 53.950.317.891 (32.050.826.928) 1.777.063.674.156 203.059.300.535 428.753.945.266 (283.445.248.932) 2.125.431.671.025 46.528.510.792 (53.950.317.891) 1.701.577.567.219 120.474.464.501 562.421.670.068 (203.059.300.535) 2.181.414.401.253

606.090.880.907 2.013.109.699.163 2.619.200.580.070 (670.906.378.581) 1.948.294.201.489 4.073.725.872.514

442.690.726.974 1.435.264.952.340 1.877.955.679.314 (606.090.880.907) 1.271.864.798.407 3.453.279.199.660

Pada tahun 2008 dan 2007, tidak ada pembelian dari satu pihak pemasok dengan jumlah akumulasi setahun di atas 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi. 23. BEBAN USAHA Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
2008 Beban Penjualan Iklan, pameran dan promosi Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Transportasi dan pengiriman Perjalanan Royalti (Catatan 27c, 27h, 27i dan 27j) Komisi penjualan Penyusutan (Catatan 10) Sewa 1.039.245.820.866 454.037.753.935 91.212.401.234 78.875.555.890 65.347.658.780 65.032.899.801 46.874.286.718 44.598.354.816

In 2008 and 2007, there were no purchases made from any single supplier with annual cumulative amount exceeding 10% of consolidated net sales.

23. OPERATING EXPENSES The details of operating expenses are as follows:


2007 962.288.780.725 427.885.261.954 83.153.506.866 56.787.351.848 55.543.135.300 61.908.940.483 44.974.176.098 41.278.662.610 Selling Expenses Advertising, exhibitions and promotions Salaries, wages and employee benefits Transportation and delivery Travelling Royalty fees (Notes 27c, 27h, 27i and 27j) Sales commission Depreciation (Note 10) Rental

140

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

71

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

23. BEBAN USAHA (lanjutan)


2008 Beban Penjualan (lanjutan) Representasi dan jamuan Penjualan kanvasing Pemeliharaan dan perbaikan Penghapusan persediaan Pos dan telekomunikasi Peralatan dan perlengkapan Pensiun Riset pemasaran Air, listrik dan gas Asuransi dan pajak Beban ekspor Lain-lain (masing-masing di bawah Rp3 miliar) Jumlah Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Penyusutan (Catatan 10) Pemeliharaan dan perbaikan Pos dan telekomunikasi Jasa profesional Listrik, air dan gas Pelatihan tenaga kerja Peralatan dan perlengkapan Sewa mobil Pensiun Asuransi dan pajak Hubungan masyarakat Riset pemasaran Lain-lain (masing-masing di bawah Rp4 miliar) Jumlah Beban Umum dan Administrasi Beban Riset dan Pengembangan Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Percobaan klinis Bahan baku Transportasi Penyusutan (Catatan 10) Riset pemasaran Pemeliharaan dan perbaikan Peralatan dan perlengkapan Jasa profesional Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) Jumlah Beban Riset dan Pengembangan Jumlah Beban Usaha 44.364.341.564 42.403.792.729 28.988.333.785 25.998.206.431 20.745.266.603 16.215.413.063 14.543.030.167 14.013.515.379 13.257.961.361 11.257.227.728 2.770.709.714 33.516.214.827 2.153.298.745.391

23. OPERATING EXPENSES (continued)


2007 36.503.520.233 31.085.546.718 22.641.142.947 16.213.896.094 26.328.146.856 18.120.743.408 9.880.354.656 15.010.749.175 11.643.716.138 11.452.377.864 25.562.156.314 20.772.637.035 1.979.034.803.322 Selling Expenses (continued) Representation and entertainment Sales of canvassing Repairs and maintenance Inventories written-off Postage and telecommunication Equipment and supplies Pension costs Marketing research Water, electricity and gas Insurance and taxes Export charges Others (each below Rp3 billion) Total Selling Expenses General and Administrative Expenses Salaries, wages and employee benefits Depreciation (Note 10) Repairs and maintenance Postage and telecommunication Professional fees Electricity, water and gas Personnel training Equipment and supplies Car rental Pension costs Insurance and taxes Public relations Marketing research Others (each below Rp4 billion) Total General and Administrative Expenses Research and Development Expenses Salaries, wages and employee benefits Clinical trials Materials Transportation Depreciation (Note 10) Marketing research Repairs and maintenance Equipment and supplies Professional fees Others (each below Rp1 billion)

220.119.798.804 43.201.593.203 23.540.930.684 17.219.732.282 13.516.245.759 9.202.206.920 9.047.949.027 8.210.240.486 7.825.392.047 5.827.800.421 5.317.936.554 4.897.808.423 3.397.855.931 82.030.856.028 453.356.346.569

182.330.065.502 40.168.453.539 21.544.270.035 16.575.758.087 16.493.394.601 9.287.248.848 9.048.658.416 11.199.063.040 5.499.273.774 4.871.572.103 5.208.230.047 5.426.554.506 10.379.354.086 59.282.173.283 397.314.069.867

24.440.352.005 8.029.405.958 4.770.424.456 2.686.553.392 2.546.975.648 2.083.715.801 1.004.713.912 917.296.602 899.640.119 6.893.940.745 54.273.018.638 2.660.928.110.598

22.494.331.343 4.462.537.011 1.642.479.337 2.025.958.910 2.063.260.741 4.124.766.979 729.458.205 1.475.051.994 1.230.109.031 5.679.283.022

45.927.236.573 Total Research and Development Expenses 2.422.276.109.762 Total Operating Expenses

72

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

141

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

24. PENGHASILAN BUNGA Penghasilan bunga diperoleh dan dihasilkan dari:


2008 Call deposit dan deposito berjangka Investasi jangka pendek Jasa giro dan lainnya Jumlah 39.761.180.755 4.564.241.886 9.695.180.337 54.020.602.978

24. INTEREST INCOME Interest income was derived and earned from the following:
2007 54.432.738.148 3.824.027.463 8.130.606.115 66.387.371.726 Call and time deposits Short-term investments Current accounts and others Total

25. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Rincian beban bunga dan keuangan adalah sebagai berikut:
2008 Beban bunga: Hutang obligasi Pinjaman bank dan lain-lain Sewa guna usaha Beban administrasi Jumlah 36.963.669.110 12.247.191.477 124.667.604 2.710.142.061 52.045.670.252

25. INTEREST CHARGES

EXPENSE

AND

FINANCIAL

The details of interest expense and financial charges are as follows:


2007 38.939.874.526 15.304.093.878 368.999.656 1.741.757.046 56.354.725.106 Interest expense: Bonds payable Bank loans and others Obligations under capital leases Administration charges Total

26. IMBALAN KERJA KARYAWAN Rincian beban imbalan kerja karyawan Grup dialokasikan pada akun beban produksi dan beban usaha sebagai berikut:

26. EMPLOYEES BENEFITS

SERVICE

ENTITLEMENT

The details of the cost of employee benefits of the Group charged to production costs and operating expenses are as follows:

31 Desember 2008/December 31, 2008 Program Dana Pensiun/ Pension Program Biaya jasa kini Hasil investasi Beban bunga Biaya jasa lalu Kerugian aktuaria Amortisasi biaya jasa lalu (vested) Jumlah 18.336.016.174 27.644.169.104 18.046.264.889 450.402.088 64.476.852.255 Tanpa Pendanaan/ Unfunded 15.806.918.303 2.155.338.133 14.029.861.471 303.195.050 (314.740.279) 724.781.048 32.705.353.726

Jumlah/ Total 34.142.934.477 Current service cost 29.799.507.237 Gains on investments 32.076.126.360 Interest cost 303.195.050 Past service cost 135.661.809 Actuarial losses 724.781.048 Amortization of past service cost (vested) 97.182.205.981 Total

142

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

73

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

26. IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

26. EMPLOYEES SERVICE BENEFITS (continued)

ENTITLEMENT

31 Desember 2007/December 31, 2007 Program Dana Pensiun/ Pension Program Biaya jasa kini Hasil investasi Beban bunga Biaya jasa lalu Kerugian aktuaria Jumlah 28.120.771.730 (20.636.444.696) 16.968.587.291 6.662.800.983 31.115.715.308 Tanpa Pendanaan/ Unfunded 26.970.249.352 9.923.190.814 1.027.976.098 (126.006.987) 37.795.409.277

Jumlah/ Total 55.091.021.082 (20.636.444.696) 26.891.778.105 1.027.976.098 6.536.793.996 68.911.124.585 Current service cost Gains on investments Interest cost Past service cost Actuarial losses Total

Estimasi kewajiban (selisih lebih nilai wajar aktiva program atas kewajiban aktuaria) imbalan kerja Grup adalah sebagai berikut:

The estimated liabilities for employee benefits (excess of fair value of plan assets over actuarial liabilities) of the Group are as follows:

31 Desember 2008/ December 31, 2008 Program Dana Pensiun/ Pension Program Nilai tunai kewajiban Biaya jasa lalu belum diakui Keuntungan aktuaria belum diakui Nilai wajar aktiva bersih Estimasi kewajiban imbalan kerja karyawan (selisih lebih kewajiban aktuaria atas aktiva bersih dana pensiun) 167.674.043.792 20.065.908.027 (230.343.116.115) Tanpa Pendanaan/ Unfunded 127.962.677.932 (16.119.387.795) 25.999.282.947 (38.326.872.335) Present value of obligations Unrecognized past service costs Unrecognized actuarial gains Net fair value of plan assets Estimated liabilities for employees service entitlement benefits (Excess of fair value of pension plan assets over actuarial liabilities)

(42.603.164.296)

99.515.700.749

31 Desember 2007/ December 31, 2007 Program Dana Pensiun/ Pension Program Nilai tunai kewajiban Biaya jasa lalu belum diakui Keuntungan (kerugian) aktuaria belum diakui Nilai wajar aktiva bersih Estimasi kewajiban imbalan kerja karyawan (selisih lebih kewajiban aktuaria atas aktiva bersih dana pensiun) 177.405.157.097 (5.499.960.653) (228.934.332.981) Tanpa Pendanaan/ Unfunded 130.071.038.311 (17.147.363.893) 6.487.629.387 (31.202.987.552) Present value of obligations Unrecognized past service costs Unrecognized actuarial gains (losses) Net fair value of plan assets Estimated liabilities for employees service entitlement benefits (Excess of fair value of pension plan assets over actuarial liabilities)

(57.029.136.537)

88.208.316.253

74

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

143

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

26. IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) Mutasi saldo estimasi kewajiban (selisih lebih nilai wajar aktiva program atas kewajiban aktuarial) imbalan kerja Grup adalah sebagai berikut:

26. EMPLOYEES SERVICE BENEFITS (continued)

ENTITLEMENT

An analysis of the movements in balance of the estimated liabilities for employees service entitlement benefits (excess of plan assets over actuarial liabilities) of the Group is as follows:

31 Desember 2008/ December 31, 2008 Program Dana Pensiun/ Pension Program Saldo awal tahun Beban imbalan kerja tahun berjalan Pembayaran kontribusi/imbalan kerja tahun berjalan Kewajiban (dibayar di muka) akhir tahun (57.029.136.537) 64.476.852.255 (50.050.880.014) (42.603.164.296) Tanpa Pendanaan/ Unfunded 88.208.316.253 32.705.353.726 (21.397.969.230) 99.515.700.749 Balance at beginning of year Cost of employee benefits during the year Actual payments during the year Liabilities for employee benefits (prepayments) at end of year

31 Desember 2007/ December 31, 2007 Program Dana Pensiun/ Pension Program Saldo awal tahun Beban imbalan kerja tahun berjalan Pembayaran kontribusi/imbalan kerja tahun berjalan Kewajiban (dibayar di muka) akhir tahun (55.876.638.827) 31.115.715.308 (32.268.213.018) (57.029.136.537) Tanpa Pendanaan/ Unfunded 69.817.197.226 37.795.409.277 (19.404.290.250) 88.208.316.253 Balance at beginning of year Cost of employee benefits during the year Actual payments during the year Liabilities for employee benefits (prepayments) at end of year

Program Dana Pensiun Perusahaan, Avesta, Bifarma, Danfar, Sanghiang, Kageo Igar, Bintang Toedjoe, Hexpharm, KMI, Fima, TSJ, GCM, MDI, EMP dan EPMT, menyelenggarakan program dana pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetap yang memenuhi persyaratan. Program ini memberikan imbalan kerja berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. Program pensiunan Perusahaan dan Anak perusahaan tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Kalbe, sedangkan program pensiunan Avesta dikelola oleh Dana Pensiun Avesta Continental Pack yang masingmasing telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Pendanaan program pensiun Grup berasal dari konstribusi pemberi kerja berkisar antara 6,5% sampai dengan 11,4% dari penghasilan dasar pensiun.

Pension Plan The Company, Avesta, Bifarma, Danfar, Sanghiang, Kageo Igar, Bintang Toedjoe, Hexpharm, KMI, Fima, TSJ, GCM, MDI, EMP and EPMT have defined benefit retirement plans covering all of their qualified permanent employees. These plans provide employee benefits based on basic pensionable earnings and years of service of the covered employees. The pension plans of the Company and said Subsidiaries are managed by Dana Pensiun Kalbe, while Avestas plan is managed by Dana Pensiun Avesta Continental Pack. Each of these pension programs has obtained license from the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. The Groups contributions/funding to the said pension programs are determined at rates ranging from 6.5% to 11.4% of basic pensionable earnings of the covered employees.

144

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

75

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

26. IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) Program Dana Pensiun (lanjutan) Aktiva program tertentu terdiri dari rekening giro bank, deposito berjangka, saham diperdagangkan di bursa, tanah dan bangunan, unit reksa dana serta penyertaan saham. Perhitungan imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dihitung oleh PT Pointera Aktuarial Strategis (PAS), aktuaris independen, dengan menggunakan metode projected unit of credit. Asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris pada tahun 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

26. EMPLOYEE SERVICE BENEFITS (continued) Pension Plan (continued)

ENTITLEMENT

The plan assets consist of cash in banks, time deposits, investments in shares listed in the stock exchange, land and building, mutual fund units and investments in shares. The above-mentioned provisions for employees service entitlement benefits for the year ended December 31, 2008 and 2007 are based on the actuarial calculations prepared by PT Pointera Aktuarial Strategis (PAS), independent firm of actuaries, using the projected unit of credit method. The key assumptions used for the said actuarial calculations in 2008 and 2007 are as follows: 2007
12% 11% 8,5% Tabel Mortalita Indonesia 99/ Indonesian Mortality Table 99 55 tahun/years Discount rate Annual rate of increase in compensation Mortality table

2008
Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji per tahun Tabel mortalita

Usia pensiun normal

5%-10% Tabel Mortalita Indonesia 99/ Indonesian Mortality Table 99 55 tahun/years

Retirement age

Imbalan Kerja Tanpa Pendanaan Grup juga memberikan imbalan kerja lain selain imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan. Tambahan imbalan kerja lain tersebut pada tahun 2008 dan 2007 juga dihitung oleh PAS, dengan menggunakan metode projected unit of credit. Asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris tahun 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

Employee Benefits Without Funding The Group also provides for other employee benefits in addition to the service entitlement benefits provided under the Labor Law. The above-mentioned additional provisions for other employees service entitlement benefits for the years 2008 and 2007 are also based on the actuarial calculations prepared by PAS, using the projected unit of credit method. The key assumptions used for the said actuarial calculations in 2008 and 2007 are as follows: 2007
12% 5%-10% Tabel Mortalita Indonesia 99/ Indonesian Mortality Table 99 55 tahun/years 11% 8,5% Tabel Mortalita Indonesia 99/ Indonesian Mortality Table 99 55 tahun/years Discount rate Annual rate of increase in compensation Mortality table

2008
Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji per tahun Tabel mortalita

Usia pensiun normal

Retirement age

76

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

145

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN KONTINJENSI Pihak Ketiga Perusahaan a.

PENTING,

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES Third Party Company a. On August 23, 2005, the Company entered into a joint venture agreement with Orange Drugs Ltd., Nigeria (ODL) in connection with the establishment of Orange Kalbe Limited (OKL) in Lagos, Nigeria, with an initial authorized capital amounting to Naira (N) 20 million, consisting of 20 million common shares with par value per share of N1. Out of the said total authorized capital, N6 million or 30% shares ownership shall be subscribed and fully paid for by the Company. OKL shall engage, among others, in the manufacture of pharmaceutical products from ODL and the Company. The said agreement also provides for, among others, the obligations of the Company and ODL in respect of the establishment and development of OKL. Further, based on OKLs deed of establishment dated November 29, 2005, the initial authorized capital was increased to become N100 million, consisting of 100 million common shares, with the Companys percentage of ownership still maintained at 30%. As of December 31, 2008 and 2007, OKL is still under development stage and has not yet commenced its commercial operations. b. The Company entered into portfolio investment management agreement with PT Kresna Sekuritas (Kresna, acting as Fund Manager), whereby the Company appointed Kresna to invest and manage the Companys investment portfolio. Based on the said agreement, the investment portfolio will consist of cash and assets, which shall be invested and managed by the Fund Manager. Furthermore, the agreement also provides that the investment placements shall be in the form of traded shares of stock, commercial papers, mutual fund units and other marketable securities. Accordingly, the Fund Manager is required to report to the Company every month regarding the net asset value of the Companys investment portfolio under its management. As Fund Manager, Kresna is entitled to a 1.00% management fee based on the Net Asset Value of the investment porfolio. This agreement will expire on September 5, 2009 and thereafter automatically renewable annually. The net asset value of the Companys funds managed by the Fund Manager amounted to Rp10,577,328,316 and Rp35,243,246,525 as of December 31, 2008 and 2007, respectively, and presented as part of Short-term Investments, net in the consolidated balance sheets (Note 4).

Pada tanggal 23 Agustus 2005, Perusahaan menandatangani perjanjian joint venture dengan Orange Drugs Ltd., Nigeria (ODL), sehubungan dengan pendirian Orange Kalbe Limited (OKL) di Lagos, Nigeria, dengan modal dasar awal sejumlah Naira (N) 20 juta yang terbagi atas 20 juta saham biasa dengan nilai nominal per saham sejumlah N1. Dari modal dasar tersebut, sejumlah N6 juta atau sebesar 30% kepemilikan saham akan diambil dan disetor penuh oleh Perusahaan. OKL antara lain akan bergerak di bidang pabrikan produk obat-obatan dari ODL dan Perusahaan. Perjanjian tersebut juga antara lain mengatur masing-masing kewajiban-kewajiban Perusahaan dan ODL sehubungan kegiatan pendirian dan pengembangan OKL. Selanjutnya berdasarkan akta pendirian OKL pada tanggal 29 November 2005, modal dasar OKL menjadi N100 juta yang terbagi atas 100 juta saham biasa dengan persentase kepemilikan saham Perusahaan sebesar 30%. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, OKL masih dalam tahap pengembangan dan belum memulai kegiatan komersialnya. Perusahaan mengadakan perjanjian manajemen investasi portofolio dengan PT Kresna Sekuritas (Kresna bertindak sebagai Manajer Investasi), dimana Perusahaan setuju menunjuk Kresna untuk menginvestasikan dan mengelola portofolio Perusahaan. Berdasarkan perjanjian tersebut, portofolio terdiri dari kas dan aktiva yang dialokasikan untuk diinvestasikan dan dikelola oleh Manajer Investasi. Lebih lanjut disebutkan di dalam perjanjian bahwa investasi tersebut adalah dalam bentuk saham, surat-surat berharga, reksa dana dan lain-lainnya. Oleh karena itu, Manajer Investasi harus melaporkan nilai aktiva bersih dari portofolio setiap bulan kepada Perusahaan. Sebagai Manajer Investasi, Kresna berhak atas 1,00% jasa manajemen dari Nilai Aktiva Bersih. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 5 September 2009 dan secara otomatis diperpanjang untuk periode satu (1) tahun berikutnya. Nilai aktiva bersih dari dana Perusahaan yang dikelola oleh Manager Investasi masing-masing sejumlah Rp10.577.328.316 dan Rp35.243.246.525 pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dan disajikan sebagai bagian dari Investasi Jangka Pendek, bersih di neraca konsolidasi (Catatan 4).

b.

146

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

77

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) Perusahaan (lanjutan) c.

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) Company (continued) c. The Company and its pharmaceutical Subsidiaries manufacture certain products under licensing agreements with international pharmaceutical companies, such as, PT Pfizer Indonesia, Baxter International Inc., USA, Baxter Deutschland GMBH, Sato Pharmaceutical Co., Ltd., Japan, Astellas Pharma Inc., Japan, BioGaia AB, Helsinn Birex Pharmaceutical Ltd., Strakan International Ltd. (collectively referred to herein as the Licensors). Under the related licensing agreements, the Company and its pharmaceutical Subsidiaries have the exclusive rights to produced, market and register the licensed products in Indonesia.

Perusahaan dan Anak perusahaan yang bergerak di bidang industri farmasi memproduksi produk tertentu berdasarkan perjanjian lisensi dengan perusahaanperusahaan farmasi internasional, seperti PT Pfizer Indonesia, Baxter International Inc., Amerika Serikat, Baxter Deutschland GMBH, Sato Pharmaceutical Co., Ltd., Jepang, Astellas Pharma Inc., Jepang, BioGaia AB, Helsinn Birex Pharmaceutical Ltd., Strakan International Ltd. (secara bersama-sama disebut Pemberi Lisensi). Berdasarkan perjanjian lisensi tersebut, Perusahaan dan Anak perusahaan yang bergerak di bidang industri farmasi tersebut memperoleh hak eksklusif untuk memproduksi, memasarkan dan melakukan pendaftaran produk-produk lisensi yang bersangkutan di Indonesia. Sebagai kompensasinya, Perusahaan dan Anak perusahaan membayar royalti kepada perusahaan pemberi Lisensi yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan bersih produk berlisensi tersebut. Beban royalti tersebut disajikan sebagai bagian dari Beban Penjualan (Catatan 23).

As compensation, royalty fees are paid to the Licensors computed based on certain agreed percentages of the net sales of the licensed products. Such royalty fees are presented as part of Selling Expenses (Note 23).

d. Perusahaan mengadakan perjanjian produksi dengan IDS Manufacturing Sdn., Bhd., Malaysia dan Wrapsa Packaging & Manufacturing Pty., Ltd., Afrika Selatan (secara bersama-sama disebut Pabrikan). Dalam perjanjian tersebut, Perusahaan menunjuk Pabrikan untuk memproduksi produk di bawah merek dagang Woods di masing-masing wilayah yang bersangkutan. Sehubungan dengan ini, Perusahaan juga secara terpisah mengadakan perjanjian distribusi dengan Delfi Singapore Pte. Ltd. (Delfi) dan Permark Pty., Ltd., Afrika Selatan (Permark) (secara bersama-sama disebut Distributor). Perjanjian dengan Delfi dan Permark telah dihentikan masing-masing pada tanggal 30 Desember 2008 dan 26 Februari 2008. Perjanjian distribusi dengan Distributor tersebut selanjutnya dilakukan dengan Kalbe International Pte. Ltd. (Anak Perusahaan). Dalam perjanjian distribusi tersebut, Perusahaan dan Anak perusahaan menunjuk Distributor untuk menjual dan mendistribusikan

d. The Company has product manufacturing agreements with IDS Manufacturing Sdn., Bhd., Malaysia and Wrapsa Packaging & Manufacturing Pty., Ltd., South Africa (collectively referred to herein as the Contract Manufacturers). Under these agreements, the Company engages the Contract Manufacturers to manufacture products under the Woods trademark in the respective territories of the latter. Relative to this, the Company also separately entered into distributorship agreements with Delfi Singapore Pte. Ltd. (Delfi) and Permark Pty., Ltd., South Africa (Permark) (collectively referred to herein as the Distributors). The agreements with Delfi and Permark were terminated on December 30, 2008 and February 26, 2008, respectively and subsequently was conducted between Distributors and Kalbe International Pte. Ltd. (a Subsidiary). Under the said distributorship agreements, the Company and its Subsidiary appointed the Distributors to sell and distribute

78

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

147

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) Company (continued) the subject products manufactured by the Contract Manufacturers in the Territories. As compensation, the Company and its Subsidiary pay the agreed manufacturing charges and distribution fees to the Contract Manufacturers and Distributors, respectively. The above-mentioned agreements were valid for two (2) years from the date of signing, and thereafter, are automatically renewable annually. In case of termination, written notice should be given at least three (3) to six (6) months in advance by the party or parties concerned. e. The Company entered into distribution agreement with Laboratoire Aguettant S.A.S., France, Sun Pharmaceutical Industries Ltd., India, Gador S.A., Argentina, Hana Pharm Co., Ltd., Korea, Themis Medicare Ltd., India, in relation to the distribution of their products in the territory of Indonesia under the terms and conditions as stated in the agreements. f. During 2008 and 2007, the Company entered into contracts for option sale or purchase of US dollar which matured on various dates in 2008 and 2007. The said contract required the Company to purchase or sell U.S. dollar in the strike prices under the terms and conditions as stated in the agreements.

produk yang diproduksi oleh Pabrikan tersebut di atas di masing-masing wilayah yang bersangkutan. Sebagai kompensasi, Perusahaan dan Anak perusahaan membayar ongkos produksi dan biaya distribusi tertentu masing-masing kepada Pabrikan dan Distributor tersebut. Perjanjian di atas berlaku selama dua (2) tahun sejak tanggal penandatanganan dan dengan sendirinya dapat diperpanjang setiap tahun, sampai salah satu pihak memutuskan perjanjian dengan pemberitahuan tertulis minimal tiga (3) sampai dengan enam (6) bulan di muka. e. Perusahaan mengadakan perjanjian distribusi dengan Laboratoire Aguettant S.A.S., Perancis, Sun Pharmaceutical Industries Ltd., India, Gador S.A., Argentina, Hana Pharm Co., Ltd., Korea, Themis Medicare Ltd., India, sehubungan dengan pendistribusian produkproduk pemasok di wilayah Indonesia sesuai dengan syarat dan kondisi yang ditetapkan dalam perjanjian. Sepanjang tahun 2008 dan 2007, Perusahaan melakukan kontrak opsi beli atau jual mata uang dolar AS yang jatuh tempo pada berbagai tanggal di tahun 2008 dan 2007. Kontrak opsi beli atau jual ini mensyaratkan Perusahaan untuk membeli atau menjual dolar AS pada kurs tertentu yang telah diperjanjikan dengan persyaratan-persyaratan sebagaimana tertera dalam kontrak tersebut. Pada bulan Januari 2009, melalui surat keterbukaan informasi Perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia No. 004/CSEC-KF/I-09 tanggal 16 Januari 2009, Perusahaan melaporkan bahwa JP Morgan Chase Bank, N.A., London (JP Morgan) telah mengajukan klaim sejumlah US$19.194.206 yang menurut JP Morgan diakibatkan atas pelanggaran pasal tertentu 2002 ISDA Master Agreement mengenai transaksi derivatif. Perusahaan menolak klaim tersebut karena Perusahaan belum pernah menyetujui maupun menandatangani dokumen tersebut.

f.

g.

g.

In January 2009, the Company has reported to the Indonesia Stock Exchange with letter No. 004/CSEC-KF/I-09 dated January 16, 2009, that the Company has received a claim from JP Morgan Chase Bank, N.A., London (JP Morgan) amounting US$19,194,206. The underlying basis on the claim is the violation of certain article of 2002 ISDA Master Agreement related to derivative transaction. The Company has rejected the claim because the Company never approved and/or signed the above mentioned document.

148

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

79

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) Perusahaan (lanjutan)

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) Company (continued) Later, in February 2009, the Company through its legal attorney, Hotman Paris & Partners Law Firm, has filed a lawsuit in the South Jakarta District Court by the case number 256/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel. This lawsuit was made against JP Morgan Chase Bank, National Association, Jakarta Branch and its related parties regarding to above mentioned claim. The underlying basis of the lawsuit is the law violation and a breach of certain articles of Bank Indonesia regulation, for which the Company demanded a compensation of US$120 million.

Kemudian, pada bulan Februari 2009, Perusahaan melalui kuasa hukumnya yaitu advokat dan konsultan hukum dari Law Firm Hotman Paris & Partners telah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 256/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel. Gugatan perdata ini ditujukan kepada JP Morgan Chase Bank, National Association, Cabang Jakarta dan pihak-pihak terkait sehubungan dengan klaim di atas. Dasar gugatan adalah adanya perbuatan melawan hukum dan pelanggaran terhadap Peraturan Bank Indonesia tertentu, atas hal tersebut Perusahaan menuntut kompensasi ganti rugi sejumlah US$120 juta. Karena gugatan-gugatan hukum tersebut masih dalam tahap awal maka manajemen tidak dapat memperkirakan hasil dari hal tersebut. Sanghiang h. Pada bulan April 2003, Sanghiang mengadakan perjanjian lisensi dan pengadaan persediaan dengan Martek Biosciences Corporation, perusahaan Delaware USA (Martek), yang berlaku efektif hingga 25 tahun sejak pertama kali penjualan komersial (bulan September 2003). Berdasarkan perjanjian ini, Sanghiang akan memperoleh lisensi noneksklusif dari Martek untuk menggunakan, memasarkan, mengimpor, mengekspor, mendistribusikan, melakukan penawaran penjualan dan/atau menjual setiap produk Sanghiang yang berisikan produk Martek. kompensasinya, Sanghiang Sebagai membayar biaya royalti sesuai dengan persyaratan dan kondisi yang terdapat di dalam perjanjian. Biaya royalti yang dibebankan pada operasi disajikan sebagai bagian dari Beban Penjualan (Catatan 23).

Since this is still an initial stage of litigation process, management is unable to estimate the outcome of such lawsuit cases mentioned above. Sanghiang h. In April 2003, Sanghiang entered into a license and supply agreement with Martek Biosciences Corporation, a Delaware, USA corporation (Martek), which is valid for 25 years from the date of the first commercial sale (in September 2003). Based on this agreement, Martek granted Sanghiang a nonexclusive license to use, market, import, export, distribute, offer for sale and/or sell any Sanghiangs products that contain Martek products. As compensation, Sanghiang pays Martek royalty fee in accordance with the relevant terms and conditions, as defined in the agreement. Royalty fees charged to operations are presented as part of Selling Expenses (Note 23).

80

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

149

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) Sanghiang (lanjutan) i.

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) Sanghiang (continued) i. Sanghiang entered into a license agreement with Morinaga Milk Industry Co., Ltd., Japan (Morinaga), which was initially valid up to September 1, 2004, and was automatically renewed for another five (5) years starting from the said expiry date of the previous contract period. Based on this agreement, Sanghiang has the right to produce and distribute in the domestic market the licensed products under Morinagas trademarks. As compensation, Sanghiang pays Morinaga royalty fees in accordance with the relevant terms and conditions, as defined in the agreement. Such royalty fees are presented as part of Selling Expenses (Note 23). Sanghiang also has a technical assistance agreement with Morinaga, which was initially valid up to January 1, 2004, and thereafter, automatically renewable on a yearly basis, unless written notice of termination is given six (6) months in advance by either party. Based on this agreement, Morinaga agreed to provide Sanghiang with technology assistance to develop and manufacture certain hospital diet products. As compensation, Sanghiang pays Morinaga royalty fee in accordance with the relevant terms and conditions, as defined in the agreement. Royalty fees charged to operations are presented as part of Selling Expenses (Note 23).

Sanghiang mengadakan perjanjian lisensi dengan Morinaga Milk Industry Co., Ltd., Jepang (Morinaga), yang berlaku efektif sampai dengan tanggal 1 September 2004 dan otomatis diperpanjang selama lima (5) tahun dari periode terakhir yang berlaku. Berdasarkan perjanjian tersebut, Sanghiang berhak untuk memproduksi dan memasarkan produk berlisensi dengan merek dagang Morinaga di pasaran lokal. Sebagai kompensasinya, Sanghiang wajib membayar royalti kepada Morinaga sesuai dengan persyaratan dan kondisi yang terdapat di dalam perjanjian. Beban royalti tersebut disajikan sebagai bagian dari Beban Penjualan (Catatan 23). Sanghiang juga mengadakan perjanjian jasa bantuan teknis dengan Morinaga, yang berlaku sampai dengan tanggal 1 Januari 2004, dan otomatis diperpanjang setiap satu (1) tahun berikutnya, kecuali dihentikan oleh salah satu pihak dengan pemberitahuan tertulis enam (6) bulan sebelumnya. Berdasarkan perjanjian ini, Morinaga setuju untuk memberikan bantuan teknologi kepada Sanghiang dalam mengembangkan dan memproduksi produk Hospital Diet tertentu. Sebagai kompensasinya, Sanghiang wajib membayar royalti kepada Morinaga sesuai dengan persyaratan dan kondisi yang terdapat di dalam perjanjian. Beban royalti yang dibebankan ke operasi disajikan sebagai bagian dari Beban Penjualan (Catatan 23). Sanghiang mengadakan beberapa perjanjian dengan PT Ultra Jaya Milk Tbk. (UJ), PT Sugizindo (SZ), PT Ikapharmindo Putramas (IP), PT Milko Beverage Industry (MBI), PT Netania Kasih Karunia (NKK), dan PT Sari Husada Tbk. (SH), dan otomatis diperpanjang kecuali dihentikan oleh salah satu pihak. Berdasarkan perjanjian-penjanjian ini, UJ, SZ, IP, MBI, NKK dan SH setuju untuk memproduksi produk tertentu atas nama Sanghiang. Sebagai kompensasinya, Sanghiang membayar UJ, SZ, IP, MBI, NKK dan SH biaya produksi sesuai dengan persyaratan dan kondisi yang relevan dengan perjanjian.

j.

j.

k.

k. Sanghiang entered into separate agreements with PT Ultra Jaya Milk Tbk. (UJ), PT Sugizindo (SZ), PT Ikapharmindo Putramas (IP), PT Milko Beverage Industry (MBI), PT Netania Kasih Karunia (NKK), and PT Sari Husada Tbk. (SH), which are all, automatically renewable unless written notice of termination is given by either party. Based on the said agreements, UJ, SZ, IP, MBI, NKK and SH agreed to manufacture certain products on behalf of Sanghiang. As compensation, Sanghiang pays UJ, SZ, IP, MBI, NKK and SH manufacturing fees in accordance with the relevant terms and conditions of their respective agreements.

150

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

81

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) Bintang Toedjoe l.

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) Bintang Toedjoe l. In 2005, Bintang Toedjoe filed a lawsuit against certain party to discontinue the use of certain products brand name by that party. In 2008, the said lawsuit has been decided and settled by both parties.

Pada tahun 2005, Bintang Toedjoe telah menggugat pihak tertentu ke pengadilan niaga agar menghentikan penggunaan merek produk tertentu oleh pihak tersebut. Pada tahun 2008, gugatan tersebut telah diputus dan diselesaikan oleh kedua belah pihak.

m. Bintang Toedjoe telah mengajukan gugatan perdata terhadap PT Henson Farma, Surabaya, melalui Pengadilan Negeri di Jakarta Pusat, karena penggunaan merek yang memiliki persamaan dengan merek Extra Joss milik Bintang Toedjoe pada tanggal 15 Juli 1997. Pengadilan Negeri di Jakarta Pusat telah mengeluarkan putusannya yang menolak gugatan penggugat sebagaimana dijelaskan dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor. 272/PDT.G/1997/PN.JKT.PST, tanggal 20 November 1997. Atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini, Bintang Toedjoe telah melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA), namun kembali permohonan Bintang Toedjoe ditolak oleh MA sebagaimana dijelaskan dalam putusan MA Nomor. 4071K/Pdt/1998, tanggal 28 April 2000. Atas putusan MA tersebut, Bintang Toedjoe kembali melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali atas dasar adanya bukti baru (novum) ke MA melalui Surat Permohonan Peninjauan Kembali Nomor. 03/SRT.PDT.PK/2001/PN. JKT.PST tanggal 7 Februari 2001. Sampai dengan tanggal 16 Maret 2009, tanggal laporan auditor independen, pemeriksaan peninjauan kembali masih berlangsung. n. Pada tanggal 16 Agustus 2006, Bintang Toedjoe mengadakan perjanjian dengan PT Coca Cola Indonesia (CCI) untuk produk ready to drink. Perjanjian tersebut telah dikaji dan diubah pada tanggal 14 November 2006 yang mengatur bahwa CCI akan memproduksi dan memasarkan produk ready to drink. Pada tanggal 29 September 2007, Hexpharm melakukan perjanjian pemasaran dan distribusi dengan PT Sandoz Indonesia (SI) mengenai pemasaran dan penjualan produk Vimax di Indonesia dengan harga dan syarat yang telah ditentukan. Jangka waktu perjanjian adalah lima (5) tahun dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak.

m. On July 15, 1997, Bintang Toedjoe has filed a legal suit against PT Henson Farma, Surabaya (HF) to the county court of Central Jakarta to disallow the continued use by HF of a certain product brand name, which Bintang Toedjoe claims to have a similarity or semblance to its Extra Joss. Such petition by Bintang Toedjoe was rejected by the county court of Central Jakarta in its letter No. 272/PDT.G/1997/PN.JKT.PST, dated November 20, 1997. Then, Bintang Toedjoe filed an appeal to the Supreme Court. However, the Supreme Court also rejected Bintang Toedjoes petition in its decision letter No. 4071K/Pdt/1998 dated April 28, 2000. Bintang Toedjoe has applied for Re-evaluation of the said decision of the Supreme Court in its Request for Re-evaluation Letter No. 03/ SRT.PDT.PK/2001/PN.JKT.PST dated February 7, 2001. Up to March 16, 2009, the date of independent auditors report, such request for re-evaluation is still in process.

n. On August 16, 2006, Bintang Toedjoe entered into an agreement with PT Coca Cola Indonesia (CCI) for ready to drink products. The agreement has been revised and amended on November 14, 2006, which provides that CCI shall produce and market ready to drink products. o. On September 29, 2007, Hexpharm entered into marketing and distribution agreement with PT Sandoz Indonesia (SI) for marketing and selling of Vimax product in Indonesia based on the set price and conditions. The period of this agreement was five (5) years and can be renewable with agreement by both parties.

o.

82

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

151

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) Hexpharm p.

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) Hexpharm p. On July 2, 2002, Hexpharm entered into a toll manufacturing (in) agreement with PT Sterling Products Indonesia (SPI) for the production of certain products. This agreement is automatically renewable and the latest renewal was on January 1, 2007.

Pada tanggal 2 Juli 2002, Hexpharm melakukan perjanjian kerjasama toll manufacturing (in) dengan PT Sterling Products Indonesia (SPI) mengenai beberapa macam produk yang diproduksi. Perjanjian ini diperpanjang secara otomatis dan terakhir diperpanjang kembali pada tanggal 1 Januari 2007. Pada tanggal 2 Januari 2001, Hexpharm melakukan perjanjian kerjasama toll manufacturing (out) dengan PT Bernofarm mengenai beberapa macam produk injeksi yang diproduksi selama satu (1) tahun. Perjanjian ini diperpanjang secara otomatis dengan persetujuan kedua belah pihak.

q.

q. On January 2, 2001, Hexpharm entered into a one (1) year toll manufacturing (out) agreement with PT Bernofarm for the production of certain injection products. This agreement is automatically renewable with agreement by both parties. Fima r. Fima entered into a trade-mark license agreement with Sarl KNoe, which is valid up to ten (10) years, unless written notice of termination is given eighteen (18) months in advance by either party. As compensation, Fima pays Sarl KNoe royalty fee in accordance with the relevant terms and conditions, as defined in the agreement. EPMT s. On January 28, 2005, EPMT entered into a Credit and Debt Acknowledgement Agreement with PT Bank DBS Indonesia. EPMT obtained L/C import facility with maximum credit limit of US$3 million, which provide for a maximum period of 180 days for Usance L/C, and Bank Guarantee facility with maximum credit limit of Rp47 billion. The said credit facilities are intended for working capital purposes only and are secured by Pledge Agreement on EPMTs time deposits. Based on the latest amendment No. 070/PFPA-DBSI/II/2008, DBS agreed to extend the maturity terms of the facilities until January 25, 2009, along with other revisions, such as, the change in the maximum limit of the L/C import facility changed to US$2 million with maximum time period of 180 days for the Usance L/C, and the granting of Bank Guarantee facility with maximum credit limit amounting to Rp80 billion. As of March 16, 2009, the agreements is still on the renewal process.

Fima r. Fima mengadakan perjanjian lisensi merek dagang dengan Sarl KNoe, yang berlaku selama sepuluh (10) tahun, kecuali dihentikan oleh salah satu pihak dengan pemberitahuan tertulis delapan belas (18) bulan sebelumnya. Sebagai kompensasinya, Fima wajib membayar royalti kepada Sarl KNoe sesuai dengan persyaratan dan kondisi yang terdapat di dalam perjanjian.

EPMT s. Pada tanggal 28 Januari 2005, EPMT menandatangani Perjanjian Kredit dan Pengakuan Hutang dengan PT Bank DBS Indonesia. EPMT memperoleh fasilitas berupa fasilitas impor L/C dengan batas kredit maksimum sejumlah US$3 juta dengan jangka waktu maksimum 180 hari untuk Usance L/C dan fasilitas penerbitan Bank Garansi dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp47 miliar. Fasilitas tersebut diberikan untuk tujuan modal kerja dan dijamin dengan Perjanjian Gadai (Pledge Agreement) atas deposito berjangka EPMT. Selanjutnya berdasarkan perubahan perjanjian terakhir No. 070/PFPA-DBSI/II/2008, DBS setuju untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 25 Januari 2009, dengan perubahan ketentuan berupa fasilitas impor L/C dengan batas kredit maksimum sejumlah US$2 juta dengan jangka waktu maksimum 180 hari untuk Usance L/C dan fasilitas penerbitan Bank Garansi dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp80 miliar. Pada tanggal 16 Maret 2009, Perjanjian tersebut masih dalam proses perpanjangan.

152

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

83

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) EPMT (lanjutan) t.

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) EPMT (continued) t. On April 15, 2004, EPMT together with PT Bank Permata Tbk. (Permata) signed the Bank Guarantee Facility and Letters of Credit Facility Agreements. Based on the said agreements, EPMT obtained L/C import facility with maximum credit limit of US$5 million and bank guarantee facility with maximum credit limit Rp50 billion. The above-mentioned credit facilities, are intended for working capital only, and that EPMT has the right to use such credit facilities only until their expiry date. Subsequently, based on the latest amendment dated July 8, 2008 No. 175/LOO/CRCWB/BP/VII/08, Permata agreed to extend the facilities period until April 15, 2009 with maximum credit limit for L/C import facility amounting to US$7.5 million in multi currency and Bank Guarantee issuance facility with maximum credit limit amounting to Rp75 billion. u. On July 27, 2006, EPMT together with The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Jakarta Branch (HSBC) signed the Loan Agreement. Based on the said agreements, EPMT obtained import L/C and issuance of bank guarantee facility with maximum credit limit of Rp150 billion, revolving loan with maximum credit limit of Rp80 billion and foreign exchange facility with maximum credit limit US$2 million. The above facilities are intended for working capital only, and that EPMT has the right to use such facilities until their expiry dates. Subsequently, based on the latest amendments No. JAK/080768/U/080812 dated October 10, 2008, HSBC agreed to extend its facilities period until June 30, 2009 consisting of import L/C and issuance of Bank Guarantee facility with maximum credit limit totalling to Rp100 billion, revolving loan with maximum credit limit totaling to Rp80 billion and foreign exchange facility with maximum credit limit totaling to US$2 million.

Pada tanggal 15 April 2004, EPMT dengan PT Bank Permata Tbk. (Permata) menandatangani Perjanjian Fasilitas Bank Garansi dan Letters of Credit. Berdasarkan perjanjian, EPMT memperoleh fasilitas berupa fasilitas impor L/C dengan batas kredit maksimum sejumlah US$5 juta dan fasilitas penerbitan bank garansi dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp50 miliar. Tujuan pemberian fasilitas hanya untuk modal kerja dan EPMT berhak mempergunakan fasilitas tersebut sampai dengan tanggal jatuh tempo. Selanjutnya, berdasarkan perubahan terakhir perjanjian tanggal 8 Juli 2008 No. 175/LOO/ CRC-WB/BP/VII/08, Permata setuju untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 15 April 2009, dengan batas kredit maksimum fasilitas impor L/C sejumlah US$7,5 juta dalam multi currency dan fasilitas penerbitan Bank Garansi dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp75 miliar.

u.

Pada tanggal 27 Juli 2006, EPMT dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Cabang Jakarta (HSBC) menandatangani Perjanjian Kredit. Berdasarkan perjanjian, EPMT memperoleh fasilitas berupa fasilitas impor L/C dan penerbitan bank garansi dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp150 miliar, fasilitas revolving loan dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp80 miliar dan fasilitas foreign exchange dengan batas kredit maksimum sejumlah US$2 juta. Tujuan pemberian fasilitas hanya untuk modal kerja dan EPMT berhak mempergunakan fasilitas tersebut sampai dengan tanggal jatuh tempo. Selanjutnya, berdasarkan perubahan terakhir perjanjian No. JAK/080768/U/080812 tanggal 10 Oktober 2008, HSBC setuju untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dengan fasilitas impor L/C dan penerbitan bank garansi dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp100 miliar, fasilitas revolving loan dengan batas kredit maksimum sejumlah Rp80 miliar dan fasilitas foreign exchange dengan batas kredit maksimum sejumlah US$2 juta.

84

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

153

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. PERJANJIAN PENTING, KONTINJENSI (lanjutan) Pihak Ketiga (lanjutan) Tri Sapta Jaya v.

KOMITMEN

DAN

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Third Party (continued) Tri Sapta Jaya v. As of December 31, 2008 and 2007, Tri Sapta Jaya obtained a bank guarantee facility from Permata with maximum amount of Rp500 million. This facility is valid until December 11, 2009. This facility is secured by the time deposit of Tri Sapta Jaya placed in the same bank, amounting to Rp626,316,163 and Rp588,308,923 as of December 31, 2008 and 2007, respectively, which is presented as part of Other NonCurrent Assets account in the 2008 and 2007 consolidated balance sheets.

Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, Tri Sapta Jaya memiliki fasilitas bank garansi dari Permata dengan jumlah maksimum Rp500 juta. Fasilitas ini berlaku sampai dengan tanggal 11 Desember 2009. Fasilitas tersebut dijamin dengan deposito berjangka Tri Sapta Jaya yang ditempatkan pada bank yang sama senilai Rp626.316.163 dan Rp588.308.923 pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya pada neraca konsolidasi tahun 2008 dan 2007.

28. LABA PER SAHAM DASAR Rincian perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
2008

28. BASIC EARNINGS PER SHARE The details of earnings per share computation are as follows:

Laba/ Income Laba per saham dasar Laba usaha Laba bersih 1.142.712.402.521 706.822.146.190

Jumlah Saham Rata-rata Tertimbang/ Weighted Average Number of Shares

Laba per Saham Dasar/ Basic Earnings per Share Basic earnings per share

9.755.320.697 9.755.320.697 2007 Jumlah Saham Rata-rata Tertimbang/ Weighted Average Number of Shares

117 72

Income from operations Net income

Laba/ Income Laba per saham dasar Laba usaha Laba bersih 1.129.354.542.486 705.694.196.679

Laba per Saham Dasar/ Basic Earnings per Share Basic earnings per share

10.089.999.578 10.089.999.578

112 70

Income from operations Net income

154

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

85

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

29. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2008, Grup memiliki aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing yang signifikan. Nilai yang setara dengan Rupiah atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing tersebut pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut:
Jumlah dalam Mata Uang Asing/ Amount in Foreign Currency Aktiva Lancar Dalam Dolar A.S. Kas dan setara kas Piutang Dalam Euro Kas dan setara kas Dalam mata uang asing lainnya Jumlah Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Dalam Dolar A.S. Hutang Biaya masih harus dibayar Dalam Euro Hutang Dalam mata uang asing lainnya Jumlah Kewajiban Lancar Aktiva (kewajiban) bersih Dalam Dolar A.S. Dalam Euro Dalam mata uang asing lainnya Aktiva Bersih 63.839.243 3.081.858

29. ASSET AND CURRENCIES

LIABILITIES

IN

FOREIGN

As of December 31, 2008, the Group has significant monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies. The equivalent Rupiah values of the said foreign currency denominated assets and liabilities as of December 31, 2008 are as follows:

Dalam Rupiah/ In Rupiah Current Assets In U.S. Dollar Cash and cash equivalents Accounts receivables In Euro Cash and cash equivalents In other foreign currencies Total Current Assets Current Liabilities In U.S. Dollar Account payables Accrued expenses In Euro Account payables In other foreign currencies Total Current Liabilities Net assets (liabilities) In U.S. Dollar In Euro In other currencies Net Assets

63.741.389 10.079.718 3.661.866

697.968.204.867 110.372.909.021 56.509.919.865 18.177.627.243 883.028.660.996

9.130.340 851.524 580.008

99.977.218.522 9.324.183.201 8.950.678.417 29.456.567.154 147.708.647.294 699.039.712.165 47.559.241.448 (11.278.939.911) 735.320.013.702

Tabel di bawah ini menyajikan fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing utama berdasarkan kurs tengah mata uang asing yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia:
16 Maret 2009/ March 16, 2009 11.980 15.468 12.190 7.779 3.246 1.200

The following table presents the fluctuations in value of Rupiah vis-a-vis the major foreign currencies based on the average of the buying and selling rates of exchange on bank note transactions quoted by Bank Indonesia:
31 Desember 2008/ December 31, 2008 10.950 15.432 12.123 7.607 3.153 1.167 Foreign Currency U.S. Dollar (US$1) Euro (EUR1) Japanese Yen (JP100) Singapore Dollar (SIN$1) Malaysian Ringgit (MYR1) South African Rand (ZAR1)

Jenis Mata Uang Dolar AS (US$1) Euro (EUR1) Yen Jepang (JP100) Dolar Singapura (SIN$1) Ringgit Malaysia (MYR1) Rand Afrika Selatan (ZAR1)

86

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

155

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

29. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) Apabila nilai tukar pada tanggal 16 Maret 2009 (tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasi) digunakan untuk menyajikan kembali aktiva dan kewajiban moneter Grup dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2008, aktiva bersih dalam mata uang asing di atas akan naik sekitar Rp65,3 miliar.

29. ASSET AND LIABILITIES CURRENCIES (continued)

IN

FOREIGN

Had the above foreign exchange rates prevailing on March 16, 2009 (the date of the completion of the consolidated financial statements) been used to restate the balances of the Groups foreign currency denominated monetary assets and liabilities as of December 31, 2008, the above foreign currency denominated net assets would have increased by approximately Rp65.3 billion. 30. LOSS DUE TO CEASE OF PRODUCTION In December 2008, KMI ceased its operation. In connection with the ceasing of its operation, direct costs that were incurred in December 2008 amounting to Rp3,954,242,515 was charged to current operation and recorded as part of Other Income (Charges) - Miscellaneous, net in the consolidated statements of income. 31. SUBSEQUENT EVENTS a. On January 6, 2009, Kalbe Vision Pte., Ltd. has issued additional 250,000 shares or amounting to US$250,000. All shares were subscribed by the Company. Based on the Management Letter to the Chairman of BAPEPAM-LK dated January 27, 2009, PT Kageo Igar Tbk. (Kageo Igar), will buy back shares held by the public. This transaction is in accordance with BAPEPAMLK regulation No. XI.B.3. Attachment of the decision of Capital Market Supervisions Board and Financial Institutions No. Kep401/BL/2008 dated October 9, 2008 regarding of publiclisted companies share buy back or publiclylisted company in a potential market crisis condition. Share buy back will be conducted within three (3) months starting from January 27, 2009. Until March 5, 2009, date of Kageo Igars independent auditors report, the realization of the share buy back has reached 26,091,500 shares or 12.42% of the intended plan.

30. KERUGIAN KARENA TIDAK BERPRODUKSI Pada bulan Desember 2008, KMI tidak melakukan kegiatan produksi. Biaya-biaya langsung yang terjadi pada bulan Desember 2008 sejumlah Rp3.954.242.515 dibebankan pada tahun berjalan dan disajikan sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain - Rupa-rupa, bersih pada laporan laba rugi konsolidasi. 31. KEJADIAN NERACA a. PENTING SETELAH TANGGAL

Pada tanggal 6 Januari 2009, Kalbe Vision Pte., Ltd. menerbitkan tambahan 250.000 saham atau sejumlah US$250.000. Seluruh saham tambahan tersebut disetor oleh Perusahaan. Berdasarkan surat manajemen kepada Ketua BAPEPAM-LK tanggal 27 Januari 2009, PT Kageo Igar Tbk. (Kageo Igar) akan melakukan pembelian kembali saham Kageo Igar yang dimiliki publik. Transaksi ini sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. XI.B.3. Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. Kep401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 perihal Pembelian Kembali Saham Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berpotensi Krisis. Pembelian kembali akan dilakukan secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal 27 Januari 2009. Sampai dengan tanggal 5 Maret 2009, tanggal laporan auditor independen Kageo Igar, realisasi pembelian kembali saham telah mencapai 26.091.500 saham atau 12,42% dari yang direncanakan.

b.

b.

156

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

87

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

32. REVISI PERNYATAAN KEUANGAN

STANDAR

AKUNTANSI

32. REVISED STATEMENTS OF ACCOUNTING STANDARDS

FINANCIAL

Berikut ini ikhtisar revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang telah diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tetapi belum efektif pada tahun 2008: PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan pengidentifikasian informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut diterapkan terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut. PSAK No. 50 (Revisi 2006) ini menggantikan PSAK No. 50, Akuntasi Investasi Efek Tertentu dan diterapkan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009 (yang selanjutnya direvisi menjadi pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010). Penerapan lebih dini diperkenankan dan harus diungkapkan. PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengatur prinsipprinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non-keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori dari instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan dari hubungan lindung nilai. PSAK No. 55 (Revisi 2006) ini menggantikan PSAK No. 55, Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai, dan diterapkan secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009 (yang selanjutnya direvisi menjadi pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010). Penerapan lebih dini diperkenankan dan harus diungkapkan.

The following summarizes the revised Statements of Financial Accounting Standards (SFAS) which have been issued by the Indonesian Institute of Accountants but not yet effective in year 2008: SFAS No. 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures contains the requirements for the presentation of financial instruments and identifies the information that should be disclosed. The presentation requirements apply to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of related interests, and gains; and the dividends, losses circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. This standard requires the disclosure, among others, of information about factors that affect the amount, timing and certainty of an entitys future cash flows relating to financial instruments and the accounting policies applied to those instruments. SFAS No. 50 (Revised 2006) supersedes SFAS No. 50, Accounting for Certain Investments in Securities and is applied prospectively for the periods beginning on or after January 1, 2009 (which was subsequently revised to become on or after January 1, 2010). Earlier application is permitted and should be disclosed. SFAS No. 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement establishes the principles for recognising and measuring financial assets, financial liabilities, and some contracts to buy or sell non-financial items. This standard provides for the definitions and characteristics of a derivative, the categories of financial instruments, recognition and measurement, hedge accounting and determination of hedging relationships, among others. SFAS No. 55 (Revised 2006) supersedes SFAS No. 55, Accounting for Derivative Instruments and Hedging Activities, and is applied prospectively for financial statements covering the periods beginning on or after January 1, 2009 (which was subsequently revised to become on or after January 1, 2010). Earlier application is permitted and should be disclosed.

88

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

157

The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.

PT KALBE FARMA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT KALBE FARMA Tbk. AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2008 and 2007 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

32. REVISI PERNYATAAN KEUANGAN (lanjutan)

STANDAR

AKUNTANSI

32. REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (continued) The Group is presently evaluating and has not determined the effects of these revised SFAS No. 50 and No. 55 on its consolidated financial statements. SFAS No. 14 (Revised 2008), "Inventories" prescribes the accounting treatment for inventories, and supersedes SFAS No. 14 (1994). This revised SFAS provides guidance on the determination of inventory cost and its subsequent recognition as an expense, including any write-down to net realizable value, as well as guidance on the cost formulas used to assign costs to inventories. This revised SFAS is effective for financial statements beginning on or after January 1, 2009. The Group has not estimated the effect of the application of this revised SFAS on its consolidated financial statements. 33. ECONOMIC CONDITIONS The operations of the Group may be affected by future economic conditions in Indonesia that may contribute to the volatility in currency values and negatively impact economic growth. Economic improvements and sustained recovery are dependent upon several factors such as fiscal, monetary and other measures being undertaken by the government, actions which are beyond the control of the Group.

Grup sedang mengevaluasi dampak dari PSAK revisi No. 50 dan No. 55 tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan konsolidasinya. PSAK No. 14 (Revisi 2008), "Persediaan" mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan, dan menggantikan PSAK No. 14 (1994). PSAK revisi ini menyediakan panduan dalam menentukan biaya persediaan dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi neto, dan juga memberikan panduan rumus biaya yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan. PSAK revisi ini berlaku untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009. Grup belum melakukan estimasi atas dampak penerapan PSAK revisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasi.

33. KONDISI EKONOMI Kegiatan Grup mungkin masih akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Indonesia pada masa yang akan datang, yang kemungkinan memberikan kontribusi pada ketidakstabilan nilai mata uang dan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan dan keberlanjutan pemulihan ekonomi tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan fiskal, moneter dan kebijakan lainnya yang akan dilakukan oleh pemerintah yang berada di luar kendali Grup. 34. PENYUSUNAN DAN PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang diselesaikan pada tanggal 16 Maret 2009.

34. PREPARATION AND COMPLETION OF THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS The management is responsible for the preparation of the consolidated financial statements that were completed on March 16, 2009.

158

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

89

Data Perseroan Corporate Data

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

159

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Presiden Komisaris Perseroan sejak Mei 2008. Sejak tahun 1972, beliau telah bergabung dengan Perseroan sebagai Research & Development Manager dan diangkat menjadi Direktur Pemasaran pada tahun 1976. Sejak tahun 1992 hingga tahun 1998, beliau menjabat sebagai Komisaris Perseroan dan beberapa anak perusahaan Perseroan, antara lain sebagai Komisaris PT Kageo Igar Jaya Tbk, Presiden Komisaris PT Hexpharm Jaya Laboratories dan juga sebagai Komisaris PT Sanghiang Perkasa sejak tahun 1993. Dari tahun 1996 sampai dengan tahun 1998 beliau menduduki jabatan Presiden Direktur PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Sampai tahun 2008, beliau menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bintang Toedjoe sejak tahun 1998, dan sebagai Presiden Komisaris PT Finusolprima Farma sejak tahun 1999. Beliau juga menjabat beberapa posisi sebagai pemimpin di PT Dankos Laboratories Tbk , yaitu sebagai Direktur pada tahun 1985, sebagai Komisaris pada tahun 1989 hingga 1994, dan sebagai Presiden Komisaris sejak April 1994 sampai dengan penggabungan usaha. Beliau juga menjabat Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 1998 hingga Mei 2008. President Commissioner of the Company since May 2008. Mr. Setijono joined Kalbe in 1972 as Research & Development Manager and was appointed Director of Marketing in 1976. Between 1992 and 1998, he served as a Commissioner of the Company, while holding positions in several other Kalbe Group companies: Commissioner of PT Kageo Igar Jaya Tbk, President Commissioner of PT Hexpharm Jaya Laboratories and Commissioner of PT Sanghiang Perkasa (since 1993). Between 1996 and 1998, Mr. Setijono served as President Director of PT Enseval Putera Megatrading, and up until 2008, he was President Commissioner of PT Bintang Toedjoe and served as a Commissioner of PT Finusolprima Farma. He has also held several senior positions in PT Dankos Laboratories Tbk, having been appointed a Director in 1985, a Commissioner between 1989 and 1994 and President Commissioner from April 1994 until the merger. He also served as President Director of the Company from 1998 until May 2008.

Johannes Setijono Presiden Komisaris President Commissioner

Komisaris Perseroan sejak Mei 2008. Pada tahun 1987, beliau memulai karirnya sebagai Production Supervisor dan jabatan terakhir sebagai Presiden Direktur di KC Pharmaceuticals Inc., Amerika Serikat sampai dengan tahun 1997. Sejak tahun 1997 itu juga, beliau mulai bergabung dengan Grup Kalbe sebagai Wakil Direktur PT Bintang Toedjoe sampai dengan tahun 1999 dan kemudian diangkat sebagai Direktur hingga bulan Januari 2001. Sejak bulan Juni 2002, beliau menjabat sebagai Komisaris PT Dankos Laboratories Tbk sampai dengan saat penggabungan usaha pada tahun 2005. Sejak tahun 2000, beliau menjabat Direktur Perseroan hingga Mei 2008. Commissioner of the Company since May 2008. He began his career as a Production Supervisor in 1987 at KC Pharmaceuticals Inc., USA, and rose to the position of President Director. In 1997, he joined Kalbe Group as Deputy Director of PT Bintang Toedjoe, a position he held until 1999; he worked as a Director until January 2001. In June 2002, he was appointed a Commissioner of PT Dankos Laboratories Tbk, where he served until the 2005 merger. From 2000 until May 2008, he served as Director of the Company.
Santoso Oen Komisaris Commissioner

Komisaris Perseroan sejak Mei 2008. Beliau memulai karir di bidang farmasi sejak tahun 1992 di KC Pharmaceuticals Inc, California, Amerika Serikat sampai dengan tahun 1995. Beliau mulai bergabung dengan Grup Kalbe pada tahun 1995 dengan jabatan sebagai Plant Manager di PT Bintang Toedjoe. Selain itu, selama tahun 1995 hingga 1999, beliau menjabat sebagai Marketing Manager Perseroan dan Presiden Direktur PT Hexpharm Jaya Laboratories. Pada tahun 2002 hingga tahun 2005, beliau menduduki jabatan sebagai Direktur PT Dankos Laboratories Tbk. Beliau diangkat sebagai Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe pada tahun 2002 hingga bulan Maret 2007. Sejak penggabungan usaha, beliau menduduki jabatan sebagai Direktur Perseroan sampai dengan tahun 2006. Commissioner of the Company since May 2008. He started his career in the pharmaceutical industry in 1992 at KC Pharmaceuticals Inc, California, where he worked until 1995, joining Kalbe Group as Plant Manager at PT Bintang Toedjoe. He also served between 1995 and 1999 as Marketing Manager of the Company, and as President Director of PT Hexpharm Jaya Laboratories. From 2002 until 2005, he was a Director at PT Dankos Laboratories Tbk, and also served as the President Director of PT Bintang Toedjoe (2002 until March 2007). Following the merger, he served as Director of the Company, until 2006.

Jozef Darmawan Angkasa Komisaris Commissioner

160

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Komisaris Perseroan sejak tahun 2007. Beliau bergabung dengan Grup Kalbe sebagai Product Executive di PT Dankos Laboratories Tbk pada tahun 1996, sebelum menjabat sebagai Product Manager di PT Bintang Toedjoe pada tahun 1997 dan kemudian terus memegang berbagai posisi penting di perusahaan yaitu Senior Product Manager, Marketing Manager, General Marketing Manager dan Assistant Marketing Director. Sejak tahun 2001 hingga tahun 2008, beliau menjabat sebagai Komisaris di PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan beberapa perusahaan lainnya. Commissioner of the Company since 2007. In 1996, he joined Kalbe Group as a Product Executive at PT Dankos Laboratories Tbk, before being appointed Product Manager at PT Bintang Toedjoe (in 1997), following which he was promoted to various other positions, including Senior Product Manager, Marketing Manager, General Marketing Manager and Assistant Marketing Director. Between 2001 and 2008, he served as Commissioner of PT Enseval Putera Megatrading Tbk and several other companies.

Ferdinand Aryanto Komisaris Commissioner

Komisaris Independen Perseroan sejak Mei 2008. Beliau adalah pimpinan CBA Asia, perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi dan konsultasi bisnis. Saat ini juga menjabat sebagai komisaris independen pada PT Global Mediacom Tbk. Sejak tahun 2004, beliau ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia khususnya untuk menangani Kerja Sama Ekonomi Internasional. Pengalaman internasionalnya meliputi keanggotaan pada Global Practice Council of Ernst&Young, London (2002-2004), Global Executive Board of Andersen Worldwide (1999-2000), Board of partners of Andersen Worldwide SC, Geneva (1994-1998), dan Executive Board of the SGV Group, Manila (1983-1986). Di samping itu, pada organisasi internasional non komersial, menjadi anggota APEC Business Advisory Council, UNESCAP Business Advisory Council, East Asia Business Council dan ditunjuk sebagai anggota International Business Leader Advisory Council of Tianjin Municipality Government of China (2000-2001), dan anggota Pacific Basin Economic Council (1996-2002). Independent Commissioner of the Company since May 2008. Mr. Prasetio also serves as Head of CBA Asia, an investment and business consultant company, as well as an Independent Commissioner at PT Global Mediacom Tbk. In 2004, he was appointed Vice General Chairman of the Indonesian Chamber of Commerce and Industry, with specific responsibilities for handling international economic associations. His international experience includes membership in the Global Practice Council of Ernst & Young, London (2002-2004), the Global Executive Board of Andersen Worldwide (1999-2000), the Board of Partners of Andersen Worldwide SC, Geneva (19941998), and the Executive Board of the SGV Group, Manila (1983-1986). In addition, he has been a member of the APEC Business Advisory Council, the UNESCAP Business Advisory Council, the East Asia Business Council, International Business Leader of the Advisory Council of Tianjin Municipality Government of China (2000-2001), and a member of the Pacific Basin Economic Council (19962002).

John Aristianto Prasetio Komisaris Independen Independent Commissioner

Komisaris Independen Perseroan sejak Mei 2008. Beliau adalah seorang Prof.Dr. dan spesialis Obstetri and Ginekologi. Beliau mempunyai reputasi yang sangat luar biasa. Beliau berperan sebagai Direktur Akademis Universitas Indonesia untuk program Pasca Sarjana (1996-1998), Menteri Kesehatan Indonesia Kabinet Pembangunan VII, Menteri Kesehatan Indonesia Kabinet Reformasi Pembangunan, anggota MPR RI (1999), Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (2003-2006), dan President of Medical Associations of South East Asian Nations (MASEAN) Council (2003-2006). Beberapa penghargaan yang pernah didapatkannya antara lain adalah Penghargaan Adi Satya Utama dari Ikatan Dokter Indonesia (1996), Bintang Republik Indonesia Maha Putra Adriprana (1999), Satyalancana Karya Satya Republik Indonesia XXX (2002), Penghargaan Bina Ekatama dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (2002), dan Penghargaan Prof Mohtar dalam Bidang Ilmiah dan Riset dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (2007). Independent Commissioner of the Company since May 2008. He is a Professor Doctor specializing in Obstetrics and Gynecology, and has gained a remarkable reputation. He served as Academic Director for the Masters Degree Program at the University of Indonesia (1996-1998), as Indonesian Minister of Health in the Development VII Cabinet, as Indonesian Minister of Health in the Development Reform Cabinet, as a member of the Indonesian Consultative Assembly MPR RI (1999), as General Chairman of the Supervisory Council of the Indonesian Doctors Association, and as President of the Medical Associations of South East Asian Nations (MASEAN) Council (2003-2006). He has also received various awards, including the Adi Satya Utama Award from the Indonesian Doctors Association (1996), the Maha Putra Adriprana Star of the Republic of Indonesia (1999), the Satyalancana Karya Satya XXX of the Republic of Indonesia (2002), the Bina Ekatama Award from the Indonesian Family Planning Association (2002), and the Prof Mohtar Award in Science and Research from the Indonesian Public Health Association (2007).

Farid Anfasa Moeloek Komisaris Independen Independent Commissioner

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

161

Direksi
Board of Directors

Bernadette Ruth Irawaty Setiady

Presiden Direktur President Director

Presiden Direktur Perseroan sejak Mei 2008. Sejak tahun 1987, beliau memulai karirnya sebagai Product Manager di PT Bukit Manikam Sakti, Divisi Infant Food dari Perseroan, kemudian tahun 1989, pindah ke PT Sanghiang Perkasa, anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang makanan kesehatan. Pada bulan Febuari 1992, beliau ditarik kembali oleh PT Bukit Manikam Sakti untuk membangun dan mengembangkan divisi tersebut sebagai Presiden Direktur. Selanjutnya beliau menjabat sebagai Wakil Presiden untuk Manufacturing dan Sumber Daya Manusia di Helios Foods pada bulan November 1992 hingga 1994. Sejak tahun 1994 sampai saat ini beliau menjabat sebagai Presiden Direktur dari PT Sanghiang Perkasa, yang menjadi Divisi Nutrisi Perseroan. Di Perseroan sendiri, beliau memulai karirnya pada tahun 1997 hingga 2005 sebagai Marketing Director of Ethical and OTC Businesses, dan pada tahun 2006 setelah merger internal menjabat sebagai Direktur untuk bagian Corporate Strategy and Business Development. Pada tahun 2008, beliau diangkat sebagai Presiden Direktur dari Perseroan. Pada saat ini, beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris dari PT Kalbe Morinaga Indonesia dan Komisaris dari PT Enseval Putera Megatrading Tbk. President Director of the Company since May 2008. In 1987, she began her career as Product Manager at PT Bukit Manikam Sakti, the Infant Food Division of the Company, and then in 1989 she worked as Marketing Manager for PT Sanghiang Perkasa, a Health Food Subsidiary of the Company. In February 1992 Ms. Irawati returned to nurture & build PT Bukit Manikam Sakti, as President Director and later as Vice President for Manufacturing and HRD at Helios Foods, a consolidation unit of the Whole Foods Division of the Company. Since 1994, after the spinoff of PT Bukit Manikam Sakti, Ms. Irawati has held the position of President Director of PT Sanghiang Perkasa (which became the Nutritionals Division of Kalbe Farma). Ms. Irawati embarked upon her career At the Company in 1997, as Marketing Director of Ethical and OTC Businesses; she held this post until 2005, and in 2006, following the internal merger, she became Director for Corporate Strategy and Business Development. She was appointed President Director of the Company in 2008. She currently serves as President Director of PT Sanghiang Perkasa, President Commissioner of PT Kalbe Morinaga and a Commissioner of PT Enseval Putera Megatrading Tbk.

Wakil Presiden Direktur Perseroan sejak konsolidasi usaha pada bulan Desember 2005. Beliau telah memiliki banyak pengalaman di bidang industri farmasi. Kariernya dimulai di PT Bintang Toedjoe sejak tahun 1985, dan telah menjabat berbagai posisi hingga penunjukan beliau sebagai Direktur pada tahun 1995. Kemudian dari tahun 1996 sampai dengan tahun 2002 beliau menjabat sebagai Presiden Direktur PT Dankos Laboratories Tbk. Sejak tahun 1996 sampai 2008 beliau menjabat sebagai Komisaris PT Hexpharm Jaya Laboratories. Sejak tahun 1998 sampai sekarang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Saka Farma Laboratories. Pada saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe dan Komisaris PT Sanghiang Perkasa. Vice President Director of the Company, since the December 2005 merger. Mr. Ibrahim has built up many years of experience in the pharmaceutical industry. Joining PT Bintang Toedjoe in 1985, he proceeded to hold several key positions until his appointment as a Director in 1995. He was appointed President Director of PT Dankos Laboratories Tbk and held this position from 1996 to 2002. He has served as President Commissioner of PT Hexpharm Jaya Laboratories (since 1996) and President Commissioner of PT Saka Farma Laboratories (since 1998). He currently serves as President Director of PT Bintang Toedjoe and Commissioner of PT Sanghiang Perkasa.

Johanes Berchman Apik Ibrahim

Wakil Presiden Direktur Deputy President Director

162

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Direktur Perseroan sejak konsolidasi usaha pada bulan Desember 2005. Beliau memulai karirnya pada tahun 1982 sebagai General Manager di PT Tatas Mulia. Pada tahun 1984 beliau bergabung dengan PT Sanghiang Perkasa sebagai General Manager, tahun 1986 di PT Bukit Manikam Sakti dan tahun 1989 di PT Enseval. Sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 1998, beliau menjabat sebagai Presiden Direktur di Perseroan dan kemudian menjabat sebagai Presiden Direktur PT Enseval Putera Megatrading Tbk hingga bulan Januari 2006. Sejak konsolidasi usaha beliau menjabat sebagai Direktur Perseroan. Pada saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Kageo Igar Jaya, Direktur Utama PT Avesta Continental Pack, Presiden Komisaris PT Sanghiang Perkasa, dan Presiden Komisaris PT Dankos Farma. Director of the Company since the December 2005 merger. Mr. Wreksoatmodjo began his career in 1982 as General Manager of PT Tatas Mulia, moving to PT Sanghiang Perkasa as General Manager (1984 - 1986), PT Bukit Manikam Sakti (1986 - 1989) and PT Enseval (1989 - 1992). Between 1992 and 1998, he served as President Director of the Company before being appointed President Director of PT Enseval Putera Megatrading Tbk, a position he held until January 2006. Since the merger he has served as a Director of the Company. Mr. Wreksoatmodjo also serves as President Director of PT Kageo Igar Jaya, President Director of PT Avesta Continental Pack, President Commissioner of PT Sanghiang Perkasa, and President Commissioner of PT Dankos Farma.

Budi Dharma Wreksoatmodjo Direktur Director

Direktur Perseroan sejak konsolidasi usaha pada bulan Desember 2005. Beliau bergabung dengan Grup Kalbe pada tahun 1985 sebagai Sales Manager Ethical PT Dankos Laboratories Tbk. Pada tahun 1988 beliau diangkat sebagai Marketing Manager Ethical, lalu menjabat sebagai Direktur PT Bintang Toedjoe pada tahun 1991 sampai dengan tahun 1992. Sejak tahun 1996 sampai dengan tahun 2002 beliau menjabat sebagai Presiden Direktur dan setelah itu sebagai Komisaris PT Bintang Toedjoe. Sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 1996 beliau menduduki jabatan sebagai Direktur dan kemudian dipromosikan untuk menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur PT Dankos Laboratories Tbk sejak tahun 2002 sampai dengan saat penggabungan usaha pada tahun 2005. Pada saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden Direktur PT Dankos Farma, Presiden Komisaris PT Enseval Putera Megatrading Tbk, dan Presiden Komisaris PT Hexpharm Jaya Laboratories. Director of the Company since the December 2005 merger. He joined the Kalbe Group in 1985 as Sales Manager for the Ethical Division at PT Dankos Laboratories Tbk, and in 1988 was appointed Marketing Manager for the Ethical Division. He served as a Director of PT Bintang Toedjoe from 1991 to 1992, as President Director from 1996 to 2002 and was then appointed a Commissioner. From 1992 to 1996, he was a Director of PT Dankos Laboratories Tb. and then served as President Director from 2002 until the merger in 2005. Currently, he serves as President Director of PT Dankos Farma, President Commissioner of PT Enseval Putera Megatrading Tbk and President Commissioner of PT Hexpharm Jaya Laboratories.

Herman Widjaja Direktur Director

Direktur Perseroan sejak tahun 1997. Pada tahun 1985, beliau memulai kariernya di Kantor Akuntan Publik Drs. Joseph Susilo & Rekan dan sebagai Dosen di STIE Trisakti. Beliau mulai bergabung dengan Perseroan sejak tahun 1990 pada Bagian Keuangan dan Akuntansi. Pada tahun 1992, beliau diangkat menjadi Direktur Keuangan PT Dankos Laboratories Tbk sampai dengan tahun 1997 dan menjadi Direktur Perseroan sejak tahun 1997. Sejak bulan Januari 2006 dan hingga saat ini beliau diangkat menjadi Presiden Direktur PT Enseval Putera Megatrading Tbk, anak perusahaan Perseroan di bidang distribusi. Director of the Company since 1997 In 1985, Mr. Vidjongtius began his career at the Public Accountant Firm of Drs. Joseph Susilo & Partners, while appointed as a lecturer at STIE Trisakti. He joined Kalbe in 1990, in the Finance and Accounting Department. In 1992, he was appointed Finance Director of PT Dankos Laboratories Tbk, where he served until 1997, and as Director of the Company since 1997. From January 2006 until today he has served as President Director of PT Enseval Putera Megatrading Tbk, the Companys distribution division.

Vidjongtius Direktur Director

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

163

Komite Audit
Audit Committee

Ketua Komite Audit sejak tanggal 5 Agustus 2008. Chairman of the Audit Committee since August 5, 2008.

Farid Anfasa Moeloek Ketua Chairman

Anggota Komite Audit sejak tanggal 5 Agustus 2008. Sejak tahun 1962, beliau memulai karir sebagai Wakil Direktur PT Pagoda Sakti Raya. Selanjutnya pada tahun 1969, beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Jaya Gas Indonesia. Beliau mulai bergabung dengan Perseroan pada tahun 1988 hingga 1990 sebagai Direksi Grup Kalbe. Pada tahun 1990 sampai dengan 1993, beliau menempati posisi sebagai Direktur Group PT Tempo, dan pada tahun 1994 hingga 2000 sebagai Direktur Utama PT Cakrawala Nalar Mekar. Beliau meraih gelar Sarjana Insinyur Teknologi Kimia dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1963. Member of the Audit Committee since August 5, 2008. From 1962, Mr. Ichsan began his career as Deputy Director at PT Pagoda Sakti Raya. In 1969, he was promoted to the position of President Director of PT Jaya Gas Indonesia. He joined our Company in 1988, and served up to 1990 as Director of the Kalbe Group. From 1990 to 1993, he held the position of Director of PT Tempo Group and from 1994 to 2000 was President Director of PT Cakrawala Nalar Mekar. He obtained his Bachelors Degree in Chemical Engineering from the Bandung Institute of Technology in 1963.

Ichsan Gunawan Anggota Member

Anggota Komite Audit sejak tanggal 5 Agustus 2008. Beliau memulai karirnya sebagai Supervisor Pajak pada Gunawan, Prijohandojo, Utomo & Co sejak tahun 1993 sampai dengan 1996. Selanjutnya pada tahun 1996 sampai dengan tahun 2005, beliau menjabat sebagai Tax Manager pada Prijohandojo, Boentoro & Co. Terhitung mulai Januari tahun 2009, beliau adalah mitra kerja dari Kantor Konsultan Pajak dan Keuangan Trustion Consulting. A member of the Audit Committee since August 5, 2008, Ms. Dianawati started her career as a Tax Supervisor at Gunawan, Prijohandojo, Utomo & Co (1993 to 1996). From 1996 to 2005, she was Tax Manager at Prijohandojo, Boentoro & Co. Effective as of January 2009, Ms. Dianawati has been a partner of the Financial and Tax Consultant Office of Trustion Consulting.

Dianawati Sugiarto Anggota Member

164

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Struktur Organisasi
Organization Structure

Struktur Organisasi Perseroan The Companys Organization Structure

General Meeting of Shareholders

Board of Commissioners

Nomination Committee

Remuneration Committee Board of Directors Risk Management Committee

GCG Committee

Audit Committee

Corporate Function

Strategic Business Unit

Corporate Legal

Pharmaceutical

Corporate Information Technology & System

Consumer Health

Corporate Human Resources

Nutritionals

Corporate Management System & Business Development Corporate Treasury & Investor Relations Corporate Finance, Accounting & Tax

Biopharma

International

Distribution, Logistic & Health Services

Corporate Audit

Diagnostic & Medical Devices

Packaging

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

165

Struktur Organisasi Grup Kalbe Kalbes Group Organization Structure

Kageo

63.10%
Pharma Metric Labs

Avesta Continental Pack

Indogravure

76.47%

51%

34.45%
Dankos Farma

99.98%
Innogene Kalbiotech Pte. Ltd

0.02%
Bintang Toedjoe

99.90%
0.10%
Hexpharm Jaya Labs

91.89%
Finusolprima Farma

0.40%

99.60% 99.99%
Saka Farma Labs

KALBE

0.01%
Bifarma Adiluhung

80%
0.01% 0.01%
Kalbe Vision Pte. Ltd.

99.99%
Sanghiang Perkasa

100%
Kalbe International Pte. Ltd.

99.99%
Kalbe Morinaga Indonesia

100%
Millenia Dharma Insani

70%
Cordlife Indonesia

99%
1%
Tri Sapta Jaya

48.98%
Orange Kalbe Limited

99.99%
Enseval Medika Prima

0.01%

30%
EPMT

99%
Global Chemindo Megatrading

1%

58.19%

99%
Renalmed Tiara Utama
Perusahaan Terbuka/Listed Company

1%

94.99%

0.01%

166

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Anak Perusahaan
Subsidiaries

PT Avesta Continental Pack Kawasan Industri Rawa Pasung Jl. Raya Bekasi Km. 28,5 Bekasi 17133 Tel. : (62-21) 884 1088 Fax. : (62-21) 884 1545 PT Bifarma Adiluhung Gedung Plaza Property Lantai 1 Kompleks Pertokoan Pulomas VIII/1 Jl. Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur 13210 Tel. : (62-21) 47860033 Fax. : (62-21) 47860322 PT Bintang Toedjoe Jl. Jend. A. Yani No. 2, Pulomas Jakarta Timur 13210 Tel. : (62-21) 475 7777 Fax. : (62-21) 470 1678 PT Cordlife Indonesia Plaza Chase Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman Kav. 21 Jakarta Selatan 12920 Tel. : (62-21) 520 8122 Fax. : (62-21) 521 3547 PT Dankos Farma Kawasan Industri Pulogadung Jl. Rawa Gatel Blok III / S Kav. 37-38 Jakarta Timur 13930 Tel. : (62-21) 460 0158 Fax. : (62-21) 461 1301 PT Enseval Putera Megatrading Tbk Kawasan Industri Pulogadung Jl. Pulo Lentut No.10 Jakarta Timur 13920 Tel. : (62-21) 4682 2422 Fax. : (62-21) 460 9039 PT Enseval Medika Prima Kawasan Industri Pulogadung Jl. Pulo Lentut No.10 Jakarta Timur 13920 Tel. : (62-21) 4682 3234 Fax. : (62-21) 4682 2413 PT Finusolprima Farma Internasional Kawasan Industri Rawa Pasung Jl. Raya Bekasi Km. 28,5 Bekasi 17133 Tel. : (62-21) 884 2253 Fax. : (62-21) 884 2254

PT Global Chemindo Megatrading Kawasan Industri Pulogadung Jl. Pulo Kambing Raya Kav. 2E, No. 8 Jakarta Timur 13920 Tel. : (62-21) 4683 0028 Fax. : (62-21) 4683 6167 PT Hexpharm Jaya Laboratories Gedung Ziebart Lt. 1 Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4 Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10510 Tel. : (62-21) 4203030, 4255000 Fax. : (62-21) 4250412 Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. 221 Henderson Office #08-09/10 Henderson Building Singapore 159557 Tel. : (65) 6501 0400 Fax. : (65) 6501 0401 PT Indogravure Jl. Pahlawan No. 8, Rempoa, Ciputat Jakarta Selatan 15412 Tel. : (62-21) 744 4888 Fax. : (62-21) 749 7009 PT Kageo Igar Jaya Tbk Kawasan Industri Rawa Pasung Jl. Raya Bekasi Km. 28,5 Bekasi 17133 Tel. : (62-21) 884 0241 Fax. : (62-21) 884 2269 Kalbe International Pte. Ltd. 221 Henderson Office #08-09/10 Henderson Building Singapore 159557 Tel. : (65) 6501 0419 Fax. : (65) 6501 0401 PT Kalbe Morinaga Indonesia Kawasan Industri Indotaisei Sektor I A Blok Q1, Kota Bukit Indah Karawang 41373 Tel. : (62-264) 350 680 Fax. : (62-264) 350 679 Kalbe Vision Pte. Ltd. 221 Henderson Office #08-09/10 Henderson Building Singapore 159557 Tel. : (65) 6501 0400 Fax. : (65) 6501 0401

PT Millenia Dharma Insani Kawasan Industri Pulogadung Jl. Pulo Lentut No.10 Jakarta Timur 13920 Tel. : (62-21) 4682 2422 Fax. : (62-21) 460 9039 Orange Kalbe Limited 66/68 Town Planning Way Ilupeja, Lagos Nigeria Tel. : (234) 149 33 507/8 Fax. : (234) 149 32 233 PT Pharma Metric Labs Gedung PKMI Lantai 3 Jl. Kramat Sentiong No. 49 A Jakarta Pusat 10450 Tel. : (62-21) 390 1884 Fax. : (62-21) 315 4578 PT Renalmed Tiara Utama Kawasan Industri Pulogadung Jl. Pulo Lentut No.10 Jakarta Timur 13920 Tel. : (62-21) 460 9046 Fax. : (62-21) 4682 2413 PT Saka Farma Laboratories Gedung Sapta Mulia Lantai Dasar Kawasan Industri Pulogadung Jl. Rawa Gelam V Kav. OR 3B Jakarta Timur 13930 Tel. : (62-21) 4682 6920 Fax. : (62-21) 4682 6925 PT Sanghiang Perkasa Gedung Graha Kirana Lantai 5-Suite 501 Jl. Yos Sudarso Kav. 88 Jakarta Utara 14350 Tel. : (62-21) 653 11342 Fax. : (62-21) 653 11213 PT Tri Sapta Jaya Kawasan Industri Pulogadung Jl. Pulogadung No. 10 Jakarta Timur 13920 Tel. : (62-21) 461 8737 Fax. : (62-21) 4683 2926

PT Kalbe Farma Tbk 2008 Annual Report

167

Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan


Responsibility for Annual Reporting

Laporan Tahunan ini, berikut laporan keuangan dan informasi terkait lainnya, merupakan tanggung jawab Manajemen Kalbe dan telah disetujui oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan membubuhkan tanda tangannya masingmasing di bawah ini:

This Annual Report and the accompanying financial statements and related financial information are the responsibility of the Management of Kalbe and have been approved by members of the Board of Commissioners and the Board of Directors whose signatures appear below:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Presiden Komisaris President Commissioner Komisaris / Commissioner

Johannes Setijono

Santoso Oen

Jozef Darmawan Angkasa


Komisaris / Commissioner

Komisaris / Commissioner

Ferdinand Aryanto

John Aristianto Prasetio


Komisaris Independen Independent Commissioner

Komisaris Independen Independent Commissioner

Farid Anfasa Moeloek

Direksi Board of Directors

Bernadette Ruth Irawati Setiady


Presiden Direktur President Director

Johanes Berchman Apik Ibrahim


Wakil Presiden Direktur Vice President Director

Budi Dharma Wreksoatmodjo


Direktur / Director

Herman Widjaja
Direktur / Director

Direktur / Director

Vidjongtius

168

PT Kalbe Farma Tbk Laporan Tahunan 2008

Informasi Perseroan
Corporate Information

Nama Perusahaan | Name of Company PT Kalbe Farma Tbk Pendirian | Founded 10 September 1966 Pemegang Saham (per 31 Desember 2008) | Shareholders Composition (as of December 31, 2008) PT Gira Sole Prima 9.94% PT Santa Seha Sanadi 9.43% PT Lucasta Murni Cemerlang 9.27% PT Diptanala Bahana 9.13% PT Ladang Ira Panen 9.01% PT Bina Arta Charisma 8.59% Publik / Public 44.63% Bidang Usaha | Line of Business Farmasi dan Produk Kesehatan | Pharmaceuticals and Consumer Health Bursa | Stock Exchange Bursa Efek Indonesia | Indonesia Stock Exchange Kode Saham | Ticker Code KLBF Auditor Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 Tel. : (62-21) 5289 5000 Fax. : (62-21) 5289 4100 Biro Administrasi Efek | Share Registrar PT Adimitra Transferindo Plaza Property Lantai 2 Kompleks Pertokoan Pulomas Blok VIII No. 1 Jl. Perintis Kemerdekaan, Jakarta 13210 Tel. : (62-21) 4788 1515 Fax. : (62-21) 470 9697 Hubungi Kami | Contact Us Vidjongtius Corporate Secretary Gedung KALBE Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4 Cempaka Putih, Jakarta 10510, Indonesia Tel. : (62-21) 42873888 - 89 Fax. : (62-21) 42873678 Email : vidjongtius@kalbe.co.id

maksimedia

LAPORAN TAHUNAN 2008 ANNUAL REPORT

PT KALBE FARMA Tbk


Head Office Gedung KALBE Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4 Cempaka Putih, Jakarta 10510 Indonesia Tel. : (62-21) 42873888 - 89 Fax. : (62-21) 42873678 Factory Kawasan Industri Delta Silikon Jl. M.H. Thamrin Blok A3 - 1 Lippo Cikarang, Bekasi 17550 Indonesia Tel. : (62-21) 89907333 - 37 Fax. : (62-21) 89907360