You are on page 1of 60

ARTHROPODA I. Pendahuluan Arthropoda (arthros = ruas, podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki kaki berbuku-buku.

Filum Arthropoda memiliki jumlah species paling besar yaitu sekitar 75% dari seluruh hewan yang ada didunia atau 3 dari 4 hewan adalah arthropoda. Arthrophoda memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang berupa kutikula yang terdiri dari protokutikula yang tebal dan terdapat bagian dalam, serta epikutikula yang tipis dan terdapat di bagian luar. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas.

A. Laba-laba, B. Lipan, C. Udang D. Kepiting, E. Belalang Sembah, F. Kumbang Jika hewan-hewan tersebut dipegang tubuhnya agak keras, karena permukaannya ditutupi oleh rangka luar (eksoskeleton) yang terdiri dari zat kitin. Tubuh dapat dibedakan atas kepala, dada, dan perut. Pada udang dan kepiting, kepala dan dada menjadi satu sehinga disebut kepala-dada (cephalothorax). Pada lipan dada tidak dijumpai, tubuh hanya terdiri atas kepala dan perut.

Tubuh Arthropoda adalah simetris bilateral, maksudnya jika tubuhnya dibagi dua bagian, maka diperoleh dua bagian yang sama, balk bentuk maupun bagian-bagian yang dimiliki. Seluruh anggota Arthropoda mempunyai kaki dengan jumlah yang berbeda. Jumlah kaki pada belalang dan kumbang terdiri atas tiga pasang,labah-labah empat pasang, sedangkan lipan dan udang mempunyai kaki hampir pada semua ruas tubuhnya. Sebagian dari Arthropoda mempunyai sayap sehingga hewan ini dapat terbang, misalnya: belalang dan kumbang. Biasanya jumlah sayap dua pasang. Pada kepala dijumpai dua macam mata, yaitu mata yang kecil disebut mata tunggal (ocelus) dan mata yang besar disebut mata majemuk (mata facet). Alat peraba dan pengecap berbentuk antena. Ciri-ciri: Merupakan hewan triploblastik acoelomata dengan simetri bilateral. Secara umum memiliki 3 kharakter utama yaitu tubuh bersegmen (ruas), memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang keras, dan ekor. Tubuh dibungkus oleh kutikula sebagai rangka luar yang terbuat dari protein dan kitin. Eksoskeleton bersifat kaku dan keras dan dapat mengalami pergantian pada kurun waktu tertentu disebut eksidisis. Kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus. Sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi.

Ukuran dan bentuk tubuh: Ukuran tubuh bervariasi dari yang berukuran kecil (dalam mm) sampai yang berukuran besar (dalam meter) Bentuk tubuh beruas-ruas dan tubuh dibedakan atas daerah kepala (caput), dada (thoraks) dan perut (abdomen).

1. Kepala 2. Thorax 3. Abdomen

: Terdapat mata, sepasang antena, serta sepasang rahang : Bagian dimana terdapat 3 pasang kaki dan sayap : Biasanya terdapat sepasang spirakel pada tiap ruasnya, serta biasanya diujungnya terdapat alat kelamin serangga

Struktur dan fungsi tubuh Alat indra pada hewan arthropoda berkembang dengan baik seperti indra penglihatan, penciuman, antena untuk peraba dan penciuman, sebagian besar terletak dibagian anterior tubuh. Sistem peredaran darah terbuka, darah berupa hemolimphe dan mempunyai jantung pembuluh. Sistem respirasi arthropoda yang hidup di air dengan menggunakan insang, dan permukaan tubuh, sedangkan yang hidup di darat menggunakan sistem trakea dan paruparu buku. Sistem ekskresi dengan menggunakan pembuluh Malpighi atau kelenjar hijau. Tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus. Sistem syarafnya tangga tali. Terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari.

Arthropoda sudah memiliki sistem pencernaan makanan yang sempurna, seperti mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Makanan mengalami pencernaan secara mekanis dan secara kimia. Pencernaan berlangsung di luar sel (ekstra seluler). Beberapa jenis hewan mengsekresikan enzim hidrolisis ke dalam tubuh mangsa untuk

menimbulkan pencernaan partial sebelum makanan itu dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya labahlabah dengan menusukkan alat sengat dan memancarkan cairan pencernaan dari kelenjar bisa. Sistem peredaran darah Arthropoda meliputi jantung dan arteri, sedangkan vena (pembuluh balik) tidak ada. Peredaran darah Arthropoda adaiah peredaran darah terbuka. Darah kembali ke jantung melalui rongga-rongga tubuh (hemocoel). Sistem saraf memanjang sepanjang tubuh. Setiap ruas dilengkapi dengan ganglion. Ganglion-ganglion tersebut terletak di bawah saluran pencernaan makanan, kecuali ganglion otak (supraesopangeal). Setiap ganglion mengadakan percabanganpercabangan. Urutan ganglion-ganglion itu adalah mulai dari ganglion otak (supraesopangeal), ganglion bawah kerongkongan (subesopangeal) sampai ganglion ruasruas tubuh. Ganglion-ganglion tersebut dihubungkan oieh benang saraf sehingga membentuk seperti tangga, karenanya sistem saraf ini disebut sistem saraf tangga tali. Pernapasan dengan insang bagi yang tinggal di air. sedangkan tracheae dan paruparu buku bagi yang tinggal di darat. Pertukaran udara juga dapat dilakukan melalui permukaan tubuh. Susunan ototnya kompleks, hal ini penting untuk mengadakan gerakan. Alat pengeluaran atau ekskresi adalah buluh Malphigi dan kelenjar hijau atau nepridium. Jika hewan-hewan itu sempat diamati perkembangan hidupnya, akan ditemukan ciri lain, yaitu kebanyakan hewan ini mengalami pengelupasan kulit (ekdisis). Dengan melepaskan rangka yang lama dan menggantinya dengan rangka baru yang lebih besar memungkinkan hewan tersebut menjadi lebih besar. II. Klasifikasi

SUB FILUM CHELICERATA

Chelicerata adalah subfilum dari

anggota hewan

tak

bertulang

belakang yang

termasuk

dalam filum Arthropoda. Chelicerata berasal dari bahasa Yunani chele berarti capit dan keros yang artinya tanduk.

Chelicerata

merupakan

semacam

kelompok

besar

yang

memayungi

jenis-jenis laba-

laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno. Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa chelicera yang terdiri dari dua segmen. Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu, dan lipan yang menggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih dari dua ruas. Kebanyakan anggotanya berukuran kecil dan terdapat di daerah yang kering dan hangat, namun beberapa hidup di perairan. Chelicerata termasuk dalam filum Arthropoda Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000 jenis telah diberi nama. Termasuk didalamnya jenis yang sangat mega-diverse yaitu Acari dan laba-laba (Araneae) yang dari tahun ke tahun jumlah temuan jenis baru terus meningkat secara drastis. Saat ini, dikenal ada sekitar 2000 jenisfosil Chelicerata dan hampir lebih dari 3/4 jumlahnya adalah kelompok Arachnida. Chelicerata diduga mempunyai nenek moyang yang hidup di dalam air. Namun, jenis-jenis chelicerata dari laut maupun air tawar saat ini sangat jarang ditemukan dan hanya terbatas pada laba-laba laut dan mimi dan mintuno (horseshoe crabs) serta beberapa akuatik Acari dari kelompok Hydracari. Konon, kelompok yang pertama kali diyakini hidup di daratan adalah kalajengking. Banyak jenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racun yang terdapat dirahang atau taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudian menghisap cairan tubuh atau

jaringan lunaknya. Gigitan atau sengatan berbagai jenis laba-laba atau kalajengking menimbulkan kesakitan bahkan kematian. Beberapa jenis tungau merupakan hama tumbuhan dan jenis lainnya, juga sebagai parasit pada manusia dan ternak atau menjadi inang perantara berbagai protozoa dan virus yang menyebabkan penyakit tertentu.

1. Klasifikasi Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas kelas Arachnida, Pycnogonida, dan Xiphosura. Adapun beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypteridadan Chasmataspidida. 1.1 Arachnida Arachnida merupakan kelas dari filum arthropoda dan subfilum Chelicerata. Semua arachnida memiliki delapan kaki, meskipun di beberapa spesies pasangan depan dapat mengkonversi untuk fungsi sensorik. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata Arachne,yang berarti labalaba (Dunlop, 2008). Hampir semua masih ada arachnida adalah terestrial. Namun, beberapa mendiami lingkungan air tawar dan, dengan pengecualian dari zona pelagik , lingkungan laut juga. Mereka terdiri lebih dari 100.000 nama spesies, termasuk laba-laba, kalajengking, harvestmen, kutu, tungau dan solifugae. Ciri-cirinya 1. 2. 3. 4. 5. :

Abdomen tidak memiliki apendik sebagai alat gerak Matanya sederhana Tubuh tertutup kutikula Dilengkapi bulu-bulu indera atau sisik Pedipalpi biasanya sebagai alat indera

6. 7. 8. 9.

Tidak mempunyai insang Umumnya ovipar Tidak ada metamorfosa kecuali pada Acarina Hidup di darat

Bagian tubuh Aracnida di bagi menjadi dua segmen yaitu prosoma (cephalothorax) dan ophisthosoma (perut) yang dilindungi oleh karapas. Hewan ini memiliki empat pasang kaki, Arachnida memlki pedipalpus yang tampak seperti kaki, pedipalpus berfungsi sebagai alat untuk mencari makanan bagi arachnida. 1.2 Pycnogonida

Pycnogonida merupakan hewan avertebrata akuatik dari filum Arthropoda dan subfilum Chelicerata. Pycnogonida dikenal sebagai laba-laba laut (Sea Spider). Pycnogonida dapat di temukan di wilayah perairan Australia, Selandia Baru, Laut Mediterania dan Laut Karibia (Anonim, 2011). Ciri-cirinya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Warna tubuh gelap dan kusam Tubuh panjang dan langsing Berukuran 1-90 cm Tubuhnya bersegmen Hidup di perairan dengan kedalaman 7000 m Memiiki empat pasang kaki

Pycnogonida mempunyai tubuh yang bersegmen, langsing dengan kaki yang panjang. Tubuh terdiri dari kepala, thorax (dada) dan abdomen (perut). Pada bagian kepala terdapat mata yang

sewaktu-waktu dapat menhilang. Hewan ini memiliki empat pasang kaki tetapi ada beberapa spesies yang memiliki lima sampai enam pasangg kaki. 1.3 Xiphosura Xiphosura sering dikenal dengan sebutan Mimi (jantan) dan Mituno (betina) di jawa. Bentuk dari hewan ini mirip dengan tapal kuda sehingga Xiphosura dikenal Horse Shoe Crab atau kepiting tapal kuda, meskipun hewan ini disebut keiting tetapi hewan ini bukanlah kepiting yang sesungguhnya (Olovia, 2010) Ciri-cirinya 1 2 3 4 5 6 :

Hidup di perairan laut dangkal Dapat mencapai panjang 60cm Berwarna coklat tua atau hijau kecoklatan Bentuk tubuh cembung Karapas berbentuk sepatu kuda yang menutup prosoma Pada bagian dorsal terdapat sepasang mata majemuk dan sepasang mata sederhana

Xiphosura mempunyai bentuk tubuh yang cembung karapas berbentuk sepatu kuda yang tetutup cephalotorax sehingga orang Amerika menyebutnya Horseshoe Crab (kepiting tapal kuda) dan orang inggris menyebutnya King Crab (kepiting raja). Pada bagian karapas terdapat sepasang mata majemuk dan sepasang mata sederhana. Pada sisi bawah cephalotorax terdapat enam pasang apendiks dimana apendiks pertama disebut chelicerae dan apendiks kedua pedipalpi. Tubuh dibagi menjadi cepholothorax anterior dan posterior. Berbentuk berbentuk spike atau telson, berfungsi sebagai alat untuk menggali di pasir dan tuas jika menemukan dirinya terbalik. 2. Fisiologi 2.1 Sistem Respirasi

Dilakukan melalui enam pasang pelengkap melekat pada bagian bawah perut yang disebut buku insang. Pasangan pertama, disebut operculum, malindungi lima lainnya pasangan yang organ pernapasan dan rumah pembukaan kelamin pori-pori dimana telur dan sperma dilepaskan dari tubuh. 2.2 Sistem Reproduksi Arachnida memiliki satu atau dua buah gonad. Gonad terletak dibagian perut (abdomen). Alat kelamin arachnida terletak di bawah segmen perut (abdomen) kedua. Pada saat reproduksi arachnida jantang mentrasfer sperma kepada betina melalui spermatophore. Pada Xiphosura gonad jantan terletak didekat permukaan dorsal prosoma sedang, telur di jumpai dalam ovarium. Apabila telur betina sudah matang maka akan terlihat pada saluran genital. Sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasilmetabolisme di gunakan untuk perkembangan gonad. Berat gonad bertambah sejalan degan meningkatnya diameter telur, dan berat maksimum dicapai saat akan pemijahan berlangsung sampai selesai. Pertumbuhan gonad terjadi jika terdapatkelebihan energi untuk pemeliharan tubuh, sedangkan kekurangan energi dapat menyebabkan telur mengalami pori-pori ditutupi tubuh. Seluruh spesies mimi mempunyai sepasang lubang pengeluaran telur, pada permukaan posterior operculum. Sepasang saluran pengeluaran telur utama dijumpai menuju kearah operculum dan ke dalam prosoma. Saluran pengeluaran telur utama tersebut terbagi menjadi dua cabang utama. Reproduksi pada pycnogonida adalah seksual yang dilakukan dengan cara fertilisasi eksternal yaitu dengan pembuahan di luar tubuh. Pycnogonida jantan akan mengeluarkan sperma ke perairan kemudian betina akan membuka oviger dan mengeluarkan telur. Larva Pycnogonida terbagi menjadi empat jenis larva. Larva biasa akan menempelpada kaki pycnogonida jantan sampai larva ini memilik dua sampai tiga pasang kaki. Larva kista adalah larva yang menenpel pada polyph coelenterata, larva ini merupakan parasit. Dari larva-larva pada pycnogonida yang paling umum adalah larva protonymphon, karena larva ini akan hidup bebas dan akan tumbuh menjad dewasa tanpa bantuan induknya (J. A. Dunlop & C. P. Arango, 2005).

2.3 Peredaran Darah Rongga tubuh utama adalah system peredaran darah terbuka, dimana darah dipompa ke haemocoel dengan hati yang terletak didekat punggung hati Pycnogonida memiliki sistem peredaran darah terbuka yaitu peredaran darah tanpa melalui pembuluh darah. Hewan ini memiliki jantung yang terletak di bagian abdomen. 2.4 Pencernaan Makanan Limulus polyphemus adalah pemulung omnivora, memakan kerang-kerang kecil, mollusca, cacing, ikan mati dan ganggang. Mereka makan melalui mulut yang terletak didasar kaki, yang ditutupi bulu tebal yang mengarahkan ke dalam digunakan untuk menggiling makanan. Makanan ini kemudian didorong kemudian oleh chelicerae yang kemudian jatuh

kekerongkongan dan melewati ke dalam perut dan usus, dilanjutkan melalui anus terletak disisi ventral didepan telson (Olivia, 2010). Pycnogonida bersifat karnivora dan scavenger, pencernaannya bersifat intraselular yaitu makanan akan dimasukan kedalam mulut dengan menggunakan chelicerae kemudian akan diserap oleh dinding sel dan diproses secara kimiawi oleh enzim-enzim (Anonim, 2011). Arachnida bersifat karnivora dan memakan hewan-hewan kecil, makanan akan di tangkap oleh pedipalpus atau chelicerae kemudian dimasukkan ke mulut, setelah di dalam mulut makanan kemudian masuk ke pharynx lalu esophagus lalu perut dan akan akan di keluarkan melalui anus. 2.5 Ekskresi Semua Chelierata akan mngeluarkan Limbah makanan melalui anus, untuk Xiphosura terletak disisi ventral didepan telson (ekor), pada Pycnogonida anus terletak di bagian punggung dan Arachnida anus terletak di bagian belakang perut. 2.6 Sistem Pertahanan Diri Banyak jenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racun yang terdapat dirahang atau taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudian menghisap cairan tubuh atau jaringan lunaknya. Tidak ada pertahanan diri dari mimi tersebut, karena tidak ada predator yang

memangsanya, kecuali manusia yang menangkapnya sebagai pakan ikan. Pycnogonida dan Arachnida memiliki alat pertahanan diri berupa chelicerae. 3. Manfaat dan Kerugian Chelicerata 3.1 Manfaat Chelicerata Dalam Perikanan dan Ekologi Chelicerata dapat dijadikan pakan ikan terutama pada daging dan telur Xiphosura. Hewan ini juga berperan penting dalam keseimbangan ekosistem perairan dan juga sebagai dekomposer. 3.2 Manfaat Chelicerata Dalam Dunia Medis Mimi merupakan bahan baku dalam industri farmasi, karena ekstrak plasma darahnya (haemocyte lysate) banyak digunakan dalam studi biomedis, farmasi, dan ilmu lingkungan. Hal ini dikarenakan pada plasma yang dapat mengendap darah yang mengandung endotoksin. Plasma darah mimi telah diproduksi secara masal di Amerika dari genus Limulus di Jepang dan Cina dari genus Tachyplus. Ekstrak plasma darah Limulus Amoebocyte Lysate dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit meningitis. Mengingat mimi merupakan slah satu langka yang perlu dilindungi dan atas dasar pertimbangan prospek pemanfaatnya sebagai bahan baku industri farmasi, diperkirakan dimasa mendatang populasinya akan terus berkurang, sehingga perlu dirintis usaha pembenihan maupun restocking guna menjaga kelestarian. 3.3 Kerugian Chelicerata

Ada beberapa kerugian dari chelicerata antara lain, dapat menularkan virus west nile (WNV), virus ini ditularkan oleh arachnida, kemudian sebagai parasit pada coelenterate. Tungau merupakan hama bagi berbagai jenis tumbuhan dan juga hewan ternak.1 SUB FILUM CRUSTACEA 1. Karakteristik Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar.
1

http://fahmiighara.blogspot.com/2011/06/chelicerata.html 14:06 21/11/2011

Tubuh 5 ruas kepala (plus acron), torak, dan abdomen Kepala: acron pragesental, somit antenula,antena, mandibula, maksila, maksilula, torakomer Terdapat karapas Alat gerak multiartikulata, biramus, uniramus Mandibula multiartikulata, biasanya berfungsi sebagai gnathobasic Pertukaran udara secara difusi melalui branchida (insang) Ekskresi dengan struktur nefridial (kelenjar antena, kel. maksila) Mata tunggal dan majemuk terdapat pada sebagian besar takson Lambung dengan sekum (ceca) 2. Morfologi Crustacea Tubuh terdiri atas kepala (cephalon), toraks dan abdomen Dua pasang antena, mata majemuk bertangkai, tidak melihat. Karapaks dikepala Melebar keluar torak: cephalotorak Melebar ke bawah kepala: rostum

Alat gerak dikepala: antenula (antena pertama), antena, mandibula, maksilula, maksillae (maksila kedua)

3. Klasifikasi a. Remipedia Remipedes, sekelompok Crustacea laut langka pertama kali dijelaskan pada tahun 1981 , terjadi hanya dalam sistem anchialine karst di Amerika Tengah, Karibia, Kepulauan Canary, dan Australia Barat. Gua Anchialine umumnya dolomit atau kapur dalam komposisi dan mengandung lapisan laut yang mengalir di bawah lapisan segar atau sedikit payau. Remipedia adalah kelas buta krustasea yang ditemukan di pesisir akuifer yang mengandung air tanah garam, dengan populasi yang diidentifikasi dalam hampir setiap cekungan laut sejauh dieksplorasi, termasuk di Australia , di Laut Karibia , di Samudera Atlantik . Yang remipede dijelaskan pertama adalah fosil Tesnusocaris goldichi ( Bawah Pennsylvania ), namun, sejak tahun 1979, setidaknya tujuh belas spesies hidup telah diidentifikasi dengan distribusi global di seluruh zona neo-tropis. Remipedes adalah 10-40 milimeter (0,4-1,6) panjang dan terdiri dari kepala dan batang memanjang hingga empat puluh dua serupa segmen tubuh . Kolam pelengkap yang lateral pada setiap segmen, dan hewan berenang di punggung mereka . Mereka umumnya bergerak lambat. Mereka memiliki taring terhubung ke kelenjar sekretorik; itu masih belum diketahui apakah

kelenjar ini mengeluarkan cairan pencernaan atau racun beracun, atau apakah remipedes terutama makan detritus atau pada organisme hidup. Mereka memiliki rencana tubuh umumnya primitif dalam hal Crustacea, dan telah dianggap sebagai, basal leluhur krustasea kelompok. Namun, Fanenbruck dkk. Menunjukkan bahwa setidaknya satu spesies, Godzilliognomus frondosus , memiliki otak yang sangat terorganisir dan dibedakan, dengan sangat besar penciuman daerah yang merupakan fitur umum untuk spesies yang hidup di lingkungan yang gelap. Ukuran dan kompleksitas otak disarankan untuk Fanenbruck et al. yang mungkin Remipedia takson kakak Malacostraca , yang dianggap sebagai yang paling maju dari krustasea. Ini juga salah satu alasan mengapa termasuk dalam Pancrustacea hipotesis, sebuah hypothethical klade yang mungkin paling canggih Mandibulata . Mereka juga telah dikelompokkan bersama dengan Cephalocarida di Xenocarida . Klasifikasi Kerajaan Filum Subphylum Kelas : Animalia : Arthropoda : Crustacea :Remipedia

Dorsal pandang remipede dari Bahama

Speleonectes

b. Ostracoda Ostracoda adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda, subfilum Crustacea. [1] Hewan ini umumnya berukuran sekitar 1 mm, tapi kisarannya mulai dari 0,2 30 mm. hewan ini hidup di laut sebagai zooplankton. Alat geraknya berupa antena. Ostracoda hidup sebagai zooplankton, tetapi sebagian besar hidup sebagai bentos

yang melekat di dasar perairan. Anggota Ostracoda yang sudah dikenal kurang lebih 200 jenis, misalnya Aboilia sp. KARAKTERISTIK

1. Small Crustacea 4. Cangkangnya disebut Carapace 5. Bivalve (khitin/calcareous) 6. Ukuran: 0,15 mm-2 mm 7. Habitat: di laut dari abyssal sampai pantai, estuari, lagoon, danau air tawar dan air asin dan tanah-tanah lembab. 8. Free swimming, benthonic, beberapa parasit atau komensalisme dengan crustacea lain, cacing, echino bahkan hiu.

KLASIFIKASI

Phylum:Arthropoda Kelas:Crustacea Subkelas:Ostracoda terdiri dari 5 Ordo:

:Archeocopida :Leperditicopida :Myodocopida :Beyrichicopida :Podocopida

c. Cephalocarida Cephalocarida adalah kelas dalam subphylum Crustacea yang hanya terdiri dari dua belas udang seperti bentik spesies . Mereka ditemukan pada 1955 oleh Howard L. Sanders dan sering disebut sebagai udang tapal kuda. Mereka telah dikelompokkan bersama dengan Remipedia di Xenocarida . Meskipun keluarga kedua, Lightiellidae, kadang-kadang digunakan, semua cephalocaridans umumnya dianggap milik hanya dalam satu keluarga: Hutchinsoniellidae. Bahkan meskipun tidak ada fosil catatan cephalocaridans, spesialis yang paling percaya mereka untuk menjadi primitif kalangan krustasea. Deskripsi dan anatomi krustasea ini memiliki panjang dari 2 sampai 4 milimeter (0,079-0,16 ) , dengan tubuh memanjang. Mereka memiliki kepala besar, tepi belakang yang meliputi pertama toraks segmen. Mereka tidak memiliki mata, mungkin karena habitat alami mereka berlumpur. Pasangan kedua antena terletak di belakang mulut, di semua krustasea lainnya antena berada di depan mulut pada tahap dewasa, dan larva, mereka memiliki antena yang memiliki lokasi yang sama dengan cephalocaridans dewasa. Mulut terletak di belakang bibir atas yang besar, diapit oleh rahang . Pasangan pertama maxillae sangat kecil, dan pasangan kedua memiliki struktur yang sama dengan kaki toraks berikut: bagian basal besar, dilengkapi dengan outgrowths di sisi dalam, digunakan dalam tenaga, bercabang cabang dalam dan dua lobus luar - disebut sebagai "pseudoepipod" dan "exopod". Kesamaan struktural dan fungsional antara maxillae dan kaki mungkin merupakan tanda dari organisasi primitif; maxillae ini tidak khusus, karena mereka dalam krustasea lainnya.

dada terdiri dari 10 segmen, dan perut beruang telson tetapi tidak pelengkap lainnya. Klasifikasi Kerajaan: Animalia Filum: Arthropoda Subphylum: Crustacea Kelas:Cephalocarida Urutan: Brachypod Keluarga: Hutchinsoniellidae Ekologi Cephalocaridans ditemukan dari zona intertidal ke kedalaman 1.500 meter (4.900 kaki), dalam semua jenis sedimen . Cephalocaridans laut memakan detritus . Untuk membawa partikelpartikel makanan, mereka menghasilkan arus dengan pelengkap dada seperti branchiopods dan malacostracans . Partikel makanan yang kemudian diteruskan anterior sepanjang ventral alur, mengarah ke mulut . d. Branchiopoda Para Branchiopoda terdiri dari empat kelompok yang hidup:. Yang Anostraca ("peri udang" atau "monyet laut"), Notostraca ("udang kecebong"), Cladocera ("kutu air"), dan Conchostraca ("udang kerang ') Ada juga dua kelompok fosil yang termasuk dalam Branchiopoda, tetapi belum terselesaikan apakah mereka subkelompok dalam kelompok-kelompok yang hidup dan berevolusi secara terpisah sini kelompok-kelompok fosil. akan dibahas dalam kelompok makhluk hidup yang mereka paling mirip.

Sekitar 800 spesies ditemukan di seluruh dunia branchiopods di kolam air tawar, danau, dan perairan pedalaman garam seperti Great Salt Lake di Utah. Catatan fosil mereka termasuk urutan Lipostraca punah dan tanggal kembali ke periode Devon (sekitar 400-360000000 tahun lalu). Beberapa referensi mengakui empat perintah yang masih ada: Anostraca (peri udang), Notostraca (kecebong udang), Cladocera (kutu air), dan Conchostraca (udang kerang). Anggota perintah ini biasanya digunakan untuk makanan ikan akuarium, penelitian ilmiah, dan sekali dipasarkan sebagai hewan peliharaan yang disebut monyet laut. Ini krustasea kecil adalah sumber yang sangat penting dari makanan untuk ikan dan burung-burung di alam. Fitur yang membedakan dari branchiopod yang meliputi tubuh kecil (0,25 mm - 10 cm), pasangan mata majemuk, mata tunggal sederhana, bagian mulut sederhana, pelengkap leaflike atau phyllopodous, dan tagmosis tubuh minimal. Sistem saraf dan sistem sensorik yang sederhana, meskipun beberapa spesies bergetar mata majemuk mereka untuk mengumpulkan informasi yang lebih visual. Branchiopods menggunakan daun-seperti mereka pelengkap untuk makan, penggerak respirasi, dan. Partikel makanan dikumpulkan didorong ke dalam ventral alur yang mengarah ke rahang , maka makanan usus . kelenjar

mulut dan, pada gilirannya, lengkap

Partikel tidak tercerna keluar melalui

anus dan limbah nitrogen dieliminasi melalui

rahang atas . Kelenjar-kelenjar ini, yang terletak dekat

maxillae , juga berfungsi dalam

osmoregulasi. Penggerak umumnya dicapai dengan mengalahkan metachronal dari pelengkap. Bagian-bagian dari pelengkap leaflike memiliki luas permukaan besar yang berfungsi dalam pertukaran gas. Karena kebanyakan branchiopods kecil dengan kutikula yang tipis, pertukaran gas dapat terjadi di seluruh dinding tubuh juga. Sistem peredaran darah termasuk jantung yang memompa darah ke dalam rongga tubuh yang terbuka atau hemocoel. Pigmen dalam darah beberapa spesies adalah hemoglobin. e. Maxillopoda Maxillopods umumnya hewan kecil dengan teritip menjadi pengecualian untuk aturan ini. Mereka umumnya memiliki tubuh pendek, dengan perut berkurang yang biasanya tidak memiliki pelengkap. Telah menyarankan bahwa leluhur umum untuk semua maxillopods dikembangkan kematangan seksual sebelum itu benar-benar bermetamorfosis menjadi bentuk dewasa. Jika hipotesis ini benar, itu akan menjelaskan ukuran rencana, tubuh kecil diperpendek dan berkurangnya jumlah pelengkap biasanya ditemukan di Maxillopoda. Ostracods, copepoda dan teritip adalah kelompok yang paling berlimpah dan beragam dalam Maxillopoda. Ostracods dan teritip secara substansial catatan fosil . Mystacocarida yang kecil seperti cacing krustasea. Branchiura dan Tantulocarida keduanya kecil ectoparasitic kelompok krustasea. Maxillopods termasuk teritip, copepoda, mystacocarids, tantulocarids, branchiurans, ostracods, dan kelompok terkait. Kebanyakan spesies kecil. Kebanyakan pakan dengan cara maxillae mereka (bukan makan filter menggunakan pelengkap toraks untuk memindahkan air); teritip, bagaimanapun, adalah pengecualian. Teritip pakan dengan pelengkap dada, tapi dengan cara yang unik di antara krustasea. Karakteristik lain dari maxillopods termasuk rencana dasar dari 5 kepala dan batang segmen 10 (6 toraks dan biasanya 4 perut), diikuti oleh telson terminal. Segmen perut biasanya kurangnya pelengkap; pelengkap tempat lain pada tubuh biasanya biramous. Maxillopoda adalah beragam kelas dari krustasea termasuk teritip , copepoda dan sejumlah hewan terkait. Ini tidak muncul menjadi kelompok monofiletik , dan tidak ada karakter tunggal

menyatukan semua anggota. Deskripsi Dengan pengecualian beberapa teritip, maxillopodans sebagian besar kecil, termasuk arthropoda dikenal terkecil, Stygotantulus stocki. Mereka sering memiliki tubuh pendek, dengan perut berkurang ukurannya, dan umumnya kurang apapun pelengkap Hal ini mungkin telah timbul melalui paedomorphosis . Selain teritip, yang menggunakan mereka kaki untuk makan filter , maxillopodans paling pakan dengan mereka maxillae . Mereka memiliki bauplan terdiri dari 5 sepalik segmen , segmen toraks 6 dan 4 segmen perut, diikuti oleh telson . Klasifikasi Kerajaan: Animalia Filum: Arthropoda Subphylum: Crustacea Kelas:Maxillopoda

Enam subclass umumnya diakui, meskipun banyak karya telah lebih lanjut termasuk ostracods antara Maxillopoda. [2] Dari enam kelompok, hanya Mystacocarida sepenuhnya hidup bebas, semua anggota Tantulocarida , Pentastomida dan Branchiura adalah parasit , dan banyak yang Copepoda dan Thecostraca adalah parasit. f. Malacostraca Malacostraca adalah yang terbesar dari enam kelas dari krustasea , yang mengandung lebih dari 25.000 yang masih ada spesies , dibagi di antara 16 perintah . Anggotanya menampilkan keragaman yang lebih besar dari bentuk tubuh daripada kelas lain hewan, dan termasuk kepiting , lobster , udang , krill , kutu kayu , Scud ( Amphipoda ), udang mantis dan banyak binatang

lainnya kurang dikenal. Mereka melimpah di semua lingkungan laut dan air tawar juga dijajah dan habitat darat. Mereka disatukan oleh umum Bauplan , terdiri dari segmen tubuh 20 (jarang 21), dibagi ke dalam dada, kepala dan perut. Malacostracans tinggal di berbagai laut dan air tawar habitat, dan tiga perintah telah terestrial anggota: Amphipoda ( Talitridae ), Isopoda (Oniscidea, yang kutu kayu ) dan Decapoda ( kelomang darat , kepiting dari keluarga Ocypodidae , Gecarcinidae dan Grapsidae , dan darat lobster ). [1] Mereka yang melimpah di semua ekosistem laut, dan sebagian besar spesies pemulung , meskipun beberapa, seperti kepiting porselen , adalah pengumpan menyaring , dan beberapa, seperti udang mantis , adalah karnivora . [2] Etimologi Nama Malacostraca berasal dari bahasa Yunani akar (malaks, yang berarti "lunak") dan ? (strakon, yang berarti "shell"). Nama ini menyesatkan, karena shell adalah hanya lembut segera setelah molting , dan biasanya sulit . Malacostracans kadang-kadang dikontraskan dengan entomostracans, nama diterapkan untuk semua krustasea luar Malacostraca, dan dinamai takson usang Entomostraca . Deskripsi Leptostraca seperti Nebalia bipes mempertahankan kondisi primitif memiliki tujuh segmen perut. Para Malacostraca Kelas mencakup lebih dari 25.000 spesies, dan "bisa dibilang ... berisi keragaman bentuk tubuh yang lebih besar daripada kelas lain dalam kerajaan hewan". Anggotanya dicirikan oleh adanya tiga tagmata - lima -tersegmentasi kepala, delapantersegmentasi dada dan perut dengan enam segmen, kecuali dalam Leptostraca , yang mempertahankan kondisi leluhur tujuh segmen perut. Susunan ini dikenal sebagai "fasies caridoid", istilah yang diciptakan oleh William Thomas Calman pada tahun 1909. Setiap segmen tubuh beruang sepasang bersendi pelengkap , meskipun ini mungkin akan hilang sekunder.

Tagmata Kepala beruang dua pasang antena , yang pertama adalah biramous dan uniramous kedua, dan dua pasang maxillae. Biasanya ada sepasang berjalan mata majemuk , meskipun ini mungkin sessile, berkurang atau hilang. Hingga delapan segmen toraks dapat menyatu dengan kepala untuk membentuk cephalothorax , dan sampai tiga pasang pelengkap dapat dimodifikasi sebagai maxillipeds (aksesori mulut ). Sebuah karapas mungkin tidak ada, sekarang, atau sekunder hilang , dan mungkin penutup dari dua segmen dada ke dada dan beberapa seluruh perut. Setiap segmen dari perut kecuali yang terakhir membawa sepasang pleopods . Para pelengkap dari segmen terakhir biasanya diratakan ke uropods , yang bersama-sama dengan terminal telson , membentuk "ekor kipas". Dalam Leptostraca, ini bukan pelengkap bentuk ekor rami . Siklus Hidup Kebanyakan malacostracans gonochoristic (yaitu, mereka memiliki jenis kelamin terpisah), meskipun ada beberapa hermafrodit spesies. Para bukaan kelamin perempuan berada pada segmen toraks keenam, sementara pembukaan kelamin laki-laki biasanya pada segmen toraks keenam, tetapi kadang-kadang pada hari ketujuh. Masing-masing adalah biramous pelengkap dada dan juga membawa insang . Para tahap larva sering berkurang, tetapi di mana mereka terjadi, biasanya ada metamorfosis antara larva dan bentuk dewasa. SUB FILUM UNIRAMIA
Uniramia berasal dari bahasa Latin unus, yang berarti satu dan ramo yang berarti cabang, karena semua apendik pada ruas-ruas tubuhnya uniramus. Terdapat sepasang antena, sepasang mandibel, dan sepasang maksila. Uniramia sebagian besar hidup di darat, beberapa di air tawar, dan sebagian di air laut. Filum Uniramia dibagi menjadi dua subfilum, yaitu subfilum Myriapoda, dan subfilum Hexapoda

1. Kelas Diplopoda Kelas komponen utama perombak kayu dan dedaunan di lantai hutan, terutama di daerah tropika. Diplopoda atau yang dikenal dengan luing (keluing) ataupun lintibang, mempunyai anggota yang sangat banyak, menyangkut kira-kira 10.000 jenis. Mereka mempunyai sejarah

kehidupan yang sangat panjang di planet bumi, sehingga layak disebut hewan purba. Kehidupan mereka sudah ada sekitar 400 juta tahun yang lalu. a. Ciri Kelas Diplopoda Diplopoda berasal dari kata di = dua dan podos = kaki, Jadi Diplopoda adalah kelas hewan yang memiliki dua pasang kaki. Ciri-ciri umum dari Diplopoda adalah sebagai berikut: Tubuhnya berbentuk silindris dan beruas-ruas (25-100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai taring bisa (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dengan dua kelompok mata tunggal. Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk. Respirasi dengan trachea yang tidak bercabang. Alat ekresi berupa dua buah saluran malphigi.

b. Struktur Tubuh Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen.

Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki. Segmen tubuh pertama setelah kepala disebut tengkuk (collum) dan tidak berkaki. Tiga segmen berikutnya (segmen 2 hingga 4) mengandung sepasang kaki pada tiap segmennya. Kaki seribu yang belum dewasa sering kali mempunyai segmen terakhir yang tidak berkaki. Kaki seribu yang belum dewasa sulit sekali ditentukan jenisnya. Oleh karena itu pilihlah kaki seribu dewasa,

spesimen yang segmen terakhirnya lengkap dengan kaki atau specimen yang hanya mempunyai sedikit segmen tanpa kaki untuk ditentukan identitasnya. Mulut kaki seribu hanya memiliki dua pasang alat mulut, mandibula yang digunakan untuk mengunyah dan suatu keping di sebelah belakang yang disebut gnathochilarium. Organ Tmsvry: Ini adalah organ perasa yang terletak di kepala pada kebanyakan kaki seribu.Organ ini umumnya berbentuk cincin yang agak menonjol, tetapi dapat juga berbentuk ladam atau hanya sekedar berbentuk suatu lubang. Posisinya terletak di bagian belakang dasar sungut. Tidak semua bangsa kaki seribu memiliki organ ini. Ozopor: Organ ini pada kebanyakan bangsa kaki seribu terdapat pada sejumlah segmen tubuh, yaitu lubang kelenjar yang menghasilkan bau tertentu. Bagian ini agak sulit untuk dilihat. Pada kebanyakan hewan, ozopore terletak di sebelah samping tubuh dan dimulai pada segmen ke enam. Pada sebagian kecil kelompok hewan ini, lubang kelenjar terdapat di sepanjang bagian tengah dorsal. Paranota: Bagian dorsal setiap segmen cincin ditutupi dengan perisai yang kerat dan disebut tergit.Pelebaran kearah samping tubuh dinamakan paranota. Kebanyakan kaki seribu memiliki bintik mata pada daerah sisi kepala. Mata demikian dapat terdiri dari sejumlah bintik mata yang bersatu membentuk daerah penglihatan. Sejumlah kaki seribu, misalnya Polydesmida, tidak pernah memiliki bintik mata. Kaki seribu yang hidup di dalam gua pada beberapa bangsa telah kehilangan alat penglihatan mereka, meskipun kerabatnya yang hidup di permukaan tanah mempunyai daerah penglihatan yang terbentuk dengan baik. Kaki seribu dewasa umumnya mempunyai alat kelamin yang jelas. Alat kelamin tentu terdapat pada kedua jenis kelamin, hanya lebih nyata pada hewan jantan. Kaki yang berubah menjadi alat kelamin umumnya dapat ditemukan di dua bagian, di daerah segmen cincin yang ke tujuh atau pada bagian ujung tubuhnya, meliputi pasangan kaki yang terakhir.

Pasangan kaki yang terakhir umumnya dinamakan telopod. Pasangan kaki ke tujuh yang termodifikasi kadang-kadang tersembunyi pada suatu kantung. Pada kelompok hewan demikian

hewan jantan terlihat tidak punya pasangan kaki pada segmen ke tujuh). Pasangan kaki ke tujuh yang mengalami modifikasi dikenal dengan gonopod. Organ ini sangat penting untuk mengidentifikasi jenis. Hewan betina mempunyai alat kelamin (kadang-kadang disebut cifopod) dapat ditemukan di sebelah belakang pasangan kaki kedua.

Gambar 1. Bagian-bagian tubuh suatu kaki seribu jantan dari Bangsa Julida. Pada tampak samping kaki pada bagian segmen depan, kaki-kaki terlihat lebih depan dibandingkan dengan tempat sebenarnya (menurut Blower, 1985). Perhatikan bahwa pasangan kaki pertaman berbentuk cakar adalah ciri paling jelas dari Julid jantan. collum = tengkuk, ocelli = bintik, mata, ocular field = daerah mata, mandible = rahang, ozopore(s) = ozopor, gonopod(s) = gonopod, leg(s) = kaki. Semua kaki seribu mempunyai tubuh yang panjang dan dua pasang kaki pada setiap segmen tubuhnya. Dalam Kelas (Classis) kaki seribu terdapat empat kelompok utama yang dikenal dengan nama Bangsa (Ordo) luing atau lintibang; Bangsa kedua dikenal dengan kelabang atau lipan (Gambar 2,3). Kelabang mempunyai sungut yang relative panjang, sedangkan luing mempunyai sungut yang pendek. Kelabang hanya mempunyai sepasang kaki pada setiap segmen tubuhnya, dan ada pula yang mempunyai kaki yang relative sangat panjang seperti halnya Scutigera dan kerabatnya (gambar 3). Apabila kebanyakan luing merupakan hewan vegetarian, kelabang sebaliknya merupakan hewan predator dan memburu mangsanya. Untuk tujuan tersebut, mereka mempunyai sepasang taji beracun di samping kepalanya (Gambar 4). Hanya jenis berukuran besar yang dapat menjadi ancaman karena dapat menggigit manusia (Gambar 2). Ada pula dua bangsa kaki seribu kerdil tingkat rendah yang terdiri dari Pauropoda dan

Symphyla (Gambar 5). Mereka merupakan hewan berukuran kecil dan hidup di antara serasah atau dalam kayu yang melapuk. Suatu kelompok udang-udangan tingkat rendah, Isopoda (Gambar 1) dapat dikira sebagai anggota luing. Kutu serbuk dan kutu tasbih termasuk dalam kelompok ini. Anggota Isopoda mempunyai sungut yang panjang dan halus, dan mengarah ke belakang. Isopoda tidak pernah memiliki lebih dari tujuh pasang kaki, sebaliknya luing dewasa selalu mempunyai lebih dari tujuh pasang kaki. Pada Isopoda selalu dijumpai segmen tubuh bagian belakang yang tidak berkaki. Suatu Isopoda dapat pula menggulung, tetapi sejumlah segmen tubuh akhir umumnya berukuran kecil. Luing dari Bangsa Glomerida dan Sphaerotheriida juga acap kali menggulungkan tubuhnya, mempunyai segmen terakhir (segmen anal) yang berukuran besar dan kokoh.

Gambar 1. Isopoda atau kutu kayu, juga dikenal sebagai kutu serbuk. gambar di bawah menggambarkan kutu serbuk yang menggulung. Gambar 2. Kelabang berukuran besar. Gambar 3. Kelabang kaki panjang, kala-asar. Gambar 4. Kait beracun di bagian bawah kepala kelabang. Gambar 5. Kaki seribu kerdil, Pauropoda dan Symphyla.

Gambar 7. Struktur segmen cincin (diplosegmen) (menurut Demange, 1981). ozopore(s) = ozopor, leg(s) = kaki, gland = kelenjar, prozonite = prozonit, metazonite = metazonit, suture = sambungan, stigma = lubang halus, sternite = sternit, posterior = belakang, anterior = depan.

c. Habitat Hewan ini hidup didarat tempat, tempat gelap seperti di dalam gua, dan pada daerah yang lembab seperti pada dedaunan mati dan serasah kayu.

d. Sistem Peredaran Darah Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah). e. Reproduksi Pada kelas diplopoda sudah dapat dibedakan jantan dan betina. Bukaan genital terletak pada segmen ketiga, dan pada jantan disertai oleh satu atau dua penis, yang paket setoran sperma ke gonopods. Pada wanita, membuka pori-pori genital ke ruang kecil, atau vulva, yang ditutupi oleh tudung kecil seperti penutup, dan digunakan untuk menyimpan sperma setelah sanggama. Dalam beberapa spesies jantan memancarkan feromon untuk menarik si betina. Sebelum perkawinan, kaki seribu jantan terlebih dahulu mengisi organ-organ seksual sekunder dari yang utama, untuk melakukan hal ini dia harus menekukkan tubuhnya ke depan sehingga

spermatophore dari Gonopores pada segmen tubuh ke-3 dapat ditransfer ke Gonopods (berarti 'seks-kaki') pada 7 segmen tubuh. Kaki seribu jantan dan betina melakukan pendekatan untuk kawin dengan cara, kaki seribu jantan berjalan di belakang betina dan merangsang dengan irama pulsa dari kakinya. Ketika betina mengangkat segmen depan jantan mengelilingi tubuhnya dan ketika mereka menentang alat kelamin transfer sperma terjadi. Sperma dilewatkan ke perempuan sebagai sebuah paket disebut spermatophore. Gonopods atau organ seksual sekunder yang digunakan dalam transmisi spermatophore ini bervariasi dalam bentuk dengan spesies yang berbeda, ini terkait erat dengan membantu menghentikan bentuk spesies hybridizing.. Betina dapat dan akan kawin beberapa kali dalam jenis Iulid tetapi jenis Polydesmoid betina cenderung untuk kawin hanya sekali dalam semusim. Betina menghasilkan 10-300 telur dalm satu waktu, telur ditempat pada tempat yang lembab atau sampah organik, walaupun terkadang di tempat yang kering, sarang akan dilapisi dengan kotorannya. f. Pertahanan diri Kaki seribu tidak menggunakan sungut berbisa untuk melindungi diri dari musuh. Mekanisme pertahanan utamanya adalah menggulungkan diri. Tetapi ada juga yang memancarkan zat beracun berupa hydrogen sianida melalui pori-pori di sepanjang sisi tubuh. Zat ini mampu membakar eksoskeleton dari serangga kecil pengganggu seperti semut. g. Makanan Hewan kelas diplopoda bersifat herbifor, memakan dedaunan, maupun kayu-kayu yang membusuk. Hanya yang berukuran saja menggigit manusia tetapi hanya sebagai mekanisme pertahanan. Kebanyakan kaki seribu membusuk makan daun dan mati lain tanaman materi, pelembab makanan dengan cairan dan kemudian menggoreskan dalam dengan rahang.

h. Siklus Hidup Kaki seribu jantan Kebanyakan dirancang secara khusus kaki seribu kawin dengan segmen tubuh ketujuh mereka, yang mereka gunakan untuk mentransfer sperma ke pembukaan kelamin perempuan. perempuan kemudian bertelur di tanah, di bawah kayu atau di antara serasah daun tergantung pada spesies. Yang baru menetas muda memiliki 3 sampai 4 pasang kaki tergantung pada spesies Segmen tubuh dan kaki ditambahkan dengan berturut moults saat mereka tumbuh sampai ukuran dewasa tercapai. i. Klasifikasi Taksonomi berdasarkan filogenetik Dipopoda dibagi dalam lima belas bangsa, namun yang akan di bahas hanya beberapa bangsa saja, pengellompokan luwing dilakukan berdasarkan urutan filogenetiknya. 2. Kelas Chilopoda Chilopoda adalah Ordo dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filumArthropoda, kelasMyriapoda. Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator),

makanannya adalah cacing dan serangga. Bentuk tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa mencapai 177, setiap segmen mempunyai sepasang kaki, kecuali pada satu segmen di belakang kepala dan dua segmen terakhir. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata. Masing-masing mata mengalami modifikasi menjadi cakar beracun. a. Struktur Tubuh Chilopoda Tubuh agak gepeng, Terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang taring bisa (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut.

b. Habitat Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan. Habitatnya juga di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipedes. Bergerak cepat dan predator. Adakalanya merayap ke dalam ruang di lokasi tersembunyi. Lebih menyukai tempat yang lembab. Mudah kehilangan air jika mereka tidak memiliki kutikula lilin. Biasanya ditemukan di luar ruangan, tapi dapat merayap ke dalam ruangan. c. Sistem pernapasan Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas, berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas. d. Sistem pencernaan Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus dan mempunyai kelenjar ludah.. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I.

e. Sistem reproduksi Secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal). Siklus reproduksi kelabang melibatkan tahap yang berbeda. Kelabang betina menghasilkan feromon untuk menarik kelabang jantan, yang kemudian bersatu dengan sperma, yang dikenal sebagai sebuah spermatophore. Kelabang bertelur di cekungan yang membusuk dalam tanah. Kebanyakan betina akan cenderung menjaga telur mereka di dalam tanah (tukik). Selain itu, telur yang rentan terhadap pertumbuhan jamur dan membutuhkan perawatan untuk memastikan bahwa mereka dapat bertahan hingga mencapai dewasa. Setelah menetas, kelabang paling muda memiliki tujuh pasang, atau 14 kaki, Kelabang tidak mengalami proses metamorfosis, meskipun beberapa dari mereka mungkin melalui molts selama pertumbuhan. Kelabang mungkin hidup sampai enam tahun dalam kondisi hangat dan terhenti sampai musim dingin. Kelabang yang soliter di alam sebagian besar berreproduksi secara aseksual. Dimana jantan mempunyai sperma deposit yang mereka hasilkan. Kelabang betina menemukan deposit

ini dan membawa pupuk ova dalam tubuh mereka sendiri. Namun, beberapa spesies memiliki sistem reproduksi seksual. Telur kelabang berwarna putih, kuning atau coklat krem. Mereka halus dan berbentuk seperti bola dengan ukuran sekitar 0,4 milimeter. Dengan bantuan sekresi lengket, telur kelabang biasanya berada di tanah untuk kamuflase. Larva kelabang awalnya memiliki empat pasang kaki, memperoleh sisanya sebagai mereka pergi melalui serangkaian molts. Sementara setelah dewasa, larva kelabang yang kekuningan sampai coklat tua. Kelabang mempunyai ukuran antara 1/8-inch dan enam inci panjangnya dan terdiri dari 15-177 segmen tubuh. Setiap segmen tubuh kelabang dewasa dikenakan sepasang kaki. Kelabang merupakan makhluk soliter. Ketika mereka datang ke dalam jarak dekat dengan anggota dari spesies yang sama, mereka menjadi agresif. Kelabang juga mungkin menunjukkan kanibalisme. Dan menghabiskan musim dingin dengan mengasingkan diri dari pasangannya di musim panas, bertelur 35 telur atau lebih. Kebiasaan kawin yang banyak dilakukan spesies lipan tidak termasuk seksual. Dalam spesies, kelabang jantan akan deposit paket sperma bagi seorang betina untuk menemukan dan menelan, yang menyebabkan pembuahan.

f. Makanan Lipan adalah predator dan akan membunuh dan mengkonsumsi berbagai invertebrata lainnya seperti laba-laba, moluska, serangga, slaters dan kelabang lainnya. Bila bertemu mangsanya, lipan akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa. Mangsa biasanya bergerak kemudian racun disuntikkan melalui taring dan kemudian dirobek-potong oleh rahang dan bagian-bagian lunak dimakan.

g. Jenis-jenis Chilopoda Kerajaan Filum Kelas : Animalia : Arthropoda : Chilopoda

Scolopendromorpha

Lithobiomorpha

Scutigeromorpha

Geophilomorpha
Mecistocephalidae

Craterostigmomorpha

Cryptopidae

Henicopidae

Pselliodidae Scutigeridae
Scutigerinidae

Craterostigmidae

Scolopendridae Lithobiidae a) Ordo Lithobiomorpha


Scolopocryptopidae

Neogeophilidade

Geophilidae

Memiliki 15 pasang kaki. Segmen dari kepala kelabang mengandung dua kaki, yang telah Geophilidae dimodifikasi menjadi taring berbisa untuk berburu mangsa. Untuk membantu keseimbangan dan Linotaeniidae pergerakan, kaki spesies kelabang semakin lama semakin jauh dari kepala mereka. Pasangan kaki yang terletak di bagian paling belakang tubuh kelabang dilengkapi dengan bulu. Kaki ini bertindak sebagai tambahan sepasang antena, yang memungkinkan lipan untuk mundur dari ruang yang sempit. Kelabang mampu mematahkan kaki mereka ketika kelangsungan hidup mereka terancam dan dapat menumbuhkan bagian-bagian tubuh setelah mereka merasa aman.

Lithobius forficatus b) Ordo Scutigeromorpha Scutigeromorpha atau bisa juga disebut sebagai "kelabang berkaki panjang" adalah salah satu tingkatan ordo dalam klasifikasi ilmiah kelabang di mana kelabang-kelabang yang termasuk ke dalam anggota ordo ini memiliki kaki berjumlah 15 pasang yang berukuran lebih panjang bila dibandingkan dengan kelabang-kelabang pada umumnya. Ordo Scutigeromorpha lebih lanjut

dalam tangga klasifikasi ilmiah terbagi lagi menjadi 3 famili utama : Psellioididae, Scutigeridae, & Scutigerinidae. (house centipede, Scutigera coleoptrata). Layaknya kelabang-kelabang lainnya, kelabang berkaki panjang adalah hewan nokturnal yang berarti mereka melakukan aktivitasnya di malam hari. Di siang hari, mereka lebih banyak bersembunyi di tempat yang gelap misalnya di bawah batu atau di celah pohon. Bukan tanpa alasan mengapa kelabang memiliki pola hidup demikian. Kelabang tidak memiliki semacam penutup pada lubang pernapasannya (spirakel) sehingga kelabang mudah kehilangan cairan dalam bentuk uap saat beraktivitas. Untuk mencegah dehidrasi akibat suhu lingkungan yang tinggi & pengeluaran uap air secara berlebihan, kelabang pun selalu berusaha menghindari cahaya yang intensitasnya berlebihan.

Scutigera coleoptrata c) Craterostigmomorpha. Craterostigmomorpha adalah kelabang klade paling beragam, terdiri dari dua spesies yang tersisa, baik di Ceratostigmus genus. Jangkauan penyebaran mereka sampai ke Tasmania dan Selandia Baru. Mereka memiliki struktur tubuh yang berbeda; anamorphosis mereka terdiri dari satu tingkat, mereka memiliki antara 12-15 segmen. Keanekaragaman mereka yang rendah dan posisi perantara antara kelabang Anamorphicprimitif dan Epimorpha yang diturunkan telah menyebabkan mereka diibaratkan seperti platipus.

Craterostigmomorpha Sifat ini dianggap terkait erat dengan kehadiran sternalis pori-pori, yang mengeluarkan sekresi yang lengket atau berbahaya, yang terutama berfungsi untuk mengusir predator dan parasit. d) Scolopendromorpha Para Scolopendromorpha terdiri dari 21 atau lebih segmen dengan jumlah kaki yang berpasangan serta memiliki antena. Urutan terdiri dari tiga family, yaitu Cryptopidae, Scolopendridae dan Scolopocryptopidae Scolopendromorpha e) Geophilomorpha Geophilomorpha terdiri atas 27 segmen yang mengandung spirakel pada semua kaki. Mereka tidak memiliki mata. Bantalan segmen berbeda dengan kelompok lain, yang hanya memiliki 5, 8, 10 dan 12 segmen yang disertai dengan perubahan bentuk tagmatic. Mereka juga memiliki antena yang berjumlah sekitar 14 tersegmentasi. Kelompok ini mencakup empat family: Mecistocephalidae, Neogeophilidade, Geophilidae dan Linotaeniidae.

Geophilus flavus 3. Kelas Insecta

Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya. a. Ciri-ciri Ciri-ciri Insecta, antara lain: Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut. Kepala dengan satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba. Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit. Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium) Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki. Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni: kaki untuk menggali (anjing tanah), kaki untuk meloncat (belalang), kaki untuk berenang (kumbang air), kaki untuk pengumpul serbuk sari (tawon madu), kaki untuk berjalan (kumbang tanah), kaki untuk memegang (belalang sembah).

Berbagai tipe mulut serangga

Pada setiap mesotoraks (mesothorax) dan metatoraks (metathorax) terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap. Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum. Alat pencernaan terdiri atas : mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus.Sistem saraf tangga tali. Sistem pernafasan dengan sistem trakhea. Sistem peredaran darah terbuka. Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.Tempat hidup di air tawar dan darat. Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dewasa.

Sistem pernapasan insecta

Sistem pencernaan insecta

b. Klasifikasi Berdasarkan ada atau tidaknya sayap, Insecta dibedakan menjadi dua (2) subkelas, yaitu Apterygota (tak bersayap) dan Pterygota (bersayap). Berdasarkan metamorfosisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Hemimetabola dan Holometabola. Berdasarkan ada atau tidaknya sayap, Insecta dibedakan menjadi dua (2) subkelas, yaitu Apterygota (tak bersayap) dan Pterygota (bersayap). Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang.Umumnya berkembang secara ametabola. Contoh hewan kelas ini adalah kutu buku.

Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota.Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota. Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut, dan metamorfosisnya :

a) Orthoptera Memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir.

Kerajaan Filum Kelas Ordo Upaordo Superfamili Famili

: Animalia : Arthopoda : Insecta : Orthoptera : Ensifera : Grylloidea : Gryllidae Bolivar, 1878

b) Hemiptera Memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang. Contohnya walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus).

Klasifikasi Kingdom Phylum Kelas Ordo Famili Genus Spesies c) Homoptera Memiliki dua pasang yang sama panjang.Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus). : Animalia : Arthropoda : Insecta : Hemiptera : Alydidae : Leptocorixa : Acuta

d) Odonata Memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung (Pantala).

Sedangkan Endopterigota dibedakan menjadi : a) Coleptera Memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)

Kutu Gabah b) Hymenoptera

Memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang. Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes).

lebah madu (Apis indica)

c) Diptera Hanya memiliki sepasang sayap.Misalnya nyamuk (culex sp.), nyamuk malaria (Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti), lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis).

d) Lepidoptera

Memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap.Misalnya kupukupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos). Berdasarkan metamorfosisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Hemimetabola dan Holometabola. 1) Hemimetabola Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola, serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut: Telur Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

Daur hidup dari belalang. Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain: a) Archyptera atau Isoptera Ciri-ciri ordo Archyptera:

Metamorfosis tidak sempurna. Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua sayap tipis seperti jaringan. Tipe mulut menggigit. Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di dalam satu spesies terdapat bermacam-macam bentuk dengan tugas yang berbedea. Rayap hidup berkoloni, dalam koloni ini terjadi pembagian tugas kerja, yaitu: o Ratu, yakni laron (rayap betina fertil). Biasanya tubuh gemuk dan tugasnya adalah bertelur. o Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil), tugasnya melestarikan keturunan. o Serdadu, rayap yang bertugas mempertahankan sarang dan koloni dari gangguan hewan lain. o Pekerja, rayap yang bertugas memberi makan ratu dan raja, serta menjaga sarang dari kerusakan. Sifat rayap pekerja dan rayap serdadu bersifat steril.

Perkembangan rayap dari telur sampai dewasa

b) Orthoptera Ciri-ciri ordo Orthoptera:

Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.

Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya. Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur. Tipe mulutnya menggigit.

Contoh : Belalang (Dissostura sp) Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum) Belalang sembah (Stagmomantis sp) Kecoak (Blatta orientalis) Gangsir tanah (Gryllotalpa sp) Jangkrik (Gryllus sp)

Belalang c) Odonata Ciri-ciri Ordo Odonata: Mempunyai dua pasang sayap Tipe mulut mengunyah

Metamorfosis tidak sempurna Terdapat sepasang mata majemuk yang besar Antenanya pendek Larva hidup di air Bersifat karnivora

Contoh : Capung (Aeshna sp) Capung besar (Epiophlebia)

d) Hemiptera Ciri-ciri Hemiptera : Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput. Tipe mulut menusuk dan mengisap Metamorfosis tidak sempurna.

Contoh : Walang sangit (Leptocorixa acuta) Kumbang coklat (Podops vermiculata) Kutu busuk (Eimex lectularius)

Kepinding air (Lethoverus sp)

Walang sangit (Leptocorixa acuta)

e) Homoptera Ciri-ciri Homoptera : Tipe mulut mengisap Mempunyai dua pasang sayap Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan. Metamorfosis tidak sempurna.

Contoh : Tonggeret (Dundubia manifera) Wereng hijau (Nephotetix apicalis) Wereng coklat (Nilapervata lugens) Kutu daun (Aphid sp)

2) Holometabola

Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Dalam daur hidupnya Holometabola, serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut: Telur > Larva (ulat) > Kepompong (pupa) > Hewan dewasa (imago). Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase

perkembangbiakan. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupukupu. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo, yaitu ordo: a) Neuroptera b) Lepidopter c) Diptera d) Coleoptera e) Siphonoptera f) Hymenoptera

a) Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala) Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang uraturatnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva,pupa (kepompong), imago)

Undur-undur b) Ordo Lepidoptera (bersayap sisik) Ciri-ciri ordo Lepidoptera: Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.

Undur-undur Bersayap

Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur larva kepompong (pupa) imago Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: o Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar o Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.

Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.

Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo: a. Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang) Contohnya: Hama kelapa (Hidari irava) Hama daun pisang (Erlonata thrax) Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon) Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

Kingdom: Animalia Phylum: Arthropoda Class: Insecta Order: Lepidoptera Family: Hesperiidae Genus: Erionota Species: E. thrax b. Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam) Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot.

Contohnya: Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Ulat jengkol (Plusia signata) Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

c) Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)

Ciri-ciri ordo Diptera:

Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.

Mengalami metamorfosis sempurna. Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.Contoh: Lalat (Musca domestica) Nyamuk biasa (Culex natigans). Larvanya tegak dengan permukaan air, jika hinggap tidak menungging. Nyamuk Anopheles (vektor penyakit malaria). Larvanya sama rata dengan permukaan air, jika hinggap menungging. Aedes aegypti (inang virus demam berdarah). Larvanya berkedudukan tegak di permukaan air.

Gambar : (a) lalat rumah (b) lalat Tzetze (c) nyamuk kecil (d) nyamuk

Lalat Tzetze

Perbedaan nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes d) Ordo Coleoptera (bersayap perisai) Ciri-ciri ordo Coleoptera: Mempunyai dua pasang sayap. Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput. Mengalami metamorfosis sempurna. Tipe mulut menggigit. Contoh: Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain. Kumbang buas air (Dystisticus marginalis) Kumbang beras (Calandra oryzae)

e) Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal) Ciri-ciri ordo Siphonoptera : Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat.

Mempunyai mata tunggal. Tipe mulut mengisap. Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala dada dan perut tidak jelas). Metamorfosis sempurna. Contoh: Pinjal manusia (Pubex irritans). Pinjal anjing (Ctenocephalus canis). Pinjal kucing (Ctenocephalus felis). Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat menularkan kuman pes / sampar.

Pinjal kucing (Ctenocephalus felis) f) Ordo Hymenoptera (bersayap selaput) Ciri-ciri ordo Hymenoptera : Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput. Tipe mulut menggigit dan menjilat. Contoh:

Apis indica (lebah madu, biasa dipelihara manusia) Apis dorsata (lebah madu yang hidup di lubang kayu) Apis melifera (lebah madu terbesar, biasa disebut lebah gung) Oecophyla smaragdina (semut rangrang)

Lebah dan semut mempunyai sifat polimorfisme, yaitu adanya beberapa bentuk tubuh khusus sesuai dengan tugas yang diemban dalam suatu kehidupan sosial masyarakatnya. Pembagian tugas dalam masyarakat Hymenoptera adalah sebagai berikut : 1. Ratu, hewan betina fertil tugasnya bertelur. 2. Raja, hewan jantan terjadi karena partenogenesis (telur yang tak dibuahi oleh sperma jantan) dan bertugas mengawini ratu. Setelah kawin lebah jantan diusir dari sarang dan kemudian mati. Sementara itu ratu telah menyimpan spermatozoid di dalam spermateka. 3. Pekerja, adalah betina mandul yang berasal dari telur yang dibuahi sperma. Tugasnya menyediakan makanan, memberi makan larva ratu, membuat sarang dan membersihkan sarang.

c. Peranan Insecta dalam Kehidupan Seperti halnya hewan-hewan invertebrata lainnya, insecta pun ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan, diantaranya adalah: a) Insecta yang menguntungkan : Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga. Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera). Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori). Untuk dimakan, misal laron, gangsir dan larva lebah (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman.

Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi kehidupan. b) Beberapa Insecta tanah berperan sebagai traktor alami. Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti tifus, kolera dan disentri oleh lalat dan kecoak. Penyakit demam berdarah dan malaria di sebarkan oleh nyamuk. Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang kelapa, ulat. Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal: Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso. Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk. Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras, kepik. Serangga banyak yang hidup parasit pada ternak maupun ikan. Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang kayu dan rayap.

4. Kelas Pauropoda a. Struktur Tubuh Pauropoda dalam ukuran terkecil memiliki ukuran sekitar 0.5-1.5mm, dengan 8-11 segmen. memiliki sepasang kaki pada setiap segmen tubuh, seperti yang ditemukan di lipan, tetapi sebagian besar segmen tubuh sebagian menyatu di sepanjang bagian belakang secara berpasangan (lihat diagram di sebelah kanan), sehingga dari atas masing-masing segmen jelas tampaknya memiliki dua pasang kaki. Dalam hal ini mereka menyerupai kaki seribu, kecuali bahwa segmen pada kaki seribu telah menjadi benar-benar menyatu. Jadi, Pauropoda adalah semacam panggung 'setengah jalan' antara ekor myriapod leluhur, yang mungkin lebih atau kurang seperti kelabang dengan sepasang kaki pada setiap segmen tubuh, dan kaki seribu yang memiliki dua pasang kaki pada setiap segmen.

Empat segmen tubuh seekor Pauropod Mereka juga memiliki antena bercabang yang unik (lihat gambar bawah) dan pola locomotory khas ditandai dengan ledakan cepat gerakan dan perubahan mendadak sering arah. Pauropods paling kurangnya mata dan sistem trakea.

b. Habitat Di Selandia Baru Pauropoda dapat ditemukan di habitat yang sama seperti arthropoda tanah kecil lainnya, misalnya di sampah daun, di bawah lumut dan batu-batu, di kayu membusuk, atau di bawah kulit kayu yang membusuk. Meskipun hewan-hewan ini tidak jarang, mereka tidak banyak dan distribusi mereka tidak merata. Karena ukurannya yang kecil, Pauropoda tidak mudah untuk diamati. Cara terbaik untuk mengumpulkan mereka adalah dengan menggunakan Berlese (Tullgren). Pauropoda yang telah dikumpulkan dapat diawetkan dalam etanol 75%.

c. Sistem Peredaran Darah Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ transportasi berupa jantung yang panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda terdapat sepasang ostium disetiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung, darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung hemosoel (rongga tubuh yang brperan dalam peredaran darah).

d. Reproduksi Pauropoda memiliki jenis kelamin terpisah. Pada beberapa spesies jantan belum diamati spesies ini dianggap partenogenesis. Pada betina telur dideposit pada substrat. Pembangunan adalah langsung - tahap larva umumnya mirip orang dewasa Pauropoda, selain dari ukuran yang lebih kecil, juga memiliki sedikit jumlah segmen tubuh. e. Makanan Pauropoda diperkirakan memakan jamur tanah, dan membusuk bahan organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Beberapa Pauropoda telah memiliki rahang bawah dan dapat memakan makanan padat.

5. Kelas Symphyla a. Evolusi dan sistematika Para Symphyla tampaknya menjadi kelompok yang sangat tua dan homogen, mungkin monofiletik. Hal ini diketahui dari kedua Dominika dan Baltik kuning. Berlawanan dengan Diplopoda, Chilopoda, dan Pauropoda (subclass lain dalam Myriapoda), yang

Symphyla memiliki anatomi dan morfologi yang sangat beragam. Banyak ilmuwan sekarang mengkategorikan Symphyla sebagai kelas, bukan subclass. b. karakteristik fisik Batang symphylans adalah keputihan, 0,078-0,31 dalam (2-8 mm) panjang, dan memiliki 14 segmen. Kepala berbentuk hatian memiliki sepasang antena moniliform sederhana, tiga pasang mulut, dan sepasang organ postantennal. Ada 12 pasang kaki, dan di dasar kebanyakan mereka adalah kantung jarum piringan hitam dan coxal pendek c. habitat habitat Symphylans di pertanian, gambut, atau tanah sangat basah. Kadang-kadang mereka menembus kedalaman minimal 3,2 kaki (1 m). Kelembaban tampaknya menjadi faktor yang paling penting menentukan distribusi vertikal mereka. d. perilaku Symphylans biasanya hadir dalam jumlah besar. Symphylans mungkin pelari sangat cepat, dan mereka juga cepat menghilang ketika mereka merasa terganggu. Tidak ada yang tahu tentang jenis-jenis perilaku sosial dan komunikasi. e. Makanan Sebagian besar spesies symphylan mungkin omnivora, tapi sumber makanan utama adalah hifa jamur dan akar segar. f. Reproduksi Jenis kelamin terpisah, dan gonopore berpasangan terbuka keluar pada pasangan keempat kaki. Dua ginjal berbentuk piring sekitar gonopore mengidentifikasi laki-laki dewasa. Pemupukan di-langsung; para mitra tidak datang dalam kontak dengan satu sama lain. Telur mutiara putih memiliki diameter sekitar 0,011 dalam (0,3 mm) dan disimpan dalam massa 4-25. Para larva pertama di bintang-memiliki enam atau tujuh pasang kaki dan sangat aktif. Para larva instar kedua memiliki delapan pasang kaki, kemudian ikuti tahap dengan sembilan, 10, dan 11 pasang kaki sebelum tahap dewasa dengan 12 pasang kaki tercapai.

Akhyar,M. Salman. 2004. BIOLOGI untuk SMA Kelas 1(KelasX) Semester2. Bandung : Grafindo Media Pratama. Brotowijoyo Mukayat Djarubito, Zoologi dasar (Jakarta : Erlangga, 1989) http://myaluzz.wordpress.com/2010/01/16/annelida/ Jutje Lahay , dkk, Zoologi Invertebrata (Makassar : Universitas Negeri Kastawi, Yusuf.dkk. 2003. Zoologi Avertebrata. Jica: Malang. Kimball John, Biologi (Jakarta : Erlangga, 1999) Neil Campbell, Biologi (Jakarta : Erlangga, 2002) Oemarjati, Boen S dan Wisnu Wardhana. 1990. Taksonomi Avertebrata

Pengantar Praktikum

Laboratorium. UI Press: Jakarta.

Radiopetra, Zoologi (Jakarta : Erlangga, 1983), Tim Ganesha Operation. 2004. Instan Biologi SMA.Erlangga: Jakarta.