You are on page 1of 8

SAMPAH PLASTIK MENJADI BBM Muhammad fuad

1. Sari (abstrak)
Meningkatnya harga BBM, semakin memberatkan sentra produksi perkebunan karet yang berkaitan dengan semakin membekaknya biaya produksi pengolahan karet. Banyaknya limbah buangan pertanian di sekitar perkebunan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif pembuatan gas dari biomassa tersebut , yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit energi listrik menggantikan BBM . Proses gasifikasi atau metoda pirolisis adalah salah satu cara yang dipakai untuk mengolah limbah pertanian menggunakan suhu relatif tinggi. Produk hasil pirolisis limbah pertanian sebagian besar merupakan gas dan arang serta sedikit cairan distilat.

2.Pendahuluan
Sampai saat ini, sumber energi dari minyak masih menjadi sumber energi utama dunia yang sangat strategis. Melonjaknya harga minyak dipasaran Internasional serta semakin menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia, akan menimbulkan dampak yang sangat serius bagi perekonomian negara . Oleh sebab itu dengan semakin terbatasnya jaminan pasokan energi minyak ini, semua fihak dituntut untuk lebih menghemat pemakaian energi, dan yang lebih penting lagi mencari solusi dalam upaya mengembangkan energi alternatif sebagai upaya diversifikasi energi bahan bakar fosil. Salah satu bahan baku potensial yang bisa dikembangkan dalam usaha diversifikasi energi adalah limbah bahan pertanian . Banyak manfaat yang diperoleh dari upaya pengolahan limbah pertanian , misalnya, selain dapat menghasilkan gas sebagai bahan bakar energi listrik , disisi lain pemakaian energi dari minyak dapat dihemat . Selain itu, ketersediaan bahan baku limbah pertanian yang sangat besar di Indonesia. Karena Indonesia negara yang kaya akan sumber daya alam. Pengembangan sumber energi dapat diperbaharui, termasuk biomassa, merupakan fundamental bagi kesinambungan ketersediaan energi masa depan. Biomassa dapat memainkan peranan penting sebagai sumber energi yang dapat diperbaharui, yang berfungsi sebagai penyedia sumber karbon untuk energi, yang dengan menggunakan teknologi modern dalam pengkonversiannya dapat menjaga emisi pada tingkat yang rendah. Di samping itu, penggunaan energi biomassa pun dapat mendorong percepatan rehabilitasi lahan terdegradasi dan perlindungan tata air. Secara general, keragaman sumber biomassa dan sifatnya yang dapat diperbaharui dapat berperan sebagai pengaman energi di masa mendatang sekaligus berperan dalam konservasi keanekaragaman hayati. Biomassa dapat digunakan untuk menyediakan berbagai vektor energi, baik panas, listrik atau bahan bakar kendaraan. Namun demikian, energi biomassa dapat berasal dari berbagai sumber daya dan mungkin juga rute konversi yang beragam, sehingga dapat menimbulkan pemahaman yang kompleks dalam implikasinya. Sejumlah isu memerlukan klarifikasi dalam rangka memahami potensi biomass sebagai sumber energi yang berkesinambungan: mengenai sumber daya dan ketersediaannya, aspek logistik, biaya-biaya rantai bahan baker, dan dampaknya terhadap
1

lingkungan. Di sisi lain juga timbul pertanyaan berapa kuantitas residu yang dapat digunakan dari suatu sumber biomassa, dimana dan bagaimana harus dikembangkan, apa dan bagaimana kebutuhan infrastruktur harus dipenuhi, kesemuanya memerlukan pertimbangan yang seksama. Penggunaan bahan bakar biomassa atau kayu sebagai bahan pensubstitusi bahan bakar fosil merupakan salah satu peranan penting hutan. FAO mengestimasi bahwa penggunaan biomassa di negara berkembang berkontribusi sekitar 15% dari total biaya energi yang diperlukan [2]. Pada tahun 2000, sekitar 18,4 GW energi biomassa telah diinstalasi di negara-negara anggota OECD (Organization for Economic Co-operation and Development), yang terdiri dari negaranegara di Amerika Utara, Europa dan Pasifik [4]. Amerika Serikat mendominasi 7.4 GW, salah satunya dikembangkan di Wisconsin oleh Northern States Power Co. dengan kapasitas 75 MW. Finlandia merupakan negara yang memiliki instalasi energi biomassa terbanyak dengan proporsi sekitar 8% dari total negara-negara anggota OECD. Dengan luas areal dan potensi hutan yang jauh lebih besar dari Finlandia (24.4 juta ha), Indonesia memiliki prospek pengembangan energi biomassa yang potensial dan kompetitif.

3. Perumusan Masalah
Limbah pertanian sebagai sumber energi dari Biomassa belum dimanfaatkan secara optimal. Kendala yang biasa terjadi dalam pemanfaatan energi ini adalah masalah efisiensi alat reaktor yang digunakan. Efisiensi alat umumnya sangat rendah yakni 20%. Beberapa hal yang berpengaruh pada sistem gasifikasi limbah pertanian adalah jenis limbah pertanian , kandungan air , suhu pemanasan dan lamanya pemanasan . Pada penelitian ini akan diteliti limbah perkebunan karet berupa kayu tak terpakai. Bahan ini akan dilakukan proses gasifikasi dengan variabel suhu tertentu dan lamanya pemanasan. Untuk setiap variabel suhu dan waktu pemanasan pada datanya dihitung berdasarkan metoda linear regresi untuk melihat trend dari hasil masing masing pengaruh pemanasan dan lamanya pemanasan. Untuk analisa bahan pertanian, di percayakan pada peneliti diperkebunan di lembaga riset yang telah ditunjuk. Sedangkan analisa produk gas dan cairan akan dilakukan di Lemigas dan juga lembaga riset tekstil bandung. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan alternatif pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku pembuatan gas untuk digunakan sebagai energi listrik, untuk mengurangi pemakaian energi dari minyak dan mengurangi emisi gas CO2 yang biasa terjadi pada pembakaaran sisa buangan pertanian .serta dapat menemukan kondisi optimal proses gasifikasi limbah pertanian khususnya kayu buangan pohon karet. 4. Metodologi Penelitian dilakukan dengan membuat alat reaktor gasifikasi pada skala laboratorium di Lemigas Reaktor gasifikasi berbentuk silinder dengan tinggi 70 cm dan diameter 20 cm. Reaktor terbuat dari stainless steel dengan dilengkapi pengukur suhu dan aliran gas secara elektronik (flow anad temperature control). Sebagai pemanas dipakai elemen pemanas yang mampu mencapai suhu 800 C Sebagai gas fuidisasi dipakai gas nitrogen. 550,600,650 700,750 C. Reaktor dilengkapi dengan pendingin (kondensor) dan penampung distilat. Sedangkan gas yang tidak terkondensasi ditampung pada tabung Teflon 1 liter. Gas yang diperoleh diukur jumlahnya dan dianalisa gasnya memakai kromatografi gas. Gas C1-c4 dianalisa menggunakan GCD Kromatografi dengan kolom gelas 2.2 m x 6mm dengan 80-100 mm mesh n-oktana Porasil C dengan detektor ionisasi .Hidrogen , CO, Nirogen,dan Oksigen, dianalisa dengan Kromatografi Pye 204 dengan kolom

stainlees steel ukuran 1.8m x 6 mm. Gas CO2 dianalisa dengan Kromatografi Gow Mac kolom paket 100-120 mesh berisi silika gel dengan detektoe konduktifitas termal. Cairan distilat yang diperoleh dianalisa susunan kimianya dengan kromatografi liquid kolom paket 10 x 1 cm berisi silika. Sebelumnya sampel dipanaskan sampai 105 C selama 2 jam. 5.Rancangan (design) riset Penelitian disesuaikan dengan kontur perkebunan karet dan sistem peralatan pada pengolahan karet, dimana proses pengolahannya membutuhkan pasokan listrik berbahan bakar minyak yang tidak sedikit. Dengan semakin tingginya harga BBM, hal ini akan berpengaruh besar terhadap tingkat kinerja proses pengolahan karet yang berkaitan dengan biaya proses produksi. Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan pasokan listrik dapat ditopang oleh sistem turbin listrik yang digerakkan oleh gas yang dihasilkan dengan memannfaatkan limbah pertanian karet sebagai bahan bakunya menggantikan peralatan berbahan bakar minyak. Penelitian proses pirolisis sebenarnya relatif sederhana karena hanya terdiri dari alat reaktor, kondensor dan penampung distilat.Kondisi tekanan yang dipakai pun pada tekanan atmosfir. Jadi praktis hanya melibatkan suhu pemanasan dan waktu pemanasan . Metoda gasifikasi /pirolisis, sebenarnya metoda sudah cukup lama dikembangkan diarea yang memiliki limbah pertanian yang cukup banyak. Hanya saja , mengingat baru saat ini dirasakan energi minyak sangat mahal, metoda ini kembali mendapat perhatian untuk dijadikan upaya pencarian energi alternatif pengganti energi minyak. Kendala yang dihadapi pada penelitian ini, terletak pada lokasi penelitian yang jauh dari perkebunan. Pertimbangan penelitian dilakukan di Jakarta , kalau penelitian dilakukan di lokasi perkebunan, akan sulit dilakukan analisa produk gas yang dihasilkan. Karena gas sifatnya sangat rentan akan kondisi lingkungan,sehingga harus secepatnya dilakukan analisa, untuk menghindari kontaminasi dan kebocoran. Sementara itu peralatan analisa lengkap dan akurat mengenai produk gas dan cairan distilat hanya mungkin dilakukan di Jakarta. Kendala lainnya pada adaptasi modifikasi peralatan yang tadinya memakai BBM dikonversi menjadi bahan bakar gas hasil limbah perkebunan. 6. Hasil yang diharapkan Pengolahan limbah pertanian ini metoda /gasifikasi pirolisis diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu cara yang potensial dalam mencari produk energi alternatif yang dapat mengurangi pemakaian energi minyak dari bahan bakar fosil serta mengurangi emisi gas co2 dari pembakaran dari limbah ini. Khususnya bila dikaitkan dengan penghematan pemakain energi minyak dan biaya produksi pengolahan karet di perkebunan.

7. Tatawaktu Penelitian
Tabel 2. Tatawaktu Pelaksanaan Penelitian Tahapan Pekerjaan 1. 2. Penyiapan bahan Baku/kimia Analisa sifat fisik/ kimia bahan baku limbah pertanian Perancangan/pembu atan Alat Pirolisis Percobaan Pendahuluan Pelaksanaan Penelitian Analisa minyak Distilat Analisa produk gas Analisis data & pembuatan laporan Bulan 1-2 Bulan 3-4 Bulan Bulan 5-6 7-8 Bulan 9-10 Bulan 11-12

4. 5. 6 7. 8.

VII. Tenaga Pelaksana


Tabel 1. Tenaga Pelaksana Penelitian
No Nama Lengkap Pendidikan Keahlian Gol. Prof. Alokasi Waktu (jam/ bulan) 100 PengalaUnit Kerja man Litbang Penelitian Lab. sampah Pemisahan , plastik Proses BBM Lab. Proses Pemisahan , Distilasi Proses Peneliti Kel.Separasi produk , Proses minyak bumi. Lab. Pemisahan Proses pengolahan &blending

1.

S1, fak.Teknologi Industri , Muhammad Fuad, ST jur.Teknik Kimia, UPNVeteran Yogyakarta Sayurandi , S.Si S1, Fak. MIPA, jur.Kimia

Proses Kimia

D2

2.

Peneliti

D2

60

3.

Sigit , S.Si

S1, MIPA UGM jurusan Biologi, Australia Sekolah Tinggi Tekstil , Bandung

Bioteknolo A9 gi

20

4.

Asep Erwin Hidayat, S.Tek.

Analisa Limbah

A1

60

VIII. Anggaran
A. Biaya Tabel 3. Rekapitulasi Biaya Penelitian No 1. 2. 3. 4. 5. Uraian Gaji /Upah Bahan Perjalanan Peralatan Mesin Lain-lain Jumlah, Rp.
38.000.000 11.930.000 2.200.000 30.000.000 6.080.000

Jumlah

88.210.000

B. Rincian Biaya (a). Gaji Upah Tabel 4 Rincian Biaya Gajih Upah
No 1. 2. 3. 4 Tenaga Pelaksana Muhammad Fuad ,ST Sayurandi , S.Si Sigit, S.Si Asep Erwin Hidayat St. Kualifikasi Peneliti Teknisi/ Peneliti Peneliti peneliti Gol. Prof. D2 D2 D2 D2 Alokasi Waktu/ OB 8 bulan 5 bulan 3 bulan 5 bulan Honor/ Bulan (Rp.) 2.000.00 0 2.000.00 0 1.500.00 0 1.500.00 0 Jumlah : Jumlah, Rp. 16.000.000 10.000.000 4.500.000 7.500.000 38.000.000

(b).Bahan Tabel 5. Rincian Biaya Bahan


No Uraian Bahan Volume/ Satuan 100 kg 50 lt 320 kg 3 buah 10 buah 10 meter 40 lt 10 buah 10 buah 50 kg Harga Satuan (Rp) 5.000/kg 22.000/lt 7.000/kg 800.000/buah 40.000/unit 90.000/meter 3.500/lt 200.000/bh 150.000/bh 15.000/kg Jumlah. Rp. 500.000 1.100.000 2.240.000 2.400.000 400.000 900.000 140.000 2.000.000 1.500.000 750.000 11.930.000

1. Bahan baku pertanian 2. Aseton 3. Dry ice 4. High vacuum grease 5. Jerigen @20 lt 6. Selang Rodensteel 3/8 7. Kerosin 8. Botol 2 lt 9 Botol 1 lt 10. Kain majun Jumlah

(c). Perjalanan Dinas Tabel 6. Rincian Biaya Perjalanan Dinas


NO 1. 2. TUJUAN KOTA Palembang Bandung PELAKSANA KEGIATAN Analisa bahan plastik Rekayasa alat HOK (Hari x Org x Kerja) 3X1X3 3 X1 X3 Biaya. Rp. 1.200.000 1.000.000

Jumlah

2.200.000

(d).Lain-lain Tabel 7. Rincian Biaya Lain-lain


No 1. Uraian Kegiatan Volume (Kuantitas) 2 X angkut 4 X angkut 2 X angkut 2 rim 1 buah 3 x pengujian Harga Satuan (Rp) 2.000.000 100.000 100.000 40.000 300.000 5.000.000 Jumlah. Rp. 4.000.000 400.000 200.000 80.000 300.000 15.500.000 6.080.000

Biaya angkut bahan baku plastik 2. Biaya angkut dry ice Biaya angkut Kerosin & 3. aseton 4. Kertas A4 5. USB Flasc disc Biaya Analisa bahan baku, 6. produk gas, cairan Jumlah

Keterangan:
OB HOK Gol. Prof. = = = Orang per Bulan Hari Orang Kerja Golongan Profesional LEMIGAS mengacu pada Daftar Tarif Imbalan Jasa teknologi PPPTMGB LEMIGAS Kep. Kapus No. 128.K/06/BLM/2001 tanggal 24 Oktober 2001

13. Daftar Pustaka - Agra, I.B., 1977, Pirolisa Sekam Padi Secara
Kontinue, PPPT-UGM, Yogyakarta 1977.

- Dety,S., Penanganan Sampah Plastik, hlm.1-30,


PDII-LIPI, Jakarta, 1992

- Ledner, M., Plastic Waste Recovery of Economic


Value, Marcel Decker,Inc, 1981

- Madorsky, J.L., Thermal Degradation of organic


Polymer, Willey Intersience, New York, 1964

- Rieber, M, International Plastic Flammability


Handbook, McMillan Publishing, New York, 1956

- Subramaniam, M., Emerging Technologies In


Plastic Recycling, American Chemical Society, Washington D.C, 1992

- William , Paul. T, dan William Elizabeth, A,


Fluidized Bed Pyrolysis of low Density Polyethylene to Produce Petrochemical Feedstock, Journal of Anaytical and applied Pyrolysis 51 (1999) 107-126, Dept., of Fuel and Energy, The University of Leeds, Leeds,