You are on page 1of 1

ABSTRAK

Sampah pada saat ini menjadi sebuah permasalahan yang dibicarakan di semua belahan dunia. Hal ini sangat wajar karena sampah memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia, lingkungan, sosial dan ekonomi, meningkatnya volume sampah diantaranya disebabkan oleh meningkatnya populasi serta aktifitas manusia. Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan sampah yang digunakan dalam tugas akhir ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 193964-1994, dengan lama pengambilan sampel sampah selama delapan hari berturutturut dan pada waktu yang bersamaan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan diperoleh volume sampah yang dihasilkan sebesar 77,48 m3 per hari. Penghasil sampah terbesar adalah Fakultas Pertanian dengan volume sampahnya yaitu 40,28 m3 per hari, sedangkan penghasil sampah terendah adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan volume sampah sebesar 0,26 m3 per hari. Sudah saatnya pengelolaan sampah di USU diterapkan dengan baik.

Dalam pemasalahan sampah yang terdapat pada lokasi penelitan ini dibutuhkan sebuah konsep pengelolaan sampah yang berupa pemetaan potensi sampah itu sendiri dan adanya sebuah kebijakan dari pihak kampus. Untuk sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kompos sedangkan sampah anorganik bisa dimanfaatkan untuk dibuat kerajinan ataupun dijual kepengepul sampah. Dengan demikian, sampah bukan lagi merupakan barang yang tidak bisa dimanfaatkan namun memiliki potensi ekonomi yang dapat diperoleh dalam pemanfaatan sampah itu sendiri. Untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang kebersihan, maka dibutuhkan perbaikan sarana dan prasarana persampahan yang menyeluruh, kerjasama antara berbagai pihak baik Pemko Medan, Biro Rektor, Fakultas dan penduduk kampus demi terciptanya USU sebagai kampus yang bersih, indah, dan sehat.

Kata kunci: sampah, volume sampah, pengelolaan sampah.

Universitas Sumatera Utara