You are on page 1of 39

PERAN TEKNIK SIPIL DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BERBASIS KEPULAUAN

SUYUTI TERNATE,02 NOPEMBER 2010

FKMTSI WILAYAH REGIONAL VI, WILAYAH XIV

GEMPA DAN TANAH LONGSOR


PERCEPATAN HORISONTAL, GROUND MOTION; PERCEPATAN ARAH VERTIKAL; ENERGI GEMPA ; DAMPAK TERHADAP INFRASTRUKTUR; KUAT GESER MENURUN; BERAT VOLUME MENINGKAT.

GEMPA TEKTONIK, UNDER GROUND; GEMPA VULKANIK; LONGSORAN BATUAN PADA LERENG; TANAH LONGSOR; BANJIR BANDAN.

GEMPA DAN TSUNAMI ACEH (2004), 9,2 SR; GEMPA NIAS (2005); GEMPA PADANG; GEMPA JOGJAKARTA; GEMPA NUSA TENGGARA; GEMPA IRIAN JAYA/PAPUA; GEMPA MALUKU, TUAL; GEMPA GORONTALO (2009); GEMPA MALUKU UTARA (2010); TANAH LONGSOR/BANJIR BANDAN WASIOR; GEMPA TSUNAMI MENTAWAI (2010); GEMPA VULAKANIK SLEMAN, JOGJAKARTA (2010)

ENERGI GEMPA :
Log E = 11,40 + 1,5 R Percepatan muka tanah: Matuschka, 1980 : a = 119. e0,81.R. (H + 25) -1,15

Contoh, Gempa berkekuatan 5,6 SR menerpa kawasan Ambon

a (cm/det2) D (KM) H (KM)

RICHTER, R

GEMPA PADANG

RUSAK RINGAN

RUSAK BERAT

KERUSAKAN BANGUNAN, 100%

RUSAK TOTAL/ ABRUK

KONSEP KEANDALANAN STRUKTUR; GEMPA DALAM KONSTRUKSI; MEKANISME KOMPONEN STRUKTUR; PERKUATAN TANAH LERENG/TEKNOLOGI; LIQUIFAKSI TANAH; PERKUATAN TANAH LUNAK (MEKANIS/KIMIAWI).

AWAN PANAS, BANJIR LAHAR; LELEHAN LAVA; ENERGI GEMPA.

GANGGUAN PERMUKAAN TANAH; CURAH HUJAN YANG TINGGI; KEKUATAN GESER TANAH; ALIRAN AIR TIDAK TERRKONTROL/ MELIMPAH.

TEKNOLOGI PENGENDALIAN LONGSOR.

PERKUATAN VEGETASI :
1. MENANAM TANAMAN; 2. MENANAM SEMAK; 3. MENANAM RUMPUT.

KUAT GESER TANAH:

= c + ntan
dimana : Peningkatan kohesi c sudut gesek dalam tanah,

TANAMAN
SEMAK

RUMPUT

MEMBUAT DRAINASE; BANGUNAN TERJUNAN AIR: BANGUNAN PENAHAN MATERIAL (BRONJONG, PENGUAT LERENG, TRAP, DAM PENGENDALI.

SALURAN PEMBUANG

BAHAN LOKAL

BANGUNAN PENERJUN

PENGUAT LERENG

TRAF BATU ALAM

BANGUNAN PENGEDALI BANJIR

GONCANGAN GEMPA; TANAH GRANULER, JENUH AIR; KENAIKAN TEKANAN AIR PORI; MENURUNNYA KAPASITAS DUKUNG TANAH
Persamaan Tekanan Efektif : = t - u

TEKNIK PERKUATAN KAPASITAS DUKUNG TANAH; KETAHANAN STRUKTUR TERHADAP LIQUIFAKSI;

KERUSAKAN DINDING PENAHAN TANAH DAN PENYEBARAN LATERAL.

PERGESERAN LATERAL DINDING DERMAGA PELABUHAN, KOBE, 1995

MENYEBABKAN PENYEBARAN LATERAL 1,2 2,0 M, PERMUKAAN ASPAL AMBRUK KOBE, 1995

LIQUIFAKSI SERING MENYEBABKAN JEMBATAN YANG MENYEBERANGI SUNGAI

Dinding Dermaga rusak dan fasilitas di pelabuhan. Mendorong dinding luar 3 sampai 4 meter. Kobe 1995

HILANGNYA KEKUATAN DUKUNG TANAH;

NIIGATA JAPAN, 1964

SAN FRANSISCO, 1906

Tanah terliquifaksi dan kehilangan kemampuannya untuk mendukung struktur

PENYEBARAN LATERAL

GRANADA HILL, 1994

LOMA PRIETA, 1989

Lapisan tanah bergeser ke bawah lereng yang sangat lembut atau terhadap dasar sungai naik di atas Liquifaksi.

VIBROFLOATING:
Vibroflotation penggunaan probe bergetar yang dapat menembus tanah granular sampai kedalaman lebih dari 35 m. Getaran probe menyebabkan struktur butir runtuh sehingga terpadatkan tanah sekitar probe. Untuk pencegahan area tanah berpotensi terliquifaksi, vibrofloat dinaikkan dan diturunkan dalam pola grid.

DINAMICS COMPACTIONS
Densifikasi oleh pemadatan dinamis dilaksanakan dengan menjatuhkan beban berat dari baja atau beton dalam pola grid dari ketinggian 30 sampai 100 ft Ini memberikan cara yang ekonomis untuk meningkatkan tanah untuk mitigasi bahaya likuifaksi. Likuifaksi lokal dapat dimulai di bawah titik drop sehingga memudahkan untuk

COMPACTION PILES
Cara efektif meningkatkan tanah. Pemadatan biasanya terbuat dari Pratekan beton atau kayu. Instalasi tiang kedua pemadatan Densifies dan memperkuat tanah. Pemadatan tiang-tiang s.d kedalaman 60 ft

ASPEK PONDASI DANGKAL


Elemen pondasi dangkal terikat Bersama untuk membuat pondasi bergerak bersamaan, sehingga menurunkan jumlah gaya geser mendorong dalam elemen struktur bertumpuh pada pondasi.

DEEP FOUNDATION ASPECTS

Liquifaksi menyebabkan beban lateral yang besar pada tiang pondasi. Pemancangan tiang melalui lapisan, lunak berpotensi liquefiable, tanah untuk lapisan yang lebih kuat tidak hanya membawa vertikal, tetapi juga harus mampu menahan beban horizontal dan momen lentur yang disebabkan oleh gerakan lateral.

Qu = Qs + Qb - Wp
dimana : Qs = perlawanan gesek tiang; Qb = perlawanan ujung tiang: WP = berat tiang.

INDONESIA TERMASUK WILAYAH RAWAN GEMPA. PERLU MEMPERHATIKAN PENGARUH GEMPA TERHADAP KEGAGALAN STRUKTUR; PERKUATAN VEGETASI DAN MEKANIS UNTUK MENINGKATKAN PARAMETER TEGANGAN GESER TANAH; PERLU MEMPERHITUNGAN POTENSI LIQUIFAKSI ANTISIPASI KEGAGALAN SUB STRUKTUR PADA WILAYAH PESISIR; PERKUATAN PARAMETER LAPISAN TANAH UNTUK ANTISIPASI LIQUIFAKSI; KEGAGALAN STRUKTUR DIPERKUAT DENGAN TIANG-TIANG PENDUKUNG.

SEKIAN,