You are on page 1of 4

Antibiotik Sebagai Antisipasi Masalah Jerawat

B
mereka.

anyak, remaja

bahkan

mungkin

90%

laki-laki

maupun

perempuan mengeluhkan tentang

masalah jerawat yang muncul pada wajah Jerawat merupakan salah satu

penyakit kulit yang umum diderita seseorang pada masa-masa remaja. Jerawat dapat dipicu oleh perubahan hormonal yag merangsang kelenjar minyak di kulit, juga dapat dipicu oleh penggunaan pil KB, masa menstruasi, kehamilan, dan stres. Penyakit kulit yang satu ini memang menimbulkan masalah bila tidak diobati dengan segera. Pemakaian antibiotik jerawat menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan oleh para remaja untuk mengatasi masalah ini. Karena banyaknya penderita penyakit jerawat ini, maka banyak pula perusahaanperusahaan obat dan kosmetik, menciptakan produk-produk yang berfungsi untuk mengatasi masalah jerawat tersebut. Tetapi terkadang penggunaan produk antibiotik jerawat dapat memberi efek ketergantungan pada pemakainya, sehingga disarankan untuk mengobati jerawat dengan resep dokter yang berpengalaman.

Penyebab Terjadinya Jerawat


Penyebab terjadinya jerawat/jerawatan dapat disebabkan oleh beberapa hal yang mungkin belum anda ketahui. Berikut ini beberapa contoh penyebab jerawat, yaitu :

Perubahan Metabolisme Dalam Tubuh. Jerawat termasuk penyakit kulit yang bisa diderita oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan yang biasanya muncul pada usia-usia remaja. Karena disebabkan oleh perubahan metabolisme dalam tubuh seperti hormon androgen. Hormon

androgen berfungsi untuk mengatur jumlah minyak yang diproduksi oleh tubuh. Produksi minyak yang berlebihan pada area wajah dapat menyebabkan mudahnya jerawat tumbuh.

Bakteri pada Permukaan Kulit. Peran antibiotik disini yang digunakan untuk mencegah penyebaran bakteri pada jerawat. Bakteri ini disebut Propionibacterium acnes. Bakteri tersebut menyerang kulit yang akhirnya menyebabkan jerawat bernanah dan radang pada kulit wajah.

Jenis-Jenis Antibiotik Untuk Jerawat


Penggunaan obat-obatan atau antibiotik untuk jerawat sebenarnya kurang dianjurkan untuk mengatasi masalah penyakit kulit ini. Dikarenakan dapat memberi efek samping, yang mungkin berupa efek ketergantungan pada obat-obatan tersebut. Sehingga bila tidak menggunakan obat anti jerawat tersebut akan menyebabkan tumbuhnya banyak jerawat pada kulit wajah. Oleh karena itu disarankan untuk diperiksakan kepada dokter yang berpengalaman, sehingga dapat mengatasi masalah jerawat dengan tepat. Berikut ini merupakan beberapa jenis antibiotik jerawat yang umum digunakan, yaitu :

Antibiotik jearawat yang digunakan dengan cara dioleskan. Antibiotik ini digunakan dengan cara dioleskan pada permukaan kulit yang berjerawat. Cara olesan seperti ini banyak digunakan karena lebih praktis dan mudah. Salah satu antibiotik jerawat ini adalah clindamicyn, yang berupa salep yang sering digunakan.

Antibiotik jerawat yang diminum. Antibiotik ini jarang digunakan, karena selain harus meminum obat juga konsumsi antibiotik ini harus dengan

resep antibiotik yang adalah

dokter. Karena banyak efek samping yang ditimbulkan oleh diminum. Antibiotik yang penggunaanya dengan diminum tetracyline.

Efek samping penggunaan antibiotik untuk jerawat


Antibiotik untuk jerawat tentu terdapat efek samping yang dihasilkan oleh karena penggunaanya. Sebagai contoh penggunaan antibiotik oles dapat menyebabkan iritasi pada kulit, menimbulkan bercak-bercak merah, dan rasa gatal di kulit wajah. Juga dengan penggunaan antibiotik kebanyakan akan menimbulkan efek ketergantungan pada antibiotik tersebut.

Sumber : www.anneahira.com/antibiotik-jerawat.htm

Nama : Syaiful Anwar NIM Kelas : 11300067 : A.3.2