You are on page 1of 21

kelompok 2 : M.

Taufik Nugraha Nurul Fitriani Sumy Kustinah

Kesehatan kerja adalah upaya untuk menjamin

keutuhan dan kesempurnaan, yang meliputi tenaga kerja


baik jasmani maupun rohani dan hasil karya dan budaya menuju masy adil, makmur dan sejahtera. Upaya kesehatan kerja adalah upaya penyerasian kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun lingkungan agar diperoleh

produktifitas kerja yang optimal.

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa. Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja, mengingat resiko bahayanya adalah penerapan teknologi, terutaman teknologi yang sudah maju dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja

1) beban kerja : fisik, mental

2) lingkungan kerja : fisik, kimia, biologi,


ergonomi, psikologi 3) kapasitas kerja : ketrampilan, kesegaran jasmani, status kesehatan, usia,

Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan


baik fisik, mental maupun

kerja masyarakat pekerja di semua lapangan kerja setinggi-tingginya

kesejahteraan sosialnya.
Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien Menjamin proses produksi berjalan lancar

A Pengkajian
1. Inti (core) a. Histori Kapan mulai bekerja Usia mulai bekerja Alasan bekerja Pengalaman pekerja

b. Demografi

Distribusi pekerja berdasarkan jenis kelamin,


usia, pendidikan, jenis pendidikan, kecelakaan

kerja, keamitian akibat kerja jumlah tanggungan,


pekerjaan sampingan pekerja, kebiasaan pekerja, jenis olahraga

2.

Subsistem a. b. c. d. e. f. Lingkungan fisik Pendidikan Keamanan dan transportasi Politik dan pemerintahan Pelayanan umum dan kesehatan Komunikasi

g.
h.

Ekonomi
Rekreasi

a. Analisa maslah berdasarkan Prioritas :


Masalah (aktual, resiko, potensial) Ketersediaan sarana

Kemauan pekerja dan keluarga


Kemauan perusahaan b. Analisa masalah berdasarkan data fokus, :

Kecelakaan kerja yg sering terjadi


Perilaku yg tidak sehat Lingkungan yg tidak sehat

Penyakit akibat kerja

1. Resiko

peningkatan

penyakit

akibat

kerja

berhubungan dengan kurang pengetahuan pekerja dan pemilik usaha tentang standar keselamatan dan kesehatan kerja, dan tidak menggunakan APD. 2. Risiko gangguan pernapasan pada pekerja

berhubungan dengan tingkat pengamanan pekerja


yang rendah dan paparan debu dalam jangka waktu yang lama.

Menggunkan skoring : Dx 1 Sasaran :Setelah tindakan keperawatan selama 3

minggu diharapkan pekerja terhindar dari kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pekerja dan pemilik usaha mengenai standar kesehatan dan keselamatan kerja dan risiko tidak menggunakan APD

Tujuan : Tujuan jangka panjang: tidak terjadi peningkatan PAK Tujuan jangka pendek : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 minggu : 1.meningkatnya pengetahuan pekerja tentang keamanan saat bekerja dengan menggunakan APD 2. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 minggu: Pengetahuan pemilik usaha dan pekerja mengenai alat pelindung diri (APD)

3 .Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 minggu : pemilik usaha dan pekerja termotivasi untuk memakai APD yang melindungi pekerja
4. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 minggu : pemilik dan pekerja mau mengadakan kerjasama dengan perusahaan APD

1.Penyuluhan kesehatan pada pemilik usaha dan pekerja 2. Penyuluhan kesehatan tentang APD 3. melakukan teknik motivasi dan menjadi konselor untuk pemilihan alat 4. Melakukan kerja sama dengan perusahaan APD dan pemilik membuat aturan penggunaan APD

1. - Pemaparan materi pada pemilik usaha dan pekerja mengenai berbagai kecelakaan kerja - Pemaparan materi pada pemilik usaha dan pekerja mengenai risiko yang bisa terjadi akibat tidak menggunakan APD 2. - Pemaparan materi mengenai manfaat APD dan macam-macamnya - Pengenalan alat yang digunakan untuk melindungi pekerja - Memasang poster tentang akibat yang ditimbulkan jika tidak menggunakan APD

- Menyebar leaflet tentang pentingnya APD dan bahaya tidak menggunakan APD 3. - Mempraktikan cara penggunaan APD langsung oleh anggota perusahaan. -Memotivasi pemilik usaha dan pekerja berkenaan penggunaan APD 4.Bersama berdiskusi tentang pemilihan APD -Mengajak pemilik usaha untuk membina hubungan kemitraan dengan penyedia APD dan pihak puskesmas. -Mempromosikan penggunaan APD kepada karyawan. -Pemilik membuat peraturan bagi para karyawannya untuk wajib menggunakan APD

1. -Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan - Mahasiswa - Materi tentang kecelakaan kerja 2. -Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan. -Mahasiswa -Materi tentang APD 3. -Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan - mahasiswa 4. -Pemilik perusahaan APD - mahasiswa

Tempat : Di tempat kerja Waktu : 1. Hari Sabtu minggu pertama setelah jam 11.00 2. Hari Sabtu minggu kedua setelah jam 10.00 3. Hari Sabtu minggu ketiga setelah jam 11.00 4 . Hari Sabtu dan minggu setelah jam 11.00 Kriteria : 1.Respon verbal 2.Respon verbal dan kognitif 3.Respon verbal dan psikomotor 4.Respon verbal dan psikomotor

1. -Pemilik usaha dan pekerja dapat menyebutkan kembali 3 dari 4 kecelakaan kerja -pemilik usaha dan pekerja menyebutkan kembali apa yang dimaksud dengan kecelakaan kerja. -pemilik usaha dan pekerja menyebutkan kembali 4 dari 7 resiko masalah kesehatan akibat kecelakaan kerja

2. Pemilik usaha dan pekerja menyebutkan kembali 4 dari 5 jenis-jenis APD yang telah di kenalkan penyuluh. 3.- Pemilik usaha, para pekerja beserta petugas kesehatan dan mahasiswa mendiskusikan temtang APD - pemilik usaha memutuskan untuk menggunakan APD 4.- Pemilik mau mengadakan kerjasama dengan perusahaan APD -Pemilik mampu mengajak pekerja untuk menggunakan APD -Pemilik mampu membuat peraturan penggun aan APD -Pekerja mau mematuhi aturan yang sudah dibuat

1. Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan mahasiswa 2. Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan mahasiswa 3. Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan, mahasiswa, pemilik usaha dan para pekerja 4. Mahasiswa, pemilik usaha dan para pekerja