You are on page 1of 14

ASKEP ANSIETAS / KECEMASAN

BY: herliawati

Definisi :

Ansietas / Kecemasan :
sinyal yang menyadarkan, memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman.
Ketakutan/kekuatiran pada sesuatu yang tdk jelas dan berhubungan dengan perasaan tidak menentu dan tak berdaya (helplessness).

Definisi :

Ansietas / Kecemasan :
reaksi emosional terhadap penilaian dari stimulus. Sumber kekuatan dimana energi ansietas dapat menghasilkan suatu tindakan yang konstruktif atau destruktif.

Faktor Predisposisi Ansietas / Kecemasan :


1. pandangan psikoanalitis kecemasan adalah konflik emosional yang terjadi antara dua elemen kepribadian: id dan superego. Id mewakili dorongan insting dan impuls primitif, sedangkan superego mencerminkan hati nurani dan dikendalikan oleh norma budaya. Ego atau Aku, berfungsi menengahi tuntutan dari dua elemen yang bertentangan tersebut, dan fungsi kecemasan adalah mengingatkan ego bahwa ada bahaya. 2. pandangan interpersonal kecemasan timbul dari perasaan takut terhadap ketidaksetujuan dan penolakan interpersonal. Kecemasan juga berhubungan dengan perkembangan trauma, seperti perpisahan dan kehilangan, yang menimbulkan kerentanan tertentu. Individu dengan harga diri rendah terutama rentan mengalami kecemasan yang berat.

Faktor Predisposisi Ansietas / Kecemasan :


3.

pandangan perilaku kecemasan merupakan produk frustrasi yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan individu untuk mencapai tujuan yang diinginkan, kecemasan dapat timbul karena konflik, tekanan, krisis, ketakutan yang terus menerus yang disebabkan oleh kesusahan dan kegagalan yang bertubi-tubi, adanya kecenderungankecenderungan harga diri yang terhalang, repressi terhadap macam-macam masalah emosional, akan tetapi tidak bisa berlangsung secara sempurna (incomplete repress), atau dorongan-dorongan seksual yang tidak mendapat kepuasan dan terhambat, sehingga mengakibatkan banyak konflik batin. menunjukkan bahwa gangguan kecemasan biasanya terjadi dalam keluarga. Kecemasan dapat disebabkan karena adanya pengaruh faktor genetik dari keluarga. Penelitian telah melaporkan bahwa duapertiga sampai tigaperempat pasien yang terkena kecemasan memiliki sekurang-kurangnya satu sanak saudara derajat pertama dengan kecemasan spesifik tipe yang sama.

4. Kajian Keluarga

Faktor Predisposisi Ansietas / Kecemasan :


5. Kajian Biologis otak mengandung reseptor khusus untuk benzodiazepin, obat-obatan yang meningkatkan neuroregulator inhibisi asam gama-aminobutirat (GABA), yang berperan penting dalam mekanisme biologis yang berhubungan dengan kecemasan. Selain itu, kesehatan umum individu memiliki efek nyata sebagai predisposisi kecemasan. Kecemasan juga timbul sebagai efek sekunder dari suatu penyakit, misalnya pasien yang menderita penyakit kanker ternyata juga sering menderita gangguan psikis seperti depresi, kecemasan dan gangguan lainnya, ketakutan pasien akan penyakit yang dideritanya atau pun kesakitan fisik yang dialaminya dari suatu penyakit itulah yang menjadi penyebab timbulnya kecemasan.

Faktor pencetus dapat dikelompokkan dalam dua kategori: Ancaman terhadap integritas fisik meliputi disabilitas fisiologis yang akan terjadi atau penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Ancaman terhadap sistem diri dapat membahayakan identitas, harga diri, dan fungsi sosial yang terintegrasi pada individu.

Rentang Respon Ansietas / Kecemasan

Ringan

sedang

berat

panik

Rentang Respon Ansietas / Kecemasan


1. Kecemasan ringan
Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari yang menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsi. merupakan perasaan bahwa ada sesuatu yang berbeda dan membutuhkan perhatian khusus. Stimulasi meningkat dan membantu individu memfokuskan perhatian untuk belajar, menyelesaikan masalah, berpikir, bertindak, merasakan dan melindungi dirinya sendiri.
kecemasan ringan membantu mahasiswa berfokus pada informasi baru yang diberikan di kelas atau klinik, meningkatkan motivasi belajar.

Rentang Respon Ansietas / Kecemasan


2. Kecemasan sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan diri pada suatu hal yang nyata dan mengesampingkan hal yang lain, sehingga mengetahui perhatian yang sedikit, tetapi dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah.

Rentang Respon Ansietas / Kecemasan 3. Kecemasan berat


Cenderung memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik serta tidak dapat berfikir tentang hal yang lalin. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. individu memerlukan pengarahan untuk dapat memusatkan pada area lain.

Rentang Respon Ansietas / Kecemasan 4. Tingkat panik Berhubungan dengan terpengaruh ketakutan dan teror. Ketika individu mencapai tingkat kecemasan tertinggi yaitu panik, semua pemikiran rasional individu tersebut mengalami respons fight, flight, atau freeze yakni kebutuhan untuk pergi secepatnya, tetap di tempat berjuang, atau beku dan tidak dapat melakukan sesuatu.

Respons terhadap kecemasan :

Respons perilaku
gelisah, ketegangan fisik, tremor, reaksi terkejut, bicara cepat, kurang koordinasi, cenderung mengalami cedera, menarik diri dari hubungan interpersonal, inhibisi, melarikan diri dari masalah, menghindar, hiperventilasi dan sangat waspada.

Respons afektif
mudah terganggu, tidak sabar, gelisah, tegang, gugup, ketakutan, waspada, kengerian, mati rasa, rasa bersalah dan malu.

Respons terhadap kecemasan :


Respons fisiologis terdiri dari berbagai sistem tubuh antara lain: sistem kardiovaskular, pernapasan, neuromuskular, gastrointestinal, saluran kemih, dan kulit. Respons kognitif perhatian terganggu, sulit konsentrasi, pelupa, salah dalam memberikan penilaian, preokupasi, kreativitas menurun, bingung, takut kehilangan kendali, takut pada gambaran visual, takut kematian, takut cedera, dan mimpi buruk.