You are on page 1of 16

BAB I ANALISIS KUALITATIF SIMPLISIA DAUN ( FOLIUM )

1.1 Teori Dasar


Secara umum penampang melintang daun terdri dari : 1. Lapisan kutikula 2. Sel-sel epidermis atas 3. Mesophyl (palisade, bunga karang, berkas pembuluh) 4. Sel-sel epidermis bawah Pada pengamatan daun (folium), yang perlu diperhatikan adalah : 1. Pemeriksaan makroskopis, meliputi pemeriksaan helaian (lamina) daun antara lain : bentuk daun, tepi daun, tulang daun, permukaan daun, warna permukaan atas dan bawah daun. 2. Pemeriksaan mikroskopis meliputi, epidermis atas, epidermis bawah, rambut kelenjar (glandulair), rambut penutup (non glandulair), stomata dan mesophyl (palisade, bunga karang, berkas pembuluh).

A. Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) adalah daun Annona muricata L., suku Annonaceae. Fragmen pengenal pada mikroskopis serbuk daun sirsak (Annonae muricatae Folium) adalah epidermis atas bentuknya tidak beraaturan, dinsing bergelombang; epidermis bawah bentuknya tidak beraturan, dinding bergelombang dengan stomata tipe anomositik; rambut penutup panjang, terdiri dari dua sampai tiga sel, dinding tebal, lumen lebar, fragmen pembuluh kayu dengan penebalan tangga; sel batu bundar, lumen kecil, bernoktah, fragmen mesofil dengan palisade; mesofil dengan sel sekresi bentuk bundar, dinding tebal; fragmen parenkim bernoktah.

Keterangan Gambar : Serbuk Daun Sirsak, 1 = epidermis atas, 2 = epidermis bawah, 3 = rambut penutup, 4 = pembuluh kayu, 5 = serabut, 6 = berkas pengangkut, 7 = palisade, 8 = sel batu, 9 = parenkim bernoktah.

B. Daun Jati Belanda ( Guazumae Folium ) Daun Jati Belanda ( Guazumae Folium ) adalah daun Guazuma ulmifolia L., suku Streculiaceae. Fragmen pengenal pada mirkoskopik serbuk daun adalah rambut penutup berbentu bintang; rambut kelenjar; hablur kalsium oksalat berbentuk prisma; fragmen epidermis atas dan bawah; pembuluh kayu dengan penebalan tangga.

Keterangan Gambar : Serbuk Daun Jati Blanda, 1 = Pembuluh kayu dengan penebalan tangga, 2 = Epidermis atas, 3 = Rambut kelenjar, 4 = Rambut penutup berbentuk bintang, 5 = Epidermis bawah, 6 = Hablur kalsium oksalat.

C. Daun Sereh ( Cymbopogonis Folium ) Daun sereh ( Cymbopogonis Folium ) adalah daun Cymbopogon nardus L., suku Poaceae. Fragmen pengenal pada mikroskopik serbuk daun sereh ( Cymbopogonis Folium ) adalah epidermis atas, epidermis bawah, dengan stomata tipe graminae; sel-sel epidermis dindingnya sedikit berombak; berkas pembuluh dengan parenkim dan sel sekresi; rambut penutup terdiri dari satu sel.

Keterangan Gambar : Serbuk Daun Sereh , 1 = Epidermis bawah, 2 = Berkas pembuluh, 3 = Epidermis atas, 4 = Sel-sel minyak, 5 = Stomata pada epidermis bawah, 6 = Stomata pada epidermis atas.

1.2 Tinjauan Pustaka


A. Daun Sirsak Daun sirsak atau Annonae muricatae Folium Sirsak ternyata mengandung banyak manfaat untuk bahan pengobatan herbal, dan untuk menjaga kondisi tubuh. Dibalik manfaatnya tersebut ternyata tak lepas dari kandungannya yang banyak mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin,

annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, muricapentocin.

Kandungan senyawa ini merupakan senyawa yang banyak


Cabang pohon sirsak dengan bunga dan buah

sekali manfaatnya bagi tubuh, bisa sebagai obat penyakit atau untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Manfaat daun sirsak ternyata 1000 kali lebih kuat kandungan dan kemampuannya dari kemoterapi dalam mengobati kanker. Ini berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, pada masyarakat kuno daun sirsak sudah diketahui manfaatnya dan banyak diguinakan untuk mengobati penyakit. Sekitar tahun 1965, berbagai studi para ilmuwan membuktikan ekstrak daun sirsak memiliki khasiat yang lebih baik dari kemoterapi, bahkan ekstrak tersebut

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Ordo: Famili: Genus: Spesies: Plantae Magnoliales Annonaceae Annona A. muricata (tidak termasuk) Magnoliids

Nama binomial Annona muricata


L.

bisa memperlambat pertumbuhan kanker. Pada tahun 1976, national cancer institute telah melakukan penelitian ilmiah dan hasilnya menyatakan batang dan daun sirsak efektif menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker. Ini karena kandungannya yang sangat tinggi senyawa proaktif bagi tubuh, ini jarang ditemukan pada buah lainnya.

Negeri ginseng korea juga tak kalah dalam masalah penelitian, setelah melakukan penelitian mereka menemukan bahwa ada satu senyawa kimia yang berperan selektif membunuh sel kanker usus besar serta 10.000 kali lebih berpotensi sebagai obat kemoterapi yang ditemukan dalam sirsak. Namun dibalik khasiatnya itu ternyata senyawa ini selektif memilih sel target kanker sehingga tidak merusak sel-sel yang sehat. Manfaat daun sirsak telah diteliti juga baru-baru ini dalam sebuah studi, bahwa daun pohon sirsak sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru. Hasil penelitian ini ternyata sudah disimpan selama bertahun-tahun sejak zaman dulu, tapi banyak orang yang tidak mengetahuinya, entah karena faktor apa. Bahkan berdasarkan 20 tes laboratorium tentang manfaat daun sirsak yang dilakukan sejak tahun 1970 menunjukkan hasil yang luar biasa, daun sirsak memiliki khasiat yang sangat baik, sperti: Menyerang sel-sel kanker secara efektif karena tidak membahayakan sel yang sehat, serta tidak menyebabkan rasa mual ekstrim, kehilangan berat badan dan rambut rontok, daun sirsak memiliki target yang efektif dan bisa membunuh sel-sel ganas bagi 12 jenis kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru dan kanker pankreas, mampu meningkatkan energi di dalam tubuh, menambah stamina dan fitness, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menghindari infeksi yang mematikan, mampu mencegah radikal bebas, menghambat pertumbuhan bakteri, membantu menghambat mutasi gen, membantu menghambat perkembangan virus, membantu menghambat perkembangan parasit, membantu menghambat pertumbuhan tumor, membantu merileksasi otot, sebagai anti kejang, membantu meredakan nyeri, mampu menekan peradangan, menurunkan kadar gula darah, menurunkan demam, menurunkan tekanan darah tinggi, menguatkan saraf, membantu menyehatkan jantung, membantu meningkatkan produksi asi pada itu hamil, membantu melebarkan pembuluh darah membunuh cacing parasait, mengurangi stres, menguatkan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan.

B. Daun Jati Belanda Jati Belanda atau Guazuma ulmifolia merupakan


Jati Belanda

salah satu tanaman suku Sterculiaceae dan dikenal sebagai salah satu tanaman obat. Daun jati belanda sudah umum terdapat dalam jamu pelangsing tubuh dan biasanya dibuat dalam bentuk teh. Jati belanda atau Guazuma ulmifolia Lamk. mempunya sinonim nama latin Guazuma tamentosa Kunth. Di Jawa, tanaman ini disebut jati londa atau jatos landi.

Guazuma ulmifolia

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Eudicot (tidak termasuk) Eurosids II Ordo: Famili: Genus: Malvales Sterculiaceae Guazuma

Secara tradisonal, daun jati belanda berkhasiat sebagai obat pelangsing tubuh dan menurunkan kadar lemak tubuh. Bijinya dapat digunakan sebagai obat sakit perut dan kembung serta buahnya dapat digunakan sebagai obat batuk. Selain itu, dekok kulit batang dapat digunakan sebagai obat malaria, diare dan sifilis. Jati belanda juga dapat digunakan untuk mengobati influenza (flu), pilek,

disentri, luka dan patah tulang. Ekstrak dari daunnya dapat menekan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Shigella dysenteria, dan Bacillus subtilis secara in vitro.

C. Daun Sereh Serai atau sereh adalah tumbuhan anggota suku Lemon grass rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan. Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak serai dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya. Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Monocots (tidak termasuk) Commelinids Ordo: Famili: Genus: Spesies: Poales Poaceae Cymbopogon C. citratus Kandungan serai antara lain adalah sitronela, yang tidak disukai oleh nyamuk. Maka dari itu, serai dapat dibuat menjadi obat nyamuk.

Nama binomial Cymbopogon citratus


(DC.) Stapf, 1906

BAB II METODE PRAKTIKUM

2.1 Tujuan Praktikum Mahasiswa dapat mengetahui dan membedakan macam-macam simplisia daun (folium) secara makroskopik, mikroskopik, dan kimiawi. 2.2 Alat Dan Bahan a. Bahan : Daun Sirsak (Annonae Muricatae Folium), Daun Jati Belanda ( Guazumae Folium ), Daun Sereh ( Cymbopogonis Folium ), Kloralhidrat, Asam Sulfat P, Asam Sulfat 10 N, NaOH P 5% b/v dalam etanol, KOH P 5% b/v dalam etanol, FeCl3, LP, HCl pekat P, HCl encer P, Ammonia P 25%, larutan KI P 5% b/v, FeCl3 P 5%.

b. Alat : Mikroskop, objek glass, cover glass, pipet tetes, tabung reaksi, beker glass, loup, pensil, dan penghapus.

2.3 Prosedur Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 7 orang. Setiap kelompok melakukan : A. Identifikasi Simplisia Daun (Folium) Secara Makroskopik : 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Ambil beberapa lembar Daun Sirsak (Annonae Muricatae Folium)

3. Amati warna, bau, bentuk daun, tepi daun, permukaan daun, dan susunan tulang daun 4. Catat hasil pengamatan 5. Ulangi percobaan di atas ( percobaan 1, 2, 3, 4 ) untuk Daun Jati Belanda ( Guazumae Folium ), Daun Sereh ( Cymbopogonis Folium )

B. Identifikasi Simplisia Daun (Folium) Secara Mikriskopik : 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Ambil sedikit serbuk Daun Sirsak (Annonae Muricatae Folium), amati warnanya dan letakkan pada objek glass 3. Tambahkan 1-2 tetes kloralhidrat kemudian segera menutup dengan cover glass

4. Amati fragmen pengenal serbuk Daun Sirsak (Annonae Muricatae Folium) di bawah mikroskop

5. Catat dan gambar hasil pengamatan 6. Ulangi percobaan di atas ( percobaan 1,2,3,4 ) untuk serbuk Daun Jati Belanda (Guazumae Folium) dan serbuk Daun Sereh ( Cymbopogonis Folium).

C. Identifikasi Simplisia Daun (Follium) Secara Kimiawi. Simplisia Serbuk Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) Perlakuan 1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2mg serbuk daun + 5 tetesasam sulfat 10N. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v dalam etanol. 4. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 P 5% b/v. Reaksi Positif 1. Terbentuk warna coklat tua. 2. Terbentuk warna hijau.

3. Terbentuk warna hijau. 4. Terbentuk warna coklat kehijauan.

Serbuk Daun Jati Blanda (Guazumae Folium)

1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat 10N. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v dalam etanol. 4. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan HCl pekat P. 5. 2 mg serbuk daun + 5 tetes KOH P 5% b/v. 6. 2mg serbuk daun + 5 tetes HCl encer P. 7. 2 mg serbuk daun + 5 tetes ammonia P 25%. 8. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan Kl P 6% b/v. 9. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 P 5% b/v.

1. Terbentuk warna hitam coklat . 2. Terbentuk warna hijau muda. 3. Terbentuk warna coklat kuning.

4. Terbentuk warna coklat hijau. 5. Terbentuk warna hijau.

6. Terbentuk warna hijau.

7. Terbentuk warna hijau.

8. Terbentuk warna hijau coklat. 9. Terbentuk warna hijau.

Serbuk Daun Sereh (Cymbopogonis Folium )

1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2mg serbuk daun + 5 tetes HCl pekat P. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v.

1. Terbentuk warna coklat tua. 2. Terbentuk warna hijau.

3. Terbentuk warna

coklat muda. 4. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 LP. 4. Terbentuk warna coklat muda.

2.4 Hasil Pengamatan A. Identifikasi Simplisia Daun (Folium) Secara Makroskopik : Simplisia Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) Nama latin tanaman asal : Annona muricata L. Hasil Pengamatan
Warna permukaan daun atas : Hijau tua kecoklatan Warna permukaan daun bawah : Coklat Bentuk Daun : Jorong Bentuk tepi daun : Rata Bentuk permukaan daun : Berkerut Susunan tulang daun : Menyirip

Daun Jati Belanda (Guazumae Folium) Nama latin tanaman asal : Guazuma ulmifolia L

Warna permukaan daun atas : Hijau tua Warna permukaan daun bawah : Hijau tua Bentuk Daun : Jorong Bentuk tepi daun : Bergerigi Bentuk permukaan daun : berbulu Susunan tulang daun : Menyirip Warna permukaan daun atas : Coklat muda Warna permukaan daun bawah : Coklat muda Bentuk Daun : Kurus kecil Bentuk tepi daun : Rata Bentuk permukaan daun : berbulu Susunan tulang daun : Sejajar

Daun Sereh (Cymbopogonis Folium ) Nama latin tanaman asal :


Cymbopogon nardus L

B.

Identifikasi Simplisia Daun (Folium) Secara Mikroskopik : Hasil Pengamatan


Warna serbuk : Coklat. Fragmen pengenal : Epidermis atas bentuknya tidak beraturan, dinding bergelombang , epidermis bawah bentuknya tidak beraturan, dinding bergelombang dengan stomata tipe anomositik, rambut penutup panjang. Gambar :

Simplisia Serbuk Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium)

Daun Jati Belanda (Guazumae Folium)

Warna serbuk : Coklat kehijauan. Fragmen pengenal : Rambut penutup berbentuk bintang, rambut kelenjar ,hablur kalsium oksalat berbentuk prisma. Gambar:

Serbuk Daun Sereh (Cymbopogonis Folium )

Warna serbuk : Kuning Emas Fragmen pengenal : Epidermis atas dan bawah dengan stomata tipe graminae,sel sel epidermis dindingnya sedikit berombak, berkas pembuluh dengan parenkim dan sel sekresi rambut penutup terdiri 1 sel.

Gambar :

C. Identifikasi Simplisia Daun (Folium) Secara Kimiawi :

Simplisia
Serbuk Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium)

Perlakuan
1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2 mg serbuk daun + 5 tetesasam sulfat 10N. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v dalam etanol. 4. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 P 5% b/v.

Reaksi Positif
1. Terbentuk warna coklat tua. 2. Terbentuk warna hijau.

Hasil Positif
1. (Positif ) Terbentuk warna coklat tua. 2. (Positif ) Terbentuk warna hijau.

3. Terbentuk warna hijau.

3. (Positif ) Terbentuk warna hijau.

4. Terbentuk warna coklat kehijauan.

4. (Positif ) Terbentuk warna coklat kehijauan.

Serbuk daun Jati Belanda (Guazumae Folium)

1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat 10N. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v dalam etanol. 4. 2 mg serbuk

1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat 10N. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v dalam etanol. 4. 2 mg serbuk

1. (Positif ) Terbentuk warna hitam coklat . 2. (Positif ) Terbentuk warna hijau muda.

3. (Positif ) Terbentuk warna coklat kuning.

4. (Positif )

daun + 5 tetes larutan HCl pekat P. 5. 2 mg serbuk daun + 5 tetes KOH P 5% b/v. 6. 2mg serbuk daun + 5 tetes HCl encer P. 7. 2 mg serbuk daun + 5 tetes ammonia P 25%. 8. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan Kl P 6% b/v. 9. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 P 5% b/v.

daun + 5 tetes larutan HCl pekat P. 5. 2 mg serbuk daun + 5 tetes KOH P 5% b/v. 6. 2mg serbuk daun + 5 tetes HCl encer P. 7. 2 mg serbuk daun + 5 tetes ammonia P 25%. 8. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan Kl P 6% b/v. 9. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 P 5% b/v.

Terbentuk warna coklat hijau. 5. (Positif ) Terbentuk warna hijau.

6. (Positif ) Terbentuk warna hijau.

7. (Positif ) Terbentuk warna hijau.

8. (Positif ) Terbentuk warna hijau coklat. 9. (Positif ) Terbentuk warna hijau.

Serbuk Daun Sereh (Cymbopogonis Folium )

1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2mg serbuk daun + 5 tetes HCl pekat P. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v. 4. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 LP.

1. 2 mg serbuk daun + 5 tetes asam sulfat P. 2. 2mg serbuk daun + 5 tetes HCl pekat P. 3. 2 mg serbu daun + 5 tetes NaOH P 5% b/v. 4. 2 mg serbuk daun + 5 tetes larutan FeCl3 LP.

1. (Positif ) Terbentuk warna coklat tua. 2. (Positif) Terbentuk warna hijau.

3. (Positif ) Terbentuk warna coklat muda. 4. (Positif ) Terbentuk warna coklat muda.

BAB III PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

4.1 PEMBAHASAN a) Identifikasi Simplisia Daun (folium) secara Makroskopik Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat diamati bahwa : Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) Dari uji makroskopik dapat dilihat daun sirsak memiliki warna hijau tua kecoklatan pada permukaan daun di atas, warna coklat pada permukaan daun di bawah, bentuk daun joron, bentuk tepi daun rata, bentuk permukaan daun berkerut, serta susunan tulang daun yang menyirip. Daun Jati Belanda (Guazumae Folium) Dari uji makroskopik dapat dilihat daun jati belanda memiliki warna hijau tua pada permukaan daun atas dan permukaan daun bawah, bentuk daun jorong, bentuk tepi daun bergerigi, bentuk permukaan daun sedikit berbulu, serta susunan tulang daun yang menyirip. Daun Sereh (Cymbopogonis Folium ) Dari uji makroskopik dapat dilihat daun sereh memiliki warna coklat muda pada permukaan daun atas dan permukaan bawah daun, bentuk daun kurus kecil, bentuk tepi daun rata, bentuk permukaan daun berbulu sedikit tajam, serta susunan tulang daun yang sejajar.

b) Identifikasi Simplisia Daun (Folium) secara Mikroskopik Dari pengamatan yang dilakukan dengan mikroskop pada perbesaran 100x, dapat diketahui bahwa : Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) Epidermis atas bentuknya tidak beraturan, dinding bergelombang , epidermis bawah bentuknya tidak beraturan, dinding bergelombang dengan stomata tipe anomositik, rambut penutup panjang. Daun Jati Belanda (Guazumae Folium) Rambut penutup berbentuk bintang, rambut kelenjar ,hablur kalsium oksalat berbentuk prisma. Daun Sereh (Cymbopogonis Folium )

Epidermis atas dan bawah dengan stomata tipe graminae,sel sel epidermis dindingnya sedikit berombak, berkas pembuluh dengan parenkim sekresi rambut penutup terdiri 1 sel. dan sel

c) Identifikasi Simplisia Daun (Folium) secara Kimiawi Identifikasi simplisia Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) secara kimiawi dilakukan dengan cara : Meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna coklat tua (+). Meneteskan asam sulfat 10N dan menghasilkan warna hijau (+). Meneteskan NaOH P 5% b/v dalam etanol dan menghasilkan warna hijau (+). Dan yang terakhir meneteskan FeCl3 P 5% b/v dan menghasilkan warna coklat kehijauan (+). Dari hasil pengujian tersebut, dapat diketahui bahwa Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, senyawa terpen, steroid, dan saponin. Dan berguna untuk Identifikasi simplisia Daun Jati Belanda (Guazumae Folium) secara kimiawi dilakukan dengan cara : Meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna hitam coklat (+). Meneteskan asam sulfat 10N dan menghasilkan warna hijau muda (+). Meneteskan NaOH P 5% b/v dalam etanol dan menghasilkan warna coklat kuning (+). Meneteskan HCl pekat P dan menghasilkan warna coklat hijau (+). Meneteskan HCl encer P dan menghasilkan warna hijau (+). Meneteskan ammonia P 25% dan menghasilkan warna hijau (+). Meneteskan larutan KI P 6% dan menghasilkan warna hijau coklat (+). Dan yang terakhir meneteskan FeCl3 P 5% b/v dan menghasilkan warna coklat kehijauan (+). Dari hasil pengujian tersebut, dapat diketahui bahwa daun Jati Belanda (Guazumae Folium) memiliki kandungan senyawa tannin, musilago, flavonoid, kafein, dan lain. Jati belanda merupakan herbal yang banyak digunakan sebagai obat alami penurun berat badan, mengeluarkan angin dari perut, haid tidak teratur, mengobati bisul, bengkak, keputihan dan lain sebagainya. Identifikasi simplisia Daun Sereh (Cymbopogonis Folium) secara kimiawi dilakukan dengan cara : Meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna coklat

(+).Meneteskan NaOH P 5% b/v dalam etanol dan menghasilkan warna coklat muda (+). Meneteskan HCl pekat P dan menghasilkan warna hijau (+). Dan

yang terakhir meneteskan FeCl3 P 5% b/v dan menghasilkan warna coklat kehijauan (+). Dari hasil pengujian tersebut, dapat diketahui bahwa daun sereh (cymbopogonis folium) memiliki senyawa minyak atsiri dengan komponen citronellal, citral, geraniol, methylheptenone, eugenol-methyleter, dipenten, eugenol, kadinen, kadinol, dan limonene fungsinya adalah anti radang (anti

inflamasi), penghilang rasa nyeri ( analgesik), penurun panas (antipiretik), penambah nafsu makan (amara), anti serangga, melancarkan sirkulasi meridian dan darah. .
Keterangan : Ditetesi kloralhidrat karena komponen senyawa dari masing-masing daun mudah menguap.

4.2 KESIMPULAN Kesimpulan yang di dapat adalah sebagai berikut : Daun Sirsak (Annonae muricatae Folium) memiliki Fragmen pengenal pada mikroskopis serbuk daun sirsak (Annonae muricatae Folium) adalah epidermis atas bentuknya tidak beraaturan, dinsing bergelombang; epidermis bawah bentuknya tidak beraturan, dinding bergelombang dengan stomata tipe anomositik; rambut penutup panjang, terdiri dari dua sampai tiga sel, dinding tebal, lumen lebar, fragmen pembuluh kayu dengan penebalan tangga; sel batu bundar, lumen kecil, bernoktah, fragmen mesofil dengan palisade; mesofil dengan sel sekresi bentuk bundar, dinding tebal; fragmen parenkim bernoktah. Sedangkan untuk pengamata kimiawi, daun bereaksi terhadap masing-masing pereaksi ( menghasilkan warna sesuai teori (+)). Dan untuk pengamatan makroskopik di dapatkan hasil pengamatan, daun sirsak memiliki warna hijau tua kecoklatan pada permukaan daun di atas, warna coklat pada permukaan daun di bawah, bentuk daun joron, bentuk tepi daun rata, bentuk permukaan daun berkerut, serta susunan tulang daun yang menyirip. Daun Jati Belanda ( Guazumae Folium ) memiliki Fragmen pengenal pada mirkoskopik serbuk daun adalah rambut penutup berbentu bintang; rambut kelenjar; hablur kalsium oksalat berbentuk prisma; fragmen epidermis atas dan bawah; pembuluh kayu dengan penebalan tangga. Sedangkan untuk pengamata kimiawi, daun bereaksi terhadap masing-masing pereaksi ( menghasilkan warna sesuai teori (+)).Dan untuk pengamatan makroskopik di dapatkan hasil pengamatan, daun jati belanda memiliki warna hijau tua pada permukaan daun atas dan permukaan daun bawah, bentuk daun jorong, bentuk tepi daun bergerigi, bentuk permukaan daun sedikit berbulu, serta susunan tulang daun yang menyirip. Daun sereh ( Cymbopogonis Folium ) memiliki Fragmen pengenal pada mikroskopik serbuk daun sereh ( Cymbopogonis Folium ) adalah epidermis atas, epidermis bawah, dengan stomata tipe graminae; sel-sel epidermis dindingnya sedikit berombak; berkas pembuluh dengan parenkim dan sel sekresi; rambut

penutup terdiri dari satu sel. Sedangkan untuk pengamata kimiawi, daun bereaksi terhadap masing-masing pereaksi ( menghasilkan warna sesuai teori (+)).Dan untuk pengamatan makroskopik di dapatkan hasil pengamatan, daun sereh memiliki warna coklat muda pada permukaan daun atas dan permukaan bawah daun, bentuk daun kurus kecil, bentuk tepi daun rata, bentuk permukaan daun berbulu sedikit tajam, serta susunan tulang daun yang sejajar.

BAB VI DAFTAR PUSTAKA

Suwarni E., Cahyaningsih E., Utami D., and Megawati F., 2012, penuntun praktikum farmakognosi, hal. 24-33.

http://eprints.undip.ac.id/23952/1/Astika.pdf http://id.scribd.com/doc/90763719/54505479-Paper http://www.slideshare.net/smkfarmasi/farmakognosi-x-ia


http://eprints.undip.ac.id/23952/1/Astika.pdf http://id.scribd.com/doc/76171744/MAKALAH-TANAMAN-OBAT