You are on page 1of 2

Kasus Tn. Fredik (45 tahun) dibawa ke RS karena mengalami kolik abdomen.

Dari hasil pengkajian pada keluarganya, klien memiliki riwayat apendiksitis akut, bising usus menurun. Pada saat itu juga klien langsung dipersiapkan untuk tindakan operasi laparotomi apendiktomi. Dari laporan operasi diceritakan banyak nanah di daerah peritoneum dan daerah apendiks. Setelah operasi klien terlihat meringis kesakitan dan belum diperbolehkan untuk duduk. Di daerah abdomen terdapat balutan bersih. Hasil USG pre operasi adalah apendicitis perforasi dd illius paralitik. Lab. Hb : 13gr/dL, Leukosit : 17 K/uL, Trombosit : 155 gr/dL

Data Fokus No 1 Tgl/jam Data fokus DS : DO : pasien terlihat meringis kesakitan Data Tambahan : - Skala nyeri 7 - Klien mengatakan sulit untuk tidur saat malam hari - Klien tampak gelisah - Hasil TTV : TD : 140/100mmHg N : 110x/menit RR : 21x/menit DS : DO : - Di daerah abdomen terdapat balutan bersih - Hasil Lab : Hb 13gr/dL - Pasien post operasi apendiktomi Data Tambahan : Hasil TTV : S 390C Problem Nyeri akut Etilogi Agen cidera biologi

Resiko infeksi

Prosedur invasif

Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologi yang ditandai dengan pasien terlihat meringis kesakitan, Skala nyeri 7, Klien mengatakan sulit untuk tidur saat malam hari, Klien tampak gelisah, TD : 140/100mmHg, N : 110x/menit, RR : 21x/menit 2. Resiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasif.

Intervensi No 1 Tgl/jam Tujuan dan KH Nyeri akut dapat teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x24jam dengan KH : - Pasien tidak meringis kesakitan - Nyeri berkurang sampai hilang (4-0) - Klien dapat tidur dengan nyenyak saat malam hari - Klien tidak tampak gelisah lagi - Hasil TTV : TD : 110-120/80-90 mmHg N : 60-100x/menit RR : 16-20x/menit Intervensi dan Rasional 1. Monitor TTV R : pasien dengan nyeri akut mengalami perubahan tanda-tanda vital terutama TD, Nadi, dan RR. 2. Monitor skala nyeri PQRST R : pasien dengan nyeri akut mengalami perubahan skala nyeri. 3. Ajarkan teknik relaksasi R : tehnik relaksasi diindikasikan untuk pasien dengan nyeri akut agar dapat mengurangi nyeri pada pasien. 4. Ajarkan tehnik distraksi R : tehnik distraksi seperti mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri sangat efektif untuk mengurangi nyeri pasien 5. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat analgesik R : analgetik diindikasikan untuk mengurangi nyeri pada pasien 1. Monitor TTV R : pasien dengan resiko infeksi mengalami perubahan tanda-tanda vital terutama suhu. 2. Monitor tanda-tanda infeksi R : pasien post-op apendiktomi terdapat balutan di abdomen bekas operasi. 3. Lakukan tindakan rawat luka kotor 1hari sekali R : rawat luka kotor dilakukan pada balutan pasien pos-op apendiktomi untuk menghindari bakteri masuk ke bekas operasi

Resiko infeksi dapat teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam dengan KH : - Balutan di abdomen pasien bersih - Hasil Lab : Hb 14-18gr/dL - Hasil TTV : S 36,5-37,50C