You are on page 1of 21

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KATARAK A. KONSEP DASAR MEDIS 1.

Definisi Katarak adalah kekeruhan pada lensa tanpa nyeri yang berangsur angsur penglihatan kabur akhirnya tidak dapat menerima cahaya. Katarak merupakan keadaan di mana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul lensa. Katarak adalah proses terjadinya opasitas secara progresif pada lensa atau kapsul lensa, umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang lebih dari 65 tahun. Katarak adalah suatu keadaan patologik lensa di mana lensa rnenjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa, atau denaturasi protein lensa. Kekeruhan ini terjadi akibat gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia tertentu. Katarak dapat terjadi pada saat perkembangan serat lensa masih berlangsung atau sesudah serat lensa berhenti dalam perkembangannya dan telah memulai proses degenerasi. Katarak adalah kekeruhan pada lensa atau kapsul lensa mata, penyebab umum kehilangan umum kehilangan pengelihatan yang bertahap. Lensa yang keruh menghalangi cahay amenembus kornea, yang pada akhirnya mengaburkan tangkapan bayangan pada retina. Sebagai hasilnya otak menginterpretasikan bayangan yang kabur. Katarak umumnya mempengaruhi kedua mata. Tetapi katarak masing masing mata memburuk sendiri sendiri. Pengecualian pada katarak traumatic yang biasanya unilateral dan katarak konginetal yang kondisinya dapat tidak berubah. Katarak merupakan penyakit yang paling sering dijumpai pada orang dengan usia diatas 70 tahun. Pembedahan memperbaiki pengelihatan pada sekitar 95% pasien. Tanpa pembedahan katarak akhirnya menyebabkan kehilangan pengelihatan total.

2. Macam macam Katarak Katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut : 1. Katarak perkembangan (developmental) dan degeneratif. 2. Katarak kongenital, juvenil, dan senil. 3. Katarak komplikata. 4. Katarak traumatik. Berdasarkan usia pasien, katarak dapat di bagi dalam : katarak kongenital, katarak yang terlihat pada usia di bawah 1 tahun katarak juvenil, katarak yang terlihat pada usia di atas 1 tahun dan di bawah 40 tahun katarak presenil, yaltu katarak sesudah usia 30 - 40 tahun katarak senil, yaitu katarak yang mulai terjadi pada usia lebih dari 40 tahun 1) Katarak kongenital Adalah katarak sebagian pada lensa yang sudah didapatkan pada waktu lahir. Jenisnya adalah: a) Katarak lamelar atau zonular. b) Katarak polaris posterior. c) Katarak polaris anterior d) Katarak inti (katarak nuklear) e) Katarak sutural 2) Katarak juvenil Adalah katarak yang terjadi pada anak anak sesudah lahir. 3) Katarak senil Adalah kekeruhan lensa ang terjadi karena bertambahnya usia. Ada beberapa macam yaitu: a) lensa b) Katarak kortikal : Kekeruhan yang terjadi pada korteks lensa katarak nuklear : Kekeruhan yang terjadi pada inti

c) Katarak kupliform atau kortikal.

:Terlihat pada stadium dini katarak nuklear

Katarak senil dapat dibagi atas stadium: a) katarak insipiens : Katarak yang tidak teratur seperti bercak bercak yang membentuk gerigi dengandasar di perifer dan daerah jernih di antaranya. b) katarak imatur : Terjadi kekeruhan yang lebih tebal tetapi tidak atau belum mengenai seluruh lensa sehingga masih terdapt bagian- bagian yang jernih pada lensa. c) katarak matur : Bila proses degenerasi berjala terus maka akan terjadi pengeluaran air bersama sama hasil desintegritas melalui kapsul. d) kapsul lensa. 4) Katarak komplikasi Terjadi akibat penyakit lain. Penyakit tersebut dapat intra okular atau penyakit umum. 5) Katarak traumatik Terjadi akibat ruda paksa atau katarak traumatik. 3. Tanda dan Gejala 1. Kehilangan pengelihatan secara bertahap dan tidak nyeri. 2. Penglihatan baca yang buruk. 3. Pandangan silau yang mengganggu dan penglihatan buruk pada sinar matahari yang terang. 4. Pandangan silau yang membutakan akibat lampu sorot mobil pada pengemudi dimalam hari. 5. Kemungkinan memiliki penglihatan pada cahaya yang redup dibandingkan dengan cahaya yang terang. 6. Area putih keabu abuan dibelakang pupil. katarak hipermatur : Merupakan proses degenerasi lanjut sehingga korteks lensa mencair dan dapat keluar melalui

4. Etiologi 1) Ketuaan biasanya dijumpai pada katarak Senilis 2) Trauma terjadi oleh karena pukulan benda tajam/tumpul, terpapar oleh sinar X atau benda benda radioaktif. 3) Penyakit mata seperti uveitis. 4) Penyakit sistemis seperti DM. 5) Defek kongenital 5. Patofisiologi Dalam keadaan normal transparansi lensa terjadi karena adanya keseimbangan antara protein yang dapat larut dalam protein yang tidak dapat larut dalam membran semipermiabel. Apabila terjadi peningkatan jumlah protein yang tdak dapat diserap dapat mengakibatkan penurunan sintesa protein, perubahan biokimiawi dan fisik dan protein tersebut mengakibatkan jumlah protein dalam lensa melebihi jumlah protein dalam lensa melebihi jumlah protein dalam bagian yang lain sehingga membentuk suatu kapsul yang dikenal dengan nama katarak. Terjadinya penumpukan cairan/degenerasi dan desintegrasi pada serabut tersebut menyebabkan jalannya cahaya terhambat dan mengakibatkan gangguan penglihatan.

Trauma

Degeneratif

Perubahan Kuman

Perubahan serabut

Kompresi sentral (serat)

Jumlah protein

Keruh

Densitas

Membentuk massa

Keruh

Pembedahan

Katarak

Pre Operasi - Kecemasan meningkat Kurang pengetahuan

Post Operasi Gangguan rasa nyaman (nyeri) Resiko Resiko tinggi tinggi terjadinya infeksi terjadinya injuri : Peningkatan TIO. Perdarahan

Menghambat jalan cahaya

Penglihatan /Buta

Gangguan sensori persepsi visual Risiko tinggi cidera fisik

6. Pemeriksaan 1) Visus menurun bergantung pada : 2) Tak ada tanda-tanda radang (hyperemia tak ada) 3) Iluminasi oblik tampak kekeruhan yang keabu-abuan atau putih dengan bayangan hitam disebut iris shadow. 4) Pemeriksaan dengan optalmoskop tampak warna hitam diatas dasar orange disebut fundus reflek. 5) Pada katarak yang lebih lanjut, kekeruhan bertambah sehingga iris shadow menghilang dan fundus reflek menjadi hitam saja (negatif). 7. Pengobatan Katarak Apabila penderita masih dapat dikoreksi kacamata, maka diberikan dahulu kacamata. Akan tetapi ukuran kacamata penderita biasanya sangat mudah / cepat berubah. Pengobatan yang paling baik dan tepat saat ini adalah operasi. Indikasi operasi yaitu : 1. Visus yang menurun yang tak dapat dikoreksi dengan kacamata dan mengganggu aktifitas. 2. Dahulu penderita dioperasi bila visusnya 1/300 s/d tak terhingga (LP+). Akan tetapi dengan kemajuan tehnologi saat ini katarak dapat dioperasi pada stadium apapun, bila penderita sudah terganggu aktivitasnya. 8. Macam operasi : 1) 2) Intra Capsular utuh. Ekstra Capsular : Extra capsular catarax extraction (ECCE) : mengeluarkan lensa dengan merobek kapsul bagian anterior dan meninggalkan kapsul bagian posterior. Pada saat ini dimana kemajuan tehnologi yang sudah tinggi, tehnik ECCE lebih disukai karena komplikasinya lebih kecil dan dapat disertai pemasangan lensa implant intra okuler (IOL = intra okuler lens). Sehingga hasil setelah operasi menjadi lebih baik. : Intra catarax extraction (ICCE) mengeluarkan lensa secara

9. Evaluasi sesudah operasi katarak : Hari 1 sesudah operasi harus sudah dievaluasi yaitu : 1) 2) Perdarahan dibilik mata depan (hifema). Kamera okuli anterior jernih/keruh : Bila mata depan keruh (flare/sel positif) o o o 3) o Bilik mata depan keruh (flare /sel positif) Mungkin sampai terjadi pengendapan pus di bilik mata depan (hipopion). Iris Dmiossi disertai sinekia postrior Miosis : biasanya dipergunakan miotikum pada waktu operasi sehingga hari berikutnya pupil menjadi miosis. Miosis ini dapat terjadi bila terjadi uveitis anterior, dan biasanya disertai adanya sinekia posterior. o o Midirasis : dapat terjadi bila ada peningkatan tekanan intra okuler (glaucoma) Pupil tidak bulat : terjadi bila pada waktu operasi terjadi korpukasi (korpus viterius keluar). 10. Pengobatan Sesudah Operasi Katarak : Setelah operasi dapat diberi : o Kacamata, diberikan bila tanda-tanda iritasi sudah hilang (kurang lebih sesudah 1,5 bulan post op), sudah tidak ada perubahan refraksi (3 x refraksi tiap minggu). o Lensa Kontak : Penglihatan lebih baik daripada kacamata, dan dipakai pada operasi katarak unilateral (satu mata). o Inolan Lensa Intra Okuli (IOL) : - Implan ini memasukkan ke dalam mata pada saat operasi, menggantikan lensa yang diambil (ECCE). - Letaknya permanen - Tidak memerlukan perawatan. - Visus lebih baik daripada kacamata / lensa kontak.

Perhatikan pupil miosis/midriasis/normal :

Kerugian : o o Merupakan benda asing, kemungkinan bereaksi / ditolak oleh tubuh. Tehnik operasi lebih sukar/canggih.

B. KONSEP DASAR KEPERAWATAN 1. Pengkajian Pre Operatif Subyektif : keluhan penglihatan o o o o Kabur secara total Hanya melihat baik pada tempat yang redup Hanya dapat melihat rangsangan cahaya saja Ganda / majemuk pada satu mata.

Indikator verbal dan non verbal dari ansietas. Pemahaman tentang pembedahan katarak termasuk : o o o o Sifat prosedur Resiko dan keuntungan Obat anestesi Pilihan untuk rehabilitasi visual setelah pembedahan, seperti implan lensa intraokuler, kontak lensa dan kacamata katarak (kacamata afakia). Jumlah informasi yang dicari klien. Obyektif : o Tidak terdapat tanda-tanda peradangan kecuali pada katarak komplikata yang penyakit intra okulernya masih aktif. o o Pada pemeriksaan penyinaran lensa tampak kelabu atau kekeruhan yang memutih. Pada pemeriksaan optalmoskop pada jarak tertentu didapatkan kekeruhan yang berwarna hitam dengan latar belakang berwarna merah. o Pada pemeriksaan refraksi meningkat. Pada penderita yang tadinya menderita presbiopia kemudian menderita katarak, pada stadium awal dapat membaca tanpa

menggunakan kacamata baca. Observasi terjadinya tanda-tanda glaucoma karena komplikasi katarak, tersering adalah glaucoma seperti adanya rasa nyeri karena peningkatan TIO, kelainan lapang pandang. 2. Pengkajian Post Operasi Data Subyektif Data Obyektif Perubahan tanda-tanda vital Respon yang lazim terhadap nyeri. Tanda-tanda infeksi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Oedema Kemerahan Infeksi kojunctiva (pembuluh darah konjunctiva menonjol). Drainase pada kelopak mata dan bulu mata. Zat purulen Peningkatan suhu Nilai lab; peningkatan leukosit, perubahan leukosit, hasil pemeriksaan kultur sensitifitas abnormal. Ketajaman penglihatan masing-masing mata Kesiapan dan kemampuan untuk belajar dan menyerap informasi Nyeri Mual Diaporesis Riwayat jatuh sebelumnya Sistem pendukung, lingkungan rumah.

Diagnosa Keperawatan Pre Operatif 1. Gangguan persepsi sensori visual / penglihatan

Definisi : Perubahan pada jumlah atau pola stimulus yang diterima, yang disertai
respons terhadap stimulus tersebut yang dihilangkan, dilebihkan, disimpangkan, atau dirusakkan.

Batasan Karakteristik :
Subjektif Distorsi sensori Objektif Perubahan pola perilaku Perubahan kemampuan penyelesaian masalah Perubahan ketajaman sensori Perubahan respons yang biasanya terhadap stimulus Disorientasi Halusinasi Hambatan komunikasi Iritabilitas Konsentrasi buruk Gelisah

Faktor yang berhubungan :


Perubahan resepsi, transmisi, dan/atau integrasi sensori Ketidakseimbangan biokimia Ketidakseimbangan elektrolit Stimulus lingkungan yang berlebihan Ketidakcukupan stimulus lingkungan Stres psikologis

Hasil NOC :
Distorsi Kendali Pikir Diri : Pembatasan diri terhadap gangguan persepsi, proses pikir, dan isi pikir Status Neurologis : Fungsi Motorik Sensorik/Kranial : Kemampuan saraf kranial untuk mengenali impuls sensorik dan motorik Fungsi Sensorik : Kutaneus : Tingkat stimulasi terhadap kulit dirasakan dengan tepat Perilaku Kompensasi Penglihatan : Tindakan pribadi untuk mengompensasi gangguan penglihatan

Intervensi NIC :
Peningkatan Komunikasi : Defisit Penglihatan : Membantu pembelajaran dan penerimaan metode alternatif untuk menjalani hidup dengan penurunan fungsi penglihatan Manajemen Waham : Meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan orientasi realitas pasien yang mengalami keyakinan yang kuat dan salah yang tidak sesuai dengan kenyataan Manajemen Lingkungan : Memanipulasi lingkungan sekitar pasien untuk manfaat terapeutik Manajemen Halusinasi : Meningkatkan keamanan, kenyaman, dan orientasi realitas pasien yang mengalami halusinasi Pemantauan Neurologis : Mengumpulkan dan menganalisi data pasien untuk mencegah atau meminimalkan komplikasi neurologis 2. Cemas / ansietas

Definisi : Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respons
autonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Perasaan ini

merupakan isyarat kewaspadaan yang memperingatkan bahaya yang akan terjadi dan memapukan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman.

Batasan Karakteristik
Perilaku : Penurunan produktivitas Mengekspresikan kekhawatiran akibat perubahan dalam peristiwa hidup Gerakan yang tidak relevan (misalnya, mengeret kaki, gerakan lengan) Gelisah Memandang sekilas Insomnia Kontak mata buruk Resah Menyelidik dan tidak waspada Afektif : Gelisah Kesedihan yang mendalam Distres Ketakutan Perasaan tidak adekuat Fokus pada diri sendiri Peningkatan kekhawatiran Iritabilitas Gugup Gembira berlebihan Nyeri dan peningkatan ketidakberdayaan yang persisten Marah Menyesal Perasaan takut

Ketidakpastian Khawatir

Fisiologis : Wajah tegang Insomnia Peningkatan keringat Peningkatan ketegangan Terguncang Gemetar atau tremor di tangan Suara bergetar Parasimpatis : Nyeri abdomen Penurunan tekanan darah Penurunan nadi Diare Pingsan Keletihan Mual Gangguan tidur Kesemutan pada ekstremitas Sering berkemih Berkemih tidak lampias Urgensi berkemih Simpatis : Anoreksia Eksitasi kardiovaskular Diare Mulut kering Wajah kemerahan

Jantung berdebar-debar Peningkatan tekanan darah Peningkatan nadi Peningkatan reflex Peningkatan pernapasan Dilatasi pupil Kesulitan bernapas Vasokontriksi supervfisial Kedutan otot Kelemahan Kognitif : Kesadaran terhadap gejala-gejala fisiologis Blocking pikiran Penurunan lapang pandang Kesulitan untuk berkonsentrasi Keterbatasan kemampuan untuk menyelesaikan masalah Keterbatasan kemampuan untuk belajar Mengeskpresikan kekhawatiran akibat perubahan dalam peristiwa hidup Takut terhadap konsekuensi yang tidak spesifik Fokus pada diri sendiri Mudah lupa Gangguan perhatian Tenggelam dalam dunia sendiri Melamun Kecenderungan untuk menyalahkan orang lain

Faktor yang berhubungan :

Terpajan toksin Hubungan keluarga/hereditas Transimisi dan penularan interpersonal Krisis situasi dan maturasi Stres Penyalahgunaan zat Ancaman kematian Ancaman atau perubahan pada status peran, fumgsi peran, lingkungan, status kesehatan, status ekonomi, atau pola interaksi Ancaman terhadap konsep diri Konflik yang tidak disadari tentang nilai dan tujuan hidup yang esensial Kebutuhan yang tidak terpenuhi

Hasil NOC :
Tingkat Ansietas : Keparahan manifestasi kekhawatiran, ketegangan, atau perasaan tidak tenang yang muncul dari sumber yang tidak dapat diidentifikasi Pengendalian-Diri Terhadap Ansietas : Tindakan personal untuk menghilangkan atau mengurangi perasaan khawatir, tegang, atau perasaan tidak tenang akibat sumber yang tidak dapat diidentifikasi Konsentrasi : kemampuan untuk fokus pada stimulus tertentu Koping : Tindakan personal untuk mengatasi stresor yang membebani sumbersumber individu

Intervensi NIC :
Bimbingan Antisipasi : mempersiapkan pasien menghadapi kemungkinan krisis perkembangan dan/atau situasional Penurunan Ansietas : Meminimalkan kekhawatiran, ketakutan, prasangka, atau perasaan tidak tenang yang berhubungan dengan sumber bahaya yang diantisipasi dan tidak jelas Teknik Menenangkan Diri : Meredakan kecemasan pada pasien yang memngalami distres akut

Peningkatan koping : Membantu pasien untuk beradapatasi dengan persepsi, stresor, perubahan, atau ancaman yang memnghambat pemenuhan tuntutan dan peran hidup Dukungan Emosi : Memberikan penenangan, penerimaan, dan bantuan/dukungan selama masa stres Post Operatif 1. Gangguan rasa nyaman (nyeri akut)

Definisi : Pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat


adanya kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dengan istilah seperti ( International Association for the Study of Pain ), awitan yang tiba tiba atau perlahan dengan intensitas ringan sampai berat denngan akhir yang dapat diantisipasi atau dapat diramalkan dan durasinya kurang dri enam bulan

Batasan Karakteristik
Subjektif Mengungkapkan secara verbal atau melaporkan ( nyeri ) dengan isyarat Objektif Posisi untuk menghindari nyeri Perubahan tonus otot ( dengan rentang dari lemas tidak bertenaga sampai kaku ) Respon autonomik ( misalnya, diaforesis; perubahan tekanan darah, pernapasan, atau nadi; dilatasi pupil ) Perubahan selera makan Perilaku distraksi ( misalnya, mondar-mandir, mencari orang dan/ atau aktivitas lain, aktivitas berulang ) Perilaku ekspresif ( misalnya, gelisah, merintih, menangis, kewaspadaan berlebihan, peka terhadap rangsang, dan menghela napas panjang ) Wajah topeng ( nyeri ) Perilaku menjaga atau sikap melindungi Fokus menyempit ( misalnya, gangguan persepsi waktu, gangguan proses pikir, interaksi dengan orang lain atau lingkungan menurun )

Bukti nyeri yang dapat diamati Berfokus pada diri sendiri Gangguan tidur ( mata terlihat kuyu, gerakan tidak teratur atau tidak menentu, dan menyeringai )

Faktor yang berhubungan


Agens agens penyebab cedera ( misalnya, biologis, kimia, fisik, dan psikologis )

Hasil NOC
Tingkat Kenyamanan : Tingkat persepsi positif terhadap kemudahan fisik dan psikologis Pengendalian Nyeri : Tindakan individu untuk mengendalikan nyeri Tingkat Nyeri : Keparahan nyeri yang dapat diamati atau dilaporkan

Intervensi NIC
Pemberian Analgesik : Menggunakan agens-agens farmakologi untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri Manajemen medikasi : Memfasilitasi penggunaan obat resep atau obat bebas secara aman dan efektif Manajemen Nyeri : Meringankan atau mengurangi nyeri sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien Bantuan Analgesia yang Dikendalikan oleh Pasien ( Patient-Controlled Analgesia (PCA) : Memudahkan pengendalian pemberian dan pengaturan analgesik oleh pasien Manajemen Sedasi : Memberikan sedatif, memantau respons pasien, dan memberikan dukungan fisiologis yang dibutuhkan selama prosedur diagnostik atau terapeutik 2. Infeksi, resiko

Definisi : Berisiko terhadap invasi organisme patogen

Faktor Risiko
Penyakit kronis

Penekanan sistem imun Ketidakadekuatan imunitas dapatan

Pertahanan primer tidak adekuat ( mis., kulit luka, trauma jaringan, penurunan kerja silia, stasis cairan tubuh, perubahan pH sekresi, dan gangguan peristaltis ) Pertahanan lapis kedua yang tidak memadai ( mis., hemoglobin turun, leukopenia, dan supresi respons inflamasi ) Peningkatan pemajanan lingkungan terhadap patoge Pengetahuan yang kurang untuk menghindari pajanan patogen Prosedur invasif Malnutrisi Agens farmasi ( mis., obat imunosupresi ) Pecah ketuban Kerusakan jaringan Trauma

Hasil NOC
Pengendalian Risiko Komunitas : Penyakit Menular : Tindakan komunitas untuk menghilangkan atau menurunkan penyebaran agens infeksius yang mengancam kesehatan masyarakat Status Imun : resistansi alami dan dapatan yang bekerja tepat terhadap antigen internal maupun eksternal Keparahan Infeksi : Tingkat keparahan infeksi dan gejala terkait Keparahan Infeksi : Bayi Baru Lahir : Tingkat keparahan infeksi dan gejala terkait selama usia 28 pertama kehidupan Pengendalian Risiko : Penyakit Menular Seksual (PMS) : Tindakan personal untuk mencegah, meghilangkan, atau mengurangi perilaku yang berisiko menimbulkan penyakit menular seksual Penyembuhan Luka : Primer : Tingkat regenerasi sel dan jaringan setelah penutupan luka secara sengaja

Penyembuhan Luka : Sekunder : Tingkat regenerasi sel dan jaringan pada luka terbuka

Intervensi NIC
Perawatan Sirkulasi : Insufisiensi Arteri : Meningkatkan sirkulasi arteri Manajemen Penyakit Menular : Bekerja bersama komunitas untuk menurunkan dan mengelola insiden dan prevalensi penyakit menular pada populasi khusus Skrining Kesehatan : Mendeteksi risiko atau masalah kesehatan dengan memenafaatkan riwayat kesehatan, pemeriksaan kesehatan, dan prosedur lainnya Manajemen Imunisasi / Vaksinasi : Memantau status imunisasi, memfassilitasi akses untuk memperoleh imunisasi, dan memberikan imunisasi untuk mencegah penyakit menular Perawatan Luka Insisi : Membersihkan, memantau, dan memfasilitasi proses penyembuhan luka yang ditutup dengan jahitan, klip, atau staples Pengendalian Infeksi : Meminimalkan penyebaran dan penularan agens infeksius Perlindungan Infeksi : Mencegah dan mendeteksi dini infeksi pada pasien yang berisiko Survailens : Komunitas : Mengumpulkan, menginterpretasi, dan menyintesis data secara terarah dan kontinu untuk mengambil keputusan di komunitas Penyuluhan : Seks yang Aman : Memberikan instruksi tentang pentingnya perlindungan seksual selama aktivitas seksual Penyuluhan : Seksualiatas : Membantu individu memahami dimensi spesifik dan psikososial pertumbuhan dan perkembangan seksual Perawatan Luka : Mencegah terjadinya komplikasi pada luka dan memfasilitasi proses penyembuhan luka 3. Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis pengobatan Definisi : Tidak ada atau kurang informasi kognitif tentang topik tertentu.

Batasan karakteristik
Subjektif

Mengungkapkan masalah secara verbal

Objektif Tidak mengikuti instruksi yang diberikan secara akurat Performa uji tidak akurat Perilaku yang tidak sesuai atau terlalu berlebihan ( sebagai contoh, histeris, bermusuhan, agitasi, atau apatis )

Faktor yang berhubungan


Keterbatasan kognitif Kesalahan dalam memahami informasi yang ada Kurang pengalaman Kurang perhatan di dalam belajar Kurang kemampuan mengingat kembali Kurang familier dengan sumber-sumber informasi

Hasil NOC
Pengetahuan : Perilaku Sehat : Tingkat pemahaman yang ditunjukkan mengenai promosi dan perlindungan kesehatan Pengetahuan : Promosi Kesehatan : Tingkat pemahaman yang ditunjukkan mengenai informasi yang diperlukan untuk memperoleh dan mempertahankan kesehatan yang optimal Pengetahuan : Sumber kesehatan : Tingkat pemahaman yang ditunjukkan mengenai sumber perawatan kesehatan yang relevan

Intervensi NIC
Edukasi Kesehatan : mengembangkan dan memberikan bimbingan dan pengalaman belajar untuk memfasilitasi adaptasi secara sadar perilaku yang kondusif untuk kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan komunitas Panduan Sistem Kesehatan : memfasilitasi lokasi pasien dan penggunaan layanan kesehatan yang sesuai

Fasilitasi Pembelajaran : meningkatkan kemampuan untuk memproses dan memahami informasi Peningkatan Kesiapan untuk Belajar : Memperbaiki kemampuan dan keinginan untuk menerima informasi DAFTAR PUSTAKA

http://adriananers.blogspot.com/2012/02/laporan-pendahuluan-katarak-pada-lansia.html http://fajarsantoso89.blogspot.com/2010/12/asuhan-keperawatan-klien-dengan-masalah.html http://id.princeelf.com/2009/12/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan.html