You are on page 1of 21

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

K DENGAN SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA MENDERITA RETARDASI MENTAL DI DESA BEGAJAH KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR Pengkajian dilakukan pada tanggal 17 Januari 2008 dengan metode autoonamnesa dan aloanamnesa A. Data Umum 1. Nama Kepala Keluarga 2. Alamat 3. Pekerjaan 4. Pendidikan 5. Agama 6. Komposisi Keluarga
No 1 2 3 Nama Ny. M Sdr. D An. O Jk P L L Hubungan kk Istri Anak Anak Umur 44 th 18 th 10 th Pendidikan SD SMA SD Retardasi mental BCG Status Imunisasi Hepa Polio DPT titis Cam pak Ket

: Tn. K : Begajah, Karanganyar : Swasta : SD : Islam

Genogram

Tn. K

Ny. F

Sdr. D

An. O

Keterangan: Laki-laki Perempuan Laki-laki penderita Tinggal 1 rumah 7. Tipe Keluarga Keluarga Tn. K termasuk tipe keluarga Tradisional Nucleai keluarga Tn. K terdiri dari Tn. K sendiri sebagai kepala keluarga; Ny. M sebagai istri/ibu, Sdr. D sebagai anak ke-1dan An. O sebagai. anak ke-2 Keluarga Tn.K mengatakan dengan komposisi keluarga seperti keluarganya saat ini tidak ada hambatan yang terjadi. 8. Suku Bangsa Keluarga Tn.K mengatakan bahwa seluruh keluarganya adalah suku Jawa, bangsa Indonesia yang masih menjalankan adapt istiadat Jawa seperti: slametan, kondangan, khitanan, gotong royong. Kebiasaan adapt yang mempengaruhi kesehatan dimana hal tersebut mendukung kesehatan adalah kitanan karena lemak yang dapat mengganggu kesehatan di hilangkan. 9. Agama Keluarga Tn.K semuanya menganut agama Islam, yang menjalankan sholat, walaupun kadang-kadang lowong. Laki-laki meninggal Perempuan meninggal Menikah

10. Status Sosial Ekonomi Penghasilan dan pengeluaran keluarga Tn.D per bulan: Pendapatan Pengeluaran Tn.D Rp 600.000,- Kebutuhan Sehari-hari Rp 300.000 Listrik Keperluan sekolah Lain-lain Jumlah Rp 600.000,Rp 530.000 = Pendapatan Pengeluaran = Rp 600.000 Rp 530.000 = Rp 70.000 Keluarga Tn.K mengatakan fasilitas yang ada di rumahnya hanyalah radio, sawah seluas 1000 m2 dan rumah serta pekarangan (2000 m2) 11. Aktivitas Rekreasi Keluarga Keluarga Tn.K mengatakan bahwa keluarganya tidak pernah pergi ke taman rekreasi bersama-sama Biasanya untuk menghilangkan kebosanan keluarga Tn.D nonton TV di rumah B. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga 11. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini Keluarga Tn.K mengatakan mempunyai 2 orang anak, anak pertama berusia 18 tahun sekarang Masih sekolah di SMA. Anak nomer dua berusia 10 tahun Masih sekolah di SD. maka keluarga Tn.K merupakan tahap keluarga dengan anak Remaja. 12. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi Keluarga Tn.Kmengatakan anak pertama dan kedua Tn.K masih sekolah. Masih punya beban untuk anak tersebut. Hubungan antar anggota keluarga Tn.K terjalin dengan baik yaitu dengan saling menghormati, menghargai dan menolong satu dengan yang lainnya. Keluarga Tn.K dan tetangga juga menjalin hubungan yang saling menghormati, menghargai Rp 30.000 Rp 200.000

Sisa keuangan per bulan

dan juga saling menolong, keluarga dan juga tetangga mendukung dalam pengobatan Tn.K. 13. Riwayat Keluarga Inti Tn.K Tn.K mengatakan tidak pernah mempunyai penyakit yang serius,paling hanya flu biasa. Ny.M Ny.A mengatakan yang dirasakan saat ini hanya pusing, tapi biasanya setelah istirahat dan tidur sembuh dengan sendirinya. Sdr.D Sdr.D mengatakan biasanya hanya sakit (masuk angin), flu biasa karena kecapekan tapi dengan kerokan dan minum obat yang dibeli di warung maka sakit akan segera sembuh. An.O Keluarga mengatakan An.O mempunyai penyakit yang mengganggu tumbuh kembangnya. C. Lingkungan 14. Karakteristik Rumah Denah Rumah 6 7

U
5 4

3 2 1 Keterangan:

1 2 3 4

: Gudang : Ruang tamu : Kamar tidur : Kamar Tidur

5 6 7 8

: Kamar tidur : WC : Kamar Mandi : Dapur

Rumah Tn.B terbuat dari batu bata sebagian dan sebagian lagi dari anyaman bambu. Luas rumah pekarang 275 m2. Rumah Tn.B adalah rumah pribadi Tn.B halaman rumah digunakan untuk binatang ternak di siang hari, dan sebagian ditanami pohon mangga dan jeruk. Rumah Tn.B terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 gudang, 1 dapur sarta kadang ternak yang menjadi satu dengan ruang tamu. Ruang bagian depan yaitu ruang tamu, kandang ternak dan kamar ticur depan terdapat 2 jendela kaca, 3 jendela seperti pintu yang tertutup rapat dan tidak pernah di buka. Pencahayaan mencukupi, ventilasi kurang rumah tampak kurang rapi dan kotor. Ruang tengah yaitu terdapat kamar, tempat tidur, tempat makan dan dapur terdapat 1 genteng kaca, kurang rapid an kotor tidak ada jendela. Pencahayaan dan ventilasi kurang. Lantai rumah Tn.B terbuat dari tanah, WC cubluk zat tertutup, bak kamar mandi terdapat lumut dan tak ada jentik-jentik nyamuk. Sumber air minum menggunakan air sumur, sumur yang ada di rumah anak Tn.B nomer satu yaitu di belakang rumah Tn.B jarak sumur dan WC lebih dari 10. Ny.M mengatakan meskipun tiap hari di sapu rumah masih saja kotor, rumah yang sehat itu seperti rumah-rumah yang ada di TV. 15. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW Lokasi rumah Tn.K berdekatan dengan rumah-rumah tetangga. Sebelah timur dan depan rumah Tn.K terdapat jalan.di belakang dan sebelah barat terdapat rumah-rumah tetangga. Hubungan keluarga Tn.K dan masyarakat sekitar terjalin dengan baik. Kebiasaan tolong menolong, kerja bakti bersama, membesuk orang sakit masih berjalan dengan baik di masyarakat.

Kondisi jalan di desa sumorodukuh khususnya jalan depan dan samping kiri rumah Tn.K belum diaspal, tidak rata, terdapat banyak batu yang tidak teratur dan disamping-samping jalan terdapat pada kering yang dijamur jalan tampak kurang rapid an kotor. 16. Mobilitas Geografis Keluarga Tn.K mengatakan sejak kecil sudah tinggal di desa ini karena orang tua berasal dari desa ini (Begajah) Tn.K tidak pernah pindah rumah setelah menikah dengan Ny.M dan saat ini tidak mempunyai keinginan untuk pindah rumah. 17. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan masyarakat Keluarga Tn.K mengatakan hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik. Keluarga sering berkumpul walaupun sekedar untuk ngobrol. Keluarga Tn.K aktif dalam kegiatan masyarakat seperti misalnya acara arisan RT, kumpulan desa, gotong royong membangun rumah kenduri, pengajian. Hubungan keluarga Tn.K dan masyarakat terjalin dengan baik dan tidak pernah ada konflik. 18. Sistem Pendukung Keluarga Keluarga Tn.K mengatakan bila ada anggota keluarga yang sakit maka anggota keluarga yang lain merawatnya dan memeriksakan ke Puskesmas Tn.K mengatakan sekarang sudah mempunyai kartu sehat jadi kalau berobat gratis.

D. Struktur Keluarga 19. Pola Komunikasi Keluarga

Bahasa sehari-hari yang digunakan keluarga Tn.K adalah Bahasa Jawa komunikasi antar anggota keluarga terjalin dengan baik dan tak ada konflik. 20. Struktur Kekuatan Keluarga Tn.K mengatakan sebagai keluarga kami saling menghormati, menghargai dan mengasihi satu dengan lainnya. Jika ada masalah maka orang pertama yang memutuskan untuk diadakan pertemuan keluarga adalah Tn.K, kemudian masalah di musyawarahkan bersama untuk mencapai penyelesaian. Tn.K biasanya menegur bila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan dan sebaliknya bila Tn.K melakukan kesalahan anggota keluarga juga menegur dengan sopan, kemudian ada perbaikan dari kesalahan tadi. 21. Struktur Peran Tn.K Sebagai kepala keluarga sekaligus suami bagi Ny.M,yang bertugas mencari nafkah bagi keluarga, yang mempunyai anak dengan retardasi mental. Ny.A Ny.A adalah seorang ibu rumah tangga, istri.Ny.M bekerja sebagai petani untuk mencari nafkah tambahan bagi keluarga. Ny.M kurang aktif dalam kegiatan desa kebiasaan di desa kalau sudah suami yang dating maka istri ada di rumah. Sdr.D Sdr.D berperan sebagai anak yang masih menjalankan studi,yaitu duduk dibangku SMA.

22. Nilai dan Norma Keluarga

Keluarga Tn.K mengatakan bahwa dalam keluarganya Tn.K selalu menanamkan nilai-nilai yang baik seperti sopan terhadap orang lain baik tua maupun muda, berpakaian yang sopan, tutur kata sopan dan harus selalu menghargai dan menghormati orang lain serta menerapkan sikap tolong-menolong. E. Fungsi Keluarga 23. Fungsi Afektif Tn.K mengatakan di dalam keluarganya selalu di tanamkan sikapsikap yang tidak melanggar aturan masyarakat seperti sikap sopan santun, ramah, saling menghargai, menghormati dan menolong. Dalam keluarga Tn.K hubungan terjalin dengan baik karena 1 dengan yang lain menerapkan sikap saling mengasihi, menyayangi, menolong, menghargai, dan menghormati, keluarga sering berkumpul di rumah anaknya yang No.1 untuk menonton TV sambil ngobrol. 24. Fungsi Sosial Keluarga Tn.K mengatakan hubungan dalam masyarakat sumomorodukuh terjalin dengan baik. Bila saling bertemu maka selalu tegur sapa, saling gotong royong membangun rumah, dalam hajatan, keluarga Tn.K aktif dalam pertemuan desa. 25. Fungsi Perawatan Kesehatan a. Kemampuan Keluarga Mengenal Masalah Tn.K mengatakan kurang memahami tentang penyakit anaknya. b. Kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat. Tn.K mengatakan kurang mengetahui dalam pengobatan penyakit anaknya. c. Sejarah mana kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

Alat-alat makan dan minum Tn.K tidak dipisah dengan anggota keluarga yang lain, Tn.K tidak diberi wadah tertutup yang khusus untuk meludah. Saat di kaji tampak anggota keluarga Tn.K merokok di dalam rumah dan di dekat Tn.K, serta ada yang membakar sampah dekat rumah Tn.B sehingga asapnya banyak yang masuk ke rumah. d. Kemampuan keluarga dalam menciptakan suasana rumah yang sehat. Keluarga Tn.K mengatakan jendela rumah tidak pernah dibuka, setiap hari rumah disapu tapi tetap saja kotor, genting kaca di ruang depan ada 2, ruang tengah ada 1, ruang belakang ada 1 genteng kaca. Saat dikaji rumah Tn.K tampak kurang rapid an kotor, ruang tamu jadi satu dengan kandang ternak, jendela tertutup. Ventilasi kurang, pencahayaan ruang tengah dan belakang kurang terang, lantai terbuat dari tanah. e. Kemampuan keluarga mempertahankan hubungan dengan fasilitas kesehatan masyarakat Keluarga Tn.K mengatakan sudah memanfaatkan fasilitas kesehatan dipuskesmas.. Keluarga Tn.K tampak jengkel saat menceritakan perselisihan dengan puskesmas dan saat dianjurkan perawat untuk periksa lagi ke puskesmas keluarga untuk mau (menolak). 26. Fungsi Reproduksi Tn.K mengatakan menikah dan mempunyai 2 orang anak Lakilaki, anak pertama dan kedua belum menikah.Ny.M mengatakan mengikuti program KB suntik dan tidak mengalami masalah kesehatan sama sekali.

27. Fungsi Ekonomi

Keluarga Tn.K mengatakan bahwa kebutuhan sandang, pangan dan papan dapat keluarga penuhi walaupun seadanya. Keluarga berusaha menghemat dalam kebutuhan sehari-hari karena ekonomi keluarga paspasan. Kadang ada kebutuhan mendadak seperti berobat bila ada anggota keluarga yang sakit, ada jagongan dll, sehingga dana untuk kebutuhan sehari-hari harus dapat dikurangi untuk kebutuhan mendadak tersebut. F. Stres dan Koping Keluarga 28. Stresor Jangka Panjang dan Pendek Keluarga Tn.K mengatakan pada keluarga tidak mempunyai stressor baik yang berjangka pendek atau panjang,karena setiap permasalahan selalu dibicarakan bersama keluaraga. 29. Kemampuan Keluarga dalam Berespon Terhadap Situasi/Stressor Keluarga Tn.K mengatakan, keluarga saling gotong royong dan di Musyawarahkan bersama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi keluarga. 30. Strategi Koping yang digunakan Keluarga Tn.K mengatakan keluarganya selalu melakukan musyawarah untuk menyelesaikan masalah, dan hasilnyapun baik adanya. 31. Strategi Adaptasi Disfungsial Keluarga Tn.K mengatakan tidak pernah menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah tapi dengan musyawarah bersama. G. Pemeriksaan Fisik Anggota Keluarga 1. Tn.K (Kepala Keluarga) Rambut/Kulit Kepala : Hitam, bersih, tak ada lesi Mata Sklera Pupil Konjungtiva : Putih : Isokor : Pink (tak anemis)

Palpebra Hidung Telinga Mulut : gigi Leher Dada Abdomen Inspeksi Perkusi Palpasi Ekstremitas bawah TTV : TD N TB 2. Ny.M (Istri)

: Tak kehitaman : Bersih, tak ada benjolan : Bersih, tak ada kelainan pendengaran : Putih kekuningan, berkaries 2 : Tak ada pembesaran kelenjar tiroid : Tak ada ronchi : Taka ada pembesaran (datar) : Tidak kembung : Lunak, tak teraba masa : Tidak ada oedem : 130/80 mmHg : 84 x/mnt : 160 cm R S BB : 24 x/mnt : 37,4 oC : 48 kg

Mukosa eral : Lembab

Rambut/Kulit Kepala : Hitam, bersih, tak ada lesi Mata Sklera Pupil Konjungtiva Palpebra Hidung Telinga Mulut : gigi Leher Dada Abdomen Inspeksi Perkusi Palpasi Ekstremitas bawah TTV : TD : Putih : Isokor : Pink (tak anemis) : Tak tampak kehitaman : Bersih, tak ada benjolan : Bersih, tak ada kelainan pendengaran : Putih kekuningan, ompong 2 : Tak ada pembesaran kelenjar tiroid : Tak ada ronchi (bersih) simetris : Taka ada pembesaran (datar) : Tidak kembung : Lunak, tak teraba masa : Tidak ada oedem : 120/80 mmHg R : 20 x/mnt Mukosa eral : Lembab

N TB 3. Sdr.D

: 80 x/mnt : 159 cm

S BB

: 36,6oC : 54 kg

Rambut/Kulit Kepala : Hitam, bersih, tak ada lesi Mata Sklera Pupil Konjungtiva Palpebra Hidung Telinga Mulut : gigi Leher Dada Ekstremitas bawah TTV : TD N TB 4. Sdr.O Rambut/Kulit Kepala : Hitam, bersih, tak ada lesi Mata Sklera Pupil Konjungtiva Palpebra Hidung Telinga Mulut : gigi Leher Dada Ekstremitas bawah : Putih : Isokor : Pink (tak anemis) : Tak kehitaman : Bersih, tak ada benjolan : Bersih, tak ada kelainan pendengaran : Bersih, putih : : Simetris : Tidak ada oedem Mukosa eral : Lembab : Putih : Isokor : Pink (tak anemis) : Tak kehitaman : Bersih, tak ada benjolan : Bersih, tak ada kelainan pendengaran : Putih kekuningan : Tak ada pembesaran kelenjar tiroid : Suara bersih, simetris : Tidak ada oedem : 130/80 mmHg : 84 x/mnt : 167 cm R S BB : 20 x/mnt : 36,4 oC : 55 kg Mukosa eral : Lembab

TTV

: TD N TB

: 120/80 mmHg : 84 x/mnt : 160 cm

R S BB

: 20 x/mnt : 36,5 oC : 45 kg

H. Harapan Keluarga Keluarga Tn.K dan Tn.M mengatakan bahwa selalu berdoa agar anakya diberikan kesembuhan. Semoga tenaga kesehatan dapat membantu memberikan informasi dan membantu kesembuhan Sdr.O

DATA FOKUS 1. Data Subyektif Keuarga mengatakan: a. Tidakmengetahui tanda, gejala, faktor penyebab dan yang mempengaruhi retardasi mental. b. Tidak mengetahui tentang sifat dan luas retardasi mental c. Menyerah dengan kondisi retardasi mental yang dialami oleh anaknya. d. Merasa takut dengan kondisi anaknya. e. Saat ini acuah terhadap kondisi retardasi mental pada anaknya yaitu saat ini mereka tidak lagi berusaha mengobatkan. f. Repot hingga tidak sempat untuk mengurus kebersihan rumahnya. g. Sebenarnya tahu kalau rumahnya tidak sehat, kotor namun tetap saja membiarkannya. 2. Data Obyektif a. Rumah keluarga Tn. K terlihat kotor dan tidak rapi b. Terlihat hanya ada 3 jendela c. Perabotan-perabotan rumah tangga penempatannya tidak sesuai dengan letaknya. d. Klien terlihat mengalami gangguan dalam pertumbuhan fisiknya, misalnya BB: 22 kg TB: 110 cm e. Klien terlihat seperti anak usia 9 tahun f. Klien mengalami keterlambatan dalam ketrampilan (motorik, sosial, ekspresi) untuk seorang remaja yang berusia 23 tahun g. Klien tidak mampu mengontrol aktivitas diri sesuai kemampuan klien.

ANALISA DATA
No 1 DS: Data Fokus Problem Manajemen regimen Etiologi Ketidakmampuan keluarga dalam kesehatan

- Tidakmengetahui tanda, gejala, terapeutik tidak faktor penyebab dan mempengaruhi retardasi mental. Tn.B - Tidak mengetahui tentang sifat dan luas retardasi mental - Menyerah oleh anaknya. - Merasa takut dengan kondisi anaknya. - Saat ini acuah terhadap kondisi retardasi mental pada anaknya yaitu saat ini mereka tidak lagi berusaha mengobatkan. - Repot untuk hingga tidak sempat mengurus tahu tetap kebersihan kalau saja dengan kondisi retardasi mental yang dialami

yang efektif pada keluarta mengenal masalah

rumahnya. - Sebenarnya namun


DO: - Tn.B tampak sering menanyakan tentang penyakit TBC - TB: 160 cm. BB: 47 kg, tampak kurus DS: - Tn.B mengatakan dalam pengobatan penyakitnya sering putus/berhenti Ketidakmampuan keluarga dalam membuat keputusan

rumahnya tidak sehat, kotor membiarkannya.

karena masalah biaya - Keluarga Tn.B mengatakan untuk pengobatan penyakit Tn.B keluarga sudah mengeluarkan banyak uang dan tidak sembuh-sembuh. - Tn.B mengatakan karena tidak sembuh-sembuh hanya bisa pasrah dan berdoa agar deberi kesembuhan. DO: - Tn.B tampak meludah didalam rumah DS: - Tn.B mengatakan dalam pengobatan penyakitnya sering putus/berhenti karena masalah biaya. - Keluarga Tn.B mengatakan untuk pengobatan penyakit Tn.B keluarga sudah mengeluarkan banyak uang dan tidak sembuh-sembuh. - Keluarga Tn.B mengatakan bahwa alat-alat makan antara Tn.B dan keluarga jadi satu dan tidak dipisah serta tidak memberikan wadah tertutup untuk tempat meludah Tn.B DO: - Anggota keluarga Tn.B tampak merokok di dalam rumah dan didekat Tn.B - Anggota keluarga Tn.B tampak membakar sampah di dekat rumah sampai asapnya masuk ke dalam rumah. DS: - Keluarga mengatakan walaupun

tindakan kesehatan yang tepat.

Ketidakmampuan keluarga dalam memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit.

Ketidakmampuan keluarga dalam

setiap hari disapu, rumah tetap saja masih kotor. - Keluarga mengatakan genting kaca yang terpasang di rumahnya adalah bantuan dari epmerintah 2, dan yang beli sendiri 2. - Keluarga Tn.B mengatakan jendela rumah tidak pernah dibuka. DO: - Tn.B tampak meludah didalam rumah - Jendela rumah tampak tertutup rapat - Di ruang tengah dan belakang pencahayaan kurang terang di siang hari karena hanya terdapat masingmasing 1 genteng kaca. - Rumah tampak kurang rapi dan kotor - Lantai rumah terbuat dari tanah - Ventilasi kurang sempurna - Ruang tamu jadi satu kandang ternak. DS: - Tn.B mengatakan pada pengobatan pertama kali pernah terjadi selisih pendapat dengan puskesmas sehingga pengobatan berhenti di tengah jalan - Tn.B mengatakan tidak mau periksa ke puskesmas lagi. DO: - Tn.B dan keluarga tampak jengkel saat menceritakan perselisihan antara keluarganya dan puskesmas.

mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat.

Ketidakmampuan keluarga dalam mempertahankan hubungan dengan (menggunakan) fasilitas kesehatan masyarakat.

- Tn.B tampak tidak mau periksa ke puskesmas saat dianjurkan perawat 2 (mahasiswa) DS: - Keluarga mengatakan rumah yang sehat merupakan rumah yang bagus seperti di TV - Keluarga Tn.B mengatakan setiap hari disapu tetap saja rumah masih kotor. - Keluarga Tn.B mengatakan bagaimana rumah untuk penderita TBC DO: - Rumah Tn.B sebagian terbuat dari batu bata dan sebagian lagi dari anyaman bamboo - Ventilasi kurang - Pencahayaan ruang tengah dan belakang kurang karena masingmasing hanya terdapat 1 genteng kaca - WC cubluk tidak ditutup - Rumah tampak kurang rapid an kotor - Ruang tamu jadi satu dengan kandang ternak. - Lantai rumah terbuat dari tanah DS: Keluarga Tn.B mengatakan setiap hari disapu tetap saja rumah masih kotor DO: - Rumah Tn.B sebagian terbuat dari Ketidakmampuan keluarga dalam mempertahankan/ menciptakan suasana rumah yang sehat. Kerusakan pemeliharaan lingkungan rumah Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal maslah kesehatan

batu bata dan sebagian lagi dari anyaman bambu. - Ventilasi kurang - WC cubluk tak ditutup - Pencahayaan ruang tengah dan belakang kurang - Rumah tampak kurang rapid an kotor - Ruang tamu jadi satu dengan kandang ternak - Lantai rumah terbuat dari tanah

Perubahan pemeliharaan lingkungan y.b.d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan dan ketidakmampuan
Total 1

keluarga

dalam

mempertahankan/menciptakan suasana rumah yang sehat.


No Kriteria 1 Sifat masalah: actual Skor 3/3 x 1 Pembenaran Masalah perlu diatasi, karena lingkungan fisik yang kurang baik/sehat dapat mempengaruhi penularan/perkembangan penyakit TBC. 2 Kemungkinan masalah dapat diubah: sebagian 1/2 x 2 1 Masalah dapat diubah sebagian karena didukung latar belakang pendidikan. Pengetahuan dan perekonomian yang kurang akan tetapi Tn.B mempunyai keinginan untuk sembuh dan mencegah menularnya penyakit yang dideritanya. 3 Potensial masalah untuk dapat dicegah: cukup 2/3 x 1 2/3 Masalah dapat dicegah tapi memerlukan waktu yang cukup karena harus didukung kesadaran, pengetahuan, pendidikan dan perekonomian yang memadai padahal saat ini Tn.B mempunyai

kebiasaan yang kurang sehat, perekonomian dan latar belakang pendidikan yang kurang. 4 Menonjolnya masalah: masalah berat, harus segera ditangani 2/2 x 1 1 Masalah harus segera ditangani karena lingkungan fisik yang kurang memadai untuk kesehatan dan juga kebiasaan meludah di sembarang tempat dapat mempengaruhi perkembangan dan penularan penyakit TBC Jumlah 3 2/3

PRIORITAS MASALAH 1. Manajemen regimen terapeutik tidak efektif pada keluarga Tn.B y.b.d a. Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan b. Ketidakmampuan keluarga dalam membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat. c. Ketidakmampuan keluarga dalam memberi keperawatan pada anggota keluarga yang sakit d. Ketidakmampuan keluarga dalam mempertahankan/menciptakan suasana rumah yang sehat. e. Ketidakmampuan keluarga dalam mempertahankan hubungan dengan (menggunakan) fasilitas kesehatan masyarakat. 2. Perubahan pemeliharaan lingkungan rumah y.b.d a. Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan b. Ketidakmampuan keluarga dalam mempertahankan/menciptakan suasana rumah yang sehat. BAB III PEMBAHASAN Dari pembahasan di atas menjelaskan bahwa retardasi mental adalah suatu keadaan terhambatnya mental yang didapat sejak lahir atau masa kanak yang

masing-masing diklasifikasikan menjadi empat kelas defekmental: idiot, imbisil, pikiran lemah dan defekmoral. Sedangkan yang menjadi penyebab yaitu predisposisi genetik, faktor lingkungan yang mengganggu organisme yang sedang tumbuh, waktu terjadinya pemaparan.yang masing-masing dapat terdiagnosis sesuai keadaan klien.