You are on page 1of 5

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti, kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu. Motor listrik yang umum digunakan di dunia industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yaitu IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter) sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW). Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga sedangkan EFF3 sudah tidak boleh digunakan di lingkungan EU sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan. Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian yang bener-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisien dari EU. Banyak produksi 1.1
Batasan Masalah Untuk memfokuskan permasalahan ini dengan tujuan untuk hasil yang baik, maka diperlukan suatu batasan masalah dari penilitian ini. Di antaranya adalah : Hanya dilakukan pada motor AC tiga phase dengan range 5 hp 10hp Permasalahan yang akan diselesaikan adalah bagaimana menentukan range Air Gap yang efektif untuk meningkatkan performance motor AC

1. Gulung kawat tembaga beremail pada batang spidol sebanyak 10 lilitan,

2. Ikatkan gulungan kawat beremail ditengah-tengah lingkarannya.

3. Krik sebagian sisi kedua ujung kawat tembaga email dengan kater

4. Buat melingkar pada ujung kawat tembaga

5. Bentuk seperti huruf L pada ujung kawat tembaga lainnya untuk ditancapkan pada styrofoam dan diberi isolasi agar kuat.

6. Buat penyangga gulungan kawat tembaga beremail

7. Letakan kedua ujung gulungan kawat tembaga beremail ke tempat penyangganya.

8.Pasang tegangan batery pada kedua penyanggah kawat tembaga

9. Letakan magnet batang dekat dengan gulungan kawat beremail

10. Putar perlahan gulungan kawat tembaga beremail sampai gulungan kawat beremail berputar.

1.2