You are on page 1of 11

Anton Tan Sun, 05 May 2002 22:21:54 -0700

Dear all, saya sekarang sedang hamil anak ke-2. Saya ingin memberikan asi karena berdasarkan pengalaman yang lalu, asi saya sulit keluar dan harus dipompa manual. Apa ada yang punya pengalaman memakai pompa asi elektrik (pakai baterai)? Dan kira-kira merek apa yang bagus dan tidak terlalu mahal? Terima kasih. Ny Haryanto

tini Tue, 10 Jul 2001 01:47:04 -0700


Alhamdulillah saat ini putri saya masih minum ASI (jalan 8 bln), sedikit tambahan dari saya mungkin berguna. 1. Niat yang kuat dari si ibu, dasarnya ada di Kitab Suci bahwa menyusui bayi sampai usia 2 tahun (maaf kalau Bapak muslim lihat di Al-Qur'an). 2. Mohon kepada Allah mudah-2an ASI lancar untuk anak tercinta. 3. Banyak makan sayuran, kalau tidak sempat masak sayur, saya banyak minum air putih. 4. Boleh juga minum jamu Lancar ASI. Segitu aja semoga berguna, yang pentingkan niat, usaha lahir dan bathin. Tini Ibunya Hafizh & Nada' Coba terus disusui, karena semakin sering kita menyususi produksi ASI malah tambah banyak. Dan coba asupan makanan diperhatikan, seperti susu, sayur daun katuk, pokoknya banyakin sayur dan buah. Juga coba maaf payudara saat mandi di masage lalu di kompres air hangat dan dingin bergantian juga dibersihkan. Jangan diberhentikan, atau dicampur susu botol, jika ingin ASI eksklusif, karena kalo anak mulai berkurang menyusu pada ibunya maka produksi ASI pun menurun.Sampai dua tahun kalo terus kita susui maka ASI akan tetap ada wass Bunda Diza

Rita Mardalina Tue, 10 Jul 2001 18:42:22 -0700


pak doddy, sekalian saya mau kasih saran yang rada lain. istri kan harus istirahat

banyak sebenarnya, mendingan gimana kalo malam-malam suami yang gantiin popok dllnya, istri cuma pas nyusuin aja, terus kalau sabtu minggu, istri full istirahat, makan, menyusui pokoknya rileks banget deh istrinya, pasti tuh ASInya bisa jadi banyak lagi. kadang-kadang walau kita sudah makan bergizi banyak tapi tetap aja asinya sedikit bisa jadi lantaran istri kecapekan, malam begadang, siang kurang istirahat belum mikirin masalah lain, jadi setress deh. faktor ini sangat berpengaruh pd produksi ASI. eh gitu aja deh dari saya, maaf kalo nggak berkenan rita

Sari Sun, 05 May 2002 23:56:04 -0700


Ny. Haryanto Kalau sulit pakai pompa manual, kenapa nggak pakai pompa alami yaitu pakai tangan. selama ini saya memeras ASI dengan tangan seperti yg disarankan di RS dan buku-buku panduan, Hasilnya jauh lebih memuaskan daripada pakai pompa, bisa 200-240 cc sekali peras, padahal kalau pakai pompa cuma bisa sekitar 50cc. salam, -sari-

Didi S Wahyudi Mon, 06 May 2002 03:02:18 -0700


Saya sependapat Bu, dulu semasa menyusui kedua putra kami, istri saya sudah mencoba pompa elektrik merek Pigeon dan Mothercare yang tak murah harganya.... juga sempat mencoba pompa manual. Hasilnya? tak ada yang seefektif tangan kita sendiri untuk urusan pompa-memompa.

Vienna Prasetyo Mon, 06 May 2002 00:21:19 -0700


Mbak, Kenapa harus dipompa? Bukankah disusukan langsung ke baby lebih baik, lebih cepat untuk produksi kembali? Saya memompa ASI waktu di kantor (2 thn yang lalu) . Yang saya gunakan pompa manual PIGEON (untuk anak pertama & kedua). So far OK-OK aja. Kelihatannya harus tahu caranya Mbak, karena kalau lagi penuh saya bisa memompa sampai 240 cc. Atau 1 botol breast milk PIGEON itu penuh.

Kebetulan saat ini teman saya di kantor memompa ASI nya. Malah dia tidak menyusui langsung sama sekali. Dia pun bisa menghasilkan cukup banyak dengan pompa PIGEON, Chicho baik yang manual ataupun baterei. Salam, Vienna

dedeh-lies rubiyanti Mon, 06 May 2002 16:35:53 -0700


Mbak Sari benar, bu Haryanto, Kalau dengan pompa (seperti yg pernah saya baca dulu saat saya menyusui ) bila terlalu keras kita memompa kemungkinan ada pembuluh darah kecil di payudara yang pecah dan sakitnya amat sangat. Itulah akhirnya dari RS dan Dokter yg merawat saya serta dari bbrp buku panduan menyarankan untuk menggunakan tangan. Itu juga yg saya lakukan saat memeras susu dikantor. Lebih maksimal hasilnya. Warm Regards, Dedeh

Tiara Heradadi Mon, 06 May 2002 18:09:09 -0700


Pengalaman saya dikantor, mau pakai tangan atau alat sama saja. Yang penting kondisi fisik, mental dan teknik memompa yg baik. Saya sendiri pakai pompa manual hasilnya Alhamdulillah, bisa 250-280cc sekali peras. Sementara teman saya sekantor yang juga pakai pompa manual malah bisa 300-400cc sekali peras !! (fieeeuuuhh...mbak Indri emang top deh), itupun dia berhenti karena capek, kalau diterusin bisa dapat lebih banyak lagi lho. Tapi ada juga teman lain yang pakai pompa manual hasilnya tidak begitu banyak. Begitu pun yang memakai tangan, ada yang dapatnya melimpah ruah tapi ada juga yang dapatnya tidak banyak. Saya sendiri lebih melihat hal ini disebabkan faktor dari kondisi ibu saat memeras, sementara alat pompa atau tangan fungsinya hanya sebagai alat bantu. Buat sesama ibu yang berjuang ingin memberikan Asi buat putra putri nya, positive thinking terus aja bu, maju terus pantang mundur, yakin pasti ibu bisa dengan tangan atau pun alat pompa, makan makanan bergizi terutama yang bisa membantu produksi Asi lebih banyak. Niat yang mulia dengan di ikuti usaha keras pasti diberikan kemudahan dan hasil yang baik. InsyaAllah Salam, Tiara H. Muhammadin

Tri Indriyati S. Mon, 06 May 2002 18:41:22 -0700


Aduh Mbak Tiara, jadi nggak enak nih..tapi bener kok Ibu-Ibu, awalnya saya juga nggak percaya saya bisa kasih ASI eksklusif selama 6 bulan. Waktu itu DSA anak saya, saat itu mAsih Dr Karell Staa, dia bilang semua Ibu pasti bisa memberikan Asi pada bayinya, jangan pernah berpikir tidak bisa...jadi waktu itu saya selalu di "cuci otak" oleh Dr Staa, setiap kali saya memeras (di kantor), saya selalu membawa foto anak saya,sehingga tanpa sadar ASI yang saya hasilkan bisa melimpah (katnya sih itu salah satu cara terapi untuk bisa menghasilkan ASI cukup). Alhamdulillah...ternyata semua dimulai dari pikiran sehat dan niat yang tulus seperti yang mbak Tiara bilang. Sementara kakak saya juga memompa pakai alat merek pigeon, dia bisa menghasilkan lebih dari 1000 cc setiap hari, kebetulan karena anaknya perempuan dan tidak terlalu banyak nyusu, akhirnya kakak saya malah bisa menjadi Ibu susu bagi bayi di dekat rumah yang kebetulan baru lima hari lahir, ibunya meninggal. Thanks.. Tri Indriyati S Corporate Communication Department PT Kustodian Sentral Efek Indonesia % (62-21) 52991015

Sari Mon, 06 May 2002 19:11:01 -0700


Iya Mbak Tiara betul, memang tidak semua Ibu punya teknik memompa/memeras yang sama satu dg yang lainnya, sehingga hasilnya pun berbeda, Yang lebih nyaman dg alat, tentu bisa berhasil 'berproduksi' Begitu juga yg lebih menguasai teknik memeras dg tangan, akan merasa lebih maksimal hasilnya. Ada teman sekantor saya melakukan kedua teknik tsb. setiap kali memompa ASI. Pertama dia memompa dg pompa elektrik, setelah dirasa ASInya mulai sedikit keluarnya baru dia gunakan tangannya utk memeras sampai ASInya benar-benar habis. Oke banget tuh hasilnya. Jadi yang penting itu memang niatnya. Ibu bekerja PASTI tetap bisa memberi ASI, yg terbaik utk anaknya. salam -sari-

Ima Dahlan Mon, 13 May 2002 02:45:50 -0700


Rekan netters, Saya pernah membaca suatu artikel bahwa ASI yang disimpan di freezer dalam wadah steril bisa bertahan sampai sebulan lebih. Yang mau saya tanyakan adakah rekans yang tau bagaimana dengan kandungan gizi yang ada di ASI tersebut. Berubah atau tidak ya ? Mohon sharingnya. Salam Ima

From: Irma savitri [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Monday, June 24, 2002 8:40 AM To: [EMAIL PROTECTED]; Anton Tan; Tia Subject: RE: [balita-anda] Lama Menyimpan Asi (was : Merawat bayi to Ms Haryanto) Dear all, Saat ini saya bekerja dan ASI saya di pompa. Biasanya ASI yang saya pompa tsb saya simpan di freezer di kantor +/- 4 - 6 jam. Saat pulang saya simpan dalam termos dan perjalanan pulang memakan waktu +/- 2 jam. Sampai di rumah dalam kondisi masih dingin (kadang-kadang masih beku), saya simpan di kulkas (bukan di freezer) untuk diberikan keesokan hari (pagi jam 6 pagi). Saya suka cicipi dulu dan selama ini sih tidak terasa asam. Yang ingin saya tanyakan, apakah penyimpanan ASI yang saya lakukan sudah benar? Berapa lama ASI yang tidak disimpan di kulkas harus dihabiskan ? Dan jangka waktu berapa lama ASI yang sudah disimpan di kulkas harus dihabiskan ? (penyimpanan ASI dikulkas dalam jangka waktu 24 jam) Terima kasih banyak atas jawabannya Mama-nya Yoga

Afiyati Reno Sun, 23 Jun 2002 18:36:14 -0700


Mama Yoga, Saya juga memompa ASI di kantor, lebih tepatnya memeras ASI untuk anak saya 3 bln. Menurut buku yang saya baca, ASI yang tidak disimpan di kulkas, bisa bertahan antara 4 sampai 6 jam, harus sudah diminum. Kalau di kulkas level kedua (bukan di Freezernya) bisa bertahan 2x 24 jam. Tapi kalau di Freezernya bisa lebih lama, katanya sih bisa 2

minggu, tapi kita sih nggak suggest ya. Buat apa juga disimpen lama-lama ya ? Cuman yang jadi pertanyaan saya, saya pengen anak saya tetep gemuk seperti waktu baru lahir, hanya dengan minum ASI, bisa nggak ya? Apa betul anak yang minum ASI saja tidak bisa gemuk, bisa jadi lebih kurus dibanding dengan anak yang sudah minum susu tambahan. Bagaimana pengalaman ibu-ibu/bapak-bapak yang lain? Gitu aja semoga bermanfaat. Salam. Bundanya Nayla.

Meilanie Buitenzorgy Sun, 23 Jun 2002 19:02:47 -0700


Aduh Mbak...., kalo ASI-nya cukup mah gak usah mikir mo ngasih susu tambahan deh, coz tiada satupun susu formula yang mampu menandingi kelengkapan kandungan gizi ASI. Saya pernah baca referensi (buku atau internet saya lupa), jangan pernah bercita-cita dan berusaha dengan segala macam cara supaya anak jadi gemuk, ini stereotip yang udah ketinggalan zaman, yang penting anak sehat dan beratnya cukup (sesuai standar menurut umur/tinggi badan/jenis kelamin/berat lahir) Oya, ngomong2 soal standar ini ada info bhw Tabel pertumbuhan berat badan di Kartu Menuju Sehat (KMS) yang suka kita dapat dari Rumah sakit/posyandu udah gak valid lagi buat anak Indonesia jaman sekarang, coz ada kecenderungan bayi2 sekarang rata-rata berat dan pertumbuhan beratnya lebih besar dibanding bayi2 Indonesia at least 10-20 tahun yll. Emang bener sih kalo saya lihat pertumbuhan berat Raissa (6 bulan) dibandingkan KMS jadinya overweight melulu, tapi kalo saya bandingkan dengan tabel pertumbuhan di www.keluarga.org, berat Raissa normal2 aja tuh. Apa betul info ini? Pak Dokter, mohon pencerahannya. Bunda Raissa (yang gak mampu kasih ASI buat Raissa....hikkksss)

Fitri Novianty Sun, 23 Jun 2002 19:17:45 -0700


Dear Bunda-nya Nayla, Saya juga sering denger orang bilang, kalo anak ASI

engga bisa gemuk, tapi ternyata ngga terbukti buat Rafi, anak saya. Sampe lebih dari 5 bulan, Rafi cuma minum ASI, ternyata dia bisa gemuk & sehat. Berat badannya selalu berada di batas atas KMS, padahal lahirnya cuma 2,715 kg. Jadi Bu, jangan khawatir anaknya ngga bakal gemuk, asal ASI-nya bisa dijaga kualitasnya, insya Allah deh, Nayla bisa gemuk dan sehat. Salam, Bunda-nya Rafi

Desi Aresa Yudanto Wed, 26 Jun 2002 04:11:51 -0700


Saya jadi agak khawatir dengan cara saya memerah asi di kantor nih. Saya memerah dengan tangan yang telah dicuci bersih 1 x setiap hari kerja, sekitar jam 13.00 (setelah makan siang). Karena di kantor tak ada kulkas, saya simpan di cool box yang dilengkapi dengan ice pack. ASI tersebut saya bawa ke rumah untuk diberikan pada esok harinya (siang hari). Apakah cara yang saya berikan benar atau berbahaya bagi kesterilan asi itu ? Desi

M Lysta Sirait Wed, 26 Jun 2002 18:02:51 -0700


Saya juga gitu mba Desi..... Saya pakai cool box dan brite ice (ice pack) bedanya saya merahnya 3 x, tapi so far anak saya baik-baik aja tuh, ga pernah mencret (maaf), atau sakit yg lain.......dan pertumbuhannya juga bagus, skg umur 4 bln bb=7.2 kg, panjang 64 cm, bb lahir = 3.2. Jadi tenang aja mba, selama anak kita baik-baik aja. salam, mam Davi & Felix

Icha Triyanta Sun, 30 Jun 2002 17:45:05 -0700


maaf, sekali lagi. Pengganti Kulkas untuk menyimpan ASI

Date: Thu, 16 Dec 1999 10:44:18 +0700 Tuty Wulandari Sesuai penelitian kondisi ASI setelah dipompa dan ditampung ke dalam botol susu dapat bertahan selama 24 jam apabila ASI tersebut segera disimpan ke dalam kulkas. Namun keinginan para ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI kepada bayinya akan mengalami kesulitan karena ternyata tidak semua kantor tempat para ibu bekerja memiliki sarana kulkas. Kesulitan menyimpan ASI ke dalam kulkas dapat diatasi dengan menyimpan botol berisi ASI di dalam termos es yang telah diisi es batu sehingga suhu di dalam termos serupa dengan suhu di dalam kulkas. Buatlah es batu dalam gelas bekas air mineral dan masukkan dalam termos es tanpa mengeluarkan es dari gelas tersebut, cara ini akan membuat es batu di dalam termos itu tahan beku, jangan menggunakan es batu dengan bongkahan kecil karena es tersebut akan cepat mencair. Kemudian simpan termos penyimpan ASI ditempat yg sejuk (ruang ber-Ac).

Tiara Heradadi Sun, 23 Jun 2002 19:35:33 -0700


Betul Bundanya Raisa. Kalau asinya cukup terusin aja, toh dokter di belahan manapun di dunia ini mengakui bahwa tidak ada satupun susu formula yang bisa menandingi kelebihan asi. Tidak ada istilah kualitas rendah, tinggi atau jelek buat ASI. Bahkan susu formula buatan luar negeri dan yang paling mahal sekalipun nggak akan bisa menandingi kecanggihan asi. Kalau saya di beri kesempatan untuk bisa asi eklusif sampai 6-7 bulan, saya bersyukur sekali. Tujuan pemberian asi memang bukan untuk membuat anak jadi gendut tapi jadi sehat dan punya daya tubuh yang sangat baik, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut dsa saya (hari martono), anak gendut lebih karena bawaan bukan karena asi. Bukan berarti anak yang dapat asi ekslusif dan berbadan tidak gemuk artinya tidak/kurang sehat di banding dengan anak yang gemuk. Oleh dokter di sebutkan bahwa asi tahan di freezer untuk jangka waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan tapi pada prakteknya nanti, berdasarkan pengalaman saya dan rekan-rekan saya di kantor sih jarang sekali kita menyimpan asi sampai berhari-hari atau malah berbulan-bulan. Paling lama 2-24 jam. Asi yang di simpan di freezer sampai beku jangan langsung di hangatkan tapi harus di cairkan dulu di dalam kulkas biasa (bukan freezer nya). Kalau minum asinya sering (2-3 jam sekali) dan banyak mendingan jangan di freezer. Salam, Tiara

Fitri Novianty Sun, 23 Jun 2002 18:49:10 -0700


Buat Mama-nya Yoga, Saya mau bagi-bagi pengalaman nih. Sampai anak saya umur 8 bulan, dia minum ASI hasil pompa selama saya di kantor. Berdasarkan informasi yg saya terima (dari RS Siloam tempat anak saya lahir), ASI bisa bertahan di freezer selama 3 bulan, sedangkan di refrigerator bisa tahan sampe 48 jam. Sama seperti Mama Yoga, di kantor saya pompa ASI setiap 4 jam, lalu disimpan di freezer, dan dalam perjalan pulang ke rumah, ASI saya simpan dalam cooler box. Setibanya di rumah, dimasukkan kembali ke dalam lemari es (refrigerator) untuk diberikan kepada anak saya keesokan harinya. Alhamdullillah, sampe sekarang (14,5 bulan) anak saya sehat, bahkan selama minum ASI s/d 8 bulan, berat badannya optimal (gemuk) dan tidak pernah sakit. Bunda-nya Rafi

=======================================
Hai, Saya mau menanyakan, apakah untuk ASI yang disimpan dalam kulkas harus menggunakan botol susu dari BELING (bukan botol susu plastik). Apakah bila menggunakan botol susu plastik akan mempengaruhi zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi (zat antibodi) ? Contohnya, zat yang dibutuhkan oleh bayi akan berkurang atau malah hilang. Apakah ASI juga bisa disimpan dalam freezer ? Bila dapat, berapa lamakah ASI tersebut dapat bertahan ... Thanks Yoke

Sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ibu (atau bapak?) Yoke, sependek pengetahuan saya, menyimpan ASI di kulkas NGGAK harus pakai botol beling, boleh pakai botol plastik, bahkan boleh disimpan langsung dalam plastik makanan biasa. Nggak ada pengaruhnya thd kandungan ASI (atau setidaknya saya belum pernah mendengar tentang hal tersebut)

Yang penting botol/wadah penyimpannya bersih. ASI bisa bertahan di frezer sampai lebih dari 1 bulan bahkan bisa sampai 3 bulan apabila suhu dalam frezer selalu konstan (tidak dibuka-tutup) Tapi yg saya pernah baca di Nakita, memang ada zat gizi tertentu yg hilang apabila ASI disimpan dalam frezer. Jadi apabila memang akan dikonsumsi esok atau lusa, ASI tidak perlu disimpan difrezer dengan catatan ya itu tadi, botol/wadah penyimpannya harus benar-benar bersih. Pengalaman saya, sampai anak saya 8 bulan sekarang ini, saya jarang menyimpan ASI di frezer (bahkan di sabtu-minggu) kecuali kalau mau libur lebih dari 2 hari. Alhamdulillah oke-oke aja. Sampai sekarang si adek tetap lebih menyukai ASI peras daripada susu formula. begitu sharing saya semoga bermanfaat, -sariFrom: zalikamommy Sent: Friday, February 01, 2002 9:14 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [balita-anda] Menyimpan ASI dalam kulkas Hi mbak Yoke, Saya bekerja di luar rumah, juga menyimpan cadangan asi di botol biasa, pernah beli botol beling terus jatuh dan pecah, sehingga harus beli lagi, padahal harganya lebih mahal dari botol biasa. Dan ternyata setelah tanya dsa, mau beling atau tidak nggak berpengaruh pada asi yg penting wajib bersih/steril. Saya juga sama dengan mbak sari, hampir tidak pernah menyimpan asi di freezer karena selain mobilitas mengkonsumsi asi nya sering/cepet(sehari habis)dan juga sepengetahuan saya kalo asi disimpan dalam freezer (apalagi kalo sampe membeku) maka proses pendinginannya harus diturunkan dulu ke bagian yg bukan freezer & setelah cair baru bisa di hangatkan.Lama deh... Itu pengalaman saya mbak, mudah-mudahan bisa jadi pertimbangan juga ya. thanks, ibunya zalika

Vienna Prasetyo Thu, 31 Jan 2002 22:19:42 -0800


Mba' Yoke, Sejak cuti melahirkan selesai, saya mulai pompa asi saya sebelum berangkat kerja dan juga di kantor 2x. Jadi pulangnya bawa asi yang dimasukkan ke dlm botol biasa (bukan beling), tapi udah steril, bawa dari rumah. ASI tersebut tidak pernah saya simpan di freezzer, krn sama seperti yang bundanya Zalika bilang, mobilitasnya sering. Hal ini saya lakukan untuk ke dua anak saya. Syukur, ke dua anak saya tumbuh sebagaimana mestinya, tidak ada apa2. Sekarang yg besar berumur 6.5 th dan yg kecil 22 bln. Demikian info saya, semoga bermanfaat. Salam, Vienna