You are on page 1of 8

RESPONSI FISIKA KOMPUTASI

ANALISIS EFEK COMPTON DENGAN MENGHITUNG PANJANG


GELOMBANG SINAR-X MENGGUNAKAN METODE NEWTON
RAPHSON

Oleh:
Rahayu
(H1E011002)

LABORATORIUM KOMPUTASI PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK JURUSAN MIPA
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2012

ANALISIS EFEK COMPTON DENGAN MENGHITUNG PANJANG


GELOMBANG SINAR-X MENGGUNAKAN METODE NEWTON
RAPHSON
Hamburan Compton adalah suatu efek yang merupakan bagian interaksi sebuah
penyinaran terhadap suatu materi. Efek Compton adalah salah satu dari tiga proses yang
melemahkan energi suatu sinar ionisasi. Bila suatu sinar jatuh pada permukaan suatu materi
sebagian daripada energinya akan diberikan kepada materi tersebut, sedangkan sinar itu
sendiri akan di sebarkan.. Proses hamburan Compton dianalisis sebagai suatu interaksi
(tumbukan dalam pengertian partikel secara klasik) antara sebuah foton dan sebuah
elektron, yang kita anggap diam. Hamburan Compton terjadi apabila foton dengan energi hf
berinteraksi dengan elektron bebas atau elektron yang tidak terikat dengan kuat oleh inti,
yaitu elektron terluar dari atom. Elektron itu dilepaskan dari ikatan inti dan bergerak dengan
energi kinetik tertentu disertai foton lain dengan energi lebih rendah dibandingkan foton
datang. Foton lain ini dinamakan foton hamburan. Dalam hamburan Compton ini, energi
foton yang datang yang diserap atom diubah menjadi energi kinetik elektron dan foton
hamburan.
Contoh kasus:
Sinar X dihamburkan dari sebuah blok karbon. Radiasi yang di hambur dilihat pada 90
terhadap sinar jatuh. Jika diketahui energi kinetik yang diberikan kepada elektron yang
terpental adalah 4,73x10-17 J. Berapakah panjang gelombang sinar X yang digunakan?
Penyelesaian:
Dalam persamaan efek Compton, terdapat beberapa persamaan yaitu:
=

(1-cos )

Persamaan tersebut dapat diubah dalam bentuk persamaan kuadrat


f()=EK 2+EK - hc
= EK 2+EK h(1-cos
dengan

) / mo c h2 (1-cos

) / mo

(6,63x10-34 Js)

h = konstanta Planck

(9,11x10-31 kg)

mo = massa elektron

(3x108 m/s)

c = kecepatan cahaya
= panjang gelombang sinar X
EK= energi kinetik

(m)
(J)

= sudut yang dihamburkan terhadap sinar jatuh

( )

Diketahui dari soal:


EK=4.73 x 10-17
=90
Ditanya: = ?
Dengan menggunakan ,metode newton raphson akar akar persamaan untuk persoalan
tersebut diselesaikan dengan algoritma berikut:
1. Menentukan turunan pertama dari fungsi f()
f() = EK 2 + EK h(1-cos

) / mo c h2 (1-cos

f '()= 2 EK +EK h(1-cos

) / mo c

) / mo

2. Menentukan nilai n pada sembarang titik, misal


1 = 1
f() = 4.73x10-17
f '()= 9.46 x10-17
3. Menghitung nilai n+1 menggunakan persamaan n+1 = n
2 = 1-

= 1-0.5 = 0.5

2 = 0.5
f() =1.18x 10-17
f '()= 4.73x10-17
maka
3= 2

= 0.5 0.25=0.25

3= 0.25
f() = 2.95x10-18
f '()= 2.365x10-17
maka
4= 3

= 0.25- 0.125=0.125

Flowchart

MULAI

Menentukan
perkiraan awal
Ya

Apakah
f (n)=0 ?

Konstanta
mo=9,11x10-31 kg
h=

6,63x10-34

Tidak

Js

c=3x108 m/s

Meng-input :
estimasi awal, jumlah
iterasi,
EK, tetha
y=cos tetha

f (n)= EK*2+EK**h*(1-y) /
(mo*c) - (h2 * (1-y))/mo
=0
f '(n)=2* EK*+ EK*(h *(1- y))
/mo*c=0

Menghitung

n+1=n-( f (n)/f '(n))

f (n+1)= EK*2+EK**h*(1-y) /
(mo*c) - (h2 * (1-y))/mo =0
f (n+1)= 2*EK*+EK*(h * (1-y))/
mo*c=0

Apakah
f (n+1)= 0 ?
Ya

Akar persamaan

SELESAI

Tidak

Listing program
% aplikasi metode NEWTON RAPHSON
% untuk menghitung panjang gelombang sinar X
disp ('================================================')
disp ('
APLIKASI METODE NEWTON RAPHSON
')
disp ('
UNTUK MENGHITUNG PANJANG GELOMBANG SINAR X
')
disp ('
MAWARNI RAFI P
')
disp ('
HIE009019
')
disp ('================================================')
disp (' ')
disp ('================================================')
disp ('
===MENGHITUNG AKAR PERSAMAAN==
')
disp ('================================================')
disp (' ')
disp ('
kostanta:
')
disp ('
h = 6.63e-34
')
disp ('
c = 3e8
')
disp ('
m0 = 9.11e-31
')
mo=input
('
masukkan nilai mo dari konstanta,
m0 = ');
h=input
('
masukkan nilai h dari konstanta ,
h = ');
c=input
('
masukkan nilai c dari konstanta ,
c = ');
EK=input
('
masukkan nilai energi kinetik
,
EK = ');
tetha=input
('
masukkan nilai tetha
, tetha= ');
lambda=input
('
masukkan akar awal pertama
');
y=cos(tetha*pi/180);
f=EK*lambda^2+EK*lambda*h*(1-y)/(mo*c)-(h^2*(1-y))/mo;
df=2*EK*lambda+EK*h*(1-y)/(mo*c);
M=input
('
masukkan jumlah iterasi =
');
LAMBDA=zeros (M,1); %tempat penyimpanan data X1
FLAMBDA=LAMBDA;
dFLAMBDA=LAMBDA;
LAMBDA(1)=lambda;
FLAMBDA(1)=f;
dFLAMBDA(1)=df;
for m=2:M
LAMBDA(m)=LAMBDA(m-1)-(FLAMBDA(m-1)/dFLAMBDA(m-1));
FLAMBDA(m)=EK*LAMBDA(m)^2+EK*LAMBDA(m)*h*(1-y)/(mo*c)-(h^2*(1y)/mo);
dFLAMBDA(m)=2*EK*LAMBDA(m)+EK*h*(1-y)/(mo*c);
end
Iterasi =1:M;
disp (' ')
disp ('
AKAR-AKAR PERSAMAAN
')
disp ('---------------------------------------------------------')
disp ('Iterasi keLAMBDAm
F(LAMBDA)
F(LAMBDA+1)
')
disp ('---------------------------------------------------------')
format short e
disp ([Iterasi'
LAMBDA
FLAMBDA
dFLAMBDA ])

Hasil running
APLIKASI METODE NEWTON RAPHSON
UNTUK MENGHITUNG PANJANG GELOMBANG SINAR X
Rahayu
HIE011002
================================================

================================================
===MENGHITUNG AKAR PERSAMAAN==
================================================

kostanta:
h = 6.63e-34
c = 3e8
m0 = 9.11e-31
masukkan nilai mo dari konstanta,

m0 =

9.11e-31

masukkan nilai h dari konstanta ,

h =

6.63e-34

masukkan nilai c dari konstanta ,

c =

3e8

masukkan nilai energi kinetik

masukkan nilai tetha

, tetha=

masukkan akar awal pertama


masukkan jumlah iterasi

EK =

4.73e-17
90
1
32

AKAR-AKAR PERSAMAAN
--------------------------------------------------------Iterasi ke-

LAMBDAm

F(LAMBDA)

F(LAMBDA+1)

---------------------------------------------------------

1.0000e+000

1.0000e+000

4.7300e-017

9.4600e-017

2.0000e+000

5.0000e-001

1.1825e-017

4.7300e-017

3.0000e+000

2.5000e-001

2.9563e-018

2.3650e-017

4.0000e+000

1.2500e-001

7.3906e-019

1.1825e-017

5.0000e+000

6.2500e-002

1.8477e-019

5.9125e-018

6.0000e+000

3.1250e-002

4.6191e-020

2.9563e-018

7.0000e+000

1.5625e-002

1.1548e-020

1.4781e-018

8.0000e+000

7.8125e-003

2.8870e-021

7.3906e-019

9.0000e+000

3.9062e-003

7.2174e-022

3.6953e-019

1.0000e+001

1.9531e-003

1.8044e-022

1.8477e-019

1.1000e+001

9.7656e-004

4.5109e-023

9.2383e-020

1.2000e+001

4.8828e-004

1.1277e-023

4.6191e-020

1.3000e+001

2.4414e-004

2.8193e-024

2.3096e-020

1.4000e+001

1.2207e-004

7.0482e-025

1.1548e-020

1.5000e+001

6.1035e-005

1.7621e-025

5.7739e-021

1.6000e+001

3.0518e-005

4.4052e-026

2.8870e-021

1.7000e+001

1.5259e-005

1.1013e-026

1.4435e-021

1.8000e+001

7.6294e-006

2.7532e-027

7.2174e-022

1.9000e+001

3.8147e-006

6.8831e-028

3.6087e-022

2.0000e+001

1.9073e-006

1.7208e-028

1.8044e-022

2.1000e+001

9.5367e-007

4.3019e-029

9.0218e-023

2.2000e+001

4.7684e-007

1.0755e-029

4.5109e-023

2.3000e+001

2.3842e-007

2.6887e-030

2.2554e-023

2.4000e+001

1.1921e-007

6.7217e-031

1.1277e-023

2.5000e+001

5.9603e-008

1.6804e-031

5.6386e-024

2.6000e+001

2.9801e-008

4.2011e-032

2.8193e-024

2.7000e+001

1.4900e-008

1.0503e-032

1.4097e-024

2.8000e+001

7.4498e-009

2.6255e-033

7.0487e-025

2.9000e+001

3.7250e-009

6.5626e-034

3.5250e-025

3.0000e+001

1.8633e-009

1.6394e-034

1.7638e-025

3.1000e+001

9.3376e-010

4.0866e-035

8.8448e-026

3.2000e+001

4.7173e-010

1.0097e-035

4.4740e-026

dari hasil running program diketahui bahwa akar yang paling


mendekati f() = 0 adalah f() =1.0097e-035 pada =
4.7173e-010