You are on page 1of 5

Untuk mengetahuai tentang agenda setting kita harus mencari tahu apa itu masalah kebijakan.

Karena masalah kebijakan yang nantinya akan dibuat agenda setting. Masalah kebijakan (lester dan stewart,2000) adalah kondisi yang menimbulkan ketidak puasan masyarakat sehingga perlu dicari penyelesaianya. Sedangkan agenda setting adalah suatu tahap diputuskanya masalah yang menjadi perhatian pemerintah untuk dibuat menjadi suatu kebijakan (ripley 1985) Agenda setting merupakan sebuah langkah awal dari keseluruhan tahapan kebijakan. Sehingga agenda setting menjadi tahap yang sangat penting dalam analisis kebijakan. Agenda setting adalah tahap penjelas tahapan kebijakan lainya. Didalam masalalah kebijakan dan agenda setting ini nantinnya akan dapat diketahuai kearah mana kebijakan yang dibuat oleh pemerintah apakah berpihak kepada rakyat atau sebaliknya.Dalam penentuan kebijakan public sangatlah dipengaruhi oleh factor lingkungan. Contoh : Penaikan Harga Bahan Bakar Minyak

Pemeberitaan media sengaja mengembar-gemborkan mengenai masalah kebijakan dalam penaikan harga BBM adalah dari segi naiknya harga minyak mentah dunia yang berpengaruh pada perekonomian suatu Negara. Dengan naiknya harga minyak mentah dunia, pemerintah memiliki permasalahan tentang BBM apakah nantinya pemerintah akan menaikan atau akan tetap pada harga awal. Jika pemerintah menaikan harga BBM masalah dari kebijakan akan luas dampaknya. Terutama dari segi ekonomi mengingat daya beli masyarakat kita yang masih rendah. Sehingga masyarakat miskin akan bertambah. Atau dari segi social, dengan biaya produksi yang tingggi para pengusaha akan menekan biaya produksi, dan biasanya pengusaha dalam upay penekanaan biaya produksi akan mem-PHK karyawan.

Dengan pemberitaan ini, tentu saja ini akan menarik ekspresi dari masyarakat secara luas. Dimana bisa dipastikan bahwa hampir semua masyarakat menggunakan bbm baik untuk kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun menjalankan mesin produksi. Ini merupakan masalah yang vital dan menyangkut masyarakat banyak. Pemerintah dituntut untuk bijak dalam mengambil kebijakan ini, karena masalah ini menyangkut masyarakat banyak. Dan pemerintah itu sendiri.

Perlu dipahami bahwa dalam agenda setting muncul kometisi dikalangan media. Mereka melontarkan berbagai issue yang akan dijadikan agenda pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap masalah yang ada. Issue dari media dan kelompok supaya menjadi agenda kebijakan. Menurut davies (dalam lester dan stewart,2000) ada 3 kegiatan yang dilakukan oleh media dan kelompok dalam berkompetisi yaitu 1.Inisiasi maalah yang timbul didalam masyarakat yang mendorong masing-masing individu melakukan aksi. 2. Difusi

mentranformasikan masalah agar menjadi perhatian pemerintah. 3. prosesing mengkonversikan isu kedalam item-item agenda. Jika kita melihat kebijakan tentang penaikan Harga BBM dari hubungan masyarakat dan pemerintah. Didalam kebijakan ini terjadi pro dan Kontra antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat turun kejalan sebagai aksi penentangan kebijakan, dengan asumsi jika BBM dinaikan maka beban Hidup masyarakat akan naik dan melihat masyarakat kita yang sebagian besar masih jauh dibawah garis kemiskinan. Inilah yang coba diarahkan oleh media tersebut. Disatu sisi media tidak dapat secara lansung berpendapat mengenai kebijakan dari pemerintah, maka dengan hal itu media sengaja mengarahkan masyarakt secara persuasive untuk menentang kebijakan pemerintah yang dinilai

merugikan banyak pihak. Media massa menyalurkan opininya lewat berita yang dimuat walaupun tidak mentah dalam bentuk opini melainkan dalam bentuk sudut pandang media. Opini sebagai alat untuk mempengaruhi masyarakat, opini yang setuju dan tidak. Media berperan sebagai sarana penyalur opini masyarakat dan pemerintah. Contoh : dalam kebijakan ini akhirnya dinaikan harga BBM walaupun menuai kontro, pemerintah tetap menaikan harga BBM, pemerintah beranggapan bahwa penaikan merupakan langkah satu-satunya agar APBN tetap aman. Dan pemerintah juga mengeluarkan kebijakan sebagai kompensasi kepada masyarakat miskin melalui BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Contoh artikel : sumber oke zone.com


http://economy.okezone.com/read/2012/03/17/320/595127/kepala-daerah-diimbau-tolak-kenaikan-bbm

Sabtu, 17 Maret 2012 17:49 wib

JAKARTA - Kenaikan BBM sepertinya akan direalisasikan oleh pemerintahan SBY Boediono pada 1 April 2012 yang secara tidak langsung akan membawa dampak pada kemiskinan di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mengimbau kepada seluruh kepala daerah untuk ikut menolak kenaikan BBM. "Apalagi bagi kepala daerah yang memimpin daerah yang jumlah rakyat miskinnya banyak, tentu saja kenaikan BBM kali ini akan membuat rakyat makin miskin," tukas Ketua Bidang Humas Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Trisasono, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Sabtu (17/3/2012). Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu menyatakan, sudah sepantasnya penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa didukung oleh seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia. Akhir-akhir ini, berbagai aksi penolakan kenaikan harga BBM oleh elemen buruh dan mahasiswa makin hari makin besar. Ini terjadi jika pemerintah tidak menghiraukan penolakan kenaikan BBM. Ketidakmampuan pemerintahan SBY-Boediono dalam mengolah anggaran belanja negara serta menciptakan ketahanan energi disinyalir yang meyebabkan rakyat harus menanggung beban ekonomi dengan biaya ekonomi tinggi akibat kenaikan harga BBM. (ade)

Debby Chandra 915090223 Tugas agenda setting

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS TARUMANAGARA