You are on page 1of 2

Asuhan Keperawatan Komunitas pada Agregat Remaja: Anak Jalanan di Sekolah Master

Diagnose keperawata n Kesiapan kelompok agregat remaja pada Sekolah Master untuk meningkatka n konsep diri: harga diri. Tujuan Umum meningkatkan derajat konsep diri melalui peningkatan harga diri peserta didik pada agregat anak jalanan remaja di sekolah master Tujuan Khusus Strategi Intervensi Rencana Intervensi Evaluasi Kriteria Standar Pernyataan anak jalanan remaja master tentang penghargaan diri dan motivasi diri Sumber Tempat PJ

Anak remaja pada sekolah master mampu: a. Meningkatkan konsep diri anak jalanan remaja dengan menerima keterbatasan, kekuatan, dan mengekspresikan kepercayaan diri dalam kemampuan. b. Mengekspresikan kepuasan dengan identitas personal c. Mengeskpresikan kepuasan dengan performa peran d. Mengekspresikan kepuasan dengan rasa berharga e. Mengekspresilan kepuasan dengan gagasan tentang diri sendiri f. Mengekspresikan keinginan ntuk meningkatkan konsep diri

a. Menggunakan diskusi a. Promotif:Dilaksanakan melalui kegiatan Peningkatan kelompok penilaian terhadap keterampilan untuk bersikap positif melalui: b. Bermain kelompok diri Pemutaran video motivasi

bermain berkelompok: bermain membentuk bangunan

dengan menggunakan sedotan Membalikan kertas (banner) secara berkelompok: kerjasama tim

b. Preventif: jalanan

Peningkatan pengetahuan anak mengenai informasi tentang

pentingnya konseling, penilaian penghargaan terhadap diri dan pemanfaatan sumbersumber di komunitas. Upaya preventif yang dilakukan di antarany: melakukan diskusi dan konseling tentang bagaimana caranya meningkatkan harga diri, menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki, menekankan kekuatan diri yang dapat diidentifikasi oleh remaja khususnya anak jalanan yang sekolah di Master.

Peningkatan keterampilan untuk bersikap positif: a. mengetahui kekuatan pribadi b. melakukan perilaku yang dapat meningkatkan kepercayaan diri Membuka kembali pemikiran siswa untuk melakukan penilaian diri secara positif

Kemampuan siswa untuk bermain bersama dan memecahkan masalah bersama

Nanda internasional. (2010). Diagnosis keperawatan: definisi dan klasifikasi 2009-2011. Terj. Monica Ester. Jakarta:EGC Wilkinson, J. M. (2007). Buku saku diagnosis keperawatan dengan intervensi nic dan kriteria hasil noc. Jakarta: EGC

Ruang Risma kelas SMP sekolah master

Ruang kelas SMP sekolah master

Dela: permainan sedotan Sri Mulyani: bermain kertas (banner)

Siswa mampu mengoptimalka n kemampuan dan keebihan yagn dimiliki

Ruang Ragil kelas SMP sekolah master

EVALUASI Kesiapan kelompok agregat remaja pada Sekolah Master untuk meningkatkan konsep diri: harga diri Evaluasi struktur evaluasi mengenai ketersediaan alat dan bahan yang digunakan untuk meningkatkan konsep diri: harga diri pada remaja di sekolah master. Evaluasi dilakukan dengan memantau ketersediaan alat dan bahan seperti: sedotan, LCD, Lembar balik, banner, dan video yang akan diputarkan. Evaluasi proses Evaluasi mengenai peran aktif siswa SMP di sekolah Master dalam mengikuti permainan, melakukan diskusi, dan konseling. Evaluasi juga dilakukan dengan melihat kemampuan anak untuk mengungkapkan kelebihan yang dimiliki. Evaluasi Outcome/hasil Gangguan konsep diri harga diri rendah pada anak jalanan khususnya remaja SMP di sekolah master dapat dicegah setekah adanya program kreativitas dan bermain bersama. Siswa SMP Sekolah Master diharapkan mampu untuk mengenal kemampuan yang dimiliki, mengenal kelebihan, dan mempertahankannya. Siswa mampu berkomunikasi terbuka dengan teman sebaya, memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah Master, dan mampu bekerja sama dengan sesama teman.

Referensi : Nanda internasional. (2010). Diagnosis keperawatan: definisi dan klasifikasi 2009-2011. Terj. Monica Ester. Jakarta:EGC Wilkinson, J. M. (2007). Buku saku diagnosis keperawatan dengan intervensi nic dan kriteria hasil noc. Jakarta: EGC