You are on page 1of 12

Kabupaten Karimun Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Memasuki usia yang ke 13 tahun pada 12 Oktober 2012, Kabupaten Karimun terus berbenah diri dan mulai memacu pertumbuhan ekonominya. Angka pertumbuhan 7,0 persen saat ini dirasa masih bisa ditingkatkan lagi menjadi lebih dari 8,0 persen seiring status karimun sebagai daerah FTZ. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Karimun mengalokasikan anggaran cukup besar untuk membangun infrastruktur, kemudian pemerintah daerah juga berupaya menarik investasi asing sebesar besarnya dengan memanfaatkan status Karimun sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas atau Free trade zone (FTZ) sehingga lapangan kerja cukup tersedia dan roda ekonomi melaju kencang. Untuk mengetahui strategi Pemerintah daerah untuk meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berikut petikan wawancara dengan Bupati Kabupaten Karimun Nurdin Basirun. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun di kuartal tiga ini relatif tinggi yakni 7,0 persen, bagaimana cara anda mencapainya ?... Dengan status sebagai daerah FTZ, sebenarnya angka 7,0 persen masih rendah dan kami perlu bekerja lebih keras lagi untuk mencapai angka pertumbuhan lebih dari 8,0 persen. Untuk itu, seluruh potensi ekonomi yang ada kami berdayakan. Misalnya dengan berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pada tahun 1996, PAD Karimun hanya 6 miliar rupiah dan saat ini diperkirakan mencapai 1,62 triliun rupiah begitupun dengan APBD terus meningkat jumlahnya sehingga kami punya dana cukup membangun daerah ini. Apa prioritas pembangunan yang anda canangkan ?.. Pertama tentu saja infrstruktur dan yang sedang kami kembangkan adalah pembangunan pelabuhan container, pelabuhan rakyat, landasan untuk Bandar udara pesawat terbang. Kami juga akan membangun sejumlah fasilitas umum seperti pasar tradisional agar masyarakat mencari nafkah dengan baik. Beberapa waktu lalu kami telah meresmikan Pasar Baru Kolong yang membawa dampak cukup positif terhadap pergerakan ekonomi daerah. Selain itu, fasilitas listrik dan air bersih juga terus kami tingkatkan kapasitasnya. Terkait dengan status Karimun sebagai daerah FTZ, bagaimana animo investor asing untuk menanamkan modalnya di Karimun ?.. Sejak ditetapkannya Karimun sebagai daerah FTZ, sudah banyak investor asing dan lokal yang menanamkan modalnya dan diperkirakan sekitar 66 perusahaan besar yang sebagian besar bergerak di sector galangan kapal atau shipyard. Lalu, kami juga sudah menandatangani tujuh perjanjian kerjasama investasi dengan tujuh perusahaan asing dan domestic yang akan menanamkan modalnya di Karimun dalam waktu

dekat ini senilai 86,7 triliun rupiah. Investasi itu dipastikan akan meningkatkan perekonomian Kabupaten Karimun karena jumlah tenaga kerja lokal yang diserap mencapai ribuan. Tujuh perusahaan yang akan menanamkan modalnya adalah PT Citra Putra Mandiri yang akan membangun industri penyulingan minyak dan resort di daerah Karimun Anak dengan nilai investasi sekitar 38,820 triliun rupiah. Kemudian, PT Putra Bengkong Sunrise bergerak dibidang jasa terpadu dengan nilai investasi sekitar 335 miliar rupiah. PT Sumatera Karimun Shipyard bergerak di bidang industri pembuatan kapal dan bangunan terapung dengan nilai investasi sekitar 30 juta dollar AS setara dengan 270 miliar rupiah dengan kurs 9 ribu rupiah per dollar AS. Selanjutnya PT Soma Daya Utama bergerak di bidang industri pembangunan pembangkit listrik tenaga uap dengan nilai investasi 855 miliar rupiah. PT Karya Maritim Makmur bergerak di bidang perbaikan dan pemotongan kapal dengan nilai investasi 25 miliar rupiah dan PT Karimun Kostal Maritim dengan nilai investasi 100 miliar rupiah. Lalu ada satu perusahaan yang telah memberi komitmen langsung ke Pemerintah pusat yakni Perusahaan asal Italia, PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) yang akan membangun kilang minyak dengan investasi 5 Miliar dollar AS atau sekitar 47,5 triliun rupiah. Dengan banyaknya modal asing dan domestik yang masuk ke Karimun, apakah menjadi jaminan pertumbuhan ekonomi yang tinggi ?.. Kami jadikan itu hanya sebagai modal dan selanjutnya, kami juga akan bekerja keras untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Karimun, dan itu penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gus).

Kilas Balik 14 Tahun Kabupaten Karimun Membangun. TIDAK terasa, usia Kabupaten Karimun telah
memasuki tahun ke-14, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 12 Oktober 2013, setelah kabupaten berpulaupulau ini dimekarkan terpisah dari Kabupaten Bintan berdasarkan Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999. Memang, perayaan HUT Kabupaten Karimun ke-14 ini tidak semeriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan serangkaian kegiatan seperti pameran atau bazar dan beberapa kegiatan lain dialihkan pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Kepri tahun 2014 mendatang. Meski digelar sederhana, perayaan Hari Jadi "Bumi Berazam" tahun 2013 ini justru menjadi lebih istimewa, jika kita telisik dan telaah dari capaian pembangunan yang telah diraih dalam usia yang terbilang masih sangat muda ini. Dalam kurun 14 tahun itu, Pemkab Karimun telah meletakkan pondasi pembangunan secara intensif dan tersistematis, selaras dengan Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Karimun tahun 2006-2011, yaitu Memantapkan Landasan Pembangunan Kabupaten Karimun menuju Karimun yang Maju, Mandiri dan Berbudaya Dilandasi Iman dan Taqwa. Selama lebih dari satu dasawarsa itu pula, Pemkab Karimun telah menggagas pembangunan berkesinambungan dengan penekanan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan memacu pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan investasi. Sejalan dengan tema HUT Karimun ke-14, DENGAN SEMANGAT HARI ULANG TAHUN KE-14 KABUPATEN KARIMUN KITA PERKOKOH PERSAUDARAAN DAN TINGKATKAN KETERPADUAN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN YANG BERKESINAMBUNGAN DAN BERDAYA SAING", Kabupaten Karimun, kini sedang menuju sebuah Kota Jasa Kemaritiman sebagaimana telah digagas oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun. Nurdin Basirun, dalam pidato peringatan HUT Kabupaten Karimun ke-14 sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Aunur Rafiq memaparkan, secara umum capaian pembangunan telah memenuhi harapan yang diinginkan dan telah berada dalam arah yang benar (On The Right Track). Langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan telah membawa daerah ini kepada sebuah kemajuan yang cukup berarti walaupun tentunya masih terdapat kekurangan yang harus dibenahi. Tantangan ke depan bagi Kabupaten Karimun sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ), adalah bagaimana meningkatkan daya saing daerah sehingga bisa berkompetisi dalam kancah perekonomian global. Untuk menjawab tantangan, permasalahan dan isu strategis daerah ke depan, melalui Perda No 8 Tahun 2011 telah dirumuskan Visi Jangka Menengah Kabupaten Karimun Periode 2011-2016 yakni Terwujudnya Kabupaten Karimun yang Maju dan Berdaya Saing Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Kilas Balik 14 Tahun Kabupaten Karimun Membangun. Untuk mewujudkan Visi tersebut
didukung dengan beberapa Misi antara lain :

1. Meningkatkan dan memeratakan ketersediaan infrastruktur daerah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat; 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdaya guna berlandaskan iman dan taqwa; 3. Mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi terpadu dengan ekonomi berbasis kerakyatan ; 4. Memaksimalkan kualitas pelayanan publik; 5. Mengelola sumber daya kelautan dan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan. Walaupun secara fisik dan visual kemajuan pembangunan sudah dapat dirasakan, namun Nurdin menyampaikan gambaran sejauh mana capaian-capaian pembangunan yang telah diwujudkan itu. Adapun capaian beberapa indikator makro pembangunan sebagai berikut : 1. Pertumbuhan ekonomi selama periode 2006-2012 tumbuh rata-rata 6,45 persen dan setiap tahunnya menunjukkan tren yang terus meningkat. Jika di tahun 2006 sebesar 6,05 persen, maka pada tahun 2012 angka pertumbuhan ekonomi Karimun telah mencapai 7,26 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara nasional sebesar 6,5 persen. 2. Secara umum besaran PDRB dari tahun ke tahun juga menunjukkan tren perkembangan yang meningkat. Hal tersebut menunjukan bahwa aktivitas kegiatan ekonomi di Kabupaten Karimun meningkat baik dari nilai nominal maupun realitas produksinya. Jika di tahun 2000, PDRB Karimun hanya sebesar Rp. 1.133.878.520.000,- (satu triliyun seratus tiga puluh tiga milyar delapan ratus tujuh puluh delapan juta lima ratus dua puluh ribu rupiah), maka pada tahun 2012 nilai PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Karimun telah mencapai Rp.5.431.783.000.000,- (lima triliyun empat ratus tiga puluh satu milyar tujuh ratus delapan puluh tiga juta rupiah). 3. Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama delapan tahun terakhir juga mengalami perkembangan yang cukup baik, yakni mengalami kenaikan rata-rata sebesar 0,36 poin per tahun, IPM merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu masyakarat dilihat dari aspek kehidupannya. Aspek terpenting dari kehidupan manusia yaitu usia yang panjang dan sehat, tingkat pendidikan yang memadai dan standar hidup dan daya beli yang layak dan memadai. IPM Kabupaten Karimun pada tahun 2012 berada pada tingkat ke-4 dari 7 (tujuh) kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Angka IPM Kabupaten Karimun pada tahun 2012 adalah sebesar 74,45 angka ini lebih besar dari IPM nasional pada tahun yang sama sebesar sebesar 72,77 peningkatan angka IPM ini setiap tahunnya

menunjukkan adanya kemajuan dalam pembangunan manusia di Kabupaten Karimun dari aspek kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Ini bermakna bahwa pembangunan yang telah dilaksanakan Pemkab Karimun telah berdampak positif terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM). Nilai IPM yang terus membaik dari tahun ke tahun tentunya tidak terlepas dari upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini terutama dibidang kesehatan dan pendidikan. Di bidang pendidikan, dalam rangka mensukseskan Program Wajib Belajar 12 tahun, Pemkab Karimun telah membangun di semua tingkatan pendidikan baik itu sekolah baru, ruang kelas baru, rehabilitasi sekolah, revitalisasi sekolah dan membangun laboratorium dan perpustakaan sekolah. Begitu juga di daerah-daerah "hinterland", Pemkab telah membangun sekolah satu atap yang mana guna mempercepat program wajib belajar 12 tahun. Di bidang kesehatan, guna memperluas layanan kesehatan Pemkab telah menempatkan dokter keluarga dan bidan keluarga di daerah-daerah "hinterland", menyediakan dana jamkesda dan membangun pustu dan posyandu di seluruh kecamatan dan desa di seluruh wilayah Kabupaten Karimun. 4. Perkembangan investasi juga terus menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Jika di tahun 2006 nilai investasi hanya sebesar Rp. 1.135.190.000.000,- (satu triliyun seratus tiga puluh lima milyar seratus sembilan puluh juta rupiah), maka sampai tahun 2012 besaran angka investasi di Kabupaten Karimun telah tercatat sebesar Rp.11.463.273.058.954,- (Sebelas triliyun empat ratus enam puluh tiga milyar dua ratus tujuh puluh tiga juta lima puluh delapan ribu sembilan ratus lima puluh empat rupiah). Dimana peningkatan cukup signifikan terjadi setelah Karimun ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Karimun telah mampu meningkatkan pertumbuhan industri dan investasi yang cukup berarti. Sebagai gambaran, bahwa jika sebelum FTZ diberlakukan hanya terdapat 9 perusahaan, maka sampai saat ini sebanyak 86 perusahaan telah menginvestasikan modalnya di kawasan tersebut, terdiri atas 12 perusahaan penanam modal asing (PMA), 16 perusahaan penanam modal dalam negeri (PMDN), dan 58 perusahaan swasta nasional. 5. Pertumbuhan ekonomi di Karimun ternyata mampu diimbangi oleh penyerapan tenaga kerja, sehingga Kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) diikuti oleh penurunan tingkat pengangguran. Dari seluruh penduduk usia kerja di Kabupaten Karimun. Tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami peningkatan selama periode 2006-2012 dari 54,89 persen menjadi 58,96 persen. Secara kualitas tingkat pengangguran juga cenderung menurun. Pada tahun 2012 tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,67 persen.

Angka tersebut jauh menurun jika dibandingkan tahun 2006 dengan tingkat pengganguran 13,35 persen. 6. Perkembangan Angka Kemiskinan di Kabupaten Karimun menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan seiring dengan berjalannya pembangunan. Jika pada tahun 2005, secara makro jumlah penduduk miskin di Kabupaten Karimun mencapai 9,49 persen, atau hampir 18.150 jiwa, maka ditahun 2011 telah turun menjadi 5,9 persen atau sejumlah 13.651 jiwa. Arah pencapaian penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Karimun telah sejalan dengan perkembangan yang terjadi baik di tingkat regional maupun nasional. Jika dibandingkan dengan pencapaian program baik secara nasional maupun regional, jumlah penduduk miskin di kabupaten karimun selama enam tahun terakhir relatif lebih rendah. Dengan pencapaian yang berada dibawah dua digit, upaya untuk memenuhi target MDGS menurunkan jumlah penduduk miskin dibawah 7,5 persen pada tahun 2015 bahkan telah dapat dicapai di Kabupaten Karimun. Keberhasilan penurunan angka kemiskinan ini tentunya tidak terlepas dari upaya strategis yang digagas Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Kepri melalui program pengentasan kemiskinan dengan pola sharing pembiayaan. Tiga tahun sudah program tersebut berjalan, melalui APBD Provinsi dan Kabupaten telah dialokasikan anggaran sebesar Rp.120.422.910.874,- (seratus dua puluh miliar empat ratus dua puluh dua juta sembilan ratus sepuluh ribu delapan ratus tujuh puluh empat rupiah) dan pada tahun 2014 nanti rencananya akan dialokasikan anggaran sebesar Rp. 40.914.970.976,- (empat puluh miliar sembilan ratus empat belas juta sembilan ratus tujuh puluh ribu sembilan ratus tujuh puluh enam rupiah) untuk mendukung pelaksanaan program ini. 7. Peningkatan pendapatan yang diperoleh Kabupaten Karimun secara umum terus mengalami peningkatan dan pertumbuhan yang cukup signifikan. Jika pada tahun 2006 pendapatan asli daerah (PAD) baru mencapai Rp. 35,511,100,000,- (tiga puluh lima milyar lima ratus sebelas juta seratus ribu rupiah) maka pada tahun 2013 target PAD Kabupaten Karimun sudah mencapai Rp. 235.594.250.000,(dua ratus tiga puluh lima milyar lima ratus sembilan puluh empat juta dua ratus lima puluh ribu rupiah). Sementara itu, APBD Karimun juga mengalami peningkatan yang cukup tajam jika di tahun 2006 APBD Karimun sebesar Rp. 411,914,121,706,- (empat ratus sebelas milyar sembilan ratus empat belas juta seratus dua puluh satu ribu tujuh ratus enam rupiah) maka pada tahun 2013 sebesar Rp. 1.162.598.784.287,- (satu triliun seratus enam puluh dua milyar lima ratus sembilan puluh delapan juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu dua ratus delapapan puluh tujuh rupiah). 8. Sejalan dengan terus meningkatnya pendapatan Kabupaten Karimun, dan dalam konteks menjawab tuntutan pertumbuhan investasi, Pemkab Karimun terus melakukan upaya-upaya penyediaan dan pengembangan infrastruktur disegala bidang. Infrastruktur juga berperan sebagai pendukung kelancaran kegiatan sektor pembangunan lainnya antara lain sektor pertanian, industri, kelautan dan perikanan.

Perwujudan pembangunan infrastruktur tersebut terlihat melalui pembangunan/rehabilitasi jalan dan jembatan, dimana sampai saat ini telah terbangun sepanjang 383 km jalan baik yang bertipe aspal hotmix, lapen, semen maupun timbunan tanah. Di sektor pembangunan jalan terdapat beberapa pekerjaan yang bernilai strategis antara lain pembangunan jalan pesisir dan panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area yang saat ini telah manjadi ikon kebanggaan masyarakat Karimun, serta pembangunan jalan pesisir selatan kawasan industri. Di sektor perhubungan untuk membuka dan memperlancar akses transportasi Pemerintah Kabupaten Karimun sejak awal telah melakukan kebijakan pembangunan pelabuhan dan dermaga, baik pelabuhan antar pulau maupun pelabuhan-pelabuhan utama yang membuka akses wilayah Kabupaten Karimun ke daerah luar. Sampai saat ini telah dibangun sebanyak 97 unit pelabuhan/dermaga. Adapun pelabuhan-pelabuhan utama yang bernilai strategis yang telah dibangun antara lain : Pelabuhan Kargo Karimun Parit Rampak, Pelabuhan Tanjung Maqom Selat Beliah, insya Allah untuk fasilitas pelabuhan roro yang menghubungkan Selat Beliah dengan Parit Rampak akan beroperasi pada tahun 2014 dan akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Pulau Kundur, Pelabuhan Terminal Sri Tanjung Gelam (Bom Panjang), Pelabuhan Sri Mandah Moro (Pelabuhan Seroja), Pelabuhan Kargo Gelugur Moro, Pelabuhan Tanjung Berlian, Pelabuhan Peti Kemas Malarko yang saat ini masih dalam proses pekerjaan melalui dana APBN. Selain pelabuhan laut sarana pelabuhan udara bandara Sei. Bati juga terus dilakukan peningkatan, dimana saat ini sedang dilakukan peningkatan kapasitas sisi udara berupa perpanjangan landasan pacu atau "runway". Selanjutnya, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Karimun juga terus berupaya menyediakan fasilitasfasilitas umum yang layak dan moderen, antara lain Pasar Baru Puan Maimun, pasar ini dikonsep sebagai pasar moderen dengan tiga blok, dimana blok A yang sudah selesai dibangun telah diresmikan penggunaannya pada tahun 2012, sementara itu untuk blok B sedang dalam proses penyelesaian pembangunan dan insya Allah pada tahun 2014 dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Selain pasar di ibu kota kabupaten juga telah diresmikan pasar moderen di tingkat kecamatan yakni Pasar Moro dan Pasar Tanjung Berlian.

Kilas Balik 14 Tahun Kabupaten Karimun Membangun. Selain kemajuan-kemajuan


pembangunan sebagaimana yang telah dikemukakan tersebut, Kabupaten Karimun juga telah menerima beberapa penghargaan dari pemerintah pusat yang berkaitan dengan kinerja pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. Penghargaan-penghargaan tersebut dapat kami sampaikan pada kesempatan ini antara lain : 1. Anugerah Pangripta Nusantara Utama dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2013 Tingkat Kabupaten Kota dari Bappenas 2. Laporan keuangan bersetatus WTP (Wajar Tanpa Pengecualian Tahun 2012

3. Penghargaan Penerbitan Perda Akte Kelahiran Bebas Bea tanggal 23 juli 2009 diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia 4. Penghargaan dari IPQAH dalam Pembinaan dan Pengembangan Alquran oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ; 5. Juara Umum STQ Tingkat Provinsi Kepri tahun 2007, 2009, dan 2011 6. Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Kepri tahun 2008, 2010, 2012 Selain itu, masih ada beberapa penghargaan lain yang tidak dapat disampaikan. Kesemua penghargaan tersebut tidak semata-mata hasil kinerja dari aparatur pemerintah saja, tetapi juga berkat andil dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat di Kabupaten karimun. Di tahun 2014 yang akan datang terdapat beberapa pekerjaan besar yang akan kita laksanakan yaitu pelaksanaan Pemilu Legislatif, pelaksanaan Pemilihan Presiden Republik Indonesia, pelaksanaan MTQ Provinsi Kepri ke5, dan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-3. Untuk pelaksanaan MTQ dan Porprov, yang mana Kabupaten Karimun di percayakan sebagai tuan rumah pada kedua even tersebut, tentunya menjadi tantangan tersendiri, selain kita berkeinginan agar kegiatan tersebut penyelenggaraanya berjalan dengan sukses namun kita berkeinginan juga agar kita menjadi yang terbaik di setiap perlombaan dan meraih juara umum dalam perhelatan MTQ maupun Porprov tersebut. Oleh karena itu, beberapa persiapan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut telah dilakukan, antara lain Pembangunan Astaka MTQ, pembangunan Pargola Astaka MTQ yang dipusatkan di Coastal Area, pembangunan tugu MTQ sebagai perwujudan meraih juara umum sebanyak 3 kali, perbaikan sarana dan prasarana setiap cabang MTQ yang diperlombakan, pembinaan kafilah, dan pembangunan gedung Karimun Exhibition and Convention Center (KECC). Sementara itu, untuk persiapan Porprov di antaranya adalah peningkatan fasilitas olah raga di setiap cabang dan pembinaan bagi atlet-atlet di setiap cabang perlobaan. Nurdin mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Karimun agar mensukseskan dan menggunakan hak suaranya pada pelaksanaan Pemilihan Umum yang akan datang untuk memilih para anggota Legislatif baik itu anggota Legislatif DPRD Kabupaten Karimun, DPRD Provinsi Kepri, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta pemilihan Presiden Republik Indonesia Periode 2014 -2019. Hak suara yang kita miliki sangat menentukan terhadap proses pembangunan untuk lima tahun yang akan datang. Dengan peringatan hari jadi Kabupaten Karimun ke14, ia berharap dukungan seluruh lapisan masyarakat dan seluruh aparatur pemerintah untuk bersama-sama bahu membahu dan bekerja sama mencapai target dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

"Insya allah, kita pasti bisa mewujudkannya sesuai dengan motto penggerak pembangunan kabupaten karimun yaitu 'Kerja Amanah, Kerja Keras, dan Kerja Cerdas'," demikian Bupati Karimun Nurdin Basirun. (Antara)

86 Perusahaan Berinvestasi di Kabupaten Karimun


Di Tulis Oleh : LUPI pada 30/08/2013 07:40 WIB

KARIMUNTerkininews.com-Jumlah perusahaan yang sudah berdiri di Kabupaten Karimun saat ini mencapai 86 perusahaan. Dengan nilai investasi mencapai Rp8,1 Triliun. Demikian dikatakan Wakil Bupati Karimun H.Aunur Rafiq. Dari jumlah tersebut, sembilan diantaranya merupakan perusahaan asing dan 77 lainnya perusahaan lokal. Artinya, Rp5,1 Triliun adalah dari penanaman modal asing dan Rp3 Triliun lagi dari modal dalam negeri. Ini merupakan suatu hal yang menggembirakan bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karimun, ujar Rafiq dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur PT.Oiltanking di Teluk Paku Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat, Kamis (29/8). Menurutnya, saat ini satu lagi perusahaan yang bergerak dibidan penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) asal Jerman, bernama PT.Oiltanking dan akan memulai pembangunan di Kabupaten Karimun. Tentunya masyarakat beserta jajaran pemerintah dan seluruh elemen tokoh masyarakat sangat berbangga hati. Dengan harapan agar kegiatan pembangunan PT.Oiltanking di bumi berazam dapat memberikan kontribusi ekonomi ke arah yang lebih baik. Sebagaimana informasi yang diperoleh lanjut Rafiq, bahwa PT.Oiltanking merupakan penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke Kabupaten Karimun, dengan nilai investasi mencapai U$ 220.000.000 Dollar Amerika, atau setara dengan Rp2,4 triliun berdasarkan kurs Dollar (nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika saat ini). Tentunya lanjut Rafiq lagi, dengan investasi yang besar ini akan membantu mempercepat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Karimun. Dimana saat ini saja sudah mencapai 7,26 persen. Yang artinya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun sudah melebihi dari

pertumbuhan ekonomi secara nasional, walaupun masih dibawah pertumbuhan ekonomi dari Batam atau Provinsi Kepri. Tentunya kita mengharapkan dukungan dari semua pihak agar situasi yang kondusif di wilayah ini dapat memberikan jaminan kepada para investor untuk dapat berinvestasi di daerah kita. Kesempatan kerja, lapangan pekerjaan, dengan adanya kebijakan regulasi yang dilakukan oleh pemerintah memberikan kesempatan kepada penduduk tempatan. Oleh karena itu kami sangat berharap kepada pihak PT.Oiltanking yang akan melakukan upaya pembangunan disini. Tentunya mengutamakan tenaga kerja lokal yang sudah dipersiapkan Pemda maupun secara indifidu dari masyarakat kita, harap Rafiq. Rafiq juga menyoroti soal ancaman PHK terhadap ribuan tenaga kerja di PT.Saipem Indonesia Karimun Branch (PT.SIKB). Sehingga atas hal itu dia mengharapkan dengan beroperasinya PT.Oiltanking ini akan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi oleh para tenaga kerja kita akibat pengurangan pekerja. Disamping itu menurutnya pula, dengan peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2007 tentunya ada upaya-upaya pembangunan infrastruktur. Mudah-mudahan sangat mendukung dan juga regulasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam hal penerapan pajak, khususnya pajak pertambangan yang dilakukan di kawasan FTZ ini kita lakukan. Kabupaten Karimun menyambut baik dan memberikan iklim investasi yang sangat baik kepada para investor untuk berinvestasi ditempat kita ini. Sementara itu, General Manager PT.Oiltanking, Sven Partzsch mengatakan, untuk tahap awal terminal penyimpanan minyak mampu menampuk 75000 meter kubik berupa minyak hitam dan putih. Selain itu dalam fasilitas pelabuhan yang masih akan dikerjakan memiliki empat sandaran untuk kapal kecil dan besar. Saat ini konstruksi sedang dimulai. Batu grani kami dapatkan dari lahan tempat dimana perusahaan ini berdiri dan kami pecahkan lalu kami manfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Acara peletakan batu pertama yang dilakukan kemarin sempat terkendala oleh hujan lebat. Sehingga untuk menyiasatinya, pihak perusahaan terpaksa mengghelar acara tersebut dengan syarat saja, yakni memberikan peralatan tukang berupa sekop kepada Aunur Rafiq dan beberapa pejabat dari PT.Oiltanking. Yang kemudian aksi meletakkan batu pertama ditandai dengan mengayunkan sekop dilantai yang telah dialasi karpet tempat acara seremony itu digelar.(gani/HK)