You are on page 1of 4

Nama : Hanung Yudha febrianto NIM : 08613191 Kelas : A

Antibiotik Penghambat Sintesis Dinding Sel (Antibiotik -Laktam) 4. Kuinolon Ciprofloksas in pengobatan infeksi respiratorius resisten, infeksi saluran kemih, gonorea, infeksi saluran cerna Infeksi saluran kemih 400mg 2x sehari selama 7-10 hari (3 hari untuk kasus tanpa komplikasi). Infeksi saluran kemih kronis dan berulang 400mg 2x sehari sampai 12 minggu(dikuran gi menjadi 400mg sekali sehari jika respon baik pada 4 minggu pertama) Antraks (inhalasi) : 500mg setiap24 jam selama 60 hari, dimulai segera setelah Tablet oral 400 mg, kaptab 200mg, 400mg. Anoreksia, depresi, gelisah, halusinasi, bingung, gangguan penglihatan dan pengecapan, peningkatan tekanan intrakranial, kerusakan tendon (terutama pada orang tua dan penggunaan bersama kortikosteroid), gangguan neurologis atau reaksi hipersensitivitas. Kardiovaskular : nyeri dada, edema. Sistem syaraf pusat : sakit kepala, insomnia, pusing Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan anak-anak karena dapat menyebabka n artropati pada sendi penunjang berat badan.

levofloksasi n

Pengobatan pneumonia, termasukmultidr ug strain yang resisten terhadap S. pneumoniae,

Infus : 250mg, 500mg, 750mg. Injeksi intravena : 25mg/ml.

Geriatri : pertimbanga n resiko peradangan dan atau pecah tendon

Simpan pada suhu kamar, terhindar dari cahaya, larutan yang diencerkan stabil selama

pneumonia nosokomial, bronkitis kronis (eksaserbasi bakteri akut), sinusitis, prostatitisinfeksi saluran kemih, pielonefritis akut, infeksi kulit, mengurangi perkembangan penyakit antraks hirup.

terpapar bronkitis

Larutan tetes (oral) : 25mg/ml. Tablet : 250mg, 500mg, 750mg.

kelelahan, nyeri. Kulit : ruam, pruritus. Gastrointestinal : gangguan rasa, mual, diare, sembelit, nyeri perut, dispepsia, muntah. Saluran Kemih : vaginitis. Penglihatan (mata): penurunan penglihatan , sensasi benda asing, rasa terbakar, rasa tidak nyaman, fotofobia. Pernapasan : faringitis, dyspnea. Sistemik : gagal ginjal akut, agitasi, agranulositosis, reaksi alergi (termasuk anafilaksis, angiodema,

terkait penggunaan kortikosteroi d dan kuinolon meningkat pada lanjut usia. Peringatan terkait ruptur tendon pada pasien >60 tahun. Penyesuaian dosis terkait fungsi ginjal. Ibu hamil dan menyusui : faktor resiko terekskresik an ke bayi melalui ASI.

72 jam bila disimpan pada suhu kamar, stabil selama 14 hari bila disimpan didalam lemari pendingin, ketika dalam keadaan membeku dapat stabil hingga 6 bulan, dilarang membekuka n ulang.dilara ng dicairkan dengan microwave atau direndam.

5.

Anamicin

Streptomici n

Pengobatan tuberkolosis (kombinasi dengan obat lain)

Intramuskular 15mg/kgBB /(1218mg/kgBB) perhari atau 23x seminggu

Serbuk injeksi intramuskul ar 1gr/vial, 5gr/vial

ruam pneumonitis dan serum sickness), aritmia, anemia aplastik, bradikardia, bronkospasme Gangguan kardiovaskuler, impotensi, ruam kulit, anemia, mual, muntah, eusinofilia,lemas , sakit kepala, neurotoksik. Kardiovaskular : edema. Sistem syaraf pusat : ataksia, perubahan perilaku, gangguan konsentrasi, pusing. Sistem endokrin metabolik : insufisiensi adrenal, gangguan menstruasi.

Faktor resiko Stabil pada selama 2-4 kehamilan minggu jika disimpan daidalam lemari pendingin

Rifampicin

Pengelolaan tuberkolosis aktif dalam kombinasi dengan agen lain, pengobatanmeni ngococcus dari nasofaring dalam pembawa asimtomatik

Terapi harian 10mg/kgBB/ha ri, 600mg/kgBB/h ari (maksimum)

Kapsul oral 150mg, 300mg. Injeksi intravena (serbuk untuk rekonstitusi) 600mg

Geriatri : Pertimbanga n kombinasi dengan isoniazid. Ibu hamil dan menyusui : faktro resiko, tidak direkomend asikan.

Stabilitas campuran parenteral pada suhu kamar (25oC) adalah 4 jam dan 24 jam untuk NS. Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan SWFI. Sebelum injeksi,

encerkan dalam volume yg sesuai pengencera n yg cocok (misal 100ml)