You are on page 1of 19

ANALISA SOSIAL Teks Sederhana Membaca Membaca Eksistensi Masyarakat Oleh Dr. Abu Amar Busthomi Israil, M. d!

Men"a#a ANSOS dibutuhkan$ MII meru#akan Or"anisasi er"erakan ber#aradi"ma kritis trans%ormati% dan dalam ranah #emban"unan ban"sa MII ber#osisionin" seba"ai a"en sosial &social a"en'. Melihat eksistensi ini, maka ba"i an""ota MII, ke#emilikan akan kesadaran kritis dalam melihat realitas sosial meru#akan suatu keniscayaan. Sementara untuk meno#an" kualitas kesadaran kritis yan" bernilai "una ba"i mereka dibutuhkan kema#anan dan kematan"an alat &tooll' dalam membaca realitas sosial itu sendiri A#a ANSOS$ Istilah ANSOS, #ada dasarnya tidak selalu di#akai dalam arti yan" sama. Dalam konteks #er"erakan, istilah Ansos da#at di%ahami seba"ai usaha untuk men"analisis sesuatu keadaan atau masalah sosial secara ob(ekti%, u#aya ini kita lakukan untuk menem#atkan suatu masalah tertentu dalam konteks realitas sosial yan" lebih luas yan" mencakup konsep waktu (sejarah), konteks struktur (ekonomi, sosial, politik, budaya, konteks nilai, dan konteks tingkat atau arah lokasi, )an" dalam #rosesnya analisis sosial meru#akan usaha untuk menda#atkan "ambaran yan" len"ka# men"enai hubun"an*hubun"an struktural, kultural dan historis, dari situasi sosial yan" diamati +uan" lin"ku# ANSOS$ ada dasarnya semua realitas sosial da#at dianalisis, namun dalam konteks trans%ormasi sosial, maka #alin" tidak ob(ek analisa sosial harus rele,an den"an tar"et #erubahan sosial yan" direncanakan yan" sesuai den"an ,isi atau misi or"anisasi. Secara umum ob(ek sosial yan" da#at di analisis antara lainMasalah*masalah sosial, se#erti- kemiskinan, #elacuran, #en"an""uran, . kriminilitas Sistem social, se#erti/ tradisi, usha kecil atau menen"ah, sistem #emerintahan, sitem #ertanian Lemba"a atau or"anisasi sosial se#erti sekolah layanan rumah sakit, lemba"a #edesaan, N0, Muhamadiyah, II. 1ebi(akan #ublic se#erti / dam#ak kebi(akan BBM, dam#ak #erlakuan sebuah 00. A#a ANSOS butuh akan teori$ Teori dan %akta ber(alan secara simultan, teori sosial meru#akan re%leksi dari %akta sosial, sementara %akta sosial akan mudah di analisis melalui teori*teori sosial. Teori sosial melibatkan isu*isu mencaku# %ilsa%at, untuk memberikan konse#si*konse#si hakekat akti%itas sosial dan #rilaku manusia yan" ditem#atkan dalam realitas em#iris. 2harles lemert &!334' dalam Social Theory- The Multicultural And 2lassic +eadin"s menyatakan bah5a teori sosial meman" meru#akan basis dan #i(akan teknis untuk bisa sur,i,e.

Teta#i teori bukanlah sebuah #andan"an dunia, teta#i ia memiliki bebera#a titik sin""un". Beta#a#un teori dinyatakan bebas nilai, #ada kenyataannya ia (u"a meru#akan re%leksi dari sebuah #andan"an dunia tertentu, dalam hal ini #andan"an dunia yan" berakar #ada #ositi,is. Anthony Giddens mensyaratkan analisa sosial harus

peka terhadap pengaturan ruang-ruang waktu kehidupan sosial.[2 !ecara "iloso"is, terdapat dua macam analisis sosial
A#a sa(a macam analisis sosial$ Secara umum analisis sosial terba"i men(adi dua ba"ian besar, yakni analisis sosial akademis6teoritis . analisis sosial #raktis. Menurut Anthony 7iddens secara %iloso%is terda#at dua macam analisis sosial, !. Analisis Institusional adalah ansos yan" menekankan #ada ketram#ilan dan kesadaran %aktor yan" mem#erlakukan institusi seba"i sumber daya dan aturan yan" di#rodusksi terus*menerus. 8. Analisis erilaku Strate"is adalah ansos yan" memberikan #enekanan institusi seba"ai sesuatu yan" dire#roduksi secara sosial

Analisis !#$% Oleh aban"a#rie Dari 9iki#edia bahasa Indonesia, ensiklo#edia bebas Analisis !#$% &sin"katan bahasa In""ris dari :kekuatan;6strengths, :kelemahan;6weaknesses, :kesem#atan;6opportunities, dan :ancaman;6threats' adalah metode #erencanaan strate"is yan" di"unakan untuk men"e,aluasi kekuatan, kelemahan, #eluan", dan ancaman dalam suatu #royek atau suatu s#ekulasi bisnis. roses ini melibatkan #enentuan tu(uan yan" s#esi%ik dari s#ekulasi bisnis atau #royek dan men"identi%ikasi %aktor internal dan eksternal yan" mendukun" dan yan" tidak dalam menca#ai tu(uan tersebut. Teknik ini dibuat oleh Albert <um#hrey, yan" memim#in #royek riset #ada 0ni,ersitas Stan%ord #ada dasa5arsa !3=>*an dan !3?>*an den"an men""unakan data dari #erusahaan* #erusahaan @ortune A>>.aa

Sumber/ "oo"le ima"es

Ada dua macam #endekatan dalam analisis S9OT, yaitu/ A. endekatan 1ualitati% Matriks S9OT endekatan kualitati% matriks S9OT seba"aimana dikemban"kan oleh 1earnsmenam#ilkan dela#an kotak, yaitu dua #alin" atas adalah kotak %aktor eksternal& eluan" dan Tantan"an' sedan"kan dua kotak sebelah kiri adalah %aktor internal&1ekuatan dan 1elamahan'. Em#at kotak lainnya meru#akan kotak isu* isustrate"is yan" timbul seba"ai hasil titik #ertemua antara %aktor*%aktor internal daneksternal. B. endekatan 1uantitati% Analisis S9OT Data S9OT kualitati% di atas da#at dikemban"kan secara kuantitai% melalui#erhitun"an Analisis S9OT yan" dikemban"kan oleh earce dan +obinson&!33B' a"ar diketahui secara #asti #osisi or"anisasi yan" sesun""uhnya. erhitun"an yan" dilakukan melalui ti"a taha#, yaitu/ !. Melakukan #erhitun"an skor &a' dan bobot &b' #oint %aktor setta (umlahtotal #erkalian skor dan bobot &c C a D b' #ada setia# %aktor S*9*O*T-Men"hitun" skor &a' masin"*masin" #oint %aktor dilakukan secara salin" bebas&#enilaian terhada# sebuah #oint %aktor tidak boleh di#en"aruhi ataumem#en"eruhi #enilaian terhada# #oint %aktor lainnya. ilihan rentan" besaranskor san"at menentukan akurasi #enilaian namun yan" laEim di"unakan adalahdari ! sam#ai !>, den"an asumsi nilai ! berarti skor yan" #alin" rendah dan !>berarti skor yan" #elin" tin""i. erhitun"an bobot &b' masin"*masin" #oint %aktor dilaksanakan secarasalin" keter"antun"an. Artinya, #enilaian terhada# satu #oint %aktor adalah den"anmembandin"kan tin"kat ke#entin"annya den"an #oint %aktor lainnya. Sehin""a%ormulasi #erhitun"annya adalah nilai yan" telah dida#at &rentan" nilainya samaden"an banyaknya #oint %aktor' diba"i den"an banyaknya (umlah #oint %aktor'.

8. Melakukan #en"uran"an antara (umlah total %aktor S den"an 9 &d' dan%aktor O den"an T &e'- erolehan an"ka &d C D' selan(utnya men(adi nilai atau titik#ada sumbu F, sementara #erolehan an"ka &e C y' selan(utnya men(adi nilai atautitik #ada sumbu )4. Mencari #osisi or"anisasi yan" ditun(ukkan oleh titik &D,y' #ada kuadranS9OT.Gsumber/ da#s.b#s."o.id'

!#$% untuk organisasi Dalam sebuah or"anisasi biasanya setia# a5al #eriode ke#en"urusan akan dilaksanakan #embuatan rencana #ro"ram ker(a, untuk itu biasanya akan dilakukan sebuah analisis kondisi men"enai suatu or"anisasi tersebut. Analisis S9OT biasanya dicantumkan dalam 7B<1 &7aris*"aris Besar <aluan 1er(a' yan" men(elaskan tentan" kondisi lin"kun"an or"anisasi baik kondisi internal mau#un eDternal. Analisis S9OT ini meru#akan sebuah :#enyelidikan; tentan" situasi dan kondisi dalam suatu lin"kun"an. 2ontohnya adalah/ Ada sebuah organisasi yang akan membuat program kerja, untuk itu mereka harus tahu tentang kondisi organisasi mereka dan lingkungan dimana organisasi itu berada. Untuk itu mereka melakukan analisis SWOT, pertama S, yaitu dengan mengetahui kekuatan organisasi dalam hal ini, kekuatan bisa diartikan sebagai kondisi yang menguntungkan untuk organisasi tersebut. !isalnya, pengurus yang setia terhadap organisasi, atau kas organisasi yang banyak, dll. "edua W, yaitu dengan mengetahui kelemahan organisasi dalam hal ini, kelemahan bisa diartikan sebagai suatu kondisi yang merugikan untuk organisasi tersebut. !isalnya, kondisi anggota yang tidak akti#, dana yang tak ada, dll. "etiga O, yaitu dengan mengetahui kesempatan organisasi dalam hal ini bisa diartikan sebagai suatu hal yang bisa menguntungkan jika dilakukan namun jika tidak diambil bisa merugikan, atau sebaliknya. !isalnya, sumber dana ada bila diminta. "eempat T, yaitu dengan mengetahui an$aman organisasi dalam hal ini bisa diartikan sebagai suatu hal yang akan menghambat atau mengan$am selama perjalanan kepengurusan. !isalnya, banyak pengurus dan anggota yang tidak akti#. %sumber& Setelah dilakukan analisis SWOT maka jadi mengetahui kondisi nyata apa yang terjadi di lingkungan internal dan e'ternal organisas, maka dapat mulai membuat ren$ana program kerja yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan dan mampu untuk dilaksanakan oleh pengurus tersebut.( )sumber&#aisperjuangan.wordpress.$pm* Analisis SWOT (sebuah pengantar) kampus FISIP Add comments Analisa S9OT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yan" bersi%at deskri#ti% &memberi "ambaran'. Analisa ini menem#atkan situasi dan kondisi seba"ai seba"ai %aktor masukan, yan" kemudian dikelom#okkan menurut kontribusinya masin"*masin". Satu hal yan" harus diin"at baik*baik oleh #ara #en""una analisa S9OT, bah5a analisa S9OT

adalah semata*mata sebuah alat analisa yan" ditu(ukan untuk men""ambarkan situasi yan" sedan" dihada#i atau yan" mun"kin akan dihada#i oleh or"anisasi, dan bukan sebuah alat analisa a(aib yan" mam#u memberikan (alan keluar yan" ces#len" ba"i masalah*masalah yan" dihada#i oleh or"anisasi Analisa ini terba"i atas em#at kom#onen dasar yaitu / 1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. 2. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini. 3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. 4. Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan. Selain em#at kom#onen dasar ini, analisa S9OT, dalam #roses #en"analisaannya akan berkemban" men(adi bebera#a Subkom#onen yan" (umlahnya ter"antun" #ada kondisi or"anisasi. Sebenarnya masin"*masin" subkom#onen adalah #en"e(a5antahan dari masin"* masin" kom#onen, se#erti 1om#onen Stren"th mun"kin memiliki !8 subkom#onen, 1om#onen 9eakness mun"kin memiliki B subkom#onen dan seterusnya. &enis-&enis Analisis !#$% !. Model 1uantitati% Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yan" ber#asan"an antara S dan 9, serta O dan T. 1ondisi ber#asan"an ini ter(adi karena diasumsikan bah5a dalam setia# kekuatan selalu ada kelemahan yan" tersembunyi dan dari setia# kesem#atan yan" terbuka selalu ada ancaman yan" harus di5as#adai. Ini berarti setia# satu rumusan Stren"th &S', harus selalu memiliki satu #asan"an 9eakness &9' dan setia# satu rumusan O##ortunity &O' harus memiliki satu #asan"an satu Threath &T'. 1emudian setelah masin"*masin" kom#onen dirumuskan dan di#asan"kan, lan"kah selan(utnya adalah melakukan #roses #enilaian. enilaian dilakukan den"an cara memberikan skor #ada masin" *masin" subkom#onen, dimana satu subkom#onen dibandin"kan den"an subkom#onen yan" lain dalam kom#onen yan" sama atau men"ikuti la(ur ,ertikal. Subkom#onen yan" lebih menentukan dalam (alannya or"anisasi, diberikan skor yan" lebih besar. Standar #enilaian dibuat berdasarkan kese#akatan bersama untuk men"uran"i kadar subyekti%itas #enilaian. 8. Model 1ualitati% 0rut*urutan dalam membuat Analisa S9OT kualitati%, tidak berbeda (auh den"an urut*urutan model kuantitati%, #erbedaan besar diantara keduanya adalah #ada saat #embuatan subkom#onen dari masin"*masin" kom#onen. A#abila #ada model kuantitati% setia#

subkom#onen S memiliki #asan"an subkom#onen 9, dan satu subkom#onen O memiliki #asan"an satu subkom#onen T, maka dalam model kualitati% hal ini tidak ter(adi. Selain itu, Sub1om#onen #ada masin"*masin" kom#onen &S*9*O*T' adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubun"an satu sama lain. Ini berarti model kualitati% tidak da#at dibuatkan Dia"ram 2artesian, karena mun"kin sa(a misalnya, Sub1om#onen S ada sebanyak !> buah, sementara subkom#onen 9 hanya = buah. Seba"ai alat analisa, analisa S9OT ber%un"si seba"ai #anduan #embuatan #eta. 1etika telah berhasil membuat #eta, lan"kah tidak boleh berhenti karena #eta tidak menun(ukkan kemana harus #er"i, teta#i #eta da#at men""ambarkan banyak (alan yan" da#at ditem#uh (ika in"in menca#ai tu(uan tertentu. eta baru akan ber"una (ika tu(uan telah diteta#kan. Ba"aimana meneta#kan tu(uan adalah bahasan selan(utnya yaitu memban"un ,isi*misi or"anisasi atau #ro"ram. A'A()!)! !$!)A( Sebuah 1onse# yan" Telu#akan Analisis sosial atau yan" lebih akrab disa#a ansos ini meru#akan sebuah #roses atau mekanisme yan" akan membahas #roblematika*#robelmatika yan" ter(adi #ada sebuah ob(ek analisa dan #ada akhirnya akan men"hasilkan a#a sebenarnya yan" men(adi akar #ermasalahan atas #roblematika*#roblematika tersebut. Dari sana, kita da#at menentukan a#a sebenarnya yan" dibutuhkan untuk dicarikan solusi yan" te#at. Inilah yan" aca#kali tidak dilalui oleh #ara #roblem sol,er. Mereka serin"kali men"hasilkan solusi atas #roblematika yan" hadir bukan berdasarkan hasil analisis mendalam namun hanya bedasarkan du"aan yan" ar"umentasinya lemah atau bahkan hanya berdasarkan #ada kemauannya sa(a. Mun"kin #ermasalahan yan" nyata di la#an"an akan terselesaikan, namun karena ia tak akan menyentuh sam#ai ke akarnya maka akan hadir #ermasalah*#ermasalah baru atau bahkan #ermasalahan yan" nyata tersebut tidak hilan" sama sekali. Ada sebuah analo"i yan" te#at untuk men""ambarkan ba"aimana #entin"nya analisis sosial. Ada seoran" #asien yan" berkonsultasi tentan" sakit yan" dideritanya ke#ada seoran" dokter. Dokter tersebut lalu melakukan dia"nosis. Berdasarkan hasil dia"nosis diketahui bah5a ia menderita mi"rain. Dokter tersebut lalu memberikan sebuah rese# beru#a obat mi"rain. Lalu, setelah selan" 5aktu tertentu, sembuhlah #asien tersebut. Namun, a#a (adi (adinya (ika san" dokter salah melakukan dia"nosis dan menyatakan bah5a #asien menderita radan" usus. Otomatis, rese# yan" diberikan adalah obat radan" usus. Bukannya membuat #asien tersebut sembuh, malah mun"kin akan muncul #enyakit*#enyakit baru. Ada bebera#a taha#an dalam melakukan analisis sosial. Berikut ini adalah taha#an* taha#annya. *. +enetapkan segmentasi ertama kali yan" harus dilakukan adalah menentukan se"mentasi atau ob(ek yan" akan dianalisis. Helaslah bah5a se"men yan" hendak dianalisis adalah se"men yan" dinilai memiliki #ermasalahan dan hendak dicarikan solusinya. &lingkungan dan masyarakat sekitar hutan'

2. )denti"ikasi masalah Sebelum melakukan identi%ikasi masalah, kita harus mam#u mende%inisikan terlebih dahulu a#a itu masalah dan kacamata a#a yan" kita "unakan ketika kita menyebutkan itu adalah sebuah masalah atau bukan. Masalah adalah se"ala realita yan" bertolak belakan" den"an idealita. Sedan"kan kacamata a#a yan" kita "unakan akan san"at menentukan a#akah sebuah %enomena sosial da#at dian""a# seba"ai masalah atau bukan karena (ika berbeda kacamata mun"kin #ula akan berbeda hasilnya. Seba"i contoh adalah %enomena sosial masyarakat sekitar hutan lindung. Hika kita men""unakan kacamata ,)+-A#A', (elas bah5a adanya masyarakat sekitar hutan adalah sebuah Setelah itu, kita melakukan #en"amatan terhada# %enomena*%enomena sosial yan" nyata #ada se"men kita. 1ita tentukan a#akah %enomena*%enomena tersebut adalah masalah berdasarkan kacamata yan" kita #akai. Itulah identi%ikasi masalah. .. +enemukan akar permasalahan 1etika kita sudah men"identi%ikasi masalah, carilah akar #ermasalahan dari setia# #ermasalahan yan" ada. Taha# ini akan berbicara terkait a#a sebenarnya yan" men(adi #okok yan" menyebabkan semua #ermasalahan itu da#at ter(adi. Akar #ermasalahan inilah yan" meru#akan #enyebab utama kena#a #ermasalahan*#ermasalahan itu ter(adi. seba"ai contoh kasus ketika masyarakat sekitar hutan sudah mulai masuk hutan dan melakukan #eman%aatan dari hutan tersebut yan" tidak sesuai dan men"akibatkan dam#ak ne"ati%, dan tidak sesuai #eraturan dan kebi(akan yan" berlaku. selain itu #ula kita bisa melihat kena#a hutan dan lin"kun"an yan" ada di sekitar masyarakat tersebut bisa tumbuh baik berdam#in"an den"an masyarakat. disini kini melihat ba"aimana masyarakat bisa berdam#in"an dan meman%aatkan sumberdaya yan" ada secara baik. hutan dan lingkungan rusak ekonomi masyarakat dibawah rata rata masyarakat tidak tahu pentingnya hutan dan lingkungan masyarakat belum paham peraturan dan kebijakan dalam pengelolaan dan peman#aatan hutan dan lingkungan dll hutan dan lingkungan baik masyarakat paham akan akan pentingnya hutan dan lingkungan masyarakat paham peraturan dan kebijakan dalam pengelolaan dan peman#aatan hutan dan lingkungan dll erlu diin"at dalam menemukan akar #ermasalahan bah5a kita tidak akan mem#ermasalahkan solusi yan" tidak ada. Seba"ai contoh adalah tidak adanya dan bukanlah akar #ermasalahan dari masyarakat sekitar hutan yan" meman%aatkan hutan /. Analisis kebutuhan Berasarkan #ada akar*akar #ermasalahan yan" ada maka kita #erlu melakukan analisis terhada# kebutuhan*kebutuhan a#a sa(a yan" men(adi kebutuhan se"ment. Inilah yan" dinamakan seba"ai analisis kebutuhan. Seba"ai contoh adalah kasus akar #ermaslahan di atas. Ada sebuah akar #ermasalahan yaitu masyarakat belum #aham #entin"nya hutan dan lin"kun"an secara menyeluruh. Ini berarti masyarakat membutuhkan #emahaman terhada# #entin"nya hutan dan lin"kun"an yan" menyeluruh. Inilah analisis kebutuhannya.

0. +enentukan alternati" penyelesaian Dari kebutuhan*kebutuhan itu, kita dihara#kan mam#u menurunkannya men(adi solusi*solusi yan" meru#akan alternati% #enyelesaian yan" te#at. Ini meru#akan taha# dimana kita harus mam#u ber%ikir ekstra untuk menetukan #enyelesaian a#a yan" te#at dari #ermasalah tersebut. Masih den"an contoh yan" sama, den"an kebutuhan yaitu #emahaman terhada# lin"kun"an yan" menyeluruh maka salah satu alternati% #enyelesaianya adalah #embinaan rutin dan intensi%. 1. Analisis !#$% dan analisis dampak Analisis S9OT &kekuatan, kelemahan, #eluan", dan hambatan' yan" dilakukan #ada internal diri kita seba"ai #roblem sol,er di"unakan untuk melihat #osisi kita a#akah kita san""u# untuk men"hadirkan solusi*solusi yan" telah kita teta#kan sebelumnya atau tidak. 1ekuatan internal dan #eluan" eksternal kita kita (adikan seba"ai sen(ata untuk men"hilan"kan kelemahan internal dan hambatan eksternal. Sedan"kan analisis dam#ak kita "unakan seba"ai kacamata a#a dam#ak yan" akan ter(adi terhada# se"ment dan internal kita (ika kita men"hadirkan solusi*solusi tersebut. 1ita akan menentukan a#akah solusi tersebut berdam#ak #ositi% atau ne"ati,e, berdam#ak si"ni%ikan dan e%ekti% untuk melakukan #erbaikan atau tidak. Se#erti itulah analisis S9OT dan analisis dam#ak. 2. +enentukan penyelesaian akhir Lan"kah terakhir adalah menentukan #enyelesaian akhir yan" dinilai mam#u untuk kita lakukan seba"ai seoran" #roblem sol,er berdasarkan hasil analisis S9OT dan dam#ak tadi. mudahnya, kita akan mem%ilter alternati% #enyelesaian mana sa(a yan" dinilai san""u# kita lakukan dan berdam#ak #ositi% dan si"ni%ikan #erbaikannya. Seba"ai contoh, kita mem#unyai alternati% #enyelesaian #embinaan rutin dan intensi%. Hika kita tidak san""u# melakukannya, maka kita da#at men"ha#us solusi ini atau menurunkan tara%nya misal dari #embinaan rutin men(adi #embinaan yan" si%atnya sesekali sa(a (ika itu dinilai (u"a memiliki dam#ak yan" #ositi%. Inilah yan" akan diba5a dalam tataran la#an"an. Semo"a den"an #roses ini akan hadir #erbaikan yan" tidak hanya akan menyelesaikan #ermasalahan yan" berada #ada kulitnya sa(a namun (u"a #ada intinya.

34'5A67(7A' Or"anisasi seba"ai alat dalam arti abstrak untuk merealisir, a#a yan" men(adi ke#utusan starate"ik yan" diteta#kan, maka mau tidak harus men"ikuti atas #erubahan lin"kun"an yan" di"erakkan oleh kekuatan ke#emim#inan untuk hidu# dan bertahan dalam abad 8!, oleh karena itu, or"anisasi seba"ai alat dimani%estasikan terutama dalam hubun"an dua %aktor yan" disebut den"an %leksibilitas disatu sisi dan disisi lain adalah da#at tidaknya dikontrol. <al itu laksana #erbedaan antara seoran" bayi dan oran" yan" lebih tua. Bayi itu san"at %leksibel dan da#at memasukkan (ari kakinya kedalam mulutnya, namun "erakan*"erakan dan

#erilakunya a"ak sulit dikontrol. Den"an menin"katnya usia kita akhirnya seseoran" yan" lebih tua (u"a akan kehilan"an si%atnya yan" da#at dikontrol. Hadi ukuran dan 5aktu bukanlah #enyebab #ertumbuhan dan men(adi tua seolah*olah #erusahaan yan" besar den"an tradisi yan" lama disebut tua, sedan"kan #erusahaan yan" kecil tan#a tradisi disebut muda. Muda berarti or"anisasi itu da#at berubah den"an relati,e mudah, tua berarti adanya #erilaku yan" dikontrol namun tidak %leksibel. Oleh karena itu, suatu or"anisasi dalam abad 8!, haruslah diban"un seba"ai or"anisasi yan" memiliki si%at %leksibel dan mudah dikontrol, maka or"anisasi itu tidaklah terlalu muda atau terlalu tua, taha# ini dinamakan +IMA dalam daur hidu# or"anisasi. Or"anisasi dalam keadaan +IMA, benar*benar di#erlen"ka#i untuk menerima dan menan""a#i #erubahan yan" ce#at didalam #asar, teknolo"i, kom#etisi dan kebutuhan #elan""an. Bertolak dari #emikiran bah5a kunci or"anisasi yan" mam#u mendukun" daur hidu# or"anisasi kedalam #osisi +IMA yan" mam#u direma(akan secara berkelan(utan terletak #ada %aktor %leksibilitas dan kontrol, oleh karena itu #emilihan model struktur or"anisasi san"at menentukan. Dalam #emilihan, 5alau#un suatu model struktur diban"un atas dasar #rinsi#*#rinsi# yan" telah di#ahami, menyan"kut hal*hal yan" terkait den"an !' #emba"ian tu"as - 8' #endele"asian 5e5enan" - 4' disi#lin - I' kesatuan #erintah - A' 1esatuan arah - =' +entan"an #en"a5asan - ?' 1oordinasi - Hen(an" or"anisasi - 3' Sentralisasi - !>' Inisiati% !!' Budaya. 844948%)9A' 5A' 34'548A%A' 0ntuk menera#kan #okok #ikiran yan" diun"ka#kan diatas, maka di(elaskan secara sin"kat yan" terkait den"an / 8ee"ekti"an organisasi : Tidak ada satu di%inisi#un yan" da#at merumuskan untuk men"un"ka#kan yan" dimaksud den"an kee%ekti%an or"anisasi. Oleh karena itu dalam teori or"anisasi memberikan (a5aban lain terhada# #ertanyaan :a#a yan" membuat or"anisasi e%%ekti% $; Ha5abannya adalah struktur or"anisasi yan" te#at dimana didalamnya termasuk bah5a cara kita menem#atkan oran" serta #eker(aannya dan meneta#kan #eran serta hubun"an mereka. Bertolak dari #ikiran diatas, maka kee%ekti%an or"anisasi akan didukun" oleh kekuatan kebiasaan #ikiran yan" terkait den"an !' Or"anisasi di"erakkan oleh manusia dalam melaksanakan #eker(aan se(alan den"an sasaran dan rencana - 8' Bentuk men"ikuti %un"si 4' 1e#utusan dibuat dekat sumber in%ormasi - I' Sistem #en"har"aan - A' 1omunikasi horiEontal dan ,ertical - =' Men"hindari kon%lik indi,idu dan atau kelom#ok - ?' Memban"un or"anisasi system terbuka - Or"anisasi berintraksi den"an lin"kun"an - 3' Ada nilai kebersamaan yan" didukun" strate"i mana(emen - !>' 1ekuatan dalam um#an balik untuk indi,idu dan kelom#ok sehin""a mam#u mendoron" bela(ar. 3endekatan organisasi :

1eyakinan bah5a kee%ekti%an or"anisasi tidak da#at dirumuskan karena ada #erbedaan #andan"an, oleh karena itu, maka #emahamannya melalui suatu #endekatan yan" serin" diun"ka#kan den"an a#a yan" disebut / !' endekatan #enca#aian tu(uan, menyatakan bah5a kee%ekti%an sebuah or"anisasi harus dinilai den"an #enca#aian tu(uan ketimban" caranya. 8' endekatan sistim, bah5a or"anisasi terdiri sub ba"ian yan" salin" berhubun"an, oleh karena itu dinilai berdasarkan kemam#uannya untuk dan mem#ertahankan stabilitas dan keseimban"an. 4' endekatan stakeholders, dikatakan e%ekti% a#abila da#at memenuhi ba"i #emilik adalah laba atau in,estasi, #ertumbuhan #en"hasilan - #e"a5ai adalah kom#ensasi, tn(an"an tambahan, ke#uasaan #ada kondisi ker(a - #elan""an adalah ke#uasan terhada# har"a, kualitas, #elayanan - kreditur adalah kemam#uan untuk membayar hutan". I' endekatan nilai*nilai bersain", bertitik tolak den"an assumsi terda#at a#a yan" disebut den"an %leksibilitas &mam#u menyesuaikan diri den"an #erubahan - #erolehan sumber &mam#u menin"katkan dukun"an dari luar dan mem#erluas (umlah tena"a ker(a' #erencanaan &tu(uan (elas dan di#ahami den"an benar' - #rodukti%itas &,olume keluaran tin""i, rasio keluaran terhada# masukan tin""i' - 1etersediaan in%ormasi &saluran komunikasi membantu #emberian in%ormasi ke#ada oran" men"enai hal*hal yan" mem#en"aruhi #eker(aan mereka' - stabilitas &#erasaan tenteram, kontinuitas, ke"iatan ber%un"si secara lancar' - Tem#at ker(a yan" kondusi% &#e"a5ai mem#ercayai, men"hormati serta beker(a sama den"an yan" lain' - tena"a ker(a teram#il &#e"a5ai mem#eroleh #elatihan, mem#unyai keteram#ilan dan berka#asitas untuk melaksanakan #eker(aannya den"an baik' )(+7 $,GA')!A!) 5A' 9A8%$, 34'4'%7 Ilmu or"anisasi yan" men(elaskan men"enai or"anisasi yan" men"un"ka#kan macam, bentuk dan ti#e or"anisasi da#at anda #ela(ari dari bebera#a #enulis yan" banyak da#at kita ketemukan dan di#er"unakan seba"ai in%ormasi. Dalam #raktek yan" #erlu kita #ahami adalah tia# teori dan dalam #raktek tidak men(amin #ilihan atas satu model yan" tidak sia# men"un"ka#kan dam#ak #en"aruh #erubahan yan" rumit dan kom#lek sehin""a #rinsi#*#rinsi# or"anisasi tidak da#at di(alankan secara konsisten karena ketidak mam#uan memecahkan hal*hal yan" terkait den"an ke#entin"an indi,idu, kelom#ok dan or"anisasi. Dalam #raktek, menurut bentuk yan" banyak ditera#kan, a#a yan" disebut den"an !' Or"anisasi sta%% - 8' Or"anisasi "aris - 4' Or"anisasi %un"sional - I' Or"anisasi sta%% dan "aris - A' Or"anisasi "aris dan %un"sional - =' Or"anisasi %un"sional dan sta%% - ?' Or"anisasi "aris, %un"sional dan sta%% Or"anisasi #anitia.

Dari #en"alaman (u"a memberikan "ambaran bah5a bentuk or"anisasi tersebut diatas yan" bersi%at abstrak dan men(adi konkrit di"erakkan oleh manusia tidak mam#u men(amin dalam menyesuaikan den"an tuntutan #erubahan.

1ekuatan kebiasaan #ikiran dalam mendoron" tuntutan #erubahan akan s(alan den"an kemam#uan untuk memahami atas dimensi seba"ai kom#onen dari struktur or"anisasi yan" da#at diibaratkan sebuah kursi yan" berkaki ti"a dimana tan#a satu kaki, maka ia tidak ber%un"si. Dalam hal ini di#ahami a#a yan" disebut den"an / 3ertama, disebut dengan 8ompleksitas : Meru(uk ke#ada tin"kat di%erensiasi yan" terda#at dalam or"anisasi, maka terda#at ti"a bentuk den"an karekteristik, a#a yan" disebut den"an/ ertama adalah <oriEontal yan" menun(ukkan adanya di%erensiasi dari unit*unit berdasarkan orientasi #ara an""otanya, si%at dari tu"as yan" dilaksanakannya serta tin"kat #endidikan dan #elatihannya 1edua adalah Jertical, meru(uk ke#ada kedalam or"anisasi, berarti menun(ukkan banyak atau sedikitnya tin"katan, (umlah tin"katan ditentan" olh rentan" kendali 1eti"a adalah S#asial meru(uk #ada tin"kat se(auh mana lokasi berdasarkan "eo"ra%is. 8edua, disebut dengan 9ormalisasi : Meru(uk #ada tin"kat se(auh mana #eker(aan dalam or"anisasi distandarisasi dalam bentuk #eraturan, #roseur, instruksi dan komunikasi tertulis, itu berarti seluruh akti,itas dituan"kan dalam manual or"anisasi administrasi se#erti manual akuntansi, #ersonalia,, #emasaran, #embelian. 8etiga, disebut dengan !entralisasi : Sentralisasi dinyatakan seba"ai tin"kat se(ah mana kekuasaan %ormal da#at membuat kebi(aksanaan*kebi(aksanaan dikonsentrasikan #ada indi,idu, unit atau suatu tin"kat. Tin"kat kontrol yan" di#unyai seseoran" dalam seluruh #roses ke#utusan melalui lan"kah* lan"kah seba"ai brikut !' Men"um#ul in%ormasi seba"ai dasar #en"ambilan keutusan - 8' Mem#roses dan men"inter#restasikan in%ormasi seba"ai dasar saran yan" akan disam#aikan 4' Membuat #ilihan men"enai a#a yan" hendak dilakukan - I' Memberikan 5e5enan" ke#ada oran" lain men"enai a#a yan" hendak dilaksanakan - A' Melaksanakannya. Bila tin"kat kontrol da#at dilakukan den"an cermat, maka kemun"kinan #roses #en"ambilan ke#utusan akan disentralisasikan. Ini berarti memberikan tan""a#an yan" ce#at terhada# in%ormasi yan" baru, masukan yan" lebih banyak, memoti,asi #ara mana(er untuk terlibat dalam #en"ambilan k#utusan. Oleh karena itu, kebutuhan or"anisasi yan" mam#u memban"un satu kekuatan yan" mendoron" daya kemauan setia# #emain dalam semua #eran a"ar mam#u memu#uk kebiasaan kekuatan #ikiran kedalam kebiasaan yan" #rodukti%, sehin""a setia# #emain #eran akan selalu sia# men"hada#i dari setia# #erubahan. Hadi #ada or"anisasi dalam skala kecil, menen"ah dan besar haruslah bermula den"an satu #emikiran den"an melihat masa lalu, masa kini dan (u"a den"an suatu #emikiran (auh melihat kede#an bah5a #emilihan yan" terkait den"an macam, bentuk dan ti#e or"anisasi men(adi

suatu ke#utusan yan" bersi%at strate"ik, sehin""a #erlu mendalami hal*hal #enentu yan" terkait dalam memban"un struktur yan" bersi%at %leksibel dan mudah dikontrol yaitu yan" terkait den"an a#a yan" disebut strategi, besaran organisasi, teknologi, lingkungan dan pengendalian kekuasaan. !trategi : Menentukan struktur bertitik tolak dari ke#utusan strate"ic dan oleh karena itu ia meru#akan determine yan" dominant karena ia memberikan "ambaran #ers%ekti% den"an arah (an"ka #an(an" dan memberikan arah #osisi kedalam (an"ka menen"ah. -esaran organisasi : Besaran or"anisasi meru(uk ke#ada ,ariable dan (umlah total #e"a5ai, karena manusia serta intrasaksinyalah yan" terstruktur sehin""a mereka harus dihubun"kan den"an struktur. %eknologi : Tekolo"i meru(uk ke#ada in%ormasi, #eralatan, teknik dan #roses yan" dibutuhkan untuk men"ubah masukan men(adi keluaran. (ingkungan : 1etidak#astian lin"kun"an yan" dihada#i oleh berba"ai macam or"anisasi, maka rancan"an structural da#at di#er"unakan seba"ai alat dalam men"hada#i tantan"an atas lin"kun"an. 3engendalian kekuasaan : Bah5a sebuah struktur or"anisasi ka#an#un adalah meru#akan hasil #ilihan oleh mereka yan" memiliki kekuasaan sam#ai tin"kat maksimum tertentu akan berusaha mem#ertahankan dan menin"katkan control mereka. Oleh karena itu, dalam melaksanakan #emikiran diatas, di#erlukan #emikiran seba"ai lan"kah #en""erak dari kekuatan kebiasaan #ikiran bah5a a#a yan" diun"ka#kan diba5ah ini meru#akan #emikiran dalam merancan" suatu struktur %ormal seba"ai lan"kah*lan"kah dalam men""erakkan kekuatan #ikiran seba"ai #endoron" seba"ai berikut /

3ondasi meletakkan bagaimana "ungsi-"ungsi organisasi :

!' ondasi dalam meletakkan ba"aimana %un"si*%un"si or"anisasi. Dalam hal ini yan" #erlu menda#atkan #erhatian men"enai mekanisme koordinasi yan" disebut den"an mutual ad(ustment, direct su#er,ision, standardiEation o% 5ork #rocesses, standardiEation o% out#uts, standardiEation o% skills. 8' Merumuskan ba"ian*ba"ian dasar dalam or"anisasi kedalam a#a yan" disebut the o#eratin" core &#ara #e"a5ai yan" melaksanakan #eker(aan dasar yan" berhun"an den"an #roduki dari #roduk dan (asa', the strate"ic a#eD &mana(er tin"kat #uncak, yan" diberi tan""un" (a5ab keseluruhan untuk or"anisasi itu', the technostructure &#ara analis yan" mem#unyai tan""un" (a5ab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam

or"anisasi', the su##ort sta%% &oran"*oran" yan" men"isi unit sta% yan" memberikan (asa #endukun" tidak lan"sun" ke#ada or"anisasi' 4' Merumuskan or"anisasi seba"ai suatu sistem alur, a#a yan" disebut den"an or"anisasi seba"ai suatu sistim kekuasaan %ormal, or"anisasi seba"ai sistim alur #en"aturan, or"anisasi seba"ai suatu sistim komunikasi in%ormal, or"anisasi seba"ai suatu sistim konstilasi ker(a, or"anisasi seba"ai sistim adhoc #roses ke#utusan.

Analisis terhadap rancangan parameter :

Suatu rancan"an structural dimulai untuk menan""a#i issu*issu dasar yan" berkaitan se#erti #ertanyaan !' Bera#a banyak tu"as*tu"as seharusnya dimasukkan #ada #osisi dalam or"anisasi dan ba"aimana s#esialisasi #ada tia# tu"as diadakan $ - 8' Sebera#a luas makna ker(a #ada tia# #osisi distandarisasi $ - 4' 1eteram#ilan dan #en"etahuan a#a yan" seharusnya di#erlukan #ada tia# #osisi $ - I' Atas dasar a#a seharusnya #osisi*#osisi dikelom#okkan kedalam unit dan unit*unit kedalam unit yan" lebih besar $ - A' Sebera#a besar seharusnya keberadaan tia# unit, bera#a banyak indi,idual seharusnya mela#or ke#ada mana(er yan" diteta#kan $ =' Mekanisme a#a seharusnya didirikan untuk men"hubun"kan #enyesuaian kebersamaan diantara #osisi*#osisi dan unut*unit $ ?' Sebera#a (auh kekuasaan #embuatan ke#utusan seharusnya dideli"asikan ke#ada unit*unit lini mana(er keba5ah rantai ke5iba5aan $ Sebera#a (auh kekuasaan ke#utusan seharusnya mele5ati dari mana(er lini ke#ada s#esialis sta%% dan o#erator $ Den"an mendalami issu*issu tersebut, maka rncan"an struktur da#at disusun kedalam #en"elom#okan seba"ai berikut / 8elompok : konsep : Disain #osisi tena"a ker(a 8. @ormalisasi #erilaku 4. elatihan dan indoktrinasi Standarisasi keteram#ilan Disain su#erstruktur lan"sun" Di,isi adm. Tena"a ker(a Sistim8 dari %ormal, #en"aturan alur, komunikasi in%ormal, dan konstilasi ker(a, Or"ani"ram. I. en"elom#okan unit Su#er,isi 3arameter dsain : !. S#esialisasi #eker(aan Standarisasi isi ker(a Sistim #en"aturan alur8 8eterkaitan Dasar di,isi

A. 0kuran unit Su#er,isi lan"sun +entan" kendali. Disain keterkaitan* 1eterkaitan lateral out#ut Dan control ?. Laisen de,ice Sistim kom. In%ormal 1onstilasi ker(a, dan Adhoc #roses ke#utusan Disain sistim Tena"a ker(a Sistim8 dari kekuasaan @ormal, #en"aturan alur8 Dan adhoc #ros.ke#ut. 3. Desentralisasi horiEt. Sama d" diatas. K

Sistim dari komunikasi in%ormal.

=. Sistim8 #erencanaan Sistim #en"aturan alur8

Standarisasi

enyesuaian kebersamaan

B. Desentralisasi ,ertical

Di,isi adm.

Di,isi adm tena"a ker(a

Analisis "aktor-"aktor kontengensi :

Struktur or"anisasi yan" e%%ekti% akan menun(ukkan hubun"an antara struktur den"an #restasi berdasarkan hasil studi*studi yan" menyim#ulkan dalam dua hi#hotesa yaitu #ertama hi#hotesa keharmonisan artinya struktur yan" e%%ekti% memecahkan suatu hubun"an yan" baik antara %aktor*%aktor kontin"ensi dan rancan"an #arameter*#arameter atau den"an kata lain keberhasilan mendasain or"anisasi dimana strukturnya sesuai den"an situasinya. 1edua a#a yan" disebut den"an hi#hotesa kon%i"urasi artinya struktur yan" e%%ekti% memerlukan konsisten internal diantara rancan"an #arametr*#arameter. Alur dari situasi ke struktur dan dari %aktor konten"ensi ke rancan"an #arameter, maka dism#ulkan ,ariable*,ariabel inde#endent, intermediate dan de#endent den"an ulasan seba"ai berikut / )ndependent &contin"ency' ,ariables mencaku# / !' 3engaruh umur dan ukuran kedalam a#a yan" disebut den"an hi#hotesa #ertama or"anisasi yan" lebih tua, lebih di%ormalisasikan #erilakunya - kedua struktur mere%leksi umur yan" melahirkan industri - keti"a or"anisasi yan" i,ersi%ikasi, kecenderun"an tu"asnya, lebih di%erensiasi unit*unitnya dan lebih dikemban"kan kom#onen administrasinya - keem#at,

or"anisasi lebih besar, lebih besar siEe rata*rata unitnya - kelimaor"anisasi yan" lebih besar, lebih di%ormulasikan #erilakunya. 8' !istem teknis bah5a teknolo"i meru#akan %aktor yan" besar #en"aruhnya dalam merancan" struktur or"anisasi. Teknolo"i meru(uk ke#ada in%ormasi, #eralatan, teknik dan #roses yan" dibutuhkan untuk men"ubah masukan men(adi keluaran. 4' (ingkungan, yan" dimaksudkan disini adalah se"ala sesuatu yan" berada di luar or"anisasi bisa berbentuk baran"*baran", kondisi*kondisi atau #en"aruh*#en"aruh. Dimensi lin"kun"an da#at menun(ukkan dari keadaan stabil men(adi dinamik, dari sederhana men(adi kom#lek, dari inter"rasi men(adi di,ersi%ikasi, dari bersama men(adi berla5anan. Lebih lan(ut da#at dilukiskan bah5a #ertama, lebih dinamik lin"kun"an, lebih or"anic struktur - kedua, lin"kun"an yan" lebih kom#lek struktur lebih disentralisasi - keti"a, or"anisasi #asar yan" lebih di,ersi%ikasi, kecenderun"an lebih besar dan ekstrim dalam lin"kun"annya mendoron" tia# or"anisasi men(adi sentralisasi strukturnya sementara - kelima,dis#aritas dalam lin"kun"an endoron" or"anisasi men(adi disentralisasi secara seelekti% men(adi konstilasi ker(a yan" di,erensiasi. Hadi terda#at em#at dasar lin"kun"an yan" berhubun"an den"an or"anisasi akan men""ambarkan bah5a !' 1om#lek dan stabil men""ambarkan disentralis birokratik &standarisasi keteram#ilan' - 8' 1om#lek dan dinamik men""ambarkan disentralis or"anic &#enyesuaian bersama' - 4' Sederhana dan stabil men""ambarkan sentral birokratik &standarisasi #roses ker(a' - I' Sederhana dan dinaik men""ambarkan sentral or"anic &su#er,ise lan"sun"'. I' 8ekuasaan, dalam hal ini dasar #emikiran bah5a merancan" struktur harus mem#erhatikan kekuasan kedalam #ikiran seba"ai #en""erak den"an dasar #emikiran / ertama, control eksternal yan" lebih besar dari or"anisasi, strukturnya lebih sentralisasi dan di%ormulasikan. Se(alan den"an itu akan terda#at dam#ak bah5a disatu sisi akan menun(ukkan keterakitan antara ke#utusan yan" diambil oleh #im#inan #uncak den"an tindakannya dan disisi lain menekankan ke(elasan #erumusan standard men"enai hal tersebut &ke#utusan dan tindakan' 1edua, kekuasaan memerlukan dari #ara an""ota menci#takan struktur sentralisasi yan" tidak berlebihan. Se(alan den"an itu ke#ada an""ota untuk men(a"a a"ar kekuasaan se(alan den"an tindakan yan" harus da#at di#ertan""un" (a5abkannya. 1eti"a, struktur yan" da#at di#ertan""un" (a5abkan #ada suatu ketika kadan"*kadan" menun(ukkan keadaan yan" tidak memuaskan artinya suatu struktur bisa sa(a diterima oleh satu #ihak dan belum tentu bisa diterima oleh #ihak lainnya.

8on"igurasi !truktural :

Den"an mem#erhatikan %un"si*%un"si or"anisasi, analisis disain #arameter*#arameter analisis %aktor L%aktor konti"ensi, maka kon%i"urasi structural yan" #ada umumnya dan banyak di"unakan, a#a yan" disebut den"an !' Struktural sderhana - 8' Birokrasi mesin - 4' Birokrasi #ro%essional - I' Struktural di,isional - A' Adhocracy. !truktur !ederhana :

Struktur ini di#er"unakan #ada #ermulaan dimana or"anisasi masih kecil, berada #ada lin"kun"an yan" sederhana dan dinamis sehin""a da#at dikatakan memasuki taha# #rmulaan #erkemban"an dan biasanya #emilik atau #endiri in"in a"ar kekuasaan masih disentralisasi sehin""a seluruh kekuasaan dalam #en"ambilan ke#utusan atas seluruh tindakan berada dalam tan"annya. -irokrasi +esin : Ini menun(ukkan or"anisasi men(adi besar ta#i den"an lin"kun"an yan" sederhana dan stabil sehin""a mem#erlihatkan teknolo"i yan" terdiri atas #eker(aan yan" rutin dan distandarisasi, maka tidak heran #eraturan yan" san"at di%ormalisasi, tu"as dikelom#okkan ke dalam de#artemen*de#artemen %un"sional, 5e5enan" yan" disntralisasi, #en"ambilan ke#utusan yan" men"kuti rantai komando dan sebuah struktur administrasi yan" rumit den"an #erbedaan ta(am antara akti,itas lini dan sta%. -irokrasi 3ro"esional : Birokrasi #ro%essional meru#akan suatu truktur yan" memberikan kesem#atan dalam or"anisasi untuk meman%aatkan tena"a #esialis yan" san"at terlatih ba"i o#eratin" core*nya a"ar da#at menin"katkan e%%esiensi dan standarisasi den"an desentralisasi. Hadi model ini sebenarnya meru#akan birokrasi mesin untuk or"anisasi den"an ukuran besar, lin"kun"an yan stabil dan kom#lek dan teknolo"i rutin yan" diinternalkan le5at #ro%esionalisme. !truktural 5i;isional : ada dasarnya banyak kesamaannya den"an birokrasi mesin, dimana struktur den"an strate"inya yan" menekankan #ada keanekara"aman dari #roduk dan #asar sehin""a di,isi* di,isi tersebut cenderun" untuk dior"anisasi k dalam kelom#ok %un"sional den"an #emba"ian ker(a yan" tin""i, %ormalisasi yan" tin""i dan 5e5enan" yan" disentralisasikan #ada mana(er di,isi. Hadi di,isionalisasi hanya mun"kin (ika sistim teknis dari or"anisasi da#at di#isahkan secara e%%esien kedalam se"men*se"men yan" ter#isah den"an lin"kun"an tidak kom#lek dan tidak dinamis. Adhocracy : Struktur ini bercirikan di%erensiasi horiEontal yan" tin""i, di%erensiasi ,ertical yan" rendah, %ormalisasi yan" rendah, desentralisasi, %leksibilitas dan daya tan""a# yan" tin""i. ilihan ini di#ilih bila mana(emen menyadari bah5a strate"i yan" beraneka ra"am, atau berisiko tin""i atau teknolo"i itu tidak rutin dan lin"kun"annya dinamis serta kom#lek. Struktur ini lebih menekankan dalam #roses #en"ambilan ke#utusan yan" didesentralisasi sehin""a ber"antun" #ada tim yan" terdri dari #ara #ro%essional. Da#at disim#ulkan #erbedaan diantaranya den"an mem#erhatikan disain #arameter* #arameter dan %aktor konten"ensi se#rti yan" di#erlihatkan diba5ah ini / 8on"igurasi -entuk dari !tructural disentralisasi +ekanisme koordinasi utama -agian dasar organisasi

Struktur Sent. Jert . <orE. sederha Birokrasi mesin Des. <ori.terbatas Birok.#ro%es. Des.Jert . <oriE 1eteram#ilan Di,isionalisme Des. Jert.terbatas Out#ut AdhocraEy sta%% bersama.

Su#er,isi lan"sun"

Strate"ik a#eD

Stand.#roses ker(a Standarisasi dari

Technostructure O#eratin" core

Standarisasi dari

Midle line

enyesuaian Des. Selekti%

Su##ort

3)()6A', 8437%7!A' 5A' +$54( Den"an mem#erhatikan #okok*#okok #ikiran yan" telah kita un"ka#kan #ada ba"ian terdahulu, maka #ilihan, ke#utusan dan model dari #emahaman model struktur %ormal yan" ada &or"anisasi sta%%, "aris, %un"sional, sta%% dan "aris, "aris dan %un"sional, %un"sional dan sta%%,"aris, %un"sional dan sta%%, #anitia'dan banyak ditera#kan dalam #raktek mem#erlihatkan "ambaran keuntun"an dan kelemahan dari masin"*masin" model struktur tersebut men(adi kekuatan untuk mendalami dan meman%aati atas #en"emban"an dari struktur addocracy yan" di#ahami, dihayati dan diamalkan men(adi suatu kenyataan yan" (aran" diman%aatkan dalam #raktek. Se(alan den"an #emikiran diatas, maka kenyataan "ambaran dari model struktur tersebut ditera#kan tidak mam#u me5u(udkan kedalam kondisi yan" disebut den"an %leksibilitas dan mudah di kontrol, oleh karna itu di#erlukan #endalaman untuk merancan" hubun"an* hubun"an yan" bersi%at lateral den"an kelen"ka#an alat*alat untuk menyelesaikan kontak* kontak #en"hubun" diantara #ara indi,idu, maka alat tersebut da#at dimasukkan kedalam struktur %ormal den"an #en(elasan seba"ai berikut / Alat-alat tersebut dapat dibentuk apa yang dinamakan posisi-posisi #en"hubun", satuan tu"as dan komite khusus, inter"rasi #ara mana(er dan struktur matriD. 3osisi-posisi penghubung : osisi ini tidak memiliki kekuasaan %ormal teta#i komunikasi yan" dibentuknya da#at mem#en"aruhi atas unit satu ke unit lainnya seba"ai media komunikasi sehin""a #erlu di#erhitun"kan keberadaan kekuatan in%ormalnya, dan tidak (aran" ia da#at mele5ati (alur ,ertical dalam mem#ertemukan ke#entin"an antara dua unit. osisi*#osisi #en"hubun"

lainnya da#at #ula ter(adi ber"abun" dalam kelom#ok*kelom#ok sta% dan lini yan" ada dalam suatu struktur %ormal. !atuan tugas dan komite khusus : Satuan tu"as dibentuk bukanlah bersi%at #ermanen, ia terbentuk meru#akan satuan yan" bertu"as untuk men"hada#i suatu #eker(aan yan" memerlukan #enyelesaian mendesak, (adi si%atnya sementara #ada struktur %un"sional yan" di#er"unakan. Sebaliknya komite khusus men""ambarkan #en"elom#okan interde#artemental yan" si%atnya lebih #ermanen seba"ai alat #en"hubun" karena secara re"uler #ertemuan yan" diadakan lebih menekankan diskusi yan" menyan"kut issu*issu ke#entin"an umum. )ntergrasi para manajer : Ter(adi bila banyak koordinasi berdasarkan #enyesuaian kebersamaan, maka di#erlukan a#a yan" disebut inter"rasi #ara mana(er seba"ai alat #en"hubun" dari bentuk yan" sebelumnya telah diutrakan diatas. 9alau#un kekuatan %ormal yan" ada #ada inter"rasi #ara mana(er seba"ai alat #en"hubun" da#at mele5ati mem#en"aruhi de#artemental yan" berkaitan as#ek #roses ke#utusan tidaklah berarti ia memiliki suatu kekuasaan %ormal. Melaksanakan #eker(aan dari inter"rasi #ara mana(er bukanlah sesuatu yan" mudah, kesilitan yan" utama menyan"kut mem#en"aruhi #erilaku indi,idual adalah sesuatu yan" tidak berlandaskan ke#ada kekuasaan %ormal karena itu, ia terlibat dalam #roses ke#utusan ta#i tidak dalam #n"ambilan ke#utusan itu sendiri. !truktur-struktur matri< : Interde#edensi meru#akan %aktor yan" san"at sulit diselesaikan dari berba"ai basis dasar dalam #en"elom#okan. emecahan masalah tersebut da#at ditem#uh den"an konse# struktur yan" ber(en(an", konse# struktur sta%% dan lini dan terkait den"an konse# alat*alat #en"hubun". Diantara alat #en"hubun" yan" telah diuraikan diatas, maka struktur matriD seba"ai cara yan" lebih mendekati cara untuk menyelesaikan dari alat*alat #en"hubun" yan" lainnya. Struktur matriD meru#akan #endekatan yan" da#at men"hilan"kan a#a yan" disebut den"an #rinsi# dari kesatuan komando yaiyu den"an cara ini, maka masalah yan" berkaitan den"an interde#edensi da#at diselesaikan den"an menci#takan a#a yan" disebut den"an keseimban"an kekuatan %ormal dimana melalui #embentukan struktur matriD yan" da#at berbentuk #ermanen dan atau berbentuk yan" ber"erak. Bentuk #ermanen bila tin"kat interde#edensi kuran" lebih stabil yan" menun(ukkan hasil dan a#a yan" diker(akan unit dan oran" yan" berada didalamnya. Sedan"kan bentuk yan" ber"erak di#er"unakan untuk ker(a #royek. Akhirnya bentuk struktur matriD, kelihatannya men(adi alat lebih e%ekti% untuk #en"emban"an akti,itas*akti,itas baru dan untuk koordinasi yan" kom#lek den"an tintin"kat interde#edensi yan" bera"am. 34'7%73

@aktor kunci or"anisasi dalam strate"i daur hidu# or"anisasi, bila di#andan" dari sudut abstrak yan" men""ambarkan seba"ai alat untuk me5u(udkan ke#utusan strate"ik dan men(adi sesuatu yan" konkrit den"an di"erakkan oleh sumber daya manusia yan" ada. ilihan dan ke#utusan yan" harus mam#u di"erakkan oleh #eran ke#emim#inan adalah mendoron" untuk menin"katkan daya kemauan a"ar mam#u setia# #emain #eran a"ar memiliki kemam#uan untuk men"elola hal*hal yan" terkait den"an a#a yan" disebut den"an / !' #erubahan lin"kun"an 8' #erubahan or"anisasi 4' #erubahan yan" diakibatkan adanya kon%lik I' #erubahan budaya or"anisasi A' #erubahan dalam e,aluasi or"anisasi. Den"an menin"katkan kemam#uan men"elola hal*hal yan" disebut diatas berarti adanya daya kemauan #eran ke#emim#inan untuk mendoron" dalam / !' men"hilhamkan kekuatan #ikiran kedalam 5a5asan bersama 8' membentuk kebiasaan #ikiran a"ar setia# #emain #eran berani membuat ke#utusan bertindak 4' men(adi #enun(uk (alan I' mendoron" atas #emberdayaan kekuatan ber#ikir yan" metodis dan non*metodis Struktur or"anisasi dalam #osisi yan" selalu #rima dan berkelan(utan seba"ai ke#utusan yan" strate"ik yan" mam#u men"amalkan hal*hal yan" disebut diatas kedalam model struktur yan" men"kombinasikan struktur lini, %un"sional dan matrik seba"ai #erluasan #emikiran dari struktur adhocracy se#erti yan" di#erlihatkan dalam "ambar diba5ah ini.