You are on page 1of 17

ASKEP GANGGUAN JIWA PADA LANJUT USIA Tujuan : Menjelaskan perubahan-perubahan psikososial yang menyertai proses menua Menyebutkan

masalah yang timbul sebagai konsekuensi perubahan psikososial Mengidentifikasi & menyusun rencana intervensi sebagai implikasi keperawatan terhadap masalah yang timbul. . !erubahan !sikososial "ansia !ensiun #dentitas sering dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan $adar akan kematian %ehilangan hubungan dengan teman-teman & family !enyakit kronis & ketidakmampuan !erubahan terhadap gambaran diri& konsep diri %esepian 'loneliness( ). Masalah !sikososial "ansia spek $osial "ansia : $ikap& nilai& keyakinan terhadap lansia& label*stigma& perubahan social %etergantungan : !enurunan fungsi& penyakit fisik +angguan konsep diri +angguan alam perasaan : ,epresi -. .aktor /esiko Masalah !sikososial "ansia $umber finansial yang kurang Tipe kepribadian : manajemen stress %ejadian yang tidak terduga 0umlah kejadian pada waktu yang berdekatan ,ukungan sosial kurang !12+1/T# 2 %32$1! ,#/# %onsep diri adalah semua ide& pikiran& kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain '$tuart dan $undeen& 4556(.

%onsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh& baik fisikal& emosional intelektual & sosial dan spiritual ')eck& 7illiam dan /awlin&4568( %onsep diri tidak langsung ada begitun individu di lahirkan& tetapi secara bertahap seiring dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan individu. %onsep diri akan terbentuk karena pengaruh ligkungannya %onsep diri juga akan di pelajari oleh individu melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain termasuk berbagai stressor yang dilalui individu tersebut. +angguan %onsep diri : %ekacaua individu dalam melihat citra tubuh& penampilan peran atau identitas personal. %3M!3212 %32$1! ,#/# 4. +ambaran diri * -itra Tubuh ' )ody #mage ( +ambaran diri adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. $ikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran& bentuk& fungsi penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu '$tuart and $undeen & 4554(.+angguan +ambaran ,iri :!erubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan bentuk& ukuran& struktur& fungsi& keterbatasan& makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh. !erubahan fisik terkait usia& efek penyakit 9. #deal ,iri. #deal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku berdasarkan standart& aspirasi& tujuan atau penilaian personal tertentu ' $tuart and $undeen &4554(. $tandart dapatnberhubungan dengan tipe orang yang akan diinginkan atau sejumlah aspirasi& cita - cita& nilai - nilai yang ingin di capai . Menurut na %eliat ' 4556 ( ada beberapa faktor yang mempengaruhi ideal diri yaitu : 4. %ecenderungan individu menetapkan ideal pada batas kemampuannya. 9. .aktor budaya akan mempengaruhi individu menetapkan ideal diri. :. mbisi dan keinginan untuk melebihi dan berhasil& kebutuhan yang realistis& keinginan untuk mengklaim diri dari kegagalan& perasaan cemas dan rendah diri. ;. %ebutuhan yang realistis. <. %einginan untuk menghindari kegagalan. 8. !erasaan cemas dan rendah diri.

#deal diri ini hendaknya ditetapkan tidak terlalu tinggi& tetapi masih lebih tinggi dari kemampuan agar tetap menjadi pendorong dan masih dapat dicapai '%elliat& 4559 (. +angguan #deal diri : #deal diri yang terlalu tinggi& sukar dicapai& dan tidak realistis& :. =arga ,iri '$elf > 1steem( =arga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri '$tuart and $undeen&4554(. 0ika individu sering gagal & maka cenderung harga diri rendah. =arga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain.n spek utama adalah di cintai dan menerima penghargaan dari orang lain '%eliat& 4559(. +angguan =arga diri : !erasaan negatif terhadap diri sendiri& hilang kepercayaan diri& ;. !eran. !eran adalah sikap dan perilaku nilai serta tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat '%eliat& 4559 (. $tress peran terdiri dari konflik peran yang tidak jelas dan peran yang tidak sesuai atau peran yang terlalu banyak. !osisi di masyarakat dapat merupakan stresor terhadap peran karena struktur sosial yang menimbulkan kesukaran& tuntutan serta posisi yang tidak mungkin dilaksanakan '%eliat& 4559(. +angguan !eran : )erubah atau berhentinya fungsi peran disebabkan oleh penyakit& proses menua& putus sekolah& putus hubungan kerja. Muncul tatkala perubahan tidak diterima individu. .aktor yang mempengaruhi : peran berlebihan& citra tubuh& perubahan fisik& faktor sosial. <. #dentitas #dentitas adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh '$tuart and $undeen& 4554( =al yang penting dalam identitas adalah jenis kelamin '%eliat&4559(. %arakteristik identitas diri dapat dimunculkan dari perilaku dan perasaan seseorang& seperti : 4. #ndividu mengenal dirinya sebagai makhluk yang terpisah dan berbeda dengan orang lain. 9. #ndividu mengakui atau menyadari jenis seksualnya

:. #ndividu mengakui dan menghargai berbagai aspek tentang dirinya& peran& nilai dan prilaku secara harmonis ;. #ndividu mengaku dan menghargai diri sendiri sesuai dengan penghargaan lingkungan sosialnya <. #ndividu sadar akan hubungan masa lalu& saat ini dan masa yang akan datang 8. #ndividu mempunyai tujuan yang dapat dicapai dan direalisasikan 'Meler dikutip $tuart and $undeen& 4554( +angguan #dentitas : kekaburan*ketidakpastian memandang diri sendiri& penuh keraguan& sukar menetapkan keinginan dan tidak mampu mengambil keputusan. ,. M $ " = %1!1/ 7 T 2 +angguan harga diri : harga diri rendah #solasi sosial : menarik diri /esiko perilaku kekerasan +angguan citra tubuh +angguan identitas personal !erubahan penampilan peran %etidakmampuan 1. !/#2$#! T#2, % 2 Meningkatkan harga diri Memaksimalkan kemandirian : self care& ," Meningkatkankontrol diri : peran serta& pengambilan keputusan Menyediakan dukungan social .. /12- 2 T#2, % 2 %onseling individual !erawat berperan sebagai fasilitator untuk membantu klien Tripple ?$? : $abar& $impatik& $ervice .okus : - Terapi individual - )antu individu mengidentifikasi kekuatan - !enurunan harapan yang tidak realisti$ !endekatan kelompok Tujuan : - Menguatkan integritas ego pada lansia - !enguatan kontak sosial bagi anggota kelompok - Meningkatnya perasaan ?sama? terhadap perubahan menjadi tua

- Meningkatkan ingatan masa lalu & kemampuan berempati terhadap annggota lain +. #ntervensi 0aringan Tujuan : - Meningkatkan peran-peran yang tersedia bagi lansia termasuk identitas personal& harga diri & penampilan peran Modifikasi lingkungan =indari penilaian negatif& beri pujian realistis !erluas kesadaran klien terhadap aspek positif yang dimiliki )eri kesempatan klien untuk berhasil ,iskusikan harapan-harapan klien Tingkatkan interaksi social =. 1@ "A $# ,apat diukur melalui : - !erilaku merawat diri - %ontak mata - !ostur - !ernyataan tentang diri " M !1/ $ 2

dalah keadaan emosional yang berkepanjangan yang mempengaruhi seluruh kepribadian dan fungsi kehidupan seseorang. +angguan alam perasaan : gangguan emosional yang disertai gejala mania atau depresi. . Mania : $uatu gangguan alam perasaan yang ditandai dengan adanya alam perasaan yang meningkat& meluas atau keadaan emocional yang mudah tersinggung dan terangsang. ). ,epresi : $tatu gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan cedB dan berduka yang berlebihan dan berkepanjangan -. ,epresi pada lansia bukan merupakan patologi tunggal& biasanya multifactorial oleh karena stress lingkungan & penurunan kemampuan beradaptasi.

,iagnosis ,epresi menurut kriteria ,$M-### / 0ika terdapat <*lebih gejala : !erasaan tertekan hampir sepanjang hari $ecara nyata penurunan perhatian*keinginan untuk berbagai aktivitas*kesenangan )) turun*naik secara nyata #nsomnia*hipersomnia gitasi /asa capai*lemah & hilangnya kekuatan !erasaan bersalah& tidak berharga =ilangnya kemampuan berfikir& konsentrasi atau membuat keputusan !ikiran berulang tentang kematian& bunuh diri,epresi pada lansia seringkali kurang*tidak terdiagnosa karena hal-hal sbb: !enyakiit fisik yang dideriat seringkali mengacaukan gambaran depresi& eC:mudah lelah& !enuruanan )) "ansia yang menutupi rasa sedihnya justru dengan menunjukkan bahwa dia lebih aktif %ecemasan& obsesional& histeria hipokondria yang merupakan gejala depresi justru sering menutupi depresinya Masalah sosial yang juga diderita seringkali membuat gambaran depresi menjadi lebih rumit. #. !12+% 0# 2 a. .aktor predisposisi : +enetik 'kembar monoDigot(& kehilangan& tipe kepribadian tertentu& penilaian negatif terhadaf diri sendiri& menyalahkan diri sendiri& ketidakberdayaan 'keyakinan akan ketidakmampuannya E tidak berupaya mengembangkan respon adaptif(& kurangnya pujian positif selama berinteraksi dengan lingkungan. b. .aktor presipitasi : berbagai penyakit fisik 'faktor biologis(& kehilangan 'faktor psikologis( b. !erilaku & mekanisme koping : denial& supresi 0. M $ " = %1!1/ 7 T 2 )erduka disfungsional

%etidakberdayaan +angguan pola tidur /esiko terhadap cedera !erubahan nutrisi ,efisit perawatan diri nsietas %. TA0A 2 & T#2, % 2 Tujuan : mengajarkan klien untuk bersepons emosional yang adaptif Tindakan : "ingkungan aman& cegah terjadinya kecelakaan =ubungan saling percaya prwt > klien ,orong untuk mengekspresikan pengalaman yang menyakitkan untuk mengurangi intensitas masalah Abah pikiran negatif identifikasi aspek positif 'kemampuan& keberhasilan(& bantumengubah persepsi yang salah*negatif E positif& beri pujian "ibatkan dalam kegiatan dan interaksi sosial Meningkatkan status kesehatan : perawatan diri& istirahat& makan& minum. ,iposkan oleh Mas !erawat di F8:F: ASKEP LANSIA DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL MENARIK DIRI ASKEP LANSIA DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL MENARIK DIRI !12, =A"A 2 . "atar )elakang !roses menua 'aging( adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik& psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. %eadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Masalah kesehatan jiwa lansia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien +eriatri dan !sikogeriatri yang merupakan bagian dari +erontologi& yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lansia& meliputi aspek fisiologis& psikologis& sosial& kultural& ekonomi dan lain-lain. Menurut $etiawan '45G:(& timbulnya perhatian pada orang-orang usia lanjut dikarenakan adanya sifat-sifat atau faktor-faktor khusus yang mempengaruhi kehidupan pada usia lanjut. "ansia merupakan salah satu fase kehidupan yang dialami oleh individu yang berumur panjang. "ansia tidak hanya meliputi aspek biologis& tetapi juga psikologis dan sosial. Menurut

"aksamana '456::GG(& perubahan yang terjadi pada lansia dapat disebut sebagai perubahan HsenesensH dan perubahan IsenilitasI. !erubahan HsenesensI adalah perubahan-perubahan normal dan fisiologik akibat usia lanjut. !erubalian IsenilitasI adalah perubahanJ-perubahan patologik permanent dan disertai dengan makin memburuknya kondisi badan pada usia lanjut. $ementara itu& perubahan yang dihadapi lansia pada amumnya adalah pada bidang klinik& kesehatan jiwa dan problema bidang sosio ekonomi. 3leh karma itu lansia adalah kelompok dengan resiko tinggi terhadap problema fisik dan mental. !roses menua pada manusia merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan. $einakin baik pelayanan kesehatan sebuah bangsa makin tinggi pula harapan hidup masyarakatnya dan padan gilirannya makin tinggi pula jumlah penduduknya yang berusia lanjut. ,emikian pula di #ndonesia. ,alam pendekatan pelayanan kesehatan pada kelompok lansia sangat perlu ditekankan pendekatan yang dapat mencakup sehat fisik& psikologis& spiritual dan sosial. =al tersebut karena pendekatan dari satu aspek saja tidak akan menunjang pelayanan kesehatan pada lansia yang membutuhkan suatu pelayanan yang komprehensif. Asia lansia bukan hanya dihadapkan pada permasalahan kesehatan jasmaniah saja& tapi juga permasalahan gangguan mental dalam menghadapi usia senja. "ansia sebagai tahap akhir dari siklus kehidupan manusia& sering diwarnai dengan kondisi hidup yang tidak sesuai dengan harapan. )anyak faktor yang menyebabkan seorang mengalami gangguan mental seperti menarik diri. da beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. .aktor-faktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. dapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: !enurunan kondisi fisik !enurunan fungsi dan potensi seksual !erubahan aspek psikososial !erubahan yang berkaitan dengan pekcrjaan !erubahan dalam peran sosial di masyarakat $!1% !$#%3$3$# " ! , " 20AT A$# . %onsep ,asar 4. !engertian Menarik diri adalah penilaian yang salah tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri pencapaian ideal diri *cita-cita *harapan langsung menghasilkan perasaan berharga .=arga diri dapat diperoleh melalui penghargaan diri sendiri maupun dari orang lain.!erkembangan harga diri juga ditentukan oleh perasaan diterima&dicintai&dihormati oleh orang lain&serta keberhasilan yang pernah dicapai individu dalam hidupnya '=idayat&9FF8(. #solasi adalah keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak ' -arpenito& 4556 ( #solasi sosial adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negatif dan mengancam'Towsend&4556(

$eseorang dengan perilaku menarik diri akan menghindari interaksi dengan orang lain. #ndividu merasa bahwa ia kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai kesempatan untuk membagi perasaan& pikiran dan prestasi atau kegagalan. #a mempunyai kesulitan untuk berhubungan secara spontan dengan orang lain& yang dimanivestasikan dengan sikap memisahkan diri& tidak ada perhatian dan tidak sanggup membagi pengalaman dengan orang lain ',ep%es& 4556(. ,ari segi kehidupan sosial cultural& interaksi sosial adalah merupakan hal yang utama dalam kehidupan bermasyarakat& sebagai dampak adanya kerusakan interaksi sosial : menarik diri akan menjadi suatu masalah besar dalam fenomen kehidupan& yaitu terganggunya komunikasi yang merupakan suatu elemen penting dalam mengadakan hubungan dengan orang lain atau lingkungan disekitarnya. 9. !enyebab !enyebab dari menarik diri adalah harga diri rendah yaitu perasaan negatif terhadap diri sendiri& hilang kepercayaan diri& merasa gagal mencapai keinginan& yang ditandai dengan adanya perasaan malu terhadap diri sendiri& rasa bersalah terhadap diri sendiri& gangguan hubungan sosial& merendahkan martabat& percaya diri kurang& dan juga dapat mencederai diri '-arpenito&".0&4556::<9( :. .aktor !redisposisi .aktor predisposisi terjadinya perilaku menarik diri adalah kegagalan perkembangan yang dapat mengakibatkan individu tidak percaya diri& tidak percaya orang lain& ragu takut salah& putus asa terhadap hubungan dengan orang lain& menghindar dari orang lain& tidak mampu merumuskan keinginan dan merasa tertekan. )erbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan gangguan alam perasaan yang parah. Teori ini menunjukkan rentang faktor-faktor penyebab yang mungkin bekerja sendiri atau dalam kombinasi. 4. .aktor genetik& dianggap mempengaruhi tranmisi gangguan efektif melalui riwayat keluarga atau keturunan. 9. Teori agresi menyerang kedalam menunjukkan bahwa depresi terjadi karena perasaan marah yang ditujukan kepada diri sendiri. :. Teori kehilangan objek& merujuk kepada perpisahan traumatik individu dengan benda atau yang sangat berarti. ;. Teori organisasi kepribadian& menguraikan bagaimana konsep diri yang negatif dan harga diri rendah mempengaruhi sistem keyakinan dan penilaian seseorang terhadap sesuatu <. Model kognitif menyatakan bahwa defresi& merupakan masalah kognitif yang didominasi oleh evaluasi negatif seseorang terhadap diri seseorang& dunia seseorang& dan masa depan seseorang. ;. .aktor !resifitasi $edangkan faktor presipitasi dari faktor sosio-cultural karena menurunnya stabilitas keluarga dan berpisah karena meninggal dan faktor psikologis seperti berpisah dengan orang yang terdekat atau kegagalan orang lain untuk bergantung& merasa tidak berarti dalam keluarga sehingga menyebabkan klien berespons menghindar dengan menarik diri dari lingkungan '$tuart and sundeen& 455<(. <. Tanda dan +ejala - patis& ekspresi& afek tumpul. - Menghindar dari orang lain 'menyendiri( klien tampak memisahkan diri dari orang lain.

- %omunikasi kurang atau tidak ada. - Tidak ada kontak mata& klien lebih sering menunduk. - )erdiam diri di kamar*tempat berpisah > klien kurang mobilitasnya. - Menolak hubungan dengan orang lain > klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap. - Tidak melakukan kegiatan sehari-hari& artinya perawatan diri dan kegiatan rumah tangga sehari-hari tidak dilakukan. 8. /entang /espon 4. Menyendiri 'solitude( merupakan respon yang dibutuhkan seseorang untuk merenungkan apa yang telah dilakukan di lingkungan sosialnya dan suatu cara mengevaluasi diri untuk menentukan langkah selanjutnya. 9. 3tonomi merupakan kemampuan individu untuk menentukan dan menyampaikan ide-ide pikiran& perasaan dalam hubungan sosial. :. )ekerjasama 'mutualisme( adalah suatu kondisi dalam hubungan interpersonal dimana individu tersebut mampu untuk saling memberi dan menerima. ;. $aling tergantung 'interdependen( adalah suatu kondisi saling tergantung antara individu dengan orang lain dalam membina hubungan interpersonal. <. Menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seseoramg menemukan kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. 8. Tergantung 'dependen( terjadi bila seseorang gagal mengambangkan rasa percaya diri atau kemampuannya untuk berfungsi secara sukses. G. Manipulasi merupakan gangguan hubungan sosial yang terdapat pada individu yang menganggap orang lain sebagai objek. #ndividu tersebut tidak dapat membina hubungan sosial secara mendalam. 6. -uriga terjadi bila seseorang gagal mengembangkan rasa percaya dengan orang lain. %ecurigaan dan ketidakpercayaan diperlihatkan dengan tanda-tanda cembru& iri hati& dan berhatihati. !erasaan induvidu ditandai dengan humor yang kurang& dan individu merasa bangga dengan sikapnya yang dingin dan tanpa emosi. G. %arakteristik !erilaku +angguan pola makan : tidak nafsu makan atau makan berlebihan. )erat badan menurun atau meningkat secara drastis. %emunduran secara fisik. Tidur berlebihan. Tinggal di tempat tidur dalam waktu yang lama. )anyak tidur siang. %urang bergairah. Tidak memperdulikan lingkungan. %egiatan menurun. #mmobilisasai. Mondar-mandir 'sikap mematung& melakukan gerakan berulang(. %einginan seksual menurun. ). !ohon Masalah

-. !ermasalahan )erbagai permasalahan sosial yang berkaitan dengan pencapaian kesejahteraan "anjut Asia& antara lain sebagai berikut: 4. !ermasalahan Amum a. Masih besarnya jumlah "ajut Asia yang berada dibawah garis kemiskinan. b. Makin melemahnya nilai kekerabatan& sehingga anggota keluarga yang berusia lanjut kurang diperhatikan& dihargai dan dan dihormati& berhubung terjadi perkembangan pola kehidupan keluarga yang secara fisik lebih mengarah pada bentuk kelurga kecil. c. "ahirnya kelompok masyarakat industri& yang memiliki ciri kehidupan yang lebih bertumpu kepada individu dan menjalankan kehidupan berdasarkan perhitungan untung rugi& lugas dan efisien& yang secara tidak langsung merugikan kesejahteraan lanjut usia. d. Masih rendahnya kuantitas dan kualitas tenaga profesional pelayanan lanjut usia dan masih terbatasnnya sarana pelayanan dan fasilitas khusus bagi lanjut usia dengan berbagai bidang pelayanan pembinaan kesejahteraan lanjut usia. e. )elum membudaya dam melembaganya kegiatan pembinaan kesejateraan lanjut usia. 9. !ermasalahan %husus Menurut ,epartemen $osial /epublik #ndonesia '4556(& berbagai permasalahan khusus yang berkaitan dengan kesejahteraan lanjut usia adalah sebagai berikut: a. )erlangsungnya proses menjadi tua& yang berakibat timbulnya masalah baik fisik& mental maupun sosial. Mundurnya keadaan fisik yang menyebabkan penuaan peran sosialnya dan dapat menjadikan mereka lebih tergantung kepada pihak lain. b. )erkurangnya integrasi sosial "anjut Asia& akibat produktivitas dan kegiatan "anjut Asia menurun. =al ini berpengaruh negatif pada kondisi sosial psikologis mereka yang merasa sudah tidak diperlukan lagi oleh masyarakat lingkungan sekitarnya. c. /endahnya produktivitas kerja lanjut usia dibandingkan dengan tenaga kerja muda dan tingkat pendidikan serta ketrampilan yang rendah& menyebabkan mereka tidak dapat mengisi lowongan kerja yang ada& dan terpaksa menganggur. d. )anyaknya lanjut usia yang miskin& terlantar dan cacat& sehingga diperlukan bantuan dari berbagai pihak agar mereka tetap mandiri serta mempunyai penghasilan cukup. e. )erubahnya nilai sosial masyarakat yang mengarah kepada tatanan masyarakat individualistik& sehingga "anjut Asia kurang dihargai dan dihormati serta mereka tersisih dari kehidupan masyarakat dan bisa menjadi terlantar. ,i samping itu terjadi pergeseran nilai budaya tradisional& dimana norma yang dianut bahwa orang tua merupakan bagian dari kehidupan keluarga yang tidak dapat dipisahkan dan didasarkan kepada suatu ikatan kekerabatan yang kuat& dimana orang tua dihormati serta dihargai& sehingga seseorang anak mempunyai kewajiban untuk mengurus orang tuanya. ,i pihak lain& dapat terjadi sebagian generasi muda beranggapan bahwa para lanjut usia tidak perlu lagi aktif dalam urusan hidup sehari-hari. =al ini akan memperburuk integrasi sosial para lanjut usia dengan masyrakatlingkungannya& sehingga dapat terjadi kesenjangan antara-generasi tua dan muda. ,engan demikian& sulit untuk mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa ini secara terus-menerus dari generasi ke generasi selanjutnya. f. danya dampak negatif dari proses pembangunan seperti dampak lingkungan& polusi dan urbanisasiyang dapat mengganggu kesehatan fisik lanjut usia. Terkosentrasinya dan penyebaran

pembangunan yang belum merata menimbulkan ketimpangan antara penduduk lanjut usia di kota dan di desa. $A= 2 %1!1/ 7 T 2 " 2$# ,12+ 2 M $ " = !$#%3$3$# ":M12 /#% ,#/# . !engkajian #dentitas %lien Meliputi nama klien & umur & jenis kelamin & status perkawinan& agama& tangggal M/$ & informan& tangggal pengkajian& 2o /umah klien dan alamat klien. 3rang-orang terdekat $tatus perkawinan& kebiasaan pasien di dalam tugas-tugas keluarga dan fungsi-fungsinya& pengaruh orang terdekat& proses interaksi dalam keluarga. %ultural "atar belakang etnis& tingkah laku mengusahakan kesehatan 'sistem rujukan penyakit(& nilai-nilai yang berhubungan dengan kesehatan dan keperawatan& faktor-faktor kultural yang dihubungkan dengan penyakit secara umum dan respons terhadap rasa sakit& kepercayaan mengenai perawatan dan pengobatan. %eluhan Atama %eluhan biasanya berupa menyediri 'menghindar dari orang lain( komunikasi kurang atau tidak ada & berdiam diri dikamar &menolak interaksi dengan orang lain& tidak melakukan kegiatan sehari > hari & dependen. .aktor predisposisi %ehilangan& perpisahan &harapan orang tua yang tidak realistis &kegagalan *frustasi berulang& tekanan dari kelompok sebayaE perubahan struktur sosial. Terjadi trauma yang tiba tiba misalnya harus dioperasi & kecelakaan dicerai suami &putus sekolah &!=%& perasaan malu karena sesuatu yang terjadi ' korban perkosaan &dituduh %%2& dipenjara tiba > tiba( perlakuan orang lain yang tidak menghargai klien* perasaan negatif terhadap diri sendiri yang berlangsung lama. spek fisik * biologis =asil pengukuran tada vital 'T,& 2adi& suhu& !ernapasan & T)& ))( dan keluhafisik yang dialami oleh klien. spek !sikososial 4. +enogram yang menggambarkan tiga generasi 9. %onsep diri a( -itra tubuh : Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah atau tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Menolak penjelasan perubahan tubuh & persepsi negatip tentang tubuh. !reokupasi dengan bagia tubuh yang hilang & mengungkapkan keputus asaan& mengungkapkan ketakutan. b( #dentitas diri %etidakpastian memandang diri & sukar menetapkan keinginan dan tidak mampu mengambil keputusan c( !eran )erubah atau berhenti fungsi peran yang disebabkan penyakit & proses menua & putus sekolah&

!=%. d( #deal diri Mengungkapkan keputus asaan karena penyakitnya : mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi. e( =arga diri !erasaan malu terhadap diri sendiri & rasa bersalah terhadap diri sendiri & gangguan hubungan sosial & merendahkan martabat & mencederai diri& dan kurang percaya diri. :. %lien mempunyai gangguan * hambatan dalam melakukan hubunga sosialdengan orang lain terdekat dalam kehidupan& kelempok yang diikuti dalam masyarakat. ;. kenyakinan klien terhadap tuhan dan kegiatan untuk ibadah ' spritual( $tatus Mental %ontak mata klien kurang *tidak dapat mepertahankan kontak mata & kurang dapat memulai pembicaraan & klien suka menyendiri dan kurang mampu berhubungan denga orang lain & danya perasaan keputusasaan dan kurang berharga dalam hidup. %ebutuhan persiapan pulang. 4. %lien mampu menyiapkan dan membersihkan alat makan 9. %lien mampu ) ) dan ) %& menggunakan dan membersihkan 7-& membersikan dan merapikan pakaian. :. !ada observasi mandi dan cara berpakaian klien terlihat rapi ;. %lien dapat melakukan istirahat dan tidur & dapat beraktivitas didalam dan diluar rumah <. %lien dapat menjalankan program pengobatan dengan benar. Mekanisme %oping %lien apabila mendapat masalah takut atau tidak mau menceritakan nya pada orang orang lain ' lebih sering menggunakan koping menarik diri( spek Medik i. Terapi yang diterima klien bisa berupa therapy farmakologi 1-T& !sikomotor&therapy okopasional& T % & dan rehabilitas. ii. ,iagnosa %eperawatan ,iagnosa %eperawatan adalah identifikasi atau penilaian pola respons baik aktual maupun potensial '$tuart and $undeen& 455<( Masalah keperawatan yang sering muncul yang dapat disimpulkan dari pengkajian adalah sebagai berikut : #solasi sosial : menarik diri +angguan konsep diri: harga diri rendah /esiko perubahan sensori persepsi %oping individu yang efektif sampai dengan ketergantungan pada orang lain +angguan komunikasi verbal& kurang komunikasi verbal. #ntoleransi aktifitas. %ekerasan resiko tinggi. ). ,iagnosa %eperawatan 4. =arga diri rendah berhubungan dengan merasakan*mengantisipasi kegagalan pada peristiwaperistiwa kehidupan. 9. %oping individu tidak efektif berhubungan dengan ketidakseimbangan sistem sarafE

kehilangan memoriE ketidakseimbangan tingkah laku adaptif dan kemampuan memecahkan masalah. :. nsietas berhubungan dengan krisis situasional*maturasional. ;. %etidakpatuhan berhubungan dengan sistem penghargaan pasienE keyakinan kesehatan&nilai spiritual& pengaruh kultural. -. #ntervensi keperawatan 4. #ntervensi ,iagnosa 4: a. ,orong pengungkapan perasaan& menerima apa yang dikatakannya. /asionalnya: membantu pasien*orang terdekat untuk memulai menerima perubahan dan mengurangi ansietas mengenai perubahan fungsi*gaya hidup. b. )antu pasien dengan menjelaskan hal-hal yang diharapkan dan hal-hal tersebut mungkin di perlukan untuk dilepaskan atau dirubah. /asionalnya: memberi kesempatan untuk mengidentifikasi kesalahan konsep dan mulai melihat pilihan-pilihanE meningkatkan orientasi realita. c. )erikan informasi dan penyerahan ke sumber-sumber komunitas. /asionalnya: memungkinkan pasien untuk berhubungan dengan grup yang diminati dengan cara yang membantu dan perlengkapan pendukung& pelayanan dan konseling. 9. #ntervensi ,iagnosa 9: a. %aji munculnya kemampuan koping positif& misalnya penggunaan teknik relaksasi keinginan untuk mengekspresikan perasaan. /asionalnya: jika individu memiliki kemampuan koping yang berhasil dilakukan dimasa lampau& mungkin dapat digunakan sekarang untuk mengatasi tegangan dan memelihara rasa kontrol individu. b. !erbaiki kesalahan konsep yang mungkin dimiliki pasien /asionalnya: membantu mengidentifikasi dan membenarkan persepsi realita dan memungkinkan dimulainya usaha pemecahan masalah. :. #ntervensi diagnosa :: a. !ahami rasa takut*ansietas /asionalnya: perasaan adalah nyata dan membantu pasien untuk terbuka sehingga dapat mendiskusikan dan menghadapinya. b. %aji tingkat realita bahaya bagi pasien dan tingkat ansietas. /asionalnya: respon individu dapat bervariasi tergantung pada pola kultural yang dipelajari. !ersepsi yang menyimpang dari situasi mungkin dapat memperbesar perasaan. c. ,orong pasien untuk berbicara mengenai apa yang terjadi saat ini dan apa yang telah terjadi untuk mengantisipasi perasaan tidak tertolong dan ansietas. /asionalnya: menyediakan petunjuk untuk membantu pasien dalam mengembangkan kemampuan koping dan memperbaiki ekuilibrium. ;. #ntervensi diagnosa ;: a. Tentukan kepercayaan kultural& spiritual dan kesehatan. /asionalnya: memberikan wawasan mengenai pemikiran*faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi individu. %epercayaan akan meningkatkan persepsi pasien tentang situasi dan partisipasi dalam regimen keperawatan. b. %aji sistem pendukung yang tersedia bagi pasien.

/asionalnya: adanya keluarga*orang terdekat yang memperhatikan*peduli dapat membantu pasien dalam proses penyembuhan. ,. 1valuasi 4. !asien mampu mengidentifikasi adanya kekuatan dan pandangan diri sebagai orang yang mampu mengatasi masalahnya. 9. !asien mampu menunjukkan kewaspadaan dari koping pribadi*kemampuan memecahkan maslah. :. !asien mampu melakukan relaksasi dan melaporkan berkurangnya ansietas ke tingkat yang dapat diatasi. ;. !asien dapat menunjukkan pengetahuan yang akurat akan penyakit dan pemahaman regimen pengobatan. !12ATA! . %esimpulan Menarik diri adalah penilaian yang salah tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri pencapaian ideal diri *cita-cita *harapan langsung menghasilkan perasaan berharga .=arga diri dapat diperoleh melalui penghargaan diri sendiri maupun dari orang lain.!erkembangan harga diri juga ditentukan oleh perasaan diterima&dicintai&dihormati oleh orang lain&serta keberhasilan yang pernah dicapai individu dalam hidupnya. ). $aran 4. Mengingat kondisi psikososial lansia yang tidak berbeda di antara lokasi pemukiman& maka lansia dapat tinggal di mana saja asalkan tetap mendapatkan perhatian atau dukungan& baik dari keluarga& masyarakat maupun pemerintah. 9. ,apat dibentuk wadah tempat lansia bersosialisasi bersama peer groupnya. Antuk meningkatkan aktifitas fisik dan perilaku kesehatan& hendaknya difasilitasi dengan memberi kesejahteraan berupa dukungan moril dan sprituil kepada kelompok lansia berupa perbaikan ekonomi& kesehatan& transportasi& dan perumahan serta memberikan giDi yang baik dan obatobatan untuk mencegah terjadinya penyakit yang bisa mempercepat proses penuaa. :. Menghindari sikap menarik diri sebagai lansia. ;. Mengembangkan perspektif yang lebih jelas mengenai hidup lansia. <. Menggantikan kepuasan-kepuasan yang hilang. 8. Mengembangkan hubungan yang bermakna. ,aftar !ustaka $etiabudhi& Tony dan =ardywinoto. 9FF<. !anduan +erontologi: Tinjauan dari )erbagai spek. +ramedia !ustaka Atama. 0akarta. 1. ,oenges& Marilyon. dkk. 4545. /encana suhan %eperawatan. 0akarta: 1+-.

:.!ada observasi mandi d a n c a r a b e r p a k a i a n k l i e n t e r l i h a t rapi; . % l i e n d a p a t m e l a k u k a n i s t i r a h a t d a n t i d u r & d a p a t beraktivitas didalam dan diluar

rumah< . % l i e n d a p a t m e n j a l a n k a n p r o g r a m p e n g o b a t a n d e n g a n benar. o Mekanisme %oping%lien apabila mendapat masalah takut atau tidak maumenceritakan nya pada orang orang lain ' lebih seringmenggunakan koping menarik diri( o spek Medik i.Terapi yang diterima klien bisa berupa therapyfarmakologi 1-T& !sikomotor&therapyokopasional& T % & dan rehabilitas.ii.,iagnosa %eperawatan,iagnosa %eperawatan adalah identifikasi atau penilaian pola respons baik aktual maupun potensial '$tuart and $undeen& 455<(Masalah keperawatan yang sering muncul yangdapat disimpulkan dari pengkajian adalahsebagai berikut : #solasi sosial : menarik diri +angguan konsep diri: harga diri rendah /esiko perubahan sensori persepsi %oping individu yang efektif sampai denganketergantungan pada orang lain +angguan komunikasi verbal& kurangkomunikasi verbal. #ntoleransi aktifitas. %ekerasan resiko tinggi. B.Diagnosa Keperawa an 4 . = a r g a d i r i r e n d a h b e r h u b u n g a n d e n g a n merasakan*mengantisipasi kegagalan pada peristiwa-peristiwa kehidupan.9 . % o p i n g i n d i v i d u t i d a k e f e k t i f b e r h u b u n g a n dengan ketidakseimbangan sistem sarafEkehilangan memoriE ketidakseimbangantingkah laku adaptif dan kemampuanmemecahkan masalah.: . n s i e t a s b e r h u b u n g a n d e n g a n k r i s i s situasional*maturasional.; . % e t i d a k p a t u h a n b e r h u b u n g a n d e n g a n s i s t e m penghargaan pasienE keyakinankesehatan&nilai spiritual& pengaruh kultural. !. In er"ensi #eperawa an 4. #ntervensi ,iagnosa 4:a.,orong pengungkapan perasaan& menerima apa yang dikatakannya./asionalnya: membantu pasien*orang terdekat untuk memulai menerima perubahan danmengurangi ansietas mengenai perubahan fungsi*gaya hidup. b.)antu pasien dengan menjelaskan hal-hal yang diharapkan dan hal-hal tersebut mungkindi perlukan untuk dilepaskan atau dirubah./asionalnya: memberi kesempatan untuk mengidentifikasi kesalahan konsep dan mulai melihat pilihan-pilihanE meningkatkan orientasi realita.c.)erikan informasi dan penyerahan ke sumber-sumber komunitas./ a s i o n a l n y a : m e m u n g k i n k a n p a s i e n u n t u k b e r h u b u n g a n d e n g a n g r u p y a n g d i m i n a t i dengan cara yang membantu dan perlengkapan pendukung& pelayanan dan konseling.9. #ntervensi ,iagnosa 9:a.%aji munculnya kemampuan koping positif& misalnya penggunaan teknik relaksasi keinginan untuk mengekspresikan perasaan./asionalnya: jika individu memiliki kemampuan koping yang berhasildilakukan dimasa lampau& mungkin dapat digunakan sekarang untuk mengatasi tegangan dan memelihara rasa kontrol individu. b.!erbaiki kesalahan konsep yang mungkin dimiliki pasien/asionalnya: membantu mengidentifikasi dan membenarkan persepsi realitadan memungkinkan dimulainya usaha pemecahan masalah.:. #ntervensi diagnosa ::a . ! a h a m i r a s a t a k u t * a n s i e t a s /asionalnya: perasaan adalah nyata dan membantu pasien untuk terbuka sehingga dapatmendiskusikan dan menghadapinya. b.%aji tingkat realita bahaya

bagi pasien dan tingkat ansietas./asionalnya: respon individu dapat bervariasi tergantung pada pola kultural yangdipelajari. !ersepsi yang menyimpang dari situasi mungkin dapat memperbesar perasaan.c.,orong pasien untuk berbicara mengenai apa yang terjadi saat ini dan apa yang telahterjadi untuk mengantisipasi perasaan tidak tertolong dan ansietas./asionalnya: menyediakan petunjuk untuk membantu pasien dalam mengembangkankemampuan koping dan memperbaiki ekuilibrium.a . # n t e r v e n s i d i a g n o s a ; : Tentukan kepercayaan kultural& spiritual dan kesehatan./asionalnya: memberikan wawasan mengenai pemikiran*faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi individu. %epercayaan akan meningkatkan persepsi pasien tentang situasi dan partisipasi dalam regimen keperawatan. b.%aji sistem pendukung yang tersedia bagi pasien./asionalnya: adanya keluarga*orang terdekat yang memperhatikan*pedulidapat membantu pasien dalam proses penyembuhan. D. E"a$%asi 4.!asien mampu mengidentifikasi adanya kekuatan dan pandangan dirisebagai orang yang mampu mengatasi masalahnya.9 . ! a s i e n m a m p u m e n u n j u k k a n k e w a s p a d a a n d a r i k o p i n g pribadi*kemampuan memecahkan maslah.:.!asien mampu melakukan relaksasi dan melaporkan berkurangnya ansietas ke tingkat yang dapat diatasi.;.!asien dapat menunjukkan pengetahuan yang akurat akan penyakitdan pemahaman regimen pengobatan.