You are on page 1of 4

Azolla adalah salah satu marga paku air tawar (Salvinaceae); hidup terapung pada permukaan air dan

terse bar hampir diseluruh kawasan dunla. Di Jawa Barat, tumbuhan hi dikenal dengan nama ~~kakarewoan", "kapas rodek atau "lukut cai" (Abdulkadir, 1976). Watanabe (1979) melaporkan bahwa genus Azolla terdiri atas dua sub genera yaitu : 1. Enazolla, dikenal didalamnya 4 spesies yaitu : Azolla filiculoides, Azolla caroliniana, Azolla mexicana dan Azolla nilotica. 2. Rhizosperma, dikenal didalamnya 2 spesies yaitu Azolla ~innata dan Azolla nilotica. Berbagai jenis Azolla ini mempunyai daerah penyebar an yang sangat luas, masing-masing tumbuh dengan lingkungannya terutama pada daerah-daerah tropik dan sedang. Daun - daun Azolla dibedakan atas lembar daun atas dan bawah. Lembar daun atas lebih tebal sisi atasnya her papila dan berwarna hijau sedangkan lembar daun bawah -agak tipis dan pucat. Letak daun tersebut berselang-seling. Lembar daun atas terapung pada permukaan air, sedang lembar daun bawah tenggelam di bawah permukaan air. Akar-akar Azolla menggantung di bawah permukaan air, akar-akar ini akan rontok pada usia tua. Perbanyakan tumbuhan ini terutama berlangsung secara vegetatif selain juga secara generatif. Perkembangan se-

cara vegetatif diawali dengan pemisahan cabang sisi dari batang induk yang kemudian diikuti dengan pembentukan lapisan penutup luka akibat pemisahan. Selanjutnya cabangcabang sisi yang memisah tumbuh menjadi tanaman dewasa , berlsembang membentuk cabang ban. Perbanyakan secara generatif berlangsung dengan heterospora. SnorocarP dibentuk oleh bagian batang yang pendek pada lembar daun bawah dan terdapat berpasangan. Organ jantan yaitu microsporocar^ berukuran besar dan berhubungan dengan menasDorocare yaitu organ betina yang berukuran kecil dan berbentuk bulat telur. M dalam micros~orocarp terdapat sejumlah dcros~orannia yang di dalamnya berkembang struktur yang d& kenal dengan nama massulae. Massulae mengandung banyak microsaora. Di dalam menasaorocar~ hanya berkembang satu menas~oronnium dan satu menaspora. Dalam perkembangan yang lebih lanjut micros~ora dan menasDora akan membelah serta membentuk protalus (Watanabe, 1978). Perbanyakan Azolla secara generatif pada umumnya berlangsung tidak sg cepat secara vegetatif. Kondisi Linnkunxan dan Svarat Turnbuh Azolla Di Indonesia Azolla tumbuh sepanjang tahun. Tumbu an ini biasanya rnati karena proses menua, penyakit, kekurangan hara tertentu dan kekeringan pada musim kemarau. Moore (1969) menyatakan bahwa beberapa faktor yang banyak mempengaruhi pertumbuhan Azolla antara lain keter-

sediaan unsur makro seperti P, K, Ca, Hg dan unsur mikro seperti MO dan Co. Pertumbuhan Azolla pada medium yang relatif kaya akan C1 dapat tetap baik. Hal ini tampaknya penting bagi sawah - sawah yang letaknya dekat pantai dan umurnnya memiliki kandungan C1 relatif tinggi. Konsentrasi garam yang relatif tinggi (1500 ppm) dalam waktu 3 ming gu &an mematikan Azolla pinnata (Abdulkadir, 1976). Derajad kemasaman air mempengaruhi pertumbuhan Azolla melalui pengaruhnya terhadap ketersediaan hara. Menurut Abdulkadir (19761, kebanyakan jenis Azolla tumbuh baik dalam medium dengan derajad kemasaman antara 4 hingga 8. Azolla ainnata mempunyai kisaran derajad kemasaman optimum antara 5.5 hingga 6.0 (Watanabe, 1978). Kebanyakan jenis Azolla peka terhadap suhu tinggi . Toleransi yang rendah terhadap suhu tinggi ini merupakan salah satu hambatan dalam pengusahaan Azolla pada daerah tropis. Azolla ainnata masih dapat bertahan pada suhu 30'~ dan akan mati pada suhu 38'~ (Watanabe, 1978). Kepekaan Azolla pada suhu rendah tidak begitu terlihat, Azolla akan mati pada permukaan air yang membeku (Abdulkadir, 1976). Kelembapan optimum bagi pertumbuhan Azolla adalah 85 persen hingga 90 persen (Watanabe, 1978). Pada kelembapan kurang dari 60 persen Azolla &an menjadi kering dan rapuh serta peka terhadap keadaan lingkungan yang kurang baik. Henurut Abdulkadir (19761, pemberian cahaya matahari

secara terus menerus pada jenis-jenis Azolla tertentu menyg babkan perubahan warna dari hijau menjadi kemerah-merahan, Hal ini diduga disebabkan terganggunya sistem fisiologis 8 tanaman, diantaranya fotosintesa. Dalam keadaan normal perubahan ini hanya ter jadi pada daun tua. Watanabe (1978) melaporkan bahwa pertumbuhan Azolla terhambat pada intensitas cahaya lebih dari 40 hingga 50 flux. Azolla merah mempunyai tingkat kejenuhan cahaya untuk aktivitas enzim nitrogenase lebih tinggi dari pada Azolla hijau. Tetapi tingkat kejenuhan cahaya untuk aktivitas fotosintesa, Azolla hijau due kali lebih tinggi daripada tingkat kejenuhan untuk aktivitas enzim nitrogg nase