You are on page 1of 3

KASUS 11-2 Analog Device, Inc (B) Industri ADI Tahun 2001 (Hal : 250260)

Pertanyaan : 1. Bagaimana industri ADI berubah antara tahun 1996-2001? 2. Bagaimana target disusun untuk metrik-metrik pada scorecard? Siapa yang

menetepkannya? Seberapa tepat metode penetapan cita-cita agar metrik dapat bermanfaat? Evaluasilah proses penetapan cita-cita dengan mengetahui perubahan kondisi industri pada tahun 2001. 3. Apakah scorecard ADI sama bergunanya pada saat ini seperti pada tahun 1980-an? Apakah keterbatasan scorecard? Kesalahan apa yang dapat terjadi? 4. Apakah Anda akan membuat perubbahan terhadap cara ADI mengelola scorecardnya? Apa yang berubah? Mengapa? 5. Apakah sistem metrik/ scorecard mempunyai kekurangan? Dapatkah para karyaawan memainkan sistem tersebut? Apakah bahaya dari EIS? JAWABAN : 1. Sebab-sebab berubah: Perubahan industri disertai perkembangan teknologi yang pesat dengan makin gencarnya penggunaan teknologi internet dan perubahan fungsi dari scorecard (tahun 2000 fungsinya berubah menjadi alat pengukur yang dimanfaatkan untuk lingkungan yang kompleks dan dinamis). Perubahan: produk yang dihasilkan ADI semakin bervariasi, perubahan lainnya adalah terjadi pemisahan supply chain yang berujung pada kompleksitas operasi, dan makin biasnya pasar digital dan analog dan makin berkurangnya product life cycle.

2. Dalam menerapkan target pada metrik di scorecard, ADI telah menetapkan goal setting untuk banyak metrik salah satunya melalui perhitungan half-life yang didasarkan pada kelemahan (waktu yang dibutuhkan untuk cacat produksi dan penundaan dikurangi sebesar 50%). Pihak yang berperan mengatur target adalah tim yang dibentuk oleh perusahaan yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing

perwakilan. Pemilihan metrik untuk scorecard menjadi sangat penting mengingat fungsi scorecard adalah untuk masukan bagi perbaikan kinerja dan pencapaian tujuan. Dalam menerapkan target pada metrik di scorecard, ADI telah menetapkan goal setting untuk banyak metrik salah satunya melalui perhitungan half-life yang didasarkan pada kelemahan (waktu yang dibutuhkan untuk cacat produksi dan penundaan dikurangi sebesar 50%). Pihak yang berperan mengatur target adalah tim yang dibentuk oleh perusahaan yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing perwakilan. Pemilihan metrik untuk scorecard menjadi sangat penting mengingat fungsi scorecard adalah untuk masukan bagi perbaikan kinerja dan pencapaian tujuan.

3. Scorecard yang digunakan ADI (2001) tidak seefektif tahun 1980-an karena berubahnya lingkungan bisnis, buktinya adalah pengukuran untuk perubahan yang dinamis tidak termasuk di dalam sistem informasi eksekutif ADI dengan masih digunakannya spreadsheet sebagai cara manual untuk menelusuri metrik yang digunakan dalam scorecard. Keterbatasan scorecard ADI adalah terlalu banyaknya pengukuran/metrik yang digunakan sudah tidak relevan lagi sebagai acuan informasi. Kesalahan yang mungkin terjadi nantinya adalah, scorecard itu sendiri bisa tidak digunakan untuk mengukur kompensasi pekerja.

4. Ya, perubahan yang ditekankan adalah terkait metrik yang seharusnya diukur dan ditelusuri dalam EIS bukan dengan manual spreadsheets. Alasannya adalah memaksimalkan fungsi EIS dan scorecard sebagai alat bantu dalam mengukur kinerja dan mengambil keputusan. Metrik juga kami usulkan untuk tetap fleksibel sesuai lingkungan bisnis yang dinamis.

5. Ya, apabila organisasi dan karyawan dalam perubahan scorecard lama ke scorecard baru tidak mempertimbangkan 2 hal yaitu: lingkungan dinamis dari pasar semikonduktor dan waktu yang dibutuhkan untuk implementasi proyek yang ada termasuk metriknya. Dibutuhkan kolaborasi dan pemahaman menyeluruh antara manajemen atas dengan karyawan di ADI. Bahaya dari EIS adalah: karena informasi yang diserap oleh EIS sangat banyak maka berakibat pada pengukuran/metrik juga menjadi banyak dan akhirnya sangat dimungkinkan memunculkan informasi yang kurang relevan dengan tujuan

perusahaan. Keuntungan dari EIS sendiri juga sulit diukur dan jika informasi yang ditampung banyak maka akan menambah beban pada sistem, memperbesar dan menjadi sulit untuk dikendalikan. Jika sistem ini tidak memiliki mekanisme penyaringan informasi yang relevan maka akan selalu dibutuhkan perbaikan sistem yang berarti penambahan biaya dan waktu bagi perusahaan.