You are on page 1of 20

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Makalah ini akan membahas tentang inti atom dan radioaktif, seperti yang dikemukakan model atom Bohr yang telah memberikan pengertian pada kita mengenai struktur atom yang berdiri dari satu inti yang bermuatan positif dengan elektron yang bergerak mengelilingi inti atom. Penemuan ini telah merangsang para fisikiawan untuk melanjutkan penelitian tentang atom. Mereka ingin tau apa sesungguhnya yang ada di dalam inti atom, bagaimana struktur inti apakah inti atom dapat terpecah, apakah beberapa inti atom dapat bergabung. Bersamaan dengan penemuan sifat-sifat sinar katoda oleh J.J. Thomson, sekitar tahun 1895 Roentgen menemukan sinar X. Fisikiawan Perancis, Henri Becquerel berpendapat bahwa sinar X yang ditemukan oleh Roentgen itu mungkin disebabkan oleh zat yang bersifat fosforesens yang disinari oleh sinar matahari. Kita akan mempelajari tentang partikel-partikel pembentuk inti atom dengan gaya-gaya yang bekerja dalam inti atom. Kita juga akan mempelajari beberapa sifat inti sperti mengapa ada inti yang tidak stabil sehingga mengakibatkan terjadinya radiasi yang dinamakan sinar radioaktif. B. RUMUSAN MASALAH Apa perbedaan Inti Atom dan Radioaktif ? Apakah partikel-partikel Pembentuk Inti Atom ? Menyebutkan pengertian Reaksi Inti ?

C. TUJUAN Untuk mengetahui perbedaan inti atom dan radioaktif Untuk mengetahui tentang partkel-partikel pembentuk inti atom Untuk mengetahui pengertian reaksi inti

BAB II PEMBAHASAN

INTI ATOM DAN RADIOAKTIF 1. INTI ATOM A. Pengertian Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (/tomos, -), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut. Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan

menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom, dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti. Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut. Proton Selain penemuannya pada tahun 1911 yang melahirkan suatu model atom terkenal, Ruhterford juga melakukan percobaan pada tahun 1919 yang melahirkan suatu konsep baru yang penting tentang apa yang terdapat didalam inti atom. Ia menembakkan sinar pada atom-atom nitrogen dan mengamati apa yang terajdi. Ia

menemukan suatu partikel aneh yang terpental keluar. Partikel ini ketika diselidiki ternyata mempunyai muatan posotif seperti partikel , namun besar muatannya sama dengan besar

muatan elektron. Ia menamakan partikel ini proton yang kemudian dikenal sebagai inti atom hidrogen. Nama proton ditirinkan dari bahasa Yunani protos yang artinya pertama. = + e = 1,6 x C

Melalui percobaan seperti yang dilakuan oleh Thomson untuk menentukan nilai q/m eletron, para fisikiawan berhasil menghitung q/m untuk proton. Dari hasil ini mereka

berhasil menghitung massa proton yaitu sekitar 1.836 massa elektron atau tepatnya: = 1,6726231 X Dengan u menyatakan satuan massa atom 1 u = 1,6605402 X kg kg = 1,007276487 u

Melalui pengamatan spektrum atom hidrogen Rutherford penyimpulkan bahwa proton merupakan inti atom dari atom hidrogen. Kemudian Rutherford membuat pernyataan bahwa proton merupakan dari semua inti atom.

Neutron Pada tahun 1920 Rutherford menyarankan bahwa suatu proton dalam inti dapat mengikat elektron (ingat, muatan positif akan menarik muatan negatif) sehingga elektron tidak bebas lagi. Gabungan elektron dan proton ini akan membentuk partikel netral yang ia namakan neutron. Waktu iti Rutherford sedemikian terkenalnya sehingga apa yang diusulkannya dianggap benar. Para fisikiawan terutama pada eksperimentalis (fisikiawan yang melakukan percobaanpercobaan berusaha mendesain alat untuk menemukan partikel netral ini. Pada tahun1930 W. G. Bothe dan H. Becker menembakkan sinar keatom-atom berilium. Mereka menemukan

suatu pancaran sinar/radiasi (panccaran radiasi ini tidak tampak oleh mata namun bisa diamati). Mereka menganggap ini pancaran gelombang elektromagnetik seperti sinar X atau sinar yang waktu itu dikenal sebagai sinar yang dapat menembus material yang cukup

tebal. Namun beberapa fisikiawan meragukan anggapan ini karena pada eksperimen ini terlihat bahwa daya tembus radiasi ini terlihat bahwa daya tembus radiasi ini jauh lebih besar dibandingkan dengan daya tembus sinar maupun sinar X. Massa yang diukur Chadwick

tidak terlalu akurat karena kecepatan yang diukur oleh Chadwick tidak akurat. Masa neutron yang diterima sekarang adalah: = 1,6749286 x B. Partikel penyusun Inti atom Inti atom mempunyai muatan yang besarnya sama dengan muatan elektron yang mengelilinginya. Hampir seluruh massa atom (99,9%) terkonsentrasi pada inti atom, dan massa atom merupakan kelipatan bilangan bulat dari massa atom hidrogen. Berdasarkan kenyataan ini, dipikirkan model inti, sebagai berikut: Model proton: Suatu inti atom mengandung A (bil bulat) proton (satuan mendasar muatan positif). Ini berarti, muatan inti = Ae. Karena A tidak sama dengan Z, maka model ini ditolak. kg = 1,001378374 = 1,008664891 u

Model Proton-elektron: Dalam inti terdapat A proton dan (A-Z) elektron. Massanya sesuai, dan muatan juga sesuai. Akan tetapi, adanya elektron dalam inti melanggar asas ketidakpastian, yang menghendaki elektron-elektron mempunyai energi kinetik sangat tinggi. Spin intrinsik inti atom juga tidak terpenuhi. Jadi, model ini ditolak.

Model Proton-Netron: Tahun 1932 ditemukan netron, yaitu partikel dengan massa sedikit lebih besar dari massa proton, tetapi tidak bermuatan. Menurut model ini, inti terdiri dari Z proton dan (A-Z) netron. Massanya A dan muatannya Ze. Proton dan netron ini disebut nukleon. Model inilah yang diterima sebagai model inti atom.

C. Isotop Isotop adalah bentuk dari unsur yang nukleusnya memiliki nomor atom yang sama,tetapi jumlah proton di nukleus - dengan massa atom yang berbeda karena mereka memiliki jumlah neutron yang berbeda. Kata isotop, berarti di tempat yang sama, berasal dari fakta bahwa seluruh isotop dari sebuah unsur terletak di tempat yang sama dalam tabel periodik. Waktu paruh isotop sebagai fungsi dari jumlah proton (Z) dan jumlah neutron (N) untuk semua atom dalam tabel periodik Secara bersama, isotop-isotop dari unsur-unsur membentuk suatu set nuklida. Sebuah nuklida adalah satu jenis tertentu nukleus atom, atau lebih umum sebuah aglomerasi proton dan neutron. Lebih tepat lagi untuk mengatakan bahwa sebuah unsur seperti fluorine terdiri dari satu nuklida stabil dan bukan dia memiliki satu isotop stabil. Dalam nomenklatur ilmiah, isotop (nuklida) dispesifikasikan berdasarkan nama unsur tertentu oleh sebuah "hyphen" dan jumlah nukleon (proton dan neutron) dalam nukleus atom (misal, helium-3, karbon-12, karbon-14, besi-57, uranium-238). Dalam bentuk simbolik, jumlah nukleon ditandakan sebagai sebuah prefik naik-ke-atas terhadap simbol kimia (misal, 3He, 12 C, 14C, 57Fe, 238U). D. Gaya Inti Didalam inti atom terdapat dua partikel yaitu partikel netral yang benama neutron dan partikel yang memiliki muatan posotif bernama proton. proton dan neutron memiliki masa yang hampir sama. Pada inti atom, partikel tersebut menyatu karena ada sesuatu. Sesuatu itu

adalah gaya ikat inti atau sering disebut sebagai gaya inti saja. Gaya inti akan sangat kuat pada jarak kurang dari 1015 m, dan akan berkurang, bahkan menjadi nol pada jarak 2 x 10 15 m 3 x 1015 m. Gaya inti pertama kali ditemukan oleh fisikawan Jepang, H. Yukawa. Partikel-partikel bermuatan positif yang ada pada inti atom seharusnya tolak menolak karena gaya coloumb oleh proton itu. Nah, karena ada gaya inti inilah kumpulan partike bermuatan positif itu menjadi tidak terpencar-pencar karena saling tolak menolak. Gaya inti sifatnya tarik menarik sehingga dapat mengikat inti atom.

Gaya inti yang dihasilkan oleh inti jauh lebih besar dari pada gaya coloumb, sehingga resultan gayanya adalah tarik menarik. oleh karena itu, gaya inti sangat besar perannanya dalam inti atom. sehingga inti atom tidak terpencar-pencar intinya karena saling tolak menolak. Gaya ini merupakan sifatsifat berikut: a. Merupakan gaya terkuat, jika dibandingkan dengan gaya gravitasi dan gaya elektrostatik. b. Gaya inti tarikmenarik pada jarak 1015 m. Hal ini disebut repulsive. c. Gaya inti bergantung pada spin nukleon yang berinteraksi. d. Gaya inti sering disebut gaya nuklir.

Gaya nuklir ini memiliki jangkauan terbatas dan tidak mematuhi hukum kuadrat kebalikan seperti halnya gaya elektrostatis dan gaya gravitasi.

E. Reaksi inti Unsur radioaktif, inti-intinya meluruh menjadi inti yang lain yang lebih stabil. Pada peristiwa peluruhan radioaktif inti-inti berubah dengan sendirinya tanpa dipengaruhi atau berlangsung secara alami. Tetapi sebenarnya perubahan inti-inti radioaktif juga dapat dilakukan dengan cara menembakkan partikel-pertikel yang mempunyai energi cukup sehingga berlangsung reaksi pada unsur yang ditembaki. Reaksi yang terjadi dinamakan reaksi nuklir. Jadi reaksi inti atau reaksi nuklir adalah proses yang terjadi apabila partikelpertikel nuklir (nukleon atau inti atom) saling mengadakan kontak.

Reaksi inti ditulis sebagai berikut:

atau disingkat : X adalah inti awal, Y inti akhir, sedang a dan b masing-masing adalah partikel datang dan yang dipancarkan. Apabila suatu partikel ditembakkan pada inti X, maka ada beberapa kemungkinan yang terjadi, yakni hamburan elastik, hamburan inelastik dan reaksi inti. Para ahli banyak menggunakan reaksi inti ini untuk tujuan analisis kualitatif dan kuantitatif dalam suatu penelitian, misalnya AAN (Aktivasi Neutron). Reaksi inti ditemukan oleh Rutherford pada tahun 1919. Persamaan Reaksi Inti: Q : kalor (joule) X : Inti sasaran Y : Inti baru a : Partikel penembak b : Partikel yang dihasilkan bersama inti baru Hukum-hukum yang berlaku pada reaksi inti adalah: 1. Hukum kekekalam momentum, yaitu: jumlah momentum sebelum dan setelah tumbukan adalah sama. 2. Hukum kekekalan energi, yaitu: jumlah energi sebelum dan setelah tumbukan adalah sama. 3. Hukum kekekalan nomor atom, yaitu: jumlah nomor atom sebelum dan setelah tumbukan adalah sama. maka R + S = T + U 4. Hukum kekekalan nomor massa, yaitu: jumlah momentum sebelum dan setelah tumbukan adalah sama. maka M + N = O + P Rumus-rumus untuk menghitung energi yang dilepas/diperlukan dalam reaksi inti: 1. Q = Ep . N Q : energi total (joule)

Ep : energi 1 partikel tiap reaksi = (joule) N : jumlah partikel 2. Q = Q : energi total (MeV) : jumlah massa atom reaktan (sma) : jumlah massa atom produk (sma

2. RADIOAKTIF A. Pengertian Radioaktif adalah kesimpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom. peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Sinar-sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat: a. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis. b. Dapat mengionkan gas yang disinari. c. Dapat menghitamkan pelat film. d. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi). e. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar , , dan . 1. Sinar Alfa () Sinar alfa merupakan radiasi partikel bermuatan positif. Partikel ini samadengan inti helium bermuatan +2e dan bermassa 4 sma. Partikel ini merupakan gabungan dari 2 proton dan 2 neutron. Pemancaran sinar alfa menyebabkan nomor atom berkurang dua, sedangkan nomor massa berkurang empat. Sinar alfa dipancarkan oleh inti dengan kecepatan sekitar kecepatan cahaya. Oleh karena memiliki massa yang besar, daya tembus sinar ini paling lemah di antara sinar radioaktif, namun mempunyai daya pengion yang paling kuat. Sinar ini dibelokkan oleh medan magnet ke arah kutub negatif. Satuan internasional (SI) untuk pengukuran

2. Sinar Beta () Sinar beta adalah berkas elektron yang berasal dari inti atom dan bermuatan negatif . Oleh karena sangat kecil, partikel ini dapat dianggap tidak bermassa.Energi sinar beta sangat bervariasi, mempunyai daya tembus lebih besar daripada sinar alfa tetapi daya pengionnya lebih lemah. Dalam medan magnet, sinar ini membelok ke arah kutub positif. Sinar beta disebut juga elektron berkecepatan tinggi karena bergerak dengan kecepatan tinggi. 3. Sinar Gama () Sinar gama merupakan radiasi elektromagnetik berenergi tinggi, tidak bermuatan dan tidak bermassa,Sinar ini dihasilkan oleh inti yang tereksitasi, biasanya mengikuti pemancaran sinar beta atau alfa. Sinar gama memiliki daya tembus yang sangat besar, paling besar di antara sinar radioaktif tetapi daya pengionnya paling lemah. Sinar ini tidak bermuatan listrik sehingga tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik. B. Peluruhan Radioaktif Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses "acak" (random) sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom. Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde gigabecquerels. Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif, menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm).

Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:

Peluruhan alfa, terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil.

Peluruhan beta, diatur oleh gaya lemah, dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton, ataupun proton menjadi neutron. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino, manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta. Peluruhan beta dapat meningkatkan maupun menurunkan nomor atom inti sebesar satu.

Peluruhan gama, dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah, menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif.

Jenis-jenis peluruhan radioaktif lainnya yang lebih jarang meliputi pelepasan neutron dan proton dari inti, emisi lebih dari satu partikel beta, ataupun peluruhan yang mengakibatkan produksi elektron berkecepatan tinggi yang bukan sinar beta, dan produksi foton berenergi tinggi yang bukan sinar gama Tiap-tiap isotop radioaktif mempunyai karakteristik periode waktu peluruhan (waktu paruh) yang merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh setengah jumlah sampel untuk meluruh habis. Proses peluruhan bersifat eksponensial, sehingga setelah dua waktu paruh, hanya akan tersisa 25% isotop. C. Komtaminasi Radioaktif Kontaminasi radioaktif, juga disebut kontaminasi radiologis, adalah zat radioaktif di permukaan atau di antara benda padat, cair atau gas (termasuk tubuh manusia), tempat keberadaan mereka tidak diinginkan atau tidak diperlukan, atau proses yang membawa keberadaan mereka di tempat-tempat seperti itu. Juga digunakan agak kurang formal untuk menyebut kuantitas dan aktivitas di permukaan (atau di wilayah permukaan). Kontaminasi tidak meliputi residu bahan radioaktif yang

tersisa di sebuah tempat setelah dekomisi secara penuh.

Istilah kontaminasi radioaktif

memiliki konotasi yang tidak diinginkan. Istilah kontaminasi radioaktif hanya merujuk pada keberadaan radioaktivitas dan tidak memberikan indikasi tingkat bahaya yang diperlukan. Jumlah bahan radioaktif yang dilepas dalam sebuah kecelakaan disebut jangka sumber. D. Radioaktivitas Alam Radioaktivitas primordial

Pada litosfer, banyak terdapat inti radioaktif yang sudah ada bersamaan dengan terjadinya bumi, yang tersebar secara luas yang disebut radionuklida alam. Radionuklida alam banyak terkandung dalam berbagai macam materi dalam lingkungan, misalnya dalam air, tumbuhan, kayu, bebatuan, dan bahan bangunan. Radionuklida primordial dapat ditemukan juga di dalam tubuh mausia. Terutama radioisotop yang terkandung dalam kalium alam. Uraian lengkap mengenai radioaktivitas alam dijelaskan pada pokok bahasan. Radioaktivitas yang berasal dari radiasi kosmik

Pada saat radiasi kosmik masuk ke dalam atmosfer bumi, terjadi interaksi dengan inti atom yang ada di udara menghasilkan berbagai macam radionuklida. Yang paling banyak dihasilkan adalah H-3 dan C-14. Kecepatan peluruhan dan kecepatan pembentukan radionuklida seimbang, sehingga secara teoritis jumlahnya di alam adalah tetap. Berdasarkan fenomena tersebut, maka dengan mengukur kelimpahan C-14 yang ada dalam suatu benda, dapat ditentukan umur dari benda tersebut dan metode penentuan umur ini dinamakan penanggalan karbon (Carbon Dating). E. Persamaan Reaksi Inti Reaksi yang terjadi di inti atom dinamakan reaksi nuklir. Jadi Reaksi nuklir melibatkan perubahan yang tidak terjadi di kulit elektron terluar tetapi terjadi di inti atom. Reaksi nuklir memiliki persamaan dan perbedaan dengan reaksi kimia biasa.

Dalam reaksi inti berlaku beberapa hukum kekekalan, antara lain: 1) Hukum kekekalam muatan Z = tetap 2) Hukum kekekalan massa dan energi MA.C2 + ma.C2 + Ka = MB.C2 + Mb.C2 + Kb + Kb MA.C2 + ma.C2 = MB.C2 + Mb.C2 + Q Dimana Q = energi reaksi = KB + Kb Ka (Energi kinetik) Bila Q > 0 reaksi ekso energi Q < 0 reaksi endo energi 3) Hukum kekekalan nomor massa A = tetap 4) Hukum kekekalan momentum sudut inti I = tetap 5) Hukum kekekalan paritas = tetap 6) Hukum kekekalan momentum linier P = tetap Partikel yang digunakan untuk menembaki inti-inti radioaktif agar terjadi reaksi nuklir adalah partikel , partikel , sinar , netron, proton dan deuteron. Pada peristiwa reaksi nuklir, inti yang ditembaki akan berubah menjadi inti yang lain disertai pelepasan partikel lain dan energi. Besarnya energi yang terbentuk pada peristiwa reaksi sama dengan selisih massa mula-mula dengan massa akhir.

Reaksi inti dapat digolongkan dengan beberapa cara, tergantung pada keadaan yaitu sebagai berikut: 1. Klasifikasi reaksi inti menurut partikel penembak Menurut klasifikasi ini dapat digolongkan dalam beberapa golongan, yakni: a. Reaksi partikel bermuatan Termasuk reaksi ini adalah reaksi p, d, , C12, O16. b. Reaksi netron Partikel yang ditembakkan adalah netron c. Reaksi foto nuklir Partikel yang ditembakkan adalah foton (sinar gamma) d. Reaksi elektron Partikel yang ditembakkan adalah elektron 2. Klasifikasi reaksi inti menurut energi partikel penembak a. Untuk reaksi netron, energi netron penembak dapat digolongkan dalam empat golongan, yaitu: Netron termik dengan energi datang ~ 1/40 eV Netron epitermik dengan energi datang ~ 1 eV Netron datang dengan energi datang ~ 1 keV Netron cepat dengan energi datang 0,1 10 MeV b. Untuk reaksi partikel bermuatan, partikel penembak digolongkan sebagai berikut: Partikel berenergi rendah : Partikel berenergi tinggi : 0,1 10 MeV 10 100 MeV

Reaksi Fisi Reaksi fisi (reaksi pembelahan) yaitu reaksi yang terjadi pada inti berat dan akan meluruh atau pecah menjadi inti-inti ringan secara berantai. Pada reaksi tersebut, inti atom menangkap netron dan menghasilkan keadaan inti yang sangat labil dan dalam waktu yang singkat inti tersebut akan membelah menjadi belahan inti utama disertai munculnya dua atau tiga netronnetron baru. Ukuran dari kedua pecahan hasil reaksi tidak tetap, dengan kemungkinan terbesar pecahan yang satu memiliki nomor massa sekitar 90 dan yang lain sekitar 140. Energi yang dibebaskan dalam fisi, sebagian besar akan berubah menjadi energi kinetik dari kedua pecahan itu yaitu sekitar 80 persen, sedangkan yang 20 persen muncul dalam bentuk peluruhan (beta dan gamma) serta energi kinetik sejumlah netron yang terpancar pada proses fisi. Sebagai contoh pada peluruhan Uranium yang sering terjadi adalah:

Salah satu contoh peluruhan Uranium

yang ditampilkan dalam bentuk gambar.

Gambar 13. Salah satu contoh reaksi fisi peluruhan Uranium Pada reaksi dengan penembakan neutron termal pada inti uranium (inti fisil) akan menghasilkan inti baru dan disertai lepasnya dua neutron yang jika sudah diperlambat dalam moderator dapat menyebabkan terjadi reaksi berikutnya, sehingga terjadilah reaksi berantai, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 14. Reaksi berantai Uranium 235 Pada gambar 14 menjelaskan bahawa sebuah neutron yang bergerak lambat memicu fisi atau pembelahan sebuah inti uranium-235 dan beberapa neutron dipancarkan. Dalam uranium yang telah diperkaya agar mengandung uranium-235 dengan perbandingan yang tinggi, neutron-neutron ini segera menghantam inti-inti uranium-235 lainnya dan mengulangi proses tersebut. Terjadilah proses fisi secara terus menerus, dengan melepaskan energi dalam jumlah yang besar.

Energi total setiap kali fisi untuk satu neutron menembak satu kali adalah sekitar 200 MeV.

Jika suatu reaksi menghasilkan energi Q>0, reaksi tersebut dinamakan reaksi Eksotermik atau Eksoergik, sedangkan jika Q<0, maka diperlukan energi selama reaksi dan reaksinya dinamakan reaksi Endotermik atau Endoergik (Soetjipto, 1996:143). Q adalah energi reaksi yang dihasilkan yang didefinisikan sebagai energi total yang dipancarkan selama reaksi berlangsung yaitu sama dengan selisih energi kinetik sebelum reaksi dan energi kinetik sesudah reaksi atau selisih massa sebelum reaksi dan sesudah reaksi dikalikan c2. Sebagai contoh misalnya pada reaksi berikut: A + B --> C + D A adalah partikel penembak B adalah partikel sasaran C dan D adalah partikel baru hasil reaksi, maka Pada reaksi inti yang digunakan partikel penembak, maka energi partikel penembak harus cukup besar agar reaksi dapat terjadi. Besarnya energi kinetik minimum dari partikel penembak agar terjadi reaksi dinamakan Energi Ambang. Reaksi Fusi Reaksi fusi (penggabungan atau peleburan) yaitu reaksi antara inti-inti ringan disertai dengan pelepasan energi, misalnya penggabungan proton menjadi detron. Reaksi fusi adalah reaksi yang belum bisa dibuat karena diperlukan wadah yang tahan terhadap suhu mencapai ~10 7
o

K. Pada suhu tersebut atom-atom akan terionisasi membentuk keadaan yang dinamakan

plasma. Sebenarnya reaksi fusi merupakan sumber energi karena pada reaksi tersebut dihasilkan energi yang besar sekali. Seperti reaksi yang terjadi pada matahari dan bintangbintang. Energi yang dihasilkan terbentuk melalui dua jenis reaksi, yaitu melalui daur proton-proton dan daur carbon yang masing-masing menghasilkan energi sekitar 25 MeV dan 28 MeV.

a. Daur proton-proton

Gambar 15. Reaksi daur proton

b. Daur Carbon

Gambar 16. Reaksi daur carbon

BAB III PENUTUP

A.

KESIMPULAN 1. Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Sedangkan Radioaktif adalah kesimpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). 2. Partikel-partikel pembentuk inti atom antara lain: o Inti atom mempunyai muatan yang besarnya sama dengan muatan elektron yang mengelilinginya. o Hampir seluruh massa atom (99,9%) terkonsentrasi pada inti atom, dan massa atom merupakan kelipatan bilangan bulat dari massa atom hidrogen. 3. reaksi inti atau reaksi nuklir adalah proses yang terjadi apabila partikel-pertikel nuklir (nukleon atau inti atom) saling mengadakan kontak.

B. SARAN Melalui pengamatan spektrum atom hidrogen Rutherford penyimpulkan bahwa proton merupakan inti atom dari atom hidrogen. Kemudian Rutherford membuat pernyataan bahwa proton merupakan dari semua inti atom. Pada tahun 1920 Rutherford menyarankan bahwa suatu proton dalam inti dapat mengikat elektron (ingat, muatan positif akan menarik muatan negatif) sehingga elektron tidak bebas lagi. Gabungan elektron dan proton ini akan

membentuk partikel netral yang ia namakan neutron.