You are on page 1of 2

Pemeriksaan Getah Paru

Pemeriksaan ini adalah salah satu jenis dari pemeriksaan mikroskopik dimana yang diambil adalah jaringan serta cairan yang terdapat dalam paru-paru dan akan diamati dibawah mikroskop. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada kasus mati tenggelam (drowning). Dimana nantinya akan dicari adanya benda asing dengan bantuan mikroskop cahaya. Dasar dari pemeriksaan ini adalah adanya cairan yang masuk dalam paru-paru yang dapat menyebabkan benda asing seperti pasir, diatom maupun alga bahkan dapat menembus sirkulasi melalui difusi dan osmosis menuju ke pembuluh darah. Syarat melakukannya adalah paru-paru mayat harus segar / belum membusuk.

Cara melakukan percobaan getah paru yaitu permukaan paru-paru dikerok (2-3 kali) dengan menggunakan pisau bersih lalu dicuci dan iris permukaan paru-paru. Kemudian teteskan diatas objek gelas. Syarat sediaan harus sedikit mengandung eritrosit. Evaluasi sediaan yaitu pasir berbentuk kristal, persegi dan lebih besar dari eritrosit. Lumpur amorph lebih besar daripada pasir, tanaman air dan telur cacing. Ada 3 kemungkinan dari hasil percobaan getah paru (lonsef proef), yaitu : 1. Hasilnya positif dan tidak ada sebab kematian lain. 2. Hasilnya positif dan ada sebab kematian lain. 3. Hasilnya negatif. Jika hasilnya positif dan tidak ada sebab kematian lain maka dapat kita interpretasikan bahwa korban mati karena tenggelam. Jika hasilnya positif dan ada sebab kematian lain maka ada 2 kemungkinan penyebab kematian korban, yaitu korban mati karena tenggelam atau korban mati karena sebab lain. Jika hasilnya negatif maka ada 3 kemungkinan penyebab kematian korban, yaitu : 1. Korban mati dahulu sebelum tenggelam. 2. Korban tenggelam dalam air jernih. 3. Korban mati karena vagal reflex / spasme larynx. Jika hasilnya negatif dan tidak ada sebab kematian lain maka dapat kita simpulkan bahwa

tidak ada halhal yang menyangkal bahwa korban mati karena tenggelam. Jika hasilnya negatif dan ada sebab kematian lain maka kemungkinan korban telah mati sebelum korban dimasukkan ke dalam air.
o Paru-paru dilepaskan satu persatu secara tersendiri dengan memotong hilus. Paru-paru yang sudah dilepas tidak boleh diletakkan tetapi langsung disiram dengan dengan air bersih (bebas diatom dan alga). o Iris bagian perifer sedalam _+ 1 cm, masing-masing 2 lapisan pada satu sisi paru. o Cairan paru diambil dari dinding irisan dengan cara menyeka dinding irisan dengan punggung pisau yang bersih. o Cairan tersebut diletakkan pada gelas obyek. o Tutup dengan kaca penutup dan diperiksa dengan mikroskop. Hasil o Dicari apakah terdapat diatom, ganggang, atau plankton lainnya.

Adanya salah satu saja dari plankton-plankton tersebut menunjukkan adanya cairan yang masuk ke alveoli paru