You are on page 1of 23

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penuaan dapat terjadi secara fisiologis dan patologis.

Perlu hati-hati daalm mengidentifikasi penuaan. Bila seseorang mengalami penuaan fisiologis (fisiological aging), diharapkan mereka tua dalam keadaan sehat(healty aging). Penuaan itu sesuai dengan kronologis usia( penuaan primer), dipengaruhi oleh factor endogen, perubahan dimulai dari sel jaringan organ system pada tubuh. Berbagai perubahan terjadi pada system musculoskeletal, meliputi tulang keropos (osteoporosis), pembesaran sendi, pengerasan tendon, keterbatasan gerak, penipisan discus inter ertebralis, dan kelemahan otot, terjadi pada proses penuaan. Bila penuaan banyak dipengaruhi oleh factor eksogen, yaitu lingkungan, social budaya, gaya hidup disebut penuaan sekunder. Penuaan itu tidak sesuaidengan kronologis usia dan patologis. !actor eksogen juga dapat mempengaruhi factor endogen sehingga dikenal dengan factor risiko. !actor risiko tersebut dapat menyebabkan terjadinya penuaan patologis(pathological aging). Pada lansia, struktur kolagen kurang mampu menyerap energi. "artilago sendi mengalami degenerasi didaerah yang menyangga tubuh dan menyembuh lebih lama. #al tersebut mengakibatkan terjadinya osteoarthritis. Begitu juga masa otot dan kekuatannya juga berkurang. $. %umusan &asalah 1.$.1 1.$.$ 1.$.* 1.$.+ 1.$., 1.$.1.$.. 1.$./ 1.$.0 'pa pengertian dari (mmobility 'nd !unctional &obility ) 'pa penyebab dari (mmobility 'nd !unctional &obility ) Bagaimana batasan karakteristik dari (mmobility 'nd !unctional &obility ) Bagaimana mobilisasi yang terjadi pada tulang lansia ) Bagaimana kerusakan mobilitas fisik pada lansia ) Bagaimana akibat dari imobilisasi ) Bagaimana manifestasi dari (mmobility 'nd !unctional &obility ) Bagaimana penatalaksanaan dari (mmobility 'nd !unctional &obility ) Bagaimana asuhan kepera1atan pada lansia dengan (mmobility 'nd !unctional &obility )
1

*. 2ujuan 1.*.1 1.*.$ 1.*.* 1.*.+ 1.*., 1.*.1.*.. 1.*./ 1.*.0 &engetahui pengertian dari (mmobility 'nd !unctional &obility &engetahui penyebab dari (mmobility 'nd !unctional &obility &engetahui batasan karakteristik dari (mmobility 'nd !unctional &obility &engetahui mobilisasi yang terjadi pada tulang lansia &engetahui kerusakan mobilitas fisik pada lansia &engetahui akibat dari imobilisasi &engetahui manifestasi dari (mmobility 'nd !unctional &obility &engetahui penatalaksanaan dari (mmobility 'nd !unctional &obility &engetahui asuhan kepera1atan pada lansia dengan (mmobility 'nd !unctional &obility +. &anfaat 1.+.1 &anfaat bagi institusi &akalah ini dapat bermanfaat atau berguna sebagai pembaharuan buku-buku diperpustakaan. 1.+.$ &anfaat bagi penulis 3ntuk menambah ilmu pengetahuan atau 1a1asan tentang asuhan kepera1atan pada lansia dengan (mmobility 'nd !unctional &obility. 1.+.* &anfaat bagi pembaca 3ntuk memberikan tambahan pengetahuan seputar masalah (mmobility 'nd !unctional &obility

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 45!(6(7( &obilitas !ungsional adalah pergerakan yang memberikan kebebasan dan kemandirian bagi seseorang. (mobilisasi adalah keterbatasan dalam pergerakan fisik pada bagian tubuh tertentu atau pada satu atau lebih ekstremitas( nanda, $88,91*1) (mobilisasi merupakan ketidakmampuan seseorang untuk menggerakkan tubuhnya sendiri. (mobilisasi dikatakan sebagai faktor resiko utama pada munculnya luka dekubitus baik di rumah sakit maupun di komunitas. "ondisi ini dapat meningkatkan 1aktu penekanan pada jaringan kulit, menurunkan sirkulasi dan selanjutnya mengakibatkan luka dekubitus. (mobilisasi disamping mempengaruhi kulit secara langsung, juga mempengaruhi beberapa organ tubuh. &isalnya pada system kardio askuler,gangguan sirkulasi darah perifer, system respirasi, menurunkan pergerakan paru untuk mengambil oksigen dari udara (ekspansi paru) dan berakibat pada menurunnya asupan oksigen ke tubuh. (Lindgren et al. $88+) 1.$ P56:5B'B Berbagai kondisi dapat menyebabkan terjadinya imobilisasi, sebagai contoh9 $.$.1 ;angguan sendi dan tulang9 Penyakit rematik seperti pengapuran tulang atau patah tulang tentu akan menghambat pergerakan (mobilisasi) $.$.$ $.$.* $.$.+ $.$., Penyakit saraf9 'danya stroke, penyakit Parkinson, dan gangguan sarap Penyakit jantung atau pernafasan ;angguan penglihatan &asa penyembuhan

1.* B'2'7'6 "'%'"25%(72(" 1. "etidakmampuan untuk bergerak dengan tujuan di dalam lingkungan, termasuk mobilitas di tempat tidur, berpindah dan ambulasi $. "eengganan untuk melakukan pergerakan
3

*. "eterbatasan rentang gerak +. Penurunan kekuatan, pengendalian, atau masa otot ,. &engalami pembatasan pergerakan, termasuk protocol-protokol mekanis dan medis -. ;angguan koordinasi .. Postur tubuh tidak stabil selama melakukan aktifitas rutin /. "eterbatasan melakukan ketrampilan motorik kasar 0. "eterbatasan melakukan ketrampilan motorik halus 1.+ (&<B(L(2'7 :'6; 25%='4( P'4' 23L'6; L'67(' 7istem atau organ 2ulang Perubahan fungsional

Perubahan morfologik

"eadaan patologis

<steoporosis penipisan trabekulae melebarnya tulang

9 'simtomatik atau <steoporosis nyeri dan ringan, rongga bungkuk tinggi menurun punggung nyeri

9meningkat, berat,

punggung

kifosis, kifosis dan fraktur(densitas dan tulang tak cukup). badan <steomalasia9 penulangan miopati, kurangnya pada matriks penyakit

tulang normal, nyeri tulang, fraktur paget( osteitis deformans), tonjolan tulang jari kaki, sub-luksasi sendi tangan atau kaki, telapak kaki nyeri dan masalah kaki lain

1., "5%37'"'6 &<B(L(2'7 !(7(" P'4' L'67('


4

1. <steoporosis $. <steomalasia *. Penyakit paget tulang +. Penyakit keganasan tulang ,. <steomielitis akut -. !raktur( fraktur leher femur, fraktur colle>s, fraktur columna fertebralis) .. 'rthritis rheumatoid 1.- '"(B'2 (&<B(L(7'7( (mobilisasi dapat menimbulkan berbagai masalah sebagai berikut9 1. (nfeksi saluran kemih $. 7embelit *. (nfeksi paru +. ;angguan aliran darah ,. Luka tekansendi kaku -. (ntoleransi akti itas .. Penurunan kekuatan dan ketahanan /. 6yeri dan rasa tidak nyaman 0. ;angguan persepsi atau kognitif 18. ;angguan neuromuskuler 11. 4epresi 1$. 'nsietas berat Lansia sangat rentan terhadap konsekuensi fisiologis dn psikologis dari imobilitas. Perubahan yang berhubungan dengan usia disertai dengan penyakit kronis menjadi predisposisi bagi lansia untuk mengalami komplikasi-komplikasi ini. 7ecara fisiologis, tubuh bereaksi terjhadap imobilitas dengan perubahanperubahan yang hamper sama dengan proses penuaan, oleh karena itu memperberat efek ini. 1.. &'6(!5727( "L(6(7 4ampak fisiologis dari imobilitas dan ketidak efektifan 5fek Penurunan konsumsi maksimum oksigen #asil (ntoleransi ortostatik Peningkatan denyut jantung,
5

Penurunan fungsi entrikel kiri Penurunan olume sekuncup Perlambatan fungsi usus Pengurangan miksi ;angguan tidur

sinkop Penurunan kapasitas kebugaran "onstipasi Penurunan kemih Bermimpi halusinasi pada siang hari, e akuasi kandung

1./ P56'2'L'"7'6''6 1. Pencegahan a. Pencegahan primer Pencegahan primer merupakan proses yang berlangsug sepanjang kehidupan dan episodic. 7ebagai suatu proses yang berlangsung sepanjang kehidupan, moblilitas dan akti itas tergantung pada fungsi system musculoskeletal, kardio askuler, pulmonal. 7ebagai suatu proses episodic pencegahan primer diarahkan pada pencegahan masalah-masalah yang dapat tmbul akibat imoblitas atau ketidak aktifan 1) #ambatan terhadap latihan Berbagai hambatan mempengaruhi partisipasi lansia dalam latihan secara teratur. Bahaya-bahaya interpersonal termasuk isolasi social yang terjadi ketika teman-teman dan keluarga telah meninggal, perilaku gaya hidup tertentu (misalnya merokok dan kebiasaan diet yang buruk) depresi gangguan tidur, kurangnya transportasi dan kurangnya dukungan. #ambatan lingkungan termasuk kurangnya tempat yang aman untuk latihan dan kondisi iklim yang tidak mendukung. $) Pengembangan program latihan Program latihan yang sukses sangat indi idual, diseimbangkan, dan mengalami peningkatan. Program tersebut disusun untuk memberikn kesempatan pada klien untuk mengembangkan suatu kebiasaan yang teratur dalam melakukan bentuk aktif dari rekreasi santai yang dapat memberikan efek latihan.

"etika klien telah memiliki e aluasi fisik secara seksama, pengkajian tentang factor-faktor pengganggu berikut ini akan membantu untuk memastikan keterikatan dan meningkatkan pengalaman? a) 'kti itas sat ini dan respon fisiologis denyut nadi sebelum, selama dan setelah akti itas diberikan) b) "ecenderungan alami (predisposisi atau peningkatan kearah latihan khusus c) "esulitan yang dirasakan d) 2ujuan dan pentingnya latihan yang dirasakan e) 5fisiensi latihan untuk diri sendiri (derajat keyakinan bah1a seseorang akan berhasil) *) "eamanan "etika program latihan spesifik telah diformulasikan dan diterima oleh klien, instruksi tentang latihan yang aman harus dilakukan. &engajarkan klien untuk mengenali tanda-tanda intoleransi atau latihan yang terlalu keras sama pentingnya dengan memilih akti itas yang tepat. b. Pencegahan sekunder 7piral menurun yang terjadi akibat aksaserbasi akut dari imobilitas dapat dikurangi atau dicegah dengan inter ensi kepera1atan. "eberhasilan inter ensi berasal diri suatu pengertian tentang berbagai faktor yang menyebabkan atau turut berperan terhadap imobilitas dan penuaan. Pencegahan pencegahan sekunder komplikasi. memfokuskan 4iagnosis pada pemeliharaan fungsi dan kepera1atan dihubungkan dengan

poencegahan sekunder adalah gangguan mobilitas fisik c. Pencegahan tersier 3paya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari pera1at, dokter, ahli fisioterapi, dan terapi okupasi, seorang ahli gi@i, akti itas sosial, dan keluarga serta teman-teman $. 2erapeutik Pengobatan terapeutik ditujukan kearah pera1atan penyakit atau kesakitan yang dihasilkan atau yang turut berperan terhadap masalah imobilitas dan penanganan konsekuensi aktual atau potensial dari imobilitas. Aontoh-contoh
7

pendekatan terhadap penanganan imobilitas meliputi terapi fisik untuk mempertahankan mobilitas dan kekuatan otot, kompresi pneumatik intermiten dan kekuatan otot, kompresi pneumatik intermiten atau stoking kompresi gradien untuk meningkatkan aliran darah eliminasi. 1.0 '73#'6 "5P5%'B'2'6 $. P56;"'=('6 2anggal pengkajian 9 a. 4ata biografi 2erdapat 9 6ama, 2empat Ctanggal lahir , Pendidikan terakhir , 'gama, 7tatus, 2BDBB, Penmpilan, Airi-ciri tubuh, 'lamat, <rang yang dekat dihubungi, #ubungan dengan usila, 'lamat. b. %i1ayat keluarga ;enogram 9 "eterangan 9 c. %i1ayat Pekerjaan 9 2erdapat Pekerjaan saat ini, 'lamat pekerjan, =arak dari rumah, 'lat transportasi, Pekerjaan sebelumnya, Berapa jarak dari rumah, 7umber Esumber pendapatan dan kecukupan terhadap kebutuhan. d. %i1ayat Lingkungan #idup 2ipe tempat tinggal, =umlah kamar, "ondisi tempat tinggal, =umlah orang yang tinggal 'lamat D telpon. e. %i1ayat rekreasi #obbyDminat, "eanggotaan organisasi, Liburan perjalanan. f. 7istem pendukung Pera1at DbidanDdokterDfisioterapi, jarak dari rumah, pelayanan kesehatan dirumah, makanan yang dihantarkan, pera1atan sehari-hari yang dilakukan keluarga, dll. g. 4iskripsi "ekhususan "ebiasaan ritual, dll.
8

ena dan mencegah tromboembolisme,

spirometri insesif untuk hiperinflasi al eoli, dan tirah baring, kecuali untuk

jam9

dirumah, 4erajat pri asi, 2etangga terdekat,

h. 7tatus "esehatan 7tatus kesehatan umum selama setahun yang lalu, status kesehatan umum selama , tahun yang lalu, region, keluhan se erity utama scale, (pro ocati eDpalliati e, "5L3#'6 32'&' ? "eluhan yang dirasakan klien pada saat pengkajian. Penatalaksanaan masalah kesehatan 9 2indakan yang dilakukan klien saat sakit. <bat-obat yang pernah di terima klien menurut catatan di pelayanan kesehatan. Pola persepsi pemeliharaan kesehatan 7elama ini klien tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan kesehatan seperti merokok atau minum-minuman keras. 'lergi 9 klien tidak memiliki ri1ayat alergi terhadap makanan atau obat-obatan , serta cuaca yang eGtrim. Penyakit yang diderita 9 penyakit keturunan seperti #ipertensi, dan mempunyai ri1ayat penyakit stroke i. Pola aktifitas #idup sehari hari 1) "'2H indeks "emampuan Pera1atan 4iri (ndependen Bantuan 'lat Bantuan orang lain 1. makan Dminum $. mandi *. Berpakaian +. "e BA ,. 2ransferingDpindah -. 'mbulasi Bantun orang lain C peralatan 4ependent FualityDFuantity,

timming. Pemahaman dan penatalaksanaan masalah kesehatan.

2ermasuk katagori yang mana9

1. &andiri dalam makan, kontinensia (B'B, B'"), menggunakan pakaian, pergi ke toilet, berpindah,dan mandi. $. &andiri semuanya kecuali salah satu dari fungsi diatas. *. &andiri, kecuali mandi, dan satu lagi fungsi yang lain. +. &andiri, kecuali mandi, berpakaian dan satu lagi fungsi yang lain. ,. &andiri, kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah dan satu fungsi yang lain. -. "etergantungan untuk semua fungsi diatas. "eterangan9 &andiri9 berarti tanpa penga1asan, pengarahan, atau bantuan aktif dari orang lain. 7eseorang yang menolak melakukan suatu fungsi dianggap tidak melakukan fungsi, meskipun dianggap mampu. $) (ndeks '4L B'%2#5L (B'() 6o 1. !ungsi &engendalikan rangsang pembuangan tinja 7kor 8 1 $ 2ak "eterangan terkendaliDtak teratur

(perlu pencahar). "adang-kadang tak terkendali (1G seminggu). 2erkendali teratur 2ak terkendali atau pakai kateter. "adang-kadang tak terkendali (hanya 1GD$+ jam) &andiri

$.

&engendalikan rangsang kemih

8 1 $

*. +.

&embersihkan diri (seka muka, sisir rambut, sikat gigi) Penggunaan jamban, masuk dan keluar (melepaskan, memakai celana, membersihkan, menyiram)

8 1 8 1 $

Butuh pertolongan orang lain &andiri 2ergantung orang lain Perlu pertolonganpada beberapa kegiatan tetapi dapat mengerjakan sendiri beberapa kegiatan yang lain. &andiri 2idak mampu
10

pertolongan

,.

&akan

1 $ -. Berubah sikap dari berbaring ke duduk 8 1 $ * .. BerpindahD berjalan 8 1 $ *

Perlu

ditolong

memotong

makanan &andiri 2idak mampu Perlu banyak bantuan untuk bias duduk Bantuan minimal 1 orang. &andiri 2idak mampu Bisa (pindah) dengan kursi roda. Berjalan dengan bantuan 1 orang. &andiri 2ergantung orang lain 7ebagian dibantu (mis9 memakai baju) &andiri. 2idak mampu Butuh pertolongan &andiri 2ergantung orang lain &andiri

/.

&emakai baju

8 1 $

0.

6aik turun tangga

8 1 $ 8 1

18. &andi

2<2'L 7"<% 7kor B'( 9 $8 9 &andiri 1$-10 9 "etergantungan ringan 0-11 9 "etergantungan sedang ,./ 9 "etergantungan berat 8.+ 9 "etergantungan total j. 6utrisi, 5liminasi, 'ktifitas, (stirahat C tidur, 7eGual. k. Psikologis 9 1) Persepsi klien
11

$) "onsep diri *) 5mosi +) 'daptasi l. &ekanisme pertahanan diri 2injauan 7istem "eadaan umum 2ingkat kesadaran ;A7 2anda ital m. Pemeriksaan fisik 1) &engkaji skelet tubuh (ndikator primer dari keparahan imobilitas pada system musculoskeletal adalah penurunan tonus, kekuatan, ukuran, dan ketahanan otot? rentang gerak sendi? dan kekuatan skeletal. Pengkajian fungsi secara periodik dapat digunakan untuk memantau perubahan dan keefektifan inter ensi. 'danya deformitas dan kesejajaran. Pertumbuhan tulang yang abnormal akibat tumor tulang. Pemendekan ekstremitas, amputasi dan bagian tubuh yang tidak dalam kesejajaran anatomis. 'ngulasi abnormal pada tulang panjang atau gerakan pada titik selain sendi biasanya menandakan adanya patah tulang. $) &engkaji tulang belakang 7koliosis (de iasi kur atura lateral tulang belakang) "ifosis (kenaikan kur atura tulang belakang bagian dada) Lordosis (membebek, kur atura tulang belakang bagian pinggang berlebihan) *) &engkaji system persendian Luas gerakan die aluasi baik aktif maupun pasif, deformitas, stabilitas, dan adanya benjolan, adanya kekakuan sendi +) &engkaji system otot "emampuan mengubah posisi, kekuatan otot dan koordinasi, dan ukuran masing-masing otot. Lingkar ekstremitas untuk mementau adanya edema atau atropfi, nyeri otot. ,) &engkaji system kardio askuler
12

2anda dan gejala kardi askuler tidak memberikan bukti langsung atau meyakinkan tentang perkembangan komplikasi imobilitas. #anya sedikit petunjuk diagnostik yang dapat diandalkan pada pembentukan trombosis. 2anda-tanda tromboflebitis meliputi eritema, edema, nyeri tekan dan tanda homans positif. (ntoleransi ortostatik dapat menunjukkan suatu gerakan untuk berdiri tegak seperti gejala peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah, pucat, tremor tangan, berkeringat, kesulitandalam mengikuti perintah dan sinkop -) &engkaji system respirasi (ndikasi kemunduran respirasi dibuktikan dari tanda dan gejala atelektasis dan pneumonia. 2anda-tanda a1al meliputi peningkatan temperature dan denyut jantung. Perubahan-perubahan dalam pergerakan terjadi .) &engkaji cara berjalan 'danya gerakan yang tidak teratur dianggap tidak normal. Bila salah satu ekstremitas lebih pendek dari yang lain. Berbagai kondisi neurologist yang berhubungan dengan caraberjalan abnormal (mis. cara berjalan spastic hemiparesis E stroke, cara berjalan selangkah-selangkah E penyakit lo1er motor neuron, cara berjalan bergetar E penyakit Parkinson). /) &engkaji kulit dan sirkulasi perifer (ndikator cedera iskemia terhadap jaringan yang pertama adalah reaksi inflamasi. Perubahan a1al terlihat pada permukaan kulit sebagai daerah eritema yang tidak teratur dan didefinisikan sangat buruk di atas tonjolan tulang yang tidak hilang dalam 1aktu * menit setelah tekanan dihilangkan Palpasi kulit dapat menunjukkan adanya suhu yang lebih panas atau lebih dingin dari lainnya dan adanya edema. 7irkulasi perifer die aluasi dengan mengkaji denyut perifer, 1arna, suhu dan 1aktu pengisian kapiler.
13

dada,

perkusi,

bunyi

napas,

dan

gas

arteri

mengindikasikan adanaya perluasan dan beratnya kondisi yang

0) &engkaji Perubahan-perubahan fungsi urinaria Bukti dari perubahan-perubahan fungsi urinaria termasuk tandatanda fisik berupa berkemih sedikit dan sering, distensi abdomen bagian ba1ah, dan batas kandung kemih yang dapat diraba. ;ejalagejala kesulitan miksi termasuk pernyataan ketidakmampuan untuk berkemih dan tekanan atau nyeri pada abdomen bagian ba1ah 18) &engkaji Perubahan-perubahan ;astrointestinal 7ensasi subjektif dari konstipasi termasuk rasa tidak nyaman pada abdomen bagian ba1ah, rasa penuh, tekanan. Pengosongan rektum yang tidak sempurna, anoreksia, mual gelisah, depresi mental, iritabilitas, kelemahan, dan sakit kepala. 11) &engkaji !aktor-faktor lingkungan Lingkungan tempat tinggal klien memberikan bukti untuk inter ensi. 4i dalam rumah, kamar mandi tanpa pegangan, karpet yang lepas, penerangan yang tidak adekuat, tangga yang tinggi, lantai licin, dan tempat duduk toilet yang rendah dapat menurunkan mobilitas klien. #ambatan-hambatan institusional terhadap mobilitas termasuk jalan koridor yang terhalang, tempat tidur posisi yang tinggi, dan cairan pada lantai. (dentifikasi dan penghilangan hambatan-hambatan yang potensial dapat meningkatakan mobilitas n. 7tatus kognitifD'fektif sosial. 1) 7P7&I
Short Portable Mental Status Questioner (SPMSQ) S ore # J 1 $ * + +a , . 2anggal berapa hari ini) #ari apa sekarang) (hari, tanggal, tahun) 'pa nama tempat ini Berapa nomer telepon anda 4imana alamat anda) (tanyakan bila lansia tidak punya nomer telepon) Berapa umur anda) "apan anda lahir) 7iapa presiden indonesia sekarang) 14 No Pertan!aan Ja"aban

/ 0 18

7iapa presiden sebelumnya)

7iapa nama (gadis) anda dulu) "urangi * dari $8 dan tetap pengurangan * dari setiap angka baru, semua secara menurun =umlah "esalahan 2otal

$) &&75
Mini Mental State E$a% (MMSE) Nilai Ma$ Pasien Pertan!aan

&rientasi , , 'e(istrasi * 6ama * objek 9 1 detik untuk mengatakan masing$ kemudian tanyakan klien ketiga objek tersebut, setelah menanyakannya beri 1 poin untuk setiap ja1aban yang benar, kemudian ulangi sampai ia mempelajari ketiganya. =umlahkan percobaan dan catat. Percobaan 9 ......................................... Perhatian )an Kal ulasi , Men(in(at * Bahasa 0 6ama pensil dan melihat ($ poin) &engulang hal berikut 9 tak ada jika, dan, atau tetapi (1 poin) Nilai Total &eminta untuk mengulang ketiga objek di atas. Berikan 1 poin untuk setiap kebenaran 7eri .K, 1 poin untuk setiap kebenaran. Berhenti setelah ja1aban , ja1aban. Bergantian eja LkataK kebelakang 2ahun, musim, tanggal, hari, bulan apa sekarang) 4imana kita 9 negara bagian, 1ilayah, kota, rumah sakit, panti

*) (n entaris depresi beck


S ore Uraian

A* Kese)ihan * 7aya sangat sedihD tidak bahagia dimana saya tidak dapat menghadapinya. $ 7aya galauD sedih sepanjang 1aktu dan saya tidak dapat keluar darinya. 1 7aya merasa sedih atau galau. 8 7aya tidak merasa sedih. B* Pesi%is%e * 7aya merasa masa depan adalah sia-sia dan sesuatu tidak dapat membaik.

15

$ 1 8 +* 'asa

7aya merasa tidak mempunyai apa-apa untuk memendang kedepan. 7aya merasa berkecil hati untuk mengenai masa depan. 7aya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan. e(a(alan

* 7aya merasa benar-benar gagal sebagai orang tua,(suamiDistri) $ Bila melihat kehidupan kebelakang, semua yang dapat saya lihat adalah kegagalan. 1 7aya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya. 8 7aya tidak merasa gagal. D* Keti)a ,uasan * 7aya tidak puas dengan segalanya. $ 7aya tidak lagi mendapatkan kepuasan apapun. 1 7aya tidak menyukai cara yang saya gunakan. 8 7aya tidak merasa puas. E* 'asa bersalah * 7aya merasa sangat buruk atau tidak berharga. $ 7aya merasa sangat bersalah. 1 7aya merasa burukD tak berharga sebagai bagian dari 1aktu yang baik. 8 7aya tidak merasa benar-benar bersalah -* Ti)a %en!u ai )iri sen)iri * 7aya benci diri saya sendiri. $ 7aya muak dengan diri saya sendiri. 1 saya tidak suka dengan diri saya sendiri. 8 7aya tidak merasa kece1a dengan diri saya sendiri. .* Me%baha!a an )iri sen)iri * 7aya akan membunuh diri saya sendiri jika saya mempunyai kesempatan. $ 7aya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri. 1 7aya merasa lebih baik mati. 8 7aya tidak mempunyai pikiran-pikiran mengenai membahayakan diri sendiri. H* Menari )iri )ari so/ial 7aya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan tidak peduli pada mereka semua. 7aya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan mempunyai sedikit $ perasaan pada mereka . 1 7aya kurang berminat pada orang lain dari pada sebelumnya. 8 7aya tidak kehilangan minat pada orang lain. I* Kera(u0ra(uan * * 7aya tidak dapat membuat keputusan sama sekali. $ 7aya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan. 1 7aya berusaha mengambil keputusan. 8 7aya membuat keputusan yang baik. J* Perubahan (a%baran )iri * 7aya merasa bah1a saya jelek atau tampak menjijikkan.

16

7aya merasa bah1a ada perubahan yang permanen dalam penampilan saya dan ini membuat saya tidak menarik. 1 7aya kha1atir bah1a saya tampak tua atau tidak manarik. 8 7aya tidak merasa bah1a saya tampak buruk dari pada sebelumnya. K* Kesulitan er1a $ * 7aya tidak melakukan pekerjaan sama sekali. $ 7aya telah mendorong diri saya sendiridengan keras untuk melakukan sesuatu. 1 7aya memerlukan upaya tambahan untuk mulai melakukan sesuatu. 8 7aya dapat bekerja kira-kira sebaik sebelumnya. L* Keletihan * 7aya sangat lelah untuk melakukan sesuatu. $ 7aya merasa lelah untuk melakukan sesuatu. 1 7aya merasa lelah dari yang biasanya. 8 7aya tidak merasa lebih lelah dari biasanya. M* Anore sia * 7aya tidak lagi mempunyai nafsu makan sama sekali. $ 6afsu makan saya sangat memburuk sekarang. 1 6afsu makan saya tidak sebaik sebelumnya. 8 6afsu makan saya tidak buruk dari biasanya. Penilaian 8-+ ,-. /-1, 1-M 4epresi tidak ada atau minimal. 4epresi ringan. 4epresi sedang. 4epresi berat.

4ari beck '2, beck %B 9 screening depressed patients in family practice(10.$)

+) 'P;'% keluarga
No 1 Uraian 7aya puas bah1a saya dapat kembali pada keluarga(teman-teman)saya pada 1aktu untuk membantu pada 1aktu sesuatu menyusahkan saya. 7aya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya membicarakan sesuatu dengan saya dan mengungkapkan masalah dengan saya. 7aya puas bah1a keluarga (teman-teman)saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan akti itas atau arah baru. 7aya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya mengekspresikan dengan afek dan berespons terhadap emosi-emosi saya, seperti marah, sedih atau mencintai. 7aya puas dengan cara teman-teman saya dan saya menyediakan 1aktu bersama- sama. -un(si adaptation S ore

partnership

gro1th

'ffection

%esol e 17

Penilaian Pertanyaan Epertanyaan yang dija1ab9 7elalu 9 skore $ "adang-kadang 9 skore 1 #ampir tidak pernah9 skore 8

2otal

o. Pemeriksaan penunjang 1) 7inar EN tulang menggambarkan kepadatan tulang, tekstur, dan perubahan hubungan tulang. $) A2 scan (Aomputed 2omography) menunjukkan rincian bidang tertentu tulang yang terkena dan dapat memperlihatkan tumor jaringan lunak atau cidera ligament atau tendon. 4igunakan untuk mengidentifikasi lokasi dan panjangnya patah tulang didaerah yang sulit die aluasi. *) &%( (&agnetik %esonance (maging) adalah tehnik pencitraan khusus, nonin asi e, yang menggunakan medan magnet, gelombang radio, dan computer untuk memperlihatkan abnormalitas (mis9 tumor atau penyempitan jalur jaringan lunak melalui tulang. 4ll. +) Pemeriksaan Laboratorium9 #b Opada trauma, AaO pada imobilisasi lama, 'lkali !ospat P, kreatinin dan 7;<2 P pada kerusakan otot. *. 4(';6<7' "5P5%'B'2'6 a. ;angguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan intoleransi akti itas, resiko tinggi sindrom disuse b. ;angguan nyaman nyeri yang berhubungan dengan penyakit rematik seperti pengapuran tulang atau patah tulang. c. %esiko terhadap kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan fraktur, pemasangan traksi pen, imobilitas fisik. +. (625%Q567( a. 4iagnosa kepera1atan? ;angguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan intoleransi akti itas, resiko tinggi sindrom disuse 2ujuan atau kriteria hasil yang diharapkan9

18

1) "lien

mampertahankan

kekuatan

dan

ketahanan

sistem

muskuloskeletal dan fleksibilitas sendi-sendi $) "lien mampu mempertahankan posisi fungsi, dibuktikan oleh tidak adanya kontraktur (nter ensi kepera1atan %asional 1. <bser asi tanda dan gejala &emberikan informasi sebagai penurunan mobilitas sendi, dan dasar dan penga1asan keefektifan inter ensi. kehilangan ketahanan $. <bser asi status respirasi dan &emberikan informasi tentang status respirasi dan fungsi jantung fungsi jantung klien klien *. <bser asi lingkungan terhadap bahaya-bahaya keamanan yang potensial. 3bah lingkungan untuk menurunkan bahaya-bahaya keamanan +. 'jarkan tentang tujuan dan pentingnya latihan ,. 'jarkan penggunaan alat-alat bantu yang tepat &encegah risiko cedera pada lansia &eningkatkan harga diri9 meningkatkan rasa kontrol dan kemandirian klien &embantu pera1atan diri dan kemandirian pasien

b. 4iagnosa kepera1atan9 ;angguan nyaman nyeri yang berhubungan dengan penyakit rematik seperti pengapuran tulang atau patah tulang. 2ujuan atau kriteria hasil yang diharapkan9 1) "lien menyatakan nyeri terkontrol $) "lien mampu membatasi fungsi posisi dengan pembatasan kontraktur *) "lien mampu mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan fungsi kompensasi tubuh +) "lien mampu mendemonstrasikan tehnik atau prilaku yang memungkinkan melakukan aktifitas (nterfensi kepera1atan 5 aluasi atau lanjutkan pemantauan tingkat inflamasi atau rasa sakit pada sendi. Bantu dan ajari keluarga klien untuk pertahankan istirahat tirah baring atau duduk jika diperlukan, jad1al aktifitas untuk memberikan %asional 2ingkat aktifitas atau latihan tergantung dari perkembangan atau resolusi dari proses inflamasi (stirahat sistemik dianjurkan selama eksaserbasi akut dan seluruh fase penyakit yang penting untuk mencegah
19

periode istirahat yang terus menerus dan tidur dimalam hari yang tidak terganggu. Bantu dan ajari keluarga dengan rentang gerak aktifatau pasif, demikian juga latihan resistif dan isometric jika memungkinkan. 'jari klien dan keluarga ubah posisi dengan sering dengan personel cukup serta demonstrasikan atau bantu tehnik pemindahan dan penggunaan bantuan mobilitas, mis9 trape@e. 4orong klien mempertahankan postur tegak dan duduk tinggi, berdiri, berjalan. 'jarkan keluarga untuk memberikan lingkungan yang aman, mis9 menaikkan kursi atau kloset, menggunakan pegangan tangga pada bak atau pancuran dan toilet, penggunaan alat bantu mobilitas atau kursi roda penyelamat.

kelelahan dan mempertahankan kekuatan &empertahankan atau menigkatkan fungsi sendi, kekuatan otot dan stamina umum. Aatatan9 latihan yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekakuan sendi &enghilangkan tekanan pada jaringan dan meningkatkan sirkulasi, tehnik pemindahan yang tepat dapat mencegah robekan abrasi kulit &emaksimalkan fungsi sendi, mempertahankan mobilitas &enghindari cedera akibat kecelakaan atau jatuh

c. 4iagnosa kepera1atan9 %esiko terhadap kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan fraktur, pemasangan traksi pen, imobilitas fisik 2ujuan atau kriteria hasil yang diharapkan9 1) "lien menyatakan ketidaknyamanan hilang $) "lien menunjukkan perilaku untuk mencegah kerusakan kulit atau memudahkan penyembuhan sesuai indikasi *) &encapai penyembuhan luka sesuai 1aktu atau penyembuhan lesi terjadi (nter ensi kepera1atan "aji kulit untuk luka terbuka, benda asing, kemerahan , perdarahan, perubahan 1arna, kelabu, memutih. $. 'jarkan keluarga lansia agar mengubah posisi sesering mungkin. *. 'jarkan keluarga lansia agar sesering mungkin membersihkan kulit dengan air sabun hangat. +. 2ekuk ujung ka1at atau tutup ujung ka1at atau pen dengan karett atau gabus pelindung atau tutup 1. %asional &emberikan informasi tentang sirkulasi kulit dan pembentukan edema yang membutuhkan inter ensi medik lanjut &engurangi tekanan konstan pada area yang sama dam meminimalkan ressiko kerusakan kulit &enurunkan kadar kontaminasi kulit &encegah cedera pada bagian tubuh lain
20

jarum ,. 'jarkan keluarga agar memberikan bantalan atau pelindung dari kulit domba atau busa.

&encegah tekanan berlebihan pada kulit, meningkatkan eaporasi kelembapan yang menurunkan resiko ekskoriasi

,. 5Q'L3'7( 5 aluasi disusun menggunakan 7<'P secara operasional dengan sumatif (dilakukan selama proses asuhan kepera1atan) dan formatif (dengan proses dan e aluasi akhir). 5 aluasi dapat dibagi menjadi $ jenis yaitu9 a. 5 aluasi berjalan (sumatif) 5 aluasi jeni ini dikerjakan dalam bentuk pengisian format catatan 7<'P. b. 5 aluasi akhir (formatif) 5 aluasi jenis ini dikerjakan dengan cara membandingkan antara tujuan yang akan dicapai. Bila terdapat kesenjangan diantara keduanya, mungkin semua tahap dalam proses kepera1atan perlu ditinjau kembali, agar didapat data-data, masalah atau rencana yang perlu dimodifikasi. perkembangan dengan berorientasi kepada masalah yang dialami oleh keluarga. format yang dipakai adalah format

21

BAB III PENUTUP *.1 "esimpulan ;angguan mobilitas fisik merupakan suatu keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami seseorang (ntoleransi aktifitas merupakan suatu keadaan ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis pada seseorang untuk bertahan aau menyelesaikan akti itas sehri-hari yang dibutuhkan atau diinginkan. 3paya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari pera1at, dokter, ahli fisioterapi, dan terapi okupasi, seorang ahli gi@i, akti itas sosial, dan keluarga serta teman-teman

22

DA-TA' PUSTAKA 4oenges 5, &oorhouse, geissler, %encana 'suhan "epera1atan, 5disi *, =akarta, Penerbit Buku "edokteran, 5;A, 1000 4r. #ardy1inoto, 7"&, 4r. 2ony 7etia budhi, Ph. 4.Panduan ;erontologi, =akarta, P2;ramedia Pustaka 3tama, 1000. =oseph =. ;allo, Billiam %eichel, Lillian &. 'ndersen, Buku 7aku ;erontologi, 5disi $, =akarta, 5;A, 100/. L. 7tokckslarger, =aime, 7chaeffer, li@, Buku 7aku "epera1atan ;erontik, 5disi $, =akarta, Penerbit Buku "edokteran, 5;A, $88.. 6anda, Panduan 4iagnosa "epera1atan, =akarta, Prima &edika, $88,. %. Boedhi-4armojo, #. #adi &artono, Buku 'jar geriatri((lmu "esehatan 3sia Lanjut), edisi ke $, =akarta, !akultas "edokteran 3ni ersitas (ndonesia, $888. 7u@anne A. 7melt@er, Brenda ;. Bare, Buku 'jar "epera1atan &edikal bedah Brunner C 7uddarth, Aetakan "e satu, =akarta, 5;A, $881

23