You are on page 1of 31

prajuto@yahoo.

com
Independent Oil and Gas Professional
Data & Knowledge Management Masterclass Facilitator
(Persamaan Diferensial, PD)
Obyektif Belajar Persamaan Diferensial
Mengerti dan bisa menggunakan persamaan
diferensial
Mengerti persamaan diferensial tingkat satu
dan yang lebih tinggi serta mencari
solusinya
Mengerti implementasi persamaan
diferensial dalam bidang fisika dan tentunya
geofisika
3
Kenapa Math dan Strategi Belajar Math
Sesuai dengan VMV dan Strategi yang ada, agar
bertindak dengan pemikiran yang sistematis, logis,
rasional dan kritis serta kreatif ....
Hampir semua orang sanggup mempelajari matematik
(tidak perlu memiliki otak yang jenius...)
Ingat matematik adalah akumulasi
Menyimak penjelasan dosen, tanya kalau belum
mengerti
Selalu mengerjakan PR, tentunya bukan hanya
menyalin dari teman
Mengerjakan soal-soal yang ada, kalau perlu cari sendiri
(tidak bisa paham tanpa pratek mengerjakan
soal2)
Hafalkan kalau memang perlu saja (matematika tidak
sekedar menghafal rumus namun memahaminya)
4
Jadi yang Perlu Dalam Belajar Matematik
1. Bertanya di Kelas
2. Mendatangi guru di luar pelajaran
3. Tanya Teman
4. Mengikuti Pelajaran Tambahan yang ada di Sekolah/
asistensi
5. Membentuk belajar kelompok
6. Cari Guru Privat
7. Mengikuti berbagai Media Belajar OnLine
Semuanya kembali ke masing-masing siswa...
Punya Vision nggak.......?
Boleh nggak melakukan kalau visinya ....DO!
Pokok Bahasan
5
Persamaan
Differensial
(PD)
Pendahuluan
Persamaan
Differensial
Penyelesaian
persamaan
Order satu
Penyelesaian
persamaan
Order dua/ lebih
tinggi
Aplikasi Persamaan
Diferensial di bidang
Fisika/ Geofisika
Contoh-2
Soal
Day2Day Math IV
1. Pendahuluan dan persamaan diferensial
2. Persamaan diferensial orde satu
3. Persamaan diferensial diferensial orde satu yang dapat
dipisahkan
4. Persamaan diferensial homogen
5. Persamaan diferensial linear dan Non Linier (Pers. Riccati)
6. Persamaan diferensial eksak dan Non-Eksak
7. Persamaan diferensial Bernoulli dan aplikasi persamaan
diferensial dalam geometri dan fisika
8. UTS (Ujian Tengah Semester)
9. Persamaan diferensial orde lebih tinggi
10. 11. Persamaan diferensial linear orde-n dengan
11. koefisien konstan
12. Persamaan diferensial Clairut
13. Persamaan diferensial Couchy-Euler
14. Persamaan Diferensial Legendre
15. UAS (Ujian Akhir Semester)
6
References
Pendahuluan PD
8
Persamaan
Differensial
(PD)
Pendahuluan
Persamaan
Differensial
Penyelesaian
persamaan
Order satu
Penyelesaian
persamaan
Order dua/ lebih
tinggi
Contoh Persamaan
Diferensial di bidang
Fisika/ Geofisika
Contoh
Soal
Persamaan Diferensial
9
Persamaan Diferensial : persamaan yang terdiri dari:
Variabel
Fungsi yang tak diketahui
Turunannya dengan simbol:
Persamaan Differensial (PD)
Bentuk Umum Persamaan Differensial
dapat ditulis sebagai berikut :
10
( ) x f y a
dx
dy
a
dx
y d
a
dx
y d
a
dx
y d
a
n
n
n
n
n
n
= + + + + +

0 1
2
2
2
1
1
1

dimana bukan 0.
Orde Persamaan Diferensial
11
Orde Persamaan Diferensial (PD) mengikuti orde teringgi
dari turunan fungsi pada persamaan tersebut.
PD orde 1 dan 2 yang dapat dituliskan sbb:
( )
( ) x f y a
dx
dy
a
dx
y d
a x f y a
dx
dy
a
= + +
= +
0 1
2
2
2 0 1
PD Orde 1
PD Orde 2
Turunan untuk orde yang lebih tinggi bisa dituliskan sebagai:
12
Homogeneous first-order linear partial differential equation
Homogeneous second-order linear constant coefficient
partial differential equation of elliptic type, the Laplace
equation
Third-order nonlinear partial differential equation, the
Kortewegde Vries equation
Contoh PD dengan orde tertentu dimana fungsi u tergantung pada
variabel x dan t atau x dan y.
Orde Persamaan Diferensial
Sekali lagi PD
Persamaan Differensial adalah Persamaan
yang mengandung turunan atau differensial
Derajat dari Persamaan Differensial adalah
Pangkat dari order Persamaan Differensial
Order dari PD adalah order tertinggi dari
turunan dalam persamaan.
Contoh Orde 1 dan Orde 2:
13
2
2
5 3 7 3 0
dy d y dy
y t y
dt dx dx
+ = + + =
Solusi Persamaan Diferensial
14
Apakah PD punya solusi?
Keunikan Solusi:
Apakah persamaan diferensial bisa mempunyai lebih dari satu solusi?
Jika ya, bagaimana kita bisa mendapatkan yang sesuai dengan solusi
khususnya.
Solusi khusus (Particular Solution) dapat diketahui dari Initial Value
Problem (IVP) atau harga awal dari fungsi dan turunannya yang
diketahui.
Jika harga awal tidak diketahui, maka solusi yang didapat adalah Solusi
Umum saja (General Solution).
Differential Equation Basics
Finally, we need to solve for any constant(s)
in the total solution by defining the system
at some point(s) in time or space.
These points are called initial conditions or
boundary conditions, depending on when or
where they are in the solution space.
15
Penyelesaian Persamaan
Differensial
Penyelesaian Umum ( total solution ) (y
t
)
terdiri dari dua bagian yaitu:
Penyelesaian umum dari persamaan diferensial
C.F (complementary Function, y
g
)
Penyelesaian khusus PS (particular solution, y
p
),
yaitu penyelesaian
P.U(total solution ) adalah jumlah dari C.F
dan PS
16
p g t
y y y + =
Contoh:
Dari persamaan differensial order
satu
17
Penyelesaian Umum dari
soal adalah:
2
t y
dt
dy
= +
Penyelesaian Umum ( C.F ): ( )
t
g
e K t y

=
Penyelesaian khusus: ( ) 2 2
2
+ = t t t y
p
( ) 2 2
2
+ + =

t t e K t y
t
t
Persamaan Differensial
Banyaknya konstanta dalam penyelesaian
umum (yg tentunya sama dengan
banyaknya IVP) sama dengan order dari
persamaan.
18
( ) { }
( )
)
`

= = = + +
= = +
=
9 ; 2 0 0 3 7
4 0 3 5
0
2
2
x
dx
dy
y y
dx
dy
dx
y d
y t y
dt
dy
Contoh:
Diberikan persamaan :
19
Syarat awal ( initial value
problem ):
Penyelesaian Umum
adalah:
Total penyelesaian dinamakan
penyelesaian khusus (karena
tidak memuat lagi konstanta C)
2
t y
dt
dy
= +
( ) 2 2
2
+ + =

t t e C t y
t
t
( ) 5 0 = y
( ) 2 2 3
2
+ + =

t t e t y
t
t
Penggunaan PD
Beberapa contoh aplikasi dari PD antara lain :
Seismologi
Climatology and Environmental analysis
Gerakan dalam mekanika
Rambatan panas
Getaran
Aerodinamika & dinamika fluida
Electronik & circuit design
Dinamika Populasi & Sistim biologi
Options trading & economics
20
Persamaan Diferensial
21
Persamaan Diferensial
22
Homogeneous second-order linear constant
coefficient ordinary differential equation describing
the harmonic oscillator:
Second-order nonlinear ordinary differential
equation describing the motion of a pendulumof
length L:
Contoh group pertama persamaan diferensial, dengan u sebagai
perubah yang tak diketahui sebagai fungsi x, dan c, konstanta.
Modelling via Persamaan Diferensial
23
Salah satu masalah yang sulit bagi para peneliti dalam
riset rutinnya adalah:
Bagaimana menterjemahkan fenomena fisis ke suatu
persamaan yang menerangkan proses fisika tersebut?''
Pada dasarnya tidak mungkin menerangkan fenomena
fisika ini secara total, sehingga digunakan beberapa
persamaan yang bisa menerangkan pendekatan fisis.
Modelling via Persamaan Diferensial
24
Pada umumnya setelah mendapatkan persamaan
diferensialnya, maka dibandingkan data yang didapat
dari persamaan yang ada dengan data asli yang
didapatkan dari sistim pengukuran aktual/ fisis.
Jika kedua set data tersebut identik/ mendekati, maka
peneliti akan merasa yakin bahwa persamaan
diferensial tersebut merupakan deskripsi yang benar
untuk keadaan riil/ fisis yang ada
Modelling via Persamaan Diferensial
25
Sebagai contoh:
Kita bisa menggunakan persamaan-persamaan untuk
memprediksi kelakuan suatu sistim secara jangka
panjang (misal klimatologi). Perlu dicatat bahwa
persamaan tersebut hanya valid (bisa dipakai) jika, data
yang dihasilkan sesuai dengan data fisis/ aktual yang
ada.
Namun demikian menurunkan persamaan yang bagus
bukan merupakan pekerjaan yang mudah, sehingga perlu
perubahan yang berulang dengan koreksi-koreksi yang
disebut sebagai model suatu sistim.
(http://www.sosmath.com)
Bagaimana Membangun Modelnya
26
Tahapan Dasar untuk membentuk Model:
Tahap 1:
Tentukan asumsi-asumsi untuk model tersebut. Asumsi
harus berdasarkan hubungan antara besaran yang akan
dipelajari
Tahap 2:
Uraikan parameter dan variabel yang digunakan dalam
model tersebut
Tahap 3:
Gunakan asumsi-asumsi pada Tahapan 1 untuk
menurunkan persamaan matematiknya sehubungan dengan
dengan parameter dan variabel dari Tahapan kedua.
http://www.sosmath.com/diffeq/modeling/modeling.html
Contoh Persamaan Diferensial
27
y ' = 3x Turunan pangkat satu, maka PD orde 1
y '' + y' + y = 3x Turunan tertinggi 2, PD orde 2
-2 y ''' + y'' + y
4
= 3x Turunan tertinggi 3 PD Orde 3
y = f(x) + C adalah solusi umum persamaan diferensial
Contoh
28
Selesaikan: y ' = 2x
Jawab:
Integralkan kedua sisinya:
} y ' dx = } 2x dx
Didapat
y + C1 = x
2
+ C2
dimana:
C1 dan C2 adalah konstatnta integrasi.
Solusi persamaan adalah: y = x
2
+ C, dimana C = C2 - C1.
Contoh 2
29
C
1
dan C
2
adalah kondisi awal yang dapat dihitung jika
diketahui, misalkan f (0) = 3 dan f (0) = 2, maka:
Solusi akhir:
Contoh 3
Jawab:
y = C*e
4x
+ e
3x
y turunan y : y ' = 4C*e
4x
+ 3e
3x
Verifikasi persamaan y = C*e
4x
+ e
3x
, untuk C konstanta, merupakan
solisi persamaan deferensial y ' - 4y = -e
3x
Subtitusikan y ' dan y ke persamaan diferensial (sebelah kiri):
y ' - 4y = 4C*e
4x
+ 3e
3x
- 4 (C*e
4x
+ e
3x
) = 4C*e
4x
+ 3e
3x
- 4C*e
4x
- 4e
3x
= 4C*e
4x
- 4C*e
4x
+ e
3x
(3 - 4) = - e
3x
Ternyata hasil subtitusi sama dengan harga sebelah kanan persamaan
diferensial, oleh karena itu:
y = C*e
4x
+ e
3x
adalah solusi persamaan diferensial y ' - 4y = -e
3x
.
Contoh-2 Lain
31
f = sin x
f = 7
f = e
x
f = 1/x
f = x
f = x cos x