You are on page 1of 4

SMP NEGERI 3 SAWAHLUNTO 1 ANAK PELANGI

SISCA FRISKI ARLIN FITRIA RAMADHANI ELVIRA SYAFITRI OVI YANTI OKTAVIA RENALDO PRATAMA RONALDO DESRI AGUNG HAZIZ ZULHAKIM INDRA SYAPUTRA FAUZIAH SRI RAHMA LIVIA CLARISSA INDAH CHAIRUNNISA SYUKRI BASTAWI FARHAN FIKSI

SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI

: : : : : : : : : : : : : :

PEMBACA ILUSTRASI INDY AYU DHINI PAK TAMA NALDO RAFAEL BOREK PAK ALI CIA KARISA NHISA BONDAN DIEGO

SMP NEGERI 3 SAWAHLUNTO 2 ANAK PELANGI

Pada suatu pagi di langit terlihat awan mendung, di SMPN Timah terdapat siswasiswi yang sedang berkumpul di depan kelas VIII.A. Tiba-tiba hujan turun deras mengguyur sekolah mereka yang sudah hampir rubuh itu. Dan lonceng tanda masuk pun berbunyi. (TENG TENG TENG) Pak Tama Siswa/I Pak Tama Dhini Pak Tama : (sambil mengetuk pintu kelas VIII.A) Assalamualaikum. : Waalaikum salam warah matullahi wabarakatuh. (Dengan muka yang ceria) : Ehmm. Kursi Indy kenapa kosong anak-anak ? Ada yang lihat Indy ke mana ? : Indy telat mungkin, Pak ! : Ok lah. Kita mulai saja pelajarannya. (Sambil mengambil spidol di atas meja) Dengan tergesah-gesah Indy berlari ke dalam kelas dengan pakaian yang basah kuyup dan sepatu yang sudah sobek dan kotor. Indy Pak Tama Indy Pak Tama Indy : (Nafasnya terengah-engah) Maaf Pak Saya telat. : Kenapa telat, Indy ? : Saya membatu Ibu saya dulu, Pak ! (Dengan muka lemas) : Yah sudah silahkan duduk. : (segera duduk)

Di saat Pak Tama sedang menulis kisi-kisi soal di papan tulis. Terdengar suara siswa/I yang sudah mulai ribut. Pak Tama Borek Rafael : Boreekkkk, kenapa kamu sama Rafael ? : Di sebelah saya ada air yang menetes, Pak ! (Dengan wajah risih) : Iyaa. Sampai sekarang pemerintah belum memberikan bantuan untuk sekolah kita ini. (Dengan muka yang kurang semangat)

SMP NEGERI 3 SAWAHLUNTO 3 ANAK PELANGI Pak Tama Siswa/I : Sabar saja dulu ya anak-anak. Semangat saja belajar biar kita diperhatikan oleh Pemko. (mencoba menjelaskan) : (bertepuk tangan)

Tiba-tiba Bapak Ali selaku Kepala Sekolah Menengah Negeri Timah memasuki ruangan kelas dan memberikan undangan lomba kepada Pak Tama. Pak Kepala Pak Tama Pak Kepala Pak Tama Pak Kepala Pak Tama : Ini, Pak. Ada undangan dari Kota untuk kita. (Memberikan surat) : Surat apa, Pak ? (mengambil surat) : Surat undangan untuk mengikuti lomba cerdas tangkas tingkat Kota. Dan hadiahnya adalah uang untuk memperbaiki sekolah kita. : Yang benar, Pak ? (Tersenyum manis) : Yaa, Pak! Tolong di pilih ya, Pak. Terima Kasih. (keluar dari kelas) : Sama-sama, Pak. Anak-anak tadi sudah dengar kan kata Bapak Ali. Sekarang Bapak akan pilih yang akan lomba. Siswa/I Pak Tama : Oke Pak. (Serentak) : Baiklah yang akan ikut lomba besok adalah Indy, Dhini, dan Naldo. Naldo yang menjadi juru bicaranya ya. Rafael, Ayu dan Borek menjadi penonton saja. OK ! Siswa/I : Oke. (Secara serentak)

Keesokan harinya di Kantor Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kota Timah yang sangat jauh dari SMPN Timah. Mereka bertemu dengan siswa SMPN Malaya. Yaitu SMP yang paling bagus di Provinsi Zaid. Karisa Ayu Cia Ayu Diego Bondan Nisa Indy : Uy kawan ada sampah. (Dengan wajah menyindir) : Mana sampahnya ? (Beradegan tidak tau) : Kalian kali yang sampah. Dasar anak amis. Jauh-jauh sana. (mendorong pundak Ayu) : Aduh, sakit. (Merintih kesakitan) : Sepatu butut. Hahaha. : Sepatu butut, buku cuma satu. Tak punya tas lagi. : Iyaa. Hahaha. Mau kami beliin buk ? : Nggak perlu. Kami tak punya tas, buku cuma satu dan sepatu butut. Tapi kami punyak otak. Tidak seperti kalian.

SMP NEGERI 3 SAWAHLUNTO 4 ANAK PELANGI Nisa Naldo : Bye orang miskin. HAHAHA (melambai-lambaikan tangannya dan pergi meninggalkan siswa/I SMPN Timah) : Pergi sana kamu. (menyuruh pergi)

Siswa/I SMPN Timah terdiam sejenak. Dengan wajah yang lemas. Sambil menatap sepatu bututnya. Pak Tama Siswa/I : Ssstt. Udah anak-anak. Tetap semangat. Kata Buk Lasni Kita PASTI BISA. : (Tersenyum manis)

15 menit kemudian perlombaan dimulai. Borek Ayu Rafael Ayu/Rafael : Kalahkan sekolah sombong itu. Kita pasti bisa. : Yuhuuu. Kalahkan mereka (lompat-lompat kecil) : Wae wae oo : Kita Bisa Kita Pasti Bisa (menyanyikan lagu KITA BISA)

1 jam telah berlalu. Saatnya final. SMPN Timah masuk final lomba cerdas tangkas. Dan akhirnya mereka menang dan mengalahkan SMP lain. Indy Naldo Rafael Pak Tama : Yee kita menang : Aku senang banget (Melompat-lompat) : Yeee SMP sombong itu pasti malu. Hahaha. : Selamat ya anak-anak. Bapak bangga kalian telah mengharumkan nama baik sekolah kita di kanca kota. Dan memperbaiki reputasi sekolah yang merosot semenjak 5 tahun lalu. (menyalami siswa/I) Pak Kepala : Selamat ya. Sekolah kita menang berkat kalian. Terima kasih yaa. Nggak salah Bapak memilih kalian untuk mewakili sekolah kita walau tidak ada latihan. (menyalami siswa/I) Siswa/I : Alhamdulillah ya sesuatu. (serentak) Lipsing Lagu ANAK PELANGI by ; SISWA KELAS VIII.A SMPN TIMAH AMANAT : Janganlah menyerah dalam menggapai cita-cita walau apapun terjadi, kita harus yakin. KITA PASTI BISA.