You are on page 1of 48

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DALAM KONTEKS KELUARGA PADA TN. B DENGAN MASALAH HIPERTENSI DI KELURAHAN MACEGE KEC.T.

RIATTANG BARAT KABUPATEN BONE

OLEH : MUH. DALLE BT 11 136

AKADEMI KEPERAWATAN BATARI TOJA WATAMPONE 2014

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DALAM KONTEKS KELUARGA PADA TN. B DENGAN MASALAH HIPERTENSI DI KELURAHAN MACEGE KECAMATAN T. RIATTANG BARAT KABUPATEN BONE

A. IDENTITAS 1. Nama 2. Usia 3. Daerah Asal : Tn. B : 75 THN : Kelurahan Macege

Keluarga yang dapat dihubungi / penanggung jawab : Dg. Gasing 1. Nama 2. Usia 3. Daerah Asal 4. Hub. Dengan Klien : Ny. B. : 45 THN : Jl. Majang : Istri

B. Fisik/ Biologis a. Pandangan Lansia tentang kesehatannya : Tn. B merasa dirinya sakit, keluhannya nyeri pada daerah sendi, sakit Kepala , sakit tulang belakang, sakit pada tengkuk.. b. Kegiatan yang mampu dilakukan lansia Klien mampu melakukan pekerjaan yang rutin seperti mandi, BAB, BAK, dan melakukan Pekerjaan Sehari-hari sebagai Tenaga Kebersihan di Kab. Bone c. Kekuatan fisik lansia 1) Kekuatan otot dan sendi: Kekuatan pada masing masing anggota ektremitas berbeda beda : a) Tangan kanan dan kiri kekuatannya cukup kuat. b) Kaki kanan dan kiri kurang kuat untuk tapi sakit pada kedua lutut. 2) Penglihatan

Penglihatan pada jarak 5 meter cukup jelas namun pada jarak 6 meter sudah tidak jelas, mata tampak cekung, kelopak mata melengkung, refleks lambat, penurunan lapang pandang. 3) Pendengaran Pendengaran kedua telinga cukup jelas, rendah. d. Kebiasan Klien merawat diri masih baik dalam arti klien mampu merawat diri dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain klien mandi 2 x sehari, mencuci rambut + shampoo 2 x seminggu, ganti baju 1 x sehari. e. Kebiasaan makan, minum,istirahat/tidur,buang air besar/kecil Kebiasaan makan : Selera makan klien baik, makanan yang dikonsumsi nasi. Kebiasaan minum : Minum klien setiap hari cukup banyak. Kebiasaan tidur : Cukup, siang hari kadang kadang tidur sebentar kecuali dengan frekuensi

kemudian terbangun lagi dan pada malam hari tidur cukup mulai jam 19.00 05 .00, namun malam juga sering terbangun karena sering buang air kecil. Kebiasaan BAB : Klien mengatakan BAB teratur satu kali sehari, BAK

frekwensinya kadang-kadang 2 - 3 x sehari. f. Perubahan perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan. Klien mengatakan bahwa kemampuannya untuk berjalan sudah berkurang, sering terasa kaku pada kedua lututnya, sakit pada persendian bertambah pada saat malam/dingin.

C. Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum TTV

Compos mentis TD : 180/100 mmHg N : 90 x/menit S : 36,7 C RR :24 x/menit BB: 65 kg TB:160cm

Compos mentis TD : 120/80 mmHg N : 60 x/menit S : 36,5 C RR : 20 x/menit BB : 37 kg TB: 145 cm Mesochepal, rambut agak putih, kulit kepala bersih dan tidak berketombe.

Kepala

Botak, rambut agak putih dan sedikit, kulit kepala bersih dan tidak berketombe.

Mata

Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, fungsi penglihatan agak berkurang

Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis

Hidung

Hidung tampak bersih, tidak ada sekret, tidak terjadi krepitas, fungsi pembauan baik

Hidung tampak bersih, tidak ada sekret, tidak terjadi krepitas, fungsi pembauan baik

Telinga

Pendengaran baik, tidak ada sekret.

Pendengaran baik, sekret tidak ada Mukosa bibir lebab, sianosis tidak ada, tidak ada stomatitis.

Mulut

Mukosa bibir lembab, sianosis tidak ada, tidak ada stomatitis.

Gigi

Terdapat karang gigi, ada berlubang.

Terdapat karang gigi, ada berlubang.

RIWAYAT KESEHATAN A. Pengkajian 1. Riwayat Klien/ Data Biografis Nama Usia Alamat Jenis Kelamin S u k u Agama Status Orang paling dekat 2. Riwayat Keluarga Pasangan hidup Umur Pekerjaan Anak- anak yang hidup 3. Riwayat pekerjaan Status pekerjaan saat ini Pekerjaan sebelumnya Sumber-sumber pendapatan : Saat ini bekerja Tenaga Kebersihan. : Sama : Dari Gaji Bulanan Dan Penjualan Barang Bekas 4. Riwayat Lingkungan Hidup Tipe tempat tinggal : Rumah milik sendiri berbentuk Rumah semi permanen dengan lanati semen Jumlah kamar : 3 kamar : Ny. B : 45 Thn : IRT : 5 orang (Inna, Aco, Ecce, Wawan, Ole) : Ny. B. : 72 THN : Kelurahan Macege, kec. T. Riattang Barat : Laki-Laki. : Bugis : Islam : Kawin : Anaknya

Jumlah Orang yang tinggal di rumah : 9 orang bersama ponakan dan cucu. 5. Riwayat Rekreasi Hobbi / minat :-

6. Sumber / system pendukung yang digunakan : Perawat 7. Deskripsi Hari Khusus ( termasuk kebiasaan ritual waktu tidur ) Tidur siang : Teratur 1-2 jam Setelah sholat Zduhur

Tidur malam : Mulai jam 19.30 s/d jam 05.00. 8. Status kesehatan saat ini Status kesehatan umum selama setahun yang lalu : Kondisi klien sehat dan kebanyakan berada di dalam rumah setelah melakukan pekejaan Rutin Keluhan keluhan kesehatan utama : Sesak, nyeri pada dada, nyeri pada tungkaii, punggung kram dan sakit kepala. Efek samping tak menyenangkan Obat obatan Makanan : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada

Riwayat peningkatan/penurunan BB : Tidak ada Pola konsumsi makanan : Frekwensi 2 kali sehari. 9. Status Kesehatan yang lalu Penyakit masa kanak kanak : batuk pilek Penyakit serius kronik Trauma Perqwatan di RS Operasi 10. Status Riwayat Keluarga : Tidak pernah mengalami sakit yang serius : Tidak pernah : Tidak pernah : Tidak pernah

?
72
16

?
10 8

45

13

12

Keterangan : : Laki-Laki

: Perempuan

72

: Klien.

: Meninggal

: Umur Tidak diketahui

Klien tinggal serumah dengan 5 anak-anaknya yang serta keponakan dan 1 orang cucu 11. Tinjauan system a. Umum Klien mengatakan sesalu saja mengalami kelelahan yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari hari, tampak perubahan pada tekstur kulit, perubahan pigmentasi, dan terjadi perubahan rambut yaitu yang sudah mulai memutih. b. Kepala Sering merasakan sakit kepala c. Mata Klien mengatakan terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur, air mata sering keluar. klien tidak menggunakan lensa kontak. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut diatas. d. Telinga Klien mengatakan dapat mendengar dengan jelas, kecuali suara dengan frekuensi rendah/pkecil. e. Mulut dan Tenggorokan

Klien mengatakan agak susah untuk mengunyah makanan , kesulitan menelan kadang terjadi bila makanan yang dikonsumsi tidak lembut, terjadi juga perubahan pada suara klien yaitu nada yang cukup rendah/ pelan. f. Hidung dan sinus : Tidak ada keluhan g. Leher Tidak ada keluhan yang serius hanya klien mengatakan sedikit agak terbatas gerakan lehernya kalau mau berbalik. h. Kardiovaskuler : Tidak ada kelainan bunyi jantung . i. Pernafasan Tidak ada keluhan yang serius hanya apabila klien aktivitas tampak seperti kelelahan. j. Gastrointestinal Klien mengatakan bisa mengunyah makanan oleh karena gigi masih ada segian, pola defekasi masih normal. k. Muskuloskletal Klien mengatakan kaku pada persendian terutama pada lutut.. Terjadi kekakuan pada gerakan tubuh, perubahan poster tubuh agak sedikit membungkuk, kelemahan, dan klien tidak pernah melakukan aktivitas seperti latihan gerak sendi. Keluhan tersebut diatas sangat berpengaruh terhadap kegiatan sehari hari klien. l. Sistem syaraf pusat Klien mengatakan kedua tangan bila memegang sesuatu tidak terjadi tremor m. Sistem Endokrin Terjadi perubahan pigmentasi kulit, perubahan rambut. n. Psikososial Klien mengatakan bahwa keadaannya sekarang biasa biasa saja, bila ada sesuatu yang membuat klien sedih klien hanya bisa berdoa, sholat malam. Kesulitan dalam konsentrasi juga terjadi, stress saat ini tidak ada. terlalu banyak

II. Analisa Data Tgl 18 Februari 2014 NO 1 DS: Data Fokus Masalah Keperawatan Gangguan perfiusi jaringan

- Keluarga mengatakan Tn. B kepalanya serebral pada Tn. B dikeluarga sering terasa pusing dan lehernya Tn. pegel/kaku. B berhubungan dengan keluarga

ketidakmampuan

- Keluarga tidak mengetahui apa yang mengenal masalah kesehatan dimaksud hipertensi, tanda gejala, dan penyebab hipertensi. - Keluarga tidak mengetahui cara

menurunkan tekanan darah dan merawat Tn. B yang menderita hipertensi serta bagaimana lingkungan yang baik

terhadap penderita hipertensi. - Keluarga mengatakan tidak mengetahui harus dibawa kemana bila ada anggota keluarga yang sakit.

DO: Keluarga sering sakit kepala TD: 180/100 mmHg N: 90 x/mnt 2 DS: Keluarga mengatakan Tn. J pernah jatuh DO: Resiko terjadinya cidera pada Tn. B dikeluarga Tn. B berhubungan dengan ketidakmampuan mengenal masalah

Kaki kiri Tn. J bila digunakan untuk keluarga berjalan agak pincang Bila berjalan tumpuannya pada kaki kanan kesehatan

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan perfiusi jaringan vaskuler pada Tn. B dikeluarga Tn.B berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. 2. Resiko terjadinya cidera pada Tn. B dikeluarga Tn. B berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. III. Skoring Masalah 1. Gangguan perfiusi jaringan vaskuler pada Tn. B dikeluarga Tn.B berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Kriteria Skor Tota l 1. Sifat Masalah : tidak sehat 3/3X 1 1 Tn.B saat ini menderita Hipertensi dengan tekanan darah 180/100 mmHg 2. Kemungkinan Masalah 1/2X 2 1 Yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah hipertensi pada Tn.B yaitu dengan mempertahankan agar tekanan darahnya terkontrol yang bisa dilakukan dengan perawatan yang benar. Sementara saat ini Tn.B sudah pernah berobat dan belum mengetahui cara perawatan Hipertensi. Potensial masalah dapat dicegah cukup, karena saat ini Tn B sudah pernah berobat dan dalam hal makan masih asin 4. Menonjolnya Masalah : masalah dirasakan dan harus segera ditangani 2/2X 1 1 Keluarga menyadari perlunya perawatan Hipertensi karena keluarga beranggapan bahwa kesehatan itu sangatlah penting. Jumlah 3 2/3 Pembenaran

dapat diubah : hanya sebagian

3. Potensial Masalah dapat dicegah : cukup.

2/3X 1

2/3

2. Resiko terjadinya cidera pada Tn. B dikeluarga Tn. B berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan Kriteria 1. Sifat Masalah : Ancaman kesehatan Skor 2/3X1 Total 2/3 Pembenaran Tn.B beresiko mengalami injury, keluarga tidak menyadari masalah kesehatan yang ada pada Tn.B dapat menyebabkan injury. 2. Kemungkinan dapat diubah : Mudah Masalah 2/2X2 2 Keluarga antusias sekali untuk mengetahui tentang cara pencegahan terjadinya injury pada Tn.B dan perawat mampu untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang cara pencegahan terjadinya injury. 3. Kemungkinan Masalah dapat dicegah : Tinggi 3/3X1 1 Keluarga ingin mengetahui tentang cara pencegahan terjadinya injury. 4. Menonjolnya Masalah : Masalah tidak dirasakan 0X2 0 Keluarga menganggap tidak ada masalah injury, karena masalah yang dirasakan Tn.Bdianggap biasa terjadi pada lansia. Jumlah 3 2/3

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Tn. B


No Diagnosa Umum 1. Gangguan perfiusi Setelah selama tidak ganggguan 1 Tujuan Khusus Kriteria Kriteria Evaluasi Standar Intervensi

intervensi 1. Setelah 1x3 0 menit minggu terjadi perfusi pertemuan mampu masalah keluarga mengenal hipertensi,

jaringan serebral pada Tn. B dikeluarga Tn. B

berhubungan

dengan

ketidakmampuan keluarga mengenal kesehatan masalah

jaringan serebral

dengan mampu : 1.1 Menyebutkan pengertian hipertensi Respon verbal Tekanan darah dikatakan 1.1.1.Berikan penkes kepada

tinggi bila lebih dari 160/100 mmhg

keluarga tentang pengertian hipertensi dengan lembar

balik atau leaflet 1.1.2. Beri kesempatan keluarga bertanya 1.1.3. Tanyakan kembali hal yang telah dijelaskan 1.1.4. Beri reinforcement positif atas jawaban yang benar

1.2 Menyebutkan jenisjenis hipertensi

Respon verbal

Jenis-jenis

hipertensi

1.2.1 Berikan keluarga

penkes tentang

kepada jenis

berdasarkan diastol : Ringan : bila diastol 90-110 mmhg

hipertensi dengan lembar balik atau leaflet

Sedang : bila diastol 110-130 mmhg Berat : bila diatol di atas 130 mmhg

1.2.2 Beri kesempatan keluarga bertanya 1.2.3 Tanyakan kembali hal yang telah dijelaskan 1.2.4 Beri reinforcement positif atas jawaban yang benar

1.3 Menyebutkan penyebab hipertensi

Respon verbal

4 dari penyebab hipertensi sebagian besar tidak diketahui penyakit ginjal Penyakit pembuluh darah Keturunan Lingkungan/Stress Banyak makan garam

1.3.1 Berikan

penkes

kepada

keluarga tentang penyebab hipertensi dengan lembar balik atau leaflet 1.3.2 Beri kesempatan keluarga bertanya tentang hal yang belum jelas 1.3.3 Tanyakan kembali tentang hal yang telah didiskusikan 1.3.4 Beri reinforcement positif atas jawaban yang benar

1.4. Menyebutkan tanda dan hipertensi gejala

Respon verbal

2 dari tanda hipertensi sakit tengkuk) kepala (terutama

1.4.1 Diskusikan

dengan

keluarga tentang tanda dan gejala hipertensi dengan

Jantung berdebar-debar Sukar tidur Nafas Pendek

lembar balik atau leaflet 1.4.1 Beri kesempatan keluarga bertanya 1.4.1 Tanyakan kembali hal

yang telah dijelaskan 1.4.1 Beri reinforcement atas

jawaban yang benar 1.5. Mengidentifikasi keluarga menderita hipertensi yang Respon verbal Keluarga mengetahui bahwa Tn. J menderita Hipertensi 1.5.1 Motivasi keluarga untuk menyebutkan gejala tanda dan yang

hipertensi

dialami anggota keluarga 1.5.2 Bantu keluarga identifikasi anggota keluarga yang

menderita hipertensi 1.5.3 Beri reinforcement atas

hasil keluarga 2.Setelah keluarga mengambil yang merawat tepat 1x15 menit mampu keputusan untuk anggota

keluarga yang menderita hipertensi

2.1 Menyebutkan akibat hipertensi

Respon Verbal

Menyebutkan 3 dari 5 akibat Hipertensi bila tidak diatasi : 1. Penebalan pembuluh darah 2. Penyakit jantung 3. Penyakit Ginjal 4. Gangguan penglihatan dinding

2.1.1 Diskusikan keluarga tentang

dengan akibat

jika tidak segera diatasi

hipertensi jika tidak diatasi dengan lembar balik atau leaflet 2.1.2 Beri kesempatan keluarga bertanya 2.1.3 Tanyakan kembali hal

yang telah dijelaskan 2.1.4 Beri reinforcement positif atas jawaban yang benar 2.2 Mengambil keputusan tepat merawat keluarga hipertensi yang untuk anggota dengan Respon Verbal Keluarga memutuskan untuk merawat anggota keluarga 2.2.1 Memotivasi anggota

keluarga dalam mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga yang

yang menderita hipertensi

menderita hipertensi 2.2.2 Beri reinforcement positif atas minat

3. Setelah 1 x 20 menit pertemuan mampu anggota keluarga merawat keluarga

dengan

hipertensi

dengan mampu : 3.1. Menyebutkan cara-cara Pencegahan hipertensi Respon verbal Menyebutkan 4 dari 6 3.1.1 Diskusikan keluarga pencegahan tentang dengan cara

pencegahan hipertensi : 1. Memeriksa tekanan darah secara sekali) 2. Menghindari (mengurangi berlemak) 3. Menghindari merokok 4. Menghindari stress 5. Menyeimbangkan antara kegemukan makanan teratur (sebulan

hipertensi

dengan lembar balik atau leaflet 3.1.2 Beri kesempatan keluarga bertanya 3.1.3 Tanyakan kembali hal

yang telah dijelaskan 3.1.4 Beri reinforcement atas

jawaban yang benar

kerja, istirahat dan rekreasi 6. Olahraga secara teratur

3.2. Menyebutkan cara perawatan

Respon verbal

Menyebutkan 4 cara pera watan penderita hipertensi 1. Minum obat sesuai anjuran 2. Mengurangi garam dalam makanan 3. Hidup teratur dan tenang 4. Olahraga teratur

3.2.1 Diskusikan keluarga perawatan tentang

dengan cara

penderita hipertensi

penderita

hipertensi dengan lembar balik atau leaflet 3.2.2 Beri kesempatan keluarga bertanya

3.2.3 Tanyakan

kembali

hal

yang telah dijelaskan 3.2.4 Beri reinforcement atas

jawaban yang benar 3.3.Mendemonstrasik an pembuatan cara obat Respon verbal Cara pembuatan obat tradisio nal untuk hipertensi : Timun (3 buah) dicuci, buang kedua ujungnya, parut, saring dan minum airnya 2-3 kali sehari 3.3.1 Demonstrasikan dengan

keluarga cara pembuatan obat tradisional bagi

tradisional untuk penderita hipertensi

penderita 3.3.2 Beri kesempatan keluarga bertanya 3.3.3 Beri kesempatan keluarga mendemonstrasikan kembali cara pembuatan obat tradisional 3.3.4 Beri reinforcement atas

jawaban yang benar 4. Setelah 1 x 10 menit pertemuan keluarga

mampu memodifikasi lingkungan yang

sesuai untuk penderita hipertensi mampu : dengan

4.1. Menyebutkan cara modifikasi lingkungan yang sesuai

Respon Verbal

Menyebutkan

modifikasi

4.1.1 Diskusikan keluarga modifikasi

dengan tentang lingkungan

lingkungan untuk penderita hipertensi : 1 Menciptakan lingkungan

yang tepat untuk penderita hipertensi 4.1.2 Beri kesempatan keluarga bertanya 4.1.2 Tanyakan kembali hal

untuk penderita hipertensi

yang tenang dan teratur 2 Bila sudah anggota keluarga mengalami

pandangan kabur ciptakan lingkungan yang aman

yang telah dijelaskan 4.1.4 Beri reinforcement atas

(tidak licin), pencahayaan cukup, pegangan, rumah 5. Setelah 1 x 15 menit pertemuan, mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan keluarga dengan tertata baik

jawaban yang benar

dengan mampu : 5.1 Menyebutkan pelayanan kesehatan untuk pengobatan dan perawatan hipertensi Respon verbal Tempat pemeriksaan dan 5.1.1 Diskusikan dengan

pengobatan hipertensi : 1 Puskesmas 2 Rumah Sakit 3 Dokter Swasta

keluarga tentang tempattempat kesehatan pemeriksaan pengobatan pelayanan untuk dan untuk

penderita hipertensi 5.1.2 Beri kesempatan keluarga bertanya 5.1.2 Tanyakan kembali hal

yang telah dijelaskan 5.1.4 Beri reinforcement atas

jawaban yang benar

2.

Resiko terjadinya cidera pada Tn. J dikeluarga Tn. J berhubungan dengan

Setelah

dilakukan

Setelah

dilakukan

tindakan keperawatan selama risiko 1 injury minggu

pertemuan 4 x 30 menit, keluarga : Dapat mengenal

ketidakmampuan keluarga mengenal kesehatan masalah

dapat 1. atau

dihindari diminimalkan

injury dengan mampu : 1.1 Menyebutkan pengertian Respon verbal Pengertian suatu seseorang cidera adalah dimana untuk 1.1.1 Kaji keluarga pengertian, pengetahuan tentang penyebab,

keadaan berisiko

tejadi perlukaan atau trauma oleh karena suatu sebab. 1.2 Mampu menyebutkan penyebab Penyebab adanya anggota gangguan cidera kelemahan gerak dalam adalah pada tubuh, sistem 1.1.2

serta akibat dari cidera

Berikan penkes kepada keluarga pengertian, tentang penyebab,

serta akibat dari cidera

koordinasi lingkungan mendukung,

serta yang seperti

adanya kurang lantai 1.1.3

dengan

menggunakan

lembar balik Beri kesempatan keluarga untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas 1.1.4 Bimbing keluarga untuk mengulangi apa yang

licin, penerangan yang kurang 1.3 Mampu menyebutkan akibat dari injury pada malam hari, rumah yang banyak memiliki tangga dan jalan yang curam.

telah disampaikan 1.1.5 Berikan reinforcement

positif pada keluarga atas jawaban yang benar 2. Keluarga dapat Respon verbal Akibat dari cidera adalah: perlukaan pada anggota tubuh yang lain 2.1 Keluarga mampu mengambil keputusan untuk gangguan kesadaran kecacatan kematian 2.1.1 Berikan motivasi kepada keluarga untuk mengambil keputusan untuk mengatasi masalah keluarganya 2.1.2 Beri reinforcement positif cidera pada

memutuskan tindakan yang tepat untuk masalah

mengatasi cidera

Keluarga menyatakan setuju untuk dalam cidera melakukan mengatasi tindakan masalah

mengatasi masalah cidera

atas

keputusan

keluarga

untuk mengatasi masalah cidera pada anggota

keluarganya 3. Keluarga dapat Respon Psikomotor Dapat melakukan minimal 2 dari 3 cara pencegahan 3.1.1 Diskusikan keluarga tentang dengan cara

merawat Tn.J untuk mencegah cidera 3.1 Keluarga dapat menjelaskan cara mencegah cidera

cidera untuk lansia dirumah meliputi : Mengusahakan agar

mencegah cidera pada usia lanjut 3.1.2 Beri reinforcement positif atas jawaban yang benar 3.1.3 Beri penjelasan kembali tentang cara pencegahan cidera pada usia lanjut

lantai rumah tidak licin Memberikan penerangan yang cukup baik Melakukan pengaturan

perabotan rumah tangga secara baik Menjauhkan barang yang barangdapat

membahayakan lansia Memberikan alat bantu untuk lansia seperti

tongkat dan lain-lain. 4.

.Keluarga
memodifikasi

dapat

lingkungan mencegah

untuk terjadinya

Respon afektif

cidera pada usia lanjut

Keluarga mampu melakukan modifikasi lingkungan untuk mencegah cidera pada usia lanjut dengan melakukan: Mengindari lantai yang licin dalam rumah Memberikan penerangan yang baik pada

4.1.1

Diskusikan keluarga melakukan memodifikasi

dengan untuk tindakan

lingkungan yang aman untuk mencegah

cidera pada lansia 4.1.2 Motivasi untuk keluarga melakukan modifikasi untuk

lingkungan rumah Menjauhkan yang berbahaya barang dari

tindakan lingkungan

jangkauan lansia

mencegah cidera pada lansia 4.1.3 Berikan reinfocement positif pada keluarga yang telah melakukan tindakan lingkungan benar modifikasi dengan

CATATAN ASUHAN KEPERAWTAN KELUARGA Tn.B Hari/Tgl No . Dx Senin 17/02/2014 1 1. Berkenalan dengan keluarga. S: Keluarga menyambut baik kedatangan mahasiswa keadaan kesehatan Keluarga mengatakan bahwa Tn. B sering kesehatan kadang pusing dan pegal Implementasi Hasil Evaluasi

2. Menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan. 3. Memvalidasi

keluarga khususnya TnB 4. Memberikan pendidikan

ditengkuknya. Keluarga aktif mendengarkan Keluarga dapat menjelaskan definisi hipertensi secara sederhana Keluarga baru dapat menyebutkan kan sebagian etiologi Keluarga baru dapat menyebutkan sebagian tanda dan gejala Keluarga menanyakan apakah hipertensi itu laju darah ketubuh cepat ? O: Keluarga tampak memperhatikan dengan antusias Keluarga bertanya beberapa pertanyaan

dengan keluarga tentang Pengertian hipertensi Penyebab hipertensi Tanda dan gejala hipertensi Faktor predisposisi terjadinya

hipertensi Cara Pencegahan hipertensi Cara rumah 5. Mengulang kontrak untuk pertemuan berikutnya perawatan hipertensi

di -

6. Menawarkan pertemuan selanjutnya tanggal 18/02/2014 jam 10.00 untuk validasi hasil pendidikan kesehatan A: P:

Masalah belum teratasi

Lakukan pendidikan ulang supaya keluarga lebih mengerti tentang hipertensi 18/02/2014 1 1. Mengulang kontrak yang telah S :

jam 10.00

disepakati 2. Memvalidasi kesehatan 3. Memberikan kesempatan hasil pendidikan

Keluarga masih ingat dengan kontrak yang telah disepakati

keluarga -

Keluarga mendengarkan dengan aktif Keluarga mengatakan pengetian, tanda dan gejala, serta penyebab hipertensi secara sederhana Keluarga mengikuti mengatakan anjuran akan yang segera telah

untuk mengulangi penjelasan perawat 4. Memberikan motivasi pada keluarga untuk mengambil keputusan dalam hal pencegahan hipertensi 5. Mengulang kontrak selanjutnya yaitu hari Rabu 19/02/2014 hasil tindak penkes lanjut untuk dan O : dari -

disampaikan mahasiswa

memvalidasi menjelaskan hipertensi

Keluarga tampak antusias Keluarga dengan baik tampak memperhatikan

Keluarga

dapat

menjelaskan

pengertian, tanda dan gejala serta penyebab hipertensi secara sederhana

A: Masalah belum teratasi

P: Lakukan pendidikan kesehatan lanjutan tentang dampak dari hipertensi serta

validasi ulang hasil pendidikan kesehatan

Rabu 19/02/2014

1. Mengulang disepakati 2. Memvalidasi

kontrak

yang

telah S : Keluarga mengatakan masih ingat

hasil

pemberian berikan

dengan kontrak yang telah disepakati Keluarga masih dapat mengingat

pendidikan sebelumnya 3. Dengan memakai leaflet,

pengertian, tanda dan gejala, serta

pendidikan lanjutan bahaya hipertensi -

penyebab hipertensi Keluarga mengatakan mengerti bila hipertensi tidak segera ditangani akan menyebabkan stroke Keluarga mengatakan bersedia untuk diajarkan pembuatan obat tradisional penurun tekanan darah

O: Keluarga tampak memperhatikan

dengan serius Keluarga mampu menyebutkan dampak lanjutan dari hipertensi

A: Masalah belum teratasi

P: Lanjutkan pemberian pendidikan kesehatan tentang cara pemberian obat tradisional penurun tekanan darah

Senin 17/02/2014

1. Berkenalan dengan keluarga 2. Memvalidasi khususnya Tn.B 3. Memberikan pendidikan kesehatan

S: keluarga kesehatan Keluarga berkenalan dengan ramah Keluarga tampak antusias Keluarga mengatakan pengertian injury dengan sederhana

tentang pengertian injury, tanda dan gejala, serta penyebab

4. Melakukan 19/02/2014

kontrak

lanjutan

tgl O : Keluarga menyebutkan pengertian

injury dengan sederhana dan belum dapat menyebutkan tanda dan gejala serta penyeb injury Keluarga tampak memperhatikan

dengan serius

A: Masalah belum teratasi

P: Lanjutkan pemberian pendidikan kesehatan mengenai injury

Rabu 19/02/2014

1. Mengingatkan disepakati 2. Memvalidasi

kontrak

yang

telah S : Keluarga mengatakan pengertian

hasil

pendidikan

injury, tanda dan gejala, serta penyebab injury secara sederhana Keluarga mengatakan cara pencegahan injury yaitu dengan penerangan yang cukup, pemakaian tongkat sebagai penahan, dan lantai tidak licin Kelurga mengatakan setuju dengan kontrak yang telah disepakati

kesehatan tentang pengertian injury, tanda dan gejala serta penyebab 3. Melanjutkan pemberian pendidikan

kesehatan tentang cara pencegahan injury

O: Keluarga tampak memperhatikan

dengan serius Keluarga dapat menyebutkan

pengertian injury, tanda dan gejala, serta penyebab Keluarga dapat menyebutkan cara

pencegahan injury

A: Masalah belum teratasi

P: Berikan pendidikan kesehatan tentang cara memodifikasi lingkungan yang baik

PRE PLANNING IMPLEMENTASI PADA KELUARGA LANSIA TN. S DENGAN HIPERTENSI KHUSUSNYA PADA NY. T DI RT 01 RW 03 KELURAHAN WONOLOPO

Disusun Oleh: SISKA DELIMA OKFITA G5A008052

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG SEMARANG 2010

PRE PLANNING IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA LANSIA DENGAN HIPERTENSI PADA Tn. S KHUSUSNYA PADA Ny.T DI KELURAHAN WONOLOPO KECAMATAN MIJEN

A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan pengkajian pada kunjungan ke II pada tanggal 15 Februari 2010 diperoleh data bahwa keluarga Tn. S mempunyai anggota keluarga yang menderita hipertensi yaitu Ny. T sering mengalami pusing dan badan pegal-pegal terutama setelah bangun tidur pada pagi harinya dan penglihatannya kabur. Klien dan keluarganya telah mengetahui tentang Hipertensi yang diderita oleh klien. Dari data yang diperoleh saat pengkajian melalui observasi dan wawancara dengan Ny.T dan keluarganya didapatkan data bahwa Ny.T kurang tahu cara perawatan pada penderita Hipertensi. Ny.T mengatakan tidak pernah mendapatkan informasi tentang penyakit Hipertensi dari petugas kesehatan. Keluarga mengatakan jarang memeriksakan ke dokter, tetapi kadang membeli obat penghilang pusing di warung/apotik dan kadang dibiarkan saja.

Dari data di atas teridentifikasi diagnosa keperawatan yang muncul adalah gangguan perfusi jaringan serebral pada Ny.T keluarga Tn.S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang menderita penyakit Hipertensi. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu tindakan keperawatan yang akan dilakukan adalah pendidikan kesehatan mengenai hipertensi. Setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai Hipertensi diharapkan keluarga Tn. S memperoleh informasi yang cukup mengenai Hipertensi sehingga keluarga mampu memberikan perawatan kepada Ny.T secara optimal.

B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 8 kali pertemuan dalam 7 hari diharapkan pemeliharaan kesehatan Hipertensi pada keluarga Tn. S menjadi efektif. 2. Tujuan Khusus Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 X 45 menit, diharapkan : a. Klien dan keluarga mampu menyebutkan pengertian Hipertensi. b. Klien dan keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala penyakit Hipertensi. c. Klien dan keluarga mampu menyebutkan perawatan penderita Hipertensi. d. Klien dan keluarga mampu menyebutkan komplikasi/ Hipertensi. e. Klien dan keluarga mampu menyebutkan cara perawatan pada penderita Hipertensi. f. Klien dan Keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah Hipertensi pada Ny.T

C. Metode Pelaksanaan Ceramah dan tanya Jawab D. Sasaran dan Target 1. Sasaran 2. Target : Keluarga Tn. S : Ny.T

E. Strategi Pelaksanaan 1. Pelaksanaan : Senin, 15 Februari 2010 2. Tempat 3. Waktu 4. Peserta : Rumah keluarga Tn. S di RW 03 Kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Semarang. : 45 menit : Keluarga Tn.S

F. Media dan Alat Bantu 1. Lembar Balik 2. Leaflet 3. Balpoint

G. Setting Tempat Keterangan :

: Keluarga

: Perawat

: Klien H. Susunan Acara NO 1. Tahap Pembukaan Waktu 5 menit Kegiatan a. Mengucapkan salam b. Mengklarifikasi telah disepakati. c. Apersepsi. kontrak yang Media

2.

Pelaksanaan

35 menit

a. Memberikan kesehatan

pendidikan Lembar mengenai penyakit balik

Hipertensi meliputi : Pengertian, Leaflet Tanda dan Gejala, Perawatan penderita Hipertensi dan yang

Komplikasi/Akibat ditimbulkan.

b. Memberikan kesempatan kepada keluarga untuk bertanya.

3.

Penutup

5 menit

a. Meminta keluarga menjelaskan kembali materi yang telah

didiskusikan. b. Memberikan reinforcement

positif terhadap keluarga atas jawaban yang benar. c. Memberikan leaflet. d. Mengakhiri pertemuan dengan salam. e. Membuat kontrak untuk

pertemuan berikutnya

I. KRITERIA EVALUASI 1. Evaluasi struktur a. Pre planning sudah disiapkan dua hari sebelum pelaksanaan b. Media sudah disiapkan dua hari sebelum pelaksanaan c. Kontrak waktu, tempat dan topik telah disepakati satu hari sebelum pelaksanaan 2. Evaluasi Proses a. Mahasiswa dapat menjelaskan dengan baik

b. Keluarga memperhatikan materi yang disampaikan c. Media yang digunakan dapat digunakan dengan baik d. Pendidikan kesehatan tentang Hipertensi berjalan lancar 3. Evaluasi hasil a. Klien dan Keluarga mampu menyebutkan pengertian Hipertensi. b. Klien dan Keluarga mampu menyebutkan 6 dari penyebab penyakit Hipertensi. c. Klien dan keluarga mampu menyebutkan 5 dari 6 tanda dan gejala penyakit Hipertensi. d. Klien dan Keluarga mampu menyebutkan perawatan penderita Hipertensi. e. Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 4 komplikasi penyakit Hipertensi.

Daftar Pustaka

Arif, M. dkk. (2002). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jakarta :

Media Aeculapius FKUI

Brunner & Suddart. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Jakarta : EGC Winarno Putu. (1990), Aneka Resep Obat Kuno Lengkap. Cv. Bitang Timur Offset : Surabaya

Lampiran Materi

HIPERTENSI

A. Pengertian Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah sistolik/diastolic yang tidak normal yaitu tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg.

B. Penyebab Penyebab dari Hipertensi dapat meliputi : 1. Tidak diketahui penyebabnya / keturunan (hipertensi primer) Faktor faktor resiko :

a. ras / suku bangsa b. umur c. kegemukan d. asupan garam yang tinggi e. riwayat hipertensi dalam keluarga f. stress g. merokok h. banyak minum alkohol 2. Disebabkan oleh penyakit lain (hipertensi sekunder) Antara lain penyakit : a. ginjal b. saraf c. tumor d. keracunan C. Tanda dan Gejala Tanda dan gejal penyakit Hipertensi dapat meliputi : 1. 2. 3. 4. Pusing Rasa berat di tengkuk Sukar tidur Rasa mudah lelah

5. 6. 7. 8. 9.

Cepat marah Telinga berdenging Gangguan penglihatan Mimisan Tanpa gejal

10. Sesak napas

D. Perawatan dan pencegahan Perawatan dan pencegahan penyakit hipertensi dengan cara perubahan gaya hidup antara lain dengan : 4. 5. 6. 7. Penurunan berat badan (Bila kegemukan). Pengurangan asupan/konsimsi garam (Diit Rendah garam). Menghindari faktor resiko, seperti : merokok, minum alcohol, makanan berlemak, makanan bersantan, stress. Olah raga/latihan jasmani teratur a. b. c. Bersifat terus menerus (kontinyu) Dilakukan minimal 3-4 kali seminggu Dilakukan minimal 30 menit/sesuai dengan kemampuan.

E. Komplikasi Komplikasi penyakit hipertensi dapat meliputi : 1. 2. Gangguan jantung Gannguan pada pembuluh darah otak (Stoke).

3. 4.

Gangguan pengl;ihatan Gangguan ginjal

Hipertensi

adalah

terjadinya sistolik

kenaikan tekanan

darah

(atas) 140 atau lebih dan tekanan diastolik (bawah) 90 atau lebih.

HIPERTENSI

1. Hipertensi ringan Jika tekanan darah sistoliknya 140 s/d 159 mmHg 2. Hiperetensi sedang Jika tekanan darah sistoliknya 160 s/d 179 mmHg 3. Hipertensi berat Jika tekanan darah sistoliknya 180 s/d 209 mmHg 4. Hipertensi sangat berat Jika tekanan darah sistoliknya lebih dari 210 mmHg

Hipertensi 1. Primer : keturunan, lingkungan (stres), penumpukan kalium dan garam, kegemukan, alkohol, dan merokok. 2. Sekunder : penyakit ginjal atau gangguan pembuluh darah

Peningkatan tekanan darah dan denyut nadi cepat Sakit kepala, pusing & terasa pegal atau berat pada bahu & tengkuk Nggliyer (vertigo), lemah dan gemetaran Sukar/ kurang tidur Mata berkunang-kunang Telinga berdenging Rasa mual dan muntah Kadang mimisan Mudah tersinggung atau perasaan ingin marah

1. Stroke 2. Gangguan ginjal 3. Jantung jantung) 4. Kelainan mata 5. Kematian cepat lelah (Penyakit

HIPERTENSI

CARA PENCEGAHAN DAN PERAWATAN hipertensi 1. Makanan Hindari konsumsi kopi berlebihan & alkohol Kurangi konsumsi garam (3 gr / 1 sdt per hari), asinan, makanan kaleng, bumbu penyedap. Kurangi makanan berkolesterol Pertahankan berat badan ideal Perbanyak makan sayur & buah Makan telur 1 butir & susu 1 gelas per hari

2. Lingkungan Kurangi aktifitas Menghindari stress

Olahraga dan minum obat teratur Tidak merokok

3. Periksa tekanan darah secara teratur, terutama jika dikenali tanda-tanda kenaikan darah

TRADISIONAL 1. Dari timun timun 2 buah dicuci dengan air mengalir diparut, disaring dan dapat diminum

2. Dari daun seledri ambil daun sledri secukupnya cuci sampai bersih dilumat sampai halus tambahkan air panas secukupnya dan disaring

minum ramuan ini 3kali sehari masing-masing 2 sendok makan

3. Dari bawang putih ambil 3 siung bawang putih tumbuk sampai halus tambahkan air matang secukupnya lalu disaring minum ramuan ini 1-2 kali sehari secara teratur

4. Dari belimbing wuluh ambil 3 buah belimbing wuluh tambahkan daun kemangi secukupnya cuci sampai bersih lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa separuhnya, disaring lalu diminum sebelum tidur

5. Dari daun salam Ambil 15 lembar dauan salam Kemudian rebus dengan air 3 gelas belimbing Tunggu hingga mendidih dan sampai aiar tinggal 1 gelas Diamkan dan minum 1 kali sehari

DAN PERAWATANNYA

PROGRAM PROFESI PENDIDIKAN NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2010