You are on page 1of 17

Bagian Ilmu Bedah Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

Referat

HEMATO !ERMIA

"isusun oleh # Kristanti Andarini $%&%&%'(%)*+

!em,im,ing # dr- M- Isha. Hardians/ah0 1- U

"i,awakan "alam Rangka Tugas Ke1aniteraan Klinik !ada Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Rumah akit Umum A,dul 2aha, 3ahranie

*%') BAB I !E4"AHU5UA4 '-' 5ATAR BE5AKA46 Hematospermia atau hemospermia adalah adanya darah pada semen.1-10 Hematospermia telah dikenal selama beberapa abad oleh peneliti seperti Hipocrates, Galen, Pare, Morgagni, Velpeau, Guyon, Fournier, yang telah dilaporkan di ! pada tahun 1"#$, oleh %ydston.6,&,10,11 Menurut se'arah,

hematospermia berkaitan dengan perilaku seksual seperti seks bebas, seks berlebihan, tidak seks dalam (aktu yang lama, atau koitus interuptus.),6,11 Hematospermia merupakan ge'ala memalukan yang memicu kecemasan yang luar biasa pada pasien laki-laki akti* seksual.1,$,6," Pasien dengan hematospermia sering takut akan kanker dan takut melakukan hubungan seksual.1,$ Hematospermia umumnya 'inak dan dapat sembuh sendiri, terutama pada laki-laki usia kurang dari $0 tahun tanpa *aktor risiko dan tidak ada ge'ala lain yang menyertai. Pasien dengan *aktor risiko atau ge'ala yang menyertai, berusia $0 tahun atau lebih, dan pasien dengan hematospermia persisten atau rekuren, memerlukan pemeriksaan lebih lan'ut dan mungkin perlu untuk diru'uk ke spesialis urologi.+,,,),6 -nsiden hematospermia di Poliklinik .a(at /alan .! 0 12! !amarinda pada tahun +010, +011, +01+, dan +01, berturut-turut sebanyak +, $, 1, dan , pasien. sia pasien dengan hematospermia pada tahun +01, adalah ,&, )+, dan )" tahun. 3arena masih adanya kasus hematospermia setiap tahun, untuk itu dalam re*erat ini akan di'elaskan secara dalam mengenai alur diagnosis dari pasien dengan hematospermia.

BAB II E!I"EMIO5O6I -nsiden hematospermia sulit diukur karena sebagian besar pria tidak memperhatikan semen mereka. 4amun, sebuah insiden hematospermia telah dilaporkan sebanyak 1 dari setiap ).000 pasien baru yang datang ke klinik ra(at 'alan urologi.,-) Paling sering pada rentang usia ,0-$0 tahun., 0ata yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh 5eung,et.al 6+01,7, di 3, terdapat ,00 pasien 61,)87 hematospermia selama ,0 bulan dari bulan Februari +00& sampai !eptember +00# yang diru'uk dari pelayanan primer ke spesialis urologi. Penelitian yang dilakukan oleh 9hao, et.al 6+01+7, di :hina, 'umlah pasien hematospermia yang berusia ;$0 tahun 6),87 lebih banyak dibandingkan dengan usia <$0 tahun 6$&87, dengan rentang usia 1) sampai &) tahun 6rata-rata $1,+ tahun7.

BAB III !ATOFI IO5O6I Penyebab pasti hematospermia tidak dapat ditemukan pada &08 pasien 6idiopatik7.,,$,),# Hematospermia dapat berkaitan dengan keadaan patologis dari kelen'ar prostat, =esikula seminalis, =as de*erens, duktus e'akulatorius, uretra, =esica urinaria, epididimis, atau testis.1,),",10 Hematospermia dapat disebabkan oleh karena perilaku, in*eksi, in*lamasi, struktural, iatrogenik, sistemik, penyebab =askular hingga keganasan 6>abel 17.1-+0 Ta,el '- !en/e,a, Hematos1ermia dan Karakteristikn/a'7*% Etiologi !erilaku8 - Masturbasi atau seks yang berlebihan ?pisode isolated hematospermia yang - !eks yang terputus - >idak ada akti=itas seksual dalam (aktu yang lama Infeksi8 - ?chinococcus 6'arang7 ropatogen gram 6@7 dan gram 6-7 - Mycobacterium tuberculosis 6'arang7 - !chistosoma 6'arang7 - -n*eksi menular seksual 6:hlamidia >rachomatis, 4eisseria Gonorrhea, Herpes simpleks =irus type 1 dan +, urethal human papiloma =irus7 Inflamasi - ?pididimitis - !istitis - Prostatitis - !eminal =esikulitis 4eo1lasti9 >umor 'inak dan ganas dari kandung >emuan abnormal pada pemeriksaan kemih, uretra, prostat, =esikula dan pencitraan Ge'ala iritasi genitouri, urinalisis positi* untuk in*lamasi, temuan mikrobiologi positi* Ge'ala iritasi genitouri, urinalisis positi* untuk in*lamasi, temuan mikrobiologi positi* dipicu oleh perilaku seksual Karakteristik

seminalis,

korda

spermatika,

epididimis, testis. truktural - /aringan prostat ektopik atau polip Gangguan berkemih prostat - 0uktus mullerian intraprostatic - Aatu prostat, kista, APH - !triktur uretra, *istula, di=erticula istemik - 1myloidosis - Gangguan perdarahan - Penyakit li=er kronik - Hipertensi tidak terkontrol berat Trauma $iatrogenik+8 - -n'eksi hemorroid - -n'eksi penis - Aiopsi prostat, terapi radiasi, > .P - -nstrumentasi uretra - Migrasi stent uretra :askular - Mal*ormasi arterio=ena perdarahan submukosa, ?pisode isolated hematospermia atau - Varises prostat dan bladder neck, hematospermia diserta hematuria. hemangioma, telangiectasis. 8 !en/e,a, hematos1ermia tersering Isolated hematos1ermia ; Hematos1ermia tan1a ge3ala lain /ang men/ertai atau etiologi /ang 3elasPada penelitian yang dilakukan oleh Aamberger, et.al 6+00)7 di -srael, didapatkan in*eksi urogenital sebanyak &)8 pada pasien hematospermia, dengan usia rata-rata ,, tahun. Mikroorganisme penyebab in*eksi tersebut antara lain Herpes !impleks Virus $+8, :hlamydia trachomatis ,,8, ?nterococcus *ecalis 1&8, dan reaplasma urealiyticum "8. !ch(artB, et.al 6+00)7 di -srael Hematospermia sementara yang berhubungan dengan trauma. Hematospermia dengan pen'elasan lain. yang berhubungan tanpa penyakit sistemik

menemukan ),&8 pasien yang terin*eksi !chistosoma haematobium mengalami hematospermia. Penelitian yang dilakukan 9hao, et.al 6+01+7 di :hina pada pasien dengan hematospermia diemukan abnormalitas sebanyak #$,"8 dengan menggunakan >ransrectal ltrasonography 6>. !7. 1bnormalitas ditemukan pada prostat 6)),+87, =esikula seminalis $C,,8, duktus e'akulatorius +#,C8, dan =esika urinaria 0,$8. 3eganasan diemukan ,8, dengan usia pasien <$0 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Han, et.al 6+00$7 di Missouri dan 5eung, et.al 6+01,7 di nited 3ingdom, ditemukan kanker prostat sebanyak 1,,&8 pada pasien hematospermia. sia rata-rata C1 tahun 6rentang usia $0-"# tahun7, dengan hasil pemeriksaan P!1 <,n*Ddl atau abnormal rectal toucher.

BAB I: "IA64O I

>u'uan dari penilaian klinis adalah untuk mengidenti*ikasi penyebab hematospermia yang signi*ikan atau dapat diobati.,,),& %andasan untuk e=aluasi yang komprehensi* mencakup anamnesis pasien dan pemeriksaan *isik. Gambar 1 menya'ikan sebuah algoritma untuk e=aluasi dari hematospermia.) 1namnesis dan pemeriksaan *isik, termasuk pemeriksaan genital dan rectal toucher

!ingkirkan pseudo-hematospermia 6misalnya hematuria, sumber darah dari pasangan seks7

1pakah ada ge'ala yang menyertai atau *aktor-*aktor risikoEF

>idak

5a

?pisode a(al atau sembuh sendiri !ingkirkan in*eksi, termasuk -M!

Persistent, .ecurrent, atau =olume yang banyak .u'uk ke rologi

Pemeriksaan penun'ang untuk mengidenti*ikasi kondisi yang mendasari

.esponsi* untuk Penanganan 1(alE

sia I$0 tahunH !ingkirkan kanker testis

>idak

5a

sia G$0 tahunH .u'uk ke rologi Memastikan !ingkirkan kanker 3embali prostat 86e3ala /ang men/ertai termasuk ge3ala konstitusi0 ge3ala ,erkemih0 dan n/eri genitourinari0 termasuk n/eri saat dan setelah e3akulasi- Faktor risiko

&

termasuk riwa/at kanker0 malformasi urogenital0 gangguan 1erdarahan0 trauma dan faktor risiko I K atau IM 0 se1erti ,aru sa3a ,e1ergian6am,ar '- Algoritma untuk Evaluasi Hematos1ermia<0(060'% A4AM4E I %angkah pertama dari anamnesis adalah menyingkirkan pseudohematospermia 6>abel +7 dengan menentukan 'ika hematuria disalahta*sirkan sebagai hematospermia atau 'ika darah mungkin berasal dari pasangan seksual pasien 6misalnya, bertanya tentang kemungkinan menstruasi pasangannya atau in*eksi genitourinari, dan sekitar perilaku seksual yang intens7.),& Ta,el *- Kemungkinan !en/e,a, !seudo7Hematos1ermia !en/e,a, Hematuria !emeriksaan "agnostik Urinalisis0 =T7I:! !enanganan Awal "io,ati a1a,ila ada indikasi um,er seksual Melanos1ermia $melanoma0 ke 1rostat0 3arang+ 1asangan =ondom sam1le test s1erma dari ahli

urologi atau nefrologi atau Menenangkan 1asien 3ika 3ika negatif kulit> Ru3uk ke Ahli Onkologi tan1a 3ika

di1erlukan !emeriksaan sangat atau 9hromatogra1h/0 di9urigai

metastasis Analisis semen dengan

!etelah benar dikon*irmasi, tiga *aktor utama membantu e=aluasi lan'ut hematospermiaH usia pasien, durasi ge'ala, dan adanya ge'ala yang menyertai atau *aktor risiko 6>abel , dan $7.) Penelitian yang dilakukan oleh 9hao,et.al 6+01+7 di :hina, durasi ge'ala ter'adi selama 1 hari sampai " tahun 6rata-rata ,,$ bulan7. !ebagian besar pria dengan hematospermia berusia I$0 tahun, mengalami ge'ala episode tunggal selama beberapa minggu atau bulan. .ekuren ter'adi pada usia yang lebih tua.&,",11

"

Hematospermia biasanya merupakan ge'ala tunggal, namun dapat disertai dengan hematuria, *rekuensi, disuria 6% >!7, dan atau nyeri scrotal.+,, !EMERIK AA4 FI IK Pada pasien hematospermia, dilakukan pemeriksaan tekanan darah, temperatur, pemeriksaan abdomen, pemeriksaan lengkap genital, termasuk rectal toucher prostat dan =esika seminalis.1,,,6,&,10 >ekanan darah tinggi, demam, dan takikardi mungkin menun'ukkan penyebab sistemik, seperti hipertensi berat tidak terkontrol, in*eksi, atau keganasan. Pemeriksaan urogenital harus dilakukan untuk menilai trauma, peradangan, discharge, dan lim*adenopati. Pemeriksaan skrotum menyeluruh penting untuk menge=aluasi peradangan, in*eksi, dan massa testis, epididimis, dan korda spermatika. Pemeriksaan rectal toucher diperlukan untuk memeriksa prostat untuk ukuran, nyeri, *luktuasi, simetri, ketegasan, dan nodularity.),& Pemeriksaan abdomen untuk menilai pembesaran hepar, spleen, atau gin'al.,,& !EMERIK AA4 5A4?UTA4 Pada kebanyakan pasien dengan ge'ala saluran kemih yang terus-menerus, urinalisis harus dilakukan dan pengu'ian untuk in*eksi genitourinari, termasuk -M! harus dipertimbangkan 6>abel ,7.+,) Minimal, e=aluasi laboratorium, seperti analisis urin, pemeriksaan darah lengkap, P> 1P>>, analisis semen, P!1 6pada pasien usia <$0 tahun7, dapat membantu diagnosis dan pasien dapat memiliki resolusi cepat dengan pengobatan.1,,,),6,10 4amun, ge'ala asosiasi dan temuan laboratorium tertentu memerlukan ru'ukan subspesialisasi dan inter=ensi cepat. :ontohnya, 'ika hasil pemeriksaan prostat abnormal atau 'ika kadar P!1 tinggi, biopsi prostat diindikasikan untuk menge=aluasi keganasan.),& rolog menggunakan beberapa alat tambahan untuk menge=aluasi pasien dengan hematospermia, termasuk urethrocystoscopy, transrectal ultrasonography 6>. !7 dengan atau tanpa e=aluasi =askular 0oppler, skrotum =aso=esical =esiculography, dan pel=ic angiography.1,$,),6,&,10,16-+1 !G, M.-, :>

Ta,el <- Evaluasi dan !enanganan Awal Isolated Hematos1ermia( "iagnosis "iferensial !enilaian "iagnostik E1isode !ertama Hematos1ermia8 !eks atau masturbasi rinalisis kerasJ seks terputusJ tidak melakukan seksual yang lama -M! in*eksi saluran kemih APH
@

!enanganan Awal ?dukasi pasien

hubungan (aktu pengu'ian berdasarkan risiko urinalisis dan kultur indeks 1merican rological 1ssociation symptomJ .u'uk ke urolog untuk residual post=oid P!1 -M! obati berdasarkan

dalam

indikasi, edukasi obati berdasarkan indikasi, edukasi monitoring dan

pengobatan *armakologi

:a prostat

biopsi prostat Hematos1ermia 1ersisten0 rekuren0 atau volume tinggi Vaskular rinalisis .u'uk ke urolog untuk >umor 0iatesis Perdarahan rinalisis, sitologi urin Prothrombin time, partial thromboplastin time, *ulgurasi .u'uk ke urolog obati berdasarkan indikasi

hitung darah lengkap 8"arah sedikitn/a @'% kali e3akulasi atau @'* minggu
A

!ada 1asien )% tahun atau le,ih Ta,el )- Evaluasi dan !enanganan Awal Hematos1ermia dengan Kondisi dan 6e3ala Men/ertai(0'*0'<0') 6e3ala atau kondisi /ang "iagnosis "iferensial !enilaian "iagnostik !enanganan Awal

men/ertai >rauma !el* -n*licted

1brasi Aenda 1sing

rinalisis rinalisis, urin 'ika

Monitor kultur .u'uk ke urologi ada untuk endoskopi 10

Fistula 1rterio=enous -atrogenic >rauma, in*lamasi, in*eksi

indikasi -

.u'uk ke urologi untuk pemeriksaan doppler penis kultur Monitor, ada antiin*lamasi atau antibiotik 'ika ada indikasi, pertimbangkan .u'uk ke urologi Kbati 'ika ada indikasi, pertimbangakan ru'uk ke urologi

rinalisis, atau urin 'ika indikasi

-n*eksi -n*lamasi Genitourinari

atau -!3 atau -M!

rinalisis, pemeriksaan -M!

Prostatitis

Pemeriksaan %okalis sperma rinalisis, tanpa dengan atau tanpa kultur

?pididimitis

kultur !G 1lpha Alocker

urin dengan atau doppler scrotal indeks 1merican rological 1ssociation post=oid rinalisis

Ge'ala Aerkemih

APH

dengan atau tanpa )-alpha reduktase

symptomJ residual inhibitor 0is*ungsi Aladder 4eck :a prostat !triktur retra !istitis saat Prostatitis 1lpha Alocker

P!1 .u'uk ke urologi rinalisis, residual .u'uk ke urologi post=oid rinalisis Pemeriksaan %okalis atau tanpa kultur 11 .u'uk ke urologi Kbati 'ika ada

4yeri e'akulasi

dengan indikasi

Kbstruksi dukstus e'akulatori batu, polip, Gangguan !istemik kista Hipertensi striktur, tumor,

sperma !G transrectal .u'uk ke urologi

oleh atau M.- prostat

>ekanan serum urinalisis

darah, Kbati kreatinin, dasar dengan

gangguan

Luanti*ikasi Gangguan Perdarahan protein Prothrombin time, partial thromboplastin time, hitung 3eganasan H-V, immunosuppresi Penyakit li=er lengkap hitung darah darah

lengkap H-V screening, puri*ied deri=ati=e :omplete metabolic panel, Kbati 'ika ada hepatitis panel Puri*ied protein deri=ati=e testing, urine acid-*ast bacillus, chest radiography :>--VP, analisis urin, semen, dan *eses !chiostoma untuk protein

.i(ayat per'alanan terpapar atau

>uberkulosis

indikasi atau ru'uk ke ahli in*eksi

!chistosomiosis

1+

BAB : TERA!I /ika kondisi yang ditemukan idiopatik, penting untuk men'elaskan secara detail ke pasien, agar mengurangi kecemasannya.,,& /ika pengobatan diperlukan, harus ditu'ukan pada etiologi.,,),6,10,16 1ntibiotik yang tepat diindikasikan pada pasien dengan in*eksi urogenital. /ika in*eksi dicurigai, namun tidak ada yang ditemukan, pengobatan empiris dua minggu dengan antibiotik yang menembus sa(ar darah-prostat 6misalnya, *luoroLuinolones, doMycycline, trimethoprim, trimethoprimD sul*amethoMaBole NAactrim, !eptraO7 mungkin berman*aat, dengan tindak lan'ut 'ika ge'ala kambuh atau persisten.) Penyebab iatrogenik hematospermia biasanya menghilang secara spontan dalam beberapa minggu atau sekitar 10 kali e'akulasi. Pengobatan lain untuk hematospermia adalah biasanya dimulai di ba(ah arahan dari urolog, dan termasuk endoskopi transurethral reseksi, sayatan, *ulguration, atau marsupialiBation.)

1,

BAB :I FO55O2 U! 3ebanyakan pria dengan penyebab mudah diobati dari hematospermia tidak perlu tindak lan'ut. Pria dengan hematospermia berulang atau persisten terisolasi atau laki-laki dengan ge'ala dengan etiologi tidak 'elas memerlukan tindak lan'ut dalam (aktu tiga sampai enam bulan untuk menilai kembali ge'ala dan *aktor etiologi potensial. 'ika respon terhadap pengobatan atau bermasalah terkait ge'ala atau temuan harus segera ru'uk ke urolog 6>abel )7.) Ta,el (- Indikasi Hematos1ermia "iru3uk Ke Urolog( Berdasarkan ge3ala# Hematospermia dengan nyeri genitourinari Hematospermia dengan ge'ala berkemih .ecurrent, persistent, high-=olume Hematospermia Berdasarkan Evaluasi# >emuan pemeriksaan abnormal yang mengarah ke tumor atau masalah struktur 1$

P!1 yang abnormal rinalisis abnormal 6hematuria, pyuria steril7 Aenda asing, Migrasi stent Mal*ormasi =askular Berdasarkan Kurangn/a res1on !enatalaksanaan Awal# Ge'ala atau temuan pemeriksaan yang persisten

"AFTAR !U TAKA 1. 9hao, H., %uo, /., 2ang, 0., %u, /., 9hong, 2., 2ei, /., et al. 6+01+7. >he Value o* >ransrectal +. ltrasound in >he 0iagnosis o* Hematospermia in a %arge :ohort o* Patients. Journal of Andrology , 33 6)7, "#&-#0,. 5eung, !eeley, /. P., P !mith, G. 6+01,7. Haematospermia as a presenting symptomH Kutcomes o* in=estigation in ,00 men. The Surgeon, Journal of the Royal Colleges of Surgeons of Edinburgh and Ireland , ,)-,". ,. 1khter, 2., 3han, F., P :hineg(undoh, F. 6+01+, 1ugust7. !hould ?=ery Patient 2ith Hematospermia be -n=estegatedE 1 :ritical .e=ie(. Central European Journal of Urology , &#-"+. $. HosseinBadeh, 3., .emer, ?. M., %eyendecker, /. .., ?berhardt, !. :., Friedman, A., Fulgham, P. F., et al. 6+01+7. Hematospermia. ACR Appropriateness Criteria. ). !te*ano*ic, 3. A., Gregg, P. :., P !oung, M. 6+00#7. ?=aluation and >reatment o* Hematospermia. American 1$+&. amily !hysician , "# 61+7, 1$+1-

1)

C. &. ".

>origian, 0. 1., P .amchandani, P. 6+00&7. HematospermiaH -maging Findings. 3$, +#Q$#. 3umar, P., 3apoor, !., P 4argund, V. 6+00C7. Haematospermia - a !ystematic .e=ie(. Ann R Coll Surg Engl 6""7, ,,#-,$+. Aamberger, ?., Madeb, .., !teinberg, /., PaB, 1., !atinger, %., 3ra-KB, 9., et al. 6+00)7. 0etection o* !eMually >ransmiitted Pathogens in Patients (ith Hematospermia. I%AJ , &, ++$-++&.

#.

!ingh, -. 6+00)7. >he !anguineous !perm 6Hemospermia7 - :urrent 1ppraisal and .e=ie(. Indian J Surg , '& 6C7, ,0+-,0&.

10. Munkel(itB, .., 3rasnokutsky, !., %ie, /., !hah, !. M., Aayshtok, /., P 3han, !. 1. 61##&7. :urrent Perspecti=e on HematospermiaH 1 .e=ie(. Journal of Andrology , (" 617, C-1$. 11. Mulhall, /. P., P 1lbertsen, P. :. 61##)7. Hemospermia H 0iagnosis and Management. Urology , )' 6$7, $C,. 1+. :lose, :. F., 5eo, 2. 2., P .amsay, %. ?. 61##17. >he 1ssociation Aet(een Haemospermia and !e=ere Hypertension. !ostgrad %ed J 6C&7, 1)&-1)". 1,. !uBuki, 3., 4ishimi, 0., Morioka, H., P >akanami, M. 6+00&7. Hematospermia 1ssociated 2ith :ongenital 1rterio=enous Mal*ormation o* -nternal -liac Vessels. International Journal of Urology 61$7, ,&0-,&+. 1$. !ch(artB, ?., Pick, 4., !haBberg, G., P Potasman, -. 6+00+7. Hematospermia 0ue to !chistosome -n*ection in >ra=elersH 0iagnostic and >reatment :hallenges. Clinical Infectious *iseases 6,)7, 1$+0-1$+$. 1). Merrick, G. !., 2allner, 3., Autler, 2. M., %ie*, /. H., P !utlie*, !. 6+0017. !hort-term !eMual Function a*ter Prostate Arachytherapy. Int+ J+ Cancer ,Radiat+ -ncol+ In.est/ 6#C7, ,1,-,1#. 1C. Papp, G. 3., HoBnek, 1., Hegedus, M., P /uhasB, ?. 61##$7. Hematospermia. Journal of Andrology , (0, ,1!-,,!. 1&. Furuya, !., Kgura, H., !aitoh, 4., >sukamoto, >., 3umamoto, 5., P >anaka, 5. 61###7. HematospermiaH 1n -n=estigation o* >he Aleeding !ite and nderlying %esions. International Journal of Urology , ', ),#-)$". 1". 1hmad, -., P 3rishna, 4. !. 6+00&7. Hemospermia. The Journal of Urology , (&& 6)7.

1C

1#. Han, M., Arannigan, .., 1ntenor, /., .oehl, 3., P :atalona, 2. 6+00$7. 1ssociation o* Hemospermia (ith Prostate :ancer. The Journal of Urology , (&$ 6C7. +0. Meng, M., P 2erbo**, %. 6+0007. Hematospermia as the presenting symptom o* metastatic malignant melanoma o* unkno(n primary origin. Urology , 0' 6+7. +1. Manoharan, M., 1yyathurai, .., 4ieder, 1., P !olo(ay, M. 6+00&7. Hemospermia Follo(ing >ransrectal ltrasound-Guided Prostate AiopsyH a Prospecti=e !tudy. !rostate Cancer and !rostatic *iseases 6107, +",-+"&. ++. Rin-ru, 9., Aao-'un, G., 5ue-min, R., .ong, :., /iong, 9., P 5ong, S. 6+00"7. >ransrectal ultrasonography-guided transperineal bilateral seminal =esicle puncture and continuous irrigation *or the treatment o* intractable hematospermia. Chinese %edical Journal , ($( 6117, 10)+-10)$. +,. Prando, 1. 6+00"7. ?ndorectal Magnetic .esonance -maging in Persistent Hemospermia. International 1ra2 J Urol , 3) 6+7, 1&1-1&#. +$. Ring, :., 9hou, R., Rin, %., Hu, H., %i, %., Fang, /., et al. 6+01+7. Prospecti=e trial comparing transrectal ultrasonography and transurethral seminal =esiculoscopy *or persistent hematospermia. International Journal of Urology , (3, $,&Q$$+.

1&