You are on page 1of 8

PEMBERIAN CAIRAN

Cairan yang diberikan pada penderita DBD dapat berupa larutan kristaloid, larutan koloid atau produk darah sel pembeku darah, plasma, darah segar, atau packed cell.

Pemberian cairan Terapi rehidrasi oral

Mekanisme kerja

Dosis

Keuntungan Tidak perlu rawat inap

Mempertahankan Sebanyak volume intravaskuler penderita masih dan mengatasi mampu minum perembasan cairan Mempertahankan Bervariasi antara volume intravaskuler 5-20 ml/kg/jam dan mencegah syok akibat perembesan cairan dari sirkulasi

Kristaloid isotonik intravenus infus

Mencegah /mengatasi syok penyebab kematian pada infeksi dengue yang berat Mencegah /mengatasi syok penyebab kematian pada infeksi dengue yang berat

Infus cairan Mempertahankan Bervariasi antara koloid intravenus dan memperbaiki 5-20 ml/kg/jam volume intravaskuler dan mencegah syok akibat perembesan cairan

Menurut PAHO dan WHO

Pemberian cairan Mekanisme kerja Dosis


Transfusi konsentrat sel pembeku darah Memperbaiki trombositopeni berat bervariasi

Keuntungan
Mengatasi trombositopeni berat dan mencegah/menga tasi perdarahan

Plasma beku segar

Memperbaiki koagulopati dengan mengganti faktor pembeku Mengganti volume darah pada penderita demam dengue dengan perdarahan yang tak lazim

Bervariasi, sekitar Mengatasi syok 4U/hari jika tahan akibat perembesan plasma pada DBD bervariasi Mengatasi syok akibat perdarahan yang tak lazim

Darah atau packed cell

Jenis cairan (rekomendasi WHO)


Kristaloid :
larutan ringer laktat (RL) Larutan ringer asetat (RA) Larutan garam faali (GF) Dekstrosa 5% dalam larutan ringer laktat (D5/RL) Dekstrosa 5% dalam larutan ringer asetat (D5/RA) Dekstrosa 5% dalam larutan ringer asetat (D5/ LGF)

Koloid : Dekstran 40, plasma, albumin

3 golongan cairan koloid : 1. Dekstran Larutan 10% dekstran 40 dan larutan 6% dekstran 70 isotonik dan hiperonkotik menambah volume intravaskuler oleh karena akan menarik cairan ekstravaskuler. Efek volume 6% dekstran 70 dipertahankan 6-8 jam, sdngkn vol 10% dekstran 40 3,5-4,5 jam Larutan tsb mengganggu mekanisme pembekuan darah dengan mengganggu fungsi trombosit dan menurunkan jumlah fibrinogen serta faktor VII, terutama bila diberikan lebih dari 1000 ml/24 jam

2) Gelatin Haemasel dan gelafundin larutan gelatin isotonik dan isoonkotik. Efek volume larutan gelatin menetap 2-3 jam dan tidak mengganggu mekanisme pembekuan darah

3. Hydroxy ethyl starch (HES) 6% HES 200/0,5 ; 6% HES 200/0,6 ; 6% HES 450/0,7 lar isotonik dan insonkotik 10% HES 200/0,5 isotonik dan hiponkotik
Efek volume 6% HES 200/0,5 menetap 4-8 jam ; 6% HES 200/0,6 dan 6% HES 450/0,7 menetap 812 jam Gangguan mekanisme pembekuan tidak akan terjadi bila diberikan <1500cc/24 jam. Efek ini terjadi karena pengenceran dengan penurunan hitung trombosit sementara, perpanjangan waktu protrombin dan waktu tromboplastin parsial, serta penurunan kekuatan bekuan

SUMBER Hadinegoro, Sri Rejeki H. Tata Laksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta : Depkes RI 2004 Soedarto. 2012. Demam Berdarah Dengue. Jakarta : Sagung Seto