You are on page 1of 15

ii

Kata Pengantar
Segala puji dan syukur penulis haturkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang
diberikan pada mahasiswa Universitas Negeri Jakarta jurusan Sosiologi. Selain itu, makalah ini
dibuat untuk mengetahui hubungan tulisan tangan dan kepribadian.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bimbingan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena
itu, dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan moril kepada penulis.
2.Dra. Rr. Ponco Dewi K.S., mm selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia yang
telah memberikan pengarahan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
3. Pihak-pihak lain yang telah memberikan semangat kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik namun tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu
Penulis juga berterimakasih kepada semua pihak yang terkait dalam penulisan makalah ini yang
tak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis berharap makalah ini akan bermanfaat bagi para pembaca.


Jakarta, Mei 2014

Penulis
iii

DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................i
Kata Pengantar...................................................................................................ii
Daftar Isi..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah.........................................................................................1
1.2 Perumusan Masalah........................................................................................2
1.3 Pembatasan Masalah.......................................................................................2
1.4 Manfaat Makalah............................................................................................2
1.5 Tujuan...........................................................................................................2
1.6 Metode Penulisan............................................................................................2
1.7 Sistematika Penulisan......................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................3
2.1 Sejarah Grafologi.............................................................................................3
2.2 Analisis tulisan tangan......................................................................................4
2.3 Keterbatasan grafologi......................................................................................7
2.4 Penggunaan grafologi......................................................................................8

BAB III PENUTUP..............................................................................................10
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................10
3.2 Saran..............................................................................................................10

Daftar Pustaka.....................................................................................................11



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk mengetahui kepribadian seorang individu dapat dilihat dari ekspresi dan gerak tubuh
ataupun tulisan. Tulisan terbagi atas tulisan tangan, tanda tangan dan gambar. Menulis adalah
salah satu hal yang amat sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua orang
dapat menulis dengan baik. Namun, tulisan tangan dari setiap orang berbeda dengan orang yang
lain. Tulisan tangan yang berbeda-beda bisa menjadi ciri khas seorang individu.
Menulis adalah kegiatan alam sadar yang dipengaruhi oleh alam bawah sadar manusia. Setiap
tulisan tangan dipengaruhi oleh perasaan dan pikiran orang yang menulis. Tulisan seorang
individu juga ikut berubah ketika perasaannya berubah. Karena adanya pengaruh alam bawah
sadar, tulisan tangan juga dapat mencerminkan kepribadian penulisnya dan situasi yang tengah
dialami oleh penulis. Ketika seorang marah ataupun senang, perasaannya tercemin ke dalam
tulisannya karena setiap menulis, individu berada dalam pengaruh emosi yang mendikte suasana
hati pada saat penulisan. Otak mengirimkan instruksinya melalui sistem syaraf motorik kepada
tangan untuk menulis.
Pengaruh tulisan tangan terhadap kepribadian seorang individu telah banyak dipelajari oleh para
ahli sehingga dapat terlihat hubungannya dengan kepribadian. Ilmu yang mempelajari tulisan
tangan disebut grafologi, sedangkan ahli yang mempelajari ilmu tersebut disebut grafolog.
1.2 Perumusan Masalah
Berikut beberapa hal yang dirumuskan sebagai masalah dalam hal mengetauhi kepribadian
seorang individu melalui tanda tangan, tulisan dan gambar.
1.2.1 Bagaimana hubungan tulisan tangan dengan kepribadian seorang individu?
1.2.2 Adakah hubungan antara tanda tangan dengan kepribadian seorang individu?
1.2.3 Bagaimana hubungan gambar dengan kepribadian seorang individu?
1.3 Pembatasan Masalah
Penulis membatasi masalah yang akan dibahas dalam makalah ini pada hubungan antara tulisan
tangan dengan kepribadian karena keterbatasan waktu.
1.4 Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.4.1 Memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
2

1.4.2 Mengetahui hubungan antara tulisan tangan dengan kepribadian seorang individu
1.5 Manfaat penelitian
Diharapkan pembaca dapat menganalisis kepribadian seorang individu melalui tulisan tangan
serta mengetahui manfaat dan pemakaian grafologi secara benar dalam kehidupan sehari-hari
melalui makalah ini
1.6 Metode Penulisan
Dalam makalah ini penulis menggunakan studi kepustakaan dan sumber referensi lainnya guna
membahas hubungan tulisan tangan dengan kepribadian seorang individu.
1.7 Sistematika Penulisan
Makalah ini tersusun atas 3 bab. Bab pertama, Pendahuluan, terdiri dari 7 subbab. Bab kedua,
Pembahasan, terdiri atas 4 subbab. Bab terakhir, Penutup, terdiri dari 2 subbab.
















3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Grafologi
Selama berabad-abad, para ilmuwan dan sastrawan seperti Walter Scot dan Shakespeare
mempercayai bahwa kepribadian seorang individu dicerminkan melalui tulisan tangannya.
Tulisan tangan adalah representasi gambaran diri dan karakter seorang individu. Tulisan tangan
muncul dari alam bawah sadar, sehingga setiap goresan dan tarikan yang ditorehkan pada kertas
sedikit banyak dapat menunjukkan karakter dan kepribadian penulis.
Setiap kata yang terucap adalah simbol pengalaman mental seorang individu. Setiap kata yang
tertulis adalah lambang dari kata yang terucap. Sebagaimana setiap orang memiliki suara yang
berbeda, setiap orang juga memiliki tulisan tangan yang berbeda (Aristoteles)
Ilmu yang mempelajari tulisan tangan dikenal dengan grafologi. Grafologi adalah sebuah seni
kuno yang pertama kali digunakan pada peradaban Cina, peradaban Romawi, dan para Biarawan
abad pertengahan. Ulasan tentang tulisan tangan pertama kali muncul di abad ke-17 dengan judul
Ideographia. Selanjutnya diikuti dengan terbitnya buku yang menjelaskan bagaimana
mengungkap sifat seorang individu melalui tulisan tangannya oleh Camillo Baldi, seorang dokter
dan ahli filsafat dari Capri pada tahun 1622.
Metode penelitian modern dalam analisis tulisan tangan dilakukan oleh pendeta Perancis yang
memberikan definisi tentang aspek penting ilmu grafologi di abad ke-17, setelah melakukan
penelitian selama 30 tahun. Penelitian mereka tentang analisis tulisan tangan dipublikasikan
pertama kali pada tahun 1872 dan sampai saat ini masih menjadi refrensi bagi orang-orang yang
ingin mempelajari tulisan tangan.
Istilah grafologi digunakan pertama kali oleh orang Perancis bernama Michon pada tahun 1875,
kata grafologi diambil dari bahasa Yunani, grapho yang berarti saya menulis dan logos yang
berarti teori atau ilmu.
2.2 Analisis tulisan tangan
Terdapat tiga unsur utama yang terkandung dalam tulisan tangan seorang individu, yaitu ruang,
coretan atau garis, dan bentuk. Ketiganya adalah tritunggal atau tiga hal yang berbeda tetapi
tidak dapat terpisahkan karena adalah satu kesatuan. Tiga dasar itu adalah ruang, goresan atau
garis dan bentuk.
2.2.1 Ruang
4

Ruang adalah tempat di mana seorang individu menulis. Media yang paling sering dijadikan
ruang untuk menulis adalah lembaran kertas. Dalam grafologi ruang adalah simbol kebebasan
dan juga pembatasan. Ruang mencerminkan ruang sosial atau lingkungan penulis dan cara
seorang individu berinteraksi dengan ruang sosial. Ruang sosial tidak hanya terbatas pada
lingkungan fisik.
Besar kecilnya suatu tulisan dapat ditentukan dengan membandingkan antara tulisan seorang
individu dengan tulisan orang lain atau proporsinya dengan ruang yang tersedia.
Seorang individu yang mempunyai ukuran tulisan yang besar dapat berarti individu tersebut
adalah seorang yang out-going atau orang yang terbuka terhadap pergaulan di sekelilingnya,
percaya diri, kurang konsentrasi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cenderung sombong, ingin
menonjolkan diri, dan butuh perhatian. Ketika menghadapi suatu persoalan, mereka akan
menangkap masalah secara keseluruhan baru kemudian melihat masalah secara rinci.
Berbeda dengan individu yang memiliki ukuran tulisan yang kecil akan lebih cenderung individu
yang reclusive atau malu-malu dalam bergaul, memiliki tingkat konsentrasi tinggi, lebih menarik
diri dari pergaulan, dan instropektif. Pola pikirnya lebih mengutamakan melihat masalah secara
rinci sebelum melihatnya secara keseluruhan.
Tulisan yang condong ke kiri menandakan individu yang bersifat introvert dan membatasi diri
dari pergaulan. Tulisan seorang individu yang terlalu ke kiri menandakan indikasi adanya
depresi, ketakutan, terlalu menahan diri atau hati-hati. Penyesuaian diri dengan lingkungan luar
kurang baik.
Sementara itu, tulisan yang condong ke kanan ruang adalah individu yang ekstrovert dan
berorientasi ke arah luar dan berkecenderungan selalu ingin berkembang dan aktif. Pikiran,
perasaan, dan tindakan individu tersebut amat dipengaruhi oleh lingkungan luar, baik sosial
maupun non-sosial.
Batas atas ruang yang sempit dapat diartikan penulis adalah seorang individu yang menyukai
formalitas. Sementara batas atas yang lebar menandakan individu tersebut cenderung menarik
diri dan menjaga jarak dengan orang lain.
Batas bawah ruang yang lebar menggambarkan individu memiliki karakter yang idealis, kurang
bersahabat, dan mementingkan tampilan luar saja. Batas bawah yang lebar juga berarti individu
tersebut memiliki trauma emosional. Batas bawah yang sempit menandakan kesentimentilan,
materialistik, mudah lelah, dan kurang bisa berkomunikasi.
Tulisan tangan dapat memiliki arah secara horisontal maupun vertikal. Secara horizontal ada tiga
arah utama, yaitu ke arah kiri, tegak lurus, dan ke arah kanan. Secara vertikal terbagi atas tiga
bagian, yaitu bagian atas, tengah, dan bawah.
5

Tulisan tangan seorang individu yang yang miring ke kanan menyimbolkan individu tersebut
menyukai keterlibatan perasaan dalam berhubungan dengan individu lain namun cenderung tidak
berpikir panjang. Tulisan tangan yang tegak lurus menandakan individu sangat menjunjung
tinggi kemandirian.
Sementara itu, tulisan yang miring ke kiri menandakan individu tersebut adalah pribadi yang
protektif dan bersifat yang rasional. Apabila tulisan bercampur antara miring ke kanan dan ke
kiri, menunjukkan individu tersebut adalah pribadi yang ambivalen pemikirannya selalu
bercabang dan cenderung sulit untuk menentukan sesuatu dalam sikapnya terhadap kehidupan.
Bagian atas dari tulisan tangan seorang individu menandakan intelektualitas, imajinasi, ambisi,
idealisme dan spiritual. Ketika instrumen tulisan tangan seorang individu memasuki bagian atas,
tangan dipengaruhi oleh otot ekstensor. Hal ini merupakan gerakan keluar dari tubuh penulis dan
menandakan alam psikologi refleksi dan meditasi, tentang pemikiran yang tidak dipengaruhi oleh
hal-hal materialistik.
Bagian bawah menggambarkan keinganan, nafsu, dan dorongan fisik. Ketika penulisan masuk ke
bagian bawah, tangan dipengaruhi oleh otot-otot fleksor dan adalah suatu gerakan yang
mengarah pada tubuh penulis. Bagian bawah menyimbolkan area psikologi insting primitif dan
materialistik.
Di antara bagian atas dan bagian bawah terdapat bagian tengah yang berkaitan dengan
pendekatan mental dan sosial menyimbolkan keseimbangan antara alam insting dan sosial
kepribadian, keseimbangan dinamis, penyesuaian praktis yang dibutuhkan oleh setiap makhluk
hidup. Bagian tengah juga merepresentasikan ego. Ketiga bagian ini haruslah seimbang.
Ia yang baik dengan dirinya sendiri harus menyesuaikan ketiga prinsip itu. Ibarat 3 nada yang
harmonis, yakni tinggi, sedang, rendah. (Plato)
Sebagian besar tulisan terdiri dari huruf tengah. Huruf-huruf atas dan bawah adalah huruf-huruf
yang melewati, ke atas atau ke bawah, bagian tengah setiap huruf. Secara umum, huruf atas atau
bawah yang terlalu panjang mengindikasikan dominasi dari kepribadian yang agresif, keras, dan
suka ikut campur.
Garis huruf-huruf atas yang panjang adalah gambaran pribadi yang penuh ambisi, cerdas dan
orang yang berorientasi tujuan. Walaupun demikian, mereka cenderung kekanak-kanakan. Tetapi
jika garisnya terlalu panjang dan tidak proporsional, itu menandakan adanya harapan-harapan
tidak realistik yang ingin dicapai oleh penulis.
Jika terdapat lingkaran yang berukuran proporsional pada bagian huruf atas, ini mengindikasikan
orang yang suka berpikir secara realistis dan menggunakan imajinasi mereka dengan tidak
berlebihan. Namun, jika terdapat lingakaran yang besar, mengindikasikan pribadi yang
cenderung berimajinasi dan melebih-lebihkan sehingga terlihat tidak realistik.
6

Garis bawah yang lurus menandakan penulis adalah orang yang tidak sabaran dalam
mengerjakan sesuatu. Garis bawah yang amat panjang biasanya dimiliki oleh penulis yang amat
menaruh perhatian pada masalah keuangan. Huruf tengah yang tertarik ke bagian atas atau
bagian bawah mengindikasikan penekanan kepribadian.
2.2.2 Garis
Semua aktivitas yang dilakukan oleh individumembutuhkan energi. Menurut penggunaannya
energi terbagi menjadi dua jenis, yaitu energi fisik dan energi psikis. Energi fisik adalah energi
yang digunakan ketika kita bergerak dan melakukan sesuatu. Sedangkan energi psikis adalah
energi yang digunakan untuk berpikir.
Pada saat melakukan gerakan-gerakan psikomotorik, seperti menulis, akan dipengaruhi oleh
kondisi kognisi, emosi, dan kekuatan dorongan yang ada pada dirinya. Oleh karena itu, pada saat
menulis energi fisik dan psikis digunakan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Jadi tebal
tipisnya suatu tulisan tidak hanya dipengaruhi oleh gerakan tangan yang kuat semata, vitalitas
energi psikis juga memberi pengaruh.
Tekanan terbagi menjadi dua, yaitu tekanan primer dan tekanan sekunder. Tekanan primer
adalah tekanan yang dihasilkan pada kertas. Tekanan primer mengindikasikan kekuatan dan
vitalitas. Tekanan primer dapat dianalisis melalui perbedaan antara garis atas yang lebih tipis
dibandingkan garis bawah.
Tekanan yang kuat dan garis yang tebal mengindikasikan sifat yang penuh semangat dan sensual
penulisnya, juga komitmen yang tinggi serta cara penulis memandang sesuatu dengan serius.
Tetapi jika tekanannya terlihat amat kuat, itu pertanda penulis memiliki karakter yang mudah
tersinggung. Ia akan bereaksi cepat terhadap segala sesuatu yang dianggap kritik terhadap
dirinya atau hal yang ia lakukan.
Tekanan yang ringan mengindikasikan karakter yang sensitifitas terhadap atmosfir dan empat
terhadap orang lain, serta sifat kritis pembuatnya. Tetapi jika tekanannya tidak sempuran, itu
menunjukkan tiadanya vitalitas atau semangat hidup. Tekanan yang sedang mengindikasikan
kepribadian yang seimbang.
Akhir goresan yang terhenti mendadak yang jika diteruskan akan membentuk sebuah garis yang
panjang menunjukkan kemampuan penulis yang kuat untuk mengendalikan diri. Goresan huruf
yang berakhir dengan lembut mengekspresikan kepribadian penulis tanpa kemarahan.
Alur tulisan mencerminkan pola pikir penulis. Tulisan yang cenderung tertarik ke atas
menunjukkan sifat spiritual atau imajinatif penulis. Tulisan yang sebagian tertarik ke atas dan
sebagian tertarik ke bawah disebut tarikan faktual. Pada tulisan seperti ini seluruh bagian yang
mengolah logika digunakan. Tulisan ini mencerminkan sifat bijaksan penulis. Tulisan yang
7

cenderung tertarik ke bawah dipengaruhi oleh naluri. Tulisan ini menceminkan rasa senang
penulis terhadap alam dan kedekatan dengan binatang.
2.2.3 Bentuk
Tulisan memiliki suatu bentuk yang dominan yang banyak terlihat pada tulisan itu sendiri.
Bentuk tulisan terbagi mejadi empat bentuk utama, yaitu lingkarang, segi empat, segitiga, dan
garis berlekuk tak beraturan atau kurva.
Tulisan berbentuk lingkaran memiliki ciri-ciri garis melengkung di lekukan huruf-hurufnya.
Bentuk lingkaran terlihat pada huruf o, a, e, dan g. Makna utama dari bentuk lingkaran adalah
kebutuhan akan kasih sayang. Bentuk lingkaran juga mencerminkan rasa cinta damai dan cinta
keselarasan sang penulis.
Bentuk segi empat amat sering muncul pada huruf h, m, n, r, p, u, dan w. Bentuk segi empat
mengindikasikan penulis adalah orang yang normatif yang amat menjunjung tinggi aturan-aturan
dan kedisiplinan. Kebutuhan akan rasa aman akan menjadi amat berpengaruh bagi orang yang
memiliki bentuk tulisan segi empat.
Karakter bentuk segitiga dapat muncul di semua huruf. Ciri-ciri bentuk ini adalah terdapat sudut-
sudut tajam pada tulisannya. Bentuk segitiga adalah simbol kekuatan atau kekuasaan dan seks.
Orang yang memiliki bentuk tulisan segi empat memiliki kebutuhan akan kekuasaan atau
mengatur orang lain. Bentuk segi empat juga mencerminkan kedalaman dan ketajaman berpikir.
Bentuk garis berlekuk tak beraturan atau kurva dapat terlihat di setiap huruf. Orang yang
memiliki bentuk tulisan kurva memiliki daya imajinasi yang tinggi, motivasi yang besar, dan
pembenci rutinitas.
2.3 Keterbatasan grafologi
Grafologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang amat berguna untuk menganalisis kepribadian
seorang individu. Banyak yang dapat dilakukan setelah mengetahui kepribadian. Tak hanya
kepribadian, tulisan tangan juga dapat mencerminkan perasaan dan kondisi psikis penulis.
Namun, seperti metode-metode pengukuran kepribadian lainnya, grafologi juga memiliki
beberapa keterbatasan. Ada beberapa hal yang tidak dapat kita ketahui dari tulisan tangan, yaitu
usia, jenis kelamin, dan kidal.
Ilmu grafologi tidak dapat digunakan untuk menentukan usia seorang individu sebatas dari
tulisan tangannya saja. Dalam psikologi terdapat dua jenis usia, yaitu usia kronologis dan usia
mental. Usia kronologis adalah usia individu yang dihitung sejak ia lahir. Tahapan kemampuan
psikis seorang individu yang dinyatakan dalam tahun seperti usia kronologis. Seorang individu
yang normal memiliki keselarasan antara usia kronologis dan usia psikis. Jika usia mental lebih
kecil daripada usia kronologis, dapat dikatakan keterbelakangan mental. Ilmu grafologi hanya
dapat digunakan untuk menganalisis usia mental seorang individu, bukan usia kronologisnya.
8

Walaupun ada pandangan orang awam yang menyatakan tulisan tangan perempuan cenderung
lebih rapih dari laki-laki. Hanya dengan melihat tulisan tangannya belum cukup untuk
menentukan jenis kelamin seorang individu. Karena tidak ada pembatasan yang jelas untuk
menentukan gender serta jenis kelamin seorang individu hanya berdasarkan tulisan tangan.
Grafologi tidak dapat menentukan apakah seseorang itu kidal. Penggunaan tangan kanan ataupun
tangan kiri tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tulisan tangannya. Umumnya orang
memandang bahwa grafologi sama dengan membaca garis tangan yakni meramal nasib dan masa
depan seorang individu. Melalui grafologi dapat dilakukan prediksi-prediksi tentang masa depan
seorang individu berdasarkan potensi-potensi yang tersirat dalam tulisan tangannya.
Menentukan kepribadian seorang individu tidak dapat dipastikan dengan menganalisis satu
contoh tulisan tangan, karena tulisan tangan dipengaruhi oleh banyak factor, baik intern ataupun
ekstern. Emosi dan perasaan seorang individu memang amat berpengaruh pada tulisan, tapi
keadaan ketika menulis juga perlu diperhatikan. Faktor alat tullis, ukuran kertas, dan alas untuk
menulis amat berpengaruh pada tulisan. Pena tinta akan mengahasilkan goresan yang tebal walau
tanpa tekanan yang kuat. Ukuran kertas mempengaruhi besar tulisan, besar kecil ukuran tulisan
sulit ditentukan jika ukuran kertas terlalu kecil. Alas untuk menulis berpengaruh pada goresan
yang dihasilkan.
2.4 Penggunaan grafologi
Analisis tulisan tangan dapat bermanfaat dalam berbagai hal. Jika digunakan secara baik dan
benar, ilmu grafologi akan amat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
2.4.1 Mengubah kepribadian
Terdapat banyak kegiatan yang dapat menenangkan otak dan membantu memberi keseimbangan
pada kepribadian. Berjalan santaui, berkendara, olah raga ringan dan lain-lain dapat membantu
seorang individu untuk menyegarkan otak setelah untuk berpikir dan menarik napas dalam-
dalam bisa menenangkan pikiran yang galau. Ada sejumlah pengaruh psiko-fisik dan grafologi
berperan besar dalam proses ini.
Upaya yang dapat dilalkukan seorang individu guna untuk mengubah kepribadiannya dapat
dimulai dengan mengenal kepribadian diri sendiri melalui tulisan tangan dan kemauan untuk
mengubah kepribadiannya. Cara berpikir menulis adalah sesuatu kegiatan motorik yang
dipengaruhi oleh proses-proses psikis dapat diubah menjadi kondisi psikis lewat gerakan
motorik. Secara tidak langsung, melalui perubahan gaya penulisan tertentu, akan terjadi
perubahan pula pada pola karakteristik perilaku lainnya.
2.4.2 Memahami remaja
Memahami tindak perilaku remaaja dari kelakuan atau komentar mereka adalah hal yang sulit
dilakukan, terutama oleh para guru dan orang tua. Banyak masalah remaja yang disebabkan oleh
9

kombinasi kepribadian yang tidak serasi di lingkungan rumah. Gangguan mental yang
membutuhkan bantuan tenaga ahli tidak jarang dijumpai pada remaja berusia di bawah 20 tahun
dan pemakaian ilmu grafologi dapat amat bermanfaat. Mereka dapat dibantu sebaik-baiknya
dengan senantiasa memberikan sikap positif.
2.4.3 Memilih karir dan menilai calon pegawai
Karir atau pekerjaan adalah aspek yang amat penting bagi kehidupan manusia. Setelah
mengetahui kepribadian seorang individu melalui tulisan tangannya, dapat ditentukan jenis
pekerjaan apa yang sesuai dengan karakter masing-masing individu atau dapat juga dilihat
karakter seperti apa yang paling cocok dengan pekerjaan tersebut. Sehingga karakter bisa
diusahakan mendekati dengan karakter yang diinginkan dengan cara mengubah bentuk tulisan.
Masing-masing tulisanindividu memiliki pola yang dapat digunakan untuk pertimbangan
keterampilan. Pola bias adalah pola tarikan yang paling dominan pada tulisan, baik berupa
tarikan ke atas maupun ke bawah.















10

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dapatlah disimpulkan dari uraian di atas bahwa tulisan seorang individu dan cara penulisannya
menggambarkan kepribadiannya. Namun demikian, kepribadian seorang individu tidak dapat
ditentukan dengan menganalisis satu contoh tulisan tangan karena banyak factor-faktor lain yang
mempengaruhi tulisan tangan seseorang.
Ilmu Grafologi dapat menjadi amat bermanfaat ketika digunakan dengan baik dan benar serta
pada waktu dan tempat yang tepat.
3.2 Saran
Beberapa hal yang penulis sarankan adalah sebagai berikut.
Diperlukan adanya pemahaman yang sama terkait dengan ilmu grafologi untuk memperoleh
pemahaman yang sama seorang individu atas sebuah tulisan. Perbedaan pemahaman akan
menyebabkan interpretasi yang berbeda terhadap sebuah tulisan.
Jika ingin menentukan kepribadian seorang individu, sebaiknya melakukan analisis lebih dari
satu contoh tulisan tangan dan pastikan faktor yang dapat mempengaruhi tulisan tangan sudah
diminimalisir.










11

Daftar Pustaka

Dyan R dan Ihsan S. 2008. Menguak Rahasia Tulisan Tangan dan Tanda tangan. Visi Media,
Jakarta.
Teresa Moorey. 2004. Grafologi Apa yang Diungkapkan Tulisan Tanganmu. Matahati, Jakarta.
Sausan Salsabilla. 2006. Grafologi Seni Menilai Kepribadian seorang individu melalui tulisan
tangan. Image Press, Jakarta