You are on page 1of 36

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Saya panjatkan atas selesainya
pembuatan makalah motor listik ini.Pembuatan makalah ini sebagai tugas kuliah
dasar teknik tenaga listrik yang saya pelajari di kampus Universitas 17 gustus
1!"# $akarta.Makalah yang telah saya buat semoga bisa berman%aat bagi para
pemba&a sebagai pema&u semangat belajar dan peningkatan kualitas S'M dalam
penguasaan (PTE) yang nantinya merupakan modal utama dalam menghadapi era
globalisasi yang lebih kompetiti%.
*asa terima kasih pada dosen pembimbing yang telah menyampaikan ilmu beliau
pada saya terutama tentang dasar+dasar teknik tenaga listrik.Saya juga u&apkan
banyak terima kasih pada teman teman dan para dosen dosen atas dukungan baik
langsung maupun se&ara tak langsung sehingga makalah ini dapat kami
selesaikan.
'emikian kiranya makalah ini saya buat,mohon maa% dalam penulisan ini yang
masih jauh dari kesempurnaan,saran dan koreksi sangat saya harapkan dan atas
perhatian semuanya kami u&apakan banyak terima kasih.
$akarta, # pril -../
penyusun
DAFTAR ISI
1. KATA PENGANTAR....1
.
2. DAFTAR ISI...2
3. PENDAHULUAN...............................................................................3
4. JENIS MOTOR LISTRIK.................................................................4
5. PENGKAJIAN MOTOR LISTRIK...............................................12
6. PELUANG EFISIENSI ENERGI .................................................16
7. DAFTAR PERIKSA OPSI..............................................................24
8. PENUTUP.........................................................................................25
9. DAFTAR PUSTAKA.......26
PENDAHULUAN
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. lat yang ber%ungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada
peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin &u&i, pompa air dan penyedot
debu.
Motor listrik yang umum digunakan di dunia (ndustri adalah motor listrik
asinkron, dengan dua standar global yakni (E0 dan 1EM. Motor asinkron (E0
berbasis metrik 2milimeter3, sedangkan motor listrik 1EM berbasis imperial
2in&h3, dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower 2hp3 maupun kiloWatt
2k43.
Motor listrik (E0 dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan e%isiensi
yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi E551,
E55- dan E556. E551 adalah motor listrik yang paling e%isien, paling sedikit
memboroskan tenaga, sedangkan E556 sudah tidak boleh dipergunakan dalam
lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan se&ara
otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih
men&emari lingkungan.
Standar (E0 yang berlaku adalah (E0 6"+1, ini adalah sebuah standar yang
mengatur rotating equipment bertenaga listrik. da banyak pabrik elektrik motor,
tetapi hanya sebagian saja yang benar+benar mengikuti arahan (E0 6"+1 dan juga
mengikuti arahan level e%isiensi dari EU.
7anyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar (E0 dan EU
supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara
berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang
memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap
tahunnya.
8embaga yang mengatur dan menjamin level e%isiensi ini adalah 0EMEP,
sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik+pabrik elektrik motor
yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan
mengurangi pen&emaran karbon se&ara global, karena banyak daya diboroskan
dalam pemakaian beban listrik.
Sebagai &ontoh, dalam sebuah industri rata+rata konsumsi listrik untuk
motor listrik adalah sekitar 9#+7.: dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik
motor yang e%isien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga
menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tari% listrik setiap tahun,
maka pemakaian motor listrik E551 sudah ;aktunya menjadi keharusan.
JENIS MOTOR LISTRIK
7agian ini menjelaskan tentang dua jenis utama motor listrik< '0 dan
motor. =ambar 6 memperlihatkan motor listrik yang paling umum. Motor tersebut
dikategorikan berdasarkan pasokan input, konstruksi, dan mekanisme operasi.
Motor menurut sumber arusnya dibagi menjadi dua <
1. Motor arus searah2 '0 3
a.Separately E>&ited
b.Sel% E>&ited
b.1. Seri
b.-. 0ampuran
b.6. Shunt
-. Motor arus bolak+balik 2 0 3
a.Motor Sinkron
b.Motor sinkron
b.1.Motor 1%asa
b.-.Motor 6%asa
1. Moo! D"
Sebagaimana namanya Motor arus searah, yaitu menngunakan arus '0.
Motor '0 digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan
tor?ue yang tinggi atau per&epatan yang tetap untuk kisaran ke&epatan yang luas.

G#$%#! 3. S&%'#( $oo! D"
=ambar 6 memperlihatkan sebuah motor '0 yang memiliki tiga komponen
utama<
Kutub medan. Se&ara sederhada digambarkan bah;a interaksi dua kutub
magnet akan menyebabkan perputara pada motor '0. Motor '0 memiliki
kutub medan yang stasioner dan dynamo yang menggerakkan bearing
pada ruang diantara kutub medan. Motor '0 sederhana memiliki dua
kutub medan yaitu kutub uatar dan selatan.=aris magnetik energi
membesar melintasi bukaan diantara kutub+kutub dari utara ke
selatan.Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu
atau lebih elektromagnet.Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya
dari luar sebagai penyedia struktur medan.
Dinamo. 7ila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi
elektromagnet.'inamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as
penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor '0 yang ke&il,
dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub+kutub,
sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. $ika hal ini terjadi,
arusnya berbalik untuk merubah kutub+kutub utara dan selatan dinamo.
Commutator. )omponen ini terutama ditemukan dalam motor '0.
)egunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo.
Commutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan
sumber daya.
)euntungan utama motor '0 adalah sebagai pengendali ke&epatan, yang
tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan
mengatur<
Tegangan dinamo @ meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan
ke&epatan.
rus medan @ menurunkan arus medan akan meningkatkan ke&epatan.
Motor '0 tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya
dibatasi untuk beberapa penggunaan berke&epatan rendah, penggunaan daya
rendah hingga sedang seperti peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering
terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang
lebih besar. $uga, motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang
bersih dan tidak berbahaya sebab resiko per&ikan api pada sikatnya.
Motor '0 juga relati% mahal dibanding motor 0.
Aubungan antara ke&epatan, %lu> medan dan tegangan dinamo ditunjukkan dalam
persamaan
berikut<
=aya elektromagnetik , E B )C1
Torque< T B )C(a
'imana<
E B gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dinamo 2volt3
C B %lu> medan yang berbanding lurus dengan arus medan
1 B ke&epatan dalam *PM 2putaran per menit3
T B torque ele&tromagnetik
(a B arus dinamo
) B konstanta persamaan
2.1.1 Moo! D" )'$%&! *#+# &!,-)#(. Separately Excited
$ika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor '0 sumber
daya terpisahDseparately excited.
1.2 Moo! D" )'$%&! *#+# )&/*-!-. Self Excited0 $oo! shunt
Pada motor shunt, gulungan medan 2medan shunt3 disambungkan se&ara
paralel dengan gulungan dinamo 23 seperti diperlihatkan dalam gambar ". Eleh
karena itu total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus
dinamo.

G#$%#! 40 K#!#1&!-)-1 Moo! D" Shunt
7erikut tentang ke&epatan motor shunt 2E.T.E., 1!!73<
)e&epatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban 2hingga
torque tertentu setelah ke&epatannya berkurang, lihat =ambar "3 dan oleh
karena itu &o&ok untuk penggunaan komersial dengan beban a;al yang
rendah, seperti peralatan mesin.
)e&epatan dapat dikendalikan dengan &ara memasang tahanan dalam
susunan seri dengan dinamo 2ke&epatan berkurang3 atau dengan
memasang tahanan pada arus medan 2ke&epatan bertambah3.
1.3 Moo! D" *#+# )&/*-!-0 $oo! )&!-
'alam motor seri, gulungan medan 2medan shunt3 dihubungkan se&ara seri
dengan gulungan dinamo 23 seperti ditunjukkan dalam gambar #. Eleh karena
itu, arus medan sama dengan arus dinamo. 7erikut tentang ke&epatan motor seri
2*od;ell (nternational 0orporation, 1!!7F 8.M. Photoni&s 8td, -..-3<
)e&epatan dibatasi pada #... *PM
Aarus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor
akan memper&epat tanpa terkendali.
Motor+motor seri &o&ok untuk penggunaan yang memerlukan torque
penyalaan a;al yang tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist 2lihat =ambar
#3.
G#$%#! 50 K#!#1&!-)-1 Moo! S&!- D"

1.4 Moo! D" Ko$,o/.G#%'/2#/
Motor )ompon '0 merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada
motor kompon, gulungan medan 2medan shunt3 dihubungkan se&ara paralel dan
seri dengan gulungan dynamo 23 seperti yang ditunjukkan dalam gambar 9.
Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan a;al yang bagus dan
ke&epatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan 2yakni persentase
gulungan medan yang dihubungkan se&ara seri3, makin tinggi pula torque
penyalaan a;al yang dapat ditangani oleh motor ini. 0ontoh, penggabungan ".+
#.: menjadikan motor ini &o&ok untuk alat pengangkat hoist dan derek,
sedangkan motor kompon yang standar 21-:3 tidak &o&ok 2myEle&tri&al, -..#3.
G#$%#! 60 K#!#1&!-)-1 Moo! Ko$,o/ D"
2 Moo! A"
Motor arus bolak+balik menggunakan arus listrik yang membalikkan
arahnya se&ara teratur pada rentang ;aktu tertentu. Motor listrik memiliki dua
buah bagian dasar listrik< GstatorG dan GrotorG seperti ditunjukkan dalam =ambar
7. Stator merupakan komponen listrik statis. *otor merupakan komponen listrik
berputar untuk memutar as motor. )euntungan utama motor '0 terhadap motor
0 adalah bah;a ke&epatan motor 0 lebih sulit dikendalikan. Untuk mengatasi
kerugian ini, motor 0 dapat dilengkapi dengan penggerak %rekuensi variabel
untuk meningkatkan kendali ke&epatan sekaligus menurunkan dayanya. Motor
induksi merupakan motor yang paling populer di industri karena kehandalannya
dan lebih mudah pera;atannya. Motor induksi 0 &ukup murah 2harganya
setengah atau kurang dari harga sebuah motor '03 dan juga memberikan rasio
daya terhadap berat yang &ukup tinggi 2sekitar dua kali motor '03.
2.1 Moo! )-/1!o/
Motor sinkron adalah motor 0, bekerja pada ke&epatan tetap pada sistim
%rek;ensi tertentu.Motor ini memerlukan arus searah 2'03 untuk pembangkitan
daya dan memiliki torque a;al yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron
&o&ok untuk penggunaan a;al dengan beban rendah, seperti kompresor udara,
perubahan %rek;ensi dan generator motor. Motor sinkron mampu untuk
memperbaiki %aktor daya sistim, sehingga sering digunakan pada sistim yang
menggunakan banyak listrik.
G#$%#! 7. Moo! S-/1!o/
)omponen utama motor sinkron adalah 2=ambar 73<
Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi
adalah bah;a rotor mesin sinkron berjalan pada ke&epatan yang sama
dengan perputaran medan magnet. Aal ini memungkinkan sebab medan
magnit rotor tidak lagi terinduksi. *otor memiliki magnet permanen atau
arus '0+excited, yang dipaksa untuk mengun&i pada posisi tertentu bila
dihadapkan dengan medan magnet lainnya.
Stator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding
dengan %rek;ensi yang dipasok. Motor ini berputar pada ke&epatan
sinkron, yang diberikan oleh persamaan berikut 2Parekh, -..63<
'imana<
% B %rekuensi
P B jumlah kutub
1s B Putaran stator
2.2 Moo! A)-/1!o/ 3 $oo! -/*'1)-4
Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada
berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena ran&angannya yang sederhana,
murah dan mudah didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya
0.
a. Komponen
Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama 2=ambar /3<
*otor. Motor induksi menggunakan dua jenis rotor<
*otor sangkar tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang
dilekatkan dalam petak+petak slot pararel.7atang+batang tersebut
diberi hubungan pendek pada kedua ujungnya dengan alat &in&in
hubungan pendek.
8ingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga %ase, lapisanganda
dan terdistribusi.'ibuat melingkar sebanyak kutub stator.Tiga %ase
digulungi ka;at pada bagian dalamnya dan ujung yang lainnya
dihubungkan ke &in&in ke&il yang dipasang pada batang as dengan
sikat yang menempel padanya.
Stator. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk
memba;a gulungan tiga %ase. =ulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah
kutub yang tertentu. =ulungan diberi spasi geometri sebesar 1-. derajat.



G#$%#! 8. Moo! I/*'1)-
b.Klasifikasi motor induksi
Motor induksi dapat diklasi%ikasikan menjadi dua kelompok utama 2Parekh,
-..63<
Motor induksi satu %ase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator,
beroperasi dengan pasokan daya satu %ase, memiliki sebuah rotor kandang
tupai, dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh
ini motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam
peralatan rumah tangga, seperti kipas angin, mesin &u&i dan pompa air,dan
lain+lain.
Motor induksi tiga %ase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh
pasokan tiga %ase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan
daya yang tinggi, dapat memiliki sangkar tupai atau gulungan rotor
2;alaupun !.: memiliki rotor sangkar tupai3F dan penyalaan sendiri.
'iperkirakan bah;a sekitar 7.: motor di industri menggunakan jenis ini,
sebagai &ontoh, pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik , dan
grinder.
c. Kecepatan motor induksi
da beberapa prinsip kerja motor induksi<
pabila sumber tegangan dipasang pada kumparan stator akan
timbul medan putar dengan ke&epatan 1sB 1-. %Dp.
Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada
rotor.
Sehingga pada kumparan rotor timbul tegangan induksi2ggl3
)arena kumparan rotor merupakan rangkaian tertutup, maka ggl
2E3akan menghasilkan arus 2(3.
danya arus didalam medan magnet menimbulkan gaya253 pada
rotor.
7ila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya pada rotor yang &ukup
besar untuk memikul kopel beban, rotor akan berputar searah
dengan medan putar stator.
Tegangan induksi timbul karena terpotongnya batang konduktor
2rotor3 oleh medan putar stator.rtinya agar tegangan terinduksi
diperlukan adanya perbedaan relative antara ke&epatan medan
putar stator21s3 dengan ke&epatan putar rotor21r3.
Perbedaan ke&epatan tersebut disebut slip 2S3,dinyatakan dengan<
S B 21s @ 1r 3 D 1s > 1..:
7ila 1rB1s, tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak mengalir
pada kumparan jangkar rotor ,dengan demikian tidak dihasilkan
kopel.)opel motor akan ditimbulkan apabila 1r H 1s.
d. Hubungan antara beban, kecepatan dan torue
=ambar ! menunjukan gra%ik torque+ke&epatan motor induksi 0 tiga %ase
dengan arus yang sudah ditetapkan. 7ila motor 2Parekh, -..63<
Mulai menyala ternyata terdapat arus nyala a;al yang tinggi dan torque
yang rendah 2Ipull-up torqueJ3.
Men&apai /.: ke&epatan penuh, torque berada pada tingkat tertinggi
2Ipull-out torqueJ3 dan arus mulai turun.
Pada ke&epatan penuh, atau ke&epatan sinkron, arus torque dan stator
turun ke nol.
G#$%#! 9. G!#5-1 !orue6K&7&,##/ Moo! I/*'1)- A" 36
F#)&
PENGKAJIAN MOTOR LISTRIK
1. E5-)-&/)- $oo! 8-)!-1
Motor mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk melayani
beban tertentu. Pada proses ini, kehilangan energi ditunjukkan dalam =ambar 1..
G#$%#! 19 . K&(-8#/2#/ M oo!
E%isiensi motor ditentukan oleh kehilangan dasar yang dapat dikurangi hanya oleh
perubahan pada ran&angan motor dan kondisi operasi. )ehilangan dapat bervariasi
dari kurang lebih - persen hingga -. persen. Tabel 1 memperlihatkan jenis
kehilangan untuk motor induksi.
T#%&8 1. J&/-) K&(-8#/2#/ ,#*# Moo! I/*'1)- 27EE (ndia, -.."3
J&/-) 1&(-8#/2#/ P&!)&/#)& 1&(-8#/2#/
o#8
3199:4
)ehilangan tetap atau kehilangan inti 25
)ehilangan variabel< kehilangan stator (+* 34
)ehilangan variabel< kehilangan rotor (+* 21
)ehilangan gesekan K penggulungan ulang 15
)ehilangan beban yang menyimpang 5
E%isiensi motor dapat dide%inisikan sebagai perbandingan keluaran daya motor
yang dipergunakan terhadap keluaran daya totalnya.
5aktor+%aktor yang mempengaruhi e%isiensi adalah<
Usia. Motor baru lebih e%isien.
)apastas. Sebagaimana pada hampir kebanyakan peralatan, e%isiensi motor
meningkat dengan laju kapasitasnya.
)e&epatan. Motor dengan ke&epatan yang lebih tinggi biasanya lebih
e%isien.
$enis. Sebagai &ontoh, motor sangkar tupai biasanya lebih e%isien daripada
motor &in&in geser.
Suhu. Motor yang didinginkan oleh %an dan tertutup total 2TE503 lebih
e%isien daripada motor screen protected drip-proof 2SP'P3.
Penggulungan ulang motor dapat mengakibatkan penurunan e%isiensi.
7eban, seperti yang dijelaskan diba;ah
Terdapat hubungan yang jelas antara e%isiensi motor dan beban. Pabrik motor
membuat ran&angan motor untuk beroperasi pada beban #.+1..: dan akan paling
e%isien pada beban 7#:. Tetapi, jika beban turun diba;ah #.: e%isiensi turun
dengan &epat seperti ditunjukkan pada =ambar 11. Mengoperasikan motor
diba;ah laju beban #.: memiliki dampak pada %a&tor dayanya. E%isiensi motor
yang tinggi dan %aktor daya yang mendekati 1 sangat diinginkan untuk operasi
yang e%isien dan untuk menjaga biaya rendah untuk seluruh pabrik, tidak hanya
untuk motor.
G#$%#! 11. E5-)-&/)- Moo! ;&%#/ S&%#2-#/ 3)&%#2#- 5'/2)-
*#!- : &5-)-&/)- %&%#/ ,&/'(4 2US 'EE3
Untuk alasan ini maka dalam mengkaji kinerja motor akan berman%aat bila
menentukan beban dan e%isiensinya. Pada hampir kebanyakan negara, merupakan
persyaratan bagi pihak pembuat untuk menuliskan e%isiensi beban penuh pada
pelat label motor. 1amun demikian, bila motor beroperasi untuk ;aktu yang
&ukup lama, kadang+kadang tidak mungkin untuk mengetahui e%isiensi tersebut
sebab pelat label motor kadangkala sudah hilang atau sudah di&at.
Untuk mengukur e%isiensi motor, maka motor harus dilepaskan
sambungannya dari beban dan dibiarkan untuk melalui serangkaian uji. Aasil dari
uji tersebut kemudian dibandingkan dengan gra%ik kinerja standar yang diberikan
oleh pembuatnya. $ika tidak memungkikan untuk memutuskan sambungan motor
dari beban, perkiraan nilai e%isiensi didapat dari tabel khusus untuk nilai e%isiesi
motor.
8embar %akta dari US 'EE
2;;;1.eere.energy.govDindustryDbestpra&ti&esDpd%sD1..!7#17.pd%3 memberikan
tabel dengan nilai e%isiensi motor untuk motor standar yang dapat digunakan jika
pabrik pembuatnya tidak menyediakan data ini. 1ilai e%isiensi disediakan untuk<
Motor dengan e%isiesi standar !.., 1-.., 1/.. dan 69.. rpm.
Motor yang berukuran antara 1. hingga 6.. AP.
'ua jenis motor< motor anti menetes terbukaD open drip-proof 2E'P3 dan
motor yang didinginkan oleh %an dan tertutup totalD enclosed fan-cooled
motor 2TE503.
Tingkat beban -#:, #.:, 7#: dan 1..:.
8embar %akta juga menjelaskan tiga kategori metode yang lebih &anggih untuk
mengkaji e%isiensi motor< peralatan khusus, metode perangkat lunak, dan metode
analisis. 'engan kata lain, survei terhadap motor dapat dilakukan untuk
menentukan beban, yang juga memberi indikasi kinerja motor.
2. ;&%#/ $oo!
2.1 T'<'#/ $&/21#<- %&%#/ $oo!
)arena sulit untuk mengkaji e%isiensi motor pada kondisi operasi yang
normal, beban motor dapat diukur sebagai indikator e%isiensi motor. 'engan
meningkatnya beban, %aktor daya dan e%isinsi motor bertambah sampai nilai
optimumnya pada sekitar beban penuh.
2.2 ;#2#-$#/# $&/21#<- %&%#/ $oo!
Persamaan berikut digunakan untuk menentukan beban<
'imana,
L B E%isiensi operasi motor dalam :
AP B 1ameplate untuk Ap
7eban B 'aya yang keluar sebagai : laju daya
Pi B 'aya tiga %ase dalam k4
Survei beban motor dilakukan untuk mengukur beban operasi berbagai
motor di seluruh pabrik. Aasilnya digunakan untuk mengidenti%ikasi motor yang
terlalu ke&il. 2mengakibatkan motor terbakar3 atau terlalu besar 2mengakibatkan
ketidak e%isiensian3. US 'EE merekomendasikan untuk melakukan survei beban
motor yang beroperasi lebih dari 1... jam per tahun. Terdapat tiga metode untuk
menentukan beban motor bagi motor yang beroperasi se&ara individu<
"engukuran daya masuk. Metode ini menghitung beban sebagai
perbandingan antara daya masuk 2diukur dengan alat analisis daya3 dan
nilai daya pada pembebanan 1..:.
"engukurann #alur arus. 7eban ditentukan dengan membandingkan
amper terukur 2diukur dengan alat analisis daya3 dengan laju amper.
Metode ini digunakan bila %a&tor daya tidak dketahui dan hanya nilai
amper yang tersedia. $uga direkomendasikan untuk menggunakan metode
ini bila persen pembebanan kurang dari #.:.
$etode Slip. 7eban ditentukan dengan membandingkan slip yang terukur
bila motor beroperasi dengan slip untuk motor dengan beban penuh.
)etelitian metode ini terbatas namun dapat dilakukan dengan hanya
penggunaan tachometer 2tidak diperlukan alat analisis daya3.
)arena pengukuran daya masuk merupakan metode yang paling umum
digunakan, maka hanya metode ini yang dijelaskan untuk motor tiga %ase.
2.3 P&/2'1'!#/ *#+# $#)'1
7eban diukur dalam tiga tahap.
!ahap %. Menentukan daya masuk dengan menggunakan persamaan berikut<
'imana,
Pi B 'aya tiga %ase dalam k4
M B *MS 2akar k;adrat rata+rata3 tegangan, nilai tengah garis ke garis 6 %ase
( B *MS arus, nilai tengah 6 %ase
P5 B 5aktor daya dalam de&imal
lat analisis daya dapat mengukur nilai daya se&ara langsung. (ndustri
yang tidak memiliki alat analisis daya dapat menggunakan multi-meters atau
tong-testers untuk mengukur tegangan, arus dan %aktor daya untuk menghitung
daya yang masuk.

!ahap &. Menentukan nilai daya dengan mengambil nilai pelat namaDnameplate
atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut<
'imana,
Pr B 'aya masuk pada beban penuh dalam k4
AP B 1ilai Ap pada nameplate
Lr B E%isiensi pada beban penuh 2nilai pada nameplate atau dari tabel e%isiensi
motor3
7eban
'imana,
7eban B 'aya keluar yang dinyatakan dalam : nilai daya
Pi B 'aya tiga %ase terukur dalam k4
Pr B 'aya masuk pada beban penuh dalam k4
PELUANG EFISIENSI ENERGI
1. M&/22#/- $oo! )#/*#! *&/2#/ $oo! +#/2 &/&!2-/+# &5-)-&/
Motor yang bere%isiensi tinggi diran&ang khusus untuk meningkatkan
e%isiensi energy dibanding dengan motor standar. Perbaikan desain di%okuskan
pada penurunan kehilangan mendasar dari motor termasuk penggunaan baja
silikon dengan tingkat kehilangan yang rendah, inti yang lebih panjang 2untuk

meningkatkan bahan akti%3, ka;at yang lebih tebal 2untuk menurunkan tahanan3,
laminasi yang lebih tipis, &elah udara antara stator dan rotor yang lebih tipis,
batang baja pada rotor sebagai pengganti alumunium, bearing yang lebih bagus
dan %an yang lebih ke&il, dll.
Motor dengan energi yang e%isien men&akup kisaran ke&epatan dan beban
penuh yang luas. E%isiensinya 6: hingga 7: lebih tinggi dibanding dengan motor
standar sebagaimana ditunjukkan dalam =ambar 1-. Tabel - menggambarkan
peluang perbaikan yang sering digunakan pada peran&angan motor yang e%isien
energinya.

G#$%#!12. P&!%#/*-/2#/ #/#!# $oo! +#/2 %&!&5-)-&/)- -/22-
*&/2#/ $oo! )#/*#!
Sebagai hasil dari modi%ikasi untuk meningkatkan kinerja, biaya untuk
motor yang energinya e%isien lebih besar daripada biaya untuk motor standar.
7iaya yang lebih tinggi seringkali akan terbayar kembali dengan &epat melalui
penurunan biaya operasi, terutama pada penggunaan baru atau pada penggantian
motor yang masa pakainya sudah habis. kan tetapi untuk penggantian motor
yang ada yang belum habis masa pakainya dengan motor yang e%isien energinya,
tidak selalu layak se&ara %inansial, oleh karena itu direkomedasikan untuk
mengganti dengan motor yang e%isien energinya hanya jika motor+motor tersebut
sudah rusak.
T#%&8 2. A!&# P&!%#-1#/ E5-)-&/)- +#/2 *-2'/#1#/ ,#*# Moo! +#/2 E5-)-&/
E/&!2-/+#27EE (ndia, -.."3
A!&# K&(-8#/2#/ E/&!2- P&/-/21##/ E5-)-&/)-
1. 7esi 'igunakan gauge yang lebih tipis
sebab kehilangan inti baja yang
lebih rendah menurunkan
kehilangan arus eddy.
(nti lebih panjang yang diran&ang
menggunakan baja akan
mengurangi kehilangan karena
masa jenis flux operasi yang lebih
rendah.
-. tator (-* Menggunakan lebih banyak tembaga dan
konduktor yang lebih besar
meningkatkan luas lintang penggulungan
stator. Aal ini akan menurunkan tahanan
2*3 dari penggulungan dan mengurangi
kehilangan karena aliran arus 2(3.
6. !otor (-* Penggunaan batang konduktor rotor yang
lebih besar meningkatkan potongan
lintang, dengan demikian merendahkan
tahanan konduktor 2*3 dan kehilangan
yang diakibatkan oleh aliran arus 2(3
" =esekan K Pegulungan Menggunakan ran&angan %an dengan
kehilangan yang rendah menurunkan
kehilangan yang diakibatkan oleh
pergerakan udara
#. )ehilangan beban yang Menggunakan ran&angan yang sudah
menyimpang dioptimalkan dan prosedur pengendalian
kualitas yang ketat akan meminimalkan
kehilangan beban yang menyimpang.
2. M&/'!'/1#/ ,&$%&%#/#/ +#/2 1'!#/2 3*#/ $&/2(-/*#!- $oo! +#/2
'1'!#//+# &!8#8' %&)#!4
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, beban yang kurang akan
meningkatkan kehilangan motor dan menurunkan e%isiensi motor dan %aktor daya.
7eban yang kurang mungkin merupakan penyebab yang paling umum
ketidake%isiensian dengan alasan+alasan<
Pembuat peralatan &enderung menggunakan %aktor keamanan yang besar
bila memilih motor.
Peralatan kadangkala digunakan diba;ah kemampuan yang semestinya.
Sebagai &ontoh, pembuat peralatan mesin memberikan nilai motor untuk
kapasitas alat dengan beban penuh. 'alam prakteknya, pengguna sangat
jarang membutuhkan kapasitas penuh ini, sehingga mengakibatkan hampir
selamanya operasi dilakukan diba;ah nilai beban.
'ipilih motor yang besar agar mampu men&apai keluaran pada tingkat
yang dikehendaki, bahkan jika tegangan masuk rendah dalam keadaan
tidak normal.
'ipilih motor yang besar untuk penggunaan yang memerlukan torque
penyalaan a;al yang tinggi akan tetapi lebih baik bila digunakan motor
yang lebih ke&il yang diran&ang dengan torque tinggi.
Ukuran motor harus dipilih berdasarkan pada evaluasi beban dengan hati+hati.
1amun bila mengganti motor yang ukurannya berlebih dengan motor yang lebih
ke&il, juga penting untuk mempertimbangkan potensi pen&apaian e%isiensi. Motor
yang besar memiliki e%isiensi yang lebih tinggi daripada motor yang lebih ke&il.
Eleh karena itu, penggantian motor yang beroperasi pada kapasitas 9. @ 7.: atau
lebih tinggi biasanya tidak direkomendasikan. 'engan kata lain tidak ada aturan
yang ketat yang memerintahkan pemilihan motor dan potensi penghematan perlu
dievaluasi dengan dasar kasus perkasus. 0ontoh, jika motor yang lebih ke&il
merupakan motor yang e%isien energinya sedangkan motor yang ada tidak, maka
e%isiensi dapat meningkat.
Untuk motor yang beroperasi konstan pada beban diba;ah ".: dari nilai
kapasitasnya, pengukuran yang murah dan e%ekti% dapat dioperasikan dalam mode
bintang. Perubahan dari operasi standar delta ke operasi bintang meliputi
penyusunan kembali pemasangan ka;at masukan daya tiga %ase pada kotak
terminal. Mengoperasikan dalam mode bintang akan menurunkan tegangan
dengan %aktor NO6P. Motor diturunkan ukuran listriknya dengan operasi mode
bintang, namun karakteristik kinerjanya sebagai %ungsi beban tidak berubah. $adi,
motor dalam mode bintang memiliki e%isiensi dan %aktor daya yang lebih tinggi
bila beroperasi pada beban penuh daripada beroperasi pada beban sebagian dalam
mode delta. 7agaimanapun, operasi motor pada mode bintang memungkinkan
hanya untuk penggunaan dimana permintaan torque ke ke&epatannya lebih rendah
pada beban yang berkurang. 'isamping itu, perubahan ke mode bintang harus
dihindarkan jika motor disambungkan ke %asilitas produksi dengan keluaran yang
berhubungan dengan ke&epatan motor 2karena ke&epatan motor berkurang pada
mode bintang3.
Untuk penggunaan untuk kebutuhan torque a;al yang tinggi dan torque yang
berjalan rendah, tersedia starter 'elta+7intang yang dapat membantu mengatasi
torque a;al yang tinggi.
3. U1'!#/ $oo! '/'1 %&%#/ +#/2 %&!=#!-#)-
Motor industri seringkali beroperasi pada kondisi beban yang bervariasi
karena permintaan proses. Praktek yang umum dilakukan dalam situasi seperti ini
adalah memilih motor berdasarkan beban antisipasi tertinggi. 1amun hal ini
membuat motor lebih mahal padahal motor hanya akan beroperasi pada kapasitas
penuh untuk jangka ;aktu yang pendek, dan beresiko motor bekerja pada beban
rendah. lternat%nya adalah memilih motor berdasarkan kurva lama ;aktu
pembebanan untuk penggunaan khusus. Aal ini berarti bah;a nilai motor yang
dipilih sedikit lebih rendah daripada beban antisipasi tertinggi dan sekali+kali
terjadi beban berlebih untuk jangka ;aktu yang pendek. Aal ini memungkinkan,
karena motor memang diran&ang dengan %a&tor layanan 2biasanya 1#: diatas nilai
beban3 untuk menjamin bah;a motor yang bekerja diatas nilai beban sekali+sekali
tidak akan menyebabkan kerusakan yang berarti.
*esiko terbesar adalah pemanasan berlebih pada motor, yang berpengaruh
merugikan pada umur motor dan e%isiensi dan meningkatkan biaya operasi.
)riteria dalam memilih motor adalah bah;a kenaikan suhu rata+rata diatas siklus
operasi aktual harus tidak lebih besar dari kenaikan suhu pada operasi beban
penuh yang berkesinambungan 21..:3. Pemanasan berlebih dapat terjadi dengan<
Perubahan beban yang ekstrim, seperti seringnya jalanDberhenti, atau
tingginya beban a;al.
7eban berlebih yang sering danDatau dalam jangka ;aktu yang lama
Terbatasnya kemampuan motor dalam mendinginkan, &ontoh pada lokasi
yang tinggi, dalam lingkungan yang panas atau jika motor tertutupi atau
kotor.
$ika beban bervariasi terhadap ;aktu, metode pengendalian ke&epatan dapat
diterapkan sebagai tambahan terhadap ukuran motor yang tepat .
4. M&$,&!%#-1- 1'#8-#) *#+#
)inerja motor dipengaruhi oleh kualitas daya yang masuk, yang
ditentukan oleh tegangan dan %rekuensi aktual dibandingkan dengan nilai dasar.
5luktuasi dalam tegangan dan %rekuensi yang lebih besar daripada nilai yang
diterima memiliki dampak yang merugikan pada kinerja motor. Tabel 9
menampilkan pengaruh umum dari variasi tegangan dan %rekuensi pada kinerja
motor. )etidakseimbangan tegangan bahkan dapat lebih merugikan terhadap
kinerja motor dan terjadi apabila tegangan tiga %ase dari motor tiga %ase tidak
sama. Aal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan pasokan tegangan untuk setiap
%ase pada tiga %ase. 'apat juga diakibatkan dari penggunaan kabel dengan ukuran
yang berbeda pada sistim distribusinya. 0ontoh dari pengaruh ketidakseimbangan
tegangan pada kinerja motor ditunjukkan dalam Tabel 7.
Tegangan masing+masing %ase pada sistim tiga %ase besarannya harus
sama, simetris, dan dipisahkan oleh sudut 1-.Q. )eseimbangan %ase harus
1: untuk menghindarkan penurunan daya motor dan gagalnya garansi
pabrik pembuatnya. 7eberapa %aktor dapat mempengaruhi kesetimbangan
tegangan< beban %ase tunggal pada setiap satu %ase, ukuran kabel yang
berbeda, atau kegagalan pada sirkuit. )etidakseimbangan sistim
meningkatkan kehilangan pada sistim distribusi dan menurunkan e%isiensi
motor.
T#%&8 7. P&/2#!'( K&-*#1)&-$%#/2#/ T&2#/2#/ *#8#$ Moo! I/*'1)- 27EE
(ndia,-.."3
0ontoh 1 0ontoh - 0ontoh 6
Persentase ketidak seimbangan dalam
teganganR
.,6. -,6. #,".
)etidakseimbangan arus 2 : 3 .," 17,7 ".
)enaikan suhu 2Q0 3 . 6. ".
R Persen ketidakseimbangan tegangan B 2penyimpangan maksimum dari tegangan
tengahD tegangan Tengah 3 > 1.. :
)etidakseimbangan tegangan dapat diminimalisir dengan<
Menyeimbangkan setiap beban %ase tunggal diantara seluruh tiga %ase.
Memisahkan setiap beban %ase tunggal yang mengganggu keseimbangan
beban dn umpankan dari jalurDtra%o terpisah
5. P&/22'8'/2#/ U8#/2
Penggulungan ulang untuk motor yang terbakar sudah umum dilakukan
oleh industri. $umlah motor yang sudah digulung ulang di beberapa industri lebih
dari #.: dari jumlah total motor. Pegulungan ulang motor yang dilakukan dengan
hati+hati kadangkala dapat menghasilkan motor dengan e%isiensi yang sama
dengan sebelumnya. Pegulungan ulang dapat mempengaruhi sejumlah %aktor yang
berkontribusi terhadap memburuknya e%isiensi motor< desain slot dan gulungan,
bahan gulungan, kinerja pengisolasi, dan suhu operasi. Sebagai &ontoh, bila panas
diterapkan pada pita gulungan lama maka pengisolasi diantara laminasinya dapat
rusak, sehingga meningkatkan kehilangan arus eddy. Perubahan dalam &elah
udara dapat mempengaruhi %aktor daya dan keluaran torque.
4alau begitu, jika dilakukan dengan benar, e%isiensi motor dapat terjaga
setelah dilakukan pegulungan ulang, dan dalam beberapa kasus, e%isiensi bahkan
dapat ditingkatkan dengan &ara mengubah desain pegulungan. 'engan
menggunakan ka;at yang memiliki penampang lintang yang lebih besar, ukuran
slot yang diperbolehkan, akan mengurangi kehilangan stator sehingga akan
meningkatkan e%isiensi. 4alau demikian, direkomendasikan untuk menjaga
desain motor orisinil selama pegulungan ulang, ke&uali jika ada alasan yang
berhubungan dengan beban spesi%ik untuk mendesain ulang.
'ampak dari pegulungan ulang pada e%isiensi motor dan %aktor daya dapat
dikaji dengan mudah jika kehilangan motor tanpa beban diketahui pada sebelum
dan sesudah pegulungan ulang. (n%ormasi kehilangan tanpa beban dan ke&epatan
tanpa beban dapat ditemukan pada dokumentasi motor yang diperoleh pada saat
pembelian. (ndikator keberhasilan pegulungan ulang adalah perbandingan arus
dan tahanan stator tanpa beban per %ase motor yang digulung ulang dengan arus
dan tahanan stator orisinil tanpa beban pada tegangan yang sama.
Pada saat menggulung ulang motor perlu mempertimbangkan hal+hal berikut<
=unakan perusahaan yang berserti%ikasi (SE !... atau anggota dari
ssosasi 8ayanan Peralatan 8istrik.
Ukuran motor kurang dari ". AP dan usianya lebih dari 1# tahun
2terutama motor yang sebelumnya sudah digulung ulang3 sering memiliki
e%isiensi yang lebih rendah daripada model yang tersedia saat ini yang
e%isien energinya. 7iasanya yang terbaik adalah menggantinya. Aampir
selalu terbaik mengganti motor biasa dengan beban diba;ah 1# AP.
$ika biaya pegulungan ulang melebihi #.: hingga 9#: dari harga motor
baru yang e%isien energinya, lebih baik membeli motor yang baru, karena
meningkatnya kehandalan dan e%isiensi akan dengan &epat menutupi
pembayaran harga motor.
6. Ko!&1)- 5#1o! *#+# *&/2#/ $&$#)#/2 1#,#)-o!
Sebagaimana sudah dikenal sebelumnya, karakteristik motor induksi
adalah %aktor dayanya yang kurang dari satu, menyebabkan e%isiensi keseluruhan
yang lebih rendah 2dan biaya operasi keseluruhan yang lebih tinggi3 untuk seluruh
sistim listrik pabrik. )apasitor yang disambung se&ara paralel 2shunt3 dengan
motor kadangkala digunakan untuk memperbaiki %aktor daya. )apasitor tidak
akan memperbaiki %aktor daya motor itu sendiri akan tetapi terminal starternya
dimana tenaga dibangkitkan atau didistribusikan. Man%aat dari koreksi %aktor daya
meliputi penurunan kebutuhan kM 2jadi mengurangi biaya kebutuhan utilitas3,
penurunan kehilangan (-* pada kabel di bagian hulu kapasitor 2jadi mengurangi
biaya energi3, berkurangnya penurunan tegangan pada kabel 2mengakibatkan
pengaturan tegangan meningkat3, dan kenaikan dalam e%isiesi keseluruhan sistim
listrik pabrik.
Ukuran kapasitor tergantung pada kM reakti% tanpa beban 2kM*3 yang
ditarik oleh motor. Ukuran ini tidak boleh melebihi !.: dari kM* motor tanpa
beban, sebab kapasitor yang lebih tinggi dapat mengakibatkan terlalu tingginya
tegangan dan motor akan terbakar. kM* motor hanya dapat ditentukan oleh
pengujian motor tanpa beban. lternati%nya adalah menggunakan %aktor daya
motor standar untuk menentukan ukuran kapasitor.
7. M&/-/21#1#/ ,&!#>##/
Aampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin
yang dihilangkan karbonnya, si%at+si%at listriknya tidak berubah dengan usia.
4alau begitu, pera;atan yang buruk dapat memperburuk e%isiensi motor karena
umur motor dan operasi yang tidak handal. Sebagai &ontoh, pelumasan yang tidak
benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada motor dan penggerak
transmisi peralatan. )ehilangan resistansi pada motor, yang meningkat dengan
kenaikan suhu. )ondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada
kinerja motor. Sebagai &ontoh, suhu ekstrim, kadar debu yang tinggi, atmos%ir
yang korosi%, dan kelembaban dapat merusak si%at+si%at bahan isolasiF tekanan
mekanis karena siklus pembebanan dapat mengakibatkan kesalahan
penggabungan.
Pera;atan yang tepat diperlukan untuk menjaga kinerja motor. Sebuah da%tar
periksa praktek pera;atan yang baik akan meliputi<
Pemeriksaan motor se&ara teratur untuk pemakaian bearings dan
rumahnya 2untuk mengurangi kehilangan karena gesekan3 dan untuk
kotoranDdebu pada saluran ventilasi motor 2untuk menjamin pendinginan
motor3.
Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bah;a motor tidak
kelebihan atau kekurangan beban. Perubahan pada beban motor dari
pengujian terakhir mengindikasikan suatu perubahan pada beban yang
digerakkan, penyebabnya yang harus diketahui.
Pemberian pelumas se&ara teratur. 5ihak pembuat biasanya memberi
rekomendasi untuk &ara dan ;aktu pelumasan motor. Pelumasan yang
tidak &ukup dapat menimbulkan masalah, seperti yang telah diterangkan
diatas. Pelumasan yang berlebihan dapat juga menimbulkan masalah,
misalnya minyak atau gemuk yang berlebihan dari bearing motor dapat
masuk ke motor dan menjenuhkan bahan isolasi motor, menyebabkan
kegagalan dini atau mengakibatkan resiko kebakaran.
Pemeriksaan se&ara berkala untuk sambungan motor yang benar dan
peralatan yang digerakkan. Sambungan yang tidak benar dapat
mengakibatkan sumbu as dan bearings lebih &epat aus, mengakibatkan
kerusakan terhadap motor dan peralatan yang digerakkan.
'ipastikan bah;a ka;at pemasok dan ukuran kotak terminal dan
pemasangannya benar. Sambungan+sambungan pada motor dan starter
harus diperiksa untuk meyakinkan kebersihan dan keken&angnya.
Penyediaan ventilasi yang &ukup dan menjaga agar saluran pendingin
motor bersih untuk membantu penghilangan panas untuk mengurangi
kehilangan yang berlebihan. Umur isolasi pada motor akan lebih lama<
untuk setiap kenaikan suhu operasi motor 1.o0 diatas suhu pun&ak yang
direkomendasikan, ;aktu pegulungan ulang akan lebih &epat, diperkirakan
separuhnya.
8. P&/2&/*#8-#/ 1&7&,##/ $oo! -/*'1)-
Se&ara tradisional, motor '0 digunakan bila kemampuan dikehendaki
variasi ke&epatan. 1amun karena keterbatasan motor '0 2sebagaimana dijelaskan
dalam bagian -3, motor 0 terus menjadi %okus bagi penggunaan variasi
ke&epatan. 7aik motor 0 sinkron dan induksi keduanya &o&ok untuk
penggunaan &ontrol variasi ke&epatan. )arena motor induksi adalah motor yang
tidak sinkron, perubahan pasokan %rekuensi dapat memvariasikan ke&epatan.
Strategi pengendalian untuk motor khusus akan tergantung pada sejumlah %aktor
termasuk biaya investasi, ketahanan beban dan beberapa persyaratan pengendalian
khusus. Aal ini memerlukan suatu tinjauan rin&i mengenai karakteristik beban,
data historis pada aliran proses, &iri+&iri sistim pengendalian ke&epatan yang
diperlukan, biaya listrik dan biaya investasi. )arakteristik beban terutama penting
dalam memutuskan apakah pengendalian ke&epatan merupakan suatu opsi.
Potensi terbesar untuk penghematan listrik dengan penggerak variabel ke&epatan
"variable speed drive# pada umumnya ada pada penggunaan variasi torque,
&ontohnya adalah pompa sentri%ugal dan %an, dimana kebutuhan dayanya berubah
sebesar kubik ke&epatan. 7eban torque yang konstan juga &o&ok untuk
penggunaan MS'.
8.1 Moo! *&/2#/ %&%&!#,# 1&7&,##/
Motor dapat digulung menjadi dua ke&epatan, dan perbandingan -<1, dapat
di&apai. Motor juga dapat digulung dengan dua gulungan terpisah, masing+masing
memberi dua ke&epatan operasi dan dengan begitu totalnya menjadi empat
ke&epatan. Motor dengan beberapa ke&epatan dapat diran&ang untuk penggunaan
yang melibatkan torque konstan, torque bervariasi, atau untuk keluaran daya yang
konstan. Motor dengan beberapa ke&epatan &o&ok untuk penggunaan yang
memerlukan pengendalian ke&epatan yang terbatas 2dua atau empat ke&epatan,
bukan ke&epatan yang terus menerus bervariasi3. Motor+motor tersebut &enderung
sangat ekonomis dan e%isiensinya lebih rendah dibanding dengan motor yang
berke&epatan tunggal.
8.2 P&/22&!#1 1&7&,##/ =#!-#%8&. 'ariable Speed Dri(es 3?SD)4
Penggerak ke&epatan variable 2MS's3 juga dikenal dengan inverters dan
dapat mengubah ke&epatan motor, yang tersedia dalam dari mulai beberapa k4
hingga 7#. k4. MS' diran&ang untuk mengoperasikan motor induksi standar dan
oleh karena itu dapat dengan mudah dipasang pada sistim yang ada. $nverter
kadang dijual se&ara terpisah sebab motor sudah beroperasi ditempat, tetapi dapat
juga dibeli bersamaan dengan motornya. 7ila beban bervariasi, MS' atau motor
dengan dua ke&epatan kadangkala dapat menurunkan pemakaian energi listrik
pada pompa sentri%ugal dan %an sebesar #.: atau lebih. Penggerak dasarnya
terdiri dari inverter itu sendiri yang merubah daya masuk #. AS menjadi %rekuensi
dan tegangan yang bervariasi. 5rekuensi yang bervariasi akan mengendalikan
ke&epatan motor.
Terdapat tiga jenis utama desain inverter yan tersedia saat ini. )etiganya dikenal
dengan $nverter Sumber rus 20S(3, $nverter Tegangan 7ervariasi 2MM(3, dan
$nverter dengan Pengatur 8ebar PulsaD %ulse Width &odulated 2P4M3.
8.3 P&/22&!#1 #!') )&#!#( 3D"4
Teknologi penggerak '0 merupakan bentuk tertua pengendali ke&epatan
listrik. Sistim penggerak terdiri dari sebuah motor '0 dan sebuah pengendali.
Motor terdiri dari dinamo dan gulungan medan. Penggulungan medan
memerlukan pembanmgkitan daya '0 untuk operasi motor, biasanya dengan
tegangan yang tetap dari pengendali. Sambungan dinamo dibuat melalui perakitan
sikat dan commutator.
)e&epatan motor berbanding lurus dengan tegangan yang dipergunakan.
Pengendali merupakan penyambungan rekti%ikasi %ase &ontrol dengan sirkuit logic
untuk mengendalikan tegangan '0 yang dikirim ke dinamo motor. Pengendalian
ke&epatan di&apai dengan mengatur tegangan ke motor. )adangkala sebuah
tacho-generator dilibatkan untuk men&apai pengaturan ke&epatan yang baik.
Tacho-generator dapat digantungkan pada motor untuk menghasilkan sinyal
umpan balik ke&epatan yang digunakan dibagian dalam pengendali.
8.4 P&/22&!#1 $oo! A" *&/2#/ 2'8'/2#/ !oo! 3$oo! -/*'1)- 7-/7-/ 2&)&!4
Penggerak motor dengan rotor penggulung menggunakan motor yang
berkonstruksi khusus untuk menyempurnakan pengendalian ke&epatan. *otor
motor dibuat dengan penggulungan yang diangkat keluar motor melalui &in&in
geser pada sumbu motor. =ulungan tersebut disambungkan ke pengendali, yang
menempatkan resistor variabel se&ara seri dengan gulungan. )inerja torque motor
dapat dikendalikan dengan menggunakan resistor variable tersebut. Motor dengan
gulungan rotor sangat umum digunakan untuk motor 6.. AP atau lebih.
DAFTAR PERIKSA OPSI
7agian ini memberikan da%tar dari opsi+opsi e%isiensi energi yang sangat penting
untuk motor listrik.
Mempertahankan tingkat pasokan tegangan dengan penyimpangan
maksimum #: dari nilai yang tertera dalam pelat namaD nameplate.
Meminimalkan ketidakseimbangan pada 1: untuk menghindari
penurunan kekuatan motor.
Mempertahankan %aktor daya tinggi dengan memasang kapasitor sedekat
mungkin kemotor.
Memilih ukuran motor yang benar untuk menghindari ketidake%isienan
%aktor daya yang buruk.
Menjamin bah;a motor dibebani lebih dari 9.:.
Melakukan strategi pera;atan yang benar untuk motor.
Menggunakan penggerak variabel ke&epatan 2MS'3 atau sistim dua
ke&epatan.
Mengganti motor yang ukurannya berlebih, ukurannya kurang dan yang
gagal dengan motor yang e%isien energinya.
Penggulungan ulang motor yang terbakar oleh akhlinya.
Mengptimalkan e%isensi transmisi dengan pemasangan dan pera;atan
poros, belt, rantai,dan gir yang benar.
Mengendalikan suhu ambien untuk memaksimalkan umur isolasi dan
kehandalan motor,misalnya dengan menghindarkan kontak langsung
dengan sinar matahari, menempatkan pada area yang berventilasi baik, dan
menjaganya tetap bersih.
Memberi pelumas pada motor sesuai dengan spesi%ikasi pabrik
pembuatnya dan menggunakan gemuk atau minyak berkualitas tinggi
untuk men&egah pen&emaran oleh kotoran atau air.
PENUTUP
Sebagai penutup,saya mengu&apkan terima kasih atas dukungan dari dosen
pembimbing dan teman+teman sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
ini.)arena itu kita semakin terpa&u untuk belajar sehingga nantinya akan
menguatkan dasar+dasar pemikiran untuk diaplikasikan pada pekerjaan kita
maupun kehidupan sehari+hari yang berguna bagi kita pada khusunya dan bagi
masyarakat luas pada umumnya.
Aarapan semoga kita menjadi penerus bangsa yang mempunyai kualitas S'M
yang mampu bersaing baik didalam maupun diluar negeri sehingga bangsa kita
lebih disegani dan tidak tersisihkan pada era globalisasi saatnya nanti,mien.
penyusun
DAFTAR PUSTAKA
1. @'(#8A D#)#! &1/-1 &/#2# 8-)!-1 *#/ &8&1!o/-1# *#+#
2. (,0..>>>.&/&!2+#)-#.o!2.*o7).&&B$o*'8&).-/*o.7(#,&!:296
:29E8&7!-7:293;#(#)#:29I/*o/&)-#4A,*5
3. (,0..-*.>-1-,&*-#.o!2.>-1-.Moo!B8-)!-1.