You are on page 1of 7

TUGAS JARINGAN KOMPUTER & MULTIMEDIA

ERROR DETECTION AND ERROR CORRECTION


DEPARTEMEN TEKNIK MEKANIKA DAN ENERGI
PRODI TEKNIK MEKATRONIKA
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA








Oleh:
Yenni Oktoria Simamora
7511040029
3 MEKATRONIKA A


ELECTRONICS ENGINEERING POLYTECHNIC INSTITUTE OF SURABAYA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Komunikasi data adalah proses pengiriman informasi diantara dua titik menggunakan kode biner
melewati saluran transmisi dan peralatan. Komunikasi ini dapat dilakukan antara komputer dengan
komputer, komputer dengan terminal, atau komputer dengan peralatan, atau peralatan dengan
peralatan. Pada proses pengiriman dan penerimaan informasi tersebut bisa terjadi kesalahan, yaitu
data yang diterima tidak sesuai dengan yang dikirim, ataupun gagalnya pengiriman informasi atau
data. Oleh karena itu dibutuhkan Error Detection and Error Corection.

1.2 TUJUAN
1. Melengkapi tugas mata kuliah Jaringan Komunikasi & Multimedia.
2. Mengetahui materi Jaringan Komunikasi & Multimedia khususnya mengenai Error
Detection and Correction.

1.3 BATASAN MASALAH
Dalam tulisan makalah ini akan dibahas tentang :
1. Pengertian error detection.
2. Pengertian error correction.
3. Metode error detection dan error correction.
4. Kelebihan dan kelemahan dari tiap metode.

























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 ERROR DETECTION
Mendeteksi error adalah cara untuk mendeteksi bit yang error dan usaha untuk merubah bit yang
error menjadi bit yang benar. Saluran komunikasi banyak tergantung dari kebisingan saluran , dan
dengan demikian kesalahan dapat diperkenalkan selama transmisi dari sumber ke penerima.
Kesalahan teknik deteksi memungkinkan mendeteksi kesalahan tersebut. Ada dua pendekatan dasar
yang dapat di ambil ketika penerimaan pesan mendeteksi kesalahan. Pertama adalah memberitahu
pengirim bahawa pesan terkorupsi atau corrupted sehingga pengirim dapat mengirim kembali salinan
dari pesan.
Jika sedikit bit error maka kemungkinan kembalinya salinan akan bebeas dari bit error. Ada cara
untuk mendeteksi bit error yaitu menggunakan algorithma pendeteksian error yang memungkinkan
penerima untuk merekonstruksi pesan yang benar bahkan setelah itu rusak. Dasar dari skema error
detection adalah menmabah informasi yang redundan untuk sebiah frame yangdapat digunakan untuk
menentukan jika error telah diperkenalkan. Dalam keadaan ekstrim, kita dapat membayangkan
mengirimkan dua salinan data yang lengkap.


Gambar 2.1: Parity Error Detection

Jika dua salinan tersebut identik di penerima maka salinan keduanya benar. Bila berbeda maka
error diperkenalkan salah satu atau dua duanya harus di buang. Skema error deteksi ini jelek karena si
pengirim n redundan bit untuk sebuah n-bit pesan dan yang kedua adalah banyak error yang tidak
dapat terdeteksi banyak error pada bit yang korup.
Deteksi error menggunakan konsep redundancy yang artinya menambahkan bit extra pada data
untuk mendeteksi error pada tujuan. Deteksi error terdiri dari beberapa metode yaitu : VRC, LRC,
CRC.
a) VRC (Vertical Redundancy Check )
Menambahkan sebuah parity bit pada setiap data sehingga jumlah total bit 1 pada data menjadi
genap. VRC dapat mendeteksi semua single bit error serta dapat mendeteksi multiple dan burst error
hanya jika jumlah total error pada data adalah ganjil. Jika receiver mengetahui bahwa data yang
dikirim telah dimasuki noise atau corrupt maka data akan dibuang dan meminta untuk pengiriman
kembali. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi kesalahan bit yang jumlahnya
genap.
b) LRC (Longitudinal Check Redudancy)
LRC untuk data dikirim secara blok. Cara ini seperti halnya dengan VRC hanya saja penambahan
bit parity tidak saja pada akhir karakter tetapi juga pada akhir setiap blok karakter yang dikirimkan.
Untuk setiap bit dari seluruh blok karakter ditambahkan 1 bit parity termasuk juga bit parity dari
masing-masing karakter. Tiap blok mempunyai satu karakter khusus yang disebut Block Check
Character (BCC) yang dibentuk dari bit uji. dan dibangkitkan dengan cara sebagai berikut : "Tiap bit
BCC merupakan parity dari semua bit dari blok yang mempunyai nomor bit yang sama. Jadi bit 1 dari
BCC merupakan pariti genap dari semua bit 1 karakter yang ada pada blok tersebut, dan seterusnya".
LRC memiliki keunggulan dalam kecepatan untuk mendeteksi error pada single bit maupun burst
error. Namun jika pada unit data terdapat dua bit mengalami kerusakan yang posisinya sama, maka
LRC Checker tidak dapat mendeteksi error. Kelemahannya adalah terjadi overhead akibat
penambahan bit parity per 7 bit untuk karakter.
c) CRC (Cyclic Check Redudancy)
Cyclic redundancy check (CRC) adalah metode yang umum digunakan untuk mendeteksi error.
CRC beroperasi pada sebuah frame/block. Setiap block berukuran m bit yang akan dikirim akan
dihitung CRC checksumnya (berukuran r bit), kemudian dikirim bersama-sama dengan frame (dengan
ukuran m+r bit). Pada sisi pertama, penerima akan menghitung CRC checksum pada frame yang
diterima dan dibandingkan dengan checksum yang diterima. Jika berbeda, berarti frame rusak. CRC
menggunakan prinsip modulo bilangan. Data dianggap sebagai sebuah bilangan, dan untuk
menghitung checksum, sama dengan menambahkan digit untuk data dengan digit untuk checksum
(berisi 0) kemudian dibagi dengan pembilang tertentu, dan sisa pembagiannya menjadi checksum
untuk data tersebut. Tergantung pemilihan bilangan pembagi, CRC dapat mendeteksi single-bit error,
double bit error, error berjumlah ganjil, burst error dengan panjang maksimum r. Bilangan pembagi
tersebut disebut sebagai generator (polinomial).

2.2 ERROR CORRECTION
Error Correction adalah metode perbaikan kesalahan yang digunakan oleh Rx pada saat
mengetahui bahwa data yang diterima tidak valid. Untuk melakukan Error Correction pada sistem
komunikasi data dilakukan 2 pendekatan:
1. Backward Error Correction
Perbaikan kesalahan transmisi dengan melakukan transmisi ulang (retransmission). Protokol yang
mengatur proses retransmission secara otomatis biasanya disebut Automatique Repeat Request ( ARQ
)Terdapat 2 type dari Automatque Repeat Request :
a. Idle Repeat Request
Menggunakan protokol Stop and Wait
Pengiriman frame data yang berikutnya oleh Tx dilakukan apabila Rx menjawab ACK untuk
frame data yang sebelumnya.
b. Continous Repeat Request
Menggunakan protokol Sliding Windows. Ada 2 sistem yang dapat digunakan yaitu :
Selective Repeat ( Selective Retransmission )Hanya frame yang mengalami kesalahan
transmisi saja yang diulang pengirimannya.
Go Back NPengiriman ulang dilakukan semuanya, dimulai dari frame yang salahtersebut.
2. Forward Error Correction
Hamming Code
Kode ini dikenalkan oleh Richard Hamming (1950) Sebagai kode tunggal pengoreksi kesalahan
(single error-correcting code). Bit parity ditambahkan ke dalam bit-bit informasi, Jika suatu saat ada
perubahan bit-bit data ketika proses transmisi, maka bit-bit informasi asli masih bisa diselamatkan.
Kodeini dikenal pula sebagai parity code Bit parity tambahan diberikan pada bit-bit informasi
Sebelum ditransmisikan, sedangkan pada sisi penerima Dilakukan pengecekan dengan algoritma yang
sama Dengan pembangkitan bit parity tambahan.

Gambar 2.2.1: Cara pengisian bit tambahan pada bit-bit informasi x

Untuk bit data 4-bit, bit-bit data terletak pada posisi 3, 5, 6 dan7.
Bit pengisi terletak pada posisi1, 2, 4 (2K) K = jumlahbit data -1
Jumlah bit informasi =

, (n jumlah bit cek)



Gambar 2.2.2: Tabel Hamming Untuk Informasi 4 bit

Nilai bit pengisi/ cek: (untuk informasi 4-bit)

Gambar 2.2.3: Nilai Bit Pengisi/Cek untuk Informasi 4-bit

Untuk informasi n-bit, nilai bit pengisi/ cek adalah:

Gambar 2.2.4: Nilai Bit Pengisi/Cek untuk Informasi n-bit




































BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Komunikasi data merupakan proses pengiriman informasi diantara dua titik menggunakan
kode biner melewati saluran transmisi dan peralatan, bisa antara komputer dengan komputer,
komputer dengan terminal,atau komputer dengan peralatan, atau peralatan dengan peralatan. Namun
dalam proses pengiriman dan penerimaan informasi tersebut bisa saja terjadi kesalahan, yaitu data
yang diterima tidak sesuai dengan yang dikirim, ataupun gagalnya pegiriman informasi atau data.
Kesalahan atau kegagalan tersebut dikarenakan karena beberapa hal seperti derau panas, impuls, dan
masih banyak lainnya.
Deteksi error berarti mendeteksi kesalahan tau kegagalan yang terjadi melalui beberapa
metode yaitu VRC (Vertical Redundancy Check ), LRC ( Longitudinal Check Redundancy), CRC (
Cyclic Check Redundancy ) dan koreksi error berarti merekontruksi ulang atau mengoreksi kesalahan
kedalam bit yang benar melalui 2 cara yaitu Forward Error Correction, Backward Error Correction.

SARAN
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kekurangannya, untuk itu
kami sangat mengharapkan masukan-masukan untuk menunjang perbaikan makalah ini untuk menuju
kearah kesempurnaan.Semoga makalah yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua.