You are on page 1of 18

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 PENDAHULUAN
Penyakit Campak (Measles), merupakan suatu penyakit menular yang banyak
menyerang golongan umur anak terutama balita (bawah lima tahun). Dalam dekade
terakhir ini insidens penyakit campak tampak cenderung terus menurun. Incidence rate
campak pada balita menurut data dari Sub. Dit. Surveillance, Dit. Jen. P2M&PLP pada
tahun 1989 adalah 26,3/10.000 kemudian menurun menjadi 17/10.000 pada tahun
1990. CFR (Case Fatality Rate) penyakit campak pada tahun 1985 masih sebesar 3,5%
dan lima tahun kemudian yaitu pada tahun 1990 menurun menjadi 2,12%. Sedangkan
cakupan imunisasi campak tahun 1989 adalah 64,2% dan tahun 1990 naik menjadi
68,4%.
Perubahan profil epidemiologi penyakit campak yang semakin menunjukkan
penurunan tersebut di atas, menjadi suatu pertanda agar program juga sudah mulai
melakukan perubahan alokasi kebutuhan pelayanan kesehatan dan perubahan kebu-
tuhan peningkatan kesehatan. Penurunan insidens campak, di samping karena
peningkatan cakupan imunisasi, disebabkan juga karena terjadinya perubahan
demografi, perubahan epide-miologi, kecenderungan global di bidang sosial,
peningkatan ekonomi, industrialisasi, urbanisasi, perubahan perilaku/gaya hidup yang
menyebabkan risiko tertular penyakit menjadi turun.
Di samping keadaan yang menggembirakan tadi, kita ketahui juga bahwa
pembangunan kesehatan tidak akan dapat secara merata dinikmati oleh seluruh wilayah
di Indonesia, terutama di daerah terpencil yang miskin akan infrastruktur kesehatan.
Daerah seperti ini, untuk beberapa lama akan masih tetap mempunyai profit
epidemiologi yang lama, yaitu masih endemisnya penyakit campak dan penyakit
menular lainnya.
Oleh karena itu, besarnya permasalahan epidemiologi penyakit campak dari
waktu ke waktu di suatu daerah tertentu, perlu dipantau oleh pemegang program agar
dapat dilakukan evaluasi program, menentukan cost-benefit program.






1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang dan kenyataan yang ada maka penulis
merumuskan masalah yaitu Bagaimana Asuhan Kebidanan pada By. D umur
9 Bulan dengan Imunisasi Campak.
1.2.2 Batasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan tentang bayi baru lahir sedangkan waktu
yang tersedia terbatas, maka penulis membatasi masalah pada Asuhan
Kebidanan pada bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah.
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Menerapkan perkembangan pola pikir secara ilmiah kedalam proses
Asuhan Kebidanan yang nyata serta mendapatkan penjelasan dalam
memecahkan masalah pada By. D umur 9 Bulan dengan Imunisasi Campak.
1.3.2 Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa mampu melakukan:
1. Pengkajian data pada klien/bayi dengan imunisasi campak.
2 Identifikasi data dasar pada bayi dengan imunisasi campak.
3 Merencanakan tindakan yang akan dilakukan
4 Melaksanakan tindakan yang telah dilakukan
5 Mengevaluasi atas tindakan yang telah dilakukan
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Instansi
Memberikan tambahan sumber kepustakaan dan pengetahuan di bidang
kebidanan sebagai wacana.
1.4.2 Bagi Masyarakat
Memberikan informasi kepada klien dan masyarakat tentang bayi baru lahir dan
masalahmasalah yang mungkin terjadi.
1.4.3 Bagi Penulis
Penulis mendapatkan pengalaman yang banyak dan nyata yang dulunya hanya
sebatas teori saja serta dapat menerapkan apa yang telah didapatkan dalam
perkuliahan pada kasus nyata bayi baru lahir.



1.5 Metode Penulisan dan Pengumpulan Data
1.5.1 Metode Penulisan
Metode yang dipakai dalam Asuhan Kebidanan ini adalah metode diskriptif
berupa studi kasus yaitu melakukan pengkajian satu unit tunggal secara intensif
dimana tergabung dari kasus dan tetap mempertimbangkan waktu sehingga
dapat gambaran suatu unit subyektif yang jelas.
1.5.2 Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dipakai oleh penulis yaitu dengan
mengggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1. Wawancara yaitu dengan melakukan anamnesa langsung kepada keluarga
pasien.
2. Observasi yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap klien.
3. Pemeriksaann fisik yaitu dengan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara
inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi serta pemeriksaan penunjang lainya
(jika ada).
4. Dokumentasi yaitu data yang diperoleh dari status pasien selama di rumah
sakit.
1.6 Waktu dan Tempat Penulisan
Asuhan Kebidanan ini dilakukan pada saat praktik klinik di BPS Wury Krisnowati,
AMd.Keb Taman Sidoarjo terhadap By. D dengan imunisasi campak yang dimulai
tanggal 24 Desember 2012 sampai 19 Januari 2013.
1.7 Sistematika Penulisan
Secara garis besar sistematika penulisan Asuhan Kebidanan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan
penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan dan pengumpulan data, tempat dan
waktu penulisan serta sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Landasan teori terdiri dari konsep dasar teori imunisasi, konsep dasar imunisasi
campak dan konsep dasar teori Asuhan Kebidanan.
BAB III TINJAUAN KASUS
Tinjauan kasus meliputi pengkajian data yakni data subyektif dan obyektif,
interpretasi data dasar dan penatalaksanaan tindakan.
BAB IV PEMBAHASAN


Pembahasan ini berisi pembahasan mengenai kesenjangan yang penulis temukan
antara tinjauan kasus dan fakta yang ditemukan selama penatalaksanaan Asuhan
Kebidanan.
BAB V PENUTUP
Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Imunisasi
Pengertian
Imunisasi adalah suatu prosedur yang akan menjaga kesehatan anak.
(www.info ibu.com)
Imunisasi adalah suatu upaya mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit
dengan cara memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau
dimatikan kedalam tubuh (Prof.Dra. H. Markum)
Imunisasi merupakan suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak
dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh zat anti untuk mencegah
penyakit tertentu (Depkes, 2000)
Imunisasi dasar adalah imunisasi pertama kali yang diberikan pada bayi baru
lahir dan dilakukan sebelum imunisasi ulang.
Macam Imunisasi, ada 2 :
1. Imunisasi Aktif
Adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan
dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibiody sendiri.
Contoh : Imunisasi polio dan campak
Imunisasi aktif ada dua yakni :
Alami dan Buatan
2. Imunisasi Pasif
Adalah penyuntikan sejumlah antibiody, sehingga kadar antibiody dalam tubuh
meningkat.
Contoh : Penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami luka
kecelakaan.
Imunisasi pasif ada dua, yakni
Alami dan Buatan
Jenis-jenis Imunisasi, antara lain:
1. Vaksin BCG
2. Vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus)
3. Vaksin Polio
4. Vaksin Campak (Morbili, Measles)


5. Vaksin Hepatitits B
6. Vaksin MMR (Measles, Mumps Rubella)
7. Vaksin Tifus / Demam Typoid
8. Vaksin radang selaput otak haemophilus influensa tipe B (Hib)
9. Vaksin Hepatitis A
10. Vaksin cacar air (Varicella)
2.2 Konsep Dasar Imunisasi Campak
PENGERTIAN
1. Campak, measles atau rubeola adalah penyakit virus akut yang disebabkan oleh
virus campak. Penyakit ini sangat infeksius, menular sejak awal masa prodromal
sampai lebih kurang 4 hari setelah munculnya ruam. Infeksi disebarkan lewat udara
(airborne).
2. Measles atau rubeola atau biasa disebut campak, yaitu infeksi virus yang sangat
menular, biasanya pada masa anak-anak, terutama menyerang saluran pernafasan
dan jaringan retikuloendotelial. Ditandai oleh erupsi yang terpisah, papul merah,
yang akan berkonfluensi, datar, berubah menjadi coklat, dan berdeskuamasi.
3. Campak ditandai oleh tiga stadium:
1. Stadium inkubasi sekitar 10-12 hari dengan sedikit, jika ada, tanda-tanda atau
gejala-gejala.
2. Stadium prodromal dengan enantem ( bercak koplik ) pad mukosa bukal dan
faring, demam ringan sampai sedang, konjungtivitis ringan, koryza, dan batuk
yang semakin berat.
3. Stadium akhir dengan ruam makuler yang muncul berturu-turut pad leher dan
muka, tubuh, lengan dan kaki dan disertai oleh demam tinggi.
ETIOLOGI
Campak adalah virus RNA dari Famili Paramixoviridae, genus Morbillivirus. Hanya
satu tipe antigen yang diketahui. Selama masa prodromal dan selama waktu singkat
sesudah ruam tampak, virus ditemukan dalam sekresi nasofaring, datah dan urin. Virus
dapat tetap aktif selama sekurang-kurangnya 34 jam dalam suhu kamar. Virus camapak
dapat diisolasi dalam biakan embrio manusia atau jaringan kera rhesus. Perubahan
sitopatik, tampak dalam 5-10 hari, terdiri dari sel raksasa multinukleus dengan inklusi
intranuklear. Antibodi dalam sirkulasi dapat dideteksi bila ruam muncul.


PATOFISIOLOGI
Virus campak ditularkan lewat infeksi droplet lewat udara, menempel dan berbiak pada
epitel nasofaring. Tiga hari setelah invasi, replikasi dan kolonisasi berlanjut pada
kelenjar limfe regional dan terjadi viremia yang pertama. Virus menyebar pada semua
sistem retikuloendotelial dan menyusul viremia kedua setelah 5-7 hari dari infeksi
awal. Adanya giant cells dan proses keradangan merupakan dasar patologik ruam dan
infiltrat peribronchial paru. Juga terdapat udema, bendungan dan perdarahan yang
tersebar pada otak. Kolonisasi dan penyebaran pada epitel dan kulit menyebabkan
batuk, pilek, mata merah (3 C : coryza, cough and conjuctivitis) dan demam yang
makin lama makin tinggi. Gejala panas, batuk, pilek makin lama makin berat dan pada
hari ke 10 sejak awal infeksi (pada hari penderita kontak dengan sumber infeksi) mulai
timbul ruam makulopapuler warna kemerahan.Virus dapat berbiak juga pada susunan
saraf pusat dan menimbulkan gejala klinik encefalitis. Setelah masa konvelesen pada
turun dan hipervaskularisasi mereda dan menyebabkan ruam menjadi makin gelap,
berubah menjadi desquamasi dan hiperpigmentasi. Proses ini disebabkan karena pada
awalnya terdapat perdarahan perivaskuler dan infiltrasi limfosit.
GEJALA
1. Panas meningkat dan mencapai puncaknya pada hari ke 4-5, pada saat ruam keluar.
2. Coryza yang terjadi sukar dibedakan dengan common cold yang berat. Membaik
dengan cepat pada saat pans menurun.
3. Conjunctivitis ditandai dengan mata merah pada conjunctiva disertai dengan
keradangan disertai dengan keluhan fotofobia.
4. Cough merupakan akibat keradangan pada epitel saluran nafas, mencapai puncak
pada saat erupsi dan menghilang setelah beberapa minggu.
5. Munculnya Kopliks spot umumnya pada sekitar 2 hari sebelum munculnya ruam
(hari ke 3-4) dan cepat menghilang setelah beberapa jam atau hari. Kopliks spot
adalah sekumpulan noktah putih pada daerah epitel bucal yang merah (a grain of
salt in the sea of red), yang merupakan tanda klinik yang pathognomonik untuk
campak.
6. Ruam makulopapular semula bewarna kemerahan. Ruam ini muncul pertama pada
daerah batas rambut dan dahi, serta belakang telinga, menyebar ke arah perifer
sampai pada kaki. Ruam umumnya saling rengkuh sehingga pada muka dan dada
menjadi confluent. Ruam ini membedakan dengan rubella yang ruamnya discrete


dan tidak mengalami desquamasi. Telapak tangan dan kaki tidak mengalami
desquamasi.
KOMPLIKASI
Komplikasi utama campak adalah otitis media, pneumonia, dan ensefalitis. Noma pipi
dapat terjadi pada keadaan yang jarang. Gangrene muncul dimana-mana tampak
merupakan akibat purpura fulminan atau koagulasi intravaskuler tersebar. Pneumonia,
dapat disebabkan oleh virus campak sendiri. Pneumonia campak pada penderita dengan
inveks HIV sering mematikan dan tidak selalu disertai oleh ruam. Salah satu dari
kemungkinan bahaya campak adalah eksaserbasi proses tuberkolosi yang ada
sebelumnya. Mungkin juga ada kehilangan hipersensitivitas sementara terhadap
tuberculin.
PENATALAKSANAAN
1. Imunisasi campak termasuk dalam program imunisasi nasional sejak tahun
1982, angka cakupan imunisasi menurun < 80% dalam 3 tahun terakhir
sehingga masih dijumpai daerah kantong risiko tinggi transmisi virus campak.
2. Strategi reduksi campak terdiri dari :
a. Pengobatan pasien campak dengan memberikan vitamin A.
b. Imunisasi campak
PPI : diberikan pada umur 9 bulan.
Imunisasi campak dapat diberikan bersama vaksin MMR pada umur 12-
15 bulan.
Mass campaign, bersamaan dengan Pekan Imunisasi nasional.
Catch-up immunization, diberikan pada anak sekolah dasar kelas 1-6,
disertai dengan keep up dan strengthening.
c. Survailans.
2.3 Konsep Dasar Teori Askeb
I. Data Subyektif
1. Identitas
Nama : Identitas dimulai dari nama pasien yang jelas dan lengkap (nama, mana
panggilan).
Tanggal Lahir : Digunakan untuk menentukan umur pasien .


Nama, Umur, Pendidikan da Pekerjaan Orang Tua : Sebagai identitas tambahan
dan menggambarkan keakuratan data.
Agama : Kepercayaan dapat nenunjang nemun tidak jarang juga dapat
menghambat perilaku hidup sehat.
Alamat yang jelas sangat diperlukan agar sewaktuwaktu dapat dihubungi
selain itu juga mungkin dilakukan kunjungan ulang.
(Manajemen Kebidanan)
2. Keluhan Utama
Keluhan atau gejala yang dirasakan yakni berat badan bayi pada timbangan
rendah
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat yang dikaji antara lain : riwayat antenatal, natal dan post natal pada
bayi berfungsi untuk menindaklanjuti keluhan yang diderita oleh bayi.
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Anamnesis tentang penyakit yang diderita dalam keluarga mungkin ada
hubungannya dengan penyakit yang diderita saat ini. Contohnya : hipertensi,
jantung, diabetes, TBC
5. Riwayat Penyakit Sekarang
Berisi tentang keadaan pasien saat sebelum dilakukan imunisasi.
6. Riwayat Imunisasi
Jadwal Imunisasi
1) BCG = 0 1 bulan
2) Hepatitis B 1 = 0 bulan
Hb 2 = 1 bulan
Hb 3 = 3 6 bulan
3) Polio 0 = 0 Polio III = 6 bulan
Polio I = 2 bulan Polio IV = 18 bulan
Polio II = 4 bulan Polio V = 5 tahun
4) DPT I = 2 bulan DPT IV = 18 bulan
DPT II = 4 bulan DPT V = 5 tahun
DPT III = 6 bulan DPT VI = 12 tahun
5) Campak I = 9 bulan
Campak II = 6 tahun



7. Pola Eliminasi
Yang dikaji adalah BAB dan BAK pada bayi saat waktu pertama dilahirkan,
agar jika ada kelainan dapat diketahui.
BAB : frek 34 kali sehari, konsistensi lembek, warna kuning
BAK : frek 89 kali sehari, warna kuning jernih
8. Pola Istirahat dan Tidur
Berisi tentang pola teidur anak sehari-hari.
9. Psikososial
Hubungan bayi dengan orang orang disekitarnya perlu dikaji yakni hubungan
bayi dengan ibunya dan keluarganya.
II. DATA OBYEKTIF
Data yang didapatkan dari pemeriksaan petugas :
1. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan Umum : Cukup
2) Berat Badan : 2500-4000 gram
3) Panjang Badan : 4555 cm
4) Suhu : 36,5C37,5C
5) Nadi : 120160 x/menit
6) Pernafasan : 3060 x/menit
2. Pemeriksaan Fisik Khusus
1) Kepala : terdapat caput succedaneum, rambut bersih, tidak ada cephal
hematoma
2) Mata : simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera putih, tidak ikterus,
tidak blenorhoe, tidak strabismus, tidak nigtagmus
3) Bibir dan Mulut : tidak labio skizis, tidak ada moniliasis
4) Telinga : simetris, tidak ada fistula, tidak ada serumen
5) Leher : pendek
6) Dada : simetris, tidak ada retraksi dinding dada
7) Abdomen : tidak omphalocele, tidak omphalitis, tidak hernia umbilikalis
8) Genetalia : testis sudah turun ke skrotum
9) Keadaan punggung : terdapat sedikit lanugo
10) Anus : mekoneum sudah keluar, tidak ada atresia ani, tidak atresia recti
11) Ekstermitas Atas : pergerakan bebas, tidak polidaktili, tidak sindaktili
12) Ekstermitas Bawah : pergerakan bebas, tidak polidaktili, tidak sindaktili


3. Bayi berjalan dengan berpegangan, sudah bias mengucapkan mama papa
dengan baik, anak sudah bisa membedakan orang dengan orang lain.
ANALISA DATA
Bayi ...... umur ........ dengan imunisasi Campak.
PENATALAKSANAAN
1. Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga bayi, Ibu dan Keluarga menerima
2. Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarga mengenai pemberian imunisasi
campak, Keluarga mengerti dan kooperatif.
3. Menyiapkan alat untuk imunisasi campak, persiapan dilakukan vaksin campak dan
pelarutnya spuit 3 cc dan 5 cc serta kapas DTT.
4. Melakukan imunisasi Campak, ibu menyetujui.
5. Mengisi KMS dan status bayi balita, KMS telah ditulis.
6. Memberikan HE tentang efek samping dan cara penanganan jika terjadi efek
samping, Ibu dan Keluarga Mengerti.
7. Memberitahukan kapan harus melakukan kunjungan ulang, Ibu menerima dan
menyetujui.



BAB 3
TINJAUAN KASUS


No. Register / Rekam Medik : -
Tanggal Masuk / Tanggal Kunjungan: 8 Januari 2013
Tanggal / Jam Pengkajian : 8 Januari 2013 / 17.00 WIB
Pengkaji : Andriani Dian Irawati
Tempat : BPS/polindes Tawangsari

I. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas Bayi
Nama Bayi : By D
Jenis Kelamin : Laki-laki
Anak Ke- : 1
Tanggal Lahir : 8 14 April 2012
Umur : 9 Bulan
2. Identitas Orang Tua
Nama Ibu : Ny A Nama Suami : Tn E
Umur : 24 Tahun Umur : 26 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : STM
Pekerjaan : ibu rumah tangga Pekerjaan : Swasta
Golongan Darah: - Golongan Darah: -
Alamat : Ngelom-Megare Alamat : Ngelom-Megare
3. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan pasien dalam keadaan sehat, tidak sedang menderita sakit panas,
pilek ataupun batuk.
4. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu pasien mengatakan pasien pernah sakit panas, batuk, pilek 1-3 hari dan tidak
pernah menderita penyakit kronis (hepatitis, paru-paru dll).
5. Riwayat Neonatal
1) Riwayat Antenatal
G
I
P
00000


(1) Usia Kehamilan : 40 minggu
(2) Penggunaan obatobatan selama kehamilan : Fe
(3) Imunisasi TT : -
(4) Pemeriksaan penunjang selama kehamilan : USG
(5) Komplikasi/penyakit selama kehamilan : -
(6) Penanganan : -
2) Riwayat Natal
(1) Penolong persalinan : bidan
(2) Tempat persalinan : BPS
(3) Cara persalinan : Spontan biasa
(4) BB lahir : 3000 gram PB : 49 cm
(5) Presentasi : kepala
(6) Ketuban pecah : Spontan Warna : jernih
(7) Komplikasi persalinan : -
(8) Keadaan tali pusat : baik
(9) Obatobatan yang diberikan : injeksi Vitamin K
3) Riwayat Post Natal
(1) Resusitasi : -
(2) Obat obatan : injeksi Vit.K
(3) Pemberian O
2 :
-
(4) Keadaan Umum : cukup
(5) Pernafasan : 50 x/menit, cepat dan dangkal
(6) Nadi : 120 x/menit
(7) Suhu : 36C
6. Riwayat Imunisasi
Jenis Imunisasi Umur Frekuensi
HB0
BCG, POLIO
DPT, HB 1, POLIO 2
DPT, HB 2, POLIO 3
DPT, HB 3, POLIO 4
CAMPAK
0 hari
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
9 bulan
1 x
1 x
1 x
1 x
1 x
1 x



7. Pola kebiasaan sehari-hari
a) Pola Nutrisi
Makan : nasi tim kadang dicampur dengan sayur sop, kaldu ayam, hati
ayam/sapi yang dimasak dan dihaluskan. Frekuensi 3x sehari, 1 porsi
terkadang tidak habis.
Minum : ASI diberikan bila bayi berasa lapar dan menagis dan saat akan
tidur. Terkadang juga diberi sari buah jeruk, pisang dan pepaya.
b) Pola Eliminasi
BAB 1-2 x/hari, warna kekuningan, konsistensi lunak
BAK 8-10 x/hari, warna agak kuning jernih, konsistensi cair.
c) Pola Aktivitas
Pasien bisa duduk sendiri tanpa sandaran, bisa merangkak untuk meraih
benda didekatnya dan dapat berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan.
d) Pola Istirahat
Malam : jam 20.00 05.00 WIB terbangun sebentar saat BAB dan BAK
atau saat haus kemudian tertidur lagi.
Siang : tiap selesai mandi dan selesai makan kadang langsung tidur 3-4
jam
e) Pola kebiasaan dan personal hygiene
Pasien dimandikan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan
menggunakan air hangat, keramas tiap mandi, ganti pakaian 2x sehari atau
bila kotor langsung diganti.
II. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik Umum
(1) Kesadaran : Composmentis
(2) Keadaan Umum : Baik
(3) Suhu : 36 C
(4) Denyut Jantung : 120 x/menit
(5) Pernafasan : 50 x/menit
(6) TB : 59 cm
2. Pemeriksaan Fisik Khusus :
1) Kepala : rambut terdapat sisa ketuban, tidak ada cephal hematoma
2) Mata : simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera putih, tidak ikterus, tidak
blenorhoe, tidak strabismus, tidak nigtagmus


3) Bibir dan Mulut : tidak labio skizis, tidak ada moniliasis
4) Telinga : simetris, tidak ada fistula, tidak ada serumen
5) Leher : pendek
6) Dada : simetris, ada retraksi dinding dada
7) Abdomen : tidak omphalocele, tidak omphalitis, tidak hernia umbilikalis
8) Genetalia : testis sudah turun ke skrotum
9) Keadaan punggung : terdapat banyak lanugo
10) Anus : mekoneum belum keluar, tidak ada atresia ani, tidak atresia recti
11) Ekstermitas Atas : pergerakan kurang aktif, tidak polidaktili, tidak sindaktili
12) Ekstermitas Bawah : pergerakan kurang aktif, tidak polidaktili, tidak sindaktili
3. Pertumbuhan dan Perkembangan
Bayi sudah dapat duduk tanpa dibantu, dapat tengkurap dan berbalik
sendiri, mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti dan mulai engenal muka atau
wajah anggota keluarga dan sedikit takut pada orang asing.
III. ANALISA DATA
By. D usia 9 bulan dengan imunisasi Campak
IV. PENATALAKSANAAN
1. Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga bayi, Ibu dan Keluarga menerima
2. Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarga mengenai pemberian imunisasi
campak, Keluarga mengerti dan kooperatif.
3. Menyiapkan alat untuk imunisasi campak, persiapan dilakukan vaksin campak
dan pelarutnya spuit 3 cc dan 5 cc serta kapas DTT.
4. Melakukan imunisasi Campak, ibu menyetujui
5. Mengisi KMS dan status bayi balita, KMS telah ditulis.
6. Memberikan HE tentang efek samping dan cara penanganan jika terjadi efek
samping, Ibu dan Keluarga Mengerti.
7. Memberitahukan kapan harus melakukan kunjungan ulang, Ibu menerima dan
menyetujui.







BAB 4
PEMBAHASAN

Setelah melakukan Asuhan Kebidanan pada By. D umur 9 bulan dengan
imunisasi campak, maka penanganan yang diberikan tidak jauh berbeda antara teori
dengan kenyataan dilapangan. Adapun kesamaan antara teori dengan kasus adalah:
1. Pengkajian Data:
Pengumpulan data berupa data subyektif dan data obyektif tidak mengalami
kendala pasien dan keluarga kooperafif dengan petugas dan dari data yang saya angkat
teori dengan kenyataan tidak jauh berbeda.
2. Analisa Data/Masalah
Dari tinjauan teori didapatkan adanya kesesuaian antara tinjauan pustaka dan
tinjauan kasus, sehingga dapat ditarik suatu diagnosa atau kesimpulan.
3. Implementasi
Dari tinjauan teori didapatkan adanya kesesuaian antara tinjauan pustaka dan
tinjauan kasus yang saya angkat.
4. Evaluasi
Dari tinjauan teori yang didapatkan dengan bayi Berat Badan Lahir Rendah.
Pada kasus yang saya angkat terdapat kesesuaian antara tinjauan pustaka dan tinjauan
kasus.




BAB 5
PENUTUP


5.1 Kesimpulan
Dari penyuluhan praktek kebidanan ini dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Imunisasi campak diberikan pada bayi umur 9 bulan dan profilaksis paska paparan
pada orang yang tidak di imunisasi
2. Efek samping dari pemberian imunisasi campak adalah kemungkinan terjadi
demam/panas 1-3 hari setelah imunisasi dan 1 minggu setelahnya kadang disertai
kemerahan pada permukaan kulit seperti menderita campak ringan.


DAFTAR PUSTAKA


Sediaoetama Achrnad Djaeni Prof.Dr, 1989. Ilmu gizi, Jilid II, Dian Rakyat, Jakarta.
Hasan Rusepno, dr, dkk, 1985. Ilmu Kesehatan Anak, Edisi Ketiga, Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
http://images.elcino.multiply.com/logo/9
Doengus Marily E. 1999. Rencana Asuhan Keperawtan pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian. Buku kedokteran. EGC.
Juall C, Linda, 2000. Diagnosa keperawatan. Buku kedokteran. EGC.
Mansjoer, Arif. 1999. Kapita Selekta. Jilid 1. FKUL.
Mansjoer, Arif. 1999. Kapita Selekta. Jilid 2. FKUL.