You are on page 1of 40

Asuhan Keperawatan "Tumor Abdomen"

A. Konsep Dasar Tumor Abdomen


a. Pengertian
1. Tumor adalah : merupakan kumpulan sel abnormal yang terbentuk
oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus, tidak terbatas, tidak terkoordinasi dengan
jaringan di sekitarnya serta tidak berguna bagi tubuh. (Kusuma Budi 21 !.
2. Tumor adalah : benjolan di sebabkan oleh pertumbuhan sel
dengan pertumbuhan yang terbatas dan lonjong.
(". #s$ari, 2!.
%. Tumor &bdomen merupakan massa yang padat dengan ketebalan yang berbeda-
beda, yang di sebabkan oleh sel tubuh yang mengalami trans'ormasi dan tumbuh
se(ara uotonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal, sehingga sel tersebut
berbeda dengan sel normal dalam bentuk dan strukturnya. )e(ara patologi kelainan
ini mudah terkelupas dan dapat meluas ke retroperitonium, dapat terjadi obstruksi
ureter atau *ena (a*a interior. +assa jaringan 'ibrosis mengelilingi dan menentukan
struktur yang di bentuknya tetapi tidak mengin*asinya.
( "li,abet. j. -or$in. 2!
b. &natomi 'isiologi sistem pen(ernaan
1. +ulut
+ulut atau orsis adalah permulaan saluran pen(ernaan yang terdiri atas 2 bagian
yaitu bagian luar yang senpit atau *estibula yaitu ruang di antara gusi, gigi, bibir, dan
pipi. Bagian rongga mulut bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oeh
tulang malsilaris, platum dan mandibularis, di belakang bersambung dengan 'aring.
a! .igi
.igi de$asa berjumlah %2 yang terdiri dai gigi seri untuk memotong makanan, gigi
taring untuk memutuskan makanan yang keras dan liat dan gigi geraham untuk
menguyah makanan yang sudah dipotong-potong.
b! /idah
/idah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah
ini dapat digerakkan keseluruh arah. 0ungsi lidah itu sendiri yaitu mengaduk
makanan, membentuk suara, sebagai alat penge(ap, dan menelan, serta merasakan
makanan.
(! Kelenjar ludah
Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama $artoni
dan duktus stensoni. Kelenjar ludah ada dua yaitu kelenjar submaksilaris dan
subblingualis.
2. 0aring
+erupakan organ berhubungan rongga mulut dengan kerongkongan (eso'agus!. 1i
dalam lengkung 'aring terdapat tonsil (amandel! yaitu kumpulan kelenjar lim'e yang
banyak mengandung lim'osit dan merupakan pertahanan terhadap in'eksi. Tekak
terdiri dari bagian superior ( bagian yang sama tinggi dengan hidung ! bagian media
( bagian yang sama tinggi dengan laring !. Bagian superior di sebut naso'aring, pada
naso'aring bermuara tuba yang memghubungkan tekak dengan ruang gendang
telinga.
%. "so'agus
"so'agus merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung
panjangnya 22 (m, mulai dari 'aring sampai pintu masuk kardiak di baeah lambung.
/apisan dinding dari dalam keluar: melingkar sirkuler, dan lapisan otot memanang
longituginal. "so'gus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung,
setelah melalui toraks menembus dia'ragma masuk ke dalam abdomen
menyambung dengan lambung.
3. /ambung
/ambung atau gaster merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang
paling banyak terutama di daerah epigaster. /ambung terdiri dari bagian atas 'undus
uteri berhubungan dengan eso'agus melalui ori'isium pirolok, terletak di ba$ah
dia'ragma di depan pankreas dan limpa, menempel di sebelah kiri 'untus uteri.
Bagian lambung terdiri dari :
a! 0undus *entrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak di sebelah kiri osteum
kardium dan biasanya penuh berisi gas.
b! Korpus *entrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian ba$ah
kur*atura minor.
(! &ntrum pilorius, bagian lambung berbentuk tabung, mempunyai otot yang tebal
membentuk s'ingter pilorius.
d! Kur*antura minor, terdapat di sebelah kanan lambung, terbentang dari osteum
kardiak sampai ke pilorus.
e! Kur*antura mayor, terdapat lebih panjang dari kur*antura minor, terbentang dari
sisi kiri osteum melalui 'undus *ebtrikuli menuju ke kanan sampai bagian atas
kur*anturi mayor sampai ke limpa.
'! #steum kardiak, merupakan tempat eso'agus bagian abdomen masuk ke lambung,
pada bagian ini terdapat ori'isium pilorik.
)ekresi getah lambung mulai terjadi pada orang makan. Bila melihat makanan dan
men(ium bau makanan maka sekresi lambung akan terangsang. 4angsangan
kimia$i yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang di sebut
getah lambung. .etah lambung di halangi oleh sitem sara' simpatis yang dapat
terjadi pada $aktu gangguan emosi seperti, arah dan rasa takut.
2. 5sus halus
5sus halus atau intestium minor adalah bagian dari sistem pen(ernaan makanan
yang berpangkal pada piloris dan berakhir pada sekum panjangnya 6m, merupakan
saluran paling panjang tempat proses pen(ernaan dan absorbsi hasil pen(ernaan
yang terdiri dari lapisan usus halus ( lapisan mukosa 7sebelah dalam8, lapisan
pen(ernaan terdiri dari lapisan otot melingkar 7m. )irkuler8, lapisan otot
memanjang 7m. /ongi tudinal8 dan lapisan serosa 7sebelah luar8 !.
a! 1uedenum
1uedenum di sebut juga usus 12 jari, panjangnya 22 (m, berbentuk sepatu kuda
melengkung ke kiri, pada lengkungan ini terdapat pankreas. Pada bagian kanan
deudenum terdapat selaput lendir, yang membukit di sebut papila *ateri yang
bermuara di saluran empedu. 1inding deudenum mempunyai lapisan mukosa yang
banyak mengandung kelenjar, kelenjar ini di sebut Brunnern ber'ungsi untuk
memproduksi getah intestinum.
b! 9ejenum dan ileum
9ejenum dan ileum memiliki panjang sektar 6 meter. 1ua perlima sebagian atas
adalah (jejenum! dengan panjang 2% meter dan ileum dengan panjang 3-2 meter.
/ekukan jejenum dam ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan
perantaraan lipatan peritonium yang berbentuk kipas dikenal sebagai mesenterium.
6. 5sus besar
5sus besar atau intestum mayor panjangnya 1,2 m lebarnya 2-6 (m. /apisan usus
besar dari dalam ke luar: selaput lendir, lapisan otot melingkar, lapisan otot
memanjang, jaringan ikat. 0ungsi usus besar adalah menyerap air dan makanan.
Tempat tinggal bakteri koli, tempat 'e(es.
a! )ekum
1ibaeah sekum terdapat apendiks, *ermi'ormis yang berbentuk seperti (a(ing,
panjangnya 6 (m. )eluruhnya ditutupi oleh peritoneum mudah bergerak $alaupun
tidak mempunyai mesintrium dan dapat diraba melalui dinding abdomen pada
orang yang masih hidup.
b! Kolon asendens
Pajangnya 1% (m, terletak di ba$ah abdomen sebalah kanan. +embujur ke atas dari
ileum ke ba$ah hati. 1i ba$a hati melengkung ke kiri, lengkungan ini di sebut
'leksura hepatika, di lanjutkan sebagai kolon trans*ersum.
(! &pendiks ( usus halus!
Bagian dari usus halus yang mun(ul seperti (orong dari ujung sekum, mempunyai
pintu keluar yang sempit tetapi memungkinkan dapat di le$ati oleh beberapa isi
usus. &pendiks tergantung menyilang pada linea terminalis masuk ke dalam rongga
pel*is minor, terletak hori,ontal di belakang sekum. )ebagai suatu organ pertahanan
terhadap in'eksi, kadang apendiks beraksi se(ara hebat dan hiperakti' yang bisa
menimbulkan pe'orasi dindingnya ke dalam rongga abdomen.
d! Kolon tras*ersum
Panjangnya %: (m, membujur dari kolon asendens sanapai desendens berada di
ba$ah abdomen, sebelah kanan terdapat 'leksura linealis.
e! Kolon desendens
Panjangnya 22 (m, terletak di ba$ah abdomen bagian kiri membujur dari atas ke
ba$ah dan 'leksura linealis sampai ke depan ileum kiri, bersambung dengan kolon
sigmoid.
'! Kolon sigmoid
Kolon sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens, terletak miring dalam
rongga pel*is sebelah kiri, berbentuk menyerupai huru' ), ujung ba$ahnya
berhubungan dengan rektum.
;. 4ektum
4ektum terletak di ba$ah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinium mayor
dam anus, terletak di dasar pel*is, dindingnnya di perkuat oleh % s'ingter :
a! )'ingter ani internus (sebelah atas!, bekerja tidak menurut kehendak.
b! )'ingter le*ator ani, bekerja juga tidak menurut kehendak.
(! )'ingter ani eksternus (sebelah ba$ah!, bekerja menurut kehendak. ()yai'uddin.
2%!
&natomi 'isiologi yang berhubungan
&bdomen ialah rongga terbesar dalam tubuh bentuknya lonjong dan meluas dari
atas dia'ragma sampai pel*is di ba$ah.
&natomi rongga abdomen
4ongga abdomen di batasi oleh :
1! &tas : 1ia'ragma
2! Ba$ah : Pel*is
%! 1epan : 1inding depan abdomen
3! /eteral : 1inding lateral abddomen
2! Belakang : 1inding belakang abdomen serta tulang belakang.
<si abdomen sebagian besar dari saluran pen(ernaan yaitu lambung, usus halus, dan
usus besar.
/ambung adalah bagian dari saluran pen(ernaan yang dapat mekar paling banyak.
Terletak di epigastrik, dan sebagian sebelah kiri hipokhodriak dan umbili(al.
/ambung terletak di ba$ah dia'ragma, di depan pankreas. 1an limpa menempel
pada sebelah kiri 'undus.
=ati menempati bagian kanan atas terletak di ba$ah dia'ragma, dan menutupi
lambung bagian pertama usus halus, kandung empedu terletak di dekat ujung
pankreas.
.injal dan kelenjar suprarenal berada diatas dnding posterior abdomen dari ginjal.
&orta abdominalis, *ena (a*a interior, reseptakulum khili dan sebagian dari saluran
torasika terletak di dalam abdomen.
Pembuluh lim'e dan kelenjar, urat sara', peritoneum dan lemak juga di jumpai di
dalam rongga ini. ( "*elyn Pear(e, 22!
1ia'ragma merupakan suatu kubah yang menonjol dalam ronga toraks. 1ia'ragma
ini di turut dalam perna'asan. Pada ins'irasi akan turun ke ba$ah pada ekspirasi
akan naik ke atas. Pada saat ekspirasi maksimal akan berada setinggi kira-kira 3
garis pada midkla*ikularis, yang kurang lebih sama dengan palpila mammae pada
laki-laki.
1engan demikian pada trauma toraks, baik tumpul maupun tajam, bila di
temukan sampai setinggi palpila mammae (pada laki-laki! harus di$aspadai adanya
trauma abdomen juga.
#rgan yang terlindungi dalam pel*is adalah rektum, buli-buli dan uterus, dengan
demikian organ yang tidak terlindungi adalah usus halus dan sebagian besar kolon.
Ke-2 ginjal karen aletaknya yang di daerah belakang (dorsal! relati' terlindungi.
=epar dan lien tidak mempunyai lumen atau solid, dan terutama pada ke-2
organ ini akan menimbulkan perdarahan yang akan terkumpul dalam rongga
peritoneum. Keadaan ini di kenal dengan hemopertorium. 4obekan juga dapat
menimbulkan perdarahan intra-peritonial.
.aster, usus halus dan usus besar mempunyai lumen. 1engan demikian bila
terjadi per'orasi, isinya akan tumpah dalam rongga peritonium dan menimbulkan
peritonitis. Bila yang masuk rongga peritonium adalah asam lambung maka
rangsangan kimia akan segera menimbulkan gejala peritonitis, sedangkan bila yang
masuk rongga peritonium adalah isi usus halus atau kolon. .ejala yang timbul akan
lambat. ( )yai'uddin, 2%!.
(. "tiologi
Penyebab terjadinya tumor abdomen karena terjadinya pembelahan sel yang
abnormal. Perbedaan si'at sel tumor tergantung dari besarnya penyimpangan dalam
bentuk dan 'ungsi autonominya dalam perubahan kemampuannya mengadakan
in'iltrasi dan menyebabkan metastasis. Banyak kondisi yang menimbulkan tumor
abdomen. )e(ara garis besar, keadaan tersebut dapat dikelompokkan dalam lima hal
yaitu :
1. Proses peradangan ba(terial > kimia$i
2. #bstruksi mekanis : seperti pada *ol*ulus, hernia atau pelengketan.
%. ?eoplasma@tumor : karsinoma, polypus atau kehamilan ektopik.
3. Kelainan *askuler : emboli, tromboemboli, per'orasi dan 'ibrosis.
2. Kelainan kongenital.
&dapun penyebab tumor abdomen akut :
a. Kelainan traktus gastrointestinal : nyeri non-spesi'ik, appendi(itis, in'eksi usus halus
dan usus besar, hernia strangulate, per'orasi ulkus pepti(, per'orasi usus,
di*erti(ulitis me(kel, sindrom boerhae*e, kelainan in'lamasi usus, indrom +allory
$eiss, gatroienteritis, gastritis akut, adenitis mesenterika.
b. Kelainan pan(reas : pan(reatitis akut.
(. Kelainan traktus urinarius : kolik renal atau ureteral, pielone'ritis akut, sistisis akut,
in'ark renal.
d. Kelainan hati, limpa, dan traktus biliaris : kolestitisis akut kolangitis akut, abses hati,
ruptur tumor hepar ruptur spontan limpa, kolik bilier, hepatitis akut.
e. Kelainan ginekologi : kehamilan ektopik terganggu, tumor o*arium, salpingitis akut,
dismenorea, endometriosis.
'. Kelainan *askuler : ruptur aneurisma aorta dan *is(eral, iskemia kilitis akut,
trombosis mesenterika.
g. Kelainan peritoneal : abses intraabdomen, peritonitis primer, peritonitis TB-.
h. Kelainan retroperitoneal : perdarahan retroperitoneal.
( <bnu Aainal &r-rosyad, 21 !
d. <nsiden
Tumor abdomen saat ini sudah diklasi'ikasikan sesuai dengan
lokasi tumor. Tumor pada daerah abdomen dapat meliputi kanker lambung yang
dilaporkan insidennya 1 per 1. populasi di &merika )erikat, neoplasma usus
halus yang merupakan 1B dari malignasi gastrointestinal. Perkiraan jumlah
penderita tumor abdomen selama tahun 2C adalah 1.%, yang akan
mengakibatkan kematian 22 orang.
( )mels,er, )u,anne -. 21!
e. Pato'isiologi
Tumor adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal di ubah
oleh mutasi ganeti( dari 1?& selular. )el abormal ini membentuk kolon dan
berpopli'erasi se(ara abnormal, mengatakan sinyal mengatur pertumbuhan dalam
lingkungan sekitar sel tersebut.
)el-sel eoplasma mendapat energi terutama dari anaerob karena
kemanpuan sel untuk oksidasi berkurang, meskipun mempunyai en,im yang
lengkap atau oksidasi. )usunan en,im sel uni'orm sehingga lebih mengutamakan
berkembang biak yang membutuhkan energi untuk anabolisme daripada untuk
ber'ungsi yang menghasilkan energi dengan jalan katabolisme.
9aringan yang tumbuh memerlukan bahan-bahan untuk membentuk
protioplasma dan energi, antara lain asam amino. )el-sel neoplasma dapat
mengalahkan sel-sel ormsl dalam mendapatkan bahan-bahan tersebut. (Kusuma,
Budi drg. 21!
Ketika di(apai suatu tahap diman sel mendapatkan (iri-(iri in*asi, dan
terjadi perubahan pada jaringan sekitarnya. )el-sel tersebut mengin'iltrasi jaringan
sekitar dan memperoleh akses ke lim'e dan pembuluh-pembuluh darah, melalui
pebuluh darah tersebut sel-sel dapat terba$a ke arah lain alam tubuh untuk
membentuk metastase (penyebaran tumor! pada bagian tubuh yang lain.
+eskipun penyakit ini dapat diuraikan se(ara umum seperti yang telah
digunakan, namun tumor bukan suatu penyakit tunggal dengan penyebab tunggal:
tetapi lebih kepada suatu kelompok penyakit yang jelas dengan penyebab, metastase,
pengobatan dan prognosa yang berbeda. ()melst,er, )u,anne -.21!.
'. +ani'estasi Klinik
1! =iperplasia
2! Konsistensi tumor umumnya padat atau keras
%! Tumor epital biasanya mengandung sedikit jaringan ikat dan apabila berasal dari
masenkim yang banyak mengandung jaringan ikat maka akan elasti( kenyal atau
lunak.
3! Kadang tampak hiper*askulari disekitar tumor.
2! "dema disekitar tumor disebabkan in'iltrasi epembuluh lim'e.
6! ?yeri
;! &noreksia, mual, muntah.
:! Penurunan berat badan.
g. Test diagnostik
Prosedur diagnostik yang biasa dilakukan dalam menge*aluasi malignansi meliputi:
1! +arer tumor
)ubstansi yang ditemukan dalam darah atau (airan tubuh lain yang dibentuk oleh
tubuh dalam berespon terhadap tumor.
2! Pen(itraan resonansi magneti( (+4<!
Penggunaan medan magnet dan sinyal 'rekuensi radio untuk menghasilkan
gambaran berbagai struktur tubuh.
%! -T )(an
+enggunakan pan(aran sinar sempit sinar-D untuk meminai susunan lapisan
jaringan untuk memberikan pandangan potongan melintang.
3! 0louroskopi
+enggunakan sinar-D yang memperlihatkan ketebalan antar jaringan, dapat
men(akup penggunaan bahan kontras.
2! 5ltrasound
"(ho dari gelombang bunyi ber'rekuensi tinggi direkam pada layer penerima,
digunakan untuk mengkaji jaringan yang dalam didalam tubuh.
6! "ndoskopi
+em*isualkan langsung rongga tubuh atau saluran dengan memasukkan suatu
kedalam rongga tubuh atau ostium tubuh, memungkinkan dilakukannya biopsy
jaringan, aspirasi dan eksisi tumor yang ke(il.
;! Pen(itraan kedokteran nuklir
+enggunakan suntikn intra*ena atau menelan bahan radiosisotope yang diikuti
dengan pen(itraan yang menkaji tempat berkumpulnya radioisotope.()melt,er,
)u,anne -.21!.
h. Penatalaksanaan medik
1! Pembedahan
Pembedahan adalah modalitas penanganan utama, biasanya gastereksoni subtotal
atau total, dan digunakan untuk baik pengobatan maupun paliasi.
Pasien dengan tumor lambung tanpa biopsy dan tidak ada bukti matastatis jauh
harus menjalani laparotomi eksplorasi atau seliatomi untuk menentukan apakah
pasien harus menjalani prosedur kurati' atau 'aliati'. Kon'likasi yang berkaitan
dengan tindakan adalah injeksi, pendarahan, ileus, dan kebo(oran anastomoisis.
()melt,er, )u,anne -.21!.
2! 4adioterapi
Penggunaan partikel energi tinggi untuk menghan(urkan sel-sel dalam pengobatan
tumor dapat menyebabkan perubahan pada 1?& dan 4?& sel tumor. Bentuk energy
yang digunakan pada radioterapi adalah ionisasi radiasi yaitu energy tertinggi
dalam spektrum elektromagnetik.
%! Kemoterapi
Kemoterapi sekarang telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk reseksi tumor,
untuk tumor lambung tingkat tinggi lanjutan dan pada kombinasi dengan terapi
radiasi dengan mela$an sel dalam proses pembelahan, tumor dengan 'raksi
pembelahan yang tinggi ditangani lebih e'ekti' dengan kemoterapi.
3! Bioterapi
Terapi biologis atau bioterapi sebagai modalitas pengobatan keempat untuk kanker
dengan menstimulasi system imun (biologi( response modi'iers@B4+! berupa
antibody mono(lonal, *aksin, 'a(tor stimulasi koloni, inter'eron, interleukin.
(1anielle .ale. 2!.
B. Konsep Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Tumor Abdomen
1. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahap a$al dan merupakan proses kepera$atan
diperlukan pengkajian yang (ermat untuk mengenal masalah klien dapat
memberikan rah tindakan keper$atan.
Keberhasilan kepera$atan semangat tergantung kepada ke(ermatan dan
ketelitian dalam pengkajian. Tahap pengkajan ini terdiri dari empat komponen
antara lain :
Pengolompokan data, analisa data, perumusan diagnosa kepera$atan.
1ata dasar pengkajian klien :
a. &kti*itas istirahat
.ejala : kelemahan dan keletihan
b. )irkuasi
.ejala : palpitasi, nyeri, dada pada pengrahan kerja.
Kebiasaan : perubahan pada T1
(. <ntegritas ego
.ejala : alopesia. /esi (a(at pembedahan
Tanda : menyangkal, menarik diri dan marah
d. "liminasi
.ejala : perubahan pada pola de'ekasi misalnya : darah pada 'eses, nyeri pada de'ekasi.
Perubahan eliminasi urunarius misalnya nyeri tau ras terbakar pada saat berkemih,
hematuria, sering berkemih.
Tanda : perubahan pada bising usus, distensi abdomen.
e. +akanan@(airan
.ejala : kebiasaan diet buruk (rendah serat, tinggi lemak, aditi' bahan penga$et!. &noreksia,
mual@muntah.
<ntoleransi makanan
Perubahan pada berat badanE penurunan berat badan hebat, berkurangnya massa
Tanda : perubahan pada kelembapan@turgor kulit edema.
'. ?eurosensori
.ejala : pusing, sinkope
g. ?yeri@kenyamanan
.ejala : tidak ada nyeri atau derajat ber*ariasi misalnya ketidaknyamanan ringan sampai
berat ( dihubungkan dengan proses penyakit!.
h. Perna'asan
.ejala : merokok (tembakau, hidup denagn serumah dengan yang merokok!
i. Keamanan
.ejala : pemajanan bahan kimia toksik Karsinogen
Pemajanan matahari lama@berlebihan
Tanda : demam, ruam kulit, ulserasi.
j. )eksualitas
.ejala : masalah seksualitas misakya dampak pada hubungan perubahan pada tingkat
kepuasan.
?uligra*ida lebih besar dari usia % tahun
?uligra*ida, pasangan seks milti'el, akti*itas seksual dini.
k. <nteraksi sosial
.ejala : ketidakadekuatan@kelemahan sotem pendikung.
4i$ayat perka$inan (berkenaan dengan kepuasan di rumah dukungan, atau
bantuan!.
2. Diagnosa Keperawatan
Penentuan diagnosa kepea$atan harus berdasarkan analisa data dari hasil
pengkajian, maka diagnosa kepera$atan yang ditemukan di kelompokkan menjadi
diagnosa aktual, potensial dan kemungkinan. (Budianna Keliat. 22!
Berdasarkan dignosa kepera$atan yang mungkin mun(ul pada pasien dengan timor
abdomen antara lain :
Pre operasi
a! &nsietas b@d perubahan status kesehatan
b! ?yeri (akut! b@d adanya benjolan pada abdomen
(! 4esiko tinggi terhadap diare b@d koping yang tidak adekuat
d! Kurang pengetahuan tentang pengobata b@d kurangnya in'ormasi.
Post operasi
a! 4esiko tinggi terhadap kekurangan *olume (airan b@d tindakan pembedahan
b! ?yeri b@d terputusnya kontunuitas jarinagn akibat tindakan operasi
(! 4esiko in'eks b@d adanya luka opersai
d! .angguan pemenuhan nutrisi b@d intake yang tidk adekuat
e! Kerusakan integritas kuit@jaringan b@d insisi bedah
3. Perencanaan
)etelah merumuskan diagnosa keper$atan, dibuat ren(ana tindakan
untuk mengurangi, menghilangkan dan men(egah masalah klien. (Budianna Keliet,
22!
Pre operasi
a! &nsietas b@d perubahan status kesehatan
kemungkinan dibuktikan oleh : peningkatan ketegangan, gelisah mengekspresikan
masalah mengenai perubahan dalam kejadian hidup.
=asil yang diharapkan :
1! +enunjukkan rentang yang tepat dari perasaan dan berkurangnya rasa takut
2! Tampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang pada tingkat dapat diatasi
%! +endemonstrasikan pengunaan mekanisme kping e'ekti' dan partisipasi akti' dalam
pengturan obat.
<nter*ensi 4asional
1! 1orong klien untuk
mengungkapkan pikiran dan
perasaan.
1! +emberikan kesempatan untuk
memeriksa takut realistis serta
kesalan konsep tentang diagnosis.
2! +embantu klien untuk merasa
2! Berikan lingkungan terbuka
dimana klien merasa aman
untuk mensdiskusikan
perasaannya.
%! Pertahankan kontak sesering
mungkin dengan klien.
3! Bantu klien@keluarga dalam
mengenali dan
mengklari'ikasikan rasa
takut untuk memulai
mengembangkan strategi
koping.
diterima pada adanya kondisi
tanpa perasaan dihakimi dan
meningkatkan rasa terhormat.
%! +emberikan keyakinan bah$a
klien tidak sendiri atau ditolak.
3! 1ukungan dan konseling seserig
diperlukan untuk memungkinkan
indi*idu mengenal dan
menghadapi rasa takut.
b! ?yeri (akut! b@d adanya benjolan pada tumor abdomen.
kemungkinan dibuktikan dengan oleh : keluhan nyeri, respon autonomi( gelisah,
perilaku berhati-hati.
=asil yang diharapkan :
1! +elaporkan nyeri yang dirasakan menuran atau menghilang
2! +engikuti aturan 'armakologis yang ditentukan
<nter*ensi 4asional
1! Kaji tingkat nyeri
2! #bser*asi tanda-tanda *ital
1! +engetahui tingkat nyeri yang
dapat memudahkan untuk
melakukan tindakan
selanjutnya.
2! 5ntuk mengetahui keadaan
%! &jarkan tehnik relaksasi
na'as dalam
3! Berikan posisi yang
menyenangkan bagi klien
umum klien.
%! 5ntuk merelaksasikan otot
sehingga mengurangi nyeri.
3! Posisi yang menyenangkan dapat
memberi rasa nyaman sehingga
mengurangi rasa nyeri.
(! 4esiko tinggi terhadap diare b@d koping yang tidak adekuat
tujuan : mempertahankan pola de'ekasi umum
<nter*ensi 4asional
1! Kaji tingkat usus dan
pantau@(atat gerakan usus
termasuk 'rekuensi
konsistensinya
2! 1orong masukan (airan
adekuat 2 ml@jam dan
peningkatan
%! +enberikan makanan
sedikit tapi sering dengan
makanan rendah serat (bila
tidak dikonraindikasikan!
1! +engidenti'ikasi masalah
misalnya diare, konsipasi
2! 1apat menurunkan potensial
terhadap konstipasi dengan
memperbaiki konsistensi 'e(es
dan merangsang peristalti( :
dapat men(egah dehidrasi
%! +enurunkan iritasi gaster.
3! Penggunaan makanan rendah
serat dapat menurunkan
iritabilittas dan membeerikan
dan mempertahankan
kebutuhn protein
kabohidrat.
3! Pastikan diet yang tepat
hindari makanan tinggi
lemak
2!. Pantau pemeriksaan
laboraturium sesuai indikasi
istirahat pada usus bila ada diare.
2! )timulasi .< yang dapat
meningkatkan motilitas@'rekuensi
de'ekasi
6! Ketidakseimbangan elektrolit
mungkin akibat dari@pemberat
unuk mengubah 'ungsi .<
d! Kurang pengetahuan b@d kurangnya in'ormasi
Tujuan : dapat menggunakan in'ormasi akurat tentang
diagnose dan aturan pengoatan
<nter*ensi 4asional
1! Tinjau ulang dengan
klien@orang terdekat
pemahaman diagnose
khusus, alternati'
pengobatan dan si'at
harapan
2! Tentukan persepsi klien
tentang tumor dan
pengobatan tumor
1! +em*alidasi tingkat pemahaman
saat ini mengidenti'ikasi
kebutuhan belajar dan
memberikan dasar pengobatan
dimanan klien membuat
keputusan berdasarkan
in'ormasi.
2! +embantu identi'ikasi ide, sikap,
rasa takut, kesalahan konsepsi
dan kesenjangan pengetahuan
tentang tumor
%! Berikan in'ormasi akurat
dan jelas dalam (ara yanng
nyata tetap sensiti*e
3! Tinjau ulang aturan
pengobatan khusus dan
penggunaan obat yang di
jual bebas.
2! &njurkan meningkatkan
(airan dan serta dalam diet
serta latihan teratur
%! +embantu penilain diagnosa
tumor, memberika in'ormasiyang
diperluka selama $aktu
menyerapnya
3! +eningkatkan kemampuan untuk
mengatur pera$atan diri dan
menghindari potensial,
komplikasi, reaksi atau interaksi
obat.
2! +eningkatkan kesejahteraan.
+emudahkan pemulihan dan
memungkinkan klien
mentoleransi pengobatan.
Post operasi
a! 4esiko tinggi terhadap kekurangan *olume (airan b@d tindakan pembadahan
Tujuan : mempertahankan *olume (airan adekuat dengan membrane mukosa
lembab, turgor kulit dan pengisian kapiler baik, tanda *ital stabil dan haluara urine
adekuat.
<nter*ensi 4asional
1! Pantau tanda-tanda *ital
dengan sering.
2! Palpasi nadi peri'er. "*aluasi
pengisian kapiler turgor
kulit, dan status membrane
mukosa
%! Perhatian adanya edema.
3! Pantau masukan dan
haluaran.
2! Pantau suhu tubuh.
1! Tanda-tanda a$al hemoraragik
usus dan pembentukan
hematoma yang dapt
menyebabkan syok hepo*elemik
2! Berikan in'ormasi tentang *olume
sirkulasi umum dan tingkat
hidrasi
%! "dema dapat terjadi karna
perpindahan (airan berkenaan
dengan penurunan kadar albumin
(protein!.
3! <ndikator langsung dari hidrasi
organ dan 'ungsi. +emberikan
pedoman untuk penggatian
(airan.
2! 1emam rendah umum selama 23-
3: jam pertama dan dapat
menambah kehilngan (airan.
b! ?yeri b@d terputusnya kontunuitas jarinagn akibat tindakan operasi
Tujuan : nyeri hilang dan terkontrol, ekspresi $ajah rileks
<nter*ensi 4asional
1! Kaji tingkat nyeri 1! mengetahui tingkat nyeri yang
dapat memudahkan untuk
2! #bser*asi TTF
%! &jarkan tehnik reklasasi
na'as dalam
3! Beri posisi yang
menyenangkan bagi klien.
melakukan tindakan selanjutnya
2! untuk mengetahui keadaan
umum klien
%! untuk merelaksasi otot sehingga
mengurangi nyeri
3! posisi yang menyenangkan dapat
memberi rasa nyaman sehingga
mengurangi rasa nyeri
(! 4esiko in'eksi b@d adanya luka operasi
Tujuan : 4esiko in'eksi tidak terjadi
Kriteria : /uka sembuh dengan baik, *erband tdak basah dan tidak ada tanda in'eksi
( kalor, dolor, rubor, tumor!
<nter*ensi 4asional
1! Kaji tanda-tanda in'eksi dan
*ital sign
2! .unakan tehnik septik dan
antiseptik
%! .anti Ferban
1! +engetahui tanda-tanda in'eksi
dan menentukan inter*ensi
selanjutnya.
2! 1apat men(egah terjadinya
kontaminasi dengan kuman
penyebab in'eksi
%! Ferban yang basah dan kotor
dapat menjadi tempat
berkembang biaknya kuman
3! Berikan penyuluhan tentang
(ara pen(egahan in'eksi
2! Penatalaksanaan pemberian
obat antibiotik
penyebab in'eksi.
3! +emberikan pengertian kepada
kien agar dapat mengetahui
tentang pera$atan luka.
2! #bat antibiotik dapat membunuh
kuman penyebab in'eksi.
d! .angguan pemenuhan nutrisi b@d intake yang tidak adekuat
Tujuan : nutrisi klien dapat terpenuh.
Kriteria : klien mengungkapkan na'su makan baik, badan tidak lemah, dan =B
normal.
<nter*ensi 4asional
1! Kaji intake dan output klien
2! Timbang berat badan sesuai
indikasi
%! <denti'ikasi
kesukaan@ketidaksukaan
dien dai klien.&njurkan
1! 5ntuk mangetahui kebutuhan
nutrisi dan merupakan dalam
tindakan selanjutnya.
2! +engedenti'ikasi status (airan
serta
memastikan metabolime.
%! +eningkatkan kerja sama klien
dengan aturan diet.
Protei@*itamimn - adalah
pilihan makanan tinggi
protein dan *itamin -.
3! Berikan (airan <F
2! Berikan obat-obat sesuai
indikasi
(ontribular utama untuk
memelihara jaringan dan
perbaikan.
3! +emperbaiki keseimbangan
(airan elektrolit, kehilangan
plasma : penurunan albumin
serum ( edema! dan dapat
memperpanang penyembuhan
luka.
2! +en(egah muntah dan
menetralkan atau menurunkan
pembentukan asam untuk
men(egah erosi mukosa.
e! Kerusakan intregritas kulit@jaringan b@d dengan insisi bedah.
Tujuan : men(apai pemulihan luka tepat $aktu tanda komplikasi.
<nter*ensi 4asional
1! Pantau tanda-tanda *ital,
perhatikan demam, periksa
luka dengan sering terhadap
bengkak insisi berlebihan
2! Berikan pengikat atau
penyokong untuk klien
1! Pembentukan
hematoma@terjadinya in'eksi,
yang menunjang lambatnya
pemulihan luka dan
meningkatkan resik pemisahan
luka.
2! 9aringan lemak sulit menyatuh,
dan garis jahitan lebih udah
gemuk bila di indikasikan
%! .unakan plester kertas
untuk balutan sesuai indikasi
3! Tinjau ulang nilai
laboraturium terhadap
anemia dan penurunan
albumin serum.
terganggu.
%! Penggantian baluta sering dapat
mengakibatkan kerusakan kulit
karena perlekatan yang kuat.
3! &nemia dan pembentukan edema
dapat memenuhi pemulihan.
(+arlyn.". 1oenges 2!
. !mplementasi
<mplementasi disesuaikan degan inter*ensi yang ter(antum pada ren(ana
kepera$atan yang menetapkan $aktu dan respnn klien.
". #$aluasi
"*aluasi adalah bagian terakhir dari proses kepera$atan semua tahap
proses kepera$atan harus die*aluasi.
=asil asuhan kepera$atan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
"*aluasi ini didasarkan pada hasil yang diharapkan atau perubahan yang terjadi
pada klien. &dapun sasaran e*aluasi dengan tumor abdomen.
=asil pre opersi :
a! klien dapat menunjukkan perubahan perilaku yang diharapkan dalam pernyataan
tujuan.
b! 4asa nyeri yang dirasakan klien hilang.
=asil post operasi :
a! Tidak terjadi kekurangan *olume (airan.
b! Tidak terdapat rasa nyeri
(! Tidak terdapat tanda-tanda in'eksi
d! ?utrisi terpenuhi
e! Tidak terdapat gangguan integritas kulit.
LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN TUMOR
ABDOMEN
Posted by Ngurah Jaya Antara on 0
I. KONSEP DASAR
A. DEFINISI
1. Tumor adalah : merupakan kumpulan sel abdormal yang terbentuk oleh sel-
sel yang tumbuh terus mennerus, tidak terbatas, tidak terkoordinasi dengan
jaringan disekitarnya serta tidak berguna bagi tubuh. !usuma, "udi #001$
#. Tumor adalah : benjolan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel dengan
pertumbuhan yang terbatas dan lonjong. %. &s'ari, #000$
(. Tumor adalah : massa padat besar, meninggi dan berukuran lebih dari # )m.
*ar'in, %li+abeth.J. #000$
,. Tumor abdomen : merupakan massa yang padat dengan ketebalan yang berbeda-
beda, yang disebabkan oleh sel tubuh yang mengalami trans-ormasi dan
tumbuh se)ara autonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal, sehingga
sel tersebut berbeda dari sel normal dalam bentuk dan strukturnya. .e)ara
patologi kelainan ini mudah erkelupas dan dapat meluas ke retroperitonium,
dapat terjadi obstruksi ureter atau /ena ka/a in-erior. 0assa jaringan 1brosis
mengelilingi dan menentukan struktur yang di bungkusnya tetapi tidak
mengin/asinya.
B. ETIOLOGI
Penyebab terjadinya tumor karena terjadinya pembelahan sel yang
abnormal. Pembedaan sel tumor tergantung dari besarnya penyimpangan dalam
bentuk dan -ungsi aotonomnya dalam pertumbuhan, kemampuanya mengadakan
in1ltrasi dan menyebabkan metastasis.
Ada beberapa -a)tor yang dapat menyebabkan terjadinya tumor antara lain:
1. !arsinogen
#. 2ormone
(. 3aya hidup, kelebihan nutrisi khususnya lemak dan kebiasaan makan makanan
yang kurang berserat.
,. Parasit : parasit s)histososma hematobin yang mengakibatkan karsinoma
planoseluler.
4. 3eneti)
5n-eksi, trauma, hipersensiti/itas terhadap obet-obatan.
6. 5nsiden
Tumor adalah penyakit kedua setelah penyakit kardio/askuler yang menyebabkan
kematian utama di Amerika .erikat. 7ebih dari ,86.000 orang Amerika meninggal
akibat proses maligna, setiap tahunnya. 0emperlihatkan -rekuensinya, penyebab
kematian akibat tumor di Amerika .erikat meliputi kanker paru, prostate, dan area
kolorektal pada pria dan pada tumor paru, payudara, dan area kolorektal pada
'anita..melst+er, .u+anne *.#001$
C. PATOFISIOLOGI
Tumor adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal di ubah oleh
mutasi ganeti) dari 9NA seluler, sel abnormal ini membentuk kolon dan
berpopli-erasi se)ar abnormal, mengabaikan sinyal mengatur pertumbuhan
dalam lingkungan sekitar sel tersebut.
.el-sel neoplasma mandapat ener gi terutama dari anaerob karena
kemampuan sel untuk oksidasi berkurang, meskipun mempunyai en+im yang
lengkap untuk oksidasi. .usunan en+im sel uni-orm sehingga lebih
mengutamakan berkembang biak yang membutuhkan energi unruk anabolisme
daripada untuk ber-ungsi yang menghasilkan energi dengan jalan katabolisme.
Jaringan yang tumbuh memerlukan bahan-bahan untuk membentuk
protioplasma dan energi, antara lain asam amino. .el-sel neoplasma dapat
mengalahkan sel-sel normal dalam mendapatkan bahan-bahan tersebut. !usuma,
"udi drg. #001$.
!etika di)apai suatu tahap dimana sel mendapatkan )iri-)iri in/asi, dan
terjadi perubahan pada jaringan sekitarnya. .el-sel tersebut mengin1ltrasi
jaringan sekitar dan memperoleh akses ke lim-e dan pembuluh-pembuluh
darah, melalui pembuluh darah tersebut sel-sel dapat terba'a ke area lain
dalam tubuh untuk membentuk metastase penyebaran tumor$ pada bagian
tubuh yang lain.
0eskipun penyakit ini dapat diuraikan se)ara umum seperti yang telah
digunakan, namun tumor bukan suatu penyakit tunggal dengan penyebab
tunggal : tetapi lebih kepada suatu kelompok penyakit yang jelas denagn penyebab,
metastase, pengobatan dan prognosa yang berbeda..melst+er, .u+anne *.#001$.
D. TANDA DAN GEJALA
1$ 2iperplasia
#$ !onsistensi tumor umumnya padat atau keras
($ Tumor epital biasanya mengandung sedikit jaringan ikat dan apabila berasal
dari masenkim yang banyak mengandung jaringan ikat maka akan elasti)
kenyal atau lunak.
,$ !adang tampak hiper/askulari disekitar tumor.
4$ "iasa terjadi pengerutan dam mengalami retraksi.
6$ %dema disekitar tumor disebabkan in1ltrasi kepembuluh lim-e.
:$ Nyeri
;$ Anoreksia, mual, muntah.
8$ Penurunan berat badan.
E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Prosedur diagnostik yang biasa dilakukan dalam menge/aluasi malignansi meliputi :
1$ 0arker tumor
.ubstansi yang ditemukan dalam darah atau )airan tubuh lain yang tumor atau oleh
tubuh dalam berespon terhadap tumor.
#$ Pen)itraan resonansi magneti) 0<5$
Penggunaan medan magnet dan sinyal -rekuensi=radio untuk menghasilkan
gambaran berbagai struktur tubuh.
($ *T .)an
0enggunakan pan)aran sinar sempit sinar-> untuk memindai susunan lapisan
jaringan untuk memberikan pandangan potongan melintang.
,$ ?louroskopi
0enggunakan sinar-> yang memperlihatkan perbedaan ketebalan antar jaringan@
dapat men)akup penggunaan bahan kontras.
4$ Altrasound
%)ho dari gelombang bunyi ber-rekuensi tinggi direkam pada layer penerima,
digunkan untuk mengkaji jaringan yang dalam di dalam tubuh.
6$ %ndoskopi
0em/isualkan langsung rongga tubuh atau saluran dengan memasukan suatu
ke dalam rongga tubuh atau ostium tubuh@ memungkinkan dilakukannya biopsy
jaringan, aspirasi dan eksisi tumor yang ke)il.
:$ Pen)itraan kedokteran nuklir
0enggunakan suntikan intra/ena atau menelan bahan radiosisotope yang
diikuti dengan pen)itraan yang menjadi tempat ber kumpulnya radioisotope.
.melt+er, .u+anne *.#001$.
?. PENATALAKASAAN MEDIS
1$ Pembedahan
Pembedahan adalah modalitas penanganan utama, biasanya gasterektoni
subtotal atau total, dan digunakan untuk baik pengobatan maupun paliasi. Pasien
dengan tumor lambung tanpa biopsy dan tidak ada bukti matastatis jauh harus
menjalani laparotomi eksplorasi atau seliatomi untuk menentukan apakah pasien
harus menjalani prosedur kurati- atau paliati-. !omplikasi yang berkaitan
dengan tindakan adalah injeksi, perdarahan, ileus, dan kebo)oran anastomoisis.
.melt+er, .u+anne *. #001$
#$ <adioterapi
Penggunaaan partikel energy tinggi untuk menghan)urkan sel-sel dalam
pengobatan tumor dapat menyebabkan perubahan pada 9NA dan <NA sel
tumor. "entuk energy yang digunakan pada radioterapi adalah ionisasi radiasi yaitu
energy tertinggi dalam spektrum elektromagnetik.
($ !emoterapi
!emoterapi sekarang telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk reseksi tumor,
untuk tumor lambung tingkat tinggi lanjutan dan pada kombinasi dengan
terapi radiasi dengan mela'an sel dalam proses pembelahan, tumor dengan
-raksi pembelahan yang tinggi ditangani lebih e-ekti- dengan kemoterapi.
,$ "ioterapi
Terapi biologis atau bioterapi sebagai modalitas pengobatan keempat untuk kanker
dengan menstimulasi system imunbiologi) response modi1ersB"<0$ berupa
antibody mono)lonal, /aksin, -a)tor stimulasi koloni, inter-eron, interleukin.
9anielle 3ale. #000$.
II. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Pengkajian merupakan tahap a'al dan merupak dasar proses
kepera'atan diperlukan pengkajian yang )ermat untuk mengenal masalah klien
agar dapat memberikan rah kepada tindakan kepera'atan.
!eberhasilan kepera'atan sanagat tergantung kepada ke)ermatan dan
ketelitian dalam pengkajian. Tahap pengkajian ini terdiri dari empat komponen
antara lain : pengelompokan data, analisa data, perumusan diagnosa kepera'atan.
9ata dasar pengkajian klien :
a. Akti/itas istirahat
3ejala : kelemahan dan keletihan
b. .irkulasi
3ejala : palpitasi, nyeri, dada pada pengarahan kerja.
!ebiasaan : perubahan pada T9
). 5ntegritas ego
3ejala : alopesia, lesi )a)at pembedahan
Tanda : menyangkal, menarik diri dan marah
d. %liminasi
3ejala : perubahan pada pola de-ekasi misalnya : darah pada -e)es, nyeri
pada de-ekasi. Perubahan eliminasi urunarius misalnya nyeri atau ras terbakar
pada saat berkemih, hematuria, sering berkemih.
Tanda : perubahan pada bising usus, distensi abdomen.
e. 0akananB)airan
3ejala : kebiasaan diet buruk rendah serat, tinggi lemak, aditi- bahan
penga'et$. Anoreksisa, mualBmuntah.
5ntoleransi makanan
Perubahan pada berat badan@ penurunan berat badan hebat, berkuranganya
massa otot.
Tanda : perubahan pada kelembapanBtugor kulit, edema.
-. Neurosensori
3ejala : pusing, sinkope.
g. NyeriBkenyamanan
3ejala : tidak ada nyeri atau derajat ber/ariasi misalnya ketidaknyamanan
ringan sampai berat dihubungkan dengan proses penyakit$
h. Perna-asan
3ejala : merokoktembakau, mariyuana, hidup dengan sesoramh yang merokok.$
Pemajanan asbes.
i. !eamanan
3ejala : pemajanan bahan kimia toksik. !arsinogen
Pemajanan matahari lamaBberlebihan.
Tanda : demam, ruam kulit, ulserasi.
j. .eksualitas
3ejala : masalah seksualitas misalnya dampak pada hubungan perubahan
pada tingkat kepuasan. Nuligra/ida lebih besar dari usia (0 tahun. 0ultigra/ida,
pasangan seks milti-el, akti/itas seksual dini.
k. 5nteraksi so)ial
3ejala : ketidakadekuatanBkelemahan sotem pendikung. <i'ayat perka'inan
berkenaan dengan kepuasan di rumah dukungan, atau bantuan$.
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Penentuan diagnosa kepera'atan harus berdasarkan analisa data dari
hasil pengkajian, maka diagnosa kepera'atan yang ditemukan di kelompokkan
menjadi diagnosa aktual, potensial dan kemungkinan. "udianna !eliat, 188,,1$.
"eberapa diagnosa kepera'atan yang mungkin mun)ul pada pasien dengan
tumor abdomen antara lain :
Pre operas
a$ Nyeri akut$ bBd proses penyakit
b$ Ansietas bBd perubahan status kesehatan.
)$ !urang pengetahuan bBd kurangnya in-ormasi
I!"ra opreas
a$ <esiko penurunan )urah jantung berhubungan dengan e-ek anestesi /asodilatasi$
b$ !etidake-ekti-an pola na-as berhubungan dengan e-ek anestesi melemahkan otot
C otot dia-ragma$
)$ <esiko injuri berhubungan dengan proses pembedahan penggunaan alat )auther$
Pos" operas
a$ <esiko tinggi terhadap kekurangan /olume )airan berhubungan dengan tindakan
pembedahan.
b$ Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan akibat tindakan
operasi.
)$ <esiko in-eksi berhubungan dengan adanya luka operasi.
d$ 3angguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat.
e$ !erusakan intregitas kulitBjaringan berhubungan dengan insisi bedah.
#. PERENCANAAN
.etelah merumuskan diagnosa kepera'atan, dibuat ren)ana tindakan untuk
mengurangi, menghilangkan dan men)egah masalah klien. "udianna !eliat, 188,,
16$
Pre operas
1. Nyeri berhubungan dengan proses penyakit.
!emungkinan dibuktikan oleh: keluhan nyeri, respon autonomi) gelisah, perilaku
berhati-hati
2asil yang diharapkan :
a$ 0elaporkan nyeri yang dirasakan menurun atau menghilang
b$ 0engikuti aturan -armakologis yang ditentukan
I!"er$e!s Raso!a%
1$ Tentukan ri'ayat nyeri
misalnya lokasi, durasi dan
skala.
#$ "erikan tindakan kenyaman
dasar misal: massage
punggung dan akti/itas hiburan
misalnya musi).
($ 9orong penggunaan
keterampilan penggunaan
keterampilan manajement nyeri
misalnya relaksasi napas
dalam.
,$ !olaborasi pemberian
analgetik sesuai indikasi.
1$ 5n-ormasi memberikan data
dasar untuk menge/aluasi
kebutuhan B kee-ekti-an
inter/ensi.
#$ 9apat meningkatkan
relaksasi
($ 0emungkinkan klien untuk
berpartisipasi se)ara akti-
dalam meningkatkan rasa
)ontrol.
,$ Analgetik dapat menghambat
stimulus nyeri.
#. AnsietasB)emas berhubungan dengan perubahan status kesehatan.
!emungkinan dibuktikan oleh: peningkatan ketegangan, gelisah, mengekspresikan
masalah mengenai perubahan dalam kejadian hidup.
2asil yang diharapkan :
a$ 0enunjukkan rentang yang tepat dari perasaan dan berkurangnya rasa takut
b$ Tampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang pada tingkat dapat diatasi.
)$ 0endemonstrasikan penggunaan mekanisme koping e-ekti- dan partisipasi akti-
dalam pengaturan obat.
INTER&ENSI RASIONAL
1. 9orong klien untuk
mengungkapkan pikiran dan
perasaan
1. 0emberikan kesempatan untuk
memeriksa takut realistis serta
kesalahan konsep tentang diagnosis
#. "erikan lingkungan terbuka
sehingga klien merasa aman untuk
mendiskusikan perasaannya
#. 0embantu klien merasa diterima
pada kondisinya tanpa perasaan
dihakimi dan meningkatkan rasa
terhormat
(. Pertahankan kontak sesering
mungkin dengan klien.
(. 0emberikan keyakinan bah'a
klien tidak sendiri atau ditolak.
,. "antu klienBkeluarga dalam
mengenali dan mengklasi1kasikan
rasa takut untuk memulai
mengembangkan strategi koping.
,. 9ukungan dan konseling sesering
diperlukan untuk memungkinkan
indi/idu mengenal dan menghadapi
rasa takut.
4. "erikan in-ormasi yang akurat 4. 9apat menurunkan ansietas
(. !urang pengetahuan bBd kurangnya in-ormasi
Tujuan : dapat mengungkapkan in-ormasi akurat tentang diagnose dan aturan
pengobatan.
!riteria 2asil :
a. Pasien paham mengenai penyakitnya
b. Pasien menerima proses pengobatan dengan baik
INTER&ENSI RASIONAL
1. Tinjau ulang dengan klienBorang
tedekat pemahaman diagnose
khusus, alternati/e pengobatan
dan si-at harapan.
0em/alidasi tingkat pemahaman
saat ini mengidenti1kasi kebutuhan
belajar dan memberiakan dasar
pengobatan dimana klien membuat
keputusan berdasarkan in-ormasi.
#. Tentukan persepsi klien tentang
kanker dan pengobatan kanker
0embantu identi1okasi ide, sikap,
rasa takut, kesalahan konsepsi, dan
kesenjanagan pengetahaun
tentang kanker.
(. Tinjau ulang aturan pengobatan
khusus dan penggunaan obat
yang dijual bebas.
0eningkatkan kemampuan untuk
mengatur per'atan diri dan
menghindari potensial, komplikasi,
reaksiBinteraksi obat.
,. Tinjau ulang dengan klienBorang
terdekat pentingnya
mempertahankan status nutrisi
optimal.
0eningkatkan kesejateraan,
memudahkan pemulihan dan
memumgkinkan klien mentoleransi
pengobatan
4. Anjurkan meningkatkan masukan
)airan dan serta dalam diet serta
latihan teratur.
0eperbaiki konsistensi -e)es dan
merangsang peristalti).
I!"ra opresas
1. <isiko penurunan )urah jantung berhubungan dengan e-ek anestesi
/asokontriksi$.
T'('a! ) Tidak terjadi penurunan )urah jantung
Kr"era *as% ) Tekanan darah dalam batas normal, tidak terjadi hipotensi.
Re!+a!a "!,a-a! )
a$ Pantau atau )atat ke)enderungan -rekuensi jantung dan tekanan darah khususnya
terjadinya hipotensi.
Raso!a% ) 2ipotensi dapat terjadi akibat kekurangan )airan dan /asokontriksi
pembuluh darah.
b$ *atat suhu kulit atau 'arna dan kualitas atau kesamaan nadi peri-er.
Raso!a% ) kulit hangat, merah muda dan nadi kuat indikator )urah jantung
adekuat.
)$ "erikan oksigen tambahan sesuai indikasi.
Raso!a% ) 0eningkatkan oksigenisasi maksimal, menurunkan kerja jantung.
d$ !olaborasi dalam pemberian )airan elektrolit dan obat sesuai indikasi.
Raso!a% ) kebutuhan pasien terpenuhi tergantung tipe pembedahan.
#. !etidake-ekti-an pola na-as berhubungan dengan e-ek anestesi relaksasi otot C
otot dia-ragma$.
T'('a! ) Pola na-as e-ekti-
Kr"era *as% ) pola na-as normal 1; C #0 DBmenit$Be-ekti-, tidak terjadi sianosis
atau tanda C tanda hipoksia
Re!+a!a "!,a-a! )
a$ Pertahankan jalan udara pasien
Raso!a% ) 0en)egah obstruksi jalan na-as
b$ *atat -rekuensi dan kedalaman perna-asan pasien
Raso!a% ) 0emastikan e-ekti1tas perna-asan sehingga upaya memperbaikinya
dapat segera dilakukan.
)$ Pantau TTE se)ara terus menerus
Raso!a% ) 0eningkatnya perna-asan, takikardi, bradhikardi, menunjukkan
kemungkinan hipoksia
d$ Posisikan pasien pada posisi yang sesuai dengan jenis pembedahan dan anestesi
Raso!a% ) Posisi yang benar akan mendorong /entilasi pada lobus paru dan
menurunkan tekanan pada dia-ragma
e$ &bser/asi -ungsi otot terutama otot perna-asan
Raso!a% ) &bat anestesi dalam proses pembedahan dapat menimbulkan relaksasi
pada otot perna-asan.
(. <isiko injuri berhubungan dengan proses pembedahan penggunaan alat )auther$.
T'('a! ) *edera tidak terjadi
Kr"era *as% ) 0eningkatkan keamanan dan menggunakan sumber C sumber
se)ara tepat
Re!+a!a "!,a-a! )
a$ Antisipasi gerakan jalur dan mendukung posisi pasien yang tepat
Raso!a% ) 0en)egah tegangan atau dislokalisasi
b$ Pastikan keamanan elektrikal dan alat C alat yang dipergunakan selama prosedur
operasi
Raso!a% ) pemeriksaan alat C alat elektrik se)ara periodik penting dilakukan untuk
keamanan pasien dan tindakan operasi
)$ 7indungi sekitar kulit dan anatomi yang sesuai menggunakan handuk basah, spon
dan penghentian pendarahan
Raso!a% ) men)egah kerusakan integritas kulit dan beri batasan perlukaan
anatomi pada area operasi
d$ "erikan petunjuk yang sederhana dan singkat pada pasien yang sadar
Raso!a% ) membantu pasien dalam memahami prosedur yang dilakukan sehingga
mengurangi resiko )edera
Pos" operas
1. <esiko tinggi terhadap kekurangan /olume )airan berhubungan dengan tindakan
pembedahan.
Tujuan : 0empertahankan /olume )airan adekuat denga membrane mukosa lembab,
turgor kulit dan pengisian kapiler baik tanda /ital stabil dan haluaran urien adekuat.
INTER&ENSI RASIONAL
1. Pantau tanda-tanda /ital
dengan sering. Periksa balutan
luka dengan sering selama #,
jam pertama terhadap tanda-
tanda darah merah terang dan
berlebihan.
Tanda-tanda a'al hemoragi usus
dan pembentukan hematoma yang
dapat menyebabkan syok
hepo/elemik.
#. Palpasi nadi peri/er. %/aluasi
pengisian kapiler turgor kulit,
dan status membrane mukosa.
0emberikan in-ormasi tentang
/olume sirkulasi umum dan tingkat
hidrasi.
(. Perhatikan adanya edema. %dema dapat terjadi !arena
perpindahan )airan berkenaan
dengan penurunan kadar albumin
protein$.
,. Pantau masukan dan haluaran. 5ndikator langsung dari hidrasi
organ dan -ungsi. 0emberikan
pedoman untuk penggantian )airan.
4. Pantau suhu tubuh. 9emam rendah umum selama #,-
,; jam pertama dan dapat
menambah kehilangan )airan.
#. <esiko in-eksi berhubungan dengan adanya luka operasi.
Tujuan : <esiko in-eksi tidak terjadi.
!riteria : 7uka sembuh dengan baik, /erband tidak basah dan tidak ada tanda- tanda
in-eksi kalor, dolor, rubor, tumor$.
INTER&ENSI RASIONAL
1. !aji tanda-tanda in-eksi dan
/ital sign.
0engetahui tanda-tanda in-eksi
dan menentukan inter/ensi
selanjutnya.
#. 3unakan tehnik septik dan
antisepti).
9apat men)egah terjadinya
kontaminasi dengan kuman
penyebab in-eksi.
(. "erikan penyuluhan tentang
)ara pen)egahan in-eksi.
0emberikan pengertian kepada
klien agar dapat mengetahui
tentang pera'atan luka.
,. Penatalaksanaan pemberian
obat antibiotik.
&bat antibiotik dapat membunuh
kuman penyebab in-eksi
(. Nyeri akut berhubungan dengan luka operasi
T'('a! ) Nyeri berkurang
Kr"era *as% ) 0elaporkan nyeri terkontrol , tampak rileks dan mampu istirahat
dengan tepat
T!,a-a! -epera.a"a!
a. *atat petunjuk non-/erbal mislanya gelisah, menolak untuk bergerak , berhati C
hati dengan abdomen.
Raso!a% ) "ahasa tubuh B non-/erbal dapat se)ara psikologis dan 1siologik dapat
digunakan sebagi petunjuk /erbal untuk mengidenti1kasi nyeri.
b. !aji skala nyeri, )atat lokasi, karakteristik sakal 0-10 $ selidiki dan laporkan
perubahan nyeri yang tepat
Raso!a% ) "erguna dalam penga'asan kee-ekti-an obat ,kemajuan penyembuhan.
DAFTAR PUSTAKA
*arpenito, 7ynda Juall. 1884. Diagnosa keperawatan Aplikasi pada
Praktek Klinik Edisi 6. Jakarta : %3*.
3anong, ?. Filliam. 188;. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 17.
Jakarta : %3*.
0arrilyn, %. 9oengus. 1888. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoan
!ntuk Perencanaan dan Pendokuentasian Perawatan Pasien"
Edisi # . Jakarta : %3*.
.melster, .u+anne *. #001. Keperawatan $edikal Bedah" Edisi %" &ol.
' . Jakarta : %3*.