You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Al-quran merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak habis untuk kita gali. Mulai
dari ilmu tentang pemerintahan, ilmu kesehatan, ilmu hukum, keimanan, kisah-kisah, ilmu
tentang hal-hal ghaib seperti akhirat dan pembalasan hari akhir dan masih banyak lagi yang
terkandung dalam al-quran karena setiap ayatnya adalah ilmu.
Al-quran adalah mujizat yang sangat besar diturunkan kepada nabi Muhammad SAW
tidak ada satu orang pun yang sanggup menandinginya. Selain karena bahasa arab memiliki
keistimewaan tersendiri juga bahasa dan redaksi yang digunakan dalam al-quran bermakna luas
dan penuh dengan ilmu. erutama kebahagiaan mereka yang mempelajari al-!uran bergantung
pada pemahaman maknanya, pengetahuan rahasia " rahasianya. #emampuan setiap orang dalam
memahami la$adz dan ungkapan quran tidaklah sama, padahal ayatnya sama dengan semua
yang tersurat maka pada makalah ini akan kami terangkan tentang metode dalam memahami al-
quran.
%a$sir, tawil, dan tejemah& adalah pokok bahasan dalam makalah ini. 'ada upaya
penyingkapan tabir akan rahasia-rahasia ayat dan makna maka pentingnya diketahui ilmu ta$sir
ataupun tawil. Memahami al-!uran tidak hanya berdasarkan apa yang tertera pada terjemahan
saja akan tetapi pemahaman yang lebih dalam lagi yaitu dikaji berdasarkan ilmu ta$sir.
(arus diakui, sampai saat ini masih ada usaha gigih dan terus menerus dalam mengkaji
berbagai hal tentang ilmu ta$sir. Ada yang dimoti)asi karena keinginan utnuk membuktikan
kebenaran al-quran ada juga yang beranggapan tentang misteri yang menyelimuti al-!uran.
B. Rumusan masalah
*. Apa pengertian ta$sir, tawil, dan terjemah +
,. -agaimana perbedaan ta$sir, tawil dan terjemah +
.. -agaimana pengklasi$ikasian ta$sir yaitu ta$sir bi al-matsur dan ta$sir bi al-rayi +
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian tafsir, takil !an ter"emah
-erikut ini adalah pengertian ta$sir, takwil, dan terjemah dari beberapa sumber /
*. a$sir se0ara bahasa adalah mengikuti wazan tafil berasal dari akar kata al-$asr 1$,s,r2 yang
berarti menjelaskan, menyingkap dan menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak.
,. Se0ara etimologi ta$sir bisa berarti/ 3456789 :4;<8=8 1penjelasan2, >?@78 1pengungkapan2 dan A@?B78
CD78 EFG8HI >?J 1menjabarkan kata yang samar 2.
*
K*L
.. Se0ara bahasa kata a$sir 1 H5MMNDO 2 berasal dari kata H
P
NQ R
P
yang mengandung arti/ 345678 9 :4;<S8
1keterangan dan penjelasan2, yakni menyingkap dan menampak-kan atau menerangkan makna
yang abstrak. #ata HMMND78 berarti menyingkapkan sesuatu yang tertutupi.
,
K,L
T. a$sir se0ara Utimologis adalah penjelasan dan mengungkapkan kata ta$sir diambil dari kata
fassara yufassiru- tafsiran yang berarti keterangan atau uraian. 'ada dasarnya kata ta$sir
berdasarkan bahasa tidak terlepas dari kandungan makna Al-!uran 1Menjelaskan2 Al- -ayan
1 Menerangkan 2 Al-#asi$ 1 Mengungkapkan 2, Al-Azhar 1 Menampakkan 2 dan Al-Vbanah
1 Menjelaskan 2.
.
K.L
Sedangkan ta$sir menurut istilah, sebagaimana telah dide$enisikan Abu (ayyan ialah / %ilmu
yang membahas tentang 0ara penggunaan la$adz-la$adz !uran tentang petunjuk-petunjuknya,
hukum-hukumnya baik ketika berdiri sendiri maupun ketika tersusun dan makna-makna yang
dimungkinkan baginya ketika tersusun serta hal-hal lain yang melengkapinya.&
T
KTL
Sedangkan pengerian tawil adalah sebagi berikut /
*. awil se0ara bahasa berasal dari kata aul, yang berarti kembali keasal.
,. Arti takwil menurut lughat berarti menerangkan, menjelaskan. Adapun arti bahasanya menurut
Az-Warqoni adalah sama dengan ta$sir. Xamun menurut Al-Yurzzani Memalingkan suatu la$azh
dari makna dzamirnya terhadap makna yang dikandungnya apabila makna alternati)e yang
dipandang sesuai dengan ketentuan Al-kitab dan As-sunnah.
Z
KZL
1[1] Adz-Dzahabi, at-Tafsir wa al-Mufassirun 1/13, Manna al-Qattan, Mabaahits f
Ulumi al-Quran hal 3!3
![!] htt"//barabai#m$wa"bl%&#'%m/"(n&(rtian-tafsir-tawil-dan-t(r)(mah#*html
dia+s(s "ada 1,/1!/!-11
3[3]htt"//rumaht(r)(mah#'%m/+li"/lainn$a/antara-tafsirtawil-dan-t(r)(mah/ dia+s(s
"ada 1,/1!/!-11
,[,] Manna +halil Al-.attan, Studi ilmu-ilmu al-quran /0a+arta, 1it(ra Antar
2usa, !-113 hlm# ,45
4[4] htt"//hanums$afa#w%rd"r(ss#'%m/!-1-/-1/!6/tafsir-ta+wil-dan-t(r)(mah/
dia+s(s "ada 1,/1!/!-11
.. Se0ara etimologi, kata takwil berasal dari kata dasar A
[
<\9
]
^
\
OP - _
`
9a bP <` " _
P
9Q c
P
yang berarti d
P
e
P
f
P
, yakni
kembali. Al-Yurjaniy dalam kamusnya al-agri$ht, menyebutkan bahwa takwil pada asalnya
bermakna d` 5\e
]
H\ i
Q
78
P
1mengembalikan2. Sedangkan al-As$ahaniy menambah keterangan bahwa kata
takwil ini berasal dari kata _
`
9\ j
P
8
P
yang berarti k` l\ Me` Hm 78
P
1mengembalikan2, yakni mengembalikan
kepada asalnya, dalam artian mengembalikan sesuatu kepada tujuan yang dimaksud, baik dalam
hal pengetahuan berupa konsep ataupun berupa aksi 1perbuatan2.
n
KnL
Sedangkan yang dikamaksud dengan tawil se0ara istilah ialah /
*. Menurut olama Sala$ / %Mena$sirkan dan mejelaskan makna suatu ungkapan baik yang
bersesuaian dengan makna ataupun bertentangan. (akekat yang sebenarnya yang dikehendaki
suatu ungkapan.&
,. Menurut #hala$ / %Mengalihkan suatu la$azh dari maknanya yang rajih kepada makna yang
marjuh karena ada indikasi untuk itu.&
.. 'engertian takwil menurut istilah adalah suatu usaha untuk memahami la$azh-la$azh 1ayat-ayat2
Al-!uran melalui pendekatan pemahaman arti yang dikandung oleh la$azh itu.
Yadi takwil adalah pengertian-pengertian yang samar p yang tersirat yang di-istinmbath-
kan 1diproses2 dari ayat-ayat al-quran, yang memerlukan renungan dan pemikiran dan
merupakan prosesing membuka tabir atau makna yang terkandung didalamnya. Ayat yang
mempunyai kemungkinan beberapa pengertian dinyatakan oleh mu$assir mana yang lebih kuat
dan pantas berdasarkan pandangan dan istidlal 1lagkah pengambilan dalil2.
qalu yang dimaksud dengan terjemah ialah /
*. Arti terjemah menurut bahasa adalah susunan dari suatu bahasa kebahasa lain atau mengganti,
menyalin, memindahkan kalimat dari suatu bahasa kesuatu bahasa lain.
#ata terjemah dapat dipergunakan pada dua arti /
*. Terjemah harfiah yang mengalihkan la$adz-la$adz dari satu bahasa kedalam bahasa la$adz-la$adz
serupa dari bahasa lain sedemikian rupa sehinga susuna dan tertib bahasa kedua sesuai susunan
dan tertib bahasa pertama.
,. Terjemah tafsiriah atau terjemah maknawiyah, yaitu menjelaskan tentang makna pembi0araan
dengan bahasa lain tanpa terikat dengan tertib dengan kata-kata bahasa asal atau memperhatikan
susunan kalimatnya.
r
KrL
5[5] htt"//www#sur&ama+alah#'%m/!-1-/11/tafsir73-#html dia+s(s "ada
1,/1!/!-11
.. Adapun yang dimaksud dengan terjemahan Al-!uran adalah seperti dikemukakan oleh %Ash-
Shabuni& yakni memindahkan !uran kebahasa lain yang bukan bahasa arab dan men0etak
terjemah ini kedalam beberapa naskah untuk diba0a orang yang tidak mengerti bahasa arab
sehingga dia dapat mengerti.
Mereka yang mempunyai pengetahuan tentang bahasa-bahasa tentu mengetahui bahasa
terjemah har$iah dengan pengertian sebagai mana diatas tidak mungkin di0apai dengan baik jika
konteks bahas asli dan 0akupan semuanya maknanya tetap dipertahankan.
-ahasa arab di0elah-0elahnya mengandung rahasia-rahasia bahasa yan tidak mungkin
dapat digantikan oleh ungkapan lain dalam bahasa non arab. Sebab, la$adz-la$adz dalam
terjemahan itu tidak akan sama maknanya dalam segala aspeknya, terlebih lagi dalam
susunannya. Va mempunyai karakteristik susunan, rahasia uslub, pelik-pelik makna dan ayat-ayat
kemukjizatan lainnya yang semua itu tidak dapat diberikan oleh bahasa lain.
s
KsL Atas dasr
pertimbangan diatas maka tidak seorangpun merasa ragu tentang haramnya menerjemahkan al-
!uran dengan terjemahan harfiah.Sebab al-!uran adalah wahyu mujizat kepada rosulullah
dan petunjuk bagi umat manusia. Makna yang terkandung didalamnya tidak dapat dimengerti
jika penerjemahan dengan terjemahan harfiah karena karakteristik susunan bahasa Vndonesia
berbeda dengan bahasa arab sehingga terjemahannya pun tidak bias dimengerti malah justru
merusak maksud kalamullah.
B. Perbe!aan tafsir, takil !an ter"emah
'erbedaan antara ta$sir dan takwil para ulama berbeda pendapat. Yika dilihat dari
pengertian ta$sir dan takwil maka dapa dibedakan atas /
Tawil :
*. akwil adalah mena$sirkan perkataan dan menjelaskan maknanya, maka makna %ta$sir dan
%takwil& adalah dua kata yang berdekatan atau sama maknanya.
8[8] Manna +halil Al-.attan, Studi ilmu-ilmu al-quran /0a+arta, 1it(ra Antar
2usa, !-113 hlm# ,,3
6[6] Manna +halil Al-.attan, %" 'it##, hlm ,,,
,. akwil adalah esensi yang dimaksud dari suatu perkataan, maka takwil dari talab 1tuntutan2
adalah esensi perbuatan yang dituntut itu sendiri dan takwil dari khabar adalah esensi yang
diberitakan.
Tafsir :
.. tikatakan ta$sir adalah apa yang telah jelas didalamnya kitabullah atau tertentu pasti2 dalam
sunnah yang sohih karena maknanya telah jelas dan gamblang.
T. tikatakan pula ta$sir lebih banyak digunakan dalam menerangkan lafadz dan mufrodat 1kosa
kata2, sedang tawil lebih banyak dipakai dalam menjelaskan makna dan susunan kalimat.
Atas dasar ini maka perbedaan antara keduanya 0ukup besar, sebab ta$sir merupakan
syarah dan penjelasan bagi suatu perkataan. Sedangkan tawil ialah esensi dari suatu yang berada
dalam realita 1bukan dalam pikiran2. awil memerlukan renungan dan pemikiran dalam
membuka tabirpmakna yang terkandung didalamnya. tengan menggunakan istidlal dapat
menyeleksi makna yang lebih kuat, si$atnya tidak pasti sebab kalau makna tersebut dipastikan
maka berarti manusia telah menguasai al-quran sedang ditegaskan dalam kitabullah /
1uvF8 w89 ,x< j82 w8 =y xv<9 ^O uvz< 4I9
Misalnya/
/ H{D782 G 4|HB78 }7 ~f 38 *T 2
Artinya /Sesunuhnya tuhanmu benar-benar menawasi !"S al-fajr:#$:%&'.
'ena$siran ayat di atas adalah bahwa Allah senantiasa mengintai 1mengawasi2 hamba-
Xya, sedangkan takwilnya adalah bahwa Allah selalu mengingatkan hamba-Xya dari
kemungkinan mengabaikan perintah-perintah-Xya serta melupakan atau melalaikan semua itu
dari kemungkinan mempersiapkan hal-hal yang di anggap perlu.

KL
a$sir dan tawil keduanya memiliki kontribusi yang sama dalam memahami al-!uran.
a$sir merupakan penjelas dari apa yang dimaksudkan oleh Allah dan tidak akan diperoleh se0ara
pasti ke0uali dari para rosulullah atau dari para sahabat. Sedangakan tawil merupakan kerja
tarjih yang bersandar kepada ijtihad. arjih akan sulit dilakukan atau bahkan mustahil tanpa ada
penelusuran kosa kata arab, keterkaitan ayat sebelumya dan sesudahnya, khas dan am, mujmal
dan mu(ayyad dan lainya. talam hal ini ta$sir merupakan perpanjangan dari ilmu ta$sir dan ta$sir
ber$ungsi menyiapkan perangkat-perangkat tawil.1Abu Waid2
*
K*L
Terjemah :
9[9] htt"//hanums$afa#w%rd"r(ss#'%m/!-1-/-1/!6/tafsir-ta+wil-dan-t(r)(mah/
dia+s(s "ada 1,/1!/!-11
1-[1-] 1ih Abu :aid, Mafhum al-nash, h 233. Atau Mawardi Abdullah, %" 'it##,
hlm 1,5
*. Adalah memindahkan p mengalihkan bahasa Al-!uran yang berasal dari bahasa arab kedalam
bahasa non arab.
,. erjemah ta$siriah adalah menjelaskan makna pembi0araan dengan bahasa lain tanpa terikat
dengan tertib kata-kata bahassa asal atau dengan memperhatikan susunan kalimatnya.
tari kedua pengertian diatas maka dapat dipahamai bahwa terjemah merupakan
pengalihan bahasa dari satu bahasa kedalam bahasa lain dengan tanpa menggunaka karakteristik
bahasa asli. -ila demikian maka terjemahan al-!uran adalah mengalihkan bahasa al-!uran
kedalam bahasa lain denga menggunakan makna asli.
#. $lasifikasi tafsir bil matsur !an tafsir bi ar-rayi.
Sudah menjadi rahasia umum al-quran adalah kitabullah yang memiliki keindahan
bahasa. Memiliki pesan dan rahasia-rahasia dibalik bahasanya. a$sir yang merupakan
pengertianyan lahiriah dan ayat al-quran yan pengertiannya se0ara tegas menyatakan maksud
yang dikehendaki )llah )zza wa jalla. -erdasarkan sumbernya ta$sir dibedakan atas dua
ma0am. aitu ta$sir bil matsur dan ta$sir bi ar-rayii yang sebenarnya adalah dwitunggal. -isa
dibedakan tapi dalam praktek tidak bisa dipisahkan.
*. a$sir bil matsur
Vstilah ta$sir bil matsur merupakan gabungan dari tiga buah kata tafsir, bi, dan al-
matsur. a$sir se0ara leksikal mengungkapkan atau menyingkap. %bi se0ara leksikal berarti
dengan. )l-matsur berarti ungkapan yang dinukil oleh khala$ dari sala$. tengan demikian
ta$sir bil matsur menyingkap isi kandungan al-quran dengan penjelasan yang dinukil dari
kahalaf dari salaf. Se0ara terminologis adala pena$siran a-quran dengan al-quran, atau al-
hadist, atau pendapt sahabat atau tabiin.
%%
[11]
a$sir bil matsur ialah rangkaian yang terdapat dalam al-quran, sunnah atau kata-kata
sahabat sebagai keterangan atau penjelasan maksud dari $irman Allah, yaitu pena$siran dari as-
sunnah nabawiyah. tengan demikian maka ta$sir matsur adalah ta$sir al-quran dengan al-
quran, pena$siran al-quran dengan as-sunnah atau pena$siran Al-quran menurut atsar yang
timbul dikalangan sahabat. ontoh ta$sir matsur sebagai berikut.
/ 4B78 u@5vF vi< 4I =8 4z j8 B5 u@7 v c * .
*ihalalkan baimu binatan ternak ke+uali yan akan diba+akan ke,adamu
/ 4B78 x w8 H57 A c 4I9 H<78 u7 9 78 9 i5B78 u@5vF IH .
11[11] Mawardi Abdullah, Ulumul quran /;%&$a+arta, <usta+a <(la)ar, !-113
hlm# 14,
*iharamkan baimu !memakan' darah, bankai, dain babi, !dain hewan' yan disembelih
atas nama selain )llah.
'ejelasan / pada surat al-maidah ayat * diatas menerangkan tentang diharamkannya memakan
daging hewan yang disebelih ke0uali %yang akan diba0akan kepadamu&. %yang akan diba0akan
kepada mu& ini belum memilki makna yang jelas. %ba0aan apa yang diba0a +& #emudian setelah
itu dita$sirkan menggunakan surat al-maidah ayat . bahwa yang dimaksud dengan u@5vF vi< 4I =8
yaitu xMM w8 H57 A c 4I9. -inatang ternak yang halal menjadi haram ketika menyembelih tidak
dengan menyebutkan nama Allah.
Sedangkan bentuk ta$sir yang kedua 1al-quran dengan sunnah rosul2, karena rosul SAW
sungguh telah dijelaskan tentang urgensi dan $ungsinya oleh Al-quran itu sendiri, dimana
ditegaskan bahwa osulullah adalah ber$ungi sebagai penegas dan penjelas Al-quran.
/ A78 ...<8 u57y _ 4I 4v7 E56i7HJ 78 ~578 4789 TT
Masih ada lagi bagian yang ketiga dari pembagian ta$sir matsur yaitu ta$sir sahabat.
a$sir ini termasuk yang diterima, karena sahabat adalah orang pernah berkumpul atau bertemu
nabi SAW. tan mereka mengambil dari sumbernya asli, mereka menyaksikan turunya wahyu
dan turunya Al-quran. Mereka mengetahui asbabu an-nuzul. Mereka mempunyai tabiat jiwa
yang murni, $itrah yang lurus lagipula berkedudkan tinggi dalam hal ke$asihan dan kejelasan
berbi0ara.
a$sir matsur bagian ta$sir yang paling baik bila sanadnya benar-benar sampai kepada
Xabi SAW. Atau sampai pada sahabat. Vbnu katsir berkata / %sesungguhnya kebanyakan ta$sir
matsur telah banya terpengaruh oleh perowi-perowi zindiq, yahudi, persi, dan ahli kitab yang
masuk islam. (al itu banyak terdapat dalam kisah-kisah para rosul dengan kaumnya, hal-hal
yang berkaitan dengan kitab-kitab mukjizat serta sejarah-sejarah lainnya seperti ashabul kah$i
dan lain lain. #arena itu perlu penyelidikan dari segi riwayatnya.
*,
K*,L
,. a$sir bi al-rayi
Vstilah ta$sir bi ar-rayi juga merupaka gabungan dari tiga buah kata yakni / ta$sir, bi, dan
al-rayi. Se0ara bahasa rayi berarti keyakinan, pengaturan dan akal. )l-rayi juga identik dengan
ijtihad. tari pengertian tadi maka para pakar ilmu ta$sir menyatakan bahwa yang dimaksud
dengan ta$sir bi al-rayi adalah menyingkap isi kandungan al-quran dengan ijtihad yang
dilakukan oleh akal.
*.
K*.L
1![1!] 345678 R lvF H78 3 BB7 vF 478 l
13[13] Mawardi Abdullah, %" 'it##, hlm 144#
'ada awalnya ta$sir bi al-rayi tidak diperbolehkan karena ada adanya hadist yang
melarang pena$siran al-quran dengan rayi.
*T
K*TL Xamun pada abad kelima karena kebutuhan
dan tunutan zaman mun0ul opini tidak semua ta$sir ter0ela. tari sini maka ta$sir bi al-rayi
diklasi$ikasikan menjadi dua yaitu / ta$sir bi al-rayi al-madzmum 1yang ter0ela2, dan ta$sir bi al-
rayi al-mahmud 1yang terpuji2. olama yang memperbolehkan menolak pendapat para ulama
lain yang tidak memperbolehkan ta$sir bi al-rayi dengan alasan yang rasionil.
a. a$sir bi al-rayi bukanlah ta$sir yang tidak menggunakan ilmu pengetahuan sama sekali,
namun merupakan u0apan yang didasari ilmu pengetahuan yang dibolehkan syara. osulullah
pernah mengatakan jika berijtihad lalu benar maka pahalanya dua, tapi jika salah maka
pahalanya satu. Sebagaian ulama mengatakan bagaimana mungin bisa mendapatkan pahala jika
ijtihad itu tidak diperbolehkan.
b. Vmam suyuqhi bahwa ta$sir bi al-rayi yang tidak diperbolehkan ada lima. aitu /
*. 'ena$siran tidak disarkan dengan ilmu pengetahuan.
,. a$sir ayat mutasyabihat yang ta$sirnya hanya diketahui oleh Allah.
.. a$sir yang didasarkan kepada madzhab yang rusak.
T. Menghukumi se0ara pasti yang dimaksudkan oleh Allah tanpa dasar dalil.
Z. a$sir yang hanya berdasarkan istihsan dan hawa ta$su.
*Z
K*ZL
0. Ayat yang sudah pernah diterangkan oleh beliau tidak usah dibi0arakan lagi, namun ber$ikirlah
untuk yang belum pernah dibi0arakan. -etapa mulianya tahap ber$ikir sebagaimana disinggung
dalam penutup ayat surat an-Xahl /TT 39H@Di< uvz7 -udah-mudahan mereka memikirkannya.
Meskipun terdapat perbedaan dalam 0ara pengambilan sumbernya tapi juga ada titik
pertemuannya. #etika ta$sir bi al-matsur mengemukakan ta$sirnya dengan logika dan disertai
ilmu balaghahnya maka identik dengan ta$sir bi al-.ayi -ahmud. temikian pula sebaliknya
ta$sir bi al-rayi al-mahmud sejauh ia mendasarkan pena$siranya pada dalil-dalil yang berasal
dari al-quran dan riwayat maka ia identik dengan ta$sir bi al-matsur. tengan adanya
pertemuan ini maka tidak ada batas yang tegas antara kedua ta$sir ini sampai ta$sir al-matsur
memiliki komitmen untuk mendasari kegiatan pena$siranya dengan dalil yang benar dan kuat
yang berasal dari al-!uran dan sunnah.
BAB III
PENU%UP
1,[1,] 1ih# =bn ha)ar al-As.alani, Taqrib al-Tahdzib, >D ma+tabah alf$ah li al-
?unnah al-nabawi$ah, /al-Turasts, Amman, 1,19 @# 1999 M3#, A#1, h#!49 dan 331#
14[14] Mawardi Abdullah, %" 'it##, hlm 146
A. $esim&ulan
*. a$sir adalah ilmu al-!uran yang ber$ungsi sebagai pembuka hijab dari ketidak jelasan, yang
semula gelap akan menjadi terang dan yang telah terang menjadi lebih terang lagi. ahasia-
rahasia yang ada dibalik ayat-ayatnya ditemukan dengan menggunakan ilmu ta$sir.
awil adalah pengertian-pengertian yang samar p yang tersirat yang di-istinmbath-kan 1diproses2
dari ayat-ayat al-quran, yang memerlukan renungan dan pemikiran dan merupakan prosesing
membuka tabir atau makna yang terkandung didalamnya. Sedangkan terjemah adalah pengalihan
bahasa dari satu bahasa kedalam bahasa lain tanpa harus menyamakan se0ara persis dengan
karakteristik bahasa pertama.
,. 'erbedaan antara ketiganya yaitu /
akwil adalah esensi yang dimaksud dari suatu perkataan, maka takwil dari talab 1tuntutan2
adalah esensi perbuatan yang dituntut itu sendiri dan takwil dari khabar adalah esensi yang
diberitakan.
tikatakan ta$sir adalah apa yang telah jelas didalamnya kitabullah atau tertentu 1pasti2 dalam
sunnah yang sohih karena maknanya telah jelas dan gamblang.
Sedangkan terjemah hanya merupakan pengalihan bahasa dari bahasa arab yang digunakan al-
quran kedalam bahasa lain.
.. 'erbedaan yang amat jelas sekali dari kedua ta$sir ini dibedakan atas sumbernya. a$sir bi al-
masur adalah metode pena$siran al-quran dengan menggunakan al-!uran, hadist, ataupun
perkataan sahabat rosul. Sedangkan ta$sir bi al-rayi menggunakan akal pada umum pena$siranya
dan hanya sedikit pengambilan dalil dari quran dan hadis tapi lebih menekan pada pemikiran
dengan jalan berijtihad.
#irimkan Vni lewat Umail -loghis -erbagi ke witter -erbagi ke a0ebook -agikan ke 'interest