You are on page 1of 13

Sistem Pemerintahan Tingkat Pusat

LEMBAGA NEGARA PADA SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT


Berdasarkan amandemen UUD 1945, lembaga negara adalah sebagai berikut :
1. MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT (MPR)
2. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR)
3. DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD)
4. PRESIDEN
5. MAHKAMAH AGUNG (MA)
6. MAHKAMAH KONSTITUSI (MK)
7. KOMISI YUDISIAL (KY)
8. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK)
9. DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT (MPR)
MPR adalah lembaga negara yang anggotanya terdiri atas anggota DPR dan DPD
Jumlah anggota MPR adalah 678 orang yang terdiri atas 550 anggota DPR dan 128 DPD.
Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun
Tugas dan Wewenang MPR:
Menetapkan dan mengubah UUD 1945
Melantik presiden dan wakil presiden hasil pemilu.
Memberhentikan presiden dan wakil presiden atas usul DPR dan putusan MK.





Hak MPR:
Mengajukan usul perubahan pasal dalam UUD
Hak menentukan sikap dan pilihan
Hak imunitas Hak protokoler
Alat kelengkapan MPR:
Pimpinan MPR terdiri atas 1 orang ketua dan 3 orang wakil ketua.
Panitia Ad Hoc
Badan Kehormatan.

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR)
DPR adalah lembaga negara yang merupakan perwakilan rakayat dan mempunyai
kekuasaan membentuk undang-undang.
Anggota DPR terdiri dari anggota partai polik hasil pemilu.
Jumlah anggota DPR 550 orang.
Masa jabatan anggota DPR 5 tahun.
Syarat anggota DPR :
Bukan pejabat negara, PNS atau TNI/Polri
Tidak boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan
swasta, akuntan publik, konsultan, pengacara, notaris, dokter praktek.
Fungsi DPR :
Fungsi legislasi
Fungsi anggaran
Fungsi pengawasan
Tugas dan wewenang DPR :
Membentuk undang-undang (UU)
Menetapkan APBN bersama presiden
Mengawasi pelaksanaan UU
Membahas hasil pemeriksaan BPK
Menampung aspirasi rakyat Hak DPR
Hak interpelasi hak meminta keterangan kepada pemerintah atas kebijakan pemerintah.
Hak angket melakukan penyelidikian terhadap kebijakan pemerintah.
Hak menyatakan pendapat hak menyatakan pendapat atas kebijakan pemerintah.
Pimpinan DPR:
Terdiri dari 1 orang ketua dan maksimal 4 wakil ketua.
Dipilih oleh anggota DPR
Fungsi untuk mewakili DPR, memimpin rapat, melaksanakan administrasi DPR.
Ketua DPR sekarang adalah Marzuki Alie.





Komisi
Komisi adalah unit kerja utama dalam DPR.
Saat ini terdapat 11 komisi dalam DPR Badan Musyawarah (Bamus)
Jumlah anggota Bamus maksimal sepersepuluh anggota DPR (55 orang)
Tugasnya menetapkan acara DPR.
tugas : membahas APBN.
Badan Kehormatan (BK) :
Tugas : memeriksa pelanggaran yang dilakukan anggota DPR.
Badan Legislasi
Tugas : menetapkan prioritas pembahasan RUU dan melakukan evaluasi tata tertib dan
kode etik DPR.
Badan Urusan Rumah Tangga
Tugas : dalam bidang keuangan/administrasi DPR.
Badan Kerjasama Antar Parlemen
Panitia Khusus (Pansus) dan Panitia Kerja (Panja)
Pansus adalah panitia sementara yang dibentuk oleh paripurna untuk melaksanakan
tugas tertentu.
Panja adalah unit kerja sementara untuk mengefisienkan kinerja DPR.
Sekretariat Jendral DPR
Dipimpin oleh seorang sekretaris jendral.
Tugas : membantu fungsi dan tugas DPR

DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD)
DPD merupakan wakil-wakil daerah provinsi yang dipilih melalui pemilu.
Jumlah anggota DPD 128 orang;
Masa jabatan 5 tahun.
Fungsi DPD:
Mengajukan usul, membahas masalah yang berhubungan dengan bidang legislasi.
Mengawasi pelaksanaan UU.
Tugas dan wewenang DPD :
Mengajukan RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah kepada DPR.
Mengawasi pelaksanaan UU yang berkaitan dengan otonomi daerah
Hak DPD :
Menyampaikan usul dan pendapat Membela diri
Hak imunitas Hak protokoler
Alat kelengkapan DPD
Pimpinan Panitia Ad Hoc
Badan Kehormatan Panitia lain








PRESIDEN
Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
Menurut UUD 1945 amandemen pasal 6A presiden dan wakil presiden dipilih langsung
oleh rakyat.
Masa jabatan 5 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan.
Wewenang Presiden
Memegang kekuasaan pemerintahan
Memegang kekuasaan tertinggi Angkatan Darat, Laut, dan Udara
Kewajiban Presiden
Mengajukan RUU Membuat peraturan pemerintah
Mengangkat menteri
Hak Presiden
Memberikan grasi, rehabilitasi, amnesti dan abolisi
Memberi gealr, tanda jasa, dan tanda kehormatan
Menetapkan hakim agung dan hakim konstitusi
MAHKAMAH AGUNG (MA)
Merupakan lembaga kehakiman Dalam
MA terdapat 60 orang hakim agung.
Tugas dan wewenang
MA Mangadili tingkat kasasi
Memberi pertimbangan pada presiden tentang grasi dan rehabilitasi
MAHKAMAH KONSTITUSI (MK)
Merupakan lembaga kehakiman
Mempunyai 9 hakim konstitusi
Masa jabatan hakim konstitusi 5 tahun
Tugas dan wewenang MK
Menguji undang-ungang
Memutuskan sengketa lembaga negara
Memutuskan pembubaran partai politik
KOMISI YUDISIAL (KY)
Dibentuk berdasarkan UU No 22 tahun 2004
Fungsi : mengawasi perilaku haim.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK)
Menurut UUD 1945 merupakan lembaga yang mandiri
Anggotanya dipilih oleh DPR
Hasil pemeriksaan keuangan diserahkan kepada DPR, DPD, atau DPRD
DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN
Bertugas memberik nasihat dan pertimbangan kepada presiden.
Anggotanya terdiri dari 9 orang.
Anggotanya dapat berasal dari PNS atau non PNS.




STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH PROVINSI

. Pemerintahan Provinsi
Selain gubernur, di pemerintahan provinsi, terdapat juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD), yang mempunyai kewenangan dan tugas sesuai dengan fungsinya. Adapun tugas
dan wewenang DPRD,yaitu sebagai berikut.
a. Bersama gubernur membuat peraturan daerah (perda).
b. Bersama dengan gubernur membahas dan menyetujui rancangan APBD.
c. Melaksanakan bentuk pengawasan terhadap perda dan peraturan perundang-undangan
lainnya.
d. Mengusulkan pemberhentian dan peng-angkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah
kepada presiden melalui menteri dalam negeri.
e. Memilih wakil kepala daerah jika terjadi kekosongan jabatan.
f. Memberikan pendapat dan pertimbangan terhadap rencana perjanjian internasional di
daerah.
g. Memberikan persetujuan rencana kerja sama internasional.
h. Meminta laporan per tanggungjawaban kepala daerah.
i. Membentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah.
j. Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama antardaerah.
Selain mempunyai tugas dan wewenang, DPRD juga memiliki hak. Hak tersebut antara lain
sebagai berikut.
a. Interpelasi, yaitu hak DPRD untuk meminta keterangan kepada gubernur/bupati/
walikota. Biasanya, mengenai kebijakan yang berdampak pada kehidupan orang banyak/
masyarakat. Misalnya, pendirian tempat pembuangan sampah akhir (TPA), apakah sudah
sesuai AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
b. Angket, yaitu hak DPRD untuk melakukan penyelidik an terhadap suatu kebijak an kepala
daerah.
c. Menyatakan pendapat, yaitu hak DPRD menyatakan pendapat terhadap kebijakan kepala
daerah mengenai kebijakan luar biasa yang terjadi di daerah.

Adapun kewajiban DPRD, antara lain sebagai berikut.
a. Mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
tahun 1945, dan menaati segala peraturan perundang-undangan.
b. Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
c. Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
d. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah.
e. Menyerap, menampung, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
f. Mendahuluk an kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan
g. Memberikan per tanggungjawaban atas tugas dan kinerjanya selaku anggota DPRD
terhadap daerah pemilihannya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politis.
h. Menaati peraturan, tata tertib, kode etik, dan sumpah/janji anggota DPRD.
i. Menjaga norma dan etika dalam hubungan kerja dengan lembaga terkait.

























STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH KABUPATEN




a. Bupati
Pada dasarnya, bupati memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan daerah
berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD kabupaten. Bupati dipilih dalam satu
pasangan secara langsung oleh rakyat di kabupaten setempat. Bupati merupakan
jabatan politis (karena diusulkan oleh partai politik).
b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan
berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
c. Sekretariat Daerah
Sekretariat daerah dipimpin oleh sekretaris daerah. Tugas sekretaris daerah adalah
membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah
dan lembaga teknis daerah.
d. Sekretariat DPRD
Tugas sekretariat DPRD antara lain:
1) Menyelenggarakan administrasi kesekretariatan DPRD.
2) Menyelenggarakan administrasi keuangan DPRD.
3) Mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD.
4) Menyediakan dan mengoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan
DPRD dalam pelaksanaan fungsinya sesuai kemampuan daerah.
e. Polisi Pamong Praja
Tugas polisi pamong praja adalah memelihara ketenteraman dan ketertiban umum serta
merupakan penegak peraturan daerah.
f. Kecamatan
Kecamatan merupakan bagian dari wilayah kabupaten. Kecamatan dipimpin oleh seorang
camat. Wilayah kecamatan terdiri atas beberapa desa/kelurahan.


g. Kelurahan
Wilayah kelurahan terdapat di daerah kota. Kelurahan adalah wilayah kerja lurah. Kelurahan
merupakan perangkat kabupaten/kota di bawah kecamatan.
h. Dinas Daerah
Dinas daerah adalah unsur pelaksana otonomi daerah yang dipimpin oleh kepala dinas.
Kepala dinas diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah. Contoh dinas daerah antara
lain dinas pendidikan, dinas pekerjaan umum, dinas kesehatan, dinas pendapatan daerah,
dan sebagainya.
i. Lembaga Teknis Daerah
Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah dalam menyusun
dan melaksanakan kebijakan daerah yang sifatnya spesifik yang berbentuk badan, kantor,
atau rumah sakit umum daerah.
Berikut ini contoh lain struktur organisasi pemerintahan kabupaten.















Kecamatan adalah wilayah administratif di Indonesia di bawah kabupaten atau kota.
Kecamatan terdiri atas desa-desa atau kelurahankelurahan. Pemerintah kecamatan
dipimpin oleh camat dengan dibantu oleh perangkat kecamatan. Camat merupakan pegawai
negeri sipil dan bertanggung jawab kepada bupati atau walikota karena kecamatan adalah
bawahan kabupaten atau kota. Perangkat kecamatan juga berstatus pegawai negeri sipil
dan bertanggung jawab pada camat.
Camat merupakan pemimpin kecamatan. Camat berkedudukan sebagai koordinator
penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan, berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah kabupaten/kota. Camat diangkat oleh
bupati/ walikota atas usul sekretaris daerah kabupaten/kota dari pegawai negeri sipil yang
memenuhi syarat.
Tugas camat adalah melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh
bupati sesuai karakteristik wilayah kebutuhan daerah dan menyelenggarakan kegiatan
pemerintahan lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Seperti halnya desa,
struktur organisasi di satu kecamatan dengan kecamatan lainnya juga belum tentu sama.
Struktur Organisasi Wilayah Kecamatan
Dalam struktur organisasi pemerintahan kecamatan, biasanya terdiri dari Camat, kemudian
ada Sekretaris Camat. Kemudian di bawah Camat ada beberapa seksi, yaitu: Seksi
Pemerintahan, Seksi Pembangunan, Seksi Ketentraman dan Ketertiban dan lainnya. Seksi-
seksi yang ada juga dapat berlainan. Hal ini karena antara satu kecamatan dengan
kecamatan lainnya memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu,
struktur organisasi yang ada harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-
masing kecamatan. Untuk lebih memahami organisasi pemerintah kecamatan, perhatikan
bagan berikut ini.




Desa merupakan kesatuan masyarakat yangmemiliki batas-batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus kepentinganmasyarakat setempat.Untuklebihmemahaminya,
perhatikanlah susunan pemerintahan desa berikut.



2. Pemerintahan Kelurahan
Kelurahan merupakan wilayah gabungan dari beberapa Rukun Warga (RW). Pemerintahan
di tingkat desa dan kelurahan merupakan unsur pemerintahan yang berhubungan langsung
dengan masyarakat. Dalam menjalankan semua perencanaan pembangunan di kelurahan
terdapat Dewan Kelurahan (Dekel). Dewan Kelurahan berfungsi sebagai pemberi masukan
kepada lurah tentang rencana pembangunan di wilayahnya. Adapun yang menjadi tata urusan
dalam kelurahan dapat dilihat dalam susunan pemerintahan kelurahan berikut ini.













KEPENGURUSAN TINGKAT RW
Pasal 8
(1) Pengurus RW 09 adalah setiap orang ( Warga RW 09) yang telah dipilih oleh ketua yang
sudah disahkan
(2) Ketentuan mengenai syarat pengurus RW 09 diatur dalam Anggaran Rumah Tangga
(ART).
BAB VII
Pasal 9
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 10
Kekuasaan Organisasi
Kekuasaan tertinggi organisasi RW terdapat pada rapat Pengurus RW 09 yang di hadiri oleh
seluruh pengurus RW bersama ketua RT dan serta organisasi yang ada dilingkungan RW 09
Pasal 11
Kepengurusan
Kepengurusan organisasi RW 09 diatur pada Anggaran Rumah Tangga (ART)
Pasal 12
Tugas Pengurus
Pengurus bertugas melaksanakan amanah warga melalui program kerja yang telah
disyahkan seperti yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).



BAB VIII
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA
Pasal 13
Setiap warga berhak :
(1) Menunaikan ibadah keagamaan sesuai dengan keimanan/kepercayaannya;
(2) Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tulisan kepada pengurus RT /RW;
(3) Mengikuti kegiatan yang diadakan dilingkungan RT /RW;
(4) Memilih dan dipilih sebagai ketua RT/RW maupun pengurus RT/RW;
(5) Mengetahui laporan keuangan dan kas RT/RW secara proposional;
(6) Mendapatkan rasa aman, ketentraman dan ketertiban serta pelayanan kebersihan
lingkungan yang diwujudkan secara bersama-sama dalam satu kesatuan RT/RW;
(7) Meminjam inventaris yang dimiliki RT/RW untuk keperluan hajatan keluarga/musibah
(8) Menggunakan fasilitas umum dan fasilitas sosial dilingkungan RT/RW dengan
mengindahkan tata tertib yang berlaku.
Hak warga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku sepanjang tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan dan/atau ketentuan lain yang menyebabkan tidak
diperolehnya hak warga.
Pasal 14
Setiap warga berkewajiban :
(1) Memiliki identitas diri berupa KTP dan/atau identitas lainnya yang sesuai dengan
peraturan perundang-undangan;
(2) Membayar iuran keamanan, iuran kematian, kebersihan, dan kas RT/RW untuk
menunjang operasional kegiatan dan sosial kemasyarakatan yang disetorkan kepada
bendahara RT setempat, paling lambat tanggal 15 pada setiap bulannya;
(3) Menyampaikan data dan/atau identitas diri kepada pengurus RT setempat;
(4) Bagi warga baru berkewajiban melaporkan kepada Ketua RT setempat dengan membawa
surat keterangan pindah dari RT/RW alamat sebelumnya, fotocopy KTP, Kartu Keluarga
dan/atau fotocopy identitas diri lainnya yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan
selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak kepindahannya;
(5) Mematuhi hasil musyawarah pengurus RT/RW;
(6) Mematuhi peraturan tata tertib RT/RW;
(7) Menjaga martabat dan kehormatan diri, keluarga dan lingkungan sesuai kaidah agama
dan norma hubungan sosial kemasyarakatan;
(8) Menciptakan dan menjaga lingkungan RT/RW agar senantiasa dalam kondisi yang aman,
tertib dan tentram serta bersih dan nyaman;
(9) Menyukseskan pencapaian Visi RW yakni BERSAMA KITA MAJU
(10) Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus ditaati oleh seluruh warga
kecuali yang diputuskan lain oleh musyawarah pengurus RT/RW;



BAB IX
KEAMANAN, KETERTIBAN DAN KETENTRAMAN
Pasal 15
(1) Setiap warga dilarang keras menggunakan rumah tempat tinggal dan fasilitas umum
yang ada di RT /RW untuk melakukan kegiatan/perbuatan transaksi narkoba, minuman
keras, berjudi, asusila, mengadu hewan peliharaan dan tindakan kriminal lainnya;
(2) Setiap warga dilarang berbuat anarkis dengan membawa nama pribadi atau golongan,
agama dan suku yang dapat menimbulkan keresahan dan keributan dilingkungan RT/RW;
(3) Setiap Kepala Keluarga pada kondisi tertentu diwajibkan melaksanakan kegiatan
Siskamling sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Pengurus RT/RW dengan menandatangani
daftar hadir dan jika berhalangan harus ijin kepada Ketua RT setempat baik secara lisan
dan/atau tertulis;
(4) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Kepala Keluarga dapat
mewakilkan Kepada Anggota Keluarga yang berjenis kelamin Laki-laki dan berusia 17 (tujuh
belas) tahun ke atas;
Pasal 16
(1) Setiap warga yang menerima tamu, kerabat/keluarga yang bermaksud
menginap/bermalam, wajib dengan segera melapor kepada Ketua RT setempat baik secara
langsung, melalui telpon dan/atau tertulis;
(2) Kunjungan tamu dari luar wilayah RW 09 yang tidak menginap dibatasi waktunya sampai
dengan Pk.24.00 WIB
(3) Setiap Warga yang mempekerjakan orang lain, seperti Pembantu Rumah Tangga, Tukang
Bangunan dan/atau lainnya yang lebih dari 3 x 24 jam wajib melaporkan kepada Ketua RT
dengan menyampaikan foto copy identitas pekerja dimaksud.
(4) Pemulung dibatasi waktu operasinya mulai Pk. 05.00-20.00 dan setiap warga diharapkan
atas kepeduliannya;
Pasal 17
(1) Warga yang akan mempunyai hajatan/acara/pesta pernikahan dan sejenisnya yang
menggunakan dan menutup jalan di depan rumahnya, wajib melapor kepada Ketua RT
setempat dan memberitahukan kepada minimal 5 (lima) tetangga terdekat;
(2) Untuk menjaga keamanan dan keindahan lingkungan, setiap warga wajib menghidupkan
lampu jalan / teras setiap malamnya;
(3) Setiap warga dilarang melakukan kegiatan yang mengganggu ketenangan dan
kenyamanan warga, kecuali dengan izin khusus dari pengurus RT/RW;
(4) Kendaraan roda dua/roda empat milik warga/tamu warga, pada saat parkir agar dalam
kondisi terkunci dan menempatkan kendaraannya di tempat yang tidak mengganggu
aktivitas warga dan tetangga sekitar.