You are on page 1of 9

ANAK TUNA LARAS

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua anak, baik normal maupun tuna (berkelainan) memiliki kesempatan sama
di dalam hal pendidikan dan pengajaran. Namun harus diakui bahwa anak yang
mengalami ketunaan memiliki berbagai hambatan dan kelainan baik dalam
kondisi fisik maupun psikisnya sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan perilaku dalam kehidupannya.
Anak luar biasa diasumsikan berkaitan dengan kondisi jasmani maupun rohani
yang berkelainan dibanding anak normal. Oleh karena itu anak digolongkan luar
biasa apabila anak itu tidak masuk pada kategori sebagai anak normal baik fisik,
mental maupun intelegensinya. Permasalahan mendasar bagi anakanak luar
biasa, biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan akti!itas
bersama dengan anakanak normal pada umumnya. "ontoh, ketika bergaul
mereka menghadapi sejumlah kesulitan baik dalam kegiatan fisik, psikologis
maupun sosial. #eadaan seperti ini mempengaruhi kemampuan dalam hal
sosialisasi dan interaksi sosial terhadap lingkungan sekitarnya atau dalam
pergaulan sehariharinya. #eluarbiasaan jenis apapun yang disandang anak tuna
merupakan pengalaman personal. $ni berarti siapapun yang berada diluar dirinya
tidak akan merasakan tanpa ia mengerti, memahami dan mengalaminya. Anak
atau siswa tuna laras yang satu dengan yang lain belum tentu sama apa yang
dipikirkannya.
Jadi meskipun sama-sama mengalami ketunaan, belum tentu apa yang dirasakan
seseorang sama dengan yang dirasakan anak tuna-tuna lainnya. Dengan adanya
keluarbiasaan dalam diri seseorang sering eksistensinya sebagai makhluk sosial dapat
saja terganggu. Sebagai akibat dari ketunaan dan pengalaman pribadi anak itu maka efek
psikologis yang ditimbulkannya juga tergantung dari seberapa berat ketunaan yang
disandangnya itu, kapan saat terjadinya kecacatan, seberapa besar kualitas kecacatan dan
karakteristik susunan kejiwaan anak atau siswa tersebut sangat mempengaruhi kondisi
psikologisnya Dari beberapa kajian yang telah dilakukan terhadap isolasi sosial anak,
menunjukkan anak sering menjadi kaku, mudah marah dan bila dihubungkan dengan
perilakunya menunjukkan seakan bukan pemaaf dan tidak mempunyai rasa sensitif
terhadap orang lain. Hal lain menunjukkan bahwa anak-anak seperti itu mempunyai
kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi.
Sifat-sifat seperti itu merupakan rintangan utama dalam melakukan kepuasan hubungan
interpersonal bagi anak-anak luar biasa. Ketersendirian sebagai akibat rasa rendah diri
merupakan tantangan dalam melakukan sosialisasi dan penerimaan diri akan kelainan
yang dimilikinya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas rumusan masalah yang ingin penulis angkat yaitu tentang tuna
laras, mulai faktor penyebabnya, karakteristik dan klasifikasi serta pendidikan yang tepat
bagi mereka.
II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Tuna Laras
stilah resmi !tuna laras" baru dikenal dalam dunia #endidikan $uar %iasa &#$%'. stilah
tersebut berasal dari kata !tuna" yang berarti kurang dan !laras" yang berarti sesuai. Jadi,
anak tuna laras berarti anak yang bertingkah laku kurang( tidak sesuai dengan
lingkungan. #erilakunya sering bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di dalam
masyarakat tempat ia berada. )nak tuna laras sering disebut dengan anak tuna sosial
karena tingkah laku mereka menunjukkan penentangan yang terus menerus terhadap
norma-norma masyarakat yang berwujud seperti mencuri, mengganggu dan menyakiti
orang lain &Soemantri, *++,'
stilah yang digunakan untuk anak yang berkelainan perilaku &anak tuna laras' dalam
konteks kehidupan sehari-hari di kalangan praktisi sangat ber-ariasi. #erbedaan
pemberian julukan kepada anak yang berperilaku menyimpang tidak lepas dari konteks
pihak yang berkepentingan. .isalnya, para orang tua cenderung menyebut anak tuna
laras dengan istilah anak jelek &bad boy', para guru menyebutnya dengan anak yang tidak
dapat diperbaiki &incurrigible', para psikeater( psikolog lebih senang menyebutnya
sebagai anak yang terganggu emosinya &emotional disturb child', para pekerja sosial
menyebutnya sebagai anak yang tidak dapat mengikuti aturan atau norma sosial yang
berlaku &social maladjusted child', atau jika mereka berurusan dengan hukum maka para
hakim biasa menyebutnya sebagai anak-anak pelanggar( penjahat &deliquent'.
/erlepas dari julukan yang diberikan kepada para tuna laras, secara substansial kesamaan
makna yang terdapat pada pemberian !gelar" pada anak tuna laras, disamping menunjuk
pada cirinya, yaitu terdapatnya penyimpangan perilaku sebagai pelanggaran terhadap
peraturan( norma yang berlaku dilingkungannya &Sunardi, 0123', juga akibat dari
perbuatan yang dilakukannya dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, ..a
behavior deviation is that behavior of a child wich; (i) has a detrimental effect on his
development and adjustment and/ or (ii) interferers with the lives of other people&Kirk,
014+'.
.enurut ketentuan 5ndang-5ndang #okok #endidikan 6o. 0* /ahun 013*, anak tuna
laras adalah indi-idu yang mempunyai tingkah laku menyimpang( berkelainan, tidak
memiliki sikap, melakukan pelanggaran terhadap peraturan( norma-norma sosial dengan
frekuensi cukup besar, tidak( kurang mempunyai toleransi terhadap kelompok dan orang
lain, serta mudah terpengaruh suasana, sehingga membuat kesulitan bagi diri sendiri
maupun orang lain.
Dalam dokumen kurikulum S$% bagian 7 tahun 0144 menyebutkan, yang disebut tuna
laras adalah &0' anak yang mengalami gangguan( hambatan emosi dan tingkah laku
sehingga tidak( kurang menyesuaikan diri dengan baik, baik terhadap lingkungan,
sekolah, maupun masyarakat8 &*' anak yang mempunyai kebiasaan melanggar norma
umum yang berlaku dimasyarakat8 &9' anak yang melakukan kejahatan.
Definisi anak tuna laras atau emotionally handicapped atau beha-ioral disorder lebih
terarah pada definisi Eli M Boer &0120' yang menyatakan bahwa anak dikatakan
memiliki hambatan emosional atau kelainan perilaku apabila menunjukkan adanya satu
atau lebih dari lima komponen berikut ini :
a. /idak mampu belajar bukan disebabkan karena faktor intelektual, pengindraan atau
kesehatan
b. Ketidakmampuan menjalin hubungan yang menyenangkan dengan teman dan guru
c. %ertingkahlaku yang tidak pantas pada keadaan normal
d. #erasaan tertekan atau tidak bahagia terus-menerus
e. ;enderung menunjukkan gejala-gejala fisik seperti takut pada masalah-masalah
sekolah &!el"hie, *++,'
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang diidentifikasikan mengalami
gangguan atau penyimpangan perilaku adalah indi-idu yang :
a. /idak mampu mendefinisikan dengan tepat kesehatan mental dan perilaku yag normal
b. /idak mampu mengukur emosi dan perilakunya sendiri
c. .engalami kesulitan dalam menjalankan fungsi sosialisasi &Hallahan< Kauffman,
0110'
%eberapa komponen yang penting diperhatikan dalam menilai seorang anak mengalami
gangguan emosi( perilaku atau tidak, yaitu :
a. )danya penyimpangan perilaku yang terus menerus menurut norma yang berlaku
sehingga menimbulkan ketidakmampuan belajar dan penyesuaian diri
b. #enyimpangan itu tetap ada walaupun telah menerima layanan belajar serta bimbingan
B. Klasi#ikasi Tuna Laras
Secara garis besar anak tuna laras dapat diklasifikasikan menjadi anak yang mengalami
kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial &social maladjusted' dan
anak yang mengalami gangguan emosi &emotional disturb'. $illiam M. % &0143'
mengemukakan kedua klasifikasi tersebut sebagai berikut :
0. )nak yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial :
a. The semisociali!e child
)nak yang termasuk dalam kelompok ini dapat mengadakan hubungan sosial namun
terbatas hanya pada lingkungan tertentu. Hal ini disebabkan adanya perbedaan norma(
aturan yang ada dikelompok( keluarganya dengan norma( aturan yang ada di masyarakat.
b. "hildren arrested at a primitive level of sociali!ation
)nak pada kelompok ini perkembangan sosialnya berhenti pada tingkatan yang rendah.
Hal ini disebabkan mereka tidak mendapat bimbingan dan dorongan dari orangtuanya
kearah sikap sosial yang benar, sehingga dalam berperilaku mereka cenderung didorong
oleh nafsu.
c. "hildren arrested with minimum sociali!ation capacity
)nak dalam kelompok ini sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk belajar sikap-
sikap sosial. Hal ini disebabkan mereka tidak pernah mengenal kasih sayang, sehingga
mereka cenderung bersikap apatis dan egois.
*. )nak yang mengalami gangguan emosi, yaitu :
a. #eurotic behavior
)nak dikelompok ini masih dapat bergaul dengan orang lain, namun mereka mempunyai
masalah pribadi yang tidak mampu diselesaikannya. )nak seperti ini biasanya disebabkan
oleh sikap keluarga yang menolak atau terlalu memanjakan mereka, kesalahan pengajaran
atau karena kesulitan belajar yang berat
b. "hildren with psycotic processes
.ereka mengalami gangguan yang paling berat sehingga memerlukan penanganan yang
lebih khusus. .ereka sudah menyimpang dari kehidupan nyata, hal tersebut disebabkan
oleh gangguan pada sistem syaraf akibat keracunan, minuman keras atau narkoba.
.enurut &ua' &0141' dalam Samuel A. Kirk and (ames (. )allagher &012,' yang
dialih bahasakan oleh Moh. Amin dkk &0110 : 30' mengelompokkan sebagai berikut :
a' )nak yang mengalami gangguan perilaku yang kacau &conduct disorder' mengacu
pada anak yang melawan pada peraturan, hiperaktif dll.
b' )nak yang cemas-menarik diri &an=icus-withdraw' yaitu anak yang pemalu, suka
menyendiri, minder dll. .ereka tertekan batinnya.
c' Dimensi ketidakmatangan &immaturity' mengacu pada anak yang lambat, kurang
perhatian, pemalas dll. .ereka mirip anak autistik.
d' )nak agresi sosialisasi &so!iali!edaggressive' memiliki ciri yang mirip dengan
gangguan perilaku yang bersosialisasi dengan !genk" tertentu. 5mumnya mereka
menjadi ancaman bagi masyarakat umum.
#endapat lain menyebutkan bahwa anak yang dikategorikan mengalami kelainan
penyesuaian perilaku adalah anak yang mempunyai tingkah laku yang tidak sesuai
dengan adat kebiasaan yang berlaku dirumah, disekolah dan dimasyarakat lingkungannya
&.ackie, 0134'. Subgrup dari bentuk kelainan penyesuaian sosial &social maladjusted' ini
adalah delin>uent. %atasan tentang delin>uent itu sendiri hanya diberikan jika anak
terlibat dalam konflik atau pelanggaran hukum, children who have in conflict with the
law &Kirk, 014+'.
Sebagaimana jenis ketunaan yang lain, anak yang dikategorikan berkelainan perilaku
&tuna laras' dapat dikelompokkan dalam jenjang, mulai jenjang sangat ringan sampai
sangat berat. %erikut ini beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk menentukan
intensitas berat ringannya ketuna larasan &?iadi, 01428 #atton, 0110'.
a. %esar kecilnya gangguan emosi. .akin dalam perasaan negatif, makin berat
penyimpangan
b. @rekuensi tindakan. Semakin sering dan kurangnya penyesalan setelah melakukan
perbuatan yang tidak baik, dianggap makin berat penyimpangannya
c. %erat ringan kejahatan yang dilakukan. Disesuaikan dengan peraturan hukum pidana
d. /empat dan situasi pelanggaran( kenakalan dilakukan. Dianggap berat jika berani
melakukannya di lingkungan masyarakat
e. .udah sukarnya dipengaruhi untuk bertingkah laku baik.
f. /unggal atau gandanya ketunaan yang dialami. Jika mempunyai ketunaan lain, masuk
dalam kategori berat dalam pembinaannya.
%. Karakteristik Anak Tuna Laras
Karakteristik yang dikemukakan Hallahan dan kauffman &012,' berdasarkan dimensi
tingkah laku anak tuna laras adalah sebagai berikut :
0. )nak yang mengalami gangguan perilaku
a. berkelahi, memukul menyerang
b. #emarah
c. #embangkang
d. Suka merusak
e. Kurang ajar, tidak sopan
f. #enentang, tidak mau bekerjasama
g. Suka menggangu
h. Suka ribut, pembolos
i. .udah marah, Suka pamer
j. Hiperaktif, pembohong
k. ri hati, pembantah
l. ;eroboh, pengacau
m. Suka menyalahkan orang lain
n. .ementingkan diri sendiri
*. )nak yang mengalami kecemasan dan menyendiri
a. ;emas
b. /egang
c. /idak punya teman
d. /ertekan
e. Sensitif
f. ?endah diri
g. .udah frustasi
h. #endiam
i. .udah bimbang
9. )nak yang kurang dewasa
a. #elamun
b. Kaku
c. #asif
d. .udah dipengaruhi
e. #engantuk
f. #embosan
A. )nak yang agresif bersosialisasi
a. .empunyai komplotan jahat
b. %erbuat onar bersama komplotannya
c. .embuat genk
d. Suka diluar rumah sampai larut
e. %olos sekolah
f. #ergi dari rumah
Selain karakteristik diatas, berikut ini karakteristik yang berkaitan dengan segi akademik,
sosial( emosional dan fisik( kesehatan anak tuna laras.
*. Karakteristik Akademik +
Kelainan perilaku mengakibatkan penyesuaian sosial dan sekolah yang buruk. )kibatnya,
dalam belajarnya memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Hasil belajar dibawah rata-rata
b. Sering berurusan dengan guru %K
c. /idak naik kelas
d. Sering membolos
e. Sering melakukan pelanggaran, baik disekolah maupun dimasyarakat, dll
,. Karakteristik Sosial- Emosional +
Karakteristik sosial( emosional tuna laras dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. $ara%teristi% &osial
0' .asalah yang menimbulkan gangguan bagi orang lain :
- #erilaku itu tidak diterima masyarakat, biasanya melanggar norma budaya
- #erilaku itu bersifat menggangu, dan dapat dikenai sanksi oleh kelompok sosial
*' #erilaku itu ditandai dengan tindakan agresif, yaitu :
- /idak mengikuti aturan
- %ersifat mengganggu
- %ersifat membangkang dan menentang
- /idak dapat bekerjasama
9' .elakukan tindakan yang melanggar hukum dan kejahatan remaja
b. $ara%teristi% 'mosional
a' Hal-hal yang menimbulkan penderitaan bagi anak, misalnya tekanan batin dan rasa
cemas
b' Ditandai dengan rasa gelisah, rasa malu, rendah diri, ketakutan dan sifat perasa(
sensitif
c. $ara%teristi% (isi%/ %esehatan )
#ada anak tuna laras umumnya masalah fisik( kesehatan yang dialami berupa gangguan
makan, gangguan tidur atau gangguan gerakan. 5mumnya mereka merasa ada yang tidak
beres dengan jasmaninya, ia mudah mengalami kecelakaan, merasa cemas pada
kesehatannya, seolah-olah merasa sakit, dll. Kelainan lain yang berupa fisik yaitu gagap,
buang air tidak terkontrol, sering mengompol, dll.
!. .aktor/#aktor Pen'e0a0 Tuna Laras
)da beberapa hal yang menjadi penyebab tuna laras. Secara umum faktor penyebab
tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu &0' faktor internal yaitu faktor yang
langsung berkaitan dengan kondisi indi-idu tersebut seperti keturunan, kondisi fisik dan
psikisnya, &*' faktor e=ternal yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar indi-idu, terutama
lingkungan, baik keluarga, sekolah maupun masyarakat &Patton, 0110'
*. (a%tor +nternal
a. %erkercerdasan rendah atau kurang dapat mengikuti tuntutan sekolah.
b. )danya ganguan atau kerusakan pada otak &brain damage'
c. .emiliki ganguan kejiwaan bawaan.
d. @rustasi yang terus menerus
,. (a%tor '%sternal
a. Kemampuan sosial dan ekonomi rendah
b. )danya konflik budaya yaitu adanya perbedaan pandangan hidup antara keadaan
sekolah dan kebiasaan keluarga.
c. )danya pengaruh negatif dari genk-genk atau kelompok.
d. Kurangnya kasih sayang orang tua karena kehadirannya tidak diharapkan.
e. Kondisi keluarga yang tidak harmonis &bro%en home'.
Selain itu ada pendapat lain yang menyatakan bahwa meningkatnya penyimpangan sosial
disuatu wilayah disebabkan oleh beberapa hal, antara lain : kurangnya displin diri,
lemahnya moral seseorang, mulai melupakan /uhan, kemajuan masyarakat yang
menimbulkan kebutuhan-kebutuhan baru serta kurangnya rasa tanggunga jawab dari
pemimpin yang ada. 6amun hal tersebut disangkal karena seandainya demikian, mengapa
tidak semua orang yang hidup dilingkungan seperti itu menjadi tuna laras, menjadi jahat.
/entu ada hal lain yang menyebabkan seseorang menjadi tuna laras, selain hal-hal
tersebut.
Pro#esor %'ril Burt menekankan bahwa sebab-sebab tuna laras itu kompleks &multiple
causation'. Setelah kemajuan dibidang ilmu jiwa, ternyata banyak sebab-sebab yang
ditemukan pada tuna laras, merujuk pada kondisi mentalnya. Baitu mereka yang termasuk
pribadi yang tidak memiliki penyesuaian diri yang baik atau sehat dengan lingkungan
sosialnya, lebih berpotensi mengalami tuna laras.
E. La'anan Pendidikan 0agi Anak Tuna laras
Sesuai dengan karakteristik anak tunalaras yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
kebutuhan pendidikan anak tuna laras diharapkan dapat mengatasi problem(
permasalahan perilaku anak tersebut. 5ntuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka perlu
dilakukan hal-hal berikut :
0. %erusaha mengatasi semua masalah perilaku anak dengan menyesuaikan kondisi dan
proses belajar dengan karakteristik anak tuna laras tersebut
*. %erusaha mengembangkan kemampuan fisik anak serta mengembangkan bakat dan
intelektualnya
9. .emberi bekal berupa keterampilan khusus yang bermanfaat
A. .emberi kesempatan pada anak agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan
norma-norma hidup di masyarakat dengan sebaik-baiknya
3. .emberi rasa aman agar mereka tidak merasa dikucilkan dan mampu mengembangkan
rasa percaya diri
,. .emberikan penghargaan pada mereka agar moral mereka terangkat sehingga mereka
merasa diterima oleh lingkungan
Kau##man&011,' mengemukakan beberapa kondisi yang menyebabkan ketuna larasan
dan pembelajaran tidak berhasil, antara lain :
0. Curu yang tidak sensitif terhadap anak
*. Harapan guru yang tidak wajar
9. #engelolaan pembelajaran yang tidak konsisten
A. #engajaran keterampilan yang tidak rele-an atau nonfungsional
3. #ola reinforcement yang keliru, misalnya diberikan saat anak berlaku tidak wajar
,. .odel( contoh yang tidak baik dari guru atau dari teman sebaya
Kondisi yang tidak menguntungkan tersebut agar dihindari sehingga tidak terjadi
perkembangan anak kearah penyimpangan perilaku dan kegagalan akademiknya.
$ingkungan sekolah yang ditata baik akan membuat anak senang dan betah untuk belajar
dan menghindarkan anak dari rasa bosan, lelah serta tingkah laku yang tidak wajar.
Di dalam pelaksanaannya kita mengenal macam-macam bentuk penyelenggaraan
pendidikan bagi anak tuna laras( sosial sebagai berikut:
0. #enyelenggaraan bimbingan dan penyuluhan di sekolah reguler.
Jika diantara murid di sekolah tersebut ada anak yang menunjukan gejala kenakalan
ringan segera para pembimbing memperbaiki mereka. .ereka masih tinggal bersama-
sama kawannya di kelas, hanya mereka mendapat perhatian dan layanan khusus.
*. Kelas khusus
)pabila anak tuna laras perlu belajar terpisah dari teman pada satu kelas.
Kemudian gejala-gejala kelainan baik emosinya maupun kelainan tingkah lakunya
dipelajari. Diagnosa itu diperlukan sebagai dasar penyembuhan. Kelas khusus itu ada
pada tiap sekolah dan masih merupakan bagian dari sekolah yang bersangkutan. Kelas
khusus itu dipegang oleh seorang pendidik yang berlatar belakang #$% dan atau
%imbingan dan #enyuluhan atau oleh seorang guru yang cakap membimbing anak.
9. Sekolah $uar %iasa bagian /una laras tanpa asrama
%agi )nak /una laras yang perlu dipisah belajarnya dengan kata kawan yang lain karena
kenakalannya cukup berat atau merugikan kawan sebayanya.
A. Sekolah dengan asrama
%agi mereka yang kenakalannya berat, sehingga harus terpisah dengan kawan maupun
dengan orangtuanya, maka mereka dikirim ke asrama. Hal ini juga dimaksudkan agar
anak secara kontinyu dapat terus dibimbing dan dibina. )danya asrama adalah untuk
keperluan penyuluhan.
Bang menjadi sasaran pokok dalam pengembangan selanjutnya adalah usaha pemerataan
dan perluasan kesempatan belajar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan
dasar. %iasanya anak tuna laras itu segera saja dikeluarkan dari sekolah karena dianggap
membahayakan. Dengan usaha pengembangan sekolah bagi anak tuna laras ini berarti
kita memberi wadah seluas-luasnya atau tempat mereka memperoleh perbaikan bagi
kepribadiannya.
Dengan adanya sekolah bagi anak tuna laras berarti membantu para orangtua anak yang
sudah kewalahan mendidik puteranya, membantu para guru yang selalu diganggu apabila
sedang mengajar dan mengamankan kawan-kawannya terhadap gangguan anak nakal.
#engembangan pendidikan bagi anak tuna laras sebaiknya paralel atau dikaitkan dengan
mengintensifkan usaha %imbingan #enyuluhan di sekolah reguler. Sehingga apabila anak
itu tidak mengalami perbaikan dari usaha bimbingan dan penyuluhan dari kelas khusus
maka mereka dapat dikirim ke Sekolah $uar %iasa bagian /una laras.
III. PENUTUP
A. Simpulan
)nak tuna laras sering disebut juga dengan anak tuna sosial karena tingkah laku anak
tuna laras menunjukkan penentangan yang terus-menerus terhadap norma-norma
masyarakat yang berwujud seperti mencuri, mengganggu dan menyakiti orang lain.
Selain itu, anak tuna laras merupakan anak yang mengalami hambatan( kesulitan untuk
menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial, bertingkah laku menyimpang dari norma-
norma yang berlaku dan dalam kehidupan sehari-hari sering disebut anak nakal sehingga
dapat meresahkan( mengganggu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
@aktor penyebab tuna laras dibedakan menjadi * kelompok, yaitu faktor internal seperti
keturunan, kondisi fisik dan psikis. Sedang faktor eksternal berupa lingkungan, baik
keluarga, sekolah ataupun masyarakat.
Secara umum, anak tuna laras dibagi menjadi A kategori yang masing-masing mempunyai
karakteristik yang berbeda yaitu :
0. )nak yang agresif bersosialisasi
*. )nak yang kurang dewasa
9. )nak yang mengalami kecemasan dan menyendiri
A. )nak yang mengalami gangguan perilaku
)nak tuna laras sebagaimana anak luar biasa lainnya berhak memperoleh pendidikan
agar dapat berkembang optimal dan mampu mencapai kehidupan yang layak. /ujuan
diselenggarakannya layanan pendidikan bagi anak tuna laras adalah untuk membantu
anak didik penyandang perilaku sosial dan emosi, agar mampu mengembangkan sikap,
pengetahuan dan keterampilan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat
dalam menggalakkan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam
sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti
pendidikan selanjutnya.
B. Saran
)nak tuna laras bukan momok yang harus dikucilkan dalam masyarakat bahkan mereka
harus mendapatkan perhatian yang lebih terfokus untuk mendapatkan pendidikan yang
layak seperti halnya anak yang normal lainnya. Sehingga diperlukan lembaga khusus
yang menangani anak tuna laras. #eserta didik yang menyandang kelainan demikian juga
memperoleh pendidikan yang layak, sebagaimana diamanatkan dalam 5ndang-5ndang
Dasar 01A3 yang dalam hal ini menyatakan dengan singkat dan jelas bahwa !/iap-tiap
warga negara berhak mendapatkan pengajaran" yang ditegaskan dalam 5ndang-5ndang
6omor *+ /ahun *++9 tentang Sistem #endidikan 6asional yang menyatakan bahwa
!Darga 6egara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan atau
sosial berhak memperoleh pendidikan khusus".
!A.TAR PUSTAKA
%andi Delphie. *++2. #embelajaran )nak %erkebutuhan Khusus. Jakarta : 5ni-ersitas
/erbuka
7di #urwanto. *++3. .odifikasi #erilaku. Jakarta : DitjenDikti. Depdiknas.
Hera $estari .. dkk. *++4. #endidikan )nak di SD. Jakarta : 5ni-ersitas /erbuka
C. ). K. Dardani, dkk. *++4. #engantar #endidikan $uar %iasa. Jakarta : 5ni-ersitas
/erbuka
.. 7fendi. *++,. #engantar #sikopedagogik )nak %erkelainan. Jakarta : #/. %umi
)ksara
Siti .aichati. 0129. Kesehatan mental. Bogyakarta : Bayasan #enerbitan @akultas
#sikologi 5C.
http:((www.slbk-batam.org(inde=.phpEpilihFhal<idF4A &diakses +0 maret *+0+, pukul
*0.++'
http:((-harsa.wordpress.com(*++1(0+(*+(pembelajaran-tuna-laras( &diakses 9 maret
*+0+,pukul *+.9+