You are on page 1of 13

PERPINDAHAN KALOR

Benny Arianto
201411023
KALOR
Suatu energi yang berpindah dari benda
bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah.
Satuan Kalor dalam SI adalah Joule (disingkat
J).
Satuan Kalor dalam CGS adalah Kalori
(disingkat kal).
Hubungan Joule dengan Kalori :
1 kal = 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 kal
Konduksi
Radiasi
Konveksi
KONVEKSI
Perpindahan kalor (dari satu bagian fluida ke bagian lain fluida)
disertai perpindahan partikelnya (oleh pergerakan fluida itu
sendiri).
PERBEDAAN PROSES KONVEKSI
Konveksi Alami
Konveksi alamiah merupakan
pergerakan fluida yang terjadi
akibat perbedaan massa jenis.
Bagian fluida yang menerima
kalor/dipanasi memuai dan
massa jenisnya menjadi lebih
kecil, sehingga bergerak ke
atas. Kemudian tempatnya
akan digantikan oleh bagian
fluida dingin yang jatuh ke
bawah karena massa jenisnya
lebih besar.
PERBEDAAN PROSES
KONVEKSI
Konveksi Paksa
Udara dingin pada
kompartemen pendingin
bergerak ke bawah dan
tempatnya digantikan oleh
udara hangat yang naik dari
bagian bawah dan didinginkan
oleh pipa-pipa
pendingin.Pergerakan udara ini
dapat terjadi dengan adanya
kompresor sebagai tenaga
penggerak. Pergerakan udara
ini menghasilkan suatu aliran
konveksi udara yang akan
mendinginkan semua makanan
yang disimpan di lemari es.

Laju pindah panas secara konveksi
q = hA (Tw Tf)

q : laju pindah panas (Watt)
h : koefisien pindah panas konveksi (W/m2.K)
A : luas area pindah panas (m2)
Tw: temperatur permukaan padat (K)
Tf : temperatur rata-rata fluida yang mengalir (K)
COSO KONVEKSI
Suatu fluida dengan koefisien konveksi termal
0,02 kal/msC memiliki luas penampang aliran
10 cm
2
. Jika fluida tersebut mengalir dari
dinding yang bersuhu 200C ke dinding
lainnya yang bersuhu 50C, kedua dinding
sejajar. Berapakah besarnya Laju pindah
panas fluida tersebut??
COSO KONVEKSI
q = hA (Tw Tf)


q= 0,02 kal/msC (1 10
-3
m2)
((200+273)K (50+273)K) = 9 10
-2
kal/s

Jadi, besarnya Laju pindah panas fluida
tersebut :
9 10
-2
kal/s
1 kal = 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 kal
1 Watt = 1 Joule / s

Konduksi dan konveksi sering terjadi secara simultan
sehingga tidak praktis untuk memisahkannya.
Sebagai contoh, pindah panas dari suatu cairan ke
cairan/fluida lain melalui dinding padat. Tahanan
panas yang mesti diatasi adalah tahanan panas
pada kedua fluida, dan tahanan pada dinding.
Jika Tahanan R1,R2,R3 diasumsikan sebagai
PERISTIWA KONVEKSI DALAM KESEHARIAN

Angin Laut
Angin Darat