You are on page 1of 5

ATOM

Menurut teori atom Bohr, atom terdiri dari nukleus di inti dan satu atau lebih elektron yang berotasi
mengelilingi nukleus di sepanjang orbit energi yang berbeda. Nukleus terdiri dari proton dan
neutron, secara keseluruhan disebut nukleon. Untuk atom dari unsur tertentu, jumlah atom yang
mengelilingi nukleus sama dengan jumlah proton, sehingga menyeimbangkan muatan elektrik di
nukleus. Atom berukuran 108 cm (1 angstrom, Ao) dan nukleus berukuran 1013 (1 fermi, F).
Konfigurasi elektron atom menentukan sifat kimia sebuah unsur, dimana struktur nuklear
menentukan stabilitas dan kerusakan radioaktif nukleus atom.

Struktur Elektronik Atom


Teori atom Bohr menyatakan bahwa elektron di atom berotasi mengelilingi nukleus di orbit energi
atau kulitnya masing-masing. Energi pada kulit ini, disebut juga kulit K, kulit L, kulit M, kulit N, dan
seterusnya, bersifat tetap dan terletak berurutan sesuai urutan besar energinya. Jika elektron
berpindah dari orbit yang lebih rendah ke orbit yang lebih tinggi, perbedaan energi yang ada akan
diserap dan harus disuplai agar transisi dapat terjadi. Menurut teori kuantum, masing-masing kulit
memiliki bilangan kuantum, disebut bilangan kuantum utama, dan ditunjukan dengan bilangan
bulat, misalnya, 1 untuk kulit K, 2 untuk kulit L, 3 untuk kulit M, 4 untuk kulit N, dan 5 untuk kulit O
(Tabel 1.1). masing-masing kulit energi dibagi menjadi subkulit atau orbital, yang buat sebagai
s,p,d,f, dan seterusnya. Untuk bilangan kuantum utama m, terdapat orbital n di kulit utama. Orbitalorbital ini memiliki bilangan kuantum azimut, l, yang mengatur momentum angular elektron dan
dapat dianggap nilai l = 0, 1, 2,..., n - 1. Sehingga, orbital s = 0, orbital p= 1, orbital d = 2, dan
seterusnya. Berdasarkan penjelasan di atas, kulit K memiliki satu orbital, ditandai sebagai 1s; kulit L
memiliki dua orbital, ditandai sebagai 2s dan 2p, dan seterusnya.
TABEL 1.1 Konfigurasi elektron pada kulit energi yang berbeda
Orientasi momen magnetik elektron di medan magnet dijelaskan dengan bilangan kuantum
magnetik, m. Nilai m bisa menjadi m = -l, -(l - 1), ..., ..., (l - 1), l. Bilangan kuantum lain, bilangan
kuantum putaran, s (s -1/2 or +1/2), ditentukan untuk masing-masing elektron untuk

mengarahkan rotasi pada aksisnya. Masing-masing orbital dapat mengakomodir maksimum


2(2l + 1) elektron dan jumlah total elektron pada kulit adalah 2n 2. Sehingga kulit K hanya
dapat menganggut 2 elektron, kulit L 8 elektron, kulit M 18 elektron, kulit N 32 elektron, dan
kulit O 50 elektron. Pada atom, orbital diurutkan berdasarkan kenaikan energi, sehingga
orbital dengan energi terendah diletakan pertama.
Konfigurasi elektron pada kulit dan orbital yang berbeda dijelaskan di tabel 1.1 dan, sebagai
contoh, struktur 28Ni ditunjukan pada Gambar 1.1. contoh konfigurasi elektron beberapa
unsur dijelaskan dibawah ini:
11Na 1s22s22p63s1
18Ar 1s22s22p63s23p6

26Fe 1s22s22p63s23p63d64s2
43Tc 1s22s22p63s23p63d104s24p64d65s1
49In 1s22s22p63s23p63d104s24p64d105s25p1
Ikatan Kimia
Struktur elektron atom unsur menetukan besar derajat sifat kimia unsur. Tabel periodik
telah mengurutkan kelompok unsur dengan sifat kimia yang mirip berdasarkan kenaikan
bilangan atom. Pada tabel periodik (Fig. 1.2) sembilan kelompok diletakkan vertikal dan tujuh
periode diletakkan horizontal. Masing-masing kelompok mengandur unsur dengan sifat kimia yang
mirip, dimana periode mengandur unsur yang memiliki jumlah kulit elektron yang sama tetapi sifat
kimia berbeda. Seperti yang terlihat pada Fig. 1.2, kelompok VIIB terdiri dari mangan, teknesium,
dan rhenium, yang sifat kimianya sangat mirip. Periode 2 mengandung litium, berilium, boron,
karbon, nitrogen, oksigen, fluorin, dan neon, dimana semua memiliki kulit K dan L yang sama, tetapi
sifat kimia yang berbeda-beda.
Valensi unsur adalah kecenderungan atom untuk kehilangan atau bertambah elektron untuk
mengstabilkan konfigurasi elektron. Hal ini ditentukan oleh jumlah elektron yang terdapat di kulit
terluar, disebut sebagai kulit valensi. Pada unsur yang paling stabil dan inert secara kimiawi, seperti
neon, argon, kripton, dan xenon, kulit valensi memiliki konfigurasi elektron ns2np6. Helium,
meskipun gas mulia, memiliki konfigurasi 1s2. Elektron di kulit valensi disebut elektron valensi. Untuk
mencapai konfigurasi elektron yang stabil ns2np6, elektron dapat ditambahkan atau dikeluarkan dari
kulit valensi melalui pembentukan ikatan kimia antara atom-atom dari unsur-unsur yang tepat.
Semua pembentukan ikatan kimia diatur oleh aturan oktet, yang menyatakan bahwa struktur
elektron masing-masing atom pada ikatan kimia dianggap ns2np6 yang mengandung 8 elektron,
kecuali atom hidrogen dan litium, yang dianggap memiliki struktur 1s2. Energi yang dipakai dalam
pembentukan ikatan kimia berukuran elektron volt (eV). Elektron volt adalah energi yang didapat
oleh elektron terakselerasi melalui perbedaan potensial 1 V. Terdapat tiga jenis ikatan kimia, yang
dijelaskan berikut ini.

Ikatan elektrovalent atau ionik


Ikatan elektrovalent atau ionik dibentuk oleh transfer penuh elektron dari kulit valensi suatu atom
ke atom yang lain. Ikatan ionik dari dua ion dengan muatan berlainan diikat dalam senyawa melalui
gaya coulombic. Senyawa NaCl dibentuk sebagai berikut:
Na+ + Cl NaCl
Atom sodium memiliki struktur 1s22s22p63s1, yang dapat mengerluarkan satu elektron untuk
mencapai kestabilan struktur neon, 1s22s22p6. Di sisi lain, atom klorin memiliki struktur
1s22s22p63s23p5 yang kekurangan satu elektron untuk mencapai struktur elektron argon,
1s22s22p63s23p6. Sehingga, untuk membentuk NaCl, atom sodium kehilangan satu elektron menjadi
Na+, dan atom klorin mendapat satu elektron menjadi Cl-. Kedua ion diikat melalui ikatan
elektrovalen. Karena sifat ionik mereka, senyawa dengan ikatan elektrovalen memiliki daya listrik
dalam bentuk padat maupun cair.

Ikatan Kovalen
Dalam ikatan kovalen, masing-masing atom berpartisipasi dalam pembentukan ikatan dengan
melepaskan satu elektron ke dalam ikatan. Kedua elektron dibagi rata oleh masing-masing atom,
dan tidak seperti ikatan elektrovalen, tidak hanya berlaku untuk satu atom saja. Elektron yang
dilepaskan ditempatkan di regio antara kedua atom sehingga molekulnya menjadi nonionik. Molekul
berikut adalah contoh ikatan kovalen:
H2 H H
HCl H Cl
BeCl2 Cl Be Cl
Simbol x dan mewakili elektron dari pasangan yang terpisah dalam ikatan. Karena senyawa dengan
ikatan kovalen adalah nonionik, kemampuan konduksi listriknya rendah.
Ikatan Kovalen Koordinat
Pada ikatan kovalen koordinat, pasangan elektron yang dibutuhkan untuk membentuk ikatan
diberikan oleh hanya satu atom ke atom lain yang mampu mengakomodir dua elektron dalam
formasi oktet. Ikatan ini disebut juga ikatan semipolar, karena hanya yang bermuatan positif parsial
menjadi donor atom dan yang bermuatan negatif parsial menjadi penerima atom. In a coordinate
covalent bond, the pair of electrons required for bond formation. Molekul berikut adalah contoh
ikatan kovalen koordinat:
Pada contoh ini, atom nitrogen dan oksigen memberikan elektron tidak berpasangan mereka ke ion
hidrogen. Beberapa elektron tidak berpasangan adalah N, O, S dan seterusnya, dan atom-atom ini
dapat membentuk ikatan kovalen koordinat dengan berbagai ion metal untuk membentuk kompleks
metal.

Formasi Kompleks
Kompleks metal diproduksi oleh ikatan kovalen koordinat yang dibentuk oleh elektron yang
diberikan zat kimia dengan elektron tunggal. Kompleks ini bisa berupa kation, anion, atau netral,
contohnya adalah [Co(NH3)6]3+, [Fe(CN)6]3 , dan [Ni(CO)4], secara berurutan. Zat kimia seperti
NH3, CN, SH, COO, NH2, dan CO disebut liga, yang dapat menjadi netral atau ionik dalam
struktur. Sifat umum ligan adalah memiliki sepasang elektron yang dabat diberikan ke ion metal
untuk membentuk kompleks. Ligan-ligan ini melekat erak ke ion metal, dan jumlah ligan dalam
kompleks disebut bilangan koordinasi kompleks. Contohnya, Co dalam [Co(NH3)6]3+ memiliki
bilangan koordinasi 6. Molekul ligan tunggal dapat memiliki lebih dari satu donor atom dan dapat
memberikan lebih dari sepasang elektron pada kompleks, memungkinkan konfigurasi spasial. Dalam
kasus tertentu, lebih dari satu ikatan kovalen koordinat dibentuk dalam kompleks, dan mekanisme
pembentukan ikatan disebut kelasi (chelation) (dari bahasa Yunani, yang berarti konfigurasi
menyerupai cakar). Ligan tertentu disebut agen kelat. Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) dan
diethylenetriaminepentaacetic acid (DTPA) adalah contoh khas agen kelat; strukturnya ditunjukan
pada Fig. 1.3. atom-atom donor adalah nitrogen dalam grup amino dan oksigen dalam grup
karboksil. Tergantung dari jumlah kelompok pemberi pasangan elektron di molekul, ligan dinamai

unidentate, bidentate, tridentate, dan seterusnya. Stabilitas kompleks metal dipengaruhi oleh
ukuran ion metal dan liga, dan momen dipole molekul ligan. Semakin kecil ukuran ion metal dan
ligan, semakin stabil ikatan kovalen koordinat. Ligan dengan momen dipol yang lebih luas
membentuk kompleks yang lebih stabil. Stabilitas kompleks juga dinaikkan oleh kelasi dan jumlah
atom donor elektron dalam agen kelat.
Berbagai 99mTc-radiopharmaceuticals, seperti 99mTc-DTPA dan 99mTcgluceptate, adalah kompleks
yang dibentuk oleh ikatan kovalen koordinat antara 99mTc dan senyawa kelat. Bilangan koordinasi
teknesium dalam kompleks ini bervariasi antara 4 dan 9.
Struktur Nukleus
Nukleus atom terdiri dari proton dan neutron, secara keseluruhan disebut nukleon. Sifat nukleon
dan elektron dirangkum dalam Tabel 1.2. Jumlah proton dalam nukelus disebut bilangan atomik
atom, dinotasikan dengan Z. Bilangan neutron dinotasikan dengan N. Total bilangan nukleon dalan
nukleus dianggap sebagai bilangan massa, dinotasikan dengan A. Sehingga, A sama dengan Z+N.
Atom elemental X memiliki bilangan massa A, bilangan atom Z, dan bilangan neutron N, diwakilkan
oleh AZ XN. Sebagai contoh, nukleus alumunium stabil memiliki 13 proton (AZ) dan 14 neutron (N),
dan sehingga bilangan massanya adalah 27. 27 dituliskan sebagai 13Al14.karena semua atom
alumunium memiliki bilangan atom yang sama, dan bilangan neutron dapat dihitung dari A-Z, kedua
bilangan atom 13 dan bilangan neutron 14 dihilangkan. Sehingga, nukleus alumunium normalnya
dituliskan 27Al. Alternatifnya, dituliskan Al-27. Beberapa model penyusunan nukleon dalam nukleus
telah dipostulatkan untuk menjelaskan berbagai observasi eksperimental. Menurut model tetes
cairan Bohr (liquid drop model), nukleus diasumsikan berbentuk bola dan terdiri dari nukleon yang
tersusun rapat, dan emisi partikel oleh nukleus menyerupai evaporasi molekul dari tetesan cairan.
Teori ini menjelaskan berbagai fenomena, seperti kepadatan nuklear, energi ikatan, energetik emisi
partikel oleh nuklei radioaktif, dan pembelahan nuklei berat.
Dalam model kulit, nukleon tersusun dalam kulit energi tersendiri yang mirip dengan kulit eletron
atom dalam teori atom Bohr. Nuklei yang mengandung 2, 8, 20, 50, 82, or 126 proton atau neutron
sangat stabil, dan jumlah nukleon ini disebut bilangan ajaib. Nuklei menjadi kurang stabil jika
mengandung bilangan proton atau neutron yang ganjil, dimana nuklei dengan bilangan proton dan
neutron yang genap lebih stabil. Rasio bilangan neutron terhadap proton (N/Z) juga merupakan
indeks kestabilan nuklida. Rasio ini setara dengan 1 pada nuklei stabil dengan bilangan atom rendah,
seperti 12 6 C, 16 8 O, and 14 7 N, dan rasio bertambah dengan kenaikan bilangan atom nukleus.
Contohnya 1.40 untuk 127 53 I dan 1.54 untuk 208 82 Pb. Nuklei dengan N/Z yang berbeda dari
nuklei stabil menjadi tidak stabil dan membusuk oleh emisi partikel b dan penangkapan elektron.
Model kulit menjelaskan berbagai sifat nuklear seperti momentum angular, momen magnet dan
keseimbangan nukleus.
Menurut teori elektrostatik klasik, nukleus tidak seharusnya menjadi entitas tunggal karena gaya
repulsif elektrostatik di antara proton dalam nukleus. Namun, kestabilannya telah dijelaskan oleh
postulasi gaya ikatan, disebut sebagai gaya nuklear, yang lebih kuat dari gaya elektrostatik dan
mengikat proton dan neutron secara seimbang di nukleus. Gaya nuklear hanya terdapat di nukleus
dan tidak berpengaruh di luar nukleus. Rentang pendek gaya nuklear menhasilkan nuklues
berukuran sangat kecil (~1013 cm) dengan kepadatan tinggi (~1014 g/cm3). Massa M nukleus selalu

kerang dari kombinasi massa nukleon A di nukleus. Perbedaan massa ini (M A) disebut defek
massa, yang digunakan sebagai energi dalam ikatan semua nuklon di nukleus. Energi ini adalah
energi ikatan nukleus dan harus disuplai untuk memisahkan nukleon seutuhnya satu sama lain.
Energi ikatan nukleon individual memiliki nilai pasti tergantung dari kulit yang ditempati; energi ratarata hampir seimbang dengan energi ikatan total yang disediakan oleh jumlah nukleon. Energi ini
sekitar 69 MeV dan harus disuplai untuk membuang nukleon tunggal dari nukleus.
Nomenklatur
Beberapa nomenklatur penting dan harus disebutkan disini. Komposisi nuklear yang pasti mencakup
bilangan massa A, bilangan atomik Z, dan susunan nukleon dalam nukleus mengidentifikasi spesies
tertentu, disebut nuklida. Jika nuklida tidak stabil atau radioaktif, ia membusuk melalui pembelahan
spontan, atau a-partikel, b-partikel, atau emisi sinar g dan nuklida disebut radionuklida. Nuklida
dengan bilangan atomik yang sama disebut isotop dan menunjukan sifat kimia yang sama. Contoh
isotop oksigen adalah 15 8 O, 16 8 O, 17 8 O, dan 18 8 O. Nuklida yang memiliki bilangan neutron
yang sama tetapi bilangan atomik yang berbeda disebut isoton. Contohnya adalah 59 26 Fe, 60 27
Co, 62 29 Cu masing-masing memiliki 33 neutron. Isobar adalah nuklida dengan jumlah nukleon yan
sama, berarti jumlah massa yang sama, tetapi jumlah proton dan neutron yang berbeda. Contohnya
67 29Cu, 67 30 Zn, 67 31 Ga, dan 67 32 Ge merupakan isobar dengan jumlah massa yang sama yaitu
67. Nuklida yang memiliki jumlah proton dan neutron yang sama tetapi tingkat energi dan putaran
yang berbeda disebut isomer. 99Tc dan 99mTc adalah isomer nuklida yang sama. Umuru isomerik
memiliki rentang dari sisosecond hingga tahunan dengan waktu paruh yang dituliskan m seperti
pada 99mTc. Nuklida, baik yang stabil dan radioaktif, disusun dalam bentuk grafik, dan disebut
sebagai grafik nuklida, sebagian ditampilkan pada Fig. 1.4. Masing-masing nuklida diwakilkan oleh
kotak yang mengandung informasi seperti waktu paruh, jenis dan energi radiasi, dan sebagainya,
radionuklida dan neutron menangkan bagian silang nuklida stabil. (lihat Chapt. 4). Nuklida disusun
berdasarkan kenaikan bilangan neutron secara horizontal dan kenaikan bilangan proton secara
vertikal. Setiap baris horizontal mengandung semua isotop unsur yang sama; sebagai contoh, semua
isotop silikon dikelompokan dalam blok horizontal dengan bilangan proton 14. Semua isoton
dikelompokan vertikal; sebagai contoh 26 14 Si, 25 13 Al, dan 24 12 Mg adalah isoton dengan 12
neutron dan diposisikan dalam kolom vertikal yang teridentifikasi oleh bilangan neutron 12. Nuklida
diagonal dalam grafik adalah isobar, contohnya 27 14 Si, 27 13 Al dan 27 12 Mg. Radionuklida 24 13
Al dan 26 13 Al masing-masing memiliki isomer.