You are on page 1of 22

Asuhan Keperawatan

Waham

Sistem Neurobehavior II

Kelompok 6 :
Reski Andari
Riesty Dwi Andriani

Waham adalah keyakinan terhadap sesuatu


yang salah dan secara kukuh dipertahankan
walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan

bertentangan dengan realita normal .


(stuart dan sunnden, 1998)

ADAPTIF

Pikiran logis
Persepsi akurat
Emosi konsisten
dengan pengalaman
Perilaku sesuai
Hubungan sosial

MALADAPTIF

Kadang kadang
proses pikir
terganggu
Ilusi
Emosi berlebihan
Perilaku yg tdk biasa
Menarik diri

Gangguan isi
pikir halusinasi
Perubahan
proses emosi
Perilaku tidak
terorganisasi
Isolasi sosial

1. Menolak makan

2. Tidak ada perhatian pada perawatan diri


3. Ekspresi wajah sedih/gembira/ketakutan
4. Gerakan tidak terkontrol
5. Mudah tersinggung
6. Isi pembicaraan tidak sesuai dengan kenyataan dan bukan kenyataan
7. Menghindar dari orang lain
8. Mendominasi pembicaraan
9. Berbicara kasar, tertawa sendiri
10. Menjalankan kegiatan keagamaan secara berlebihan.

Faktor Predisposisi

Faktor Presipitasi

Faktor perkembangan

Faktor sosial budaya

Faktor sosial budaya

Faktor biokimia

Faktor pisikologis

Faktor pisikologis

Faktor biologis

Faktor genetik

1.

Waham Kebesaran

2.

Waham Agama

3.

Waham Curiga

4.

Waham Somatik

5.

Waham Nihilistik

Berdandan dengan baik dan berpakaian rapi,


tetapi mungkin terlihat eksentrik dan aneh.
Tidak jarang bersikap curiga atau bermusuhan
terhadap orang lain. Klien biasanya cerdik ketika
dilakukan

pemeriksaan

sehingga

dapat

memanipulasi data. Selain itu perasaan hatinya


konsisten dengan isi waham.

Tidak memiliki kelainan dalam orientasi kecuali klien


waham spesifik terhadap orang, tempat dan waktu. Daya ingat

atau kognisi lainnya biasa akurat. Pengendalian impuls pada


klien waham perlu diperhatikan bila terlihat adanya rencana

untuk bunuh diri, membunuh atau melakukan kekerasan pada


orang lain.

Effect

Resiko tinggi perilaku kekerasan

Core problem

Perubahan sensori waham

Causa

Isolasi sosial : menarik diri

Harga diri rendah kronis

1.

Resiko tinggi perilaku kekerasan

2.

Perubahan proses pikir : waham

3.

Isolasi sosial

4.

Harga diri rendah

Masalah keperawatan

Data yang perlu dikaji

Perubahan proses pikir : waham

Subjektif:
- Klien mengatakan bahwa dirinya adalah orang
terhebat.
- Klien mengatakan dirinya memiliki kebesaran
atau kekuasaan khusus.
Objektif :

- Klien

terlihat

terus

mengoceh

tentang

kemampan yang dimilikinya.


- Pembicaraan klien cenderung berulang.
- Isi pembicaraan tidak sesuai dengan kenyataan.

Perubahan proses pikir : Waham

Rencana Tindakan Keperawatan

Pasien mampu :
1.

Berorientasi kepada realitas secara beratahap.

2.

Mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan

3.

Mengunakan obat dengan prinsip 6 benar

SP 1
1.

Identifikasi kebutuhan pasien

2.

Bicara konteks realita (tidak mendukung atau membantah


waham pasien)

3.

Latih pasien untuk memenuhi kebutuhan dasar

4.

Masukan dalam jadwal harian pasien.

SP 2
1.

Evaluasi kegiatan lalu (sp1)

2.

Identifikasi potensi/kemampuan yang dimiliki

3.

Pilih dan latih potensi/kemampuan yang dimiliki

4.

Masukan dalam jadwal kegiatan pasien.

SP 3
1.

Evaluai kegiatan yang lalu (SP1 dan 2)

2.

Pilih kemampuan yang dapat dilakukan

3.

Pilih dan latih potensi kemampuan lain yang dimiliki

4.

Masukkan dalam jadual kegiatan pasien

Tujuan
(keluarga)
Keluarga mampu :
1.

Mengidentifikasi waham pasien

2.

Memfasilitasi pasien untuk memenuhi kebutuhannya

3.

Mempertahankan pengobatan pasien secara optimal

SP 1
1.

Identifikasi masalah keluarga dalam merawat pasien

2.

Jelaskan proses terjasinya waham

3.

Jelaskan cara merawat pasien waham

4.

Latih (stimulasi) cara merawat

5.

RTL keluarga / jadwal merawat pasien.

SP 2
1.

Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1)

2.

Latih keluarga merawat pasien (langsung ke pasien)

3.

RTL keluarga

SP 3
1.

Evaluasi kemampuan keluarga (SP 2)

2.

Evaluasi kemampuan pasien

3.

RTL keluarga

4.

Follow up

5.

Rujukkan