You are on page 1of 4

1.

JAMU (Empirical Based Herbal Medicine)

Jamu adalah sediaan bahan alam yang khasiatnya belum dibuktikan secara ilmiah,
dalam kata lain, belum mengalami uji klinik maupun uji praklinik, namun khasiat
tersebut dipercaya oleh orang berdasarkan pengalaman empiric. Dalam sediaan jamu,
bahan baku yang digunakan pun belum mengalami standarisasi karena masih
menggunakan seluruh bagian tanaman. Jamu disajikan secara tradisional dalam
bentuk seduhan, pil, atau cairan. Umumnya, obat tradisional ini dibuat dengan
mengacu pada resep peninggalan leluhur. Jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah
secara uji klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris.
2. OBAT HERBAL TERSTANDAR (Standarized Based Herbal Medicine)

Obat Herbal Terstandar (OHT) merupakan sediaan obat bahan alam yang telah
dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan
bakunya telah di standarisasi. OHT memiliki grade setingkat di bawah fitofarmaka.
OHT belum mengalami uji klinis, namun bahan bakunya telah distandarisasi untuk
menjaga konsistensi kualitas produknya. Uji praklinik dengan hewan uji, meliputi uji
khasiat dan uji manfaat, dan bahan bakunya telah distandarisasi.

3. FITOFARMAKA

Fitofarmaka merupakan sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan
dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan
produk jadinya telah distandarisasi. Salah satu syarat agar suatu calon obat dapat
dipakai dalam praktek kedokteran dan pelayanan kesehatan formal (fitofarmaka)
adalah jika bahan baku tersebut terbukti aman dan memberikan manfaat klinik.
http://ratih-saridewi.blogspot.com/2012/12/berkenalan-dengan-obat-2-jamu-ohtdan.html
diakses 27 april 2014 pukul 09.15 WITA

Daftar 6 Obat Fitofarmaka


1. Diabmeneer Nyonya Meneer Fitofarmaka Diabetes (Kencing Manis)
mengandung ekstrak momordica fructis yang membantu mengurangi konsentrasi gula
darah.
2. Stimuno Dexa Medica Fitofarmaka Modulator Imun (Imunomodulator); ekstrak
Phylanthus niruri atau meniran di dalamnya berkhasiat merangsang tubuh lebih
banyak memproduksi lebih banyak antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan
tubuh agar bekerja optimal.
3. Tensigard Phapros Fitofarmaka Hipertensi (Darah Tinggi); ekstrak apii herba dan
ekstrak orthosiphonis berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan
diastolik.
4. Rheumaneer Nyonya Meneer Fitofarmaka Rematik; mengandung ekstrak
Curcumae Rhizoma yang berkhasiat melancarkan peredaran darah, menghilangkan
nyeri dan kaku sendi, menghangatkan, dan menyegarkan badan.
5. X-Gra Phapros Fitofarmaka Lemah Syahwat (Impoten Aphrodisiaka); terbuat
dari ekstrak ginseng, royal jelly, ekstrak ganoderma, dan lainnya. Obat ini berkhasiat
meningkatkan stamina pria dan membantu mengatasi disfungsi ereksi serta ejakulasi
dini.
6. Nodiar Kimia Farma Fitofarmaka Diare (Mencret); yang terbuat dari ekstrak apel
dan rimpang kurkuma. Kandungan attapulgite dan pectin di dalamnya diklaim dapat
mengabsorpsi virus, bakteri, gas, dan toksin yang terdapat dalam usus.
http://buletinsehat.com/mengenal-6-obat-fitofarmaka
diakses 27 april 2014 pukul 09.15 WITA

3. FITOFARMAKA