You are on page 1of 4

RANGKUMAN

BAB 1 SEJARAH SOSIAL POLITIK


INDONESIA
PENDAHULUAN

Disusun oleh:

Arthur Bernard Kairupan


Franciena Heey Suebu
Jenny Ribka Suebu
Indriyanti Natasya Ayu Utami Kotten

Hubungan Internasional
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Kristen Indonesia

2008
BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian sejarah ialah cerita tentang kehidupan manusia yang
benar-benar terjadi. Berikut adalah pengertian sejarah menurut beberapa orang
sarjana:
Prof. J. Huizinga
1. Kejadian yang telah berlaku
2. Cerita tentang kejadian tersebut
3. Semua ilmu pengetahuan mengenai masa lalu itu
Mohammad Ali
1. Jumlah perubahan, kejadian dan peristiwa dalam kenyataan sekitar
kita
2. Cerita tentang perubahan, kejadian dan peristiwa tersebut
3. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan, kejadian dan peristiwa
tersebut
Prof. Muhammad Yamin
1. Cerita tentang kehidupan masyarakat manusia pada waktu yang
lampau yang disusun berdasarkan penyelidikan
2. Ilmu yang mempelajari cerita itu.
Kita dapat menarik benang merah dari ketiga pendapat para ahli sejarah di atas
bahwa sejarah adalah:
Cerita kehidupan masyarakat di masa lampau
Ilmu pengetahuan tentang apa yang telah terjadi dalam kehidupan di masa
lampau manusia itu.
Menurut Prof. Yamin, ada sembilan sendi sejarah sebagai ilmu,
yaitu:
1. Ilmu pengetahuan; dapat dipertanggungjawabkan keabsahan dan
kebenarannya.
2. Riwayat atau cerita; terjalin sedemikian rupa, sehingga membentuk
sebuah untaian cerita.
3. Sejarah adalah mengenai kehidupan manusia.
4. Sejarah disusun berdasarkan fakta atau kejadian berkenaan dengan yang
telah lampau.

5.
6.
7.
8.
9.

Sumber sejarah yang berupa fakta.


Hasil penyelidikan yang diperoleh dari sumber sejarah.
Kejadian; peristiwa yang telah terjadi atau yang sudah pernah dialami.
Tanggal; sehingga dapat dipastikan kapan fakta itu terjadi.
Sendi khusus yang menentukan; sejarah kebangsaan, sejarah dunia, dll.

Sumber sejarah ada dua macam, yaitu:


1. Bahan yang tidak berupa bahan tulisan
2. Bahan yang berupa tulisan.
Sejumlah prasasti yang sudah dikaji, diterjemahkan dan telah ada
dibukukan, seperti:
1. Oud Javaansche Oorkonden, dikerjakan oleh Dr. J. L. A. Brandes, berisi
156 buah prasasti dalam bahasa Jawa Kuno, Melayu Kuno dan Sanskerta.
2. Kawi Oorkonden, dikerjakan oleh Dr. A. B. Cohen Stuart, berisi 30 buah
prasasti dalam bahasa Jawa Kuno.
3. Epigraphica Balica I, dikerjakan oleh Dr. P. V. van Stein Callenfels,
berisi 25 buah prasasti dalam bahasa Bali Kuno dan Jawa Kuno.
4. Prasasti Bali, dikerjakan oleh Dr. R. Goris, berisi prasasti dari Bali.
5. Prasasti Indonesia I dan II, dikerjakan oleh Dr. J. G. de Casparis. Jilid I
ada enam prasasti diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan di jilid II
berisi 19 buah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Naskah berupa buku:
1. Sejarah Melayu, penulisannya dimulai oleh Tun Sri Lanang, 1612.
2. Hikayat Raja-raja Pasai di Aceh.
3. Nagarakertagama, mengenai raja-raja Majapahit ditulis oleh Mpu
Prapanca, 1365.
4. Pararaton mengenai raja-raja Kediri, Singasari dan Majapahit.
5. Babad, Tarombo, Tambo, dll.
Kata Indonesia diperkenalkan oleh seorang sarjana Inggris, James
Richardson Logan. Menurut Logan, kata Indonesia merupakan istilah yang
lebih tepat untuk mendeskripsikan gugusan kepulauan dan penduduknya. Kata
Indonesia itu sendiri terdiri atas dua kata, India dan nesia yang merupakan
bentuk plural dari nesos yang berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti
pulau.
Pengukuhan nama Indonesia berlangsung dalam Kongres Pemuda
dan digunakan sebagai nama resmi dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus
1945 dan dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.
Ilmu bantu yang dapat membantu memperjelas fakta sejarah yang
disusun antara lain:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Paleontologi, mempelajari fosil


Antropologi, mempelajari kebiasaan yang ada pada mayarakat manusia
Arkeologi, mempelajari benda-benda purbakala
Linguistik, membantu mengartikan tulisan dalam prasasti atau naskah
Sosiologi, membantu memahami hubungan yang ada dalam masyarakat
Filsafat, membantu memahami perilaku hidup beragama
Ekonomi, membantu menjelaskan faktor ekonomi yang mempengaruhi
kehidupan masyarakat
8. Geografi, menentukan lokasi peristiwa sejarah.