You are on page 1of 1

RISET

MENGENAL PENYAKIT

LIVER

Hepatitis adalah salah satu dari penyakit


hati (Liver) selain leptospirosis, tuberculosis hati dan abses hati. Ada beberapa
fungsi hati yaitu antara lain:
- membersihkan darah sebelum zat
toxin mencapai organ ubuh yang peka
seperti otak (detoxifikasi)
- memproduksi agen imunitas untuk
mengontrol infeksi
- mensintesa protein-protein khusus (albumin dan fibrinogen)
- menyiapkan cadangan energi dalam
bentuk glukosa
- memproduksi cairan empedu untuk
proses pencernaan, dan
- hati juga mampu meregenerasi selnya
sendiri saat sel-sel tersebt rusak atau
kehilangan fungsinya.
Secara umum hepatitis didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan
suatu perdangan yang terjadi pada organ
tubuh seperti hati. Hepatitis diakibatkan
berbagai faktor dimana tiap faktor mempunyai karakter khas, maka timbullah berbagai macam hepatitis yang berbeda satu
sama lain.
Beberapa Jenis Hepatitis yang Umum
Ditemukan
Hepatitis dibagi atas
I. Hepatitis karena virus: yang terkenal
adalah:
- Hepatitis A (HAV), disebakakan infeksi
virus hepatitis A
- Hepatitis B (HBV)
- Hepatitis C (HCV)
Selain ini ada pula hepatitis non-virus,
yaitu :
- Hepatitis Akoholik, disebabkan mengkomsumsi alkohol yang berlebihan
- Hepatitis karena obat, disebabkan oleh
pengaruh obat- obatan tertentu, misalnya obat anti tuberculosis seperti INH,
dan rifampin.
Ibuprofen, dapat menyebabkan peradangan liver dan obat penyakit tiroid seperti
PTU
Gejala/Tanda- tanda:
Gejala Hepatitis A:
- Penyakit kuning
- Kuku, mata, kulit penderita mengalami
warna kekuningan dan tampak jelas
sekali
- Kelelahan (fatique)
- Nyeri lambung
- Kehilangan nafsu makan
- Mual-mual
56 |Med!akom|Edisi XII|Juni 2008

Dra. Misnadiarly. AS. APU


Puslitbang Biomedis Dan Farmasi, Badan Litbangkes

- Diare
- Demam (fever)
Gejala Hepatitis B:
- Mual-mual
- Muntah-muntah
- Hilang nafsu makan
- Sakit kepala
- Penyakit kuning
Gejala Hepatitis C:
- Penurunan nafsu makan
- Lambung tidak nyaman
- Mual-mual
- Muntah-muntah
- Penyakit kuning
Dilaporkan bahwa 80% penderita hepatitis C kronis, tidak menunjukan gejala
apapun, tapi dapat diketahui menderita
Hep- C melalui test laboratorium apakah
dia mengindap HCV (hepatitis C virus).
Dari mereka yang terkena HCV 40% dapat
sembuh total, 60% akan menjadi carrier
(tidak menjadi sakit tapi dapat menularkan HCV ke orang lain). Sementara 20%
lagi berlanjut menjadi sirosis liver, dan
20% akan menderita kanker hati.
Penderita HCV dilarang minum minuman
beralkohol.
Penyebaran Virus Hepatitis:
HAV disebarkan melalui : kotoran dan tinja penderita, orang-orang yang tidak punya perilaku hidup bersih dan sehat seperti tidak mencuci tangan dengan sabuh
setelah keluar dari toilet umum, tidak cuci
tangan saat akan makan dll.
HBV ditularkan melalui darah ketika terjadi kontak terutama bagian tangan yang
terluka dengan darah yang terinfeksi,
juga melalui cairan tubuh (sperma)
HCV penyebarannya mirip dengan hepatitis B, yakni melalui darah. Khusus pada
hepatitis C, penyebaran terbesar terjadi
melalui transfusi darah, terutama pada
darah yang belum dikakukan screening.
Hingga saat ini hepatitis C belum ada vaksinnya.
Hepatitis alkoholik disebabkan oleh alkohol dan berbeda dengan hepatitis karena
virus, meskipun demikian ada juga banyak aspek yang sama.
Respon dari tubuh karena minum alkohol
secara berlebihan adalah:
- penambahan suplay darah ke organ
yang terkena

- organ membengkak dan memerah


- peningkatan agen kekebalan tubuh
seperti sel darah putih dan senjata kimianya
- rasa nyeri
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hepatitis alkoholik
1. jenis kelamin wanita lebih berisiko dari
pada pria
2. sejarah/riwayat komsumsi alkohol. Semakin sering dan semakin lama mengkonsumsinya, makin besar risikonya.
3. minum alkohol tanpa makan
4. minum alkohol berlebihan sekaligus
5. meminum berbagai jenis minuman
beralkohol
Informasi lainnya:
Hepatitis yang sukar disembuhkan
dalam waktu lama (lebih dari 6 bulan
belum sembuh), disebut hepatitis kronis.
Bila SCPT dan SGOT meningkat disebut
microinflamasi, pertanda akan berkembang menjadi fibrosis liver. Jika tidak
bisa diatasi akan menjadi liver sirosis
dan akhirnya menjadi kanker liver.
Oleh karena itu pencegahan (perilaku
sehat/ hygien, mengurangi, menghentikan, minuman beralkohol, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dini,
kontrol laboratorium berkala untuk
penyakit hepatitis) sangat dianjurkan.
Selain itu informasi obat tradisional untuk hepatitis, perlu mendapatkan perhatian diantaranya: kunyit, temulawak,
tapak liman, daun sendok dan sambiluto.
Dianjurkan minum vitamin dan mineral
yang cukup
Sedangkan obat farmasi yang baru
yang biasa diresepkan dokter adalah:
interferon alfa.2a pegilasi dan yang
lsma; ribavirin merupakan antivirus
yang merubah sistem imum tubuh terhadap virus
Hepatitis, Tuberculosis /M.tuberculosis
dan atypical mycobacteria dan Diabetes Mellitus (DM), seringkali ditemukan
berasosiasi, secara bersamaan pada
seorang pasien. Selain itu dilaporkan
oleh referen dari luar negeri bahwa
adanya infeksi Mycobacterium atypical
pada berbagai jenis penyakit liver yaitu: M.avium (pada hepatitis virus, liver
abses, sirosis liver dan M.fortuitum,
M.chelonae) pada kanker liver.
Hal tersebut di atas merupakan tantangan untuk dilakukan penelitian lebih
lanjut di Indonesia.