You are on page 1of 1

JUMADIL AZHAR

70200111033
Anopheles koliensis
Nyamuk ini lebih tertarik menghisap darah binatang (human blood index 55%, 83%).
Keaktifan mencari darah sepanjang malam, tetapi paling banyak ditangkap antara pukul 18.0021.00. Lebih banyak ditangkap di luar rumah dari pada di dalam rumah. Pada siang hari dapat
ditemui baik di dalam maupun di luar rumah, di luar rumah istirahat di bawah batang pisang, di
bawah rumput-rumputan yang lembab dan teduh dengan jarak terbang + 1,5 km.
(http//www gov malaria off papua negunea diakses tanggal 23 desember 2011)
Jentik An. koliensis biasanya ditemukan di kolam-kolam di tepi hutan. Spesies ini lebih
menyukai berkembang biak di air yang langsung terkena sinar/cahaya matahari daripada di hutan
lebat yang kurang cahaya matahari. Jentik An. koliensis sering ditemukan bersama-sama dengan
An. farauti dan An. Punctulatus. Nyamuk An. koliensis dilaporkan lebih suka menggigit manusia
dan diketahui beristirahat di dalam rumah dalam jumlah yang besar (90 %) daripada nyamuk
lain. Nyamuk ini aktif menghisap darah manusia mulai jam 21.00 dan mencapai puncak
aktifitasnya pada tengah malam. Biasanya ditemukan di daerah pantai, tetapi juga dilaporkan
ditemukan pada ketinggian 800 m di Papua New Guinea dan 1700 m di lembah Baliem-Papua.
Spesies ini sangat berbahaya sebagai penular malaria.
(Helmin Rumbiak. 2006. Jurnal ANALISIS MANAJEMEN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI
KECAMATAN BIAK TIMUR KABUPATEN BIAK - NUMFOR PAPUA . UNIVERSITAS DIPONEGORO : 30- 31)

Nyamuk Anopheles koliensis yang ditemukan paling banyak berada di sekitar kandang
hewan ataupun ternak. Selain itu, nyamuk ini paling senang menggigit hewan terutama sapi
namun tidak menutup kemungkinan untuk menggigit manusia pada malam hari juga. Nyamuk
ini paling aktif pada malam hari dimana hewan dan manusia sedang beristirahat. Umumnya
nyamuk ini hidup di daerah berawa dan kolam yang tergenang. Nyamuk An. koliensis hanya
dapat ditemukan di daerah Wosi sebab pada daerah ini terdapat rawa dan yang secara
langsung.terkena matahari.
(Nurhaedah Arif. 2008. JURNAL PLASMODIUM YANG DOMINAN DALAM NYAMUK ANOPHELES
BETINA (Anopheles spp.) PADA BEBERAPA TEMPAT DI DISTRIK MANOKWARI BARAT)