You are on page 1of 4

Macam-macam Larutan

1. Penggolongan menurut tujuan pemakaiannya :


a. Larutan untuk mata

: collyrium (obat cuci mata), guttae ophtalmicae (obat tetes

mata)
b. Larutan untuk telinga

: solutio otic, guttae auriculares (obat tetes telinga)

c. Larutan untuk hidung

: collunarium (obat cuci hidung), guttae nasales(obat tetes

hidung), inhalationes (obat semprot untuk hidung maupun mulut)


d. Larutan untuk mulut

: collutorium (obat cuci mulut), gargarisma / gargle (obat

kumur), litus oris (obat oles bibir), guttae oris (obat tetes mulut)
e. Larutan parenteral

: injectiones (injeksi, obat suntik), infus intravena /

infundabila, serum dan vaksin


f. Larutan untuk rektal

: digunakan melalui anus / rektal seperti Lavement / clysma

/ enema
g. Laruta untuk vagina

: digunakan melalui vagina seperti douche

h. Larutan oral

: potiones (obat minum), sirop, elixir, netralisasi, saturatio,

potio effervescent, guttae


i. Larutan topikal

: ephitema (obat kompres), Lotiones

2. Penggolongan menurut cara pemberiannya :


a. Larutan oral, yaitu sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu
atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut
dalam air atau campuran cosolvent-air.
Contoh :
i.

Potiones (obat minum)


Adalah solutio yang dimaksudkan untuk pemakaian dalam (peroral). Selain
berbentuk larutan potio dapat juga berbentuk emulsi atau suspensi.

ii.

Sirup
Ada 3 macam sirup yaitu :

Sirup simpleks, mengandung 65 % gula dalam larutan nipagin 0,25 %


b/v.

Sirup obat, mengandung satu atau lebih jenis obat dengan atau tanpa
zat tambahan digunakan untuk pengobatan.

Sirup pewangi, tidak mengandung obat tetapi mengandung zat


pewangi atau penyedap lain. Penambahan sirup ini bertujuan untuk
menutup rasa atau bau obat yang tidak enak.

iii.

Elixir
Adalah sediaan larutan yang mengandung bahan obat dan bahan tambahan
(pemanis, pengawet, pewarna dan pewangi) sehingga memiliki bau dan rasa
yang sedap dan sebagai pelarut digunakan campuran air etanol.
Disini etanol berfungsi mempertinggi kelarutan obat pada elixir dapat pula
ditmbahkan glicerol, sorbitol atau propilenglikol. Sedangkan untuk pengganti
gula bisa digunakan sirup gula.

iv.

Netralisasi, saturatio dan potio effervescent.

Netralisasi adalah obat minum yang dibuat dengan mencampurkan


bagian asam dan bagian basa sampai reaksi selesai dan larutan bersifat
netral. Contohnya : solutio citratis magnesici, amygdalas ammonicus.

Saturatio adalah Obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam


dengan basa tetapi gas yang terjadi ditahan dalam wadah sehingga
larutan jenuh dengan gas.

v.

Potio effervescent adalah Saturatio yang CO2 nya lewat jenuh.

Guttae (drops)
Guttae / obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi,
apabila tidak dinyatakan lain maka dimaksudkan untuk obat dalam.

b. Larutan topikal adalah larutan yang biasanya mengandung air tetapi seringkali juga
pelarut lain, misalnya etanol untuk penggunaan topikal pada kulit dan untuk
penggunaan topikal pada mukosa mulut. Larutan topikal yang berupa suspensi
disebut lotio. Sediaan-sediaan termasuk larutan topikal :
i.

Collyrium
Adalah sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas pirogen, isotonis,
digunakan untuk membersihkan mata. Dapat ditambahkan zat dapar dan zat
pengawet.

ii.

Guttae Ophthalmicae

Tetes mata adalah larutan steril bebas partikel asing merupakan sediaan yang
dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.
Tetes mata juga tersedia dalam bentuk suspensi, partikel halus dalam bentuk
termikronisasi agar tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea. Halhal yang perlu diperhatikan pada pembuatan obat tetes mata :

iii.

Nilai isotonisitas

Pendaparan

Pengawet

Pengental

Pengkhelat

Gargarisma
Gargarisma / obat kumur mulut adalah sediaan berupa larutan umumnya
dalam keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan.
Dimaksudkan untuk digunakan sebagai pencegahan atau pengobatan infeksi
tenggorokan. Contohnya : Betadin gargle.

iv.

Guttae Oris
Tetes mulut adalah Obat tetes yang digunakan untuk mulut dengan cara
mengencerkan lebih dahulu dengan air untuk dikumur-kumur, tidak untuk
ditelan.

v.

Guttae Nasalis
Tetes hidung adalah obat yang digunakan untuk hidung dengan cara
meneteskan obat kedalam rongga hidung, dapat mengandung zat pensuspensi,
pendapar dan pengawet. Minyak lemak atau minyak mineral tidak boleh
digunakan sebagai cairan pembawa.

vi.

Inhalation
Sediaan yang dimaksudkan untuk disedot oleh hidung atau mulut, atau
disemprotkan dalam bentuk kabut kedalam saluran pernafasan. Tetesan
butiran kabut harus seragam dan sangat halus sehingga dapat mencapai
bronkhioli.

vii.

Injectiones / Obat suntik

Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk
yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan,
yang disuntikan dengan cara merobek jaringan kedalam kulit atau melalui
kulit atau selaput lendir.
viii.

Lavement / Enema / Clysma


Cairan yang pemakaiannya per rectum / colon yang gunanya untuk
membersihkan atau menghasilkan efek terapi setempat atau sistemik. Enema
yang digunakan untuk membersihkan atau penolong pada sembelit atau
pembersih feces sebelum operasi, tidak boleh mengandung zat lendir. Selain
untuk membersihkan enema juga berfungsi sebagai karminativa, emolient,
diagnostic, sedativa, anthelmintic dan lain-lain.

ix.

Douche
Adalah larutan dalam air yang dimaksudkan dengan suatu alat kedalam
vagina, baik untuk pengobatan maupun untuk membersihkan. Karena larutan
ini mengandung bahan obat atau antiseptik. Contoh : Betadin Vagina Douche.

x.

Epithema / Obat kompres


Adalah cairan yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempattempat yang sakit dan panas karena radang atau berdasarkan sifat perbedaan
tekanan osmose digunakan untuk mngeringkan luka bernanah. Contoh :
Rivanol.

xi.

Litus Oris
Oles bibir adalah cairan agak kental dan pemakaiannya secara disapukan
dalam mulut. Contoh larutan 10 % Borax dalam gliserin.

3. Penggolongan berdasarkan sistem pelarut dan zat terlarut :


a. Spirit adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat mudah
menguap umumnya digunakan sebagai bahan pengaroma.
b. Tingtur adalah larutan mengandung etanol atau hidroalkohol yang dibuat dari bahan
tumbuhan atau senyawa kimia.
c. Air aromatik adalah larutan jernih dan jenuh dalam air, dari minyak mudah menguap
atau senyawa aromatik, atau bahan mudah menguap lainnya.