You are on page 1of 9

ASMA

OLEH:
Taufiq Asrul
Sammy

Patofisiologi

Penyakit Asma (Asthma)


adalah suatu penyakit
kronik (menahun) yang
menyerang saluran
pernafasan (bronchiale)
pada paru dimana terdapat
peradangan (inflamasi)
dinding rongga bronchiale
sehingga mengakibatkan
penyempitan saluran nafas
yang akhirnya seseorang
mengalami sesak nafas.

Penyebab Penyakit Asma

pada penderita asma saluran


pernapasannya memiliki sifat yang khas
yaitu sangat peka terhadap berbagai
rangsangan (bronchial hyperreactivity =
hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi
udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari,
udara dingin, makanan, hewan berbulu,
tekanan jiwa, bau/aroma menyengat
(misalnya;parfum) dan olahraga.
3

Obat-Obat yang Dapat


Menyebabkan Asma

Obat inhibitor Prostaglandin (NSAID)


Obat-obat antagonis simpatis yg 1
(antagonis reseptor beta1, adrenergik),
ex: obat hipertensi, obat jantung
(propanolol)
Zat-zat hasil industri
ex: obat anti serangga.
4

Tanda dan Gejala Penyakit


Asma

Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat


mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita
asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua
orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita
asma!
Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran
bronki (bronchiale).
Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak
dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur
pernafasan.

Obat-Obat untuk Asma

Turunan xantin (bronkodilatasi), ex:


aminophilyn, theofillyn.
Kortikosteroid (anti inflamasi)
ex:prednison, metilprednisolon
Imunosupresan (obat yang menekan reaksi
AgAb juga sebagai anti inflamasi)
ex:metotreksat
Garam-garam kromolin (profilaksis, untuk
mencegah keluarnya AH=anti histamin)
6

Derajat
Asma

Gambaran Klinis

Pengobatan

Intermitten Gejala Intermiten <1x perminggu


Eksaserbasibeberapa jam-beberapa hari
Gejala asma malam, 2x perbulan

Inhalasi Agonis B-2


jangka pendek
Kortikosteroid Oral

Persisten
Ringan

Gejala >1x perminggu , <1x perhari


Eksasarbasi dapat mengganggu aktivitas
dan tidur
Gejala asma malam >2x perbulan

Bronkodilator jangka
pendek + Obat Anti
inflamasi

Persisten
Sedang

Gejala setiap hari


Eksasarbasi dapat mengganggu aktivitas
dan tidur
Gejala asma malam >1x perminggu

Setiap hari memeakai


agonis B-2 jangka
pendek, bronkodilator
jangka
pendek+kortikosteroid
inhalasi+bronkodilator
jangka panjang

Persisten
Berat

Gejala terus-menerus
Sering eksaserbasi
Gejala asma malam sering

Bronkodilator jangka
pendek+kortikosteroid
inhalasi dosis
tinggi+kortikosteroid oral
7
jankga panjang

Terapi Jangka Panjang

Obat jangka panjang memberikan pencegahan


jangka panjang terhadap gejala asma, menekan,
mengontrol, dan menyembuhkan inflamasi jika
digunakan teratur namun tidak efektif untuk
mengatasi serangan akut. Beberapa obat jangka
panjang antara lain kortikosteroid inhalasi yang
merupakan obat paling efektif, beta-2 agonis aksi
panjang dan metil ksantin (teofilin) untuk mengatasi
gejala asma pada malam hari (gejala nocturnal),
kromolin dan nedokromil sebagai antiinflamasi

Terapi Jangka Pendek

sedangkan untuk jangka pendek, berupa


obat-obat bronkodilator (salbutamol,
terbutalin, dan ipratropium) dan
kortikosteroid oral ketika serangannya
sedang sampai berat.
Untuk jangka panjang dan pendek, dapat
digunakan obat-obat sistemik (prednisolon,
prednison, metilprednisolon).
9