You are on page 1of 16

Ns. Fitri Budi Astuti, S.

Kep

Pendahuluan
Proses menua mengakibatkan berbagai perubahan pada
lansia.
Perubahan pada sistem muskuloskeletal mengakibatkan

beberapa gangguan, antara lain :


a. Osteoporosis

b. Osteoarthitis
c. Arthritis Rheumatoid

d. Fraktur

Osteoporosis
Osteoporosis adalah suatu kondisi penurunan massa
tulang secara keseluruhan.
Osteoporosis disebut silent disease karena proses
kepadatan tulang berkurang secara perlahan dan
berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun
tanpa disadari dan tanpa disertai adanya gejala.
Penyebab terjadinya osteoporosis :
a. Kekurangan hormon estrogen, yang membantu
pengangkutan kalsium ke dalam tulang
b. Kekurangan kalsium dan vitamin D
c. Adanya penyakit lain, obat obatan
d. Absorbsi yang buruk


a.
b.
c.
d.

a.

Gejala yang dapat timbul antara lain :


Nyeri pada punggung
Turunnya tinggi badan
Bungkuk punggung (Dowagers hump / kifosis)
Terjadi fraktur
Pemeriksaan Diagnostik
Rontgen, terjadi proses pengerasan tulang (demineralisasi) pada
tulang panggul atau tulang belakang
b. DEXA (Dual X-Ray Absorbtiometry), ditentukan dengan T-Score
T-Score

Kategori

Lebih besar dari -1

Normal

-1 s.d -2,5

Osteopenia

Lebih kecil dari -2,5

osteoporosis

Penatalaksanaan
Tujuan : meningkatkan kepadatan tulang.
Tindakan yang dapat dilakukan antara lain :
a. Pendidikan Kesehatan
b. Cukup asupan vitamin D dan Kalsium
Vitamin D penting untuk absorbsi kalsium dan untuk
mineralisasi tulang normal.
Asupan harian yang dianjurkan (RDA = Recommended daily
allowance) kalsium pada :
Masa adolesens sampai dewasa muda (usia 11 24 tahun)
mencapai 1200 mg per hari
Masa dewasa 800 mg per hari
Wanita pasca menopause 1000 1500 mg per hari, ratarata perkiraan sesungguhnya asupan per hari adalah 300
sampai 500 mg

c. Olahraga
d. Obat obatan
Kalsitonin
Menekan kehilangan tulang, diberikan secara injeksi
subkutan atau intramuskular
Kalsium
Pada menopause, terapi penggantian hormon (HRT =
Hormon repalcement therapy) dengan estrogen dan
progesteron. Penggunaan jangka panjang perlu
dievaluasi karena beresiko terjadi keganasan.
Pada wanita menopause, terapi jangka panjang
dianjurkan dengan raloxifene atau bisfosfonat
(contoh : alendronat)

Alendronat berfungsi:
mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada
wanita pasca menopause
meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan
tulang panggul
mengurangi angka kejadian patah tulang.

Fraktur
Fraktur terutama yang berhubungan dengan osteoporosis
dianggap sebagai penyebab utama morbiditas dan disabilitas

pada usia tua


Fraktur pada lansia juga dapat terjadi karena adanya trauma
ringan.
Sering terjadi di rumah
Fraktur yang terjadi antara lain :

a. Fraktur pergelangan tangan (fraktur Colles)


b. Fraktur kolumna vertebralis
c. Fraktur pinggul

Fraktur Colles
Jatuh dengan posisi tangan menahan tubuh (distal
radius)
Reposisi sembuh dalam 6 8 minggu
Fraktur Kolumna Vertebra

Akibat osteoporosis
Nyeri ringan sampai sedang saat bergerak atau batuk
Nyeri akan membaik dalam 2 -4 minggu
Fraktur dapat sembuh dalam 3 4 bulan

Penatalaksanaan
a. Tindakan terhadap fraktur
b. Tindakan terhadap jatuh
c. Tindakan terhadap kerapuhan tulang
d. Perawatan dan rehabilitasi saat klien imobil

Jatuh
Jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan
penderita atau saksi mata yang melihat kejadian,
mengakibatkan seseorang mendadak
terbaring/terduduk dilantai/ tempat yang lebih
rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran
atau luka.
Faktor resiko jatuh pada lansia
a. Faktor intrinsik
Kondisi fisik dan neuropsikiatrik
Penurunan visus dan pendengaran
Perubahan neuromuskular, gaya berjalan

b. Faktor ekstrinsik
Lingkungan yang tidak mendukung (berbahaya)
Alat alat bantu berjalan
Obat obatan yang diminum
Komplikasi
1. Perlukaan (injury)
Rusaknya jaringan lunak
Patah tulang (fraktur)
Hematom subdural
2. Perawatan Rumah Sakit
3. Disabilitas
Penurunan mobilitas akibat jatuh, kehilangan kepercayaan dan
pembatasan gerak.
4. Kematian

Upaya Pencegahan
1. Identifikasi Faktor Resiko
2. Penilaian Keseimbangan dan gaya berjalan (gait)
Apakah penderita menapakkan kakinya dengan baik,
tidak mudah goyah
Apakah penderita mengangkat kaki dengan benar pada
saat berjalan
Apakah kekuatan otot ekstrimitas bawah cukup untuk
berjalan tanpa bantuan
3. Mengatur / mengatasi faktor situasional
Aktivitas
Melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kondisi kesehatan
klien
Penyakit Akut
Lingkungan

PENGKAJIAN

1. Riwayat Penyakit
Riwayat Jatuh
Gejala yang menyertai
Review tempat jatuh

Review Obat-obatan yang diminum


2. Pemeriksaan Fisik

3. Pengkajian Fungsional
Mobilitas
Aktifitas kehidupan sehari hari

Penatalaksanaan
Tujuan :
a. Mencegah terjadinya jatuh berulang
b. Mengembalikan fungsi AKS terbaik
c. Mengembalikan kepercayaan diri klien
Penatalaksanaan dengan mengatasi atau faktor resiko,
penyebab jatuh, dan menangani komplikasinya.