You are on page 1of 11

false

false
false
IN
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name: Table Normal ;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent: ;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family: Calibri , sans-serif ;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family: Times New Roman ;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:IN;}
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tinea kapitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur sup
erfisial pada kulit kepala, bulu mata dengan kecenderungan menyerang tangkai ram
but dan folikel
folikel rambut. Penyakit ini termasuk kepada mikosis superfisial
is atau dermatofitosis. Beberapa sinonim yang digunakan termasuk ringworm of the
scalp dan tinea tonsurans. Di Amerika Serikat dan wilayah lain di dunia insiden
dari tinea kapitis meningkat.
Dermatofitosis mempunyai beberapa gejala klinik yang nyata, tergantung pada leta
k anatomi dan etiologi agents. Secara klinis dermatofitosis terdiri atas tinea k
apitis, tinea favosa (hasil dari infeksi oleh Trichophyton schoenleinii), tinea
corporis ( ringworm of glabrous skin ), tinea imbrikata ( ringworm hasil infeksi
oleh T. concentrikum ), tinea unguium ( ringworm of the nail ), tinea pedis ( r
ingworm of the feet ), tinea barbae ( ringworm of the beard ) dan tinea manum (
ringworm of the hand).
Di klinis tinea kapitis ditemukan berbeda
beda dari dermatofitosis non inflamasi
dengan sisik mirip dermatitis seboroik sampai inflamasi dengan lesi bersisik ya
ng eritematous dan kerontokan rambut atau alopesia dan dapat berkembang menjadi
inflamasi yang berat berupa abses yang dalam disebut kerion, ysng mempunyai pote
nsi menjadi jaringan parut dan menyebabkan alopesia yang menetap. Keadaan penyak
it ini tergantung pada interaksi antara host dan agen penyebab.

1.2 Rumusan Masalah


- Apa pengertian tinea kapitis ?
- Bagaimana epidemiologi tinea kapitis ?
- Bagaimana etiologi tinea kapitis ?
- Bagaimana patogenesis tinea kapitis ?
- Bagaimana manifestasi klinis dari tinea kapitis ?
- Bagaimana cara diagnosis tinea kapitis ?
- Bagaimana cara pencegahan tinea kapitis?
- Bagaimana terapi medis dari tinea kapitis?
- Bagaimana prognosis dari tinea kapitis ?

1.3 Tujuan Penulisan


- Untuk mengetahui pengertian tinea kapitis.
- Untuk mengetahui epidemiologi tinea kapitis.
- Untuk mengetahui etiologi tinea kapitis.
- Untuk mengetahui patogenesis tinea kapitis.
- Untuk mengetahui bagaimana manifestasi klinis dari tinea kapitis.
- Untuk mengetahui cara diagnosis tinea kapitis.
- Untuk mengetahui cara pencegahan tinea kapitis.
- Untuk mengetahui terapi medis dari tinea kapitis.
- Untuk mengetahui bagaimana prognosis dari tinea kapitis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tinea Kapitis
Tinea kapitis adalah kelainan pada kulit dan rambut kepala yang dise
babkan oleh spesies dermatofita. Kelainan ini dapat ditandai dengan lesi bersisi
k, kemerah-merahan, alopesia dan kadang terjadi gambaran klinis yang lebih berat
, yang disebut kerion. 2 Tinea kapitis lebih banyak terdapat pada anak-anak pra
pubertas (preadolescent).
2.2 Epidemiologi

Insiden tinea kapitis masih belum diketahui pasti, tersering di jumpai pada ana
k-anak 3-14 tahun jarang pada dewasa, kasus pada dewasa karena infeksi T. Tonsur
ans dapat dijumpai misalkan pada pada pasien AIDS dewasa. Transmisi meningkat de
ngan berkurangnya hiegiene sanitasi individu, padatnya penduduk, dan status ekon
omi rendah.
Insiden tinea kapitis dibandingkan dermatomikosis di medan 0,4% (1996-1998), RSC
M besar Jakarta 0,61- 0,87% tahun 19989-1992, Manado 2,2 -6 % (1990-1991) dan Se
marang 0,2%.
Di Surabaya kasus baru Tinea kapitis antara tahun 2001 -2006 insiden nya dibandi
ngkan kasus baru dermatonikosis dipolidermatomikosis URJ kulit dan kelamin RSU D
r. Soetomo antara 0,31 % -1,55 %. Pasien tinea kapitis terbanyak pada masa anakanak < 14 tahun 93,33% anak laki-laki lebih banyak (54,5%)dibanding anak perempu
an (45,5%). Di Surabaya tersering tipe kerion (62,5%) daripada tipe Gray Patch (
37,5%). Tipe Black dot tidak diketemukan. Spesies penyebab Microsporum gypseum (
geofilik), Microsporum ferrugineum (antropofilik) dan Trichophyton mentagrophyte
s (zoofilik yang dijumpai pada hewan kucing, anjing, sapi, kambing, babi, kuda,
binatang pengerat dan kera ).
2.3 Etiologi
Spesies dermatofit umumnya dapat sebagai penyebab, kecuali E. floccosum, T.conce
ntricum dan T. mentagrophytes var. interdigitale (T. interdigitale) yang semuany
a jamur antropofilik tidak menyebabkan tinea kapitis dan T. Rubrum jarang. Tine
a kapitis disebabkan oleh trychopphyt canis T. Tonsurans ditularkan melalui kont
ak antara anak dengan anak yang dapat menyerang batang rambut yang menyebabkan k
erontokkan secara klinis yang akan dijumpai sebuah atau beberapa bercagak yang b
udar, berwarna kemudian rambut menjadi rapuh dan patah atau didekat sehingga men
inggalkan bercak
bercak kebotakan. Tiap negara dan daerah berbeda-beda untuk spe
sies penyebab tinea kapitis , juga perubahan waktu dapat ada spesies baru karena
penduduk migrasi. Spesies antropofilik (yang hidup di manusia) sebagai penyebab
yang predominan.
2.4 Patogenesis

Dermatofit ektotrik (diluar rambut) infeksinya khas di stratum korneum perifolik


ulitis, menyebar sekitar batang rambut dan dibatang rambut bawah kutikula 1 dari
pertengahan sampai akhir anagen saja sebelum turun ke folikel rambut untuk mene
mbus kortek rambut. Hifa-hifa intrapilari kemudian turun ke batas daerah keratin
, dimana rambut tumbuh dalam keseimbangan dengan proses keratinisasi, tidak pern
ah memasuki daerah berinti. Ujung-ujung hifa-hifa pada daerah batas ini disebut
Adamson s fringe, dan dari sini hifa-hifa berpolifrasi dan membagi menjadi artroko
nidia yang mencapai kortek rambut dan dibawa keatas pada permukaan rambut. Rambu
t-rambut akan patah tepat diatas fringe tersebut, dimana rambutnya
sekarang menjadi sangat rapuh sekali. Secara mikroskop hanya artrokonidia ektotr
ik yang tampak pada rambut yang patah, walaupun hifa intrapilari ada juga. Patog
enesis infeksi endotrik (didalam rambut) sama kecuali kutikula tidak terkena dan
artrokonidia hanya tinggal dalam batang rambut menggantikan keratin intrapilari
dan meninggalkan kortek yang intak. Akibatnya rambutnya sangat rapuh dan patah
pada permukaan kepala dimana penyanggah dan dinding folikuler hilang meninggalka
n titik hitam kecil (black dot). Infeksi endotrik juga lebih kronis karena kemam
puannya tetap berlangsung di fase anagen ke fase telogen.

2.5 Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis tergantung etiologinya :

1. Bentuk non inflamasi, manusia atau epidemik.


Umumnya karena jamur ektotriks antropofilik, M. audouinii di Amerika dan Eropa n
amun sekarang jarang atau M. ferrugineum di Asia. Lesi mula-mula berupa papula k
ecil yang eritematus, mengelilingi satu batang rambut yang meluas sentrifugal me
ngelilingi rambut-rambut sekitarnya. Biasanya ada skuama, tetapi keradangan mini
mal. Rambut-rambut pada daerah yang terkena berubah menjadi abu-abu dan kusam se
kunder dibungkus artrokonidia dan patah beberapa milimeter diatas kepala. Sering
kali lesinya tampak satu atau beberapa daerah yang berbatas jelas pada daerah ok
siput atau leher belakang.
Kesembuhan spontan biasanya terjadi pada infeksi Microsporum. Ini berhubungan de
ngan mulainya masa puber yang terjadi perubahan komposisi sebum dengan meningkat
nya asam lemak-lemak yang fungistatik, bahkan asam lemak yang berantai medium me
mpunyai efek fungistatik yang terbesar. Juga bahan wetting (pembasah) pada shamp
o merugikan jamur seperti M. audouinii.

2. Bentuk inflamasi
Biasanya terlihat pada jamur ektotrik zoofilik (M. canis) atau geofilik (M.gypse
um). Keradangannya mulai dari folikulitis pustula sampai kerion yaitu pembengkak
an yang dipenuhi dengan rambut-rambut yang patah-patah dan lubang-lubang folikul
ar yang mengandung pus3. Inflamasi seperti ini sering menimbulkan alopesia yang
sikatrik. Lesi keradangan biasanya gatal dan dapat nyeri, limfadenopati servikal
, panas badan dan lesi tambahan pada kulit halus.

3. Tinea Kapitis black dot/ Black dot Ring Worm


Bentuk ini disebabkan karena jamur endotrik antropofilik, yaitu T. tonsurans ata
u T. violaceum. Rontok rambut dapat ada atau tidak. Bila ada kerontokan rambut m
aka rambut-rambut patah pada permukaan kepala hingga membentuk gambaran kelompok
black dot. Biasanya disertai skuama yang difus; tetapi keradangannya bervariasi
dari minimal sampai folikulitis pustula atau lesi seperti furunkel sampai kerio
n. Daerah yang terkena biasanya

Berdasarkan bentuk yang khas, tinea kapitis dibagi dalam empat bentuk:
1. Gray pacth ring worm
Penyakit ini dimulai dengan papel merah kecil yang melebar kesekitarnya dan memb
entuk bercak yang berwarna pucat dan bersisik. Warna rambut menjadi abu-abu dan
tidak mengkilat lagi dan mudah patah dan terlepas dari akarnya, sehingga menimbu
lkan alopesia setempat. Dengan pemeriksaan dengan sinar wood tampak flourisensi
kekuning-kuningan pada rambut yang sakit melalui batas gray pacth tersebut. Jeni
s ini biasanya disebabkan spesies mikrosporon dan trikofiton.
2. Black dot ring worm

Terutama disebabkan oleh trikofiton tonsuran, T.Violaseum dan T.Ment


agrofites. Infeksi jamur terjadi dalam rambut (endotrik) atau diluar rambut atau
(ektotrik) yang menyebabkan rambut putus tepat pada permukaan kulit kepala.
Ujung rambut tampak sebagai titik-titik hitam diatas permukaan kulit
yang bewarna kelabu, sehingga tampak sebagai gambaran black dot . Biasanya bentuk
ini terdapat pada orang dewasa dan sering terjadi pada wanita. Rambut sekitar le
si juga jadi tidak bercahaya lagi disebabkan kemungkinan sudah terkena infeksi.
3. Kerion
Bentuk ini adalah bentuk yang serius, karena disertai radang yang he
bat yang bersifat lokal, sehingga pada kulit kepala tampak bisul-bisul kecil yan
g berkelompok dan kadang-kadang ditutupi sisik-sisik tebal. Rambut di daerah ini
putus-putus dan mudah dicabut. Bila kerion ini menyembuh akan meninggalkan suat
u daerah yang botak permanen oleh karena terjadi sikatrik. Bentuk ini disebabkan
oleh mikrosporon kanis, M.gipseum , trikofiton tonsuran dan T.Violaseum.
4. Tinea favosa
Kelainan dikepala dimulai dengan bintik-bintik kecil dibawah kulit y
ang bewarna merah kekuningan dan berkembangan menjadi krusta yang berbentuk cawa
n (skutula), serta memberi bau busuk seperti bau tikus moussy odor . Rambut diatas
skutula putus-putus dan mudah lepa dan tidak mengikat lagi.
Bila menyembuh akan meninggalkan jaringan parut dan alopesia yang pe
rmanen. Penyebab utamanya adalah trikofiton schoenleini, T.violaseum, dan T.gips
um. oleh karena tinea kapitis ini sering menyerupai penyakit-penyakit kulit yang
menyerang daerah kepala, maka penyakit ini harus dibedakan dengan penyakit-peny
akit bukan oleh jamur seperti :
1. Tsoriasis vulgaris
2. Dermatitis seboroika
3. Trikoti lomania
2.6 Diagnosis

1. Gejala Klinis
Dipertimbangkan diagnosis tinea kapitis bila:
Pada anak-anak dengan kepala berskuama, alopesia, limfadenopati servikal posteri
or atau limfadenopati aurikuler posterior atau kerion. Juga termasuk pustul atau
abses, dissecting cellulitis atau black dot.

2. Pemeriksaan penunjang

2.1. Pemeriksaan Lampu Wood

Rambut yang tampak dengan jamur M. canis, M. audouinii dan M.ferrugineum mem-ber
ikan fluoresen warna hijau terang oleh karena adanya bahan pteridin. Jamur lain
penyebab tinea kapitis pada manusia memberikan fluoresen negatif artinya warna t
etap unguyaitu M. gypsium dan spesies Trichophyton (kecuali T. Schoenleinii pe-n
yebab tinea favosa memberi fluoresen hijau gelap). Bahan fluoresen diproduksi ol
eh jamur yang tumbuh aktif di rambut yang terinfeksi.

2.2. Pemeriksaan sediaan KOH

Kepala dikerok dengan objek glas, atau skalpel no.15. Juga kasa basah digunakan
untuk mengusap kepala, akan ada potongan pendek patahan rambut atau pangkal ramb
ut dicabut yang ditaruh di objek glas selain skuama, KOH 20% ditambahkan dan dit
utup kaca penutup. Hanya potongan rambut pada kepalaharus termasuk akar rambut,
folikel rambut dan skuama kulit. Skuama kulit akan terisi hifa dan artrokonidia.
Yang menunjukkan elemen jamur adalah artrokonidia oleh karena rambut-rambut yang
lebih panjang mungkin tidak terinfeksi jamur7. Pada pemeriksaaan mikroskop akan
tampak infeksi rambut ektotrik yaitu pecahan miselium menjadi konidia sekitar b
atang rambut atau tepat dibawah kutikula rambut dengan kerusakan kutikula. Pada
infeksi endotrik, bentukan artrokonidia yang terbentuk karena pecahan miselium d
idalam batang rambut tanpa kerusakan kutikula rambut.

2.3. Kultur

Memakai swab kapas steril yang dibasahi akua steril dan digosokkan diatas kepala
yang berskuamaatau dengan sikat gigi steril dipakai untuk menggosok rambut-ramb
ut dan skuama dari daerah luar di kepala, atau pangkal rambut yang dicabut langs
ung ke media kultur. Spesimen yang didapat dioleskan di media Mycosel atau Mycob
iotic (Sabourraud dextrose agar + khloramfenikol + sikloheksimid) atau Dermatoph
yte test medium (DTM). Perlu 7
10 hari untuk mulai tumbuh jamurnya. Dengan DTM a
da perubahan warna merah pada hari 2-3 oleh karena ada bahan fenol di medianya,
walau belum tumbuh jamurnya berarti jamur dematofit positif.

2.7 Pencegahan
1. Mencari binatang penyebab dan diobati di dokter hewan untuk mencegah infeksi
pada anak-anak lain.
2. Mencari kontak manusia atau keluarga, dan bila perlu dikultur
3. Anak-anak tidak menggunakan bersama sisir, sikat rambut atau topi, handuk, sa
rung bantal dan lain yang dipakai dikepala.
4. Anak-anak kontak disekolah atau penitipan anak diperiksakan ke dokter/rumah s
akit bila anak-anak terdapat kerontokan rambut yang disertai skuama. Dapat diper
iksa dengan lampu Wood.
5. Pasien diberitahukan bila rambut tumbuh kembali secara pelan, sering perlu 36 bulan. Bila ada kerion dapat terjadi beberapa sikatrik dan alopesia permanen.

6. Mencuci berulang kali untuk sisir rambut, sikat rambut, handuk, boneka dan pa
kaian pasien, dan sarung bantal pasien dengan air panas dan sabun atau lebik bai
k dibuang.
7. Begitu pengobatan dimulai dengan obat anti jamur oral dan shampo, pasien dapa
t pergi ke sekolah.
8. Tidak perlu pasien mencukur gundul rambutnya atau memakai penutup kepala.
2.8 Terapi Medis

1. Terapi Utama
Pengobatan yang ideal dan cocok untuk anak-anak adalah sediaan bentuk likuid, te
rasa enak, terapi singkat, keamanan yang baik dan sedikit interaksi antar obat.
-

Tablet Griseofulvin

Tablet microsize (125, 250, 500mg) 20 mg / Kg BB/hari, 1-2 kali/hari


selama 6-12 minggu
Tablet ultramicrosize (330mg) 15 mg/Kg BB/hari, 1-2 kali/hari selama
6-12 minggu
Diminum bersama susu atau es krim oleh karena absorbsinya dipercepat dengan maka
nan berlemak.
Semua baik untuk karena Microsporum maupun Trichophyton. Pemberian pe
rtama untuk 2 minggu kemudian dilakukan pemeriksaan lampu Wood, KOH dan kultur.
.

Kapsul Itrakonazol (100 mg) dosis 3-5 mg/Kg BB/hari selama 4-6 minggu

Terapi denyut dosis 5 mg/Kg BB/ hari selama 1 minggu, istirahat 2 min
ggu/siklus.
-

Tablet Terbinafin (tablet 250 mg).

Tablet Flukonazo.

2. Terapi Ajuvan

Shampo

Shampo obat berguna untuk mempercepat penyembuhan, mencegah kekambuhan dan mence
gah penularan, serta membuang skuama dan membasmi spora viabel, diberikan sampai
sembuh klinis dan mikologis.
a. Shampo selenium zulfit 1%
u dicuci.
b. Shampo Ketokonazole 1%
uci.

1,8% dipakai 2-3 kali/ minggu didiamkan 5 menit bar


2% dipakai 2-3 kali/ minggu didiamkan 5 menit baru dic

c. Shampo povidine iodine dipakai 2 kali / minggu selama 15 menit.

Setelah menggunakan shampo diatas maka dianjurkan memakai Hair Conditioner diole
skan dirambutnya dan didiamkan satu menit baru dicuci air. Hal ini untuk membuat
rambut tidak kering. Juga shampo ini dipakai untuk karier asimptomatik yaitu ko
ntak dekat dengan pasien, seminggu 2 kali selama 4 minggu. Karena asimptomatik l
ebih menyebarkan tinea kapitis disekolah atau penitipan anak yang kontak dekat d
engan karier daripada anak-anak yang terinfeksi jelas.

Terapi Kerion

Pengobatan optimal kerion tidak jelas apakah perlu dengan obat oral antibiotika
dan kortikosteroid sebagai terapi ajuvan dengan griseofulvin. Beberapa penelitia
n menyatakan :
a. Kerion lebih cepat kempes dengan kelompok yang menerima griseofulvin saja.
b. Sedangkan skuama dan gatal lebih cepat bersih / hilang dengan kelompok yang m
enerima ke 3 obat yaitu griseofuvin, antibiotika dan kortikosteroid oral.
c. Kortikosteroid oral mungkin menurunkan insiden sikatrik. Juga bermanfaat meny
embuhkan nyeri dan pembengkakan3,17. Dosis prednison 1 mg/Kg BB/pagi untuk 10-15
hari pertama terapi.
d. Pemberian antibiotika dapat dipertimbangkan terutama bila dijumpai banyak kru
sta.

2.9 Prognosis

Tinea kapitis tipe Gray patch sembuh sendirinya dengan waktu, biasanya permulaan
dewasa. Semakin meradang reaksinya, semakin dini selesainya penyakit, yaitu yan
g zoofilik (M. canis, T. mentagrophytes dan T. verrucosum) . Infeksi ektotrik se
mbuh selama perjalanan normal penyakit tanpa pengobatan. Namun pasien menyebarka
n jamur penyebab kelain anak selama waktu infeksi. Sebaliknya infeksi endotrik m
enjadi kronis dan berlangsung sampai dewasa.
T. violacaum, T. tonsurans menyebabkan infeksi tetap, pasien menjadi vektor untu
k menyebarkan penyakit dalam keluarga dan masyarakat1, pasien seharusnya cepat d
iobati secara aktif untuk mengakhiri infeksinya dan mencegah penularannya.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Tinea kapitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur superfisial pad
a kulit kepala, bulu mata dengan kecenderungan menyerang tangkai rambut dan foli
kel
folikel rambut. Penyakit ini termasuk kepada mikosis superfisialis atau derm
atofitosis. Tinea kapitis sering terjadi pada anak-anak dengan bermacam-macam ge
jala klinis. Tinea kapitis disebabkan oleh trychopphyt canis T. Tonsurans ditula
rkan melalui kontak antara anak dengan anak yang dapat menyerang batang rambut y
ang menyebabkan kerontokkan secara klinis yang akan dijumpai sebuah atau beberap
a bercagak yang budar, berwarna kemudian rambut menjadi rapuh dan patah atau did
ekat sehingga meninggalkan bercak
bercak kebotakan.
Keadaan penduduk yang padat menyimpan jamur penyebab dan adanya karier asimtoma
tis yang tidak diketahui menyebabkan prevalensi penyakit. Tablet griseofulvin ad
alah pengobatan yang efektif dan aman, sebagai obat lini pertama (gold standard)
. Obat lini kedua yaitu Itrakonazol, terbinafin atau kalau terpaksa dengan fluko
nazol diberikan untuk pasien yang tidak sembuh dengan griseofuvin, atau dapat se
bagai obat jamur lini pertama. Terapi ajuvan dengan shampo anti jamur untuk memb
asmi serpihan (fomites) yang terinfeksi, mengevaluasi serta penanganan kontak ya
ng dekat dengan pasien. Tinea kapitis tipe Gray patch sembuh sendirinya dengan w
aktu, biasanya permulaan dewasa. Semakin meradang reaksinya, semakin dini selesa
inya penyakit, yaitu yang zoofilik (M. canis, T. mentagrophytes dan T. verrucosu
m) . Infeksi ektotrik sembuh selama perjalanan normal penyakit tanpa pengobatan.
Namun pasien menyebarkan jamur penyebab kelain anak selama waktu infeksi. Sebal
iknya infeksi endotrik menjadi kronis dan berlangsung sampai dewasa.

3.2 Saran

Sebaiknya dilakukan diagnosa terlebih dahulu sebelum penyakit ini ma


suk kedalam tubuh manusia sehingga dapat diatasi secara cepat sebelum penyakit i
ni bertambah lebih parah. Diagnosa yang dapat dilakukan adalah dengan cara pemer
iksaan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang serta dapat dilakukan dengan cara
Mencari binatang penyebab dan diobati di dokter hewan untuk mencegah infeksi pa
da anak-anak lain. Mencari kontak manusia atau keluarga, dan bila perlu dikultur
. Anak-anak tidak menggunakan bersama sisir, sikat rambut atau topi, handuk, sar
ung bantal dan lain yang dipakai dikepala.Anak-anak kontak disekolah atau peniti
pan anak diperiksakan ke dokter/rumah sakit bila anak-anak terdapat kerontokan r
ambut yang disertai skuama. Dapat diperiksa dengan lampu Wood. Pasien diberitahu
kan bila rambut tumbuh kembali secara pelan, sering perlu 3-6 bulan. Bila ada ke
rion dapat terjadi beberapa sikatrik dan alopesia permanen. Mencuci berulang kal
i untuk sisir rambut, sikat rambut, handuk, boneka dan pakaian pasien, dan sarun
g bantal pasien dengan air panas dan sabun atau lebik baik dibuang. Begitu pengo
batan dimulai dengan obat anti jamur oral dan shampo, pasien dapat pergi ke seko
lah.Tidak perlu pasien mencukur gundul rambutnya atau memakai penutup kepala. Na
mun apabila sudah terkena penyakit ini maka segera melakukan terapi secara medis
.

About these ads


Share this:
Twitter
Facebook
Categories